fbpx

Suasana sore di halaman SD Islam Bintang Juara terasa berbeda pada Jumat, 6 Maret 2026. Para kakak shalih dan shalihah datang dengan ransel kecil di punggung, wajah penuh antusias, dan rasa penasaran tentang pengalaman yang akan mereka jalani.

Hari itu bukan sekadar kegiatan sekolah biasa. Mereka akan mengikuti Ramadan Leadership Camp (RLC) 2026, sebuah program yang selalu menjadi salah satu momen paling dinanti setiap Ramadan.

Selama dua hari, Jumat–Sabtu (6–7 Maret 2026), para siswa akan menjalani serangkaian kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan nilai kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, serta kedekatan dengan Allah SWT.

Bukan hanya belajar di kelas, tetapi belajar melalui pengalaman langsung.

Pembukaan Ramadan Leadership Camp yang Penuh Makna

Kegiatan Ramadan Leadership Camp diawali dengan pembukaan acara yang hangat dan penuh makna. Para peserta menyaksikan berbagai penampilan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan-pesan kebaikan.

Di sinilah suasana kebersamaan mulai terasa. Kakak shalih-shalihah duduk bersama, saling menyimak, dan menikmati setiap penampilan yang mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan.

Kegiatan pembukaan ini menjadi pengantar untuk perjalanan dua hari yang sarat nilai.

Kebersamaan dalam Iftar Jama’i

Menjelang magrib, suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersiap untuk iftar jama’i atau berbuka puasa bersama.

Di momen ini, para siswa belajar tentang kebersamaan dan kesederhanaan. Mereka duduk bersama teman-teman, menunggu waktu berbuka sambil saling berbagi cerita.

Ketika adzan magrib berkumandang, wajah-wajah ceria langsung tampak. Mereka berbuka dengan penuh rasa syukur, menyadari bahwa nikmat sederhana seperti segelas air dan makanan berbuka adalah karunia dari Allah SWT.

Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah, yang menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat ibadah.

Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Malam hari di Ramadan Leadership Camp diisi dengan berbagai kegiatan spiritual yang menenangkan hati.

Para peserta melaksanakan shalat Isya dan Tarawih berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari berbagai sudut ruangan, menciptakan suasana yang khusyuk dan damai.

Bagi sebagian anak, ini mungkin menjadi pengalaman pertama merasakan kebersamaan dalam ibadah malam seperti ini.

Namun justru di situlah nilai pembelajaran muncul; mereka belajar bahwa ibadah tidak selalu dilakukan sendirian, tetapi juga bisa menjadi pengalaman yang menguatkan ketika dilakukan bersama.

Qiyamul Lail di Sepertiga Malam

Ketika malam semakin larut dan sebagian orang masih terlelap, kegiatan Ramadan Leadership Camp justru memasuki salah satu momen paling istimewa.

Sekitar pukul 02.30 dini hari, kakak shalih-shalihah dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail.

Meskipun rasa kantuk masih terasa, para peserta tetap berusaha bangkit. Mereka berwudhu, kemudian berdiri bersama dalam shalat malam.

Di waktu yang sunyi itu, mereka belajar satu hal penting: kedekatan dengan Allah sering kali dimulai dari langkah kecil yang penuh kesungguhan.

Setelah qiyamul lail, kegiatan dilanjutkan dengan sahur bersama. Suasana sahur terasa hangat dan penuh kebersamaan. Anak-anak saling bercanda ringan sambil menikmati hidangan sahur.

Pagi pun ditutup dengan shalat subuh berjamaah, menandai awal hari baru yang penuh semangat.

Pagi yang Enerjik dan Menguatkan

Ketika matahari mulai terbit, para peserta menyambut hari dengan senam bersama. Gerakan-gerakan ringan membuat tubuh kembali segar setelah malam yang penuh aktivitas ibadah.

Kegiatan fisik ini menjadi cara menyenangkan untuk mengawali pagi sekaligus menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kajian yang menguatkan iman dan karakter.

Kajian dibagi ke dalam beberapa forum sesuai jenjang kelas.

1. Da’i Cilik dari Palestina (Kelas 1–2)

Untuk kakak kelas 1 dan 2, mereka mengikuti sesi inspiratif bersama Da’i Cilik dari Palestina. Dalam sesi ini, anak-anak diajak memahami nilai keberanian, keteguhan iman, dan semangat untuk mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.

Cerita-cerita yang disampaikan menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk tetap semangat belajar dan beribadah.

2. Forum Ar Rijal (Kelas 3–6)

Sementara itu, kakak shalih kelas 3 hingga 6 mengikuti Forum Ar Rijal, sebuah sesi diskusi yang menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, serta peran laki-laki sebagai pemimpin yang amanah.

Dalam forum ini, para peserta diajak memahami bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang memimpin orang lain, tetapi juga mampu memimpin diri sendiri.

3. Forum An Nisa (Kelas 3–6)

Untuk kakak shalihah kelas 3 hingga 6, kegiatan berlangsung dalam Forum An Nisa.

Forum ini memberikan ruang bagi para siswi untuk belajar tentang peran perempuan muslimah yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Diskusi-diskusi yang berlangsung membantu mereka memahami bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Testimoni Orang Tua: Pengalaman yang Membentuk Karakter

Kegiatan Ramadan Leadership Camp tidak hanya memberikan kesan bagi para peserta, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh para orang tua.

Salah satu testimoni datang dari Bunda Kak Fahri, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak.

Menurut beliau, kegiatan seperti ini membantu anak-anak belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan karakter sebagai calon pemimpin Muslim.

Bagi orang tua, melihat anak-anak tumbuh dengan nilai-nilai positif seperti ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Tentu ini selaras dengan tema yang diangkat pada RLC tahun ini; Aktif Membangun Karakter Positif di Bulan Ramadan.

Menanamkan Nilai Kepemimpinan Sejak Dini

Ramadan Leadership Camp bukan sekadar kegiatan bermalam di sekolah.

Setiap aktivitas yang dilakukan—mulai dari berbuka bersama, shalat berjamaah, hingga kajian kepemimpinan—dirancang untuk menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan anak.

Melalui pengalaman ini, kakak shalih-shalihah belajar tentang:

  • Kepemimpinan, dengan memahami tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain
  • Kedisiplinan, melalui jadwal kegiatan yang teratur
  • Kemandirian, saat menjalani berbagai aktivitas bersama teman-teman
  • Kebersamaan, dalam setiap ibadah dan kegiatan yang dilakukan bersama
  • Akhlak mulia, yang menjadi dasar karakter seorang Muslim

Bagi Ayah Bunda yang penasaran seperti apa sih rangkaian kegiatan di Ramadan Leadership Camp 2026, silakan bisa menyimak video berikut:

Ramadan: Bukan Hanya Menahan Diri, Tapi Membentuk Diri

Dua hari mungkin terasa singkat, tetapi pengalaman yang dirasakan selama Ramadan Leadership Camp meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

Langkah-langkah kecil yang mereka lakukan; bangun di sepertiga malam, berdiri dalam shalat, membaca Al-Qur’an, dan belajar bersama—perlahan membentuk karakter mereka.

Karena sejatinya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ramadan adalah tentang melatih hati, membentuk diri, dan menumbuhkan generasi yang siap menjadi pemimpin masa depan.

Dan melalui kegiatan seperti Ramadan Leadership Camp, benih-benih kepemimpinan itu mulai tumbuh dalam diri kakak shalih-shalihah di SD Islam Bintang Juara.*** (CM-MRT)