“Wah, enak rasanya seperti nastar,” celoteh kak Allea, Faiha dan Hya saat mencicipi makanan ringan berbahan dasar nanas buatan Rumah Inovasi. Sebelumnya kakak-kakak shalih dan shalihah juga telah mencicipi kripik brokoli dan cabai yang katanya nggak pedas lo.
Antusiasme dan ketertarikan kakak shalih dan shalihah tentu saja tidak berhenti pada saat diizinkan mencicipi makanan. Ada banyak hal baru dan menarik yang bisa diamati oleh rombongan Field Trip Calon Pemimpin Muslim ke Rumah Inovasi Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Seperti apa keseruannya? Lanjutkan membaca artikel ini ya, Ayah Bunda, untuk mendapat cerita lengkapnya.
Contents
Mengawali Field Trip Calon Pemimpin Muslim dengan Sholat Dhuha
Seluruh peserta Field Trip yang diadakan pada hari Rabu, 1 Maret 2023 berkumpul di Masjid Baitussalihin. Masjid yang terletak di seberang gerbang UNNES ini menjadi saksi calon pemimpin muslim menegakkan Sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
Usai Sholat Dhuha, kakak shalih-shalihah memanjatkan doa pagi agar kegiatan field trip hari itu mendapat kelancaran. Selesai beribadah sunnah, kakak shalih-shalihah menikmati bekal yang dibawa dari rumah di serambi masjid.

Ketika aktivitas pagi telah dituntaskan, para ibu dan bapak guru lalu mengkondisikan rombongan sesuai kelasnya masing-masing. Perjalanan menuju UNNES pun dimulai.
Karena harus melewati jalan raya, para guru telah memberikan pijakan agar kakak shalih-shalihah berjalan dengan rapi dan menyebrang setelah mendapat aba-aba dari guru. Kakak shalih-shalihah juga belajar menjaga keamanan diri dengan berjalan di pinggir sesuai barisan setiap kelasnya.
Sesampainya di gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES, kakak shalih-shalihah sangat excited melihat ruangannya yang besar dan banyak terdapat benda-benda unik. Ayah Bunda, perjalanan belum usai, kakak shalih dan shalihah kemudian diajak menaiki tangga menuju ke ruang rapat di lantai tiga.
Berani Menjawab Tantangan dari Tim Rumah Inovasi
Tim Rumah Inovasi UNNES terkesima melihat rombongan SD Islam Bintang Juara yang penuh semangat. Kakak shalih-shalihah juga selalu antusias menjawab semua pertanyaan dari tim Rumah Inovasi.
Sembari menunggu acara dibuka, tim Rumah Inovasi melemparkan beberapa pertanyaan sebagai doorprize. Bagi yang bisa menjawab dengan tepat, tim dari Rumah Inovasi memberikan hadiah unik berupa hasil olahan sampah daun. Cukup banyak lo kakak shalih-shalihah yang mendapat doorprize, dari kakak kelas 1 sampai kelas 6.
Pertanyaan yang diberikan pada saat pembagian doorprize beraneka-rupa. Dari pertanyaan tentang shalat fardhu, jenis-jenis sampah sampai kota di Indonesia yang paling banyak terpapar polusi.
Hebatnya, sebagian besar kakak shalih-shalihah tahu lo jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh tim Rumah Inovasi ataupun ibu bapak guru. Kalaupun ada kakak shalih-shalihah yang menjawab kurang tepat, tidak ada satu pun teman yang menyoraki.
Justru teman-teman saling mendukung dengan memberitahu jawaban yang tepat. Sungguh solidaritas di antara kakak shalih-shalihah sangat kuat ya, Ayah Bunda.
Karena kolaborasi lebih indah dari kompetisi.
Setelah sesi pembagian doorprize usai, kakak shalih-shalihah diberi pijakan untuk fokus dan bersiap mengikuti acara pembukaan.
“Mana siapmu?”
“Ini siapku.”
Tentu sudah tidak asing bukan dengan seruan ini di SD Islam Bintang Juara? Alhamdulillah dengan pijakan yang diberikan oleh ibu bapak guru, kakak shalih-shalihah bisa mengikuti acara pembukaan dengan tenang.
Dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, kakak shalih-shalihah semangat sekali lo, Ayah Bunda. Bahkan kakak-kakak kelas 1 SD pun sangat khidmat menyanyikan lagu kebangsaan ini.

Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan. Pertama, ada sambutan dari Ketua Yayasan Dewi Sartika, Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi, M.Psi, Psikolog, atau yang lebih akrab dipanggil Bunda Vivi.
Dalam sambutannya, Bunda Vivi Psikolog menyampaikan alasan di balik kegiatan field trip ke Rumah Inovasi. Sebagai satu-satunya sekolah dasar penggerak di Gunung Pati Angkatan 2, Sekolah Islam Bintang Juara senantiasa mengadakan program-program pembelajaran yang bermakna.
Khususnya, karena saat ini tema pembelajaran yang sedang berlangsung di sekolah adalah Gaya Hidup Berkelanjutan. Tema ini dipilih karena melihat kondisi Indonesia, terutama Semarang, yang semakin banyak sampah. Bahkan di beberapa wilayah akhir-akhir ini sering terjadi banjir.
Diharapkan dengan mengangkat tema ini akan menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap masalah lingkungan. Kemudian, anak-anak bisa mempraktekkan dan mengajak keluarga serta masyarakat di sekitarnya untuk ikut serta.
Field trip kali ini merupakan kegiatan untuk melengkapi aktivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebelumnya. Kakak shalih-shalihah beberapa waktu lalu sudah belajar langsung dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup mengenai jenis-jenis sampah dan pengelolaannya.
Maka tak heran bukan jika kakak shalih-shalihah sangat lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait sampah pada sesi pembagiaan doorprize?
Bunda Vivi juga menyampaikan bahwa para guru sebagai fasilitator pembelajaran senantiasa memantik ide dari kakak shalih-shalihah. Ibu dan bapak guru memberikan pijakan yang tepat, hingga ide-ide hebat terkait pengelolaan sampah muncul dari kakak shalih-shalihah. Misalnya, ide composting yang saat ini sudah berjalan di sekolah.
Ayah Bunda, semoga apa yang disampaikan oleh Bunda Vivi juga didukung oleh aktivitas bermakna yang dilakukan keluarga dalam mengelola sampah rumah tangga di rumah ya. Harapannya tentu saja agar ada sinergi antara sekolah dan orang tua.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan dari Divisi Pengembangan dan Inovasi UNNES. Beliau menyampaikan bahwasanya UNNES memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sendiri.
Dengan adanya TPST, UNNES tidak pernah memberikan kontribusi sampah kepada lingkungan sekitar. Hebat ya, Ayah Bunda?
Sebagai informasi, setiap hari UNNES mengolah 30 ton sampah daun. Sebagian ada yang dibuat menjadi kompos, ada pula yang digunakan sebagai budidaya magot dan sebagian ada juga yang diolah menjadi hasil kriya yang sangat menarik.
Tim Rumah Inovasi juga memaparkan bahwa UNNES telah mampu menghasilkan air kran siap minum. Mendengar cerita tersebut, kakak shalih-shalihah semakin antusias untuk bergegas menuju ke ruang pameran.
Ayah Bunda pasti juga sudah tidak sabar untuk mengetahui cerita lengkapnya kan?
Bergerak Lancar Menuju Ruang Pameran Rumah Inovasi
Untuk mengkondisikan antusiasme kakak shalih-shalihah, ibu dan bapak guru kembali memberikan pijakan bermakna.
“Sebelum menuju ke ruang pameran, pastikan kakak shalih-shalihah sudah menyimpan sampahnya masing-masing ya. Nanti akan kita buang di sekolah atau silakan dibuang ke tempat sampah terdekat.”
Kakak shalih-shalihah bergegas memeriksa sekelilingnya. Mereka saling bekerja-sama untuk mengumpulkan dan membuang sampah yang ada.
Setelah memastikan ruang rapat tersebut bersih dan bebas sampah, ibu dan bapak guru kembali mengelompokkan kakak shalih-shalihah sesuai dengan kelasnya masing-masing. Kali ini rombongan field trip akan melakukan perjalanan terpisah.
Kakak shalih-shalihah kelas 5 dan 6 akan diajak mengunjungi TPST, sedangkan kakak shalih-shalihah kelas 1 – 3 akan melakukan pengamatan di ruang pameran Rumah Inovasi. Masya Allah, saat berjalan menuju ruang pameran di lantai satu, kakak shalih-shalihah bergerak sangat lancar dan tertib lo, Ayah Bunda.

Sebelum memasuki ruang pameran, tim Ruang Inovasi menunjukkan mobil balap yang pernah diikutsertakan pada perlombaan di Jepang. Kak Farabi, kakak shalih dari kelas 3, berani maju untuk mencoba merasakan berada di dalam mobil.
Selanjutnya kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk masuk ke ruang pameran. Tentu saja ibu bapak guru tidak lupa memberikan pijakannya.
“Pastikan teman-teman melihat dan mencatat ya. Amati dan cari informasi yang menarik dan bermanfaat untuk dicatat.”
Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah mampu memaknai pijakan tersebut dengan baik. Terlihat bagaimana mereka bergerak lancar mencari informasi, mengamati produk kreasi maupun menyimak penjelasan dari staf Rumah Inovasi.
Tak sedikit pula kakak shalih-shalihah yang mengajukan pertanyaan setelah mendengar penjelasan dari staf Rumah Inovasi. Masya Allah, Ayah Bunda, rasa ingin tahu para calon pemimpin muslim ini luar biasa ya.
Bahkan beberapa kakak shalih-shalihah berceloteh kalau ingin berkunjung kembali ke Rumah Inovasi.
“Apakah boleh ke sini bersama orang tua, Bu?” Tanya kakak shalih-shalihah.
Ayo, Ayah Bunda, jangan sampai antusiasme kakak shalih-shalihah ini meredup ya. Agendakan untuk berkunjung ke Rumah Inovasi bersama seluruh anggota keluarga yuk.
Sebagai informasi, Rumah Inovasi bisa dikunjungi setiap hari dan jam kerja. Ada banyak produk kreasi yang dipamerkan. Boleh dibeli juga lo, Ayah Bunda.

Menutup acara field trip ini, kakak shalih-shalihah diajak berkeliling UNNES. Melihat bagaimana sejuknya udara di UNNES.
Sebelumnya, kakak shalih-shalihah difoto dulu per kelas. Mau melihat dokumentasi kegiatan field trip ke Rumah Inovasi UNNES? Ayah Bunda bisa menengoknya di sini: Intip Kegiatan Field Trip Calon Pemimpin Muslim Yuk.
Keseruan field trip ditutup dengan perjalanan menaiki BRT. Ada yang baru pertama kali lo naik BRT. Pastinya petualangan kali ini berkesan sekali untuk kakak shalih-shalihah.
Sudahkah Ayah Bunda melakukan recalling? Boleh dong dibagikan bagaimana keseruan kakak shalih-shalihah saat menceritakan kembali pengalamannya.
Kesimpulan
Alhamdulillah atas dukungan dan doa dari Ayah Bunda, kegiatan field trip berjalan dengan lancar. Berikut ini insight yang bisa diambil dari event tersebut:
- Kakak shalih-shalihah belajar bahwa sebelum memulai aktivitas apapun, doa kepada Allah SWT adalah hal terpenting yang harus dilakukan.
- Kakak shalih-shalihah mempelajari pentingnya menjaga keamanan diri dan sekelilingnya saat menyebrangi jalan. Selain itu juga pentingnya menjaga ketenangan ketika bergerak di jalan umum yang ramai.
- Kakak shalih-shalihah menumbuhkan keberanian untuk menjawab pertanyaan dan tetap percaya diri walaupun jawaban yang diutarakan masih kurang tepat.
- Kakak shalih-shalihah belajar bagaimana mendukung teman-temannya dan tetap memberikan respon yang baik kepada teman yang memberikan jawaban kurang tepat.
- Kakak shalih-shalihah belajar untuk mengikuti aturan yang ada di Rumah Inovasi. Belajar untuk kontrol diri untuk tidak memegang benda-benda yang dipamerkan, cukup mengamati dan mencatat hal-hal yang menarik.
- Kakak shalih-shalihah menumbuhkan rasa ingin tahu, berani bertanya dan mengungkapkan pendapat tentang hal-hal yang baru dilihatnya di Rumah Inovasi.

Bagaimana seru dan penuh makna kan kegiatan Field Trip calon pemimpin muslim ke Rumah Inovasi? Pastikan Ayah Bunda berbagi cerita ini kepada para kerabat ya. Terima kasih dan sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya.***