Suasana aula sekolah pagi itu terasa berbeda. Senyum ceria, rasa penasaran, dan semangat kebersamaan memenuhi ruangan ketika kakak shalih–shalihah berkumpul untuk mengikuti Puncak Festival Ramadan Calon Pemimpin Muslim di SD Islam Bintang Juara.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 ini menjadi penutup rangkaian kegiatan Ramadan yang telah berlangsung selama beberapa hari sebelumnya. Acara dipandu dengan hangat dan penuh semangat oleh Pak Amir dan Bu Laila, yang mengajak seluruh peserta menikmati setiap momen kegiatan dengan penuh kegembiraan.
Puncak Festival Ramadan tidak hanya menjadi momen pengumuman pemenang lomba. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diisi dengan penguatan materi tentang Idulfitri, penampilan inspiratif dari para peserta terbaik, serta pembagian apresiasi kepada siswa-siswi yang telah menunjukkan bakat dan usaha terbaik mereka.
Contents
Penguatan Materi Idulfitri: Kembali kepada Kesucian
Sebelum memasuki sesi pengumuman pemenang festival, kegiatan diawali dengan penguatan materi tentang Idulfitri yang disampaikan oleh Pak Ali.
Dalam pemaparannya, Pak Ali menjelaskan bahwa Idulfitri memiliki makna yang sangat mendalam. Secara bahasa, Idulfitri berarti kembali kepada kesucian. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam diharapkan kembali menjadi pribadi yang lebih bersih—baik hati, pikiran, maupun perbuatannya.
Pak Ali juga mengajak kakak shalih–shalihah memahami berbagai hal penting yang berkaitan dengan salat Idulfitri.
Beliau menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan salat Idulfitri dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum waktu zuhur. Ini berbeda dengan salat Jumat yang dilaksanakan pada waktu zuhur.
Selain waktu pelaksanaan, terdapat juga perbedaan dalam jumlah takbir pada salat Idulfitri.
Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir, dan jika ditambah dengan takbiratul ihram, maka jumlahnya menjadi delapan kali takbir. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca surah pendek, dan yang disunnahkan adalah Surah Al-A’la.
Sedangkan pada rakaat kedua, terdapat lima kali takbir. Jika ditambah dengan takbiratul qiyam, jumlahnya menjadi enam kali takbir.
Agar penjelasan semakin mudah dipahami, Pak Ali kemudian mengajak Kak Syabil dan Kak Nadhif untuk maju ke depan menjadi model praktik salat Idulfitri. Dengan contoh langsung, kakak shalih–shalihah dapat melihat secara jelas urutan gerakan dan bacaan salat Idulfitri.
Pak Ali juga mengajarkan niat salat Idulfitri, yaitu:
“Ushalli sunnatan li ‘iidil fithri rak‘ataini ma’muuman lillaahi ta‘aalaa.”
Artinya: Saya niat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
Di akhir sesi, Pak Ali juga mengingatkan beberapa sunnah sebelum melaksanakan salat Idulfitri, di antaranya:
- Makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat
- Mandi untuk menyambut Idulfitri dengan niat karena Allah Ta’ala
- Berhias secukupnya, mengenakan pakaian terbaik dan wewangian
- Berjalan kaki menuju tempat salat, serta dianjurkan mengambil jalur berbeda saat berangkat dan pulang
- Mengumandangkan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah
Penjelasan ini menjadi bekal berharga bagi kakak shalih–shalihah agar dapat menyambut Idulfitri dengan pemahaman yang benar.
Penampilan Bermakna dari Peserta Terbaik
Setelah sesi penguatan materi, acara dilanjutkan dengan penampilan istimewa dari para peserta terbaik Festival Ramadan.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah ceramah dari Kak Akhtar, yang menjadi peserta terbaik Da’i Cilik kelas tinggi. Dalam ceramahnya, Kak Akhtar menyampaikan pesan tentang pentingnya adab seorang anak kepada orang tua dan guru.
Ia mengingatkan bahwa ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. Pesan yang sederhana namun penuh makna ini disampaikan dengan penuh percaya diri.
Selanjutnya, suasana menjadi lebih meriah dengan penampilan Kak Sena dan Kak Balya yang menyanyikan lagu Rukun Iman. Lagu tersebut mengajak semua yang hadir untuk kembali mengingat dasar-dasar keimanan dalam Islam.
Tidak kalah menarik, Kak Ayra tampil membawakan cerita Islami tentang Nabi Nuh AS, nabi yang dikenal dengan kisah bahteranya yang menyelamatkan orang-orang beriman dari banjir besar.
Penampilan lain datang dari Kak Ihsan, yang menyampaikan ceramah bertema Nuzulul Qur’an, serta Kak Ganendra yang bercerita tentang salah satu sahabat Rasulullah, Usamah bin Zaid, seorang pemimpin muda yang dipercaya Rasulullah memimpin pasukan di usia yang sangat muda.
Acara penampilan ditutup dengan duet merdu dari Kak Naura dan Kak Neyva, yang membawakan lagu Islami dengan penuh penghayatan.
Puncak Festival Ramadan: Pengumuman Peserta Terbaik
Momen yang paling ditunggu-tunggu akhirnya tiba: pengumuman pemenang Festival Ramadan Calon Pemimpin Muslim. Sorak sorai dan tepuk tangan meriah mengiringi setiap nama yang dipanggil. Berikut daftar peserta terbaik dalam berbagai cabang lomba:
1. Festival Azan
A. Kelas Rendah
- Juara 1: Fatih (2A)
- Juara 2: Zaky (3A)
- Juara 3: Dipa (2A)
B. Kelas Tinggi
- Juara 1: Royan (5)
- Juara 2: Naoki (4B)
- Juara 3: Farabi (6)
2. Festival Da’i Cilik
A. Kelas Rendah
- Juara 1: Ihsan (3B)
- Juara 2: Alin (3A)
- Juara 3: Hafsa (3B)
B. Kelas Tinggi
- Juara 1: Akhtar (5)
- Juara 2: Hasna (4A)
- Juara 3: Zahra (6)
3. Festival Kaligrafi
A. Kelas Rendah
- Juara 1: Afsenia (3A)
- Juara 2: Jezira (3A)
- Juara 3: Feisya (3B)
B. Kelas Tinggi
- Juara 1: Al Kindi (4A)
- Juara 2: Damar (4B)
- Juara 3: Ghaza (5)
4. Festival Tahfiz
A. Kelas Rendah
- Juara 1: Hisyam (3B)
- Juara 2: Oki (1C)
- Juara 3: Kaira (1B)
B. Kelas Tinggi
- Juara 1: Hya (5)
- Juara 2: Banyu (5)
- Juara 3: Fakhri (4B)
5. Festival Duet Islami
A. Kelas Rendah
- Juara 1: Sena – Hanya (2A)
- Juara 2: Gentala – Jaziel (3A)
- Juara 3: Rama – Karuna (1A)
B. Kelas Tinggi
- Juara 1: Naura – Neyva (4B)
- Juara 2: Satria – Gesang (5)
- Juara 3: Syabil – Aqasha (6)
6. Cerita Islami
A. Kelas Rendah
- Juara 1: Aira (3B)
- Juara 2: Hanif (3A)
- Juara 3: Abim (3B)
B. Kelas Tinggi
- Juara 1: Ganendra (4A)
- Juara 2: Aleena (4A)
- Juara 3: Sophia (4B)
7. Pengetahuan PAI & BTQ
A. Kelas Rendah
- Juara 1: Rafif (3A)
- Juara 2: Nura (2A)
- Juara 3: Rumaisa (1B)
B. Kelas Tinggi
- Juara 1: Thalita (5)
- Juara 2: Moza (4A)
- Juara 3: Lina (4B)
8. Festival Tartil
Khusus untuk festival ini hanya diperuntukkan bagi kelas tinggi, terutama yang sudah belajar Qiraaty Juz 27 dan Ghorib. Dan inilah para peserta terbaiknya:
- Juara 1: Yossi (5)
- Juara 2: Nadhif (6)
- Juara 3: Allea (5)
Menumbuhkan Calon Pemimpin Muslim
Puncak Festival Ramadan bukan hanya tentang memenangkan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk belajar percaya diri, berani tampil, serta menyalurkan bakat dan potensi yang dimiliki.
Dari panggung kecil tempat mereka membaca Al-Qur’an, bercerita tentang kisah para nabi, hingga menyampaikan ceramah, tumbuh benih-benih calon pemimpin Muslim masa depan. Generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, keberanian, dan semangat untuk menyebarkan kebaikan.
Karena sejatinya, Ramadan adalah waktu terbaik untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik, dan melalui kegiatan seperti inilah nilai-nilai tersebut mulai ditanamkan sejak dini kepada kakak shalih–shalihah di SD Islam Bintang Juara.*** (CM-MRT)
