Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokahtuh 🕌 Ayah Bunda, Alhamdulillah hari ini Kak Qowwi berkesempatan menyampaikan Khitobah hasil diskusi bersama orangtua yang berjudul Hikayat dalam sebuah Kurma 😇
Kak Qowwi menyampaikan dalam tausiyahnya bahwa ada seseorang yang membeli kurma di pasar dan tanpa sengaja memakan 1 buah kurma yang terjatuh disamping timbangan. Akibat dari itu, seseorang tersebut tidak Allah ridhoi atas doa-doa yang dipanjatkan sebelum meminta izin menghalalkan 1 buah kurma yang ia makan.
Hikmah dari tausiyah yang disampaikan oleh Kak Qowwi yaitu kita dihimbau untuk tidak mengambil hak seseorang tanpa izin, Allah tidak menerima doa hambaNya yang memakan atau mengambil hak yang bukan untuknya Wallahu a’alam bishawab 😊
Terimakasih Ayah dan Bunda Kak Qowwi yang telah membantu dalam menyiapkan materi khitobah
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari penggalan kisah yang disampaikan Kak Qowwi
Mohon maaf lahir batin Wassalamu’alaykum Warohmatulohi Wabarakatuh 😊🙏
Alhamdulillah pada hari Kamis, 24 Maret 2022. Kakak shalih shalihah SD Islam Bintang Juara melaksanakan kegiatan “Field Trip” ke Agro Purwosari.
Agro Purwosari merupakan agrowisata yang dimiliki dan dikelola oleh Dinas Pertanian, Kota Semarang yang terletak di Dukuh Kedungjangan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar baru di luar sekolah melalui media bercocok tanam, menumbuhkan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan, serta memunculkan rasa syukur atas luasnya bumi yang diciptakan Allah SWT.
Kegiatan dimulai dengan shalat duha serta doa dan dzikir pagi, kakak shalih shalihah memohon kepada Allah SWT agar kegiatan kali ini diberikan kelancaran, kemudahan, serta keberkahan.
Setelah shalat duha, kakak shalih shalihah mendengarkan informasi dari guru pendamping tentang pembagian kelompok dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama kegiatan “Field Trip”.
Bismillah, kegiatan field trip pun dimulai. Kakak shalih shalihah berbaris dengan rapi, lalu berjalan dan memasuki kendaraan mereka masing-masing, kendaraan pun bergerak bersama-sama menuju Agro Purwosari.
Sesampainya di Agro Purwosari, kakak shalih shalihah disambut oleh kakak fasilitator yang mengarahkan untuk berbaris sesuai kelompok untuk mengecek apakah setiap siswa telah sampai di lokasi dan jumlah anggota dari masing-masing kelompok telah sesuai.
Alhamdulillah, semua peserta di setiap group sudah lengkap, kini saatnya berjalan dengan tertib ke dalam area Agro Purwosari.
Sesampainya di sana, kakak shalih shalihah berkumpul di Padepokan untuk makan bekal bersama, Kak Rafie kelas 3B memimpin pelaksanaan doa sebelum makan, dan Kak Dafa kelas 2 memimpin pelaksanaan doa setelah makan.
Setelah kegiatan makan bekal, kakak shalih shalihah berkumpul di lapangan dan bermain game seru bersama kakak fasilitator.
Senyum dan tawa pun nampak dalam paras kakak shalih shaliah selama mengikuti permainan.
Setelah usai bermain game, kakak shalih shalihah bergerak sesuai dengan kelompok yang telah dibagi. Ada tiga kegiatan yang nantinya akan dilakukan oleh kakak shalih shalihah secara bergantian, yaitu : Memanen sayuran hidroponik, menanam tanaman cabai, dan memanen buah jambu.
Dalam kegiatan menanam tanaman cabai, masing-masing kakak shalih shalihah diberi sebuah polybag, lalu diminta untuk mengisi polybag tersebut dengan media tanam.
Kakak shalih shalihah boleh menggunakan skop ataupun tangan untuk mengisi polybag dengan media tanam.
Setelah polybag terisi dengan media tanam, lalu masing-masing siswa diberi tanaman cabai untuk ditanam di polybag tersebut.
Setelah ditanam di dalam polybag, kakak shalih shalihah boleh membawa pulang tanaman tersebut untuk ditanam dirumah.
Sementara itu, sebagian kelompok yang lain berkunjung ke green house untuk memanen sayuran.
Ada beberapa jenis sayuran yang ditanam disana, diantaranya ada sawi sendok, selada, dan kangkung. Namun kali ini kakak shalih shalihah hanya memanen sayur kangkung saja.
Sama halnya dengan tanaman cabai, sayur kangkung tersebut diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh kakak shalih shalihah.
Di waktu yang sama, ada kelompok lainnya yang berkegiatan memanen buah jambu biji.
Maa shaa Allah, kakak shalih shalihah diperbolehkan untuk memilih salah satu buah jambu yang ada di pohon, lalu memetiknya langsung dengan tangan.
Apabila kakak shalih shalihah tidak cukup kuat untuk memetik buah jambu dari pohonnya, bapak fasilitator siap membantu untuk memetik jambu dengan gunting tanaman.
Yeay, senang sekali rasanya bisa berkunjung ke taman agrowisata “Agro Purwosari”. Semoga pengalaman kali ini menjadi bekal berharga untuk menjadi “Calon Pemimpin Muslim” yang peka dan peduli dengan lingkungan sekitar.
Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, kakak shalih shalihah PAUD & SD Islam Bintang Juara pada hari Jumat, 1 April 2022 melaksanakan kegiatan pawai dalam rangka Tarhib Ramadhan.
Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan BABINSA dan BHABINKAMTIBMAS Kelurahan Sukorejo, untuk menjaga keamanan dan kondusifitas saat kegiatan pawai berlangsung.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan suka cita, menyampaikan pesan akan datangnya Ramadhan, serta berbagi kebahagiaan kepada masyarakat bahwa bulan yang penuh rahmat dan ampunan telah tiba.
Kegiatan ini dimulai dengan kakak shalih shalihah SD berbaris dengan rapi, lalu berjalan beriringan menuju ke arah PAUD sambil melantunkan syair-syair islami dan shalawat.
Sesampainya di PAUD, adik-adik KB dan TK telah siap bergabung dengan barisan pawai. Masing-masing telah memegang hiasan untuk memeriahkan kegiatan tarhib.
Allahu akbar! Kakak shalih shalihah melanjutkan pawai bersama-sama, mengelilingi wilayah Dewi Sartika sambil melantunkan syair islami untuk menyebarkan kebahagiaan akan datangnya bulan Ramadhan.
Maa shaa Allah, sungguh luar biasa gema syair dan shalawat yang dilantunkan kakak shalih shalihah sepanjang jalan, sambil diiringi dengan tabuhan rebana nan penuh semangat.
Semoga melalui kegiatan Tarhib Ramadhan, kakak shalih shalihah “Calon Pemimpin Muslim” semakin siap untuk menyiapkan amal terbaik di bulan suci Ramadhan.
Selasa (23/11) siswa kelas 4 SD Islam Bintang Juara mengikuti program Belajar Bersama Orang Tua (BBOT). Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahim antara sekolah dengan orang tua, memperkuat ilmu yang telah dipelajari selama kegiatan pembelajaran, dan mengenalkan siswa dengan berbagai macam pekerjaan. Kegiatan dilaksanakan secara offline bertempat di ruang kelas 4. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 23 November 2021. Pemateri dari kegiatan ini adalah Ayah Kak Galih (siswa kelas 4). Beliau adalah seorang kontraktor yang telah berpengalaman menangani proyek-proyek pembangunan beragam Gedung berskala besar.
Kegiatan BBOT ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan para professional. Kesempatan kali ini, siswa mendapatkan ilmu langsung dari para ahli, dalam kesempatan kali ini adalah Ayah Kak Galih yang berprofesi sebagai seorang kontraktor. Kontraktor sering diidentikkan dengan orang yang menjalankan usaha di bidang jasa konstruksi, oleh karena itu sering kali disamakan dengan pemborong. Jasa yang ditawarkan bisa berupa konsultasi konstruksi, seperti pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, dan manajemen penyelenggaraan konstruksi bangunan.
Pengalaman beliau membangun Gedung dengan tinggi 45 lantai sangat membuat para siswa takjub. Siswa diajak untuk melihat bagaimana proses pembangunan gedung tersebut melalui video yang ditayangkan. Pembangunan yang dimulai dari proses membuat rancangan, mengeksekusi dan mengevaluasi. Siswa juga dikenalkan adab-adab dalam bekerja, salah satunya adalah memperhatikan keselamatan diri. Ayah Kak Galih mengenalkan beberapa alat keselamatan diri diantaranya adalah topi, rompi, dan sepatu. Selain alat-alat keselamatan diri, siswa juga dikenalkan dengan beragam alat-alat berat. Salah satu diantaranya adalah EXCAVATOR atau BACK HOE, masyarakat Jawa biasa menyebutnya Blego. Siswa menyimak dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar dunia konstruksi. Bagaimana alat-alat berat yang digunakan beroperasi.
Ternyata, alat-alat berat yang digunakan ketika mendirikan sebuah gedung memiliki operator khusus. Operator ini juga merupakan salah satu jenis pekerjaan tersendiri. Operator alat berat adalah orang yang memiliki ketrampilan atau keahlian khusus mengoperasikan alat-alat berat seperti excavator, bulldozer, wheel loader, mobile crane, dan alat lainnya. Operator alat berat bertugas menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berat dengan menggunakan peralatan berat yang tidak dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu operator alat berat harus kuat dan Tangguh agar bisa diandalkan. Untuk menjadi operator alat berat yang handal, seorang operator alat berat harus memiliki pedoman dasar, yaitu ketahanan fisik serta teknik operasional yang memadai.
Apapun pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang, lakukanlah karena Allah supaya setiap kegiatannya bernilai ibadah. Apabila pekerjaan yang dilakukan diniatkan karena Allah, maka kita akan selalu berusaha senantiasa memberikan karya terbaik. Buya Hamka pernah berpesan “ Kalau kerja hanya sekedar bekerja, Kera Juga bekerja.”. Niatkan bekerja karena Allah, cintai pekerjaanmu, dan persembahkanlah karya terbaik.
Senin (22/11) SD Islam Bintang Juara bekerjasama dengan tim Beewhite Management telah melaksanakan kegiatan “Leadership Camp”. Kegiatan Leadership Camp dilaksanakan selama dua hari 1 malam. Kegiatan dibuka pada Hari Sabtu (20/11) dan ditutup pada Hari Ahad (21/11). Kegiatan dilaksanakan di lapangan Pusat Olah raga dan Taman Bermain PAUD & SD Islam Bintang Juara. Peserta Leadership Camp adalah siswa-siswi SD Islam Bintang Juara kelas 1-5.
Kegiatan dibuka oleh Bunda Dyah Indah Noviyani S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Ketua Yayasan Dewi Sartika Semarang, ditandai dengan penyematan pin dan syal kepada perwakilan peserta. Peserta yang menjadi perwakilan adalah Muhammad Raffasya Azimarta (kelas 4) dan Qowwi Tamassuki bil Urwah (kelas 5). Kegiatan pembukaan ini menjadi symbol bahwa para peserta siap sedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Leadership Camp 2021. Kegiatan Pembukaan menjadi simbol bahwa peserta siap dilepas dari orang tua dan siap menuntaskan setiap tantangan yang ada di medan perjuangan. Selama dua hari mengikuti kegiatan Leadership Camp, siswa terlepas dari setiap fasilitas yang disediakan oleh orang tua di rumah. Mereka dengan perbekalan yang telah dibawa siap bertanggung jawab dan menuntaskan misi yang diberikan oleh trainer.
Misi pertama yang harus peserta tuntaskan adalah berjuang mendirikan tenda. Kegiatan mendirikan tenda ini melatih siswa untuk saling bekerja sama, bergerak cepat, dan fokus. Dengan bantuan fasilitator para peserta belajar untuk menjadi seorang leader dan follower. Kalau kata Kak Jay “Setiap leader itu harus punya followers. Tidak ada leader yang berhasil tanpa dukungan penuh dari followersnya. Setiap leader yang tangguh, tentu karena memiliki tim yang Tangguh. Apapun peran peserta dalam mendirikan tenda, setiap peserta adalah leader untuk dirinya sendiri.” Karena kerjasama antara fasilitator, guru pendamping, dan peserta tenda-tenda perjuangan pun berhasil berdiri kokoh dan ditempati dengan nyaman sebagai camp untuk menginstall value-value seorang pemimpin.
Pasak telah terhujam, tenda telah terpancang, berarti bendera-bendera perjuangan siap dikibarkan. Setelah kegiatan mendirikan tenda, peserta diajak untuk bersih diri dan menuju Keajaiban Duha. Pembiasaan Shalat Duha yang telah dilakukan di sekolah menjadi pembiasaan di kegiatan Leadership Camp. Setelah kegiatan Shalat Duha, peserta siap melaksanakan petualang di hari pertama yang bertujuan mengasah Personal Development. Peserta mendapatkan pijakan untuk senantiasa mengucapkan salam ketika berjumpa dengan peserta lain di perjalanan dan membiasakan untuk berdzikir. Ketika melewati jalanan menanjak mengucapkan takbir dan ketika melewati jalanan turun mengucapkan kalimat tasbih. Melalui kegiatan berdzikir peserta diajak untuk menjadi pemimpin yang senantiasa terikat hati, pikiran, dan ucapannya kepada Allah SWT. Petualangan di hari kedua juga tidak kalah menantang. Titik poin pada kegiatan hari kedua adalah “Team Spirit”. Selama dua hari berkegiatan, setiap kegiatan dirancang untuk semakin menajamkan dan menguatkan value-value seorang pemimpin di dalam diri siswa-siswi SD Islam Bintang Juara.
Alhamdulillah kegiatan Leadership Camp telah terlaksana dengan lancar dan penuh hikmah. Leadership Camp memang telah usai, tapi nilai dan semangatnya tak pernah selesai. Setiap hal baik yang kita terima di kegiaan Leadersihp Camp kemarin harus tetap menyala menjadi cahaya-cahaya yang hidup di hati setiap Calon Pemimpin Muslim yang berilmu, berakhlak mulia dan bermanfaat.
Semarang, 17 September 2021- SD Islam Bintang Juara telah melaksanakan kegiatan Perayaan Tengah Semester 1 (PTS 1) Tahun Pelajaran 2021/2022 hari kedua. Kegiatan PTS 1 dilaksanakan pada tanggal 16 – 24 September 2021. Kegiatan PTS 1 diikuti oleh siswa dan siswi kelas 1 – 5 dengan total jumlah siswa adalah 92 siswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara offline dengan penerapan protokol kesehatan, dan syarat jika ada siswa yang kondisi tubuhnya kurang sehat dapat istirahat terlebih dahulu kemudian mengikuti susulan di hari berikutnya.
Perayaan Tengah Semester 1 ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menerima informasi selama tiga bulan terakhir. Sehingga, guru mengetahui kondisi kemampuan siswa secara faktual tanpa melabel siswa “pintar” atau “bodoh”. Oleh karena itu, beberapa guru di SD Islam Bintang Juara menyampaikan bahwa, kegiatan Penilaian Tengah Semester disebut dengan Perayaan Tengah Semester supaya para siswa dan orang tua lebih tenang ketika menyambutnya. Seperti pendapat Goelman bahwa kemampuan mengatur emosi dapat mempengaruhi kemampuan berpikir logis. Sehingga, jika orang tua tenang, maka siswa akan mendapat motivasi positif, dan siswa ketika menuntaskan tantangan PTS lebih tenang dan berdampak pada hasil PTS yang maksimal karena siwsa mampu berpikir logis.
Pelaksanaan PTS 1, didampingi oleh lebih dari satu guru setiap kelasnya dengan jumlah maksimal 3 guru menyesuaikan kondisi dan jumlah siswa yang ada di kelas. Adapun metode pengelompokan soal, dilakukan secara bertingkat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Pada saat pagi hari, kegiatan PTS dibuka dengan do’a bersama, jurnal pagi, dan Shalat Dhuha. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengenalkan siswa akan pentingnya mengingat Sang Khaliq. Setelah kegiatan pembiasaan positif, siswa dipersilahkan untuk makan bekal bagi, yang bertujuan untuk menjaga kondisi nutrisi dan energi pada tubuh siswa.
Pada akhir kegiatan PTS, siswa melaksanakan do’a bersama, kemudian dilanjutkan dengan beres-beres, kemudian ditutup dengan shalat Dhuhur berjama’ah. Alhamdulillah, setelah dua hari berlangsungnya PTS, siswa terlihat antusias dalam menuntaskan kegiatan yang diberikan oleh Bapak Ibu Guru. Semoga, kegiatan ini menjadi berkah bagi siswa, orang tua siswa, dan Bapak Ibu guru.
Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Ayah Bunda yang telah mendampingi kakak – kakak selama berkegiatan di rumah. Dengan kerjasama yang selaras antara orang tua dan guru, siswa akan tumbuh menjadi sosok yang hebat, tangguh, dan memiliki jiwa pemimpin muslim.