fbpx
Kenapa Kita Perlu Mendapat Ridho dari Orang Tua?

Kenapa Kita Perlu Mendapat Ridho dari Orang Tua?

Pada hari Senin, 19 Februari 2024, telah berlangsung upacara bendera dengan penuh khidmat. Mendapat ridho dari orang tua adalah salah satu pesan penting yang disampaikan melalui upacara bendera kali ini.

Cuaca cerah mengiringi langkah tegap kakak shalih-shalihah kelas 5A yang menjadi petugas upacara bendera. Sementara itu kakak kelas 3 mendapat tugas sebagai tim paduan suara.

Pagi itu seluruh siswa dan bapak ibu guru mengikuti jalannya upacara dengan tertib tanpa terkecuali.  Tak ketinggalan tim PMR Mula SD Islam Bintang Juara yang berdiri sigap di belakang barisan peserta upacara, guna memantau kesehatan peserta selama upacara berlangsung.

upacara bendera di SD Islam Bintang Juara

dokumentasi upacara bendera

Mendapat Ridho dari Orang Tua, Amanat Penting dari Pak Ali

Pak Ali (Guru mengaji di SD Islam Bintang Juara) mendapat amanah sebagai pembina upacara pagi itu. Dalam kesempatan tersebut, Pak Ali menyampaikan sedikit pesan kepada kakak shalih-shalihah tentang perlunya mendapat ridho dari orang tua.

“Ridhonya Allah itu tergantung pada ridhonya orang tua dan murkanya Allah tergantung pada murkanya orang tua. Maka secara tidak langsung ketika kita mendapat ridho dari orang tua, insya Allah akan mendapat ridho dari Allah. Betapa ruginya kita ketika berhasil dalam hal duniawi tapi kita tidak mendapat keberhasilan dalam hal akhirat,” ujar Pak Ali ketika menyampaikan amanat upacara.

Doa orang tua kepada anak merupakan salah satu bukti anak mendapat ridho dari orang tua. Dengan keridhoan dari orang tua, insya Allah segala sesuatu yang kita lakukan, kita kerjakan dan kita usahakan mendapat ridho juga dari Allah.

Untuk bisa mendapat ridho orang tua, artinya kita harus senantiasa berbakti kepada mereka. Berikut ini beberapa dalil yang menguatkan pentingnya seorang anak berbakti kepada orang tua:

Selain mempermudah turunnya ridho Allah SWT kepada kita, berbakti kepada kedua orang tua juga memiliki manfaat lain, di antaranya:

Al Quran surat al ankabut ayat 8

Al Quran surat al israa ayat 23-24

Al Quran surat Luqman ayat 14

1. Merupakan Amal yang Paling Utama

Sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi;

“Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’.

2. Berbakti kepada Orang Tua Mampu Menghilangkan Kesulitan Hidup

Dalil terkait hal ini adalah hadits riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, dan salah seorangnya bertawassul dengan bakti kepada ibu bapaknya.

3. Memperluas Rizki dan Panjang Umur

Berbakti kepada orang tua dalam rangka meraih ridho mereka adalah salah satu bentuk silaturahim. Silaturahim yang paling diutamakan adalah silaturahim kepada orang tua. Insya Allah, anak-anak yang dekat dengan kedua orang tuanya, akan Allah SWT perluas rizki dan panjangkan umurnya.

4. Mendapat Hadiah Masuk Surga

Berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam kebaikan merupakan jalan menuju Surga. Dengan demikian, jika seorang anak berbuat baik kepada orang tuanya, Allah SWT akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka, dan insya Allah akan dimasukkan ke Surga.

Maka dari itu selalu berbakti dan berbuat baiklah kepada Ayah Bunda, agar kita senantiasa selalu mendapat ridho dari orang tua. Karena ridho Allah SWT akan turun ketika orang tua ridho pada kita***

Indahnya Silaturahim dalam Islam, Yuk Ajak Kakak Shalih-shalihah Menyambung Tali Persaudaraan

Indahnya Silaturahim dalam Islam, Yuk Ajak Kakak Shalih-shalihah Menyambung Tali Persaudaraan

Bulan Syawal selalu identik dengan momen silaturahim. Padahal silaturahim seharusnya senantiasa disambung setiap hari, tidak hanya saat Syawal.

Namun silaturahim di bulan Syawal, terutama di momen Idul Fitri menjadi lebih istimewa, dikarenakan bisa berkumpul dengan seluruh keluarga besar. Ayah Bunda, silaturahim dalam Islam ternyata memiliki keutamaan yang luar biasa.

Bahkan dalam Al Quran Surat An Nisa: 36, tersirat perintah silaturahim yang berbunyi;

quran surat an nisa ayat 36

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Selain termaktub dalam Al Quran, pentingnya silaturahim juga disebutkan dalam berbagai hadits. Salah satunya hadits berikut;

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.”(H.R. Bukhari & Muslim).

Insya Allah di SD Islam Bintang Juara, keutamaan silaturahim selalu digaungkan kepada kakak shalih-shalihah agar mereka senantiasa ingat pentingnya bersilaturahim. Momen silaturahim saat Upacara Hardiknas 2023 adalah salah satu contoh bagaimana SD Islam Bintang Juara selalu meniatkan semua aktivitas sehari-hari sebagai bentuk silaturahim.

Pengertian Silaturahim

Silaturahim berasal dari kata صلة yang artinya hubungan atau menghubungkan. Adapun kata الرحيم atau الرحم jamaknya االرحام berarti rahim atau peranakan perempua. Bisa juga diartikan sebagai kerabat. Asal kata dari rahim yaitu ar-rahmah, yang bermakna kasih sayang.

Penyebutan rahim dalam silaturahim karena hubungan kerabat terdekat biasanya terjalin karena adanya hubungan rahim. Dengan adanya hubungan rahim tersebut, orang-orang bisa saling berkasih sayang.

Namun dalam perkembangannya, silaturahim memiliki makna menjalin hubungan dengan keluarga, baik itu kerabat dekat ataupun kerabat jauh, juga menjalin hubungan dengan sesama demi terciptanya kebaikan semua umat.

Bentuk-bentuk Silaturahim dalam Islam

Sejauh ini seperti apakah Ayah Bunda mengenalkan silaturahim kepada kakak shalih-shalihah?

Dikutip dari sebuah jurnal studi hadis mengenai keutamaan silaturahim, silaturahim memiliki berbagai bentuk dan tingkatan, antara lain;

1. Silaturahim dengan Kerabat yang Memiliki Hubungan Darah

silaturahim kepada kerabat terdekat

Bisa dikatakan ini adalah bentuk silaturahim dalam tingkatan tertinggi. Yaitu menjalin hubungan dengan kakek nenek, orang tua, anak, kakak adik kandung, sepupu, om tante dan keponakan. Bukan hanya menjalin hubungan, Allah SWT juga meminta kita agar senantiasa berbuat baik kepada para kerabat.

2. Silaturahim dengan Sesama Kaum Muslimin Seiman

silaturahim kepada sesama muslimin

Bentuk silaturahim pada tingkatan berikutnya yaitu menjalin hubungan baik dengan sesama saudara seiman. Dalam menjalin hubungan tersebut, kita tidak boleh melihat golongan, organisasi, tempat mengajinya sama atau berbeda, dan sebagaimana.

Perbedaan pendapat dan pandangan bisa saja terjadi dengan saudara seiman sehingga kadangkala membuat tali silaturahim terputus. Oleh karenanya dibutuhkan kepala dingin dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, juga saling menghormati antara satu sama lain.

Selama sama-sama masih berpegang pada Allah SWT, Rasulullah SAW dan Al Quran, artinya kita masih dalam koridor yang sama. Anggap saja perbedaan pandangan terhadap suatu masalah sebagai bumbu dalam bersaudara.

3. Silaturahim dengan Sesama Manusia

silaturahim kepada sesama manusia

Selain dengan saudara seiman, Allah SWT juga memerintahkan manusia untuk slaing mengenal satu sama lain. DI mata Allah SWT,  semua manusia itu sama, hanya kualitas iman dan taqwanya yang membedakan derajatnya.

Oleh karenanya mari ajarkan pada kakak shalih-shalihah untuk tetap berbuat baik kepada tetangga, ataupun kenalan walaupun mereka berbeda agama dan keyakinan. Kita masih tetap bisa bermuamalah dan saling memberikan pertolongan.

Beberapa cara menjalin hubungan dengan sesama manusia, tanpa mengenal perbedaan suku, agama dan ras sebagai berikut:

bentuk silaturahim memuliakan tamu

  • Memuliakan Tamu – Mau siapapun tamu yang datang, kita wajib melayani dengan baik; menyambut dengan senyum, bertutur kata yang baik, dan memberikan jamuan sesuai kemampuan.
  • Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga – Tetangga adalah saudara terdekat. Bahkan seringkali jauh lebih dekat dibandingkan dengan saudara sedarah. Kita bisa saling berbagi suka duka bersama tetangga. Oleh karenanya jika ada orang yang berhak mendapat kebaikan dari kita, maka tetangga termasuk dalam barisan tersebut.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjalin hubungan baik dengan tetangga:

  • Apabila tetangga mendapat keberuntungan atau sedang bersuka cita, maka ikutlah bergembira.
  • Apabila tetangga sedang berduka cita atau kehilangan orang terdekat, segeralah bertakziah.
  • Apabila tetangga meminta pertolongan, berikan pertolongan.
  • Apabila kita memasak, usahakan agar bau masakan tersebut tidak mengganggu tetangga. Kecuali, kita juga mengantarkan apa yang kita masak kepada tetangga.
  • Apabila kita membangun rumah, memintalah izin kepada tetangga dan jangan sampai tinggi bangunan rumah mengganggu jalan udara ke rumah tetangga.

Adab Bersilaturahim

Dalam bersilaturahim terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Niat yang Baik dan Ikhlas – Silaturahim harus diniatkan untuk Allah SWT semata. Bukan untuk tujuan riya’ ataupun agar mendapat pujian dari sesama manusia.
  • Mengharap Pahala – Melakukan silaturahim harus berdasarkan ketaatan terhadap perintah Allah SWT. Oleh karenanya, melaksanakan hal tersebut haruslah hanya berharap pahala dari Allah SWT.
  • Memulai Silaturahim dari Kerabat Terdekat – Seperti telah disebutkan dalam bentuk-bentuk silaturahim, tingkatan tertinggi dalam silaturahim adalah menjalin hubungan dengan kerabat terdekat. Jangan sampai Ayah Bunda menjalin hubungan baik dengan orang selain kerabat, tetapi justru renggang dengan kerabat terdekat.

adab silaturahim

  • Silaturahim Bukan untuk Mengharapkan Balasan – Menyambung silaturahim harus dilakukan kepada siapa saja, bukan hanya kepada orang-orang yang mau menyambung silaturahim dengan diri kita.
  • Sabar – Saat menjalin silaturahim, mungkin Ayah Bunda akan bertemu dengan gesekan-gesekan yang tidak sesuai dengan hati. Namun Rasulullah SAW meminta kita untuk bersabar dalam menyambung jalinan persaudaraan. Apabila kita mampu menghadapi perbuatan buruk dengan kebaikan, insya Allah perlahan-lahan kebaikan tersebut akan membawa kebaikan-kebaikan yang lain.

Manfaat Silaturahim

Masya Allah betapa silaturahim tidak dianggap sepele dalam Islam ya, Ayah Bunda. Bahkan Allah SWT melalui Rasulullah SAW telah memberikan berbagai tuntunan untuk menjalin silaturahim dengan tepat.

keutamaan silaturahim

Hal itu dikarenakan silaturahim memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Menurut  Abu Laits Samarqandi, manfaat silaturahim antara lain:

  • Mendapatkan ridha dari Allah SWT.
  • Membahagiakan orang yang kita kunjungi.
  • Menyenangkan malaikat, malaikat juga menyukai dan saling bersilaturahim.
  • Disenangi oleh sesama manusia dan dikenang sebagai ahli silaturahim sehingga banyak yang mendoakan.
  • Menambah rezeki dan keberkahan umur.
  • Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama dan meningkatkan rasa kebersamaan, serta kekeluargaan.
  • Mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
  • Menambah pahala.

Dengan hadir ke sekolah setiap hari, insya Allah kakak shalih-shalihah telah melaksanakan salah satu bentuk silaturahim kepada guru dan teman lo, Ayah Bunda. Masya Allah apabila bersekolah diniatkan untuk silaturahim, keberkahan dan kebaikannya insya Allah semakin berlipat.

Ayah Bunda, semoga informasi mengenai indahnya silaturahim dalam Islam ini bisa memberikan manfaat. Yuk dampingi kakak shalih-shalihah untuk bersilaturahim dengan kerabat, tetangga dan para sahabat.***

Referensi:

  • Jurnal ‘Wawasan Hadis tentang Silaturahmi’ – https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tahdis/article/view/7222
  • https://muslimah.or.id/9689-silaturahmi-bertabur-pahala.html
  • https://almanhaj.or.id/9551-keutamaan-silaturahim.html
  • https://muslim.or.id/75301-fikih-silaturahmi-bag-3-keutamaan-menyambung-dan-bahaya-memutus-silaturahmi.html
  • https://rumaysho.com/1894-keutamaan-silaturahmi.html
  • https://www.dompetdhuafa.org/silaturahmi-dalam-islam/
Ayah Bunda, Inilah 5 Keutamaan Iktikaf pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Ayah Bunda, Inilah 5 Keutamaan Iktikaf pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Masya Allah tak terasa telah mendekati penghujung ramadhan ya, Ayah Bunda. Berbondong-bondong orang mulai memenuhi masjid untuk melakukan iktikaf. Ayah Bunda tahukah keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ramadhan?

Apabila Ayah Bunda telah mengetahuinya, tentu tidak heran bukan kenapa pada akhir ramadhan banyak yang melakukan iktikaf. Sebagai informasi, iktikaf atau biasa disebut i’tikaf berasal dari bahasa Arab yang artinya berdiam diri pada sesuatu.

Sementara arti yang sekarang berkembang yaitu ibadah sunnah yang dilakukan dengan cara menetap di masjid sementara waktu. Selama di masjid, Ayah Bunda bisa melakukan beragam aktivitas ibadah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, seperti berdzikir, mendirikan shalat sunnah ataupun membaca Al Quran.

Sebagai informasi, orang yang melakukan iktikaf disebut dengan mu’takif atau ‘aakif. Apakah Ayah Bunda sudah melakukan iktikaf?

Apabila Ayah Bunda belum memulai beriktikaf, yuk baca terlebih dahulu informasi mengenai iktikaf yang insya Allah bisa menambah semangat untuk menjalankan ibadah sunnah ini.

Siapa Saja yang Boleh Iktikaf?

Sebagian besar mu’takif adalah laki-laki, tetapi tidak ada larangan bagi perempuan yang ingin beriktikaf lo, Ayah Bunda. Sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW berikut ini;

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih.” (HR. Bukhari dan Muslim).

siapa saja yang boleh beriktikaf

Dari hadits tersebut bisa disimpulkan bahwasanya perempuan diperbolehkan beriktikaf. Namun para ulama memiliki kesamaan pendapat terkait syarat yang harus dipenuhi perempuan agar bisa beriktikaf.

Pertama, apabila perempuan sudah menikah, maka ia harus mendapat izin dari suaminya. Kedua, seorang perempuan boleh datang beriktikaf asalkan tidak menimbulkan fitnah.

Waktu untuk Iktikaf

Iktikaf merupakan ibadah sunnah yang lebih banyak dilakukan pada bulan ramadhan. Padahal sebenarnya iktikaf bisa dilakukan di luar bulan Ramadhan lo, Ayah Bunda.

Selain itu iktikaf juga boleh dilakukan tanpa berpuasa terlebih dahulu. Hanya saja memang karena keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ramadhan yang sangat luar biasa, tak heran jika ibadah ini lebih populer di bulan Ramadhan.

Berikut ini hadits Rasulullah SAW yang menjadi landasan untuk banyak beriktikaf di sepuluh hari terakhir ramadhan:

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah beri’tikaf di sepuluh hari pertengahan ramadhan, lalu I’tikaf pada tahun tersebut sampai pada malam keduapuluh satu, yaitu malam beliau keluar I’tikaf. Pada pagi harinya, beliau berkata barang siapa yang beri’tikaf bersamaku maka hendaklah beri’tikaf di sepuluh terakhir.” (Bukhori 1887)

Sedangkan untuk lama iktikafnya, beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat. Ada yang berkata minimal sehari semalam, ada pula yang berkata bahwa waktu untuk melakukan iktikaf minimal semalam sama.

Namun sebagian ulama lainnya juga berpendapat bahwa selama memasuki masjid dan berniat iktikaf, Ayah Bunda sudah bisa mendapat pahala beriktikaf, walau hanya beberapa jam.

waktu iktikaf

Syarat untuk Melakukan Iktikaf

Adapun syarat melakukan iktikaf sebagai berikut;

  • Hanya boleh dilakukan di dalam masjid
  • Dilarang keluar dari masjid kecuali karena hajat atau ada keadaan darurat

Syarat tersebut disampaikan oleh Allah SWT dalam firmanNya pada Quran Surat Al Baqarah: 187;

“Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.”

Tata Cara Melakukan Iktikaf

Apabila Ayah Bunda ingin beriktikaf, silakan untuk melakukan langkah-langkah berikut;

tata cara beriktikaf

1. Membaca Niat

Ada dua niat iktikaf yang bisa dipilih;

  • Nawaitul i’tikaafa fii haadzal masjidi lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Saya niat iktikaf di masjid ini karena Allah SWT,”
  • Nawaitu an a’takifa fii haadzal masjidi maa dumtu fiihi. Artinya: “Saya niat iktikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”

Kalau Ayah Bunda biasa menggunakan niat yang mana?

2. Berdiam Diri dan Melakukan Berbagai Amalan

Sebagaimana arti katanya, saat melakukan iktikaf, Ayah Bunda dipersilakan untuk berdiam diri di dalam masjid. Sembari berdiam diri, Ayah Bunda bisa melakukan berbagai amalan seperti berdzikir, bertafakkur, ataupun membaca Al Quran.

3. Menghindari Perbuatan yang Tidak  Berguna

Ada kalanya saat beriktikaf Ayah Bunda bertemu dengan rekan atau kerabat, kemudian justru  terlibat pembicaraan yang gayeng. Nah, hal seperti ini sebaiknya dihindari, Ayah Bunda.

Karena tujuan iktikaf adalah untuk beribadah, sebaiknya Ayah Bunda menghindari melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya agar ibadah iktikaf bisa lebih sempurna. Walaupun melakukan hal-hal tersebut  tidak membatalkan iktikaf, tetapi bisa mengurangi nilai iktikaf.

Selama iktikaf, Ayah Bunda tetap boleh memejamkan mata. Bagaimanapun tubuh memiliki hak untuk beristirahat. Apabila dirasa tubuh meminta haknya untuk diistirahatkan, Ayah Bunda bisa tidur beberapa saat untuk mengumpulkan tenaga sebelum memulai ibadah lainnya.

5 Keutamaan Iktikaf pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Siapa yang tak ingin masuk dalam barisan umatnya Rasulullah Muhammad SAW bukan? Makanya, ayo beriktikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan, Ayah Bunda.

Berikut ini keutamaan iktikaf yang bisa didapatkan apabila Ayah Bunda melakukannya di sepuluh hari terakhir Ramadhan:

keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ramadhan

1. Berkesempatan untuk Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana termaktub dalam Quran Surat Al Qadar: 3 – 5;

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Namun kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi, tidak ada yang benar-benar mengetahuinya. Allah SWT merahasiakan waktunya, tetapi memberikan pertanda sebagaimana terdapat pada hadits-hadits berikut;

  • “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
  • “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
  • “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)
  • “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits-hadits tersebut terjelaskan bahwa Lailatul Qadar hadir pada sepuluh hari terakhir ramadhan. Walaupun waktu tepatnya tidak ada yang benar-benar mengetahui.

Hal ini bukan tanpa sebab, Ayah Bunda. Dirahasiakannya Lailatul Qadar agar terlihat mana orang yang bersungguh-sungguh dan mana yang bermalas-malasan.

Apabila Ayah Bunda benar-benar ingin mendapatkan berkah Lailatul Qadar, tentu akan melakukan banyak amalan dan mendekatkan diri pada Allah SWT dengan penuh kesungguhan. Salah satunya dengan melakukan iktikaf.

Kesempatan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar pada saat iktikaf lebih terbuka lebar karena Ayah Bunda khusyuk beribadah. Pastikan selama iktikaf, Ayah Bunda memperbanyak doa berikut;

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwan fa’fu ‘anni. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

2. Terhindar dari Perbuatan Maksiat

Dengan melakukan iktikaf, Ayah Bunda akan khusyuk beribadah sehingga akan terhindar dari perbuatan yang sia-sia. Dengan berniat iktikaf, Ayah Bunda akan terlupakan dari urusan-urusan duniawi, seperti bergosip, berbelanja keperluan lebaran dengan kalap ataupun acara-acara buka bersama yang seringkali melalaikan.

3. Salat Menjadi Lebih Khusyuk

Apabila di hari-hari sebelumnya, menegakkan shalat hanya sekadar untuk menggugurkan kewajiban. Maka shalat yang didirikan pada saat iktikaf lebih memiliki nilai karena dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

4. Waktu yang Tenang untuk Bermuhasabah

Walaupun tidak ada batasan  untuk melakukan iktikaf di siang hari, tetapi sebagian besar mu’takif beriktikaf di malam hari. Hal itu dikarenakan pada malam hari Ayah Bunda telah terlepas dari segala urusan duniawi, sehingga bisa lebih fokus untuk melakukan amalan-amalan.

Selain berdzikir, mengerjakan shalat sunnah dan membaca Al Quran, Ayah Bunda juga bisa memanfaatkan iktikaf sebagai waktu untuk bermuhasabah. Ayah Bunda bisa melakukan evaluasi apakah selama bulan ramadhan ini telah banyak melakukan perbaikan diri atau justru mengalami kemunduran.

5. Melatih Kesabaran

Pada saat melakukan iktikaf, Ayah Bunda akan berlatih banyak mengenai kesabaran. Hal tersederhana adalah antre untuk berwudhu atau ke kamar kecil.

Selain itu, selama beriktikaf, Ayah Bunda bisa belajar untuk beribadah dengan lebih khusyuk dan tidak tergesa-gesa. Iktikaf akan membuat Ayah Bunda lebih bisa merasakan getaran hati saat melakukan ibadah-ibadah tersebut.

Nah, Ayah Bunda kini telah mengetahui keutamaan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan bukan? Yuk, mulai malam ini rapatkan barisan dan mulai penuhi masjid-masjid terdekat untuk beriktikaf. Kakak shalih-shalihah juga sudah bisa diajak beriktikaf lo.

Selamat menjalani ibadah di penghujung ramadhan, Ayah Bunda. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya.***

Referensi:

  • https://muslim.or.id/84297-hukum-hukum-berkenaan-dengan-itikaf.html
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6667708/raih-malam-lailatul-qadar-apakah-harus-itikaf-di-masjid
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6671546/niat-tata-cara-waktu-iktikaf-dan-doa-malam-lailatul-qadar
  • https://muslim.or.id/356-lailatul-qadar-dan-itikaf.html
  • https://www.idntimes.com/life/inspiration/intan-deviana-safitri/keutamaan-itikaf-exp-c1c2?page=all
Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu

Ayah Bunda, sudahkah memberikan  informasi kepada kakak shalih-shalihah tentang keutamaan membaca surat Al Kahfi? Membaca surat Al Kahfi mengandung banyak manfaat, khususnya jika dibaca pada  hari Jum’at.

Bahkan surat Al Kahfi masuk ke dalam amalan-amalan terbaik yang disunnahkan untuk dikerjakan pada hari Jum’at. Nah, sebelum membahas lebih lanjut mengenai keutamaan surat Al Kahfi, mari kita tengok dulu amalan-amalan apa saja yang disunnahkan pada hari Jum’at?

Sunnah-sunnah di Hari Jumat

Disebutkan dalam sebuah hadits yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keistimewaan hari Jum’at:

“Sebaik-baiknya hari yang padanya terbit matahari adalah hari Jumat. Pada hari itulah saat diciptakannya Adam, dimasukkannya ia ke surga, dan dikeluarkannya dari surga.” (HR Muslim).

Ternyata salah satu keistimewaan hari Jum’at karena adanya peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada hari tersebut. Tidak hanya itu, hari Jum’at bahkan disebut dengan rajanya hari sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad dari Sa’ad bin ‘Ubadah dalam sebuah hadits:

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya Fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”.

Masya Allah, sungguh luar biasa kedudukan hari Jum’at ya, Ayah Bunda? Pantas saja jika banyak amalan-amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan pada hari tersebut. Apa saja hayo?

sunnah-sunnah di hari jumat

  1. Membaca Al Kahfi
  2. Memperbanyak Shalawat
  3. Memperbanyak Doa dan Dzikir
  4. Mandi Jumat
  5. Bersiwak, Memotong Kuku, Mencukur Kumis
  6. Berpenampilan Menarik dan Memakai Wewangian

Memang para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait sunnah-sunnah yang bisa dikerjakan pada hari Jum’at tersebut. Namun secara garis besar keenam hal tersebut yang banyak diajarkan oleh para ulama.

Nah, Ayah Bunda apakah sudah melatih kakak shalih-shalihah mengerjakan amalan-amalan tersebut?

5 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi

Di antara banyaknya amalan sunnah pada hari Jum’at, membaca surat Al Kahfi termasuk amalan yang sangat disarankan karena banyak keutamaannya. Hal tersebut berdasarkan beberapa hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh para sahabat, antara lain:

  • Hadits Riwayat Ad-Darimi: “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.”
  • Hadits Riwayat Baihaqi: “Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.”

Selain memiliki keutamaan lebih saat dibaca di hari Jum’at, surat Al Kahfi juga memiliki keutamaan saat dihafalkan lo. Terutama apabila kita menghafal 10 ayat pertama. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

“Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal (HR Muslim).”

Atas keutamaan tersebut, surat Al Kahfi sering dinamai juga dengan surat pelindung fitnah Dajjal. Ayo Ayah Bunda, ajak kakak shalih-shalihah untuk menghafalkan surat Al Kahfi.

Di dalam surat Al Kahfi berisi empat kisah besar; Ashabul Kahfi, Shohibul Jannatain, Nabi Musa dan Nabi Khidir, serta kisah Nabi Zulkarnain. Dari empat kisah tersebut terkandung pesan-pesan yang luar biasa, yaitu:

  • Untuk melindungi diri dari fitnah Dajjal, kita harus tetap berpegang teguh pada agama Allah SWT.
  • Demi mempertahankan agama, kita tidak boleh mudah terpukau oleh harta. Kita juga dilarang meninggalkan agama hanya demi urusan dunia.
  • Pentingnya ilmu dan hidayah.
  • Amanat seorang pemimpin.

Masya Allah luar biasa ya Ayah Bunda isi dan kandungan dari surat Al Kahfi. Sangat cocok untuk menjadi bahan dialog iman bersama kakak shalih-shalihah.

Agar kakak shalih-shalihah semakin bersemangat untuk mengamalkan dan menghafalkan, yuk ajak mereka untuk mengetahui keutamaan membaca surat Al Kahfi.

keutamaan membaca surat al kahfi

1. Dipancarkan Cahaya di Hari Kiamat

Sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits riwayat Al Hakim, Al Baihaqi dan Ad Darimi:

”Barang siapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq.”

2. Mendapat Bimbingan dan Petunjuk dari Allah

Indahnya Al Quran dan hadits adalah dipenuhi kata-kata perumpamaan yang penuh makna. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW berikut ini:

“Sesungguhnya barang siapa membaca surat Al Kahfi di hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya antara dua Jumat,” (HR Hakim).

Cahaya yang dimaksud dalam hadits tersebut bukanlah cahaya dalam arti sebenarnya. Namun cahaya di sini memiliki arti sebagai petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT.

Apabila kita rutin membaca Al Kahfi setiap Jum’at, insya Allah dari Jum’at ini hingga Jum’at pekan depan, Allah akan memberikan kita penjagaan melalui petunjuk dan hidayahNya. Masya Allah ya, Ayah Bunda.

3. Diampuni Dosanya antara Dua Jumat

Tidak hanya diberikan bimbingan dan petunjuk, apabila kita membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, insya Allah akan mendapat ampunan antara dua Jum’at. Sebagaimana tercantum pada sebuah hadits:

“Siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat,” (HR Ibnu Umar).

4. Memberikan Penjagaan pada Tempat Tinggal dari Setan

Salah satu misi besar setan adalah merusak iman dan mengajak manusia untuk tersesat mengikuti jalannya. Oleh karenanya, setan selalu berupaya sepenuh jiwa untuk menggoda manusia agar berhenti melakukan amalan baik dan ibadah.

Nah, membaca surat Al Kahfi secara rutin, khususnya pada hari Jum’at, bisa menghindarkan kita dari godaan setan. Sebagaimana tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Abdullah bin Mughaffal, bahwasanya:

“Sebuah rumah yang selalu dibacakan surah Al Khafi dan surat Al-Baqarah maka rumah itu tidak akan dimasuki setan sepanjang malam tersebut. Dengan demikian, bacalah surat Al Kahfi agar terhindar dari gangguan setan yang terkutuk.”

5. Terlindung dari Fitnah Dajjal

Sebagaimana telah disampaikan pada bagian awal, bahwa salah satu keutamaan surat Al Kahfi adalah sebagai pelindung dari fitnah Dajjal. Selain hadits yang sudah tercantum di atas, ada beberapa hadits lain yang menguatkan mengenai hal ini.

Hadits pertama, dari Abu Darda, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR Ibnu Hibban).

Hadits kedua dinukil dari kitab Al-Mukhtarah karya Al-Hafiz Ad-Diyaul Maqdisi disebutkan dari Abdullah ibnu Mus’ab, dari Manzur ibnu Zaid ibnu Khalid Al-Juhani, dari Ali ibnul Husain, dari ayahnya, dari Ali secara marfu’, yaitu:

“Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka ia dipelihara selama delapan hari dari segala fitnah dan jika Dajjal keluar, maka ia dipelihara dari fitnahnya.”

Masya Allah… Luar biasa bukan keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at? Bagaimana dengan hari ini? Apakah Ayah Bunda sudah mengajak kakak shalih-shalihah untuk mengamalkannya?***

Referensi:

  • Al Quran
  • https://mui.or.id/hikmah/33384/3-keutamaan-membaca-surat-al-kahfi-pada-hari-jumat/
  • https://rumaysho.com/917-amalan-istimewa-di-hari-jumat.html
  • https://muslim.or.id/184-adab-pada-hari-jumat-sesuai-sunnah-nabi.html
  • https://www.orami.co.id/magazine/keutamaan-surat-al-kahfi
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6512489/3-keutamaan-membaca-al-kahfi-saat-hari-jumat#:~:text=bahwa%20Rasulullah%20SAW%20bersabda%3A,antara%20dua%20Jum%27at.%22
  • https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230214174847-569-913021/3-keutamaan-membaca-surat-al-kahfi-di-hari-jumat#:~:text=Artinya%3A%20%22Barang%20siapa%20yang%20membaca,maka%20ia%20dipelihara%20dari%20fitnahnya.%22
  • https://smartcity.patikab.go.id/index.php/data_berita/detail/berita_online/4429
  • https://news.detik.com/berita/d-5620086/9-amalan-sunnah-di-hari-jumat-dan-penjelasannya
  • https://www.liputan6.com/islami/read/5096622/13-amalan-sunah-nabi-di-hari-jumat-lakukan-dan-peroleh-berkah-tak-terhingga
  • https://www.merdeka.com/trending/8-amalan-sunnah-rasul-di-hari-jumat-sesuai-hadits-lebih-produktif-dan-tambah-pahala.html