fbpx

Ayah Bunda, sudahkah kakak shalih-shalihah dibekali cara menjaga keselamatan di rumah? Kini saatnya ajarkan kakak shalih-shalihah mengetahui cara menjaga keselamatan di sekolah.

Materi ini merupakan bagian dari paparan Bunda Perdana pada kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) di kelas 2 SD Islam Bintang Juara. Setelah kakak shalih-shalihah diajak melakukan ice breaking, mengenal arti istilah keselamatan dan aturan keselamatan, serta tata cara menjaga keselamatan di rumah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah mengenal beragam aturan di sekolah dan bagaimana menjaga keselamatan diri saat berada di sekolah.

Mengenal Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah

Ayah Bunda, yuk ajak kakak shalih-shalihah untuk recalling mengenai apa itu keselamatan dan aturan keselamatan. Apakah kakak shalih-shalihah masih mengingatnya?

Masya Allah, ternyata kakak shalih-shalihah masih ingat arti dari dua istilah tersebut dengan baik ya, Ayah Bunda? Pasti hal tersebut tidak lepas dari kontribusi Ayah Bunda yang tak pernah lelah melakukan recalling setiap kegiatan yang ada di sekolah. Terima kasih untuk sinerginya di rumah, Ayah Bunda.

BBOT bersama bunda Perdana

Sebagaimana di rumah yang memiliki aturannya masing-masing, di sekolah pun juga memiliki aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Beda sekolah bisa jadi berbeda pula aturannya. Namun secara garis besar, berikut ini aturan-aturan yang bisa ditemukan di sekolah:

  • Hadir di sekolah paling lambat sepuluh menit sebelum bel berbunyi.
  • Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00.
  • Melaksanakan tugas piket dengan penuh tanggung jawab.
  • Wajib membuat surat izin ketika tidak masuk sekolah.
  • Tidak boleh meninggalkan sekolah tanpa izin dari guru.
  • Semua wajib menjaga ketertiban dan ketenangan di kelas.
  • Siswa dilarang memakai perhiasan dan membawa barang berharga ke sekolah.
  • Siswa harus menghormati kepala sekolah, bapak/ibu guru, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah.
  • Memakai seragam dengan rapi dan atribut lengkap.
  • Siswa laki-laki tidak boleh berambut panjang.
  • Setiap hari Senin, siswa-siswi wajib mengikuti upacara bendera.
  • Dilarang membawa ponsel pintar di lingkungan sekolah.
  • Saling menghormati dan bersikap sopan terhadap sesama.
  • Menghormati hak sesama warga di sekolah.

Tidak semua aturan tersebut bisa ditemukan di SD Islam Bintang Juara ya, Ayah Bunda. Contoh, Ayah Bunda tidak akan menemukan ‘Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00’. SD Islam Bintang Juara tidak menggunakan metode bel ataupun lonceng sebagai penanda dimulainya pelajaran.

Aturan yang tertulis di atas hampir semua berhubungan dengan keselamatan kakak shalih-shalihah, misal;

  • Aturan tidak diperbolehkan membawa perhiasan dan barang-barang berharga, bertujuan agar penampilan kakak shalih-shalihah tidak mencolok dan menimbulkan keinginan orang tidak bertanggungjawab untuk mengambilnya.
  • Aturan meminta izin kepada guru sebelum melakukan aktivitas, bertujuan agar guru bisa mengetahui aktivitas kakak shalih-shalihah dan di mana lokasi kakak shalih-shalihah berada. Di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah dilarang untuk berkegiatan tanpa pendampingan dari guru. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan terpantau dan keamanan kakak shalih-shalihah bisa lebih terjaga.

Beberapa aturan keselamatan lainnya yang ada di sekolah, tak jauh berbeda dengan aturan keselamatan di rumah, seperti:

  • Mematikan saklar lampu saat tidak digunakan.
  • Mematikan keran air setelah selesai penggunaannya.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Mengembalikan mainan dan alat tulis ke tempat semula setelah selesai digunakan.

Bekali Kakak Shalih-shalihah tentang 6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah

Setelah kakak shalih-shalihah memahami berbagai aturan di sekolah, khususnya aturan yang berhubungan dengan keselamatan diri, yuk saatnya membekali kakak shalih-shalihah tentang 5 cara menjaga keselamatan di sekolah. Berikut ini cara yang disampaikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2:

cara menjaga keselamatan di sekolah

1. Menaati Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah

Ayah Bunda, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menaati aturan keselamatan yang ada di sekolah, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.  Pastikan kakak shalih-shalihah untuk berkegiatan hanya dalam pengawasan guru.

Termasuk juga tentang bermain aman dan nyaman. Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk memastikan apakah temannya aman dan nyaman saat berkegiatan bersama. Bekali kakak shalih-shalihah tentang pentingnya saling menyayangi terhadap sesama.

2. Menghafal Informasi Kontak

Pastikan bahwa kakak shalih-shalihah mengetahui siapa yang harus dihubungi ketika dalam kondisi darurat. Apabila menghafal informasi kontak terasa sulit, biasakan kakak shalih-shalihah untuk menulis nomor telepon Ayah dan Bunda di dalam buku saku.

Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk meminta bantuan kepada guru saat butuh berkomunikasi dengan Ayah Bunda. Misal, karena kakak shalih-shalihah sedang sakit dan butuh dijemput cepat.

3. Memberikan Identitas Barang Pribadi dengan Indikator

Bunda Perdana menyampaikan untuk menjaga keselamatan di sekolah penting menggunakan indikator untuk barang-barang pribadi. Terkadang mencantumkan nama pada barang-barang pribadi justru bisa menimbulkan bahaya. Oleh karenanya Bunda Perdana memberikan saran untuk menempelkan indikator atau semacam stiker khusus yang unik untuk menandai bahwa barang tersebut milik kakak shalih-shalihah.

4. Menjauhkan Barang Berbahaya Dari Jangkauan

Pastikan Ayah Bunda untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak menggunakan barang-barang yang berbahaya, misalnya benda tajam dan api. Terutama saat tidak ada pengawasan dari bapak atau ibu guru.

5. Mematuhi Panduan di Tempat Rawan

Biasanya di tempat-tempat tertentu,  seperti di tangga, di lorong atau di selasar sekolah, terdapat peringatan-peringatan khusus. Contoh: ‘Berhati-hati saat menaiki tangga’, peringatan ini bertujuan agar kakak shalih-shalihah menjaga kontrol dirinya saat berjalan di tangga.

6. Bersikap Hati-Hati Dengan Orang Asing

Walaupun bapak dan ibu guru sudah sedemikian rupa dalam melakukan penjagaan terhadap kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda tetap harus memberikan pemahaman agar senantiasa berhati-hati dengan orang asing.

Bagaimana Ayah Bunda, apakah 6 cara menjaga keselamatan di sekolah sudah tuntas diberikan kepada kakak shalih-shalihah? Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kakak shalih-shalihah di manapun mereka berada ya.

Prosedur Menghadapi Kondisi Darurat di Sekolah

Ayah Bunda, selain diajarkan tips menjaga keselamatan di sekolah, kakak shalih-shalihah kelas 2 juga praktik langsung cara menghadapi berbagai kondisi darurat lo. Masya Allah seru sekali kegiatan praktik tersebut.

praktik menghadapi kondisi darurat di SD Islam Bintang Juara

Dengan mempraktikkan langsung bagaimana merespon sirine tanda terjadinya kebakaran, menempel plester untuk pertolongan pertama pada kecelakaan dan kondisi darurat lainnya, insya Allah ilmu tersebut jadi lebih terekam dalam ingatan kakak shalih-shalihah. Berikut ini beberapa cara yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat di sekolah:

  • Saat kebakaran – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak panik dan segera keluar dari ruangan yang kebakaran. Apabila kebakarannya kecil, kebakaran tersebut insya Allah bisa dihentikan dengan menggunakan kain basah.
  • Saat gempa bumi – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tetap tenang, lalu segera berlindung di bawah meja, atau keluar dari bangunan atau gedung dan mencari lokasi yang lebih aman.
  • Pertolongan pertama –  Apabila kakak shalih-shalihah mengalami kecelakaan kecil di sekolah, misalnya terjatuh saat sedang berlari, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menuju ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan meminta bantuan kepada bapak ibu guru yang bertugas di sana.

galeri kegiatan BBOT menjaga keselamatan SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, materi dari Bunda Perdana yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan di RSUP Kariadi ini sungguh bermanfaat bagi kehidupan kakak shalih-shalihah. Peran Ayah Bunda di rumah tentu saja memberikan teladan dan penguatan agar apa yang disampaikan terkait cara menjaga keselamatan di sekolah bisa terus terbawa dan dipraktikkan oleh kakak shalih-shalihah.***

Sumber:

  • Juknis BBOT Kelas 2
  • Materi Presentasi Bunda Perdana