fbpx

Oleh : Siti Maqfiroh 

“Klik” terdengar suara teman diseberang mematikan sakelar lampu-lampu ruangan. Cahaya yang semula terang benderang beranjak menjadi redup. Lampu yang redup menjadi pertanda datangnya malam dan beriringan perintah Allah untuk memberikan jasad dan pikiran untuk beristirahat. Tiba-tiba masuk pesan dari Kepala Sekolah, sebuah gambar screenshoot percakapan antara beliau dengan seorang wali murid. Kira-kira seperti ini isi percakapan yang beliau screenshoot.

…“Iya Bu, seneng banget Alwi sekolah disana. Bacaan sholatnya, sikap sholatnya perlahan-lahan makin sempurna. Bahkan kemarin waktu naik pesawat Alwi kan takut, terus dia ndremimilnya Asmaul Husna. Saya sama kakaknya sempat geli karena saya suruh baca do’a perjalanan, dibacanya Asmaul Husna sambil merem. Pas saya tanya belajar dimana? Alwi menjawab diajarin di sekolahku laah kalau habis sholat kan bacanya itu. Alhamdulillah senang sekali saya Bu. Anak disleksia saya sudah mulai bisa menghafal bacaan-bacaan sholat dan Asmaul Husna.”

Membaca isi pesan beliau, rasanya seperti menghabiskan segelas air putih setelah seharian berpuasa di Kota Semarang yang Panas. Segar tiada terkira. Bagaimana tidak, ketika mengingat perjalanan bagaimana Allah mempertemukan kami (Orang tua, anak, dan pihak sekolah), masih teringat betul dulu saat kegiatan observasi, calon siswa kami ini menolak untuk diajak shalat fardhu. Setelah menjadi siswa kami, perlahan-lahan bersama teman-temannya ia mau ikut serta melakukan Shalat Dhuha dan Shalat Dzuhur berjamaah di sekolah. Kalau kata pepatah lama, sekeras-kerasnya batu akan berlubang jika terus menerus ditetesi dengan air. Begitu juga dengan hati, hati lebih lembut daripada batu maka dengan program-program positif yang diberikan sebagai pembiasaan akan menggerakkan hati anak-anak untuk kembali ke fitrah (mencintai kebaikan). 

Melalui program Shalat Duha dan Dzuhur berjamaah, guru memiliki ruang untuk mengoreksi bacaan shalat dan gerakan shalat siswa. Setelah melaksanakan Shalat Duha, siswa diajarkan juga untuk membaca Asmaul Husna dan murajaah surah pendek. Semoga dengan adanya program ini di sekolah dapat membantu orang tua dalam mendidik anak untuk mencintai shalat.