fbpx

Pada Rabu, 19 November 2025, ruang kelas 5 di SD Islam Bintang Juara terasa berbeda. Biasanya, pembelajaran PAI berlangsung dengan diskusi hangat dan cerita-cerita inspiratif. Namun pagi itu, ada sosok spesial yang datang membawa suasana baru — Bapak Tri Mursito, seorang Amil BAZNAS, hadir langsung untuk mengajak kakak shalih-shalihah memahami zakat dari kacamata seorang praktisi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Belajar Bersama Ahli, sebuah pendekatan pembelajaran khas Bintang Juara yang menghadirkan narasumber nyata agar anak-anak belajar langsung dari sumbernya. Pendekatan ini membuat konsep yang mungkin terasa abstrak, menjadi nyata, dekat, dan menyentuh.

Ketika Ilmu Tak Hanya Didengar, Tapi Dirasakan

Begitu Bapak Tri mulai berbicara, suasana kelas berubah. Anak-anak menyimak dengan mata berbinar, sesekali mengangguk, bertanya, bahkan memberikan contoh pemahaman mereka sendiri tentang berbagi.

Ternyata, belajar zakat langsung dari seorang amil menghadirkan sensasi yang berbeda.
Tidak sekadar mengetahui apa itu zakat, tetapi mengapa zakat ada, siapa yang terbantu, dan bagaimana zakat menjadi jembatan kebaikan bagi banyak orang.

Bapak Tri berkisah tentang penerima manfaat, tentang keluarga yang kembali tersenyum berkat sedekah dan zakat dari kaum muslimin. Cerita-cerita nyata ini membuat anak-anak merasakan bahwa zakat bukan sekadar teori pelajaran, tetapi benar-benar menjadi bentuk nyata cinta dan kepedulian.

Kebaikan yang Tidak Pernah Mengurangi

Ada satu kalimat yang paling membekas di hati kakak shalih-shalihah hari itu:

“Memberi tidak akan membuat kita kekurangan. Justru Allah melipatgandakan keberkahan dari setiap kebaikan.”

Kalimat sederhana itu seperti membuka pintu kesadaran baru. Anak-anak belajar bahwa kebaikan tidak harus menunggu dewasa. Mereka bisa mulai dari hal-hal kecil — berbagi dengan teman, membantu orang tua, atau menyisihkan uang jajan untuk yang membutuhkan.

Dari sinilah nilai pendidikan karakter itu tumbuh: bukan hanya tahu tentang zakat, tetapi paham tentang makna peduli.

Belajar dari Ahlinya, Belajar Untuk Hidup

Program Belajar Bersama Ahli memang dirancang agar anak-anak mendapatkan pengalaman yang lebih kaya. Tidak hanya duduk dan mendengar, tetapi berinteraksi, bertanya, dan melihat bagaimana ilmu agama diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Bagi mereka, ini bukan sekadar “pembelajaran PAI”. Ini adalah momen untuk mengasah empati, mengenal nilai amanah, dan memahami bahwa setiap muslim memiliki tanggung jawab sosial.

Seusai sesi, beberapa anak bercerita bahwa mereka ingin lebih sering berbagi. Ada yang berencana menyisihkan sebagian uang jajannya, ada pula yang ingin mengajak teman-teman membuat kotak amal kecil di kelas. Kebaikan memang menular — dan hari itu, kebaikan itu terasa jelas di ruang kelas 5.

Bintang Juara dan Misi Menghadirkan Pembelajaran Bermakna

Kegiatan seperti ini merupakan wujud komitmen Bintang Juara dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, berkarakter, dan dekat dengan kehidupan nyata anak-anak.

Pembelajaran PAI di Bintang Juara bukan hanya hafalan, bukan pula sekadar teori. Tetapi perjalanan bersama untuk mengenal Allah melalui nilai-nilai kehidupan yang nyata dan penuh makna.

Melalui kunjungan Bapak Tri Mursito, anak-anak belajar bahwa zakat adalah salah satu cara untuk membuat hidup ini lebih indah — karena setiap kebaikan selalu menemukan jalan kembali kepada pelakunya.

Dan itulah pendidikan yang ingin terus ditanamkan di Bintang Juara:

ilmu yang meresap, karakter yang tumbuh, dan hati yang senantiasa peduli.***