Pendidikan terus berkembang. Tantangan pembelajaran yang semakin beragam mendorong setiap sekolah untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Namun, praktik baik dalam dunia pendidikan tidak seharusnya berhenti di satu sekolah saja. Pengalaman yang telah diterapkan dan terbukti bermanfaat akan semakin bermakna ketika dibagikan kepada sesama pendidik.
Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Pengimbasan Bimbingan Teknis (Bimtek) BOS Kinerja 2026 oleh guru-guru SD Islam Bintang Juara di Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Srikandi pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Contents
Materi Pengimbasan Bimtek BOS Kinerja 2026
Dalam kegiatan ini, kepala sekolah dan guru SD Islam Bintang Juara berkesempatan berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik pembelajaran yang telah diterapkan di lingkungan sekolah. Ada tiga materi utama yang disampaikan, yaitu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), peningkatan skillnumerasi dalam Project Based Learning (PjBL), serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Melalui kegiatan pengimbasan ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga memperoleh inspirasi tentang bagaimana berbagai program dan pendekatan pembelajaran dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.
1. SPMI: Membangun Budaya Mutu dari Dalam Sekolah
Materi pertama disampaikan oleh Bu Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara, dengan topik Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Mutu pendidikan bukan sesuatu yang terbentuk dalam satu waktu. Diperlukan proses yang berkelanjutan, mulai dari mengenali kondisi sekolah, menentukan hal-hal yang perlu ditingkatkan, melaksanakan perbaikan, hingga melakukan evaluasi.
Melalui materi SPMI, peserta diajak memahami pentingnya membangun budaya mutu di lingkungan sekolah. Penjaminan mutu bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah atau tim tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah.
Dengan adanya sistem penjaminan mutu internal, sekolah memiliki landasan untuk terus melakukan perbaikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata. Harapannya, setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
2. Project Based Learning: Menghadirkan Pembelajaran yang Bermakna
Materi kedua membahas tentang kegiatan numerasi dalam Project Based Learning (PjBL) atau pembelajaran berbasis proyek. Materi ini disampaikan oleh Bu Yayuk selaku Wali Kelas 1, Bu Izza selaku Wali Kelas 3 SD, dan Bu Alif selaku Wali Kelas 4 SD Islam Bintang Juara.
Dalam pendekatan PjBL, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui proses pengerjaan proyek yang berkaitan dengan tema atau permasalahan tertentu. Anak tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga terlibat dalam proses mengamati, mencari tahu, mencoba, dan menghasilkan karya.
Melalui berbagi pengalaman penerapan PjBL di kelas, Bu Yayuk dan Bu Alif memberikan gambaran bahwa pembelajaran dapat dirancang lebih kontekstual dan melibatkan keaktifan siswa.
Pendekatan ini juga membuka ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan pengalaman dan keterampilan yang dibangun selama pengerjaan proyek.
Pengalaman penerapan PjBL di SD Islam Bintang Juara menjadi salah satu praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru peserta pengimbasan untuk mengembangkan pembelajaran sesuai karakteristik siswa di sekolah masing-masing.
3. Pemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Pembelajaran
Materi ketiga mengangkat topik pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang disampaikan oleh Pak Amir dan Bu Fia.
Di tengah perkembangan teknologi digital, guru memiliki kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik. Teknologi bukan sekadar pelengkap pembelajaran, tetapi dapat menjadi sarana untuk membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih variatif.
Pada sesi ini, terdapat dua materi yang dibagikan.
Papan Interaktif Digital (PID)
Pak Amir selaku guru Mata Pelajaran Informatika menyampaikan materi mengenai Papan Interaktif Digital (PID). Pemanfaatan PID memberikan alternatif bagi guru untuk menyajikan materi pembelajaran secara lebih interaktif melalui media digital.
Dengan dukungan teknologi ini, proses penyampaian materi dapat dikembangkan agar siswa lebih terlibat dalam kegiatan belajar.
Media Pembelajaran Interaktif (MPI)
Selanjutnya, Bu Fia selaku Wali Kelas 6 membagikan materi tentang Media Pembelajaran Interaktif (MPI).
MPI dapat menjadi salah satu pilihan media untuk membantu guru menyampaikan materi dengan lebih menarik dan memberikan pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara aktif.
Kedua materi tersebut memberikan gambaran bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak harus berhenti pada penggunaan perangkat digital. Hal yang lebih penting adalah bagaimana guru memilih dan mengembangkan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kebutuhan siswa.
Berbagi Praktik Baik, Menguatkan Kolaborasi Antarpendidik
Salah satu hal yang membuat kegiatan pengimbasan ini bermakna adalah materi yang dibagikan berasal dari pengalaman nyata kepala sekolah dan guru SD Islam Bintang Juara.
SPMI, Project Based Learning, Papan Interaktif Digital, hingga Media Pembelajaran Interaktif merupakan praktik yang telah diterapkan di sekolah. Dengan demikian, peserta mendapatkan gambaran yang lebih konkret mengenai penerapan setiap materi dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran.
Alhamdulillah, peserta pengimbasan menyambut kegiatan ini dengan antusias dan merasa senang mendapatkan materi yang bermanfaat serta aplikatif untuk dikembangkan di sekolah masing-masing.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan semangat untuk terus belajar dan berbagi. Setiap sekolah memiliki kondisi dan tantangannya sendiri, tetapi selalu ada kesempatan untuk saling menginspirasi dan mengembangkan praktik baik.
Melalui kegiatan Pengimbasan Bimtek BOS Kinerja 2026 di KKG Gugus Srikandi, SD Islam Bintang Juara berharap pengalaman yang dibagikan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi para pendidik.
Sebab, praktik baik akan semakin bermakna ketika tidak hanya diterapkan, tetapi juga dibagikan. Dari satu sekolah, tumbuh inspirasi untuk banyak sekolah. Dari kolaborasi antarguru, lahir pembelajaran yang semakin berkualitas bagi generasi masa depan.
Semoga semangat berbagi dan berkolaborasi ini terus terjaga demi menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi setiap anak.*** (CM-MRT)
