Hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2025 di SD Islam Bintang Juara berlangsung meriah dan penuh makna. Mengangkat semangat peringatan Hari Anak Nasional, kegiatan hari ini dirancang khusus untuk memperkuat karakter dan kecintaan anak-anak terhadap makanan yang halal dan thayyib, serta mempererat hubungan sosial antarteman.
Contents
Dua Kegiatan Bermakna pada Hari Keempat MPLS Ramah 2025
Kegiatan MPLS SD Islam Bintang Juara atau yang biasa disebut Pekan Ta’aruf dibagi menjadi dua lokasi dan segmentasi usia, yaitu:
Dongeng Edukatif Bersama Kak Blangkon
Untuk kakak kelas 1 hingga 3, kegiatan berpusat di lantai dua, bekerja sama dengan Human Initiative (HI). Kali ini SD Islam Bintang Juara kedatangan tamu istimewa, Kak Blangkon, seorang pendongeng yang penuh semangat dan karismatik. Membawakan tema “Ku Syukuri Makananku, Sehat Tubuhku”, Kak Blangkon berhasil menyulap aula lantai dua menjadi ruang dongeng yang hidup dan inspiratif.
Dengan gaya bercerita yang menarik, Kak Blangkon menyampaikan pesan-pesan penting tentang:
- Bersyukur atas makanan yang dikonsumsi,
- Tidak menjadi anak yang pilih-pilih makanan (picky eater),
- Memilih makanan yang halal dan thayyib,
- Menjaga adab saat makan,
- Dan tentu saja, tidak kalah penting: menyayangi teman dan menjalin persahabatan yang baik.
Tawa, tepuk tangan, dan antusiasme kakak shalih-shalihah menjadi bukti bahwa pesan yang disampaikan benar-benar terserap dengan baik melalui media dongeng yang menyenangkan.
Pada kesempatan ini kami juga mengajak kakak shalih-shalihah kelas 1-3 untuk belajar berbagi kepada saudara yang membutuhkan. Melalui gerakan “Peduli Yatim”, kakak shalih-shalihah sudah siap membawa infaq yang kemudian disalurkan melalui Human Initiative (HI).
Alhamdulillah telah terkumpul donasi sebesar Rp1.316.000,-. Terima kasih kepada Ayah Bunda yang telah berpartisipasi pada program kemanusiaan ini.
Diskusi Interaktif Makanan Halal Bersama Bunda Amalia Nuri
Sementara itu, kakak kelas 4 hingga 6 berkumpul di lantai satu untuk mengikuti sesi bersama Bunda Amalia Nur Istiqomah, orang tua dari Kak Syabil dan Kak Aya. Dengan tema “Halal dan Thayyib Makananku, Cerdas Otakku, Matang Emosiku”, Bunda Amalia membuka diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan menarik seperti:
- “Apakah kepala ayam bolong boleh dimakan?”
- “Kalau makan di restoran yang menjual makanan tidak halal, bagaimana sikap kita?”
Melalui penjelasan yang ringan namun bermakna, para peserta belajar bahwa:
Kepala ayam yang lehernya bolong bisa jadi menandakan penyembelihan yang tidak sesuai syariat. Anak-anak diingatkan untuk berani menolak jika ragu akan kehalalannya.
Makanan halal boleh dipesan di tempat yang juga menjual makanan haram asalkan: tempat mencuci, memasak, dan menyimpan makanan halal terpisah dan tidak tercemar.
Materi dilanjutkan dengan penjelasan mendalam tentang:
- Definisi halal: dari segi zat, cara memperoleh, hingga proses penyajiannya.
- Makna thayyib: tidak hanya baik secara fisik, tapi juga diberi nama yang baik.
- Makanan dan Hubungannya dengan Tubuh: Kaitan makanan dengan kecerdasan otak, pembentukan akhlak, dan kematangan emosi.
- Titik kritis makanan: pentingnya bertanya dan mencari tahu bahan dasar jika produk belum bersertifikasi halal.
Sebagai penutup, Bunda Amalia mengajak seluruh peserta untuk menjadi generasi yang sadar halal dan berani bertanya sebelum mengonsumsi makanan.
Bagi Ayah Bunda yang ingin membaca materi lengkapnya, bisa mengakses artikel “Perjalanan Mencari Halal” di website bintangjuara.sch.id.
Demikianlah rangkaian Hari Keempat MPLS Ramah 2025 di SD Islam Bintang Juara. Penuh tawa, cerita, dan ilmu yang bermanfaat. Terima kasih untuk seluruh pihak yang telah berkontribusi, terutama Human Initiative, Kak Blangkon, dan Bunda Amalia Nur Istiqomah.
Tetap seru, tetap bermakna! Yuk, terus dukung anak-anak kita menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia sejak dini.*** (CM-MRT)
