fbpx

SD Islam Bintang Juara senantiasa berkembang dalam memberikan layanan pendidikan terbaik. Pada tahun pelajaran 2024-2025, hasil asesmen hanya diberikan secara klasikal, sementara itu wali murid hadir secara berbarengan baru saat pemaparan program.

Namun, dengan kesadaran bahwa peran orang tua dalam pendidikan anak sangat besar, tahun ini diadakan kegiatan Silaturahim dan Penyerahan Hasil Asesmen sebagai bentuk apresiasi dan komunikasi yang lebih personal. Kegiatan bermakna ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Februari 2025 bertempat di lantai 2 Gedung A SD Islam Bintang Juara.

Pembukaan Acara dengan Nuansa Keislaman

Acara ini dibuka oleh Bu Yayuk selaku MC. Agar penuh hikmah dan bermakna, Pak Solekan membacakan Al-Qur’an Surah Luqman, yang mengajarkan pentingnya ilmu dan kebijaksanaan dalam mendidik anak.

Pentingnya Literasi dan Numerasi Sejak Dini

Dalam sambutannya, Bu Ni’mah, Kepala SD Islam Bintang Juara, menekankan bahwa persiapan literasi dan numerasi sebelum memasuki jenjang SD sangatlah penting. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga mencakup keterampilan komunikasi anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, numerasi tidak hanya tentang menghitung, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah dan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengenali pola, bentuk, lokasi, serta pengukuran dan analisis data.

Bagi calon siswa dari PAUD Islam Bintang Juara, penguatan literasi dan numerasi telah disisipkan dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Sementara untuk TK B, aspek ini semakin diperkuat di Sentra Persiapan.

Untuk membantu persiapan anak, Bu Ni’mah memberikan saran kepada para orang tua, termasuk mulai mencari sepatu hitam bertali yang akan digunakan di SD Islam Bintang Juara. Terkait pemilihan sepatu bertali ini memiliki filosofi tersendiri yang InsyaAllah akan dibahas lebih lanjut pada artikel tersendiri, Ayah Bunda.

galeri silaturahim dan penyerahan hasil asesmen

Pemaparan Bunda Vivi Psikolog: Aspek Perkembangan Anak

Setelah pemaparan dari Bu Ni’mah, acara dilanjutkan dengan sesi oleh Bunda Vivi, seorang psikolog pendidikan sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika, yang membahas aspek perkembangan anak sebagai bekal memasuki jenjang SD.

Berikut ini beberapa aspek yang perlu dikuatkan dalam diri kakak shalih-shalihah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar:

Sensori Motorik

Anak perlu diberikan berbagai aktivitas yang mengasah keterampilan motorik kasar dan halus. Contoh kegiatan: bermain lompat tali, meronce, menggambar, atau menyusun balok.

Emosi dan Sosial

Anak harus belajar mengelola emosi dan berinteraksi dengan orang lain. Kegiatan yang disarankan: bermain peran, berdiskusi, dan belajar berbagi.

Bahasa

Kemampuan berbahasa berkembang dari mendengar, berbicara, membaca, hingga menulis. Orang tua dapat menstimulasi dengan membacakan buku dan mengajak anak bercerita.

Kognitif

Anak perlu diajarkan berpikir kritis dan memecahkan masalah sejak dini. Bermain puzzle, permainan strategi, dan eksplorasi sains dapat mendukung perkembangan ini.

Estetik

Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berekspresi melalui seni. Menggambar, mewarnai, menari, dan bermain musik bisa menjadi media eksplorasi mereka.

Sebagai awalan, Bunda Vivi Psikolog meminta Ayah Bunda yang hadir untuk menuliskan satu kalimat tentang karakter anaknya masing-masing. Lalu diceritakan kepada ayah bunda di sebelahnya, sekalian berkenalan. Bunda Vivi Psikolog juga mengajak Ayah Bunda untuk melakukan kegiatan main yang bisa dilakukan di rumah dalam rangka mempersiapkan kematangan kakak shalih-shalihah melanjutkan ke jenjang SD.

Landasan Utama: Nilai Agama dan Moral

Bunda Vivi menekankan bahwa kecerdasan sejati bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang kemampuan mengelola emosi, menyelesaikan masalah, menciptakan karya, dan memberi manfaat bagi sekitar.

Menurut Howard Gardner, anak-anak memiliki Delapan Kecerdasan Majemuk, yaitu:

  • Linguistik (bahasa)
  • Matematis (logika)
  • Spasial (visual)
  • Musikal
  • Naturalis (alam)
  • Kinestetis (gerak)
  • Intrapersonal (kesadaran diri)
  • Interpersonal (sosial)

Setiap anak perlu dihargai sesuai potensinya. Orang tua harus mendukung perkembangan anak tanpa membanding-bandingkan dan menikmati proses perjuangan mereka.

Sebagaimana disampaikan dalam HR. Bukhari dan Muslim berikut ini;

hadits tentang fitrah

sejatinya anak adalah pembelajar sejati. Allah SWT telah menginstal fitrah belajar, fitrah keimanan, dan fitrah-fitrah lainnya di dalam diri anak. Namun di tangan orang tua dan guru, fitrah itu bisa tergerus dan tidak berkembang secara optimal. Alhasil, ada anak-anak yang masih memiliki masalah sosial emosi, seperti sulit berpisah dengan orang tua, konfik dengan teman, dan sulit beradaptasi dengan beragam jenis makanan sehat.

Bunda Vivi Psikolog juga memberikan informasi mengenai bahaya gadget yang kini semakin merajalela. SD Islam Bintang Juara menerapkan no screen sepanjang KBM, kecuali memang dibutuhkan. Namun, kebijakan di sekolah tidak akan membawa hasil yang optimal jika di rumah, Ayah Bunda masih belum memberikan batasan yang jelas tentang penggunaan gadget.

Panduan Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Anak

Bunda Vivi memberikan beberapa tips bagi orang tua agar anak dapat berkembang secara optimal:

  • Menyelaraskan prinsip pola pendidikan dan pengasuhan dengan nilai-nilai Islam.
  • Melatih tarbiyah ibadah sejak dini.
  • Bersikap tenang, konsisten, dan fokus dalam mendampingi anak.
  • Membuat jadwal kegiatan harian dan membiasakan anak mengerjakan tugas rumah tangga (chores).
  • Menerapkan prinsip 4D dalam penggunaan gadget: Dibutuhkan, Dipinjami, Didampingi dan Dibatasi
  • Memberikan berbagai aktivitas motorik kasar dan halus.
  • Meningkatkan kemampuan numerasi dan literasi melalui permainan dan membaca buku.
  • Mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi anak dengan membiasakan diskusi.

Peran Guru dalam Mengoptimalkan Potensi Siswa

Selain peran orang tua, guru di SD Islam Bintang Juara juga berkomitmen untuk:

  • Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa.
  • Mengapresiasi keberagaman potensi anak.
  • Menggunakan metode pembelajaran yang beragam dan inovatif.
  • Memberikan motivasi dan dorongan agar anak percaya diri.
  • Menjadi teladan dalam ucapan dan sikap.
  • Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran.
  • Menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah anak.
  • Memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan mengembangkan kreativitasnya.

Kesimpulan: Setiap Anak Adalah Bintang yang Berhak Menjadi Juara

Setiap anak adalah fitrah yang perlu dididik dengan kasih sayang dan kebijaksanaan sesuai nilai-nilai Qur’ani. Kecerdasan anak dapat berkembang di berbagai bidang sesuai dengan kebutuhannya.

Orang tua adalah guru pertama dan utama dalam pendidikan anak. Oleh karena itu, peran mereka dalam membimbing, mendampingi, dan memberikan teladan sangatlah penting.

Sesuai dengan tagline SD Islam Bintang Juara, yaitu: “Setiap Anak adalah Bintang dan Berhak Menjadi Juara.” Juara bukan sekadar tentang piala atau medali, tetapi tentang usaha, ketekunan, dan perkembangan potensi diri. Mari bersama mendukung anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.

Alhamdulillah, kegiatan silaturahim dan penyerahan hasil asesmen calon peserta didik gelombang 1 tuntas dilaksanakan. SD Islam Bintang Juara masih membuka gelombang 2 pendaftaran siswa baru hingga bulan Maret 2025. Penasaran dengan program-program Sekolah Calon Pemimpin Muslim ini? Ayah Bunda bisa mengikuti School Touring Batch #4 pada hari Selasa, 11 Februari 2025. Kuota terbatas!***(CM-MRT)