Alhamdulillahirrobil’alamin telah terlaksana podcast perdana Bincang Ramadhan pada hari Sabtu, 25 Maret 2023. Podcast Bincang Ramadhan yang diinisiasi oleh FORSI (Forum Silaturahmi) Orang Tua Murid SD Islam Bintang Juara pada episode pertama ini mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan.
Disiarkan secara langsung di YouTube Channel SD Islam Bintang Juara, satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunung Pati, pada pukul 16.00 – 17.00. Sebuah sajian menarik sebagai teman berbuka Ayah Bunda.
Podcast Bincang Ramadhan episode satu ini mendapuk drg. Emilliana Tri Sugihari, Bunda dari Kak Kindi Kelas 1A dan Kak Rara Kelas 4A sebagai narasumber. Sementara sebagai host, ada Sukma Mawadati, S.Pd, Bunda Kak Ibrahim Kelas 1A.
Ada banyak sekali tips menjaga kesehatan gigi dan mulut di bulan Ramadhan yang disampaikan oleh drg. Emi, Ayah Bunda penasaran apa sajakah itu?
Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan
Bau mulut memang sangat mengganggu, terutama saat sedang berpuasa. Namun bukan berarti tidak bisa dicegah lo, Ayah Bunda. Berikut ini empat tips yang disampaikan oleh drg. Emi terkait mengatasi bau mulut ketika puasa:
1. Menjaga Kebutuhan Air Minum dan Hindari Makanan Manis
Dijelaskan oleh drg. Emi, salah satu hal yang menyebabkan mulut bau di bulan Ramadhan adalah tidak adanya perputaran air ludah. Sementara saat puasa, kita tidak makan dan minum.
Padahal air ludah dan minuman memiliki fungsi sebagai cleansing, tetapi karena seharian tidak makan dan minum, akhirnya fungsi cleansing tersebut tidak berjalan optimal. Selain berkurangnya produksi air ludah, adanya karang gigi dan gigi berlubang juga berpengaruh sekali pada bau mulut.
Nah, untuk mencegah bau mulut ketika berpuasa, sebaiknya Ayah Bunda mengurangi makanan yang aromanya menyengat, makanan manis dan lengket. Pastikan juga untuk menjaga asupan air putih selama bulan Ramadhan.
2. Tuntaskan Permasalahan Gigi Sebelum Memulai Bulan Ramadhan
Tips dari drg. Emi selanjutnya terkait menjaga kesehatan gigi dan bau mulut di bulan ramadhan adalah mengatasi permasalahan-permasalahan gigi dan mulut sebelum memasuki bulan puasa. Jadi kalau Ayah Bunda ada yang giginya berlubang dan punya karang gigi, sebaiknya bisa mengunjungi dokter gigi sebelum memulai bulan ramadhan.
Namun apabila belum sempat mengunjungi dokter gigi, drg. Emi menyampaikan tidak masalah kok mengatasi permasalahan gigi dan mulut pada saat puasa. Insya Allah tidak akan menyebabkan batal, selama tindakan yang dilakukan masih dalam batas wajar.
3. Menjaga Konsumsi Buah dan Sayur
Bau mulut selama bulan ramadhan juga bisa diatasi dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Kandungan serat di dalam buah dan sayur bisa menyegarkan dan menyehatkan kondisi mulut, Ayah Bunda.
4. Perhatikan Cara Menyikat Gigi yang Benar
Apabila Ayah Bunda merasa tidak percaya diri dengan aroma yang dihasilkan oleh mulut, drg. Emi menyampaikan bahwasanya boleh menyikat gigi saat sedang puasa. Insya Allah tidak akan menyebabkan puasa menjadi batal.
Sesuai juga dengan sunnah Nabi Muhammad SAW kalau sebelum sholat sebaiknya menyikat gigi terlebih dahulu. Ayah Bunda, menyikat gigi pun tidak boleh sembarangan. Ada cara yang tepat lo.
Drg. Emi menyebut caranya sebagai gerakan Merah Putih. Maksudnya gerakan menyikat yang tepat adalah atas ke bawah, yaitu dari gusi (bagian merah) ke gigi (bagian putih).
Bagian gigi dibagi menjadi tiga; bagian depan, bagian samping kiri dan samping kanan. Setiap bagian digosok selama delapan kali. Pastikan untuk menyikat juga bagian belakang gigi, karena pada bagian ini rawan terjadi karang.
Sementara untuk gigi bagian kunyah, boleh banget disikat dengan gerakan maju mundur. Nah, silakan dipraktekkan di rumah ya, Ayah Bunda. Karena menyikat gigi rajin saja tidak cukup, untuk menjaga kesehatan gigi diperlukan juga cara menyikat yang benar dan tepat.
4 tips singkat di atas hanyalah sebagian isi dari podcast tersebut, Ayah Bunda. Drg. Emi juga membahas hal-hal seperti jumlah pasta gigi yang tepat, apakah susu formula berpengaruh dengan kesehatan gigi, pengaruh genetik pada kondisi gigi anak, pembersihan karang gigi, usia terbaik mengajak anak ke dokter gigi, waktu yang tepat untuk mengganti sikat gigi, dan masih banyak lainnya.
Apabila Ayah Bunda ingin melihat keseluruhan tips menjaga kesehatan gigi dan mulut dari drg. Emilliana, silakan langsung tonton saja videonya ya:
Walau mengaku baru pertama kali bertatap muka secara offline, chemistry antara drg. Emilliana dan bunda Sukma sudah sangat terbangun, Ayah Bunda. Tak heran jika podcast perdana Bincang Ramadhan ini berjalan begitu lancar, menyenangkan dan sangat cair.
Alhamdulillah respon dari para penikmat podcast juga sangat baik. Terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk pada saat live streaming.
Insya Allah akan ada episode-episode selanjutnya yang tak kalah menarik dari Bincang Ramadhan perdana ini. Nantikan episode berikutnya hanya di channel YouTube official SD Islam Bintang Juara. Pastikan untuk subscribe terlebih dahulu dan nyalakan notifikasinya untuk mendapat info video terbaru dari kami.
Demikian catatan istimewa Bintang Juara tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut di bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada catatan berikutnya, Ayah Bunda. ***
Ayah Bunda, sudahkah memberikan informasi kepada kakak shalih-shalihah tentang keutamaan membaca surat Al Kahfi? Membaca surat Al Kahfi mengandung banyak manfaat, khususnya jika dibaca pada hari Jum’at.
Bahkan surat Al Kahfi masuk ke dalam amalan-amalan terbaik yang disunnahkan untuk dikerjakan pada hari Jum’at. Nah, sebelum membahas lebih lanjut mengenai keutamaan surat Al Kahfi, mari kita tengok dulu amalan-amalan apa saja yang disunnahkan pada hari Jum’at?
Sunnah-sunnah di Hari Jumat
Disebutkan dalam sebuah hadits yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keistimewaan hari Jum’at:
“Sebaik-baiknya hari yang padanya terbit matahari adalah hari Jumat. Pada hari itulah saat diciptakannya Adam, dimasukkannya ia ke surga, dan dikeluarkannya dari surga.” (HR Muslim).
Ternyata salah satu keistimewaan hari Jum’at karena adanya peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada hari tersebut. Tidak hanya itu, hari Jum’at bahkan disebut dengan rajanya hari sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad dari Sa’ad bin ‘Ubadah dalam sebuah hadits:
“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya Fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”.
Masya Allah, sungguh luar biasa kedudukan hari Jum’at ya, Ayah Bunda? Pantas saja jika banyak amalan-amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan pada hari tersebut. Apa saja hayo?
Membaca Al Kahfi
Memperbanyak Shalawat
Memperbanyak Doa dan Dzikir
Mandi Jumat
Bersiwak, Memotong Kuku, Mencukur Kumis
Berpenampilan Menarik dan Memakai Wewangian
Memang para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait sunnah-sunnah yang bisa dikerjakan pada hari Jum’at tersebut. Namun secara garis besar keenam hal tersebut yang banyak diajarkan oleh para ulama.
Nah, Ayah Bunda apakah sudah melatih kakak shalih-shalihah mengerjakan amalan-amalan tersebut?
5 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi
Di antara banyaknya amalan sunnah pada hari Jum’at, membaca surat Al Kahfi termasuk amalan yang sangat disarankan karena banyak keutamaannya. Hal tersebut berdasarkan beberapa hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh para sahabat, antara lain:
Hadits Riwayat Ad-Darimi: “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.”
Hadits Riwayat Baihaqi: “Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.”
Selain memiliki keutamaan lebih saat dibaca di hari Jum’at, surat Al Kahfi juga memiliki keutamaan saat dihafalkan lo. Terutama apabila kita menghafal 10 ayat pertama. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:
“Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal (HR Muslim).”
Atas keutamaan tersebut, surat Al Kahfi sering dinamai juga dengan surat pelindung fitnah Dajjal. Ayo Ayah Bunda, ajak kakak shalih-shalihah untuk menghafalkan surat Al Kahfi.
Di dalam surat Al Kahfi berisi empat kisah besar; Ashabul Kahfi, Shohibul Jannatain, Nabi Musa dan Nabi Khidir, serta kisah Nabi Zulkarnain. Dari empat kisah tersebut terkandung pesan-pesan yang luar biasa, yaitu:
Untuk melindungi diri dari fitnah Dajjal, kita harus tetap berpegang teguh pada agama Allah SWT.
Demi mempertahankan agama, kita tidak boleh mudah terpukau oleh harta. Kita juga dilarang meninggalkan agama hanya demi urusan dunia.
Pentingnya ilmu dan hidayah.
Amanat seorang pemimpin.
Masya Allah luar biasa ya Ayah Bunda isi dan kandungan dari surat Al Kahfi. Sangat cocok untuk menjadi bahan dialog iman bersama kakak shalih-shalihah.
Agar kakak shalih-shalihah semakin bersemangat untuk mengamalkan dan menghafalkan, yuk ajak mereka untuk mengetahui keutamaan membaca surat Al Kahfi.
1. Dipancarkan Cahaya di Hari Kiamat
Sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits riwayat Al Hakim, Al Baihaqi dan Ad Darimi:
”Barang siapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq.”
2. Mendapat Bimbingan dan Petunjuk dari Allah
Indahnya Al Quran dan hadits adalah dipenuhi kata-kata perumpamaan yang penuh makna. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW berikut ini:
“Sesungguhnya barang siapa membaca surat Al Kahfi di hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya antara dua Jumat,” (HR Hakim).
Cahaya yang dimaksud dalam hadits tersebut bukanlah cahaya dalam arti sebenarnya. Namun cahaya di sini memiliki arti sebagai petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT.
Apabila kita rutin membaca Al Kahfi setiap Jum’at, insya Allah dari Jum’at ini hingga Jum’at pekan depan, Allah akan memberikan kita penjagaan melalui petunjuk dan hidayahNya. Masya Allah ya, Ayah Bunda.
3. Diampuni Dosanya antara Dua Jumat
Tidak hanya diberikan bimbingan dan petunjuk, apabila kita membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, insya Allah akan mendapat ampunan antara dua Jum’at. Sebagaimana tercantum pada sebuah hadits:
“Siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat,” (HR Ibnu Umar).
4. Memberikan Penjagaan pada Tempat Tinggal dari Setan
Salah satu misi besar setan adalah merusak iman dan mengajak manusia untuk tersesat mengikuti jalannya. Oleh karenanya, setan selalu berupaya sepenuh jiwa untuk menggoda manusia agar berhenti melakukan amalan baik dan ibadah.
Nah, membaca surat Al Kahfi secara rutin, khususnya pada hari Jum’at, bisa menghindarkan kita dari godaan setan. Sebagaimana tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Abdullah bin Mughaffal, bahwasanya:
“Sebuah rumah yang selalu dibacakan surah Al Khafi dan surat Al-Baqarah maka rumah itu tidak akan dimasuki setan sepanjang malam tersebut. Dengan demikian, bacalah surat Al Kahfi agar terhindar dari gangguan setan yang terkutuk.”
5. Terlindung dari Fitnah Dajjal
Sebagaimana telah disampaikan pada bagian awal, bahwa salah satu keutamaan surat Al Kahfi adalah sebagai pelindung dari fitnah Dajjal. Selain hadits yang sudah tercantum di atas, ada beberapa hadits lain yang menguatkan mengenai hal ini.
Hadits pertama, dari Abu Darda, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR Ibnu Hibban).
Hadits kedua dinukil dari kitab Al-Mukhtarah karya Al-Hafiz Ad-Diyaul Maqdisi disebutkan dari Abdullah ibnu Mus’ab, dari Manzur ibnu Zaid ibnu Khalid Al-Juhani, dari Ali ibnul Husain, dari ayahnya, dari Ali secara marfu’, yaitu:
“Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka ia dipelihara selama delapan hari dari segala fitnah dan jika Dajjal keluar, maka ia dipelihara dari fitnahnya.”
Masya Allah… Luar biasa bukan keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at? Bagaimana dengan hari ini? Apakah Ayah Bunda sudah mengajak kakak shalih-shalihah untuk mengamalkannya?***
Ekspresikan cinta Ayah Bunda sebelum anak bermasalah.
Itulah pengingat manis dari Abah Ihsan sebelum memaparkan apa saja ekspresi cinta untuk remaja. Kalimat tersebut disampaikan oleh Abah Ihsan pada 6 November 2022 di sebuah parenting class bertajuk Karunia Cinta Remaja yang digelar oleh SD Islam Bintang Juara.
Selama ini sebagai orang tua, Ayah Bunda bisa saja lalai dalam mengekspresikan rasa cinta. Atau menganggap bahwa hal-hal yang sudah dilakukan sehari-hari adalah bentuk cinta, dan menganggap bahwa seharusnya kakak shalih-shalihah bisa menerima cinta tersebut.
Nyatanya, tidak selamanya begitu. Apa yang Ayah Bunda lakukan bisa jadi belum sampai menyentuh hati kakak shalih-shalihah. Bahkan bisa jadi kakak shalih-shalihah menerjemahkan semua fasilitas yang diberikan, semua larangan dan nasihat yang diberikan bukan sebagai bentuk cinta Ayah dan Bunda.
Ada kalanya orang tua baru menyadari kekeliruan dalam cara pengasuhannya saat para remaja mulai menunjukkan perilaku negatif. Saat itulah, orang tua mulai mengubah cara mengekspresikan cintanya.
Namun, apakah Ayah Bunda harus menunggu anak bermasalah terlebih dahulu baru memberikan perhatian dan cinta yang bisa menyentuh hati kakak shalih-shalihah?
Sebuah riset yang dilakukan oleh Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada 2022, membeberkan fakta bahwa dalam 12 bulan terakhir, satu dari tiga remaja Indonesia dengan kisaran usia 10-17 tahun bermasalah dengan kesehatan mental. Jumlah tersebut setara dengan 15,5 juta remaja yang ada di Indonesia.
Fakta lainnya, 1 dari 20 remaja pada usia 10-17 tahun mengalami gangguan mental. Jumlah ini setara dengan 2,45 juta remaja Indonesia.
Miris bukan, Ayah Bunda?
Kunci Menaklukkan Remaja dengan REM – AJA
Selain karena pengaruh lingkungan, pola pengasuhan yang terlalu permisif ataupun terlalu otoriter menjadi penyebab utama dari kesehatan mental para remaja. Oleh karenanya Abah Ihsan menyampaikan bahwasanya cara efektif agar remaja menerima cinta orang tuanya adalah dengan pola REM – AJA.
Apakah Ayah Bunda sudah membaca artikel mengenai penyebab kenakalan remaja yang diterbitkan beberapa waktu lalu? Dalam artikel tersebut, Bintang Juara sudah membeberkan hal-hal apa saja yang bisa menjerumuskan kakak shalih-shalihah berperilaku negatif.
Anak-anak yang memasuki usia pra balig dan balig memasuki masa-masa turbulensi. Dari perubahan hormon hingga tanggung jawab yang berbeda, pastikan Ayah Bunda memberikan pijakan yang kuat dan pandai-pandai ‘menggunakan rem’ di saat yang tepat.
Terlalu banyak larangan tanpa pijakan yang kuat sama bahayanya dengan terlalu permisif tanpa ada arahan. Oleh karenanya orang tua sebaiknya bisa menjadi sahabat bagi para remaja.
Dari data survery yang dilakukan I-NAMHS, salah satu hal yang membuat para remaja mudah stres adalah karena sejak pandemi mereka terbatas dalam beraktivitas. Termasuk menjadi terbatas bertemu dengan para sahabat atau teman-teman dekatnya.
Kenapa bertemu sahabat jauh lebih mengasyikkan daripada berlama-lama dengan orang tua? Bisa jadi karena Ayah Bunda terlalu sering menjadi ‘kanebo kering.’
Apa itu ‘kanebo kering?’
Tidak banyak komunikasi yang produktif, tidak asyik diajak berbincang apa saja. Lebih banyak berbicara sendiri (baca: menasihati) dibandingkan mengajak anak-anaknya berbincang dari hati ke hati. Sementara dengan para sahabatnya, kakak shalih-shalihah bisa bercerita banyak hal.
Agar bisa menjadi sahabat bagi remaja, pastikan Ayah Bunda banyak bertanya dan banyak ngobrol apa saja. Sering-seringlah berbincang tentang hal receh, agar lebih mudah dan luwes ketika mengajak remaja berbicara yang lebih serius.
Insya Allah dengan memosisikan diri sebagai sahabat, cinta di hati anak akan bertumbuh, hingga di dalam hatinya berkata, “I love my parents.” Saat orang tua telah berhasil dekat dan lekat dengan anak, kakak shalih-shalihah tidak akan tega menyakiti hati Ayah Bundanya.
4 Ekspresi Cinta untuk Remaja, Sudahkah Mempraktikkannya di Rumah, Ayah Bunda?
Lalu bagaimana caranya agar Ayah Bunda bisa menjadi sahabat bagi kakak shalih-shalihah? Berikut ini adalah warisan pertama yang seharusnya diberikan oleh para orang tua kepada anak-anaknya.
Warisan pertama ini disebut dengan 4 ekspresi cinta. Apa sajakah itu?
Apabila Ayah Bunda pernah mengikuti Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA), empat ekspresi cinta ini sudah pernah disampaikan oleh Abah Ihsan lo. Hanya saja penerapannya untuk remaja sedikit berbeda.
1. Karunia Waktu
Setiap orang tua ingin anak memenuhi haknya, tetapi sudahkah orang tua memenuhi hak anak? Salah satu hak anak adalah menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya.
Ayah Bunda, pernahkah menyadari betapa cepatnya waktu bergulir? Berapa lamakah orang tua akan hidup bersama anak-anaknya?
Tidak lama, bukan? Hidup sebenarnya sangat singkat. Begitu pula kebersamaan Ayah Bunda dengan kakak shalih-shalihah. Oleh karenanya, buatlah sisa waktu yang dimiliki menjadi lebih bermakna.
Ada dua cara untuk membuat waktu lebih bermakna. Pertama, fokus pada kualitas. Bukan sekadar banyak kegiatan bersama, tapi kualitasnya rendah. Namun bisa jadi kuantitasnya terbatas, namun memiliki kualitas yang tinggi.
Cara pertama ini cocok dipraktikkan bagi Ayah Bunda yang menjalani pernikahan jarak jauh. Misal, Ayah bekerja di luar kota dan hanya bertemu sepekan, sebulan atau beberapa bulan sekali.
Dengan keterbatasan tersebut, pastikan saat memiliki waktu bersama, Ayah Bunda memusatkan perhatian hanya untuk kakak shalih-shalihah. Singkirkan dulu gadget dan segala macam pekerjaan yang bisa menjadi pengganggu.
Cara yang kedua yaitu sama-sama mementingkan poin kualitas dan kuantitas. Tentu saja cara ini jauh lebih baik. Cocok dipraktikkan bagi Ayah Bunda yang sehari-hari bisa lebih sering bertemu dengan kakak shalih-shalihah.
Bisa jadi Ayah Bunda sehari-hari selalu bertemu dan berdekatan dengan kakak shalih-shalihah. Namun apakah benar-benar bersama?
Karena dekat tidak selalu bersama, Ayah Bunda. Dekat itu ukurannya terletak pada fisik. Namun bersama ada keterlibatan di dalamnya. Ayah Bunda melakukan aktivitas yang sama dengan kakak shalih-shalihah, tidak sekadar mengawasi dan mendokumentasikannya.
Kehadiran Ayah Bunda adalah salah satu bukti cinta yang bisa diterima dan dirasakan oleh kakak shalih-shalihah. Dalam hal ini, Ayah Bunda bisa mengekpresikan cinta lewat dua bentuk:
1821 – Pada jam 18.00 – 21.00, singkirkan segala macam ‘benda kotak’ dan melingkar bersama keluarga. Lakukan 3B (Belajar, Bermain, Berbicara) dengan kakak shalih-shalihah. Tentunya untuk pilihan waktu bisa disesuaikan dengan budaya keluarga masing-masing. Hanya saran dari Abah Ihsan, setidaknya alokasikan waktu minimal tiga jam untuk beraktivitas bersama anak.
Private Time – Selain 1821, untuk anak remaja diperlukan waktu khusus untuk ngobrol berdua dengan Bundanya saja atau Ayahnya saja. Ajak kakak shalih-shalihah untuk pergi berdua saja, entah makan berdua atau nonton pertandingan bola. Lakukan secara bergantian apabila memiliki dua anak usia remaja. Misal akhir pekan pertama, Ayah private time dengan kakak, Bunda private time dengan adik. Lalu pekan berikutnya, bergantian Ayah dengan adik dan Bunda dengan kakak.
Pada saat anak berusia 0-7 tahun, Ayah Bunda bisa fokus menemani main. Sementara pada usia 7-12 tahun, sudah saatnya Ayah Bunda memeriksa bagaimana wudhu dan sholatnya.
Salah satu permasalahan besar yang dihadapi para remaja zaman now adalah tergerusnya keimanan. Tak sedikit yang mengaku sebagai agnostik dan atheis. Di sinilah peran orang tua sebagai sahabat diperlukan untuk mengantisipasi hal tersebut.
Ayah Bunda, baik saat 1821 ataupun Private Time, sering-seringlah mengajak kakak shalih-shalihah untuk berdialog iman, seperti, kenapa manusia beribadah kepada Allah? Arahkan kakak shalih-shalihah untuk menemukan fakta bahwasanya ibadah dilakukan bukan sekadar kewajiban, tetapi untuk menemukan ketenangan hati.
2. Karunia Sentuhan
Sentuhan adalah wujud dari ribuan kata ‘sayang’. Sentuhan adalah cara mengomunikasikan cinta yang paling universal.
Semua orang pada usia berapapun membutuhkan sentuhan. Namun tanpa disadari Ayah Bunda lebih sering menyentuh anak-anak usia dini dibandingkan anak remajanya, bukan?
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh oasisadvancedwellness.com menyebutkan bahwa sentuhan memiliki manfaat sebagai berikut:
Mengurangi kecemasan dan ketegangan
Membantu mengatasi migrain
Menyehatkan pencernaan
Bukankah hal ini sesuai dengan fakta dari I-NAMHS di atas? Bahwa pada 12 bulan terakhir banyak remaja mengalami masalah kesehatan dan gangguan mental. Salah satunya yaitu memiliki masalah dengan kecemasan.
Artinya, apabila banyak orang tua memberikan sentuhan yang tepat kepada para remaja, bisa jadi permasalahan terkait kesehatan dan gangguan mental tidak pernah terjadi.
Saat kakak shalih-shalihah masih berusia di bawah 10 tahun, orang tua bisa bebas menyentuh. Namun Abah Ihsan menyarankan dua waktu terbaik untuk memberikan sentuhan pada anak, yaitu saat anak hendak pergi tidur dan saat anak berangkat sekolah.
Sementara untuk kakak shalih-shalihah yang sudah memasuki usia remaja, berikut ini waktu-waktu terbaik untuk memberikan sentuhan:
Saat hendak berpisah (orang tua atau anak hendak melakukan safar/ bepergian yang agak lama).
Saat baru berjumpa setelah terpisah cukup lama.
Saat Ayah Bunda merasa bersyukur atas kehadiran kakak shalih-shalihah.
Saat kakak shalih-shalihah merasa kelelahan.
Saat kakak shalih-shalihah merasa bersedih.
Saat kakak shalih-shalihah merasa kecewa pada dirinya atau mengalami kegagalan.
Saat Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah saling bermaaf-maafan.
Saat kakak shalih-shalihah mendekat (memberikan kode untuk dipeluk).
Saat kakak shalih-shalihah memintanya.
Pastikan pula Ayah Bunda tidak menyentuh kakak shalih-shalihah saat:
Mereka sedang marah.
Mereka berbicara sambil menjauh.
Mereka membanting pintu.
Mereka sedang di depan teman-temannya.
Hargai dan berikan privasi kepada anak untuk mengelola emosinya. Setelah kakak shalih-shalihah sudah tenang, barulah Ayah Bunda bisa mendekat dan bertanya tentang perasaan mereka.
Selain mempertimbangkan waktu yang tepat untuk memberikan sentuhan, Ayah Bunda juga perlu memperhatikan cara menyentuh, khususnya antara orang tua yang berbeda gender dengan anaknya. Cara menyentuh sejatinya fleksibel, bisa berupa rangkulan, kecupan ataupun usapan.
Namun apabila Ayah ingin menyentuh kakak shalihah atau sebaliknya Bunda ingin menyentuh kakak shalih, pastikan dada tidak saling menempel. Hindari pula memegang area dada, pinggul dan pantat.
3. Karunia Hadiah
Hadiah adalah bentuk emosional untuk menunjukkan kasih sayang orang tua kepada anak. Sekaligus ekspresi “I Love You” dari orang tua ke anak.
Dalam bahasa Inggris, hadiah bisa diartikan baik sebagai gift ataupun reward. Namun Ayah Bunda harus bisa membedakan makna ‘gift’ dan ‘reward.’
Reward diberikan sebagai hadiah ketika anak mencapai sesuatu. Misal, kakak shalih-shalihah baru saja menyelesaikan hafalan juz 30, hadiah yang diberikan berarti sebagai reward atas prestasinya.
Sementara gift adalah bentuk hadiah yang diberikan tanpa ada syarat apapun. Ayah Bunda memberikannya tanpa tendensi, spontan untuk menunjukkan kasih sayang kepada kakak shalih-shalihah.
Gift adalah bentuk hadiah yang diberikan kepada anak tanpa waktu khusus, bukan karena balasan prestasi, tidak ada momen tertentu, sesuatu yang disenangi anak tapi tidak diminta olehnya, bukan sebagai barter atas perilaku baik mereka.
Bahkan bisa jadi gift adalah sesuatu yang tidak pantas diterima oleh anak. Misal diberikan pada saat anak baru saja melakukan kesalahan.
Pastikan sebelum memberi hadiah, Ayah Bunda mempertimbangkan hal-hal berikut:
Apakah hadiah tersebut bermanfaat untuk kakak shalih-shalihah?
Pastikan hadiah tersebut berkedok kepalsuan, misal untuk menyogok agar kakak shalih-shalihah berhenti ngambek.
Pastikan hadiah tidak diberikan ala kadarnya, bungkuslah dengan rapi dan istimewa.
Khusus untuk hadiah berupa uang, berikan pijakan yang lebih spesifik kepada kakak shalih-shalihah untuk menggunakannya dengan tepat dan bijak.
Hadiah yang diberikan spontan, dadakan dan tidak diduga oleh anak akan lebih meninggalkan kesan di hati kakak shalih-shalihah. Pesan cinta Ayah Bunda akan lebih diterima dibandingkan dengan pemberian reward.
Jadi Ayah Bunda sudah punya ide untuk memberikan hadiah apa nih untuk kakak shalih-shalihah?
4. Karunia Mendengar
Berbeda dengan balita dan anak, remaja membutuhkan orang tua yang sedikit bicara dan banyak mendengar.
Pada saat anak masih balita, orang tua harus lebih banyak bicara dan sedikit mendengar, karena di masa-masa ini anak membutuhkan banyak stimulasi dan belajar kosa kata. Sedangkan di masa anak-anak (5-10 tahun), orang tua harus lebih banyak bicara sekaligus banyak mendengar.
Sementara dalam menghadapi remaja, orang tua harus lebih banyak mendengar. Ingat Ayah Bunda, masa remaja adalah masa turbulensi. Masa di mana emosinya lebih sering bergejolak dan sering marah.
Sebagian besar penyebab kemarahan dalam diri anak remaja yang berhubungan dengan orang tua karena remaja berpikir Ayah Bundanya melakukan kesalahan, dan merasa diperlakukan tidak adil.
Saat remaja sedang marah, atasi dengan tiga hal ini;
A – Akui marahnya: Terima rasa marahnya, tetapi tetap berikan pijakan bahwa sesuatu yang berlebihan tidak baik. Luapkan kemarahan dengan batasan; tidak boleh menyakiti diri sendiri dan orang lain, tidak boleh melanggar norma, dan tidak boleh mengganggu.
B – Berikan klarifikasi: Setelah anak berhasil menenangkan diri, berikan kesempatan baginya untuk menceritakan penyebab dari rasa marahnya tersebut.
G – Gali Solusi: Ketika anak sudah puas menceritakan penyebab kemarahannya, ajak anak untuk menemukan solusi untuk permasalahannya.
Beberapa remaja menunjukkan kemarahan kepada orang tuanya dengan teknik bisu. Tujuan dari perilaku tersebut untuk mengontrol orang tuanya.
Saat Ayah Bunda menemui kasus seperti ini, ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, berikan space kepada anak terlebih dahulu. Apabila anak terus menghindar untuk berbincang dari hati ke hati, saatnya untuk melakukan hal kedua.
Hal kedua yang harus dilakukan adalah membalikkan keadaan. Saatnya orang tua mendiamkan anak selama beberapa waktu. Hal ini untuk menunjukkan bahwasanya sosok yang memiliki power di rumah adalah orang tua.
Biasanya anak akan merasa tidak tenang saat orang tuanya menggunakan teknik diam. Hal tersebut karena anak masih merasa butuh uang saku dan butuh diajak bicara oleh orang tuanya.
Namun hal tersebut hanya bisa dilakukan saat orang tua sudah bersikap sebagai sahabat. Nah, saat ini apakah Ayah Bunda sudah menjadi sahabat untuk kakak shalih-shalihah?
Agar bisa menjadi sahabat, Ayah Bunda harus memberikan kesempatan remaja untuk lebih banyak bicara. Apabila orang tua sudah terlanjur seperti ‘kanebo kering,’ tentunya butuh waktu bagi anak untuk memulai dialog dengan Ayah Bunda.
Oleh karenanya, Ayah Bunda harus memulainya terlebih dahulu. Mulailah dengan;
Bebas bercerita hal-hal apapun. Misal, tentang buku yang sedang dibacanya, klub bola favoritnya, dan lain-lain. Apabila anak sudah biasa berani bercerita hal-hal sepele kepada orang tuanya, ia juga akan berani bercerita tentang hal-hal yang lebih serius.
Ajak anak berbincang tentang masalah sebelum bermasalah. Saat ini ada banyak permasalahan yang muncul dalam pergaulan remaja, buka topik tentang permasalahan tersebut lalu ajak mereka untuk memberikan pendapat, pandangan dan solusinya tentang masalah-masalah itu. Dengan sering melakukan perbincangan semacam ini, para remaja akan berpikir ulang untuk bermasalah karena sudah diberikan pijakan sebelumnya.
Banyak bertanya tapi bukan menginterogasi. Buka diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan menggelitik agar berkembang menjadi diskusi yang hangat antara orang tua dan anak. Bisa jadi orang tua telah mengetahui jawaban atas pertanyaan yang diajukan, tetapi tidak masalah, karena tujuannya untuk memancing obrolan bukan untuk mendapat jawaban.
Tanyakan pendapat anak sebelum menasihati. Saat Ayah Bunda ingin menasehati kakak shalih-shalihah atas sebuah perilaku yang kurang tepat, tanyakan dulu pendapat mereka tentang perilaku tersebut. Misal, “Kak, kalau ada temannya kakak ke rumah, lalu Bunda berwajah masam, menurut kakak bagaimana?”
Membangun hubungan dengan remaja memang membutuhkan banyak ilmu. Oleh karenanya apa yang disampaikan melalui artikel ini tentu saja masih belum cukup.
Yuk, Ayah Bunda, saatnya menambah ilmu untuk mendampingi remaja dengan menghadiri Webinar Islamic Parenting “Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja” bersama Abah Ihsan Baihaqi pada hari Ahad, 26 Maret 2023. Untuk pendaftaran, silakan klik link berikut: Mau Dong Mendaftar Webinar Abah Ihsan.
Semoga artikel tentang ekspresi cinta untuk remaja ini bermanfaat. Sampai jumpa pada catatan Bintang Juara berikutnya. Mohon bagikan juga informasi ini kepada kerabat dan sahabat ya, Ayah Bunda. Terima kasih.***
Referensi:
Materi Karunia Cinta Remaja oleh Abah Ihsan, disampaikan pada Hotel Grand Candi Indah Semarang, 6 November 2022
Ayah Bunda, berapakah jumlah sampah cangkang telur yang dihasilkan keluarga dalam waktu satu pekan? Pastikan jangan buru-buru dibuang, yuk belajar cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur bersama kakak shalih-shalihah.
Telur adalah salah satu sumber protein, lengkap dengan asam amino esensial di dalamnya. Dalam satu butir telur tersimpan 6 gram protein. Angka tersebut bisa mencukupi asupan harian sekitar 11-14% pada orang dewasa dan anak-anak. Apabila telurnya berukuran besar, 43% proteinnya bisa ditemukan pada kuning telur.
Dengan kandungan gizi dan harganya yang cukup terjangkau dibanding sumber protein hewani lainnya, telur menjadi salah satu stok bahan makanan yang selalu ada di dalam kulkas. Telur juga bisa diolah menjadi beragam jenis makanan yang disukai oleh kakak shalih-shalihah.
Maka tak heran apabila di rumah Ayah Bunda banyak menghasilkan sampah cangkang telur kan? Alih-alih dibuang, ini cara mengolah cangkang telur menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Cara Membuat Pupuk Kompos dari Cangkang Telur
Ada banyak cara mendaur ulang cangkang telur. Beberapa orang mengubahnya menjadi hasil karya yang menakjubkan bahkan bernilai ekonomi tinggi.
Namun kali ini Bintang Juara akan mengajak Ayah Bunda untuk mengolah cangkang telur menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Caranya cukup mudah dan prosesnya cepat lo, Ayah Bunda.
1. Siapkan Bahan-bahan yang Dibutuhkan
Agar proses pembuatan pupuk kompos dari cangkang telur berjalan dengan rapi, hal terpenting adalah menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan:
Cangkang telur. Minimal 5 cangkang telur untuk satu tanaman. Tentu saja semakin banyak cangkang yang diproses, semakin banyak hasil yang didapatkan.
Alat untuk menumbuk. Ayah Bunda bisa menyediakan alat tumbuk manual, seperti muntu kayu atau muntu yang terbuat dari batu. Apabila menginginkan proses yang lebih cepat, Ayah Bunda bisa menggunakan blender atau chopper. Botol kaca juga bisa digunakan sebagai alat tumbuk atau penggilas lo, Ayah Bunda.
Plastik atau kantong kresek sebagai alas saat menumbuk.
Wadah sebagai tempat hasil tumbukan. Bebas ya Ayah Bunda. Apakah mau disimpan di dalam baskom, ember ataupun botol plastik bekas. Pastikan wadah yang digunakan dalam keadaan bersih, kering dan sesuai dengan jumlah pupuk yang dihasilkan.
2. Cuci Bersih Cangkang Telur dan Keringkan
Sebelum ditumbuk, pastikan cangkang telur sudah dalam kondisi bersih ya, Ayah Bunda. Cara membersihkannya yaitu sebagai berikut:
Cek kondisi cangkang telur. Hanya gunakan cangkang telur yang kondisinya bagus dan tidak bernoda, entah noda minyak atau lainnya.
Siapkan baskom atau ember yang sudah diisi air bersih. Lalu masukkan cangkang telur ke dalamnya. Jumlah air bisa disesuaikan dengan jumlah cangkang telur yang akan direndam ya, Ayah Bunda.
Biarkan cangkang telur terendam semalaman.
Paginya, bersihkan kotoran yang masih menempel pada cangkang telur menggunakan sikat. Lalu bilas dengan air yang bersih.
Keringkan cangkang telur dengan menjemurnya di bawah sinar matahari selama satu hari. Apabila musim hujan tiba, setidaknya butuh dua hari untuk benar-benar membuat cangkang telur menjadi kering.
Setelah cangkang telur benar-benar kering, saatnya proses penumbukan bisa dilakukan.
3. Saatnya Menumbuk
Proses penumbukan bisa dilakukan dalam tiga cara, yaitu:
Masukkan ke dalam wadah yang kuat, atau letakkan cangkang telur di atas alas plastik. Lalu tumbuk secara manual menggunakan muntu hingga halus seperti tepung.
Apabila Ayah Bunda tidak memiliki wadah dan penumbuk yang memadai, masukkan cangkang telur ke dalam plastik kresek. Lalu gilas atau pukul-pukul dengan botol kaca hingga cangkang telur menjadi halus.
Cara paling cepat yaitu gunakan penumbuk elektrik, seperti blender atau chopper. Haluskan cangkang telur hingga berupa serbuk.
Dalam proses penumbukan tidak perlu ditambahi air karena hanya akan membuat cangkang telur menjadi lengket. Setelah cangkang telur menjadi halus seperti serbuk atau tepung, simpan di dalam botol plastik bekas yang sudah bersih dan kering.
Tidak perlu terlalu penuh mengisinya ya, Ayah Bunda. Pastikan masih ada sedikit ruang di bagian atas. Setelahnya, tutup rapat botolnya dan tambahkan plastik agar tidak ada udara yang keluar.
4. Pupuk Kompos dari Cangkang Telur Siap Digunakan
Setelah cangkang telur ditumbuk hingga halus, artinya sudah siap digunakan sebagai pupuk kompos, Ayah Bunda. Bagaimana cara menggunakannya?
Pertama, cara paling gampang yaitu cukup taburkan cangkang telur yang sudah berbentuk tepung ke atas media tanam. Atau bisa juga dengan mencampurkannya dengan tanah saat Ayah Bunda akan menanam tanaman.
Kedua, dengan mengubahnya menjadi pupuk organik cair. Siapkan air yang telah dididihkan, lalu masukkan tepung cangkang telur ke dalamnya. Aduk hingga larut merata, kurang lebih 3-5 menit.
Setelah campuran air dan serbuk cangkang telur dalam kondisi dingin, simpan di dalam botol. Letakkan dalam area yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Untuk menggunakannya, tinggal campur cairan tersebut pada media tanam atau tanah tempat Ayah Bunda akan menanam.
Mudah bukan Ayah Bunda cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur? Sudah siap mempraktikkannya dengan kakak shalih-shalihah di rumah?
Manfaat Pupuk Kompos dari Cangkang Telur
Mengapa pembuatan pupuk kompos dari cangkang telur sekarang semakin marak digalakkan? Tidak lain karena manfaatnya yang luar biasa, Ayah Bunda.
Cangkang telur memiliki banyak kandungan gizi, seperti kalium, selenium, strontium, kalsium karbonat, fosfor, fluorida, protein natrium dan magnesium. Nutrisi yang ada di dalam cangkang telur tesebut memiliki banyak manfaat untuk tanaman, antara lain:
1. Mencegah Tanaman Cepat Busuk
Kandungan kalsium di dalam cangkang telur mudah diserap tanaman. Kandungan inilah yang membuat tanaman tidak mudah busuk.
2. Menangkal Hama
Ada banyak hama yang enggan mendekat pada tanaman yang di sekitarnya ditaburi cangkang telur. Alhasil, tanaman jadi lebih aman dari hama dan kerusakan. Beberapa hama yang akan menjauh dari tanaman yang diberi pupuk cangkang telur yaitu cacing dan siput.
3. Menyuburkan Tanah
Nutrisi cangkang telur yang tinggi kalsium bisa mengatasi tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Taburkan bubuk pupuk kompos dari cangkang telur ke atas tanah yang bersifat asam tersebut, nantinya perlahan kadar keasaman akan menurun dan tanah menjadi lebih subur. Apabila sudah subur, tanah sudah siap ditanami.
Selain tiga manfaat utama di atas, cangkang telur yang belum dihaluskan menjadi pupuk kompos juga punya fungsi produktif lainnya, Ayah Bunda.
Pertama, cangkang telur bisa dimanfaatkan menjadi wadah benih. Misalnya nih, Ayah Bunda punya benih tanaman, tetapi belum punya waktu yang cukup untuk melakukan proses penanaman.
Siapkan saja cangkang telur yang sudah dibersihkan. Lalu isi dengan tanah sebagian saja. Masukkan benih tanaman ke dalam cangkang yang telah diisi tanah. Siram dengan sedikit air agar benih tidak layu.
Letakkan cangkang telur berisi benih tersebut di lokasi yang aman. Ketika Ayah Bunda telah siap menanam benih tersebut, pindahkan benih dari cangkang telur ke lokasi penanaman yang dituju.
Kedua, cangkang telur yang belum dihaluskan juga bisa digunakan sebagai penutup kerusakan pada pot. Caranya pecah cangkang telur menjadi kepingan-kepingan besar, lalu gunakan pecahan tersebut untuk menutup lubang atau kerusakan pada pot.
Secara tidak langsung, kehadiran cangkang sebagai penutup kerusakan atau lubang pada pot juga bisa memberikan nutrisi pada tanah di dalam potnya, Ayah Bunda. Tentu saja hal tersebut berdampak baik untuk meningkatkan kesehatan tanaman.
Calon Pemimpin Muslim Membuat Pupuk Kompos dari Cangkang Telur
Setelah mengetahui manfaat dari pupuk kompos cangkang telur, kami berharap Ayah Bunda menjadi semakin tergerak untuk memproduksinya sendiri di rumah. Apabila Ayah Bunda masih merasa bingung, boleh lo bertanya pada kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara yang telah mempraktikkan cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur pada hari Senin, 13 Maret 2023 lalu.
Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari aktivitas Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), sekaligus kegiatan pembuka event Leadership Journey yang berlangsung pada pekan ketiga bulan Maret 2023 (13-17 Maret 2023).
Setelah belajar mengelola sampah dari ahlinya di Rumah Inovasi UNNES, lalu memproduksi eco enzyme bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara, kakak shalih-shalihah diajak untuk mengolah cangkang telur menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Selain sesuai dengan tema ‘Pembangunan yang Berkelanjutan’, sesuai pula dengan visi misi SD Islam Bintang Juara untuk mencetak calon pemimpin muslim yang berilmu, berakhlakul karimah dan bermanfaat.
Dari kegiatan sederhana ini, kakak shalih-shalihah mendapat banyak pembelajaran bermakna. Selain tentang menjaga lingkungan, secara tidak langsung kakak shalih-shalihah juga belajar tentang kesabaran, mengelola emosi dan mengatur kekuatan saat proses menumbuk.
Proses menumbuk manual menggunakan muntu atau alat sejenis juga merupakan kegiatan untuk melatih motorik lo, Ayah Bunda. Jadi memang alangkah baiknya apabila Ayah Bunda ingin mempraktikkan kegiatan ini di rumah, bisa menggunakan alat tumbuk manual saja.
Selain memiliki lebih banyak manfaat, Ayah Bunda juga bisa menabung kenangan bersama kakak shalih-shalihah. Jadi, apakah Ayah Bunda merasa tercerahkan dengan informasi cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur ini?
Apabila sudah praktik di rumah bersama ananda, pastikan untuk bagikan di media sosial dan mention/ tagging akun official kami @sdislambintang juara ya. Semoga dengan saling berbagi praktik baik, akan lebih banyak orang di luar sana yang teredukasi dan terinspirasi untuk menjaga lingkungan dengan cara-cara sederhana.
Selamat mempraktikkan cara membuat pupuk kompos dari cangkang telur bersama kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara selanjutnya!
Semua orang tua cinta anaknya. Apakah anak menerima cinta orang tuanya?
Ayah Bunda, kalimat di atas adalah salah satu insight yang didapat pada saat pelatihan Karunia Cinta Remaja (KCR) yang diampu oleh Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari. Setelah vakum selama pandemi, alhamdulillah SD Islam Bintang Juara bisa kembali menghadirkan Abah Ihsan ke Semarang.
Usai menggelar PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) pada bulan Agustus 2022, SD Islam Bintang Juara menghadirkan Abah Ihsan dalam Program Disiplin Anak (PDA) dan Karunia Cinta Remaja (KCR). Dua pelatihan lanjutan PSPA tersebut diadakan secara dua hari berturut-turut, yaitu tanggal 5-6 November 2022.
Adakah Ayah Bunda yang hadir dalam program tersebut? Alhamdulillah.
Saat membawakan materi KCR, Abah Ihsan menyampaikan banyak hal penting. Rasa-rasanya satu artikel tidak akan mampu menuliskan semua hal penting tersebut.
Maka izinkanlah kali ini kami membagikan secuil penyebab kenakalan remaja. Mengapa usia-usia remaja rawan terjadi penyimpangan dan perilaku negatif?
Bagaimana untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja? Yuk dibaca lebih lanjut artikelnya, Ayah Bunda.
Siapa yang Disebut dengan Remaja?
Banyak sumber menyebutkan bahwa tidak ada istilah remaja di dalam Islam. Sebenarnya bukan hanya di Islam, istilah remaja memang baru dikenal pada era industrialisasi. Istilah ini baru muncul pada 100 tahun terakhir.
Ada banyak referensi berbeda menyangkut siapa yang disebut remaja. Menurut WHO, remaja (teenagers) merupakan anak-anak dengan range usia 10 – 20 tahun.
Sementara menurut PBB, usia 15 – 24 tahun dikategorikan sebagai pemuda (Youth). Nah, kalau Ayah Bunda lebih condong pada referensi yang mana nih?
Bahkan dalam hukum positif, istilah remaja sama sekali tidak disebut lo, Ayah Bunda. Pada Kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 330, disebutkan usia dewasa mulai dari 21 tahun. Atau mereka yang sudah menikah sebelum 21 tahun.
Dalam UU Perkawinan No 16/ 2019, disebut anak-anak apabila usianya 0 – 18 tahun. Usia 19 tahun sudah dikategorikan dewasa.
Pada UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No 22/ 2019 pasal 81 ayat 21, batas usia anak adalah 16 tahun. Usia 17 sudah masuk kategori dewasa.
Kalau ditilik dari segi medis, seseorang disebut remaja ketika masuk fase pubic. Fase tersebut mulai dari haid sampai 2 tahun setelahnya, ketika organ reproduksi telah siap.
Tiga Penyebab Kenakalan Remaja, Bisakah Dicegah?
Setelah mengetahui bahwa sebenarnya remaja adalah sebuah istilah baru, Ayah Bunda juga perlu tahu mengapa di usia-usia 13 – 19 tahun banyak muncul kenakalan remaja. Abah Ihsan dalam paparan materinya membagi dua jenis perilaku negatif remaja.
Pertama ada yang disebut dengan Deviation (penyimpangan perilaku). Perilaku yang masuk pada kategori ini adalah hal-hal yang melanggar norma agama dan masyarakat.
Kedua ada yang disebut sebagai Delinquent (kejahatan), yaitu perilaku yang melanggar norma hukum.
Kedua jenis perilaku negatif remaja tersebut bisa terjadi karena beberapa sebab. Alasan-alasan di balik kenakalan remaja dipaparkan oleh Abah Ihsan melalui tiga teori. Berikut ini tiga teori tersebut, Ayah Bunda:
1. Rational Theory
Individu sebagai penyebab utama atas perilaku negatif tersebut. Dilandasi oleh pilihan, interest/ minat atau keinginan, dan motivasi dari diri sendiri. Hal ini bisa terjadi karena kurang iman, ilmu dan pendidikan.
Ayah Bunda sering mendengar ada orang tua yang mengumpat anak remajanya dengan kata ‘Kurang Ajar’? Sesungguhnya di balik umpatan tersebut, orang tua sedang mencela dirinya sendiri.
Di balik anak yang kurang ajar, bukankah sebenarnya ada orang tua yang kurang mengajar?
2. Differential Theory
Kenakalan disebabkan oleh salah pergaulan. Banyak kasus terjadi anak yang dulunya baik karena bergaul dengan anak-anak nakal berubah perilakunya menjadi buruk.
Oleh karenanya pastikan Ayah Bunda mengajarkan anak memilih teman. Buatlah zonasi pergaulan berdasarkan karakter agama keluarganya:
Zona merah: Anak dilarang untuk bergaul dengan anak-anak yang masuk zona ini. Zona ini berisi anak-anak yang akhlaknya tidak baik (sering berkata kasar, memukul, dll), sering mengajak keburukan dan lalai mengerjakan ibadah. Anak-anak diperbolehkan bermain dengan anak-anak di zona ini dengan catatan diajak ke rumah sendiri, sehingga Ayah Bunda bisa mengawasi perilaku dan kegiatan bermain anak.
Zona kuning: Anak-anak yang masuk ke zona ini, perilakunya masih cukup aman, tetapi karakter agama keluarganya kurang baik (sosialisasi dengan tetangga kurang, jarang hadir pada acara-acara pengajian, dsb). Anak diperbolehkan bermain dengan teman-temannya di zona kuning, tetapi harus berhati-hati.
Zona hijau: Teman yang dikategorikan zona hijau adalah anak berperilaku sopan, rajin sholat, sering mengajak kebaikan, orang tuanya juga sekufu (sama-sama mau belajar agama dan parenting). Anak-anak dalam zona hijau adalah teman bergaul yang aman.
3. Social Disorganization Theory
Menurut teori yang ketiga ini, kenakalan remaja disebabkan oleh hilangnya pranata masyarakat yang menjaga harmoni. Orang tua yang sibuk bekerja, guru yang kelebihan beban, sekolah yang tidak adaptif dengan perubahan, keluarga tidak lagi menjadi madrasah tetapi hanya menjadi peternakan.
Harmoni yang hilang ini kemudian melahirkan perilaku individualis, hanya memikirkan dirinya sendiri dan kurang empati. Dari lingkungan yang seperti inilah kemudian lahir para remaja BLAST (Boring, Lonely, Angry, Stress dan Tired).
Apakah Ayah Bunda pernah mendengar istilah BLAST? Kalau Ayah Bunda sudah pernah mengikuti seminar atau webinar dari Ibu Elly Risman, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut.
Kesimpulannya, remaja adalah fase turbulens alias masa-masa penuh badai. Karena pada masa ini terjadi peralihan dari entrofi (ketidakaturan) ke regentropi (keberaturan).
Sistem reproduksi juga sudah mulai aktif, tetapi mereka masih memiliki keterbatasan dalam mengelolanya. Oleh karenanya banyak remaja yang cenderung uring-uringan dan bad mood. Terlebih ketika mereka belum diberikan pijakan tentang mengelola emosi.
Kalau anak-anak sebaiknya beraktivitas dengan banyak main, sedikit bekerja. Orang dewasa beraktivitas dengan banyak bekerja dan sedikit main.
Remaja ada di tengah-tengahnya. Main dan bekerja sama-sama tidak boleh banyak. Kondisi ini yang semakin mengacaukan kondisi fisik dan psikis remaja.
Oleh karenanya agar remaja bisa melewati masa-masa badai ini, Ayah Bunda perlu MENYIAPKANNYA. Dibuat ‘pedih’, dibuat lelah tetapi tetap berada di bawah asuhan orang tua.
Banyak mitos beredar kalau remaja tidak butuh banyak tidur. Faktanya remaja butuh tidur dengan jumlah yang sama atau malah lebih banyak dibandingkan saat mereka anak-anak. Hal ini berdasarkan penelitian dari John Hopkins Institute.
Anak remaja sebaiknya jangan diberikan banyak kesenangan. Karena kesenangan yang tidak terbatas, lama-lama tidak akan terasa senangnya.
Kesenangan sifatnya melalaikan. Oleh karenanya perlu dibatasi agar tidak melalaikan. Untuk membatasi kesenangan, anak-anak perlu dilatih melakukan chores/ kewajiban rumah tangga.
Sementara pada anak remaja, sebaiknya sudah diajak untuk mengerjakan proyek. Misal, melibatkan remaja untuk membuat proyek liburan keluarga. Berikan kesempatan kepada remaja untuk mengelola proyek ini dengan memilih lokasi, itinerary, membuat anggaran, dsb.
Menjadi orang tua dari anak remaja sebaiknya hindari menjadi orang tua reaktif. Orang tua reaktif hanya mampu memadamkan api. Namun api baru bisa saja muncul kembali di lain waktu.
Hal terbaik adalah menjadi orang tua yang proaktif, yaitu orang tua yang mampu ‘menumbuhkan pepohonan’ di tengah ladang kering dan tandus. Di sinilah pentingnya orang tua memiliki dua warisan untuk mencegah terjadinya penyebab kenakalan remaja;
Ekspresi Cinta – Ekspresi yang seharusnya muncul tanpa menunggu anak bermasalah terlebih dahulu.
Ekspresi Kemandirian – Bentuk sayang dan cinta orang tua yang sesungguhnya. Bukan sekadar mengasihi (memberi), tetapi melatih dan mempersiapkan anak menjadi mandiri.
Dua ekspresi di atas jika diterapkan dengan tepat akan bisa membuat anak menerima cinta orang tuanya. Apakah Ayah Bunda penasaran dengan penjelasan lebih lanjut terkait dua ekspresi ini? Tunggu catatan Bintang Juara berikutnya ya.
Namun jika Ayah Bunda ingin langsung mendapatkan materi bernas dan ‘ndaging’ dari Abah Ihsan, pastikan untuk bergabung dengan Webinar Islamic Parenting bertajuk Tarbiah Pubertas & Literasi Cinta Remaja.
Webinar tersebut insya Allah akan digelar melalui platform Zoom, pada hari Ahad, 26 Maret 2023. Ayah Bunda, yuk luangkan waktu dari pukul 08.00 – 12.15 untuk belajar langsung dari Abah Ihsan Baihaqi.
Untuk mendaftar, silakan klik: Webinar Islamic Parenting Abah Ihsan. Bagikan juga informasi ini kepada kerabat dan sahabat ya, Ayah Bunda. Terima kasih.***
Calon pemimpin harus paham tantangan apa saja yang di depan mata. Tak hanya itu seorang calon pemimpin juga harus belajar bagaimana menemukan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.
Sesuai dengan tema pembelajaran yang sedang diangkat saat ini; Pembangunan yang Berkelanjutan, kakak shalih-shalihah kembali berkegiatan terkait bagaimana merawat bumi. Bumi semakin tua, sampah ada di mana-mana, apa ya yang bisa kakak shalih-shalihah lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut?
Sebagai informasi, Eco Enzyme adalah hasil dari pengolahan sampah dapur organik yang telah difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Sampah dapur yang bisa digunakan yaitu kulit buah ataupun sayuran.
Eco Enzyme ini awalnya ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong. Sosok ini juga merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rosukon sudah dimulai sejak tahun 1980an.
Eco Enzyme kemudian diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr Joean Oon, promotor Eco Enzyme International, sekaligus praktisi terapi hemeopati, naturopati, antroposofis keperawatan dan perkembangan anak dari Penang, Malaysia.
Lalu siapakah komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang yang menjadi partner belajar kakak shalih-shalihah pada hari Jum’at, 3 Maret 2023? Yuk, kenalan lebih lanjut, Ayah Bunda.
Berkenalan dengan Komunitas Eco Enzyme Nusantara
Menyadari semakin parahnya pemanasan global sehingga bencana alam terjadi di mana-mana, mulai muncul keinginan untuk mengajak masyarakat dalam rangka menyelamatkan bumi. Secara resmi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) didirikan pada tahun 2019. Mengusung visi yang sangat mulia;
Mewujudkan Bumi Kembali Indah dan Lestari untuk Kelangsungan Hidup Umat Manusia dan Segenap Makhluk.
Agar bisa berkolaborasi lebih luas dengan banyak pihak, pada tahun 2020, EEN merasa perlu memiliki legalitas. Hingga kemudian pada Agustus 2020, terbentuklah Perkumpulan EEN yang melingkupi wilayah seluruh Indonesia.
Saat ini EEN telah meluas ke 27 provinsi dengan lebih dari 80 kelompok komunitas yang tersebar di seluruh Nusantara. Semakin banyak pula yang bergabung menjadi relawan untuk menjalankan misi dari komunitas ini:
Melakukan Edukasi dan Sosialisasi Eco Enzyme secara online dan offline kepada masyarakat.
Membangun kesadaran masyarakat untuk mengasihi alam dan mengolah sampah organik.
Membentuk dan melatih Relawan EEN di seluruh Indonesia.
Melakukan kerjasama dengan Pemerintahan daerah dan pusat dalam mengolah sampah organik.
Membentuk tim litbang untuk mengembangkan keilmuan yang berkaitan dengan Eco Enzyme sehingga semakin memberikan manfaat yang lebih luas.
Ketua EEN pusat saat ini yaitu Jimuno Tanaka dari Batam. Sementara itu, Ketua EEN Semarang periode sekarang dipegang oleh Ibu Rinanita.
Pada hari Jum’at, 3 Maret 2023, berikut ini nama-nama pengurus dan relawan aktif EEN Semarang yang membagikan ilmunya tentang Eco Enzyme kepada kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara:
Ibu Yenita selaku ketua bank eco enzym semarang
Ibu Jeany selaku sekretaris EEN Semarang
Ibu Ririn selaku bendahara
Ibu Milan selaku anggota pengurus EEN semarang
Ibu Emma selaku relawan aktif
Ibu Aryanti selaku relawan aktif
Ayah Bunda, sebagai informasi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang telah membangun Bank Eco Enzyme Semarang Hebat sejak tahun 2021 lo. Bank Eco Enzyme tersebut terletak di kecamatan Semarang Utara.
Bank Eco Enzym difungsikan untuk memproduksi eco enzym sebanyak-banyaknya. Bahkan sudah terlihat buktinya untuk menghilangkan bau dan menjernihkan air di polder Tawang.
Pada saat angka Covid-19 masih tinggi, komunitas EEN juga bekerjasama dengan Pemkot Semarang untuk menyemprotkan EEN ke udara untuk mengurangi penyebaran virus Corona selama beberapa kali.
Cara Membuat Eco Enzyme, Yuk Praktekkan di Rumah
Ayah Bunda, mau tahu tidak bagaimana cara membuat Eco Enzyme sebagaimana yang dipraktekkan kakak shalih-shalihah pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu?
Ternyata sangat mudah lo, Ayah Bunda. Jika kakak shalih-shalihah saja bisa membuat bersama-sama dengan kelompoknya, Ayah Bunda juga pasti bisa membuatnya sendiri di rumah.
Begini nih caranya, pertama-tama siapkan peralatan yang dibutuhkan:
Toples ukuran 1.7 liter
Gelas ukur
Pisau
Telenan
Setelah itu, siapkan juga bahan-bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat Eco Enzyme:
Air 1000 ml
Gula 100 gram, diiris tipis atau dipotong kecil-kecil agar lebih mudah larut
Kulit buah 300 gram, potong atau cacah kecil-kecil dulu ya, Ayah Bunda
Apabila peralatan dan bahan-bahan sudah siap, saatnya melakukan proses pengolahan:
Bersihkan wadah dari sabun atau bahan kimia
Masukkan air bersih sebanyak 1000 ml
Masukkan gula sebanyak 100 gram
Masukkan cacahan kulit buah sebanyak 300 gram
Tutup rapat wadah/ toples
Beri label pembuatan dan tanggal panen. Eco enzyme bisa dipanen setelah difermentasi selama tiga bulan.
Simpan toples di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung
Pada saat belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah menggunakan sampah kulit jeruk. Namun sebenarnya kulit buah apapun bisa digunakan ya, Ayah Bunda.
Hanya saja kalau berisi berbagai jenis kulit buah, sebaiknya dicatat di bagian label. Bu Emma, salah satu pemateri menyampaikan, “Beda kulit akan berbeda pula hasil jadinya. Misal kulit nanas dan pisang biasanya akan lebih banyak menghasilkan gaz dibanding kulit buah lainnya.”
Dengan melakukan pencatatan jenis kulit buah pada label, Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah mengamati hasil jadi Eco Enzyme. Apakah akan ada bedanya Eco Enzyme yang terbuat dari kulit jeruk dengan kulit buah lainnya. Bisa jadi sarana eksplorasi untuk kakak shalih-shalihah bukan?
Pada saat proses fermentasi secara alami, bulan pertama akan menghasilkan alkohol, bulan kedua menghasilkan asam cuka, dan bulan ketiga menghasilkan enzym yang siap dipakai.
Manfaat Eco Enzyme Apa Saja Ya?
Mungkin beberapa dari Ayah Bunda ada yang belum mengetahui bahwa Eco Enzyme memiliki banyak manfaat. Selain mampu mengurangi jumlah sampah organik, berikut ini fungsi Eco Enzyme lainnya:
Menghilangkan bau tidak sedap tumpukan sampah di TPS,
Menetralisir udara dari kontaminasi virus Corona,
Penjernih dan penghilang bau air,
Campuran air mandi serta obat kumur untuk menghilangkan batuk dan flu,
Pengganti skincare, bisa menghaluskan kulit wajah,
Sebagai Hand sanitizer,
Sebagai cairan pencuci piring,
Sebagai cairan untuk mengepel lantai, dsb.
Tak hanya itu, Eco Enzyme juga bisa untuk menyembuhkan luka lo, Ayah Bunda. Saat proses belajar mengolah Eco Enzyme, Kak Akhtar, salah satu siswa kelas dua, sempat terluka.
Lalu oleh bu Emma, tangan kak Akhtar yang terluka disemprotkan eco enzyme. Alhamdulillah lukanya langsung menutup dan perdarahan berhenti.
Kata EEN tentang Calon Pemimpin Muslim SD Islam Bintang Juara
Pada saat proses belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2.
Kelompok pertama melakukan aktivitasnya di lantai dua Gedung A SD Islam Bintang Juara. Sementara kelompok kedua yang terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 3-6 beraktivitas di basement Gedung B.
Sebelum acara dimulai, ibu bapak guru telah memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah untuk mengikuti acara dengan fokus. Tidak lupa ibu bapak guru juga mengingatkan agar kakak shalih-shalihah bisa bergerak lancar.
Apabila ada yang ingin ditanyakan, kakak shalih-shalihah bisa mengangkat tangan terlebih dahulu. Jika pemateri sudah memberi kesempatan berbicara, kakak shalih-shalihah baru bisa mengajukan pertanyaannya.
Selain itu, ibu dan bapak guru juga memberikan pijakan untuk menggunakan pisau dengan benar agar tidak ada yang terluka. Setiap anggota kelompok juga diberikan tugas masing-masing; ada yang bertugas mengukur dan mengambil kulit jeruk, ada yang bertugas mengukur dan mengambil air, dsb.
Alhamdulillah dengan pijakan yang diberikan oleh ibu bapak guru, acara Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu bisa berjalan dengan lancar dan kondusif.
Bahkan para pemateri dari Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) Semarang memberikan feedback positif lo. Berikut ini beberapa respon yang sampai kepada kami;
Siswa Bintang Juara cukup kritis. Suka bertanya. Sopan dan antusias mendengarkan dan praktek. Cukup menyenangkan mengajar Eco Enzyme di SD Islam Bintang Juara.
Masya Allah, masih kelas 1 dan 2 tapi sangat tenang. Kalaupun ada yang lari-lari, bukan karena gojekan, tetapi untuk ambil barang yang dibutuhkan.
Menyenangkan sosialisasi di SD Bintang Juara. Anak-anak yang hebat, sopan semangat dan pintar. Pertanyaan yang kritis. Semoga anak-anak bisa melanjutkan membuat Eco Enzyme dan mengajarkan ke lingkungan. Semoga mereka bisa sukses.
Masya Allah, alhamdulillah. Tentunya semua ini tidak lepas juga dari sinergi Ayah Bunda dalam pengasuhan kakak shalih-shalihah di rumah.
Bagaimana Ayah Bunda, seru bukan kegiatan P5 kakak shalih-shalihah bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara dalam mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme?
Semoga dengan semakin banyaknya yang mengetahui tentang Eco Enzyme, bumi bisa terawat dengan lebih baik. Pastikan apabila Ayah Bunda sudah mempraktekkan cara membuat eco enzyme di rumah bisa didokumentasikan dan bagikan kepada kerabat ya. ***