Di era digital saat ini, kakak shalih-shalihah lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik seperti tablet, smartphone, dan komputer. Sementara itu, permainan tradisional yang dulu populer dan penuh kenangan mulai terpinggirkan. Alasan tersebutlah yang melatarbelakangi mengapa Fun Traditional Game menjadi salah satu kegiatan dalam Pekan Ta’aruf 2024.
Contents
5 Keseruan Pos Fun Traditional Game
Dalam menjalankan Fun Traditional Game, SD Islam Bintang Juara bekerjasama dengan Yayasan Tumbuh Mulia. Yaitu sebuah lembaga kemanusiaan nirlaba yang fokus memberdayakan anak yatim, dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.
Yayasan Tumbuh Mulia membantu Sekolah Calon Pemimpin Muslim menyiapkan beragam permainan tradisional, lengkap dengan peralatannya. Sementara itu, kakak shalih-shalihah diajak untuk berdonasi untuk membantu para anak yatim dan dhuafa di bawah Yayasan Tumbuh Mulia.
Dengan cara ini diharapkan kakak shalih-shalihah tidak hanya mengenal permainan tradisional yang hampir usang, tetapi juga diajak untuk peduli terhadap sesama.
Nah, pada kegiatan Fun Traditional Game ini, dibagi menjadi lima pos, yaitu:
Pos 1 – Langkah Seirama Kemenangan Bersama
Bertempat di Pusat Olahraga PAUD – SD Islam Bintang Juara, atau yang sering disebut dengan lapangan bawah, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi kelompok kecil, lalu menggunakan bakiak dan beradu cepat dengan kelompok lain menuju garis finish. Terlihat mudah, tetapi untuk bisa mencapai tujuan, dibutuhkan komunikasi dan kerjasama tim yang apik.
Pos 2 – Lompatan Semangat Raih Tujuan
Teras basement gedung B diubah menjadi tempat permainan yang asyik. Dari nama posnya, apa Ayah Bunda bisa menebak permainan apa yang dijalankan kakak shalih-shalihah di sini?
Ya, betul sekali, permainan di Pos 2 ini adalah engklek, atau disebut juga dengan Sunda Manda. Bedanya, kalau engklek zaman dulu, kita butuh menggambar pola menggunakan kapur atau batu berwarna merah di atas jalanan. Engklek zaman sekarang sudah tersedia dalam bentuk MMT, sehingga bisa langsung dimainkan.
Pos 3 – Kekuatan dan Ketangkasan, Taklukan Rintangan
Berlokasi di Gedung A Lantai 2, ditemani oleh Pak Arial dan Bu Muhay, kakak shalih-shalihah bersemangat mengikuti permainan yang disebut dengan Buldozer. Kakak harus masuk ke dalam kain yang panjang, dan bekerjasama untuk menggerakkan kain tersebut sebagaimana roda-roda buldozer saat sedang berjalan.
Pos 4 – Kerjasama Seimbang, Langkah Penuh tantangan
Bersama Bu Laila di Gedung A Lantai 1, kakak shalih-shalihah diajak untuk bermain Kaki Kepiting. Satu tim terdiri dari tiga orang kakak shalih-shalihah. Kaki mereka saling terikat menggunakan tali yang telah disediakan.
Tantangannya adalah masing-masing tim harus beradu cepat dengan tim lain, hingga menuju garis finish. Pada permainan ini dibutuhkan kekompakan, agar tidak ada anggota tim yang terjatuh.
Pos 5 – Rangkaian Elastisitas, Kreativitas Tanpa Batas
Sama dengan pos 1, kegiatan bermain karet ini juga dilaksanakan di lapangan bawah. Kakak shalih-shailhah diminta untuk melompati karet gelang yang telah dibentuk memanjang menyerupai tali. Sebuah permainan yang hampir tidak pernah lagi dijumpai saat ini.
MasyaAllah kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan dari satu pos ke pos lain. Ayah Bunda bisa mengajak mereka recalling tentang kegiatan tersebut. Namun sebelumnya, cari tahu dulu yuk manfaat mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah!
Pentingnya Mengenalkan Permainan Tradisional kepada Anak Zaman Sekarang
Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang tidak boleh diabaikan. Setelah Ayah Bunda kami ajak napak tilas pada kegiatan hari terakhir Pekan Ta’aruf 2024, kita akan membahas mengapa penting untuk mengenalkan permainan tradisional kakak shalih-shalihah dan bagaimana hal ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka.
Nah, berikut ini beragam manfaat yang bisa diperoleh kakak shalih-shalihah saat melakukan permainan tradisional:
1. Meningkatkan Keterampilan Sosial
Permainan tradisional sering kali dimainkan secara berkelompok, yang mendorong interaksi sosial dan kerja sama tim. Misalnya, permainan seperti congklak, lompat tali, dan petak umpet membutuhkan kakak shalih-shalihah untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Hal ini membantu mereka belajar cara berkomunikasi, mengembangkan keterampilan negosiasi, dan memahami pentingnya kerja sama. Dengan demikian, permainan tradisional dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial kakak shalih-shalihah.
2. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi
Berbeda dengan permainan digital yang sering kali memiliki aturan dan batasan yang ketat, permainan tradisional cenderung lebih fleksibel dan mendorong kakak shalih-shalihah untuk menggunakan imajinasi mereka. Misalnya, permainan seperti wayang atau gobak sodor memungkinkan anak-anak untuk menciptakan cerita dan skenario mereka sendiri.
Dengan cara ini, permainan tradisional dapat membantu mengembangkan kreativitas dan imajinasi kakak shalih-shalihah, yang merupakan aspek penting dari perkembangan kognitif mereka.
3. Meningkatkan Keterampilan Motorik
Permainan tradisional sering kali melibatkan aktivitas fisik yang dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik kakak shalih-shalihah. Lompat tali, galah asin, dan benteng-bentengan, misalnya, membutuhkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketangkasan.
Aktivitas fisik ini tidak hanya baik untuk kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar mereka. Dalam jangka panjang, keterampilan motorik yang baik dapat membantu anak-anak dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akademik dan olahraga.
4. Memperkenalkan Nilai-Nilai Budaya
Permainan tradisional adalah bagian penting dari warisan budaya kita. Dengan mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah, kita juga memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya dan tradisi yang kaya.
Hal ini bisa membantu anak-anak memahami dan menghargai sejarah serta warisan budaya mereka. Selain itu, permainan tradisional sering kali mengandung pesan moral dan etika yang dapat membantu membentuk karakter kakak shalih-shalihah. Misalnya, dalam permainan dakon atau congklak, mereka belajar tentang kesabaran, strategi, dan fair play.
5. Mengurangi Ketergantungan pada Teknologi
Di zaman sekarang, banyak anak yang kecanduan gadget dan permainan digital. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Mengenalkan permainan tradisional bisa menjadi alternatif yang menyenangkan dan mendidik untuk mengurangi waktu layar.
Dengan bermain permainan tradisional, kakak shalih-shalihah dapat lebih aktif secara fisik, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan mengurangi risiko gangguan kesehatan yang terkait dengan penggunaan teknologi berlebihan, seperti obesitas dan gangguan tidur.
6. Menjalin Ikatan Keluarga
Permainan tradisional sering kali dimainkan bersama anggota keluarga, yang bisa menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin ikatan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. Misalnya, bermain ular tangga atau monopoli dengan keluarga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan mendekatkan antar anggota keluarga. Ini juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengenang masa kecil mereka dan berbagi cerita serta pengalaman dengan anak-anak.
Kesimpulan
Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang signifikan. Dari meningkatkan keterampilan sosial dan motorik hingga mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan nilai-nilai budaya, permainan tradisional menawarkan banyak hal yang tidak bisa ditemukan dalam permainan digital.
Selain itu, permainan tradisional juga membantu mengurangi ketergantungan pada teknologi dan menjalin ikatan keluarga. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melestarikan dan mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda agar mereka dapat merasakan manfaatnya dan menjaga warisan budaya kita tetap hidup.
Nah, Ayah Bunda juga bisa lo menyelenggarakan Fun Traditional Game di rumah masing-masing. Apalagi setelah mengetahui manfaat dari permainan tradisional, pastinya makin semangat dong bikin agenda khusus main tradisional di rumah? Selamat main bersama dan memetik hasilnya, Ayah Bunda.***
