fbpx

Pada hari Jumat, 16 Februari 2024, telah terselenggara kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema yang berbeda, “Entrepreneur Kids.” Memangnya bisa ya memulai usaha sejak belia?

Berbeda dengan dua semester sebelumnya yang mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan, pada semester genap TP. 2023-2024 SD Islam Bintang Juara memilih kewirausahaan sebagai tema P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Untuk memberikan pijakan awal tentang tema ini, dihadirkanlah seorang narasumber istimewa.

Beliau adalah Ibu Famela Prima, atau yang akrab dipanggil dengan Bunda Mela. Narasumber kegiatan P5 kali ini adalah Bunda dari Kak Kia Kelas 2 SD Islam Bintang Juara dan Kak Avice kelompok TK B Al Jabbar PAUD Islam Bintang Juara.

Bunda Mela dipilih sebagai narasumber karena beliau telah menekuni dunia wirausaha sejak lama. Bunda Mela menyambut dengan gembira tawaran untuk berbagi praktik baik sesuai dengan bidang yang telah dilakoninya selama ini.

Sebagai informasi, usaha yang dijalani Bunda Mela di antaranya Toko Sumber Jaya, Kinari Salad dan Beranda Bali Swimming Club. Masya Allah, beragam ya pengalaman beliau, Ayah Bunda?

Bunda Kak Kia dan Kak Avice ini mendapat kesempatan berbagi cerita tentang memulai usaha sejak belia di kelas 3, 4 dan 5. Selain Bunda Mela, juga ada Ibu Linda Mahakam,S.T., yang berbagi materi untuk kelas 1 dan 2.

Namun pada artikel ini, kami akan fokuskan cerita yang terangkum pada saat Bunda Mela berbagi di Kelas 3-5, Ayah Bunda.

Belajar Memulai Usaha Sejak Belia bersama Bunda Mela

Bunda Mela memulai paparannya dengan memberikan informasi mengenai arti kata ‘Wirausaha.’ Disebutkan oleh Bunda Mela, bahwa wirausaha terdiri dari dua kata, yaitu Wira dan Usaha.

Wira memiliki makna berani, sedangkan usaha berarti daya upaya. Maka bisa disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

Nah, memang bisa ya memulai usaha sejak belia? Menurut Bunda Mela bisa banget! Apalagi di zaman seperti sekarang, di mana kakak shalih-shalihah memiliki karakter yang lebih unggul dibandingkan generasi sebelumnya.

Tentu saja keunggulan yang dimiliki oleh generasi sekarang harus tetap diimbangi dengan karakter wirausaha. Ada empat karakter wirausaha yang harus dimiliki kakak shalih-shalihah jika ingin memulai usaha sejak belia, yaitu:

karakter wirausaha

1. Beriman kepada Allah SWT

Wirausaha yang berhasil seringkali memiliki fondasi spiritual yang kuat. Keberimanan kepada Allah SWT memberikan mereka keyakinan, keteguhan, dan tekad dalam menjalani perjalanan bisnis.

Dalam menghadapi tantangan dan kegagalan, keyakinan ini memberikan mereka ketenangan batin dan motivasi untuk terus berusaha dengan integritas. Selain itu, nilai-nilai moral dan etika bisnis yang diterapkan sesuai dengan keyakinan dapat menjadi landasan yang kuat untuk membangun reputasi yang baik.

2. Pemimpin yang Kompeten

Seorang wirausaha perlu menjadi pemimpin yang kompeten, mampu mengarahkan tim, mengambil keputusan yang tepat, dan mengelola sumber daya dengan efisien. Keterampilan kepemimpinan yang baik melibatkan kemampuan untuk menginspirasi dan memberdayakan anggota tim, membangun visi bersama, dan mengambil tanggung jawab penuh terhadap kesuksesan bisnis.

Selain kemampuan mengarahkan tim, seorang wirausaha juga harus mampu memimpin dirinya sendiri. Seseorang yang memiliki karakter wirausaha tentu saja jauh dari kata mageran, rebahan, dan hal-hal sejenisnya. Dengan keahlian ini, seorang wirausaha dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

3. Inovatif dan Kreatif

Inovasi dan kreativitas adalah kunci kesuksesan dalam dunia bisnis yang berubah dengan cepat. Wirausaha yang sukses terus mencari cara baru untuk memecahkan masalah, meningkatkan produk atau layanan, dan mendekati pasar dengan pendekatan yang segar.

Kemampuan untuk berpikir kreatif memungkinkan mereka membedakan diri dari pesaing dan merespon dinamika pasar dengan cepat. Wirausaha yang inovatif juga dapat menciptakan peluang baru dan membuka pintu untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

4. Pantang Menyerah

Keberhasilan wirausaha seringkali didorong oleh semangat pantang menyerah. Meskipun dihadapkan dengan rintangan dan kegagalan, mereka tetap gigih dan tekun dalam mencapai tujuan mereka.

Kemampuan untuk belajar dari kegagalan dan melihatnya sebagai bagian dari proses pembelajaran membantu mereka tumbuh dan berkembang. Pantang menyerah juga mencerminkan ketekunan dalam menghadapi tantangan, mengatasi hambatan, dan terus beradaptasi seiring berjalannya waktu.

Selain membangun keempat karakter di atas. Apa lagi ya yang harus dipersiapkan oleh kakak shalih-shalihah jika ingin memulai usaha sejak belia?

4 Langkah Memulai Usaha ala Bunda Mela

Berikut ini 4 langkah memulai usaha yang disampaikan oleh Bunda Mela pada kegiatan P5 SD Islam Bintang Juara:

langkah memulai usaha

1. Mewujudkan Ide

Ide yang kuat dan unik adalah fondasi dari setiap usaha yang sukses. Pemikiran kreatif dan inovatif menjadi kunci untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi.

Mewujudkan ide membutuhkan proses pengamatan, penelitian, dan refleksi. Entrepreneur Kids perlu mengasah kepekaan mereka terhadap peluang dan membangun visi yang jelas terkait dengan usaha yang akan mereka jalankan.

2. Perencanaan yang Detail

Perencanaan yang baik adalah kunci kesuksesan dalam dunia bisnis. Setelah ide terwujud, langkah berikutnya adalah merancang rencana bisnis yang mendetail.

Rencana ini harus mencakup visi, misi, analisis pasar, strategi pemasaran, proyeksi keuangan, dan langkah-langkah implementasi. Dengan rencana yang matang, pemuda wirausaha dapat memiliki panduan yang jelas untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan bisnis mereka.

3. Membangun Tim yang Kuat

Kesuksesan usaha tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada kemampuan untuk membangun tim yang kuat. Pilihlah individu yang memiliki keahlian yang berbeda-beda dan berkomitmen terhadap visi bersama.

Komunikasi yang efektif dan kerja sama tim akan membantu mengatasi hambatan dan menghadapi perubahan pasar dengan lebih baik. Team yang solid adalah aset berharga dalam memitigasi risiko dan meningkatkan kapabilitas usaha.

4. Evaluasi dan Adaptif

Usaha yang sukses melibatkan sikap evaluatif dan adaptif. Pemuda wirausaha perlu terus menerus mengevaluasi kinerja usaha mereka, memahami umpan balik pelanggan, dan memantau perkembangan pasar.

Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan merespons tren baru dapat menjaga keberlanjutan usaha. Sikap terbuka terhadap pembelajaran dan perbaikan terus-menerus adalah kunci untuk tetap relevan dan bersaing di pasar yang dinamis.

Galeri kegiatan P5 kewirausahaan SD Islam Bintang Juara

Usai memaparkan materi, kakak shalih-shalihah diberi kesempatan oleh Bunda Mela untuk bertanya. Kakak shalih-shalihah sangat antusias lo, Ayah Bunda. Pertanyaan yang dilontarkan kakak shalih-shalihah pun beragam dan sangat berbobot, di antaranya;

  • Kalau produknya tidak laku, apa yang harus dilakukan?
  • Apakah memulai usaha harus selalu punya modal?
  • Kalau ingin membangun bisnis sendiri, tanpa memiliki tim, apakah bisa?

Masya Allah, ternyata banyak hal yang harus dipersiapkan agar bisa memulai usaha sejak belia ya, Ayah Bunda. Adakah putra-putri Ayah Bunda yang sudah terlihat memiliki minat di bidang kewirausahaan?

Semoga dengan materi dari Bunda Mela ini bisa membantu Ayah Bunda mendampingi kakak shalih-shalihah yang tertarik berwirausaha ya. Selamat mendampingi kakak untuk memulai usaha sejak belia, Ayah Bunda.***