P5 yang merupakan singkatan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah salah satu program dalam Kurikulum Merdeka. Ada enam tema kegiatan P5, tetapi SD Islam Bintang Juara memilih Gaya Hidup Berkelanjutan sebagai tema kegiatan bagi kakak shalih-shalihah. Setelah satu semester bergelut dengan beragam proyek, saatnya Ayah Bunda melihat presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim.
Pada semester genap tahun pelajaran 2022 – 2023 ini, topik yang dipilih dalam menentukan kegiatan P5 adalah Pengelolaan dan Pengolahan Sampah. Untuk melaksanakan proyeknya, kakak shalih-shalihah telah dibagi menjadi beberapa kelompok.
Setelah melakukan diskusi, memantik ide, menentukan produk dan mengembangkan produk, saatnya masing-masing kelompok mempresentasikan karyanya. Berikut ini video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim:
Contents
- 1 Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, Dari Sapu Elektrik Hingga Tempat Sampah Estetik
- 1.1 1. Sapu Elektrik Karya Kelompok Kak Frasca
- 1.2 2. Poster Edukasi dari Kelompok Kak Calief
- 1.3 3. Tong Sampah dan Papan Peringatan dari Kelompok Kak Azka
- 1.4 4. Mobil Mainan dari Kelompok Kak Moza
- 1.5 5. Poster Edukasi Daur Ulang Sampah dari Kelompok Kak Aldi
- 1.6 6. Tempat Sampah Komposter dari Kelompok Kak Azzam
- 1.7 7. Eco Enzyme Ceria dari Kelompok Kak Yosi
- 1.8 8. Pupuk Cangkang Telur dari Kelompok Kak Rayyandra
- 1.9 9. Biogas dari Kelompok Kak Sachi
- 1.10 10. Tempat Sampah Estetik dari Kelompok Kak Rafasya
Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, Dari Sapu Elektrik Hingga Tempat Sampah Estetik
Untuk efektivitas waktu, presentasi dilakukan serentak pada dua ruangan. Ruangan pertama bertempat di Gedung A lantai 1, tepatnya di ruang kelas 1. Ruangan kedua bertempat di Gedung A lantai 2, tepatnya di ruang kelas 4.
Pada artikel ini, kami akan membagikan cerita bagaimana suasana presentasi hasil karya P5 kakak shalih-shalihah di ruang kedua. Kegiatan presentasi ini berlangsung pada hari pertama Leadership Journey, yaitu pada hari Senin, 19 Juni 2023.
Tepat pukul 09.00, kakak shalih-shalihah kelas 2 – 5 telah berada di ruangannya masing-masing. Kakak shalih-shalihah kelas 6 yang sudah melaksanakan akhirussanah juga hadir lo, Ayah Bunda.
Tugas kakak shalih-shalihah kelas 6 adalah membantu bapak ibu guru mengawasi dan mendampingi adik kelasnya. Ada pula yang bertugas menjadi operator laptop untuk mengoperasikan materi presentasi. Di ruang kedua, kak Suci yang bertugas menjadi operator laptop.
Sepuluh kelompok siap untuk membagikan ide dan hasil karyanya di depan bapak ibu guru yang bertugas menjadi dewan juri. Adapun dewan juri di ruang kedua yaitu Pak Ali, Bu Fia dan Bu Rizky.
Apabila Ayah Bunda sudah menonton video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, tentu mengetahui ya kelompok siapa saja yang ada di ruang kedua? Untuk melengkapi cerita yang ada di video, berikut ini catatan lengkap mengenai presentasi 10 kelompok kakak shalih-shalihah.
1. Sapu Elektrik Karya Kelompok Kak Frasca
Penampil pertama dalam sesi presentasi P5 di ruang kedua yaitu Kelompok Kak Frasca dari kelas 5. Kelompok ini memiliki ide yang sejalan dengan topik “Pengelolaan dan Pengolahan Sampah”. Memanfaatkan kardus bekas, tusuk sate, dan sedotan, Kak Frasca dan kelompoknya berhasil membuat produk istimewa berupa Sapu Elektrik. Kak Frasca menceritakan bahwa ide membuat Sapu Elektrik datang dari Kak Rafa.
Sayangnya, pada hari presentasi Kak Rafa tidak bisa hadir karena ada acara keluarga. Ditambahkan oleh Kak Frasca, awalnya mereka ingin membuat Sapu Elektrik berbahan dasar dari mobil mainan remote control yang sudah tidak terpakai.
Namun ide tersebut mengalami kendala, tidak ada satupun dari anggota kelompok yang memiliki mobil remote control. Akhirnya sesuai dengan hasil diskusi dan referensi video YouTube yang mereka lihat bersama, dibuatlah Sapu Elektrik yang berbahan dasar kardus, sedotan, dan tusuk sate.
Selain menyampaikan latar belakang, bahan-bahan dan cara pembuatan, ada pula sesi tanya jawab di mana dewan juri berhak mengajukan pertanyaan terkait proyek dan produk yang dihasilkan. Pada sesi tanya jawab, Bu Fia meminta kak Frasca menceritakan peran masing-masing anggota kelompok.
Alhamdulillah Kak Frasca dan tim bisa menjelaskan perannya masing-masing. Kak Frasca juga jujur menceritakan bahwa ayahnya Rafa banyak membantu mereka dalam mengembangkan produk Sapu Elektrik. Terutama di bagian-bagian tersulit, seperti saat menyolder, menggunakan lem tembak dan memasang dinamo.
Bagian terbaik dari presentasi Kak Frasca dan tim ketika mereka menunjukkan cara kerja Sapu Elektrik. Kak Rayyan berperan untuk menunjukkan bagaimana menggunakan Sapu Elektrik tersebut.
Masya Allah kreatif bukan ide Kak Frasca dan teman-teman, Ayah Bunda? Ada ide apa lagi ya dari kakak shalih-shalihah lainnya?
2. Poster Edukasi dari Kelompok Kak Calief
Penampil kedua pada kegiatan presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah Kelompok Kak Calief dari Kelas 4B. Produk yang mereka hasilkan berupa poster edukasi bertema Pencegahan Global Warming melalui Pengelolaan Sampah.
Nantinya poster berukuran A3 ini akan dicetak sebanyak minimal 10 lembar dan akan ditempel di beberapa sasaran, seperti SD Islam Bintang Juara, PAUD Islam Bintang Juara, SD dan PAUD Pelangi Nusantara, serta beberapa titik lainnya.
Sayangnya poster dari kelompok Kak Calief belum benar-benar dicetak. Menurut Kak Calief dan kelompoknya, mereka masih belum tahu di mana harus mencetak poster tersebut. Oleh karenanya realisasi untuk menempelkan poster ini di beberapa tempat sasaran juga belum tercapai.
3. Tong Sampah dan Papan Peringatan dari Kelompok Kak Azka
Presentasi berikutnya ditampilkan oleh Kak Azka dan teman-temannya dari kelas 1B. Walau masih duduk di kelas 1, kak Azka dan teman-temannya cukup percaya diri dalam memaparkan hasil karyanya.
Bahkan tanpa adanya materi presentasi, kak Azka dan teman-teman bisa memaparkan bahan-bahan dan cara pembuatan Tong Sampah dan Papan Peringatan dengan cukup baik. Adapun produk P5 kelompok Kak Azka berupa tong sampah yang dibuat dari ember cat bekas.
Selain itu juga ada papan peringatan bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan. Papan peringatan ini dibuat dari papan dan kayu bekas.
Pada sesi tanya jawab, Pak Ali memberikan pertanyaan di manakah tempat sampah dan papan peringatan ini nantinya akan diletakkan. Dengan percaya diri, Kak Azka dan teman-teman menjawab bahwa produk P5 buatan mereka akan diletakkan di dekat kandang kambing. Alasannya karena di area tersebut belum ada tempat sampah.
4. Mobil Mainan dari Kelompok Kak Moza
Presentasi keempat disajikan oleh kelompok Kak Moza dari Kelas 1A. Mereka memiliki ide untuk membuat mobil mainan dari botol bekas. Menurut Kak Moza dan kawan-kawan, ide membuat mainan ini datang dari Kak Fahri yang disetujui oleh semua kelompok.
Sayangnya saat mencoba mempraktikkan mobil mainannya, mobil tersebut belum bisa berjalan. Lalu para juri menanyakan apa solusi untuk kondisi tersebut. Kak Moza dan teman-teman menjawab bahwa mobil mainan itu membutuhkan angin untuk bergerak, bisa jadi kalau di luar ruangan yang anginnya lebih banyak bisa membuat mobilnya bergerak.
5. Poster Edukasi Daur Ulang Sampah dari Kelompok Kak Aldi
Kelompok kelima yang menyajikan presentasi adalah Kak Aldi dan teman-teman dari kelas 3. Mereka membuat poster edukasi yang berisi informasi tentang daur ulang. Rencananya poster tersebut akan dicetak dan ditempelkan di beberapa titik, seperti Masjid Darul Ilmi, PAUD Islam Bintang Juara, SD Islam Bintang Juara dan beberapa tempat lainnya.
6. Tempat Sampah Komposter dari Kelompok Kak Azzam
Presentasi selanjutnya menampilkan produk P5 berupa tempat sampah komposter. Produk ini merupakan hasil karya dari kelompok kak Azzam dari kelas 1A.
Kak Azzam dan teman-temannya cukup percaya diri dalam menyampaikan ide, bahan dan cara pembuatan produk P5 ini. Begitu juga saat menjawab pertanyaan dari dewan juri, kakak shalih-shalihah dari kelas 1A ini menjawab dengan cukup baik.
7. Eco Enzyme Ceria dari Kelompok Kak Yosi
Kelompok Kak Yosi dari Kelas 2 menjadi penampil ketujuh pada sesi presentasi di Gedung A Lantai 2. Kak Yosi dan teman-temannya mempresentasikan produk P5 berupa Eco Enzyme Ceria. Alasan dipilihnya produk ini sebagai proyek mereka karena sudah pernah belajar cara membuatnya di sekolah.
Sayangnya kelompok Kak Yosi belum terlalu kompak dalam membuat produk ini secara bersama-sama. Sebuah fakta terkuat saat dewan juri menanyai di mana dan kapan produk eco enzyme dibuat. Ternyata jawabannya berbeda-beda, ada yang di rumah, ada yang di sekolah, bahkan ada salah seorang anggota kelompok yang belum membuat eco enzymenya.
Kak Yosi dan teman-temannya juga bercerita salah satu kendala dalam pembuatan eco enzyme adalah ketika eco enzyme meledak. Menurut pengamatan Kak Yosi dan teman-teman, hal tersebut dikarenakan masih ada gas di dalamnya.
8. Pupuk Cangkang Telur dari Kelompok Kak Rayyandra
Setelah penampilan dari kelompok Kak Yosi, Kak Rayyandra dari Kelas 1B maju ke depan sebagai presenter kedelapan. Kak Rayyandra dan teman-teman mempresentasikan produk P5 berupa pupuk dari cangkang telur.
Kak Rayyandra dan teman-teman sangat percaya diri saat menjelaskan cara membuat dan manfaatnya. Saat dewan juri menanyai seluruh anggota tim kenapa setuju dengan ide membuat pupuk dari cangkang telur, semua anggota menjawab dengan kompak karena cara membuatnya mudah dan cepat.
9. Biogas dari Kelompok Kak Sachi
Produk P5 istimewa berikutnya disampaikan oleh kelompok Kak Sachi dari Kelas 4A. Kak Sachi membuat biogas yang berbahan dari sampah organik.
Kak Sachi dan tim menjelaskan dengan runtut cara pembuatan dan manfaat dari biogas. Nantinya gas akan terbentuk dan produk ini bisa digunakan sebagai pengganti kompor. Untuk mengetahui saat gas sudah terbentuk, dipasanglah balon di bagian atas.
Saat balon mengembang, tandanya gas telah terbentuk sempurna. Artinya, biogas sudah siap digunakan. Sayangnya, saat sesi presentasi, balon belum mengembang, jadi biogas belum bisa digunakan.
10. Tempat Sampah Estetik dari Kelompok Kak Rafasya
Penampilan pamungkas pada sesi presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah kelompok Kak Rafasya dari Kelas 5. Mereka berkreasi membuat tempat sampah dari tutup botol bekas.
Awalnya Kak Rafasya dan teman-teman ingin membuat tempat sampah dari botol bekas. Namun setelah dicoba, mereka mengalami kegagalan karena tempat sampah yang dibuat tidak bisa berdiri dengan imbang.
Kemudian ide baru pun muncul, yaitu memanfaatkan tutup botol bekas menajdi tempat sampah. Mereka mengumpulkan ratusan tutup botol, dibantu para orang tua.
Begitu juga saat tahap perakitan, orang tua kelompok Kak Rafasya aktif membantu, terutama di bagian-bagian yang berbahaya. Seperti, saat menggunakan lem tembak.
Alhamdulillah 10 kelompok telah berhasil melakukan presentasi dengan cukup apik. Bagaimana dengan penilaiannya?
Seperti apapun presentasinya, apa yang sudah dikerjakan kakak shalih-shalihah sangat luar biasa. Dari memantik ide, bekerjasama dengan rekan sekelompok, belajar menaklukkan ego, menaklukkan rasa grogi saat presentasi P5, adalah sebuah rangkaian usaha yang perlu diapresiasi.
Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim adalah bukti bahwa setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara. Terima kasih untuk dukungan dan pendampingan Ayah Bunda di setiap sesi belajar kakak shalih-shalihah.***




