fbpx

Bulan Syawal selalu identik dengan momen silaturahim. Padahal silaturahim seharusnya senantiasa disambung setiap hari, tidak hanya saat Syawal.

Namun silaturahim di bulan Syawal, terutama di momen Idul Fitri menjadi lebih istimewa, dikarenakan bisa berkumpul dengan seluruh keluarga besar. Ayah Bunda, silaturahim dalam Islam ternyata memiliki keutamaan yang luar biasa.

Bahkan dalam Al Quran Surat An Nisa: 36, tersirat perintah silaturahim yang berbunyi;

quran surat an nisa ayat 36

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Selain termaktub dalam Al Quran, pentingnya silaturahim juga disebutkan dalam berbagai hadits. Salah satunya hadits berikut;

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.”(H.R. Bukhari & Muslim).

Insya Allah di SD Islam Bintang Juara, keutamaan silaturahim selalu digaungkan kepada kakak shalih-shalihah agar mereka senantiasa ingat pentingnya bersilaturahim. Momen silaturahim saat Upacara Hardiknas 2023 adalah salah satu contoh bagaimana SD Islam Bintang Juara selalu meniatkan semua aktivitas sehari-hari sebagai bentuk silaturahim.

Pengertian Silaturahim

Silaturahim berasal dari kata صلة yang artinya hubungan atau menghubungkan. Adapun kata الرحيم atau الرحم jamaknya االرحام berarti rahim atau peranakan perempua. Bisa juga diartikan sebagai kerabat. Asal kata dari rahim yaitu ar-rahmah, yang bermakna kasih sayang.

Penyebutan rahim dalam silaturahim karena hubungan kerabat terdekat biasanya terjalin karena adanya hubungan rahim. Dengan adanya hubungan rahim tersebut, orang-orang bisa saling berkasih sayang.

Namun dalam perkembangannya, silaturahim memiliki makna menjalin hubungan dengan keluarga, baik itu kerabat dekat ataupun kerabat jauh, juga menjalin hubungan dengan sesama demi terciptanya kebaikan semua umat.

Bentuk-bentuk Silaturahim dalam Islam

Sejauh ini seperti apakah Ayah Bunda mengenalkan silaturahim kepada kakak shalih-shalihah?

Dikutip dari sebuah jurnal studi hadis mengenai keutamaan silaturahim, silaturahim memiliki berbagai bentuk dan tingkatan, antara lain;

1. Silaturahim dengan Kerabat yang Memiliki Hubungan Darah

silaturahim kepada kerabat terdekat

Bisa dikatakan ini adalah bentuk silaturahim dalam tingkatan tertinggi. Yaitu menjalin hubungan dengan kakek nenek, orang tua, anak, kakak adik kandung, sepupu, om tante dan keponakan. Bukan hanya menjalin hubungan, Allah SWT juga meminta kita agar senantiasa berbuat baik kepada para kerabat.

2. Silaturahim dengan Sesama Kaum Muslimin Seiman

silaturahim kepada sesama muslimin

Bentuk silaturahim pada tingkatan berikutnya yaitu menjalin hubungan baik dengan sesama saudara seiman. Dalam menjalin hubungan tersebut, kita tidak boleh melihat golongan, organisasi, tempat mengajinya sama atau berbeda, dan sebagaimana.

Perbedaan pendapat dan pandangan bisa saja terjadi dengan saudara seiman sehingga kadangkala membuat tali silaturahim terputus. Oleh karenanya dibutuhkan kepala dingin dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, juga saling menghormati antara satu sama lain.

Selama sama-sama masih berpegang pada Allah SWT, Rasulullah SAW dan Al Quran, artinya kita masih dalam koridor yang sama. Anggap saja perbedaan pandangan terhadap suatu masalah sebagai bumbu dalam bersaudara.

3. Silaturahim dengan Sesama Manusia

silaturahim kepada sesama manusia

Selain dengan saudara seiman, Allah SWT juga memerintahkan manusia untuk slaing mengenal satu sama lain. DI mata Allah SWT,  semua manusia itu sama, hanya kualitas iman dan taqwanya yang membedakan derajatnya.

Oleh karenanya mari ajarkan pada kakak shalih-shalihah untuk tetap berbuat baik kepada tetangga, ataupun kenalan walaupun mereka berbeda agama dan keyakinan. Kita masih tetap bisa bermuamalah dan saling memberikan pertolongan.

Beberapa cara menjalin hubungan dengan sesama manusia, tanpa mengenal perbedaan suku, agama dan ras sebagai berikut:

bentuk silaturahim memuliakan tamu

  • Memuliakan Tamu – Mau siapapun tamu yang datang, kita wajib melayani dengan baik; menyambut dengan senyum, bertutur kata yang baik, dan memberikan jamuan sesuai kemampuan.
  • Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga – Tetangga adalah saudara terdekat. Bahkan seringkali jauh lebih dekat dibandingkan dengan saudara sedarah. Kita bisa saling berbagi suka duka bersama tetangga. Oleh karenanya jika ada orang yang berhak mendapat kebaikan dari kita, maka tetangga termasuk dalam barisan tersebut.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjalin hubungan baik dengan tetangga:

  • Apabila tetangga mendapat keberuntungan atau sedang bersuka cita, maka ikutlah bergembira.
  • Apabila tetangga sedang berduka cita atau kehilangan orang terdekat, segeralah bertakziah.
  • Apabila tetangga meminta pertolongan, berikan pertolongan.
  • Apabila kita memasak, usahakan agar bau masakan tersebut tidak mengganggu tetangga. Kecuali, kita juga mengantarkan apa yang kita masak kepada tetangga.
  • Apabila kita membangun rumah, memintalah izin kepada tetangga dan jangan sampai tinggi bangunan rumah mengganggu jalan udara ke rumah tetangga.

Adab Bersilaturahim

Dalam bersilaturahim terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Niat yang Baik dan Ikhlas – Silaturahim harus diniatkan untuk Allah SWT semata. Bukan untuk tujuan riya’ ataupun agar mendapat pujian dari sesama manusia.
  • Mengharap Pahala – Melakukan silaturahim harus berdasarkan ketaatan terhadap perintah Allah SWT. Oleh karenanya, melaksanakan hal tersebut haruslah hanya berharap pahala dari Allah SWT.
  • Memulai Silaturahim dari Kerabat Terdekat – Seperti telah disebutkan dalam bentuk-bentuk silaturahim, tingkatan tertinggi dalam silaturahim adalah menjalin hubungan dengan kerabat terdekat. Jangan sampai Ayah Bunda menjalin hubungan baik dengan orang selain kerabat, tetapi justru renggang dengan kerabat terdekat.

adab silaturahim

  • Silaturahim Bukan untuk Mengharapkan Balasan – Menyambung silaturahim harus dilakukan kepada siapa saja, bukan hanya kepada orang-orang yang mau menyambung silaturahim dengan diri kita.
  • Sabar – Saat menjalin silaturahim, mungkin Ayah Bunda akan bertemu dengan gesekan-gesekan yang tidak sesuai dengan hati. Namun Rasulullah SAW meminta kita untuk bersabar dalam menyambung jalinan persaudaraan. Apabila kita mampu menghadapi perbuatan buruk dengan kebaikan, insya Allah perlahan-lahan kebaikan tersebut akan membawa kebaikan-kebaikan yang lain.

Manfaat Silaturahim

Masya Allah betapa silaturahim tidak dianggap sepele dalam Islam ya, Ayah Bunda. Bahkan Allah SWT melalui Rasulullah SAW telah memberikan berbagai tuntunan untuk menjalin silaturahim dengan tepat.

keutamaan silaturahim

Hal itu dikarenakan silaturahim memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Menurut  Abu Laits Samarqandi, manfaat silaturahim antara lain:

  • Mendapatkan ridha dari Allah SWT.
  • Membahagiakan orang yang kita kunjungi.
  • Menyenangkan malaikat, malaikat juga menyukai dan saling bersilaturahim.
  • Disenangi oleh sesama manusia dan dikenang sebagai ahli silaturahim sehingga banyak yang mendoakan.
  • Menambah rezeki dan keberkahan umur.
  • Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama dan meningkatkan rasa kebersamaan, serta kekeluargaan.
  • Mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
  • Menambah pahala.

Dengan hadir ke sekolah setiap hari, insya Allah kakak shalih-shalihah telah melaksanakan salah satu bentuk silaturahim kepada guru dan teman lo, Ayah Bunda. Masya Allah apabila bersekolah diniatkan untuk silaturahim, keberkahan dan kebaikannya insya Allah semakin berlipat.

Ayah Bunda, semoga informasi mengenai indahnya silaturahim dalam Islam ini bisa memberikan manfaat. Yuk dampingi kakak shalih-shalihah untuk bersilaturahim dengan kerabat, tetangga dan para sahabat.***

Referensi:

  • Jurnal ‘Wawasan Hadis tentang Silaturahmi’ – https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tahdis/article/view/7222
  • https://muslimah.or.id/9689-silaturahmi-bertabur-pahala.html
  • https://almanhaj.or.id/9551-keutamaan-silaturahim.html
  • https://muslim.or.id/75301-fikih-silaturahmi-bag-3-keutamaan-menyambung-dan-bahaya-memutus-silaturahmi.html
  • https://rumaysho.com/1894-keutamaan-silaturahmi.html
  • https://www.dompetdhuafa.org/silaturahmi-dalam-islam/