Tidaklah mudah menerapkan suatu hal yang baru. Begitu juga ketika Kurikulum Merdeka dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tentu saja timbul kekhawatiran di hati banyak orang, termasuk juga di hati para guru dan orang tua SD Islam Bintang Juara.
Alhamdulillah masa-masa penuh kekhawatiran tersebut telah terlalui. Yuk, Ayah Bunda, intip bagaimana Ibu Nur Shofwatin Ni’mah, Kepala SD Islam Bintang Juara, mengawal implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Angkatan II Kecamatan Gunung Pati ini.
Di awal Kurikulum Merdeka hadir, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya para guru khawatir akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan filosofi utama yang akan dibangun pada kurikulum ini. Sementara orang tua khawatir akan kesulitan melakukan pendampingan kepada anak-anak ketika di rumah.
Sebagai sosok yang diamanahi sebagai Kepala Sekolah, Bu Ni’mah merasa tertantang untuk mentransfer energi positif kepada tim guru dan meyakinkan mereka bahwa SD Islam Bintang Juara bisa menerapkan kurikulum Merdeka, sesuai dengan tujuan pendidikan serta menerapkan filosofi utama yang akan dibangun. Tantangan lain yang dihadapi oleh Bu Ni’mah yaitu mengajak orang tua untuk mendukung dan mengambil peran dalam implementasi kurikulum Merdeka ini.
Lantas bagaimanakah Bu Ni’mah mengubah tantangan-tantangan tersebut menjadi lima aksi nyata yang luar biasa?
Contents
5 Aksi Nyata dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara
Mengacu pada kompetensi kepala sekolah dalam kepemimpinan pembelajar, Bu Ni’mah dengan segala daya dan upaya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid, perencanaan, pelaksanaan, refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang mengacu pada murid.
Tak hanya itu, Bu Ni’mah juga aktif mengajak para orang tua sebagai pendamping dan sebagai sumber belajar di sekolah. Berikut ini aksi nyata yang dilakukan oleh Bu Ni’mah dalam mengawal penerapan Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara;
1. In-house Training
Untuk membangun persamaan persepsi, dilaksanakan in-house training untuk tim guru tentang Kurikulum Merdeka pada awal tahun pelajaran. Materi yang disampaikan pada in-house training tersebut berdasarkan materi yang diperoleh Bu Ni’mah ketika pelatihan sekolah penggerak angkatan 2.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan seperti apa Kurikulum Merdeka, memberikan penguatan, motivasi dan persamaan persepsi kepada seluruh guru. Saat persepsi seluruh tim telah terbangun dalam pondasi yang sama, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah menjadi lebih mudah dan terarah.
2. Rapat Kerja
Aksi nyata yang kedua yakni rapat kerja pada awal tahun pelajaran. Kegiatan ini sebenarnya hal yang biasa dilakukan setiap awal tahun, bedanya pada rapat kerja tahun pelajaran 2022-2023, Bu Ni’mah membentuk komunitas praktisi setiap fase. Setiap pekannya, komunitas praktisi berkoordinasi dengan kepala sekolah bersama tim pada tiap fasenya untuk melakukan refleksi dan evaluasi.

Tak hanya itu, komunitas praktisi juga saling berbagi praktek baik dari implementasi kurikulum merdeka yang telah dilakukan. Sementara itu, refleksi, evaluasi dan berbagi praktek baik komunitas praktisi antar fase dilakukan setiap 6 bulan sekali.
3. Digitalisasi Sekolah
Berdasarkan hasil pengamatan Bu Ni’mah, serta hasil diskusi dengan komite pembelajaran, untuk memonitoring progres capaian siswa baik KKTP atau pun dimensi Profil Pelajar Pancasila (P3), dibutuhkan suatu sistem digital. Oleh karenanya bu Ni’mah kemudian menginisiasi aksi nyata yang ketiga yaitu program digitalisasi sekolah berupa sistem proses PPDB dan Sistem Akademik Kurikulum Merdeka.

Untuk pengembangan sistem tersebut, SD Islam Bintang Juara bekerja sama dengan Dosen UNISSULA Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika.
4. Pemaparan Program dan BBOT
Selain aksi nyata yang berhubungan dengan guru, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan Kurikulum Merdeka kepada orang tua melalui kegiatan pemaparan program pada awal tahun pelajaran. Orang tua diberikan penjelasan terkait Kurikulum Merdeka, antara lain filosofi Kurikulum Merdeka, fase Profil PelajarPancasila (P3), Proyek Penguatan Profil Pelajar Pelajar Pancasila (P5), serta peran orang tua pada implementasi Kurikulum Merdeka.

Untuk mengajak orang tua terlibat dalam implementasi Kurikulum Merdeka, Bu Ni’mah menerapkan program Belajar Bersama Orang Tua atau yang biasa disebut dengan BBOT. Keterlibatan orang tua dalam program ini yaitu dengan menjadi narasumber BBOT.
Setiap orang tua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk didapuk sebagai narasumber BBOT. Bukan hanya para orang tua siswa yang memiliki profesi atau gelar tertentu, orang tua siswa yang sehari-hari menjadi Ibu Rumah Tangga juga dilibatkan. Hal tersebut untuk menunjukkan kepada siswa bahwa setiap kegiatan bisa memiliki manfaat bagi umat.
Tak hanya sebagai narasumber BBOT, orang tua juga dilibatkan sebagai narasumber P5.
5. Penjelasan kepada Siswa
Selain kepada orang tua, Bu Ni’mah juga mensosialisasikan kepada siswa tentang Kurikulum Merdeka, meliputi penjelasan tentang fase Profil Pelajar Pancasila, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta peran siswa dalam Kurikulum Merdeka.

Alhamdulillah kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara selalu antusias di setiap kegiatan P5. Bahkan pada momen B-Fest, seluruh panitia kegiatan dipegang oleh kakak shalih-shalihah.
Dampak Aksi Nyata Implementasi Kurikulum Merdeka untuk SD Islam Bintang Juara
Aksi-aksi nyata dalam penerapan Kurikulum Merdeka tersebut menghasilkan sesuatu hal yang sangat bermakna di SD Islam Bintang Juara, antara lain:
- Tumbuh budaya diskusi yang konsisten, baik dengan kepala sekolah ataupun antar guru tentang progress pelaksanaan kurikulum Merdeka yang telah dilakukan.
- Silaturahim antara orang tua dan sekolah terbangun dengan baik. Hal tersebut dikarenakan orang tua merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dampaknya, orang tua lebih proaktif ketika diminta menjadi narasumber program sekolah, lebih terbuka serta komunikatif memberikan saran kepada sekolah terkait program atau hal lainnya.
Dari serangkaian proses implementasi Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah menyampaikan bahwasanya pembelajaran yang dapat diambil yaitu;
“Perubahan itu mutlak terjadi dalam setiap kondisi, maka kita harus siap terus untuk menjadi generasi pembelajar dan mengambil hikmah agar kita bisa menghadapi perubahan dengan sebaik-baik ikhtiar.”
Ayah Bunda, saksikan dan dukung video Berbagi Praktik Baik: Peran Kepala Sekolah Mengawal Implementasi Kurikulum Merdeka yuk: