fbpx

Menurut Carles Wolfgang, ada tiga jenis main bagi anak usia dini. Permainan pertama adalah main sensorimotor atau fungsional, main peran atau simbolik (Main Peran Besar/ Makro dan Main Peran Kecil/ Mikro), dan main pembangunan atau konstruksi (media bersifat cair dan media terstruktur). Menurut Milansky, ada satu jenis main yang ditambahkan yaitu bermain dengan aturan. Permainan ini dapat dilakukan dengan anak yang sudah berusia 7 tahun ke atas.

Anak usia > 2 tahun hingga 4 tahun atau usia kelompok bermain membutuhkan sekitar 50% main sensori motorik, main simbolik dan mulai dilatih ke arah main konstruktif atau membangun dan menghasilkan karya sesuai ide atau gagasannya. Anak usia  > 4 tahun – 7 tahun atau Taman Kanak-kanak, sekitar 50% membutuhkan main konstruktif dengan bahan main cair dan terstruktur serta main simbolik, adapun main sensorimotoriknya telah berkembang ke arah main konstruktif yakni menghasilkan karya sesuai ide gagasannya. Anak usia 7 tahun ke atas atau anak Sekolah Dasar mulai lebih nyaman dan lebih banyak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain konstruktif – menghasilkan karya serta mulai bergerak ke main dengan aturan seperti permainan olah raga, ular tangga, catur, monopoli, main dakon, namun tetap senang bermain simbolik atau main peran.

Main Sensori Motorik , merupakanmain Fungsional. Jenis permainan ini merupakan Kegiatan main yang pertama dan utama bagi anak usia dini. Anak usia 0 – 2 tahun membutuhkan hampir 100% main sensori motorik atau main fungsional. Orang tuasangat tidak disarankan memberikan stimulasi dalam bentuk layar (televisi serta DVD/ VCD player, laptop, tablet, atau smartphone). Melalui kegiatan main sensori motorik anak dapat belajar melalui seluruh panca indera dan hubungan fisik anak dengan lingkungannya,  terutama interaksi dengan orang tuanya dan orang yang mengasuhnya. Ayah Bunda dapat melakkukan dukungan Main Sensori Motorik dengan cara:

  1. Menyediakan kesempatan untuk berhubungan dengan beragam bahan dan alat main (di dalam dan di luar ruangan).
  1. Memberi kesempatan anak untuk bergerak bebas bermain di lantai tanpa meja dan kursi serta halaman atau teras (pastikan aman).
  2. Memberi kesempatan anak untuk berhubungan dengan berbagai jenis bahan main yang mendukung setiap perkembangannya (mengenal tekstur halus – kasar, tebal – tipis, suhu dingin – hangat).
  3. Menyediakan rangkaian rangsangan atau stimulasi sensorimotorik. Bahan dan alat main yang dapat digunakan antara lain beras, biji, kacang, jagung, merica.Pasir, tanah, kerikil, batu, daun, ranting, bunga.Kapas, tisu, beragam jenis kertas, spon. Playdough, clay, ubleg (dari tepung dan pewarna makanan). Air, alat ukur, alat saring, corong air, botol dan jirigen berbagai ukuran dan bentuk. Alat dapur, alat makan dan minum.

Nah, Ayah Bunda itu tadi satu dari tiga jenis main yang dapat kita manfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ayah Bunda dapat memanfaatkan benda-benda yang ada disekitar rumah dan lingkungan. Permainan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan aktivitas sehari-hari di rumah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, Ayah Bunda dapat juga mengakses beragam media sosial kami untuk mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat. Kunjungi kami di Fanpage SD Islam Bintang Juara, Instagram : sdislambintangjuara, youtube : sdislambintangjuara atau di WA : 082314930833.

SETIAP ANAK ADALAH BINTANG DAN BERHAK MENJADI JUARA