fbpx

Ayah Bunda, kasus yang mengancam keselamatan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Padahal, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah tetap harus beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Lalu bagaimanakah cara menjaga keselamatan di rumah yang tepat?

Menurut Bunda Perdana Nursari, orang tua Kak Akhtar, yang menjadi narasumber BBOT (Belajar bersama Orang Tua) di kelas 2 pada hari Senin, 15 Mei 2023, solusi yang paling tepat untuk menjaga keselamatan adalah dengan menerapkan aturan keselamatan.

BBOT bersama Bunda Perdana

Hmm, sebenarnya apa itu keselamatan, seperti apa pula aturan keselamatan, yuk Ayah Bunda, ajak recalling kakak shalih-shalihah materi BBOT tentang “Menjaga Keselamatan di Rumah dan Sekolah”.

Namun di artikel ini, kita akan fokus pada tata cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu ya, Ayah Bunda. Insya Allah pada artikel berikutnya, akan dibahas lebih lanjut tentang cara menjaga keselamatan di sekolah.

Pengertian Keselamatan dan Aturan Keselamatan

Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara menjaga keselamatan di rumah dan sekolah, Bunda Perdana lebih dulu mengajak kakak shalih-shalihah melakukan ice breaking. Seru sekali lo, Ayah Bunda, melihat kakak shalih-shalihah bergerak mengikuti alunan lagu yang diputar oleh Bunda Perdana.

ice breaking BBOT SD Islam Bintang Juara

Setelah kakak shalih-shalihah kelas 2 SD Islam Bintang Juara mulai ‘memanas’, Bunda Perdana mengajak mereka untuk mengenal arti keselamatan dan aturan keselamatan. Bagaimana dengan Ayah Bunda, sudahkah mengetahui arti dari dua istilah tersebut?

Keselamatan adalah keadaan terlindungi dari potensi bahaya atau sesuatu yang telah dirancang untuk melindungi dan mencegah bahaya. Sementara itu aturan keselamatan adalah sebuah prinsip atau peraturan yang mengatur tindakan, prosedur, atau perangkat yang dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya atau risiko cedera, kerugian, dan bahaya bagi orang-orang, properti atau lingkungan.

Aturan sering juga disebut sebagai tata tertib. Kakak shalih-shalihah pasti juga sudah tidak asing dengan istilah ini bukan, Ayah Bunda? Aturan bisa ditemukan di banyak tempat, baik itu di rumah, di sekolah ataupun di masyarakat luas.

Fungsi dari aturan yaitu untuk mengatur kehidupan dan melatih disiplin. Apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah konsisten mengikuti aturan, insya Allah akan tercipta kedisplinan, keharmonisan dan kebahagiaan.

Begitu pula apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah mengikuti aturan keselamatan, insya Allah keamanan akan terjamin. Kebalikannya, apabila aturan keselamatan tidak dipatuhi, akan timbul bahaya, cedera dan kerugian.

Setelah kakak shalih-shalihah paham mengenai pentingnya menaati aturan keselamatan, saatnya Bunda Perdana mengajak mereka untuk berlatih menjaga keselamatan di rumah dan sekolah. Sebelum membahas tata cara keselamatan di sekolah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah memahami cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu.

arti keselamatan dan aturan keselamatan

Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu Nih!

Berada di rumah belum tentu keselamatan akan terjamin. Oleh karenanya kakak shalih-shalihah juga perlu diajari cara menjaga keselamatan di rumah. Salah satu langkah pertamanya yaitu dengan membuat aturan keselamatan dalam keluarga.

Disebutkan oleh Bunda Perdana dalam paparannya saat BBOT di kelas 2, aturan keluarga mencakup semua aturan yang diharapkan untuk dipatuhi seluruh anggota keluarga, yang dapat direvisi dari waktu ke waktu (Verywell Family).

Setiap keluarga bisa memiliki aturan yang berbeda-beda, tergantung proses diskusinya. Bagaimana di rumah Ayah Bunda, apakah sudah menetapkan aturan keluarga, khususnya yang berhubungan dengan keselamatan anggota keluarga?

Jika belum, beberapa aturan di rumah yang dibagikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT bisa nih di-ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi):

  • Melaksanakan ibadah tepat waktu
  • Selalu meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain.
  • Mengembalikan barang ke tempat semula setelah menggunakannya.
  • Membereskan sesuatu yang berantakan agar rapi kembali.
  • Makan dengan tenang dan rapi.
  • Memperlakukan orang tua dengan kasih sayang dan rasa hormat.
  • Membereskan pekerjaan rumah sebelum bermain.
  • Tidak boleh makan di atas tempat tidur.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Pamit sebelum keluar dari rumah.
  • Meminta izin sebelum keluar malam atau pergi menginap.
  • Mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anggota keluarga yang lain.
  • Saling menghargai antara anggota keluarga, baik anak pada orang tua, orang tua pada anak, ataupun sesama anak.
  • Tidak berbicara kasar atau dengan nada tinggi.
  • Tidak menyakiti perasaan sesama anggota keluarga.
  • Saling membantu antar anggota keluarga.
  • Tidak menghina dan berteriak.
  • Menggosok gigi serta membersihkan kaki dan tangan sebelum tidur.
  • Setelah bangun merapikan tempat tidur dan kamar.
  • Makan sesuai porsi masing-masing.

Aturan di atas masih berupa aturan umum ya, Ayah Bunda. Sedangkan contoh aturan keselamatan yang bisa dibuat di rumah, misalnya:

  • Mengunci pintu rumah, jendela dan pagar rumah saat seluruh anggota keluarga bepergian ke luar rumah.
  • Tidak membiarkan orang asing masuk ke rumah.
  • Tidak membukakan pintu kepada orang asing, terutama saat Ayah Bunda sedang tidak ada di rumah.
  • Menutup keran air setelah selesai digunakan.
  • Mematikan alat elektronik ketika sudah tidak digunakan.
  • Mencabut kabel dari saklarnya untuk mencegah terjadinya korsleting.
  • Dilarang bermain api di dalam dan di luar rumah.
  • Menjauhi sumber listrik di rumah ketika sedang bermain atau berkegiatan.
  • Membuang sampah di tempatnya. Karena sampah yang berserakan, misal kulit pisang, bisa mencelakai anggota keluarga lain.
  • Merapikan mainan kembali ke tempat semula setelah selesai digunakan. Mainan yang berceceran bisa membuat anggota keluarga lain terpeleset dan jatuh.

Beberapa aturan keselamatan di atas insya Allah bisa membantu Ayah Bunda beserta kakak shalih-shalihah tetap aman saat berada di rumah. Tentu saja agar kakak shalih-shalihah bisa menjalankan aturan ini dengan konsisten dibutuhkan teladan dari Ayah Bunda. Selain teladan, kakak shalih-shalihah juga memerlukan pembiasaan dan penguatan agar aturan ini terinternalisasi dan membentuk karakter dalam diri mereka.

Untuk menjaga keselamatan di rumah, yuk ajarkan kakak shalih-shalihah untuk melakukan beberapa hal berikut:

4 cara menjaga keselamatan di rumah

  • Mengucapkan basmallah sebelum melakukan aktivitas apapun.
  • Ajak kakak shalih-shalihah untuk rutin mengamalkan dzikir pagi dan sore. Dalam dzikir pagi dan sore, ada sebuah terdapat sebuah doa agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan di setiap waktu.
  • Menaati aturan keselamatan yang sudah ditetapkan di rumah.
  • Melakukan kegiatan yang aman di dalam rumah. Pastikan berkegiatan dalam pengawasan orang tua dan selalu kontrol diri.

Apabila Ayah Bunda terpaksa meninggalkan kakak shalih-shalihah di rumah tanpa ada pendamping, pastikan untuk memasang kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut juga memiliki manfaat untuk mengontrol keadaan rumah saat seluruh anggota keluarga sedang berada di luar rumah.

Oya, pastikan untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk bisa melakukan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) pada kondisi-kondisi kecelakaan sederhana, misalnya; saat kakak shalih-shalihah terkena luka bakar akibat terkena percikan minyak goreng. Dengan memiliki bekal P3K diharapkan kakak shalih-shalihah tidak mudah panik dan bisa membantu orang lain saat dibutuhkan.

Selain itu pastikan juga kakak shalih-shalihah menyimpan nomor telepon Ayah Bunda atau tetangga terdekat. Saat ada kondisi darurat di rumah, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menghubungi nomor telepon tersebut.

galeri kegiatan BBOT menjaga keselamatan SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, ini baru sebagian dari materi yang dipaparkan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2. Untuk mengetahui separuh materi lainnya, silakan Ayah Bunda bisa membaca Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah.

Semoga bermanfaat dan mohon berkenan untuk bagikan informasi ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan salam selamat, Ayah Bunda.***

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 2
  • Materi Presentasi dari Bunda Perdana Nursari