“Siapa yang tahu apa itu energi?”
Pertanyaan sederhana itu membuka pagi yang penuh rasa ingin tahu di kelas 3A SD Islam Bintang Juara, Jumat, 6 Februari 2026. Bukan pelajaran IPA biasa, hari itu kakak shalih–shalihah mengikuti kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) bersama Ayah Tri Widatma, Ayah dari Kak Zaki. Tema yang diangkat pun sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: energi.
Energi sering disebut, sering digunakan, tapi jarang benar-benar dipahami maknanya oleh anak-anak. Melalui BBOT ini, kakak kelas 3A diajak bukan hanya menghafal definisi, tetapi merasakan, memikirkan, dan mempraktikkan apa itu energi—dengan cara yang seru dan membekas.
Contents
Energi Ada di Sekitar Kita
Ayah Tri membuka sesi dengan mengajak kakak-kakak berdiskusi. Tidak langsung memberi definisi, Ayah justru meminta kakak shalih–shalihah menjelaskan energi dengan bahasa mereka sendiri. Kelas pun menjadi hidup. Tangan-tangan kecil mulai terangkat, wajah-wajah penuh semangat ingin menyampaikan pendapat.
Salah satu kakak yang dengan percaya diri mengangkat tangan adalah Kak Nazril. Ia menyebutkan bahwa energi panas adalah salah satu contoh energi. Jawaban itu langsung disambut dengan antusias. Ayah Tri kemudian menambahkan contoh-contoh sederhana dari energi panas yang dekat dengan kehidupan anak-anak: panas matahari, api kompor, hingga tubuh yang terasa hangat setelah berlari.
Dari diskusi ini, kakak shalih–shalihah mulai menyadari bahwa energi bukanlah konsep jauh dan abstrak. Energi selalu hadir dalam aktivitas mereka sehari-hari.
Apa Itu Energi? Definisi yang Mudah Dipahami Anak
Untuk menguatkan pemahaman, Ayah Tri kemudian menjelaskan dengan bahasa yang sederhana namun bermakna:
“Energi adalah daya atau kekuatan yang bisa membuat sesuatu bergerak, menyala, atau berubah.”
Contoh-contoh pun langsung diberikan:
- Saat kakak berlari, tubuh membutuhkan energi.
- Saat lampu menyala, ada energi listrik yang bekerja.
- Saat kipas angin berputar, ada energi yang menggerakkannya.
Penjelasan ini membuat kakak shalih–shalihah mengangguk-angguk paham. Energi tidak lagi sekadar kata di buku pelajaran, tetapi sesuatu yang benar-benar mereka alami.
Macam-Macam Energi yang Ada di Sekitar Kita
Ayah Tri kemudian mengajak kakak kelas 3A menjelajah berbagai jenis energi yang ada di sekitar mereka.
Energi Angin
Angin disebut sebagai sumber energi. Angin yang bergerak dapat menggerakkan kincir angin, lalu menghasilkan energi lain berupa listrik. Dari sini, kakak belajar bahwa satu jenis energi bisa berubah menjadi bentuk energi lainnya.
Energi Cahaya
Energi cahaya alami berasal dari matahari. Matahari membantu manusia melihat, menghangatkan bumi, dan bahkan membantu tumbuhan tumbuh dengan baik.
Energi Air
Air yang mengalir bisa menggerakkan kincir air dan menghasilkan listrik. Diskusi pun berkembang hingga membahas manfaat pohon, yang membantu menjaga ketersediaan air. Kakak belajar bahwa menjaga lingkungan juga berarti menjaga sumber energi.
Energi dari Makanan: Kenapa Harus Mau Makan?
Bagian ini menjadi salah satu momen paling “kena” di hati kakak shalih–shalihah. Ayah Tri menyentil dengan pertanyaan yang sangat relate:
“Kenapa ya, kadang kakak susah banget diminta makan?”
Pertanyaan ini disambut tawa kecil dan wajah-wajah malu. Ayah kemudian menjelaskan bahwa makanan adalah sumber energi utama tubuh. Agar tubuh bisa beraktivitas dengan baik, dibutuhkan makanan dengan kandungan:
- Karbohidrat
- Protein
- Vitamin
- Mineral
- Lemak
Semua zat gizi tersebut membantu tubuh menghasilkan energi. Tanpa energi dari makanan, tubuh akan lemas dan sulit fokus belajar. Pesan sederhana ini menjadi pengingat penting bagi kakak shalih–shalihah untuk lebih menghargai makanan yang tersedia.
Energi Bahan Bakar dan Cara Menghemat Energi
Ayah Tri juga mengenalkan energi bahan bakar, seperti bensin dan gas, yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sini, diskusi berlanjut pada cara menghemat energi.
Kakak diajak berpikir: mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan air secukupnya, dan tidak boros energi. Nilai kepedulian terhadap lingkungan pun ditanamkan sejak dini melalui diskusi sederhana namun bermakna.
Yang Paling Ditunggu: Waktunya Eksperimen!
Setelah diskusi panjang yang penuh interaksi, tibalah momen yang paling dinanti: eksperimen membuat mobil angin. Wajah kakak kelas 3A langsung berbinar. Inilah saatnya membuktikan bahwa energi benar-benar bisa dilihat dan dirasakan.
Kakak dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing terdiri dari empat anak. Mereka belajar bekerja sama, berbagi tugas, dan saling membantu sejak proses awal.
Bahan yang Digunakan:
- Botol bekas
- Empat tutup botol
- Dua sumpit atau tusuk sate
- Balon
- Dua sedotan (salah satunya sedotan tekuk)
- Lem tembak
Proses Membuat Mobil Angin: Belajar Teliti dan Kerja Sama
Ayah Tri memandu langkah demi langkah dengan sabar:
- Sedotan dipotong menjadi dua bagian.
- Lem tembak dipanaskan.
- Sedotan ditempel presisi di bagian bawah botol agar mobil bisa seimbang.
- Sedotan tekuk dimasukkan ke balon, lalu diikat kuat.
- Tutup botol dilubangi dan dipasang pada sumpit sebagai roda.
- Balon dimasukkan ke bagian atas botol.
Setiap langkah mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan kerja sama. Tidak semua kelompok langsung berhasil, tapi justru di situlah proses belajar terjadi.
Balon Ditiup, Mobil Pun Melaju!
Saat balon ditiup dan dilepaskan, terdengar sorak sorai di kelas. Mobil dari botol bekas pun melaju! Kakak shalih–shalihah menyaksikan langsung bagaimana energi angin dari balon dapat menggerakkan mobil.
Ayah Tri kemudian mengajak seluruh kelompok untuk bertanding. Mobil mana yang melaju paling cepat? Namun penilaian tidak hanya soal kecepatan. Kelompok yang dinilai terbaik adalah kelompok yang sejak awal bekerja sama dengan baik.
Kelompok terbaik hari itu adalah kelompok Kak Wildan. Namun Ayah Tri menutup dengan pesan yang sangat menenangkan:
“Hari ini semua kakak kelas 3A adalah pemenang. Karena semuanya sudah berusaha, fokus, dan saling bekerja sama.”
Belajar Energi, Belajar Kehidupan
BBOT Kelas 3A hari itu bukan sekadar belajar tentang energi. Kakak shalih–shalihah belajar tentang:
- Berani mengemukakan pendapat
- Menghargai ide teman
- Bekerja sama dalam kelompok
- Tidak menyerah saat mencoba hal baru
Melalui eksperimen mobil angin, konsep energi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dipraktikkan langsung dengan penuh kegembiraan.
Penutup: Energi yang Menyalakan Semangat Belajar
Alhamdulillah, sesi BBOT bersama Ayah Tri Widatma berjalan dengan sangat seru dan bermakna. Kakak kelas 3A pulang dengan senyum lebar, cerita baru, dan pemahaman yang lebih utuh tentang energi.
Belajar hari itu membuktikan bahwa ketika sekolah, orang tua, dan anak berjalan bersama, pembelajaran menjadi lebih hidup, bermakna, dan menggembirakan.
Karena energi bukan hanya tentang panas, cahaya, atau angin—tetapi juga tentang semangat belajar yang terus menyala.***