fbpx
Allah, Kusebut Asma-Mu di Antara Luasnya Langit Dunia

Allah, Kusebut Asma-Mu di Antara Luasnya Langit Dunia

Oleh : Siti Maqfiroh 

“Klik” terdengar suara teman diseberang mematikan sakelar lampu-lampu ruangan. Cahaya yang semula terang benderang beranjak menjadi redup. Lampu yang redup menjadi pertanda datangnya malam dan beriringan perintah Allah untuk memberikan jasad dan pikiran untuk beristirahat. Tiba-tiba masuk pesan dari Kepala Sekolah, sebuah gambar screenshoot percakapan antara beliau dengan seorang wali murid. Kira-kira seperti ini isi percakapan yang beliau screenshoot.

…“Iya Bu, seneng banget Alwi sekolah disana. Bacaan sholatnya, sikap sholatnya perlahan-lahan makin sempurna. Bahkan kemarin waktu naik pesawat Alwi kan takut, terus dia ndremimilnya Asmaul Husna. Saya sama kakaknya sempat geli karena saya suruh baca do’a perjalanan, dibacanya Asmaul Husna sambil merem. Pas saya tanya belajar dimana? Alwi menjawab diajarin di sekolahku laah kalau habis sholat kan bacanya itu. Alhamdulillah senang sekali saya Bu. Anak disleksia saya sudah mulai bisa menghafal bacaan-bacaan sholat dan Asmaul Husna.”

Membaca isi pesan beliau, rasanya seperti menghabiskan segelas air putih setelah seharian berpuasa di Kota Semarang yang Panas. Segar tiada terkira. Bagaimana tidak, ketika mengingat perjalanan bagaimana Allah mempertemukan kami (Orang tua, anak, dan pihak sekolah), masih teringat betul dulu saat kegiatan observasi, calon siswa kami ini menolak untuk diajak shalat fardhu. Setelah menjadi siswa kami, perlahan-lahan bersama teman-temannya ia mau ikut serta melakukan Shalat Dhuha dan Shalat Dzuhur berjamaah di sekolah. Kalau kata pepatah lama, sekeras-kerasnya batu akan berlubang jika terus menerus ditetesi dengan air. Begitu juga dengan hati, hati lebih lembut daripada batu maka dengan program-program positif yang diberikan sebagai pembiasaan akan menggerakkan hati anak-anak untuk kembali ke fitrah (mencintai kebaikan). 

Melalui program Shalat Duha dan Dzuhur berjamaah, guru memiliki ruang untuk mengoreksi bacaan shalat dan gerakan shalat siswa. Setelah melaksanakan Shalat Duha, siswa diajarkan juga untuk membaca Asmaul Husna dan murajaah surah pendek. Semoga dengan adanya program ini di sekolah dapat membantu orang tua dalam mendidik anak untuk mencintai shalat.

PUJIAN ATAU BENTAKAN?

PUJIAN ATAU BENTAKAN?

Pujian atau Bentakan?

Pujian dan bentakan adalah dua hal yang saling bertolak belakang, masing-masing memiliki konsekwensi sendiri apabila kita lakukan kepada anak.

Seorang Ahli Psikolog pendidikan anak Titi P. Natalia, M.Psi, mengatakan bahwa “Jika anak merasa dirinya berharga, maka kepercayaan dirinya pasti akan tumbuh. Kalau sudah percaya diri, mereka akan berkembang menjadi anak yang berani dan mandiri.

“Beliau pun juga menyatakan “Ketika anak merasa dirinya dicintai, maka motivasi belajarnya bisa ikut meningkat. Ini juga merupakan dampak positif tidak langsung dari pujian.”
Maka orang tua di rumah agar membiasakan unutk mengapresiasi / memuji anak saat anak melakukan suatu kebaikan, atau melakukan kewajibanya. Misalnya saat anak meletakan pakaian kotor dikeranjang, atau anak menghabiskan makanannya, kita bisa berucap “Maa Shaa Allah, terimakasih kaka sholih telah meletakan pakaian di keranjang kotor / menghabiskan makanan yang diambil sendiri”. Maka tentunya anak akan merasa dihargai kebaikannya, dan kedepan akan lebih bersemangat dalam berbuat kebaikan maupun mengemban kewajibannya sendiri.

Namun sebaliknya, perhatikan akibat apa yang bisa ditimbulkan ketika seorang anak dibentak. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Lise Elliot, ahli syaraf di Chicago Medical School mengungkap satu kali bentakan dapat merusak milyaran sel otak anak-anak. Pada usia anak 2-3 tahun, menerima bentakan dapat menggugurkan perkembangan sel-sel otaknya.

Sebaliknya saat anak diberikan stimulus positif seperti dengan lembut menerima kasih sayang, milyaran sel-sel otaknya pun tumbuh berkembang dengan baik.

Maka marilah kita berusaha sebaik mungkin untuk menjadi orang tua yang berkesadaran, dan senantiasa doakan agar anak-anak kita tumbuh menjadi insan yang kamil, berakhlakul karimah, dan mandiri.

⭐⭐⭐
Mari berkolaborasi mewujudkan pendidikan terbaik bagi putra putri kita di SD Islam Bintang Juara. Sekolahnya calon pemimpin muslim masa depan.
⭐⭐⭐
Facebook: https://www.facebook.com/sdislambintangjuara/
Instagram: https://www.instagram.com/sdislambintangjuara/
Website: sd.islambintangjuara.sch.id
Email: sdislambintangjuara@gmail
Admin SD: wa.me/6282314930833
⭐⭐⭐

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah adalah satu dari dua belas bulan dalam Islam, yang memiliki keutamaan yang agung. Dzulhijjah adalah satu dari empat bulan yang diharamkan / diagungkan dalam syariat agama Islam.

Di bulan Dzulhijjah pula, banyak sekali amalan-amalan yang disyariatkan untuk dilakukan bagi kaum muslimin sebagai tambahan pundi-pundi pahala yang bisa meningkatkan derajat kita di akhirat kelak. Khususnya di sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Berikut beberapa amalan yang bisa kita lakukan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah:

(1) Memperbanyak berdzikir di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ…
Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentuka… (QS. Al-An’am: 28)

(2) Memperbanyak puasa sunnah
عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ
Dari sebagian istri Nabi, mereka berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, dan pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), dan berpuasa tiga hari setiap bulannya (13, 14, 15 tiap bulan)

(3) Berpuasa di hari A’rafah (9 Dzulhijjah)
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

(4) Memperbanyak beramal shalih
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

⭐⭐⭐
Mari berkolaborasi mewujudkan pendidikan terbaik bagi putra putri kita di SD Islam Bintang Juara. Sekolahnya calon pemimpin muslim masa depan.
⭐⭐⭐
Facebook: https://www.facebook.com/sdislambintangjuara/
Instagram: https://www.instagram.com/sdislambintangjuara/
Website: sd.islambintangjuara.sch.id
Email: sdislambintangjuara@gmail
Admin SD: wa.me/6282314930833
⭐⭐⭐

Jangan Mendoakan Keburukan Pada Anak

Jangan Mendoakan Keburukan Pada Anak

Setiap orang tua tentu tidak menginginkan keburukan pada anaknya. Ini merupakan fitrah yang Allah Ta’ala tanamkan sebagai salah satu tanda dari sifat rahmah Allah Ta’ala.

Terdapat dalam shahihain, dari ‘Umar bin Al–Khaththab radhiyallahu ‘anhubeliau berkata,

قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– بِسَبْىٍ فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنَ السَّبْىِ تَبْتَغِى إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِى السَّبْىِ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِى النَّارِ ». قُلْنَا لاَ وَاللَّهِ وَهِىَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لاَ تَطْرَحَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا ».

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperoleh banyak tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang perempuan dari mereka yang mencari bayinya dalam kelompok tawanan tersebut. Kemudian dia mengambil bayi itu, memeluknya kemudian menyusuinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada kami, “Menurut kalian, apakah perempuan ini tega melemparkan anaknya itu ke dalam api?” Kami pun menjawab, “Demi Allah, tidak akan melemparkannya ke api selama dia masih mampu untuk tidak melemparnya.

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sungguh Allah lebih sayang kepada para hambaNyamelebihi kasih sayang perempuan ini terhadap anaknya.(HR. Bukhari no 5999 dan Muslim no. 2754).

Demikianlah fitrah orang tua yang akan senantiasa menyayangi anaknya. Keselamatan sang anak menjadi suatu hal yang selalu terngiang di benaknya.

Pada seri sebelumnya telah dipaparkan beberapa kisah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mendoakan kebaikan untuk anak keturunan beliau secara khusus dan anak kaum muslimin secara umum. Kebalikan dari hal tersebut, wahai para orang tua, berhati-hatilah dan waspadalah dari mendoakan keburukan kepada anak-anak kita. Karena boleh jadi doa (atau ungkapan) buruk kita tersebut bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa. Sehingga doa buruk tersebut pun terkabul dan kita akhirnya akan memetik hasilnya.

Terkait hal ini terdapat sebuah hadits yang panjang di kitab Shahih Muslim. Berikut ini kami cuplikkan petikan kisah ringkasnya.

Ada seorang lelaki yang berucap kepada untanya,

شَأْ لَعَنَكَ اللَّهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « مَنْ هَذَا اللاَّعِنُ بَعِيرَهُ ». قَالَ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « انْزِلْ عَنْهُ فَلاَ تَصْحَبْنَا بِمَلْعُونٍ لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لاَ تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ ».

Hus (kalimat hardikan kepada unta agar jalannya cepat -pen), semoga Allah melaknatmu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Siapa yang melaknat untanya itu?” Lelaki itu menjawab, “Aku, wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Turunlah (dan turunkanlah barang-barangmu darinya -pen) [1] Janganlah Engkau menyertai sesuatu yang terlaknat. Janganlah Engkau mendoakan keburukan untuk dirimu sendiri. Janganlah Engkaumendoakan keburukan kepada anak-anakmu.[2] Jangalah engkau mendoakan keburukan pada harta-hartamu[3]Agar (doa tersebut) tidak bertepatan dengan saat-saat dimana Allah memberikan dan mengabulkan doa dan permintaan kalian.(HR. Muslim no. 3009).

Guru kami, Ustadz Aris Munandar hafizhahullah,menceritakan sebuah kisah berikut.

Perlu diketahui bahwa salah satu kebiasaan orang Arab yang mengenal agama Islam ketika mereka sedang marah besar, mereka sering mengucapkan ‘Allahu Yahdik’ (Semoga Allah Ta’ala memberikanmu hidayah). Kalimat ini secara bahasa tidak menganduk makna keburukan. Namun berdasarkan adat kebiasaan orang Arab, kalimat ini merupakan ungkapan kemarahan mereka.

Disebutkan bahwa salah satu sebab Syaikh Muqbil bin Hadi Al–Wadi’i rahimahullah menjadi seorang ulama besar ahlu sunnah adalah bahwa orang tuanya pernah marah besar kepadanya lantas mengucapkan, Allahu Yahdik. Kemudian Allah Ta’ala pun mengabulkan doa orang tua beliau sehingga kita mengenal beliau merupakan salah seorang ulama besar ahlu sunnah yang tidak tercemar lingkungan syi’ah zaidiyah.

Oleh karena itu, mari jaga lisan kita dari mengucapkan doa atau ungkapan keburukan pada anak keturunan kita. Marilah kita ganti doa keburukan tersebut dengan ucapan yang baik, walaupun kita sedang marah besar kepada anak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

ثَلَاثُ دَعْوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لَا شَكَّ فِيْهِنَّ : دَعْوَةُ المَظْلُوْمِ وَ دَعْوَةُ المُسَافِرِ وَ دَعْوَةُ الوَالِدِ لِوَلَدِهِ.

Tiga doa yang akan dikabulkan dan tidak ada keraguan pada terkabulnya:doa orang yang dizhalimi, doa orang yang safar dan doa kebaikan orang tua kepada anaknya.(HR. Muslim no. 3009).

Mudah-mudahan kita dapat mengamalkannya.

Penulis: Aditya Budiman dan M. Saifudin Hakim

Mendoakan Kebaikan Untuk Anak-Anak Kita

Mendoakan Kebaikan Untuk Anak-Anak Kita

Ketika kita telah memahami bahwa hidayah taufik hanyalah khusus milik Allah Ta’ala, maka wajib bagi kita untuk mengarahkan doa, memohon kepada Allah Ta’ala agar memperbaiki keturunan kita, memberkahi dan menjaga mereka dari hal-hal yang buruk dan tidak kita inginkan. Menjaga mereka dari gangguan setan dari kalangan manusia dan jin [1]. Demikianlah kebiasaan dan amalan yang ditempuh oleh orang-orang shalih.

Lihatlah doa para hamba Allah (‘ibadurrahman) dalam Al Qur’an.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (jiwa) kami [2], dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan [25]: 74)

Lihat pula doa Nabi Zakariya ‘alaihissalam,

فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آَلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

Anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi (ilmu dan kenabian [3]) dari sebagian keluarga Ya’qub. Dan jadikanlah dia, ya Rabbku, seorang yang diridhai di sisi-Mu.” (QS. Maryam [19]: 5-6)

Beliau ‘alaihissalam juga berdoa,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Ya Tuhanku, anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang shalih. Sesungguhnya Engkau Maha Mengabulkan doa.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 38)

Lihat pula doa Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimassalam,

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu dan (jadikanlah) di antara anak keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 128)

Lihat pula do’a kekasih Allah, Ibrahim ‘alaihissalam,

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 100)

Demikian pula doa beliau yang lain,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan dari anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku” (QS. Ibrahim [14]: 40).

Beliau juga berdoa,

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.” (QS. Ibrahim [14]: 35)

Lihat pula doa orang yang telah mencapai usia matang, yaitu usia 40 tahun [4],

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.” (QS. Al-Ahqaf [46]: 15)

Diantara faidah yang berkaitan dengan pendidikan anak pada ayat yang mulia ini adalah :

  1. Doa untuk mendapat anak keturuan yang baik bukanlah sebatas hanya doa ketika pasangan suami istri hendak melakukan hubungan atau masih pengantin baru. Lihatlah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Meskipun usia beliau tidak lagi muda, beliau tetap berdoa untuk mendapatkan keturunan yang baik atau memperbaiki keturunan beliau kepada Allah Ta’ala.
  2. Doa kebaikan untuk anak bukan hanya ketika sang anak masih di usia kecil.

Wahai saudaraku, para hamba Allah … Perbanyaklah meminta untuk diberikan anak yang shalih dan perbanyaklah doa kepada Allah Ta’ala untuk memperbaiki anak keturanan kita. Sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan Doa.

[Bersambung]

Disempurnakan menjelang maghrib, Rotterdam 29 Dzulhijjah 1437

Penulis: Aditya Budiman dan M. Saifudin Hakim

Artikel Muslimah.or.id

KEGIATAN MAIN YANG DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK : Main Sensori Motorik

KEGIATAN MAIN YANG DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK : Main Sensori Motorik

Menurut Carles Wolfgang, ada tiga jenis main bagi anak usia dini. Permainan pertama adalah main sensorimotor atau fungsional, main peran atau simbolik (Main Peran Besar/ Makro dan Main Peran Kecil/ Mikro), dan main pembangunan atau konstruksi (media bersifat cair dan media terstruktur). Menurut Milansky, ada satu jenis main yang ditambahkan yaitu bermain dengan aturan. Permainan ini dapat dilakukan dengan anak yang sudah berusia 7 tahun ke atas.

Anak usia > 2 tahun hingga 4 tahun atau usia kelompok bermain membutuhkan sekitar 50% main sensori motorik, main simbolik dan mulai dilatih ke arah main konstruktif atau membangun dan menghasilkan karya sesuai ide atau gagasannya. Anak usia  > 4 tahun – 7 tahun atau Taman Kanak-kanak, sekitar 50% membutuhkan main konstruktif dengan bahan main cair dan terstruktur serta main simbolik, adapun main sensorimotoriknya telah berkembang ke arah main konstruktif yakni menghasilkan karya sesuai ide gagasannya. Anak usia 7 tahun ke atas atau anak Sekolah Dasar mulai lebih nyaman dan lebih banyak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain konstruktif – menghasilkan karya serta mulai bergerak ke main dengan aturan seperti permainan olah raga, ular tangga, catur, monopoli, main dakon, namun tetap senang bermain simbolik atau main peran.

Main Sensori Motorik , merupakanmain Fungsional. Jenis permainan ini merupakan Kegiatan main yang pertama dan utama bagi anak usia dini. Anak usia 0 – 2 tahun membutuhkan hampir 100% main sensori motorik atau main fungsional. Orang tuasangat tidak disarankan memberikan stimulasi dalam bentuk layar (televisi serta DVD/ VCD player, laptop, tablet, atau smartphone). Melalui kegiatan main sensori motorik anak dapat belajar melalui seluruh panca indera dan hubungan fisik anak dengan lingkungannya,  terutama interaksi dengan orang tuanya dan orang yang mengasuhnya. Ayah Bunda dapat melakkukan dukungan Main Sensori Motorik dengan cara:

  1. Menyediakan kesempatan untuk berhubungan dengan beragam bahan dan alat main (di dalam dan di luar ruangan).
  1. Memberi kesempatan anak untuk bergerak bebas bermain di lantai tanpa meja dan kursi serta halaman atau teras (pastikan aman).
  2. Memberi kesempatan anak untuk berhubungan dengan berbagai jenis bahan main yang mendukung setiap perkembangannya (mengenal tekstur halus – kasar, tebal – tipis, suhu dingin – hangat).
  3. Menyediakan rangkaian rangsangan atau stimulasi sensorimotorik. Bahan dan alat main yang dapat digunakan antara lain beras, biji, kacang, jagung, merica.Pasir, tanah, kerikil, batu, daun, ranting, bunga.Kapas, tisu, beragam jenis kertas, spon. Playdough, clay, ubleg (dari tepung dan pewarna makanan). Air, alat ukur, alat saring, corong air, botol dan jirigen berbagai ukuran dan bentuk. Alat dapur, alat makan dan minum.

Nah, Ayah Bunda itu tadi satu dari tiga jenis main yang dapat kita manfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ayah Bunda dapat memanfaatkan benda-benda yang ada disekitar rumah dan lingkungan. Permainan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan aktivitas sehari-hari di rumah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, Ayah Bunda dapat juga mengakses beragam media sosial kami untuk mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat. Kunjungi kami di Fanpage SD Islam Bintang Juara, Instagram : sdislambintangjuara, youtube : sdislambintangjuara atau di WA : 082314930833.

SETIAP ANAK ADALAH BINTANG DAN BERHAK MENJADI JUARA