Sebagai bagian dari tahap pengenalan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning / PBL), kakak kelas 4A dan 4B SD Islam Bintang Juara kembali melanjutkan petualangan mereka dalam proyek Climate Change Adventure. Setelah sebelumnya belajar bersama Kak Cilun Djakiman, Marine Biologist dari Universitas Pattimura, kali ini para kakak mendapat kesempatan istimewa untuk menggali inspirasi langsung dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Contents
Menyapa Alam Lewat Taman Alat BMKG
Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke taman alat BMKG. Di sana, kakak diperkenalkan dengan berbagai instrumen yang digunakan untuk memantau kondisi alam. Ada alat pengukur kecepatan angin, curah hujan, hingga perangkat untuk mencatat suhu.
Kakak shalih-shalihah tampak antusias melihat langsung bagaimana alat-alat tersebut bekerja. Jika biasanya mereka hanya mendengar istilah “prakiraan cuaca” di televisi atau ponsel orang tua, kali ini mereka belajar bahwa di balik semua itu ada ilmu dan teknologi yang mendukung.
Belajar Lebih Dekat Tentang BMKG
Setelah berkeliling taman alat, kakak diajak masuk ke ruang meeting BMKG. Di sana, para petugas menjelaskan apa itu BMKG dan peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kakak shalih-shalihah belajar bahwa BMKG tidak hanya sekadar memprediksi cuaca, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi terkait iklim dan mitigasi bencana.
Melalui penjelasan interaktif, kakak semakin memahami bahwa cuaca, iklim, dan kondisi bumi yang berubah-ubah bisa berdampak besar terhadap kehidupan manusia.
Simulasi Bencana: Belajar Menghadapi Situasi Darurat
Salah satu bagian yang paling berkesan bagi kakak adalah saat menyaksikan simulasi menghadapi bencana gempa bumi melalui pemutaran video. Kakak diajarkan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi—mulai dari berlindung di tempat aman, menjaga ketenangan, hingga mencari jalur evakuasi.
Momen ini menjadi pembelajaran penting bahwa mitigasi bukan hanya soal memahami teori, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi kondisi darurat.
Menumbuhkan Kesadaran Mitigasi Perubahan Iklim
Melalui kunjungan ini, kakak kelas 4A dan 4B tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang cuaca dan iklim, tetapi juga belajar bagaimana manusia bisa berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Dari mengenal alat-alat sederhana hingga memahami sistem yang lebih kompleks, semua pengalaman ini menjadi bekal penting dalam proyek Climate Change Adventure.
Kegiatan bersama BMKG menunjukkan kepada kakak shaih-shalihah bahwa setiap langkah kecil—seperti peduli lingkungan, hemat energi, atau menjaga kebersihan—adalah bagian dari mitigasi yang lebih besar untuk bumi yang lebih baik.*** (CM-MRT)