fbpx

Pendidikan telah menjadi kunci utama untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan di era digital. Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh SD Islam Bintang Juara adalah melalui pemaparan materi tentang kuasai literasi digital yang bertujuan memberdayakan kakak shalih-shalihah.

Pada hari Jum’at, 23 Februari 2024, SD Islam Bintang Juara menghadirkan Bapak Mustafa, S.T., M.M., M.Kom., untuk memberikan informasi kepada kakak shalih-shalihah terkait literasi digital. Bapak Mustafa, S.T., M.M., M.Kom.,  atau yang akrab dipanggil dengan Pak Mus merupakan Dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), sekaligus Fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan I.

Kegiatan ini juga selaras dengan Program Makin Cakap Digital dari pemerintah yang sudah dilaksanakan rutin sejak 2021. Program ini direncanakan berlangsung secara bertahap hingga 2024.

Program Makin Cakap Digital dari pemerintah memiliki berbagai kelas daring dan pelatihan gratis untuk seluruh masyarakat dengan materi-materi yang didasarkan pada pilar-pilar literasi digital, yaitu:

  • Digital Skill (Cakap Bermedia Digital),
  • Digital Ethic (Etis Bermedia Digital),
  • Digital Safety (Aman Bermedia Digital),
  • dan Digital Culture (Budaya Bermedia Digital).

Perjumpaan pertama kakak shalih-shalihah kelas 4 – 6 dengan Pak Mus hari ini fokus pada materi Digital Skill, Digital Safety dan Digital Ethic. Yuk, cari tahu apa saja yang disampaikan Pak Mus kepada kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.

Kuasai Literasi Digital Mulai Dari Bijak Bermedia Sosial

Memahami bahwa media sosial sekarang ini telah menjadi hal yang tak terpisahkan dari generasi muda, Pak Mus memberikan pijakan mengenai cara bijak bermedia sosial.

Ayah Bunda Perlu Terapkan Konsep 3D

Ayah Bunda juga pastikan untuk menerapkan konsep 3D yang diprakarsai oleh Abah Ihsan dalam memfasilitasi kakak shalih-shalihah terkait penggunaan gadget di era digital:

1. Dibutuhkan

Kakak shalih-shalihah hanya boleh menggunakan gadget dan internet apabila benar-benar dibutuhkan, misal untuk keperluan belajar. Boleh saja sesekali mencari hiburan dengan memanfaatkan teknologi digital, tetapi pastikan aman dan waktunya terbatas.

2. Didampingi

Pastikan kakak shalih-shalihah saat menggunakan gadget dan internet harus dalam pendampingan dan pengawasan orang dewasa, baik itu guru ataupun orang tua.

3. Dipinjamkan

Alih-alih memfasilitasi satu ponsel pintar dan/ atau laptop untuk masing-masing anak, akan lebih baik jika akad penggunaan ponsel dan/ atau laptop adalah dipinjamkan. Dengan akad dipinjamkan, kakak shalih-shalihah akan lebih mudah diatur dan dibatasi penggunaannya, dibandingkan jika akadnya diberikan.

etika di era digital

Praktikkan Internet BAIK

Setelah menerapkan konsep 3D dalam penggunaan gadget yang terkoneksi dengan internet, kakak shalih-shalihah perlu mengetahui hal-hal terkait bijak bermedia sosial. Ayah Bunda bisa menggunakan metode Internet BAIK, meliputi:

  • Bertanggungjawab – Kakak shalih-shalihah harus memahami hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, serta mengetahui risiko atas dampak negatif internet yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  • Aman – Dalam menggunakan internet, khususnya media sosial, kakak shalih-shalihah harus menjaga dirinya tetap aman dari hal-hal negatif.
  • Inspiratif – Kakak shalih-shalihah harus bisa menggunakan internet dan media sosial untuk berbagi inspirasi kepada lingkungan.
  • Kreatif – Untuk bisa berbagi inspirasi, maka dibutuhkan kreativitas dalam menggunakan internet dan media sosial dengan cara-cara yang unik. Kakak shalih-shalihah juga bisa saling berkerjasama untuk membangun ekosistem digital.

Tujuh Kebiasaan Keren Berinternet

Selain metode Internet BAIK, kakak shalih-shalihah juga bisa diajarkan untuk menerapkan tujuh kebiasaan untuk keren berinternet:

  1. THINK – Merupakan singkatan dari True, Hurtful, Illegal, Necessary, dan Kind. Ajarkan kakak shalih-shalihah sebelum memosting sesuatu, cek dulu apakah postingan tersebut benar sesuai fakta, menyakiti orang lain atau tidak, ilegal atau mengandung hak cipta orang lainkah, penting dibagikan atau tidak, dan apakah isinya baik untuk dibagikan.
  2. Respect – Ajak kakak shalih-shalihah untuk tetap menjaga adab saat bermedia sosial, dengan mengetik kalimat yang sopan dan nyaman bagi orang lain.
  3. Turn Back Hoax – Tanamkan pada diri kakak shalih-shalihah agar tidak bersumbu pendek. Saat menerima informasi dari internet, ajak mereka untuk memastikan apakah informasi tersebut valid atau tidak, sebelum membagikannya lagi ke orang lain.
  4. Take Care Your Self Branding – ‘Jempolmu, Harimaumu’ adalah hal yang wajib dipegang erat oleh kakak shalih-shalihah. Oleh karenanya bagi kakak shalih-shalihah yang sudah memiliki akun media sosial, ajarkan kepada mereka cara berbahasa yang baik dan sopan.
  5. Kenali Fungsi Tell, Report & Block – Apabila menemukan konten negatif, ajarkan kakak untuk menegur pemilik konten melalui pesan pribadi secara baik-baik dengan bahasa yang nyaman dibaca. Apabila ada akun yang sering membagikan berita-berita negatif, kakak shalih-shalihah bisa diajarkan untuk menggunakan fitur Report & Block yang dimiliki masing-masing media sosial.
  6. Posting Nggak Ya? – Sebelum memosting sesuatu di media sosial, pastikan kakak shalih-shalihah sudah memikirkan baik-baik kebenaran dan kebermanfaatannya.
  7. Ingat Kehidupan Nyata – Berselancar di internet memang mengasyikkan, maka tak heran jika banyak yang lupa waktu. Namun kakak shalih-shalihah perlu memahami bahwa kehidupan nyata jauh lebih menyenangkan. Pastikan tidak sampai kecanduan, hingga lupa bahwa ada hal-hal yang lebih asyik dilakukan di dunia nyata.

5 Prinsip Cerdas Berinternet

Selain ketujuh hal di atas, ajak pula kakak shalih-shalihah untuk menguasai lima prinsip cerdas berinternet, yaitu:

  • Keep Playing or Stop – Tahu waktu kapan harus lanjut dan berhenti.
  • Think before Posting – Pilah dan pikirkan dulu sebelum posting sesuatu.
  • Saring before Sharing – Saring dulu kebenaran informasi yang didapat, sebelum membagikan ke khalayak.
  • Click or Close – Jika menemukan konten negatif, harus berani untuk menutup laman dan tidak mengaksesnya lagi. Kakak shalih-shalihah juga perlu diberikan informasi tentang link-link yang bertujuan untuk menipu. Saat menemukan link seperti itu, ajarkan mereka untuk segera menutup aksesnya.
  • Wise While Online – Gunakan internet dan media sosial secara bijak, baik dari segi waktu dan bijak dalam penggunaan bahasa, berkomentar, dsb.

bijak bermedia sosial dalam fatwa MUI

Makin Cakap Digital Mulai Dari Gunakan Email yang Benar

Selain memaparkan informasi mengenai bijak bermedia sosial, Pak Mus juga mengajak kakak shalih-shalihah untuk kuasai literasi digital dengan mengetahui cara mengirim email yang tepat. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Ayah Bunda, dan kakak shalih-shalihah saat mengirim email:

  • Menulis email dengan ejaan yang benar dan kalimat sopan.
  • Pastikan untuk tidak menggunakan huruf kapital secara keseluruhan dari awal hingga akhir kalimat, karena bisa menyulitkan keterbacaan. Selain itu juga bisa memberikan kesan marah.
  • Membiasakan menuliskan subject email untuk mempermudah penerima pesan.
  • Menggunakan BCC (Blind Carbon Copy), bukannya CC (Carbon Copy) untuk menghindari tersebarnya email milik orang lain
  • Untuk mailing list atau forum, dilarang mengirim email berupa spam, surat berantai, surat promosi yang tidak berhubungan dengan mailing list.
  • Menghargai hak cipta dan privasi orang lain.
  • Mengatur password secara berkala agar terjaga keamanannya.

Nah, selama ini Ayah Bunda apakah sudah cukup tepat saat menggunakan email dalam kehidupan sehari-hari? Jika belum ayo perbaiki bersama-sama, agar kita bisa menjadi role model bagi kakak shalih-shalihah.

galeri kegiatan literasi digital

Galeri Kegiatan Literasi Digital SD Islam Bintang Juara

Siap Menaklukkan Tantangan Literasi Digital dari Pak Mustafa?

Di akhir sesi pemaparan materi tentang kuasai literasi digital, Pak Mustafa memberikan tantangan bermakna AKSI NYATA kepada kakak shalih-shalihah. Tantangan ini bisa dilakukan secara individu ataupun berkelompok. Jika berkelompok, maka maksimal dalam kelompoknya harus terdiri dari 5 siswa.

Adapun tantangannya kakak shalih-shalihah harus mampu membuat karya, entah itu berupa flyer, video, film pendek, atau puisi. Karya tersebut berisi tentang ajakan kepada lingkungan tentang INTERNET AMAN, bijak berinternet dan bermedia digital.

Masya Allah, tantangannya sangat inspiratif ya, Ayah Bunda. Melalui tantangan ini, kakak shalih-shalihah diajak untuk praktik langsung secara nyata menerapkan Internet BAIK.

Ayah Bunda, pastikan untuk mendampingi kakak shalih-shalihah dalam melaksanakan tantangan ini ya. Izinkan kakak shalih-shalihah untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya, dan berikan masukan serta saran apabila dibutuhkan.

Jadi siap untuk mendampingi kakak shalih-shalihah kuasai literasi digital? Yuk, bersama-sama kita bergandengtangan membentuk generasi yang makin cakap digital, Ayah Bunda.***

Referensi:

  • Paparan Pak Mustafa
  • Web Literasi Digital. Diakses pada 2024. Profil dan Infografik.
  • Modul Fasilitator Literasi Digital. “Cakap Bermedia Digital.”
  • Modul Fasilitator Literasi Digital. “Aman Bermedia Digital.”
  • Modul Fasilitator Literasi Digital. “Etis Bermedia Digital.”