fbpx

Belajar tidak selalu tentang duduk rapi di kelas dan mengerjakan soal di atas kertas. Pada Rabu, 3 Desember 2025, kakak-kakak kelas 6 SD Islam Bintang Juara merasakan pengalaman belajar yang berbeda, menantang, dan penuh makna melalui kegiatan Sumatif PJOK Inspiratif: Belajar Descending bersama Atlet Nasional di Wall Climbing Unwahas.

Sejak pagi, wajah antusias bercampur tegang tampak jelas. Dinding tinggi dengan tali-tali pengaman berdiri kokoh di hadapan mereka. Hari itu bukan sekadar ujian, tetapi menjadi ruang pembuktian keberanian, kemandirian, dan kepercayaan diri.

Sumatif PJOK Inspiratif: Dari Teori ke Praktik Nyata

Sebelum terjun langsung ke arena wall climbing, kakak shalih-shalihah telah dibekali pengetahuan teori di kelas. Mereka mempelajari berbagai istilah penting dalam olahraga panjat tebing, seperti tali karmentel, carabiner, eight figure, webbing, harness, hingga teknik ascending dan descending.

Teori tersebut tidak berhenti sebagai hafalan. Melalui kegiatan sumatif ini, kakak diajak membuktikan pemahaman mereka dalam praktik nyata. Inilah wujud pembelajaran yang autentik, ketika pengetahuan diuji melalui pengalaman langsung.

Mengenakan Harness, Menguatkan Mental

Satu per satu kakak kelas 6 mengenakan harness dengan bantuan instruktur dan atlet nasional. Tali pengaman dipasang, carabiner dikaitkan, dan alat descending dipastikan terpasang dengan benar. Di titik ini, jantung mulai berdegup lebih kencang.

Tantangan utama pun dimulai: melakukan descending dari atas dinding turun ke bawah.

Beberapa kakak tampak mantap melangkah. Namun ada pula yang ragu, kakinya gemetar, bahkan meneteskan air mata. Rasa takut itu nyata. Tapi yang lebih nyata adalah keberanian mereka untuk tetap mencoba.

Dengan arahan atlet dan dukungan guru, kakak-kakak belajar mengatur napas, memercayai alat keselamatan, dan yang terpenting—memercayai diri sendiri. MasyaAllah, semua kakak berhasil menuntaskan tantangan descending hingga menyentuh tanah dengan senyum lega dan bangga.

Guru Ikut Turun, Semangat Makin Naik

Kegiatan ini semakin seru karena bukan hanya siswa yang mencoba. Bu Fia, Pak Aria, dan Bu Nisa turut mengenakan harness dan menjajal teknik descending. Kehadiran guru sebagai peserta membuat suasana semakin hangat dan membangun keberanian kakak-kakak.

Ketika melihat guru mereka juga berani mencoba, rasa takut kakak perlahan berubah menjadi motivasi. Belajar hari itu benar-benar terasa setara: guru dan murid sama-sama belajar, sama-sama menantang diri.

Lebih dari Sekadar Nilai PJOK

Sumatif PJOK ini bukan hanya tentang keterampilan olahraga. Melalui wall climbing, kakak kelas 6 belajar banyak hal penting:

  • Keberanian menghadapi rasa takut
  • Kemandirian dalam mengambil keputusan
  • Kepercayaan diri saat menyelesaikan tantangan
  • Komunikasi dan kepatuhan terhadap instruksi keselamatan
  • Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kakak-kakak dalam menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

Pembelajaran Bermakna yang Membekas

Belajar descending di ketinggian mengajarkan bahwa setiap anak punya rasa takut, tetapi juga punya potensi untuk menaklukkannya. Dengan pendampingan yang tepat dan lingkungan yang aman, anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan percaya diri.

Sumatif PJOK Inspiratif ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang bermakna akan selalu dikenang. Bukan karena nilainya semata, tetapi karena proses, perjuangan, dan keberanian yang dilalui bersama.

MasyaAllah, hari itu bukan hanya tentang turun dari dinding, tetapi tentang naik kelas dalam keberanian dan karakter 🌟*** (CM-MRT)