Hari itu suasana berbeda terasa sejak pagi di SD Islam Bintang Juara. Kakak shalih-shalihah kelas 3 tampak begitu antusias. Ada yang sibuk memastikan topinya sudah dipakai, ada yang menggenggam botol minum erat-erat, dan ada pula yang tidak berhenti bertanya,
“Benarkah nanti bisa naik mobil evakuasi?”
Kamis, 7 Mei 2026 menjadi pengalaman belajar yang tidak biasa bagi kakak kelas 3. Melalui kegiatan Outing Class, mereka diajak mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang yang berlokasi di Kompleks Terminal Penggaron, Kota Semarang.
Bukan sekadar jalan-jalan, outing class kali ini menjadi petualangan penuh ilmu tentang kebencanaan, keselamatan, dan bagaimana cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi.
Contents
Kelas 3 Belajar Mitigasi Bencana Langsung Bersama Ahlinya
Sesampainya di lokasi BPBD, kakak shalih-shalihah disambut hangat oleh para petugas. Wajah penasaran langsung terlihat ketika mereka melihat berbagai kendaraan besar terparkir di area BPBD.
“Ini mobil apa?”
“Kalau banjir pakainya yang mana?”
“Kalau gempa bagaimana menyelamatkan orang?”
Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan.
Kegiatan pertama dimulai dengan touring mengenal kendaraan dan alat-alat yang digunakan dalam proses evakuasi bencana. Kakak diajak melihat langsung:
- Truk evakuasi
- Jeep penyelamat
- Kapal karet
- Tenda darurat
- Dapur umum bencana
- Berbagai perlengkapan keselamatan lainnya
Tidak sedikit yang terpukau ketika melihat ukuran kendaraan evakuasi yang besar dan kokoh. Petugas BPBD menjelaskan bahwa setiap alat memiliki fungsi yang berbeda, tergantung jenis bencana yang terjadi.
Dari sini kakak mulai memahami bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja sama banyak pihak dan peralatan yang tepat.
Merasakan Jadi Korban Evakuasi
Salah satu momen yang paling seru adalah ketika kakak diberi kesempatan naik truk evakuasi.
Dengan tertib, mereka naik satu per satu ke atas kendaraan. Sepanjang perjalanan singkat itu, kakak diajak membayangkan bagaimana situasi saat terjadi bencana.
Petugas menjelaskan bahwa kendaraan seperti ini digunakan untuk membantu masyarakat menuju tempat yang lebih aman saat banjir, longsor, atau kondisi darurat lainnya.
Meski dilakukan dalam suasana aman dan menyenangkan, pengalaman ini membuat kakak belajar berempati. Bahwa di luar sana, ada banyak orang yang benar-benar harus dievakuasi saat terjadi bencana.
Mengenal Risiko Bencana Kota Semarang
Kegiatan berikutnya berlangsung di ruang Pusdatin (Pusat Data dan Informasi). Di ruangan ini, kakak melihat peta besar Kota Semarang yang menunjukkan berbagai wilayah dengan risiko bencana tertentu.
Petugas menjelaskan:
- Wilayah yang rawan banjir
- Area yang memiliki potensi longsor
- Daerah dengan risiko genangan air tinggi
Kakak tampak serius memperhatikan penjelasan tersebut.
Melalui kegiatan ini, mereka belajar tentang bentang alam Kota Semarang dan memahami bahwa kondisi geografis sangat memengaruhi risiko bencana di suatu wilayah.
Belajar jadi terasa lebih nyata karena tidak hanya membaca dari buku, tetapi melihat langsung data dan penjelasannya.
Belajar Evakuasi Diri dengan Benar
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di aula utama BPBD. Di sinilah kakak mendapatkan materi penting tentang mitigasi bencana dan evakuasi diri.
Petugas mengajak kakak berdiskusi:
- “Apa yang harus dilakukan kalau terjadi gempa?”
- “Kenapa tidak boleh panik?”
- “Bagaimana cara melindungi diri?”
Kakak juga diajak menonton video simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Dari video tersebut, mereka belajar langkah-langkah penting, seperti:
- Berlindung di bawah meja
- Melindungi kepala
- Tidak berebut saat evakuasi
- Mengikuti jalur penyelamatan
Petugas juga memberikan contoh sederhana bagaimana melindungi kepala menggunakan benda di sekitar, termasuk ember atau tas sekolah. Kegiatan ini membuat kakak memahami bahwa keselamatan diri dimulai dari pengetahuan yang benar.
Simulasi Gempa yang Menegangkan tapi Seru
Puncak kegiatan hari itu adalah simulasi bencana gempa bumi.
Sirine pertama berbunyi. Dengan sigap, kakak segera memakai sepatu dan melindungi kepala menggunakan tas masing-masing. Wajah mereka tampak serius mengikuti arahan petugas.
Sirine kedua berbunyi. Kakak mulai mencari tempat aman sesuai instruksi. Ada yang berlindung, ada yang memastikan temannya aman.
Sirine ketiga berbunyi. Satu per satu kakak berjalan tertib mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul aman.
Simulasi ini terasa begitu nyata. Meski dilakukan dalam suasana pembelajaran, kakak belajar bahwa saat bencana terjadi, ketenangan dan kesiapan sangat penting.
Belajar yang Tidak Terlupakan
Outing Class ke BPBD ini bukan hanya tentang melihat kendaraan atau mencoba simulasi. Lebih dari itu, kakak belajar:
- Mengenali tanda-tanda bencana
- Pentingnya menjaga keselamatan diri
- Cara bersikap tenang saat kondisi darurat
- Pentingnya kerja sama dalam situasi bencana
Kegiatan seperti ini menjadi pembelajaran kontekstual yang sangat bermakna bagi anak-anak. Karena ilmu tentang keselamatan bukan hanya untuk dihafal, tetapi untuk dipahami dan dipraktikkan.
Menumbuhkan Kepedulian Sejak Dini
Di akhir kegiatan, kakak shalih-shalihah tampak masih antusias menceritakan pengalaman mereka.
- Ada yang paling senang naik truk evakuasi.
- Ada yang terkesan dengan simulasi gempa.
- Ada pula yang mulai memahami mengapa kita harus siap menghadapi bencana.
Dari kegiatan ini, tumbuh satu hal penting dalam diri anak-anak: kepedulian. Bahwa menjaga diri sendiri juga berarti menjaga orang lain. Bahwa kesiapsiagaan adalah bagian dari tanggung jawab bersama.
Semoga pengalaman belajar di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang ini menjadi bekal berharga bagi kakak shalih-shalihah. Tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga membangun keberanian, kepedulian, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di kehidupan nyata.*** (CM-MRT)