fbpx

Setiap anak menyukai aktivitas bermain. Segala sesuatu yang ada di sekitarnya seakan ingin, ia mainkan. Bermain merupakan salah satu kebutuhan utama anak. Pemenuhan kebutuhan main dapat memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak, mulai dari aspek fisik motorik, emosi, sosial, moral, kongitif maupun bahasa. Begitu pula sebaliknya, jika kebutuhan main anak tidak terpenuhi maka akan memberi dampak negatif pada tumbuh kembang anak. Fitrah anak untuk bermain sudah mulai muncul sejak usia 3 – 4 bulan, bayi mulai memainkan anggota tubuhnya dan benda yang ada di sekitarnya. Bayi akan menunjukkan respon senang, tersenyum dan tertawa bahkan mengoceh saat ada orang lain yang menemaninya bermain. Sebaliknya, bayi akan menangis saat dia merasa sendirian atau tanpa mainan di sekitarnya.

Rasulullah SAW pun memberi gambaran betapa Rasul memberi kesempatan pada anak-anak untuk bermain. Hal ini terlihat dari sikap Rasulullah ketika berinteraksi dengan anak-anak diekitarnya. Kisah yang sering kita dengar adalah ketika  Rasul sedang shalat dalam posisi sujud, cucu Rasul yang bernama Hasan dan Husain naik ke atas punggung Rasul, lalu Rasul memperlama waktu sujudnya. Saat Aisyah dinikahi Rasulullah, Aisyah membawa serta mainan bonekanya.

Bermain memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi tumbuh kembang anak. Bermain tidak sekedar bersifat rekreatif, yakni memberi kesenangan atau hiburan. Namun bermain yang dirancang selaras dengan kebutuhan perkembangan anak dapat bernilai edukatif, yakni bermanfaat dalam mengoptimalkan kekuatan gerak fisik dan keseimbangan tubuh anak, melatih pengelolaan emosi anak dan mengembangkan ketrampilan sosial, memperkaya kosa kata serta kemampuan anak dalam berbahasa dan berkomunikasi. Bermain juga bermafaat bagi perkembangan kognitif anak, yakni  mengembangkan kemampuan berpikir logis dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari anak serta menumbuh kembangkan rasa ingin tahu pada anak.

Agar aktivitas bermain anak memberi manfaat dan menjadi aktivitas belajarnya maka bermain perlu dirancang selaras dengan kebutuhan perkembangan anak sejak lahir hingga usia kanak-kanak berakhir. Mengapa demikian, karena bagi anak usia dini bermain itu belajar, belajar itu dilakukan melalui aktivitas bermain yang dirancang untuk menjawab kebutuhan anak. Jadi, bermain bagi anak usia dini bukanlah aktivitas main-main namun sangat penting dalam tumbuh kembangnya. Nah Ayah Bunda, kira-kira permainan seperti apa saja yang dapat mendukung tumbuh kembang anak dan dapat menjadi aktivitas belajar anak? Nantikan pembahasan di artikel kami selanjutnya ya. Ayah Bunda dapat juga mengakses beragam media sosial kami untuk mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat. Kunjungi kami di Fanpage SD Islam Bintang Juara, Instagram : sdislambintangjuara, youtube : sdislambintangjuara atau di WA : 082314930833.

 

SETIAP ANAK ADALAH BINTANG DAN BERHAK MENJADI JUARA