fbpx

Ada perayaan yang identik dengan balon, hadiah, dan kemeriahan. Namun ada pula perayaan yang justru mengajak setiap orang untuk berhenti sejenak, menengok perjalanan yang telah dilalui, lalu menengadahkan tangan memohon keberkahan untuk langkah berikutnya.

Suasana itulah yang terasa pada Kamis, 16 Juli 2026, ketika keluarga besar SD Islam Bintang Juara memperingati Milad ke-9 dengan mengusung tema “9 Tahun Menebar Cahaya, Menyatukan Doa dan Menumbuhkan Harapan.” Momen istimewa ini bertepatan dengan hari keempat rangkaian Pekan Ta’aruf (MPLS Ramah) Tahun Ajaran 2026/2027, sehingga menjadi pengalaman bermakna bagi seluruh kakak shalih-shalihah, guru, tenaga kependidikan, serta yayasan.

Bukan sekadar merayakan bertambahnya usia sekolah, tetapi juga mensyukuri setiap proses, mengenang perjuangan para pendiri, sekaligus menanamkan kepada generasi muda bahwa sebuah sekolah besar lahir dari doa, pengorbanan, dan cita-cita yang terus dijaga.

9 Tahun Menebar Cahaya: Memulai Hari dengan Istighosah dan Khataman Al-Qur’an

Rangkaian Milad diawali dengan istighosah dan khataman Al-Qur’an yang diikuti seluruh warga sekolah. Lantunan doa memenuhi ruangan, menghadirkan suasana khusyuk yang mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan bukan hanya dibangun oleh strategi dan kerja keras, tetapi juga oleh pertolongan Allah SWT.

Bagi siswa, kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata bahwa setiap langkah penting dalam kehidupan sebaiknya diawali dengan rasa syukur dan doa. Nilai-nilai spiritual yang ditanamkan sejak dini inilah yang menjadi salah satu ciri khas pendidikan di SD Islam Bintang Juara.

Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, sekolah ingin menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tetap harus berjalan berdampingan dengan kekuatan iman dan adab.

Potong Tumpeng, Simbol Syukur atas Perjalanan Sembilan Tahun

Usai doa bersama, suasana berubah menjadi hangat ketika dilaksanakan prosesi potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan sembilan tahun SD Islam Bintang Juara.

Potongan tumpeng diserahkan secara simbolis oleh Bunda Vivi Psikolog, selaku Ketua Yayasan Dewi Sartika, kepada Bu Ni’mah, Kepala SD Islam Bintang Juara, kemudian dilanjutkan kepada seluruh tim manajemen sekolah.

Prosesi sederhana tersebut memiliki makna yang mendalam. Tumpeng bukan hanya simbol perayaan, melainkan ungkapan syukur atas amanah yang telah dijalankan, sekaligus doa agar sekolah terus diberi kekuatan untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Selama sembilan tahun, SD Islam Bintang Juara telah menjadi rumah belajar bagi ratusan anak untuk bertumbuh menjadi pribadi yang beradab, berilmu, kreatif, dan siap menjadi calon pemimpin muslim.

Mengenang Jejak Para Perintis, Menghargai Sejarah

Salah satu bagian paling mengharukan dalam peringatan Milad adalah ketika Bunda Vivi Psikolog mengajak seluruh siswa untuk mengenang orang-orang yang memiliki sejarah dan kontribusi besar dalam berdirinya SD Islam Bintang Juara.

Beliau mengingatkan bahwa sebuah sekolah tidak lahir begitu saja. Di balik bangunan, ruang kelas, dan berbagai prestasi yang diraih hari ini, ada banyak tangan yang bekerja, banyak doa yang dipanjatkan, dan banyak pengorbanan yang mungkin tidak diketahui oleh generasi sekarang.

Secara khusus, Bunda Vivi mengenang jasa Eyang Esmi Warassih dan Almarhum Eyang Abdullah Shodiq, dua sosok yang memiliki kontribusi penting dalam perjalanan berdirinya SD Islam Bintang Juara.

Pesan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para siswa bahwa menghormati sejarah merupakan bagian dari adab. Anak-anak belajar bahwa keberhasilan hari ini tidak lepas dari perjuangan orang-orang yang datang lebih dahulu.

Nilai inilah yang ingin terus diwariskan kepada seluruh warga sekolah: menjadi pribadi hebat bukan berarti melupakan akar perjuangan, melainkan mampu menghargai setiap orang yang telah membuka jalan.

Belajar Sejarah dengan Cara yang Menyenangkan

Suasana semakin hidup ketika Bunda Vivi mengajak seluruh kakak shalih-shalihah berinteraksi melalui berbagai pertanyaan sederhana namun bermakna.

  • “Siapa yang hafal jargon SD Islam Bintang Juara?”
  • “Siapa saja nama pendiri SD Islam Bintang Juara?”

Dengan penuh semangat, tangan-tangan kecil terangkat. Anak-anak berlomba menjawab, diselingi tawa dan tepuk tangan yang membuat suasana semakin hangat.

Cara ini menunjukkan bahwa mengenalkan sejarah sekolah tidak harus melalui ceramah panjang. Melalui dialog interaktif, anak-anak justru lebih mudah memahami identitas sekolah yang mereka cintai.

Mereka belajar bahwa menjadi bagian dari SD Islam Bintang Juara berarti ikut menjaga nilai-nilai yang telah dibangun sejak awal berdirinya.

Menatap Masa Depan dengan Harapan Baru

Sebagai penutup, seluruh warga sekolah menyaksikan video ucapan Milad ke-9 SD Islam Bintang Juara yang berisi doa, harapan, dan apresiasi dari berbagai pihak.

Video tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sembilan tahun hanyalah awal dari langkah yang lebih panjang. Masih banyak generasi yang akan tumbuh, banyak mimpi yang akan diwujudkan, dan banyak karya yang akan lahir dari sekolah ini.

Tema “9 Tahun Menebar Cahaya, Menyatukan Doa dan Menumbuhkan Harapan” benar-benar terasa sepanjang rangkaian kegiatan. Cahaya itu hadir melalui ilmu yang terus diajarkan. Doa dipersatukan melalui istighosah dan khataman. Harapan ditanamkan kepada setiap anak agar kelak mampu menjadi pemimpin muslim yang memberi solusi bagi masyarakat.

Usai prosesi peringatan milad tuntas, kakak shalih-shalihah kembali ke kelas untuk membuat Tree of Hope alias Pohon Harapan. Masing-masing kakak menuliskan harapannya untuk SD Islam Bintang Juara. Ada yang mendoakan agar Bintang Juara memiliki SMP, ada yang mendoakan agar para gurunya diberkahi kebaikan, dan masih banyak lagi doa serta harapan yang mengharu biru.

Pendidikan Dimulai dari Nilai, Bertumbuh Menjadi Peradaban

Peringatan Milad bukan sekadar mengenang tanggal berdirinya sekolah. Lebih dari itu, Milad menjadi momentum untuk memperkuat jati diri bahwa pendidikan adalah proses membangun peradaban.

Di SD Islam Bintang Juara, keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari tumbuhnya karakter, rasa syukur, penghormatan terhadap sejarah, kepedulian kepada sesama, serta keberanian bermimpi besar demi kemaslahatan umat.

Sembilan tahun perjalanan telah dilalui. InsyaAllah, perjalanan berikutnya akan menghadirkan lebih banyak cahaya, lebih banyak manfaat, dan lebih banyak generasi yang siap menjadi calon pemimpin muslim yang beradab, cerdas, kreatif, tangguh, dan berprestasi.

Kami juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi Ayah Bunda dalam Program Berbagi yang telah terlaksana. InsyaAllah, pekan depan infaq yang Ayah Bunda berikan akan kami sampaikan kepada 9 POS PAUD dan panti asuhan yang membutuhkan.

Milad ke-9 SDIBJ

Doa Terbaik untuk SD Islam Bintang Juara

Kalau Ayah dan Bunda memiliki doa untuk SD Islam Bintang Juara di usia ke-9 ini, apa harapan yang ingin disampaikan?

Semoga setiap doa menjadi energi kebaikan yang mengiringi langkah SD Islam Bintang Juara untuk terus menghadirkan pendidikan yang memuliakan adab, menguatkan ilmu, dan melahirkan generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan dunia. Aamiin.*** (CM-MRT)