Deg! Deg! Begitulah kiranya suara debar di hati kakak-kakak shalih dan shalihah yang pada Selasa, 11 April 2023 berpartisipasi pada Kompetisi Hifdzil Qur’an, salah satu dari 4 cabang perlombaan dalam kegiatan Musabaqah Fii Ramadhan – Kompetisi Calon Pemimpin Muslim.
Hifdzil Qur’an merupakan kompetisi yang diselenggarakan dengan bekal hafalan kakak-kakak shalih dan shalihah selama belajar di SD Islam Bintang Juara. Hal ini juga menjadi salah satu perwujudan dari implementasi Kurikulum Merdeka pada Profil Pelajar Pancasila Dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia.
Contents
5 Manfaat Mengikuti Kompetisi Hifdzil Quran untuk Calon Pemimpin Muslim
Dengan mengikuti kompetisi Hifdzil Quran, kakak shalih-shalihah diharapkan mampu menerapkan lima elemen kunci dari dimensi Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia, yakni:

1. Akhlak Beragama
Kakak-kakak shalih dan shalihah mampu menyadari bahwa mereka mendapatkan amanah dari Allah SWT sebagai pemimpin atau khalifah di bumi, sehingga dapat menjadi pelajar Pancasila yang mengenal sifat-sifat Tuhannya. Selain itu diharapkan mereka juga senantiasa menghayati, dan patuh akan perintahNya, serta terus bereksplorasi hingga dapat memberikan kontribusi untuk peradaban dunia.
2. Akhlak Pribadi
Memiliki rasa sayang dan perhatian terhadap dirinya pribadi, termasuk dalam menjaga kesehatan jasmani rohani, dan menjaga kehormatan dirinya melalui tutur perilakunya. Selain itu kakak shalih-shalihah juga senantiasa muhasabah diri untuk menjadikan dirinya lebih baik dari sebelumnya.
3. Akhlak kepada Manusia
Semua manusia yang beragam di dunia ini memiliki kedudukan yang setara di hadapan Allah SWT, sehingga kakak-kakak shalih dan shalihah diharapkan mampu mengutamakan persamaan dan kemanusiaan. Tak hanya itu, kakak shalih-shalihah juga bisa bijak menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada, dan mengapresiasi tindakan-tindakan positif orang lain.
4. Akhlak kepada Alam
Kakak-kakak shalih dan shalihah sebagai pelajar Pancasila mampu memahami bahwa manusia hidup di bumi ini berdampingan dengan makhluk lainnya. Salah satunya alam. Memiliki rasa kasih dan peduli terhadap lingkungan alam dan melestarikannya.
5. Akhlak Bernegara
Sadar dan paham akan kewajiban dan haknya sebagai warga negara, sehingga mampu memberikan dorongan bagi dirinya untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan negara.
Masya Allah ya Ayah Bunda, ternyata di balik kompetisi Hifdzil Quran memiliki segudang manfaat yang luar biasa.
Nah, kegiatan yang terkait dengan salah satu dimensi profil pelajar Pancasila ini diawali dengan registrasi ulang terlebih dahulu oleh para peserta, kemudian akan mendapatkan nomor undi untuk urutan tampil. Terdapat dua kegiatan yang dilakukan oleh para peserta dalam kompetisi ini yaitu melafalkan surat yang telah dipilihkan oleh juri dan menyambung ayat.
Masyaallah Ayah dan Bunda, kakak-kakak berani tampil di depan untuk melafalkan hafalan suratnya pada perlombaan dengan total 47 peserta loh. Bu Tutik, Bu Mida dan Pak Syahid selaku dewan juri dalam perlombaan ini selalu bersiap untuk memberikan penilaian kepada para peserta dengan memperhatikan unsur-unsur, berupa fashohah/makhorijul huruf, tajwid, dan kelancaran.
Pada cabang perlombaan yang menjadi wujud dari profil pelajar Pancasila ini terbagi dalam tiga level;
- Level 1 (Bagi para peserta dengan capaiaan hafalan surat ad-Dhuha s.d An-Nas).
- Level 2 (Bagi para peserta dengan capaian hafalan surat Al-Buruj s.d Al-Lail).
- Level 3 (Bagi para peserta dengan capaian hafalan surat AN-Naba s.d Al-Insyiqoq).
Ayah dan Bunda boleh sharing dong, kakak-kakak shalih dan shalihah saat tampil sudah sampai di level mana ya? Apakah kakak shalih-shalihah menceritakan pengalamannya saat mengikuti kompetisi Hifdzil Quran?
Tips Agar Hafalan Kakak Shalih-Shalihah Terjaga
Pastikan untuk mengapresiasi keberanian kakak shalih-shalihah yang telah berani unjuk gigi dalam kompetisi ini, Ayah Bunda. Agar hafalan kakak shalih-shalihah makin mutqin, Ayah Bunda bisa membantu mereka untuk muroja’ah atau mengulang surat dan ayat-ayat yang telah dihafalnya setiap hari.
Selain menambah hafalan ayat baru, muroja’ah juga penting dilakukan Ayah Bunda. Hal ini agar hafalan pada ayat atau surat-surat sebelumnya tidak hilang dari ingatan.
Kemudian, agar hafalan terjaga, kakak shalih-shalihah juga bisa dibiasakan untuk menggunakan surat atau ayat yang sudah dihafalnya saat sedang shalat. Oh ya, Ayah Bunda juga bisa membuat kompetisi Hifdzil Quran di rumah masing-masing.
Kakak shalih-shalihah bisa diminta untuk membacakan surat yang telah dihafalnya di depan forum keluarga. Lalu juga Ayah Bunda bisa membacakan satu ayat, dan biarkan kakak shalih-shalihah melanjutkan ayat tersebut.

Selain tips sederhana yang kami bagikan di atas, apakah Ayah Bunda memiliki cara lain untuk menjaga hafalan kakak shalih-shalihah? Boleh ya berbagi tipsnya di kolom komentar agar bisa di-ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) oleh orang tua lainnya.
Selain Hifdzil Quran, cabang lain dalam Musabaqah Fii Ramadhan yang memiliki banyak peminat lainnya yaitu Kompetisi Kaligrafi. Ayah Bunda, yuk intip juga cerita seru jalannya kompetisi tersebut beserta informasi mengenai manfaat belajar kaligrafi.
Demikianlah catatan Bintang Juara tentang kompetisi Hifdzil Quran sebagai rangkaian dari Musabaqah Fii Ramadhan. Semoga bermanfaat dan terima kasih, Ayah Bunda.***
Ditulis oleh Iyana, Diedit dan Diterbitkan oleh Tim Humas & Media