Ayah Bunda, sudahkah kakak shalih-shalihah dibekali cara menjaga keselamatan di rumah? Kini saatnya ajarkan kakak shalih-shalihah mengetahui cara menjaga keselamatan di sekolah.
Materi ini merupakan bagian dari paparan Bunda Perdana pada kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) di kelas 2 SD Islam Bintang Juara. Setelah kakak shalih-shalihah diajak melakukan ice breaking, mengenal arti istilah keselamatan dan aturan keselamatan, serta tata cara menjaga keselamatan di rumah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah mengenal beragam aturan di sekolah dan bagaimana menjaga keselamatan diri saat berada di sekolah.
Mengenal Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah
Ayah Bunda, yuk ajak kakak shalih-shalihah untuk recalling mengenai apa itu keselamatan dan aturan keselamatan. Apakah kakak shalih-shalihah masih mengingatnya?
Masya Allah, ternyata kakak shalih-shalihah masih ingat arti dari dua istilah tersebut dengan baik ya, Ayah Bunda? Pasti hal tersebut tidak lepas dari kontribusi Ayah Bunda yang tak pernah lelah melakukan recalling setiap kegiatan yang ada di sekolah. Terima kasih untuk sinerginya di rumah, Ayah Bunda.
Sebagaimana di rumah yang memiliki aturannya masing-masing, di sekolah pun juga memiliki aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Beda sekolah bisa jadi berbeda pula aturannya. Namun secara garis besar, berikut ini aturan-aturan yang bisa ditemukan di sekolah:
Hadir di sekolah paling lambat sepuluh menit sebelum bel berbunyi.
Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00.
Melaksanakan tugas piket dengan penuh tanggung jawab.
Wajib membuat surat izin ketika tidak masuk sekolah.
Tidak boleh meninggalkan sekolah tanpa izin dari guru.
Semua wajib menjaga ketertiban dan ketenangan di kelas.
Siswa dilarang memakai perhiasan dan membawa barang berharga ke sekolah.
Siswa harus menghormati kepala sekolah, bapak/ibu guru, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah.
Memakai seragam dengan rapi dan atribut lengkap.
Siswa laki-laki tidak boleh berambut panjang.
Setiap hari Senin, siswa-siswi wajib mengikuti upacara bendera.
Dilarang membawa ponsel pintar di lingkungan sekolah.
Saling menghormati dan bersikap sopan terhadap sesama.
Menghormati hak sesama warga di sekolah.
Tidak semua aturan tersebut bisa ditemukan di SD Islam Bintang Juara ya, Ayah Bunda. Contoh, Ayah Bunda tidak akan menemukan ‘Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00’. SD Islam Bintang Juara tidak menggunakan metode bel ataupun lonceng sebagai penanda dimulainya pelajaran.
Aturan yang tertulis di atas hampir semua berhubungan dengan keselamatan kakak shalih-shalihah, misal;
Aturan tidak diperbolehkan membawa perhiasan dan barang-barang berharga, bertujuan agar penampilan kakak shalih-shalihah tidak mencolok dan menimbulkan keinginan orang tidak bertanggungjawab untuk mengambilnya.
Aturan meminta izin kepada guru sebelum melakukan aktivitas, bertujuan agar guru bisa mengetahui aktivitas kakak shalih-shalihah dan di mana lokasi kakak shalih-shalihah berada. Di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah dilarang untuk berkegiatan tanpa pendampingan dari guru. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan terpantau dan keamanan kakak shalih-shalihah bisa lebih terjaga.
Beberapa aturan keselamatan lainnya yang ada di sekolah, tak jauh berbeda dengan aturan keselamatan di rumah, seperti:
Mematikan saklar lampu saat tidak digunakan.
Mematikan keran air setelah selesai penggunaannya.
Membuang sampah pada tempatnya.
Mengembalikan mainan dan alat tulis ke tempat semula setelah selesai digunakan.
Bekali Kakak Shalih-shalihah tentang 6 Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah
Setelah kakak shalih-shalihah memahami berbagai aturan di sekolah, khususnya aturan yang berhubungan dengan keselamatan diri, yuk saatnya membekali kakak shalih-shalihah tentang 5 cara menjaga keselamatan di sekolah. Berikut ini cara yang disampaikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2:
1. Menaati Aturan Keselamatan yang Ada di Sekolah
Ayah Bunda, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menaati aturan keselamatan yang ada di sekolah, sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Pastikan kakak shalih-shalihah untuk berkegiatan hanya dalam pengawasan guru.
Termasuk juga tentang bermain aman dan nyaman. Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk memastikan apakah temannya aman dan nyaman saat berkegiatan bersama. Bekali kakak shalih-shalihah tentang pentingnya saling menyayangi terhadap sesama.
2. Menghafal Informasi Kontak
Pastikan bahwa kakak shalih-shalihah mengetahui siapa yang harus dihubungi ketika dalam kondisi darurat. Apabila menghafal informasi kontak terasa sulit, biasakan kakak shalih-shalihah untuk menulis nomor telepon Ayah dan Bunda di dalam buku saku.
Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk meminta bantuan kepada guru saat butuh berkomunikasi dengan Ayah Bunda. Misal, karena kakak shalih-shalihah sedang sakit dan butuh dijemput cepat.
3. Memberikan Identitas Barang Pribadi dengan Indikator
Bunda Perdana menyampaikan untuk menjaga keselamatan di sekolah penting menggunakan indikator untuk barang-barang pribadi. Terkadang mencantumkan nama pada barang-barang pribadi justru bisa menimbulkan bahaya. Oleh karenanya Bunda Perdana memberikan saran untuk menempelkan indikator atau semacam stiker khusus yang unik untuk menandai bahwa barang tersebut milik kakak shalih-shalihah.
4. Menjauhkan Barang Berbahaya Dari Jangkauan
Pastikan Ayah Bunda untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak menggunakan barang-barang yang berbahaya, misalnya benda tajam dan api. Terutama saat tidak ada pengawasan dari bapak atau ibu guru.
5. Mematuhi Panduan di Tempat Rawan
Biasanya di tempat-tempat tertentu, seperti di tangga, di lorong atau di selasar sekolah, terdapat peringatan-peringatan khusus. Contoh: ‘Berhati-hati saat menaiki tangga’, peringatan ini bertujuan agar kakak shalih-shalihah menjaga kontrol dirinya saat berjalan di tangga.
6. Bersikap Hati-Hati Dengan Orang Asing
Walaupun bapak dan ibu guru sudah sedemikian rupa dalam melakukan penjagaan terhadap kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda tetap harus memberikan pemahaman agar senantiasa berhati-hati dengan orang asing.
Bagaimana Ayah Bunda, apakah 6 cara menjaga keselamatan di sekolah sudah tuntas diberikan kepada kakak shalih-shalihah? Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kakak shalih-shalihah di manapun mereka berada ya.
Prosedur Menghadapi Kondisi Darurat di Sekolah
Ayah Bunda, selain diajarkan tips menjaga keselamatan di sekolah, kakak shalih-shalihah kelas 2 juga praktik langsung cara menghadapi berbagai kondisi darurat lo. Masya Allah seru sekali kegiatan praktik tersebut.
Dengan mempraktikkan langsung bagaimana merespon sirine tanda terjadinya kebakaran, menempel plester untuk pertolongan pertama pada kecelakaan dan kondisi darurat lainnya, insya Allah ilmu tersebut jadi lebih terekam dalam ingatan kakak shalih-shalihah. Berikut ini beberapa cara yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat di sekolah:
Saat kebakaran – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tidak panik dan segera keluar dari ruangan yang kebakaran. Apabila kebakarannya kecil, kebakaran tersebut insya Allah bisa dihentikan dengan menggunakan kain basah.
Saat gempa bumi – Ajarkan kakak shalih-shalihah untuk tetap tenang, lalu segera berlindung di bawah meja, atau keluar dari bangunan atau gedung dan mencari lokasi yang lebih aman.
Pertolongan pertama – Apabila kakak shalih-shalihah mengalami kecelakaan kecil di sekolah, misalnya terjatuh saat sedang berlari, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menuju ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan meminta bantuan kepada bapak ibu guru yang bertugas di sana.
Ayah Bunda, materi dari Bunda Perdana yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan di RSUP Kariadi ini sungguh bermanfaat bagi kehidupan kakak shalih-shalihah. Peran Ayah Bunda di rumah tentu saja memberikan teladan dan penguatan agar apa yang disampaikan terkait cara menjaga keselamatan di sekolah bisa terus terbawa dan dipraktikkan oleh kakak shalih-shalihah.***
Ayah Bunda, kasus yang mengancam keselamatan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Padahal, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah tetap harus beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Lalu bagaimanakah cara menjaga keselamatan di rumah yang tepat?
Menurut Bunda Perdana Nursari, orang tua Kak Akhtar, yang menjadi narasumber BBOT (Belajar bersama Orang Tua) di kelas 2 pada hari Senin, 15 Mei 2023, solusi yang paling tepat untuk menjaga keselamatan adalah dengan menerapkan aturan keselamatan.
Hmm, sebenarnya apa itu keselamatan, seperti apa pula aturan keselamatan, yuk Ayah Bunda, ajak recalling kakak shalih-shalihah materi BBOT tentang “Menjaga Keselamatan di Rumah dan Sekolah”.
Namun di artikel ini, kita akan fokus pada tata cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu ya, Ayah Bunda. Insya Allah pada artikel berikutnya, akan dibahas lebih lanjut tentang cara menjaga keselamatan di sekolah.
Pengertian Keselamatan dan Aturan Keselamatan
Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara menjaga keselamatan di rumah dan sekolah, Bunda Perdana lebih dulu mengajak kakak shalih-shalihah melakukan ice breaking. Seru sekali lo, Ayah Bunda, melihat kakak shalih-shalihah bergerak mengikuti alunan lagu yang diputar oleh Bunda Perdana.
Setelah kakak shalih-shalihah kelas 2 SD Islam Bintang Juara mulai ‘memanas’, Bunda Perdana mengajak mereka untuk mengenal arti keselamatan dan aturan keselamatan. Bagaimana dengan Ayah Bunda, sudahkah mengetahui arti dari dua istilah tersebut?
Keselamatan adalah keadaan terlindungi dari potensi bahaya atau sesuatu yang telah dirancang untuk melindungi dan mencegah bahaya. Sementara itu aturan keselamatan adalah sebuah prinsip atau peraturan yang mengatur tindakan, prosedur, atau perangkat yang dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya atau risiko cedera, kerugian, dan bahaya bagi orang-orang, properti atau lingkungan.
Aturan sering juga disebut sebagai tata tertib. Kakak shalih-shalihah pasti juga sudah tidak asing dengan istilah ini bukan, Ayah Bunda? Aturan bisa ditemukan di banyak tempat, baik itu di rumah, di sekolah ataupun di masyarakat luas.
Fungsi dari aturan yaitu untuk mengatur kehidupan dan melatih disiplin. Apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah konsisten mengikuti aturan, insya Allah akan tercipta kedisplinan, keharmonisan dan kebahagiaan.
Begitu pula apabila Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah mengikuti aturan keselamatan, insya Allah keamanan akan terjamin. Kebalikannya, apabila aturan keselamatan tidak dipatuhi, akan timbul bahaya, cedera dan kerugian.
Setelah kakak shalih-shalihah paham mengenai pentingnya menaati aturan keselamatan, saatnya Bunda Perdana mengajak mereka untuk berlatih menjaga keselamatan di rumah dan sekolah. Sebelum membahas tata cara keselamatan di sekolah, Bunda Perdana mengajak kakak shalih-shalihah memahami cara menjaga keselamatan di rumah terlebih dahulu.
Cara Menjaga Keselamatan di Rumah, Calon Pemimpin Muslim Wajib Tahu Nih!
Berada di rumah belum tentu keselamatan akan terjamin. Oleh karenanya kakak shalih-shalihah juga perlu diajari cara menjaga keselamatan di rumah. Salah satu langkah pertamanya yaitu dengan membuat aturan keselamatan dalam keluarga.
Disebutkan oleh Bunda Perdana dalam paparannya saat BBOT di kelas 2, aturan keluarga mencakup semua aturan yang diharapkan untuk dipatuhi seluruh anggota keluarga, yang dapat direvisi dari waktu ke waktu (Verywell Family).
Setiap keluarga bisa memiliki aturan yang berbeda-beda, tergantung proses diskusinya. Bagaimana di rumah Ayah Bunda, apakah sudah menetapkan aturan keluarga, khususnya yang berhubungan dengan keselamatan anggota keluarga?
Jika belum, beberapa aturan di rumah yang dibagikan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT bisa nih di-ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi):
Melaksanakan ibadah tepat waktu
Selalu meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain.
Mengembalikan barang ke tempat semula setelah menggunakannya.
Membereskan sesuatu yang berantakan agar rapi kembali.
Makan dengan tenang dan rapi.
Memperlakukan orang tua dengan kasih sayang dan rasa hormat.
Membereskan pekerjaan rumah sebelum bermain.
Tidak boleh makan di atas tempat tidur.
Membuang sampah pada tempatnya.
Pamit sebelum keluar dari rumah.
Meminta izin sebelum keluar malam atau pergi menginap.
Mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anggota keluarga yang lain.
Saling menghargai antara anggota keluarga, baik anak pada orang tua, orang tua pada anak, ataupun sesama anak.
Tidak berbicara kasar atau dengan nada tinggi.
Tidak menyakiti perasaan sesama anggota keluarga.
Saling membantu antar anggota keluarga.
Tidak menghina dan berteriak.
Menggosok gigi serta membersihkan kaki dan tangan sebelum tidur.
Setelah bangun merapikan tempat tidur dan kamar.
Makan sesuai porsi masing-masing.
Aturan di atas masih berupa aturan umum ya, Ayah Bunda. Sedangkan contoh aturan keselamatan yang bisa dibuat di rumah, misalnya:
Mengunci pintu rumah, jendela dan pagar rumah saat seluruh anggota keluarga bepergian ke luar rumah.
Tidak membiarkan orang asing masuk ke rumah.
Tidak membukakan pintu kepada orang asing, terutama saat Ayah Bunda sedang tidak ada di rumah.
Menutup keran air setelah selesai digunakan.
Mematikan alat elektronik ketika sudah tidak digunakan.
Mencabut kabel dari saklarnya untuk mencegah terjadinya korsleting.
Dilarang bermain api di dalam dan di luar rumah.
Menjauhi sumber listrik di rumah ketika sedang bermain atau berkegiatan.
Membuang sampah di tempatnya. Karena sampah yang berserakan, misal kulit pisang, bisa mencelakai anggota keluarga lain.
Merapikan mainan kembali ke tempat semula setelah selesai digunakan. Mainan yang berceceran bisa membuat anggota keluarga lain terpeleset dan jatuh.
Beberapa aturan keselamatan di atas insya Allah bisa membantu Ayah Bunda beserta kakak shalih-shalihah tetap aman saat berada di rumah. Tentu saja agar kakak shalih-shalihah bisa menjalankan aturan ini dengan konsisten dibutuhkan teladan dari Ayah Bunda. Selain teladan, kakak shalih-shalihah juga memerlukan pembiasaan dan penguatan agar aturan ini terinternalisasi dan membentuk karakter dalam diri mereka.
Untuk menjaga keselamatan di rumah, yuk ajarkan kakak shalih-shalihah untuk melakukan beberapa hal berikut:
Mengucapkan basmallah sebelum melakukan aktivitas apapun.
Ajak kakak shalih-shalihah untuk rutin mengamalkan dzikir pagi dan sore. Dalam dzikir pagi dan sore, ada sebuah terdapat sebuah doa agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan di setiap waktu.
Menaati aturan keselamatan yang sudah ditetapkan di rumah.
Melakukan kegiatan yang aman di dalam rumah. Pastikan berkegiatan dalam pengawasan orang tua dan selalu kontrol diri.
Apabila Ayah Bunda terpaksa meninggalkan kakak shalih-shalihah di rumah tanpa ada pendamping, pastikan untuk memasang kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut juga memiliki manfaat untuk mengontrol keadaan rumah saat seluruh anggota keluarga sedang berada di luar rumah.
Oya, pastikan untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah untuk bisa melakukan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) pada kondisi-kondisi kecelakaan sederhana, misalnya; saat kakak shalih-shalihah terkena luka bakar akibat terkena percikan minyak goreng. Dengan memiliki bekal P3K diharapkan kakak shalih-shalihah tidak mudah panik dan bisa membantu orang lain saat dibutuhkan.
Selain itu pastikan juga kakak shalih-shalihah menyimpan nomor telepon Ayah Bunda atau tetangga terdekat. Saat ada kondisi darurat di rumah, ajarkan kakak shalih-shalihah untuk menghubungi nomor telepon tersebut.
Ayah Bunda, ini baru sebagian dari materi yang dipaparkan oleh Bunda Perdana pada saat BBOT di kelas 2. Untuk mengetahui separuh materi lainnya, silakan Ayah Bunda bisa membaca Cara Menjaga Keselamatan di Sekolah.
Semoga bermanfaat dan mohon berkenan untuk bagikan informasi ini kepada sahabat dan kerabat. Terima kasih dan salam selamat, Ayah Bunda.***
Calon pemimpin harus paham tantangan apa saja yang di depan mata. Tak hanya itu seorang calon pemimpin juga harus belajar bagaimana menemukan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.
Sesuai dengan tema pembelajaran yang sedang diangkat saat ini; Pembangunan yang Berkelanjutan, kakak shalih-shalihah kembali berkegiatan terkait bagaimana merawat bumi. Bumi semakin tua, sampah ada di mana-mana, apa ya yang bisa kakak shalih-shalihah lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut?
Sebagai informasi, Eco Enzyme adalah hasil dari pengolahan sampah dapur organik yang telah difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Sampah dapur yang bisa digunakan yaitu kulit buah ataupun sayuran.
Eco Enzyme ini awalnya ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong. Sosok ini juga merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rosukon sudah dimulai sejak tahun 1980an.
Eco Enzyme kemudian diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr Joean Oon, promotor Eco Enzyme International, sekaligus praktisi terapi hemeopati, naturopati, antroposofis keperawatan dan perkembangan anak dari Penang, Malaysia.
Lalu siapakah komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang yang menjadi partner belajar kakak shalih-shalihah pada hari Jum’at, 3 Maret 2023? Yuk, kenalan lebih lanjut, Ayah Bunda.
Berkenalan dengan Komunitas Eco Enzyme Nusantara
Menyadari semakin parahnya pemanasan global sehingga bencana alam terjadi di mana-mana, mulai muncul keinginan untuk mengajak masyarakat dalam rangka menyelamatkan bumi. Secara resmi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) didirikan pada tahun 2019. Mengusung visi yang sangat mulia;
Mewujudkan Bumi Kembali Indah dan Lestari untuk Kelangsungan Hidup Umat Manusia dan Segenap Makhluk.
Agar bisa berkolaborasi lebih luas dengan banyak pihak, pada tahun 2020, EEN merasa perlu memiliki legalitas. Hingga kemudian pada Agustus 2020, terbentuklah Perkumpulan EEN yang melingkupi wilayah seluruh Indonesia.
Saat ini EEN telah meluas ke 27 provinsi dengan lebih dari 80 kelompok komunitas yang tersebar di seluruh Nusantara. Semakin banyak pula yang bergabung menjadi relawan untuk menjalankan misi dari komunitas ini:
Melakukan Edukasi dan Sosialisasi Eco Enzyme secara online dan offline kepada masyarakat.
Membangun kesadaran masyarakat untuk mengasihi alam dan mengolah sampah organik.
Membentuk dan melatih Relawan EEN di seluruh Indonesia.
Melakukan kerjasama dengan Pemerintahan daerah dan pusat dalam mengolah sampah organik.
Membentuk tim litbang untuk mengembangkan keilmuan yang berkaitan dengan Eco Enzyme sehingga semakin memberikan manfaat yang lebih luas.
Ketua EEN pusat saat ini yaitu Jimuno Tanaka dari Batam. Sementara itu, Ketua EEN Semarang periode sekarang dipegang oleh Ibu Rinanita.
Pada hari Jum’at, 3 Maret 2023, berikut ini nama-nama pengurus dan relawan aktif EEN Semarang yang membagikan ilmunya tentang Eco Enzyme kepada kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara:
Ibu Yenita selaku ketua bank eco enzym semarang
Ibu Jeany selaku sekretaris EEN Semarang
Ibu Ririn selaku bendahara
Ibu Milan selaku anggota pengurus EEN semarang
Ibu Emma selaku relawan aktif
Ibu Aryanti selaku relawan aktif
Ayah Bunda, sebagai informasi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang telah membangun Bank Eco Enzyme Semarang Hebat sejak tahun 2021 lo. Bank Eco Enzyme tersebut terletak di kecamatan Semarang Utara.
Bank Eco Enzym difungsikan untuk memproduksi eco enzym sebanyak-banyaknya. Bahkan sudah terlihat buktinya untuk menghilangkan bau dan menjernihkan air di polder Tawang.
Pada saat angka Covid-19 masih tinggi, komunitas EEN juga bekerjasama dengan Pemkot Semarang untuk menyemprotkan EEN ke udara untuk mengurangi penyebaran virus Corona selama beberapa kali.
Cara Membuat Eco Enzyme, Yuk Praktekkan di Rumah
Ayah Bunda, mau tahu tidak bagaimana cara membuat Eco Enzyme sebagaimana yang dipraktekkan kakak shalih-shalihah pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu?
Ternyata sangat mudah lo, Ayah Bunda. Jika kakak shalih-shalihah saja bisa membuat bersama-sama dengan kelompoknya, Ayah Bunda juga pasti bisa membuatnya sendiri di rumah.
Begini nih caranya, pertama-tama siapkan peralatan yang dibutuhkan:
Toples ukuran 1.7 liter
Gelas ukur
Pisau
Telenan
Setelah itu, siapkan juga bahan-bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat Eco Enzyme:
Air 1000 ml
Gula 100 gram, diiris tipis atau dipotong kecil-kecil agar lebih mudah larut
Kulit buah 300 gram, potong atau cacah kecil-kecil dulu ya, Ayah Bunda
Apabila peralatan dan bahan-bahan sudah siap, saatnya melakukan proses pengolahan:
Bersihkan wadah dari sabun atau bahan kimia
Masukkan air bersih sebanyak 1000 ml
Masukkan gula sebanyak 100 gram
Masukkan cacahan kulit buah sebanyak 300 gram
Tutup rapat wadah/ toples
Beri label pembuatan dan tanggal panen. Eco enzyme bisa dipanen setelah difermentasi selama tiga bulan.
Simpan toples di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung
Pada saat belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah menggunakan sampah kulit jeruk. Namun sebenarnya kulit buah apapun bisa digunakan ya, Ayah Bunda.
Hanya saja kalau berisi berbagai jenis kulit buah, sebaiknya dicatat di bagian label. Bu Emma, salah satu pemateri menyampaikan, “Beda kulit akan berbeda pula hasil jadinya. Misal kulit nanas dan pisang biasanya akan lebih banyak menghasilkan gaz dibanding kulit buah lainnya.”
Dengan melakukan pencatatan jenis kulit buah pada label, Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah mengamati hasil jadi Eco Enzyme. Apakah akan ada bedanya Eco Enzyme yang terbuat dari kulit jeruk dengan kulit buah lainnya. Bisa jadi sarana eksplorasi untuk kakak shalih-shalihah bukan?
Pada saat proses fermentasi secara alami, bulan pertama akan menghasilkan alkohol, bulan kedua menghasilkan asam cuka, dan bulan ketiga menghasilkan enzym yang siap dipakai.
Manfaat Eco Enzyme Apa Saja Ya?
Mungkin beberapa dari Ayah Bunda ada yang belum mengetahui bahwa Eco Enzyme memiliki banyak manfaat. Selain mampu mengurangi jumlah sampah organik, berikut ini fungsi Eco Enzyme lainnya:
Menghilangkan bau tidak sedap tumpukan sampah di TPS,
Menetralisir udara dari kontaminasi virus Corona,
Penjernih dan penghilang bau air,
Campuran air mandi serta obat kumur untuk menghilangkan batuk dan flu,
Pengganti skincare, bisa menghaluskan kulit wajah,
Sebagai Hand sanitizer,
Sebagai cairan pencuci piring,
Sebagai cairan untuk mengepel lantai, dsb.
Tak hanya itu, Eco Enzyme juga bisa untuk menyembuhkan luka lo, Ayah Bunda. Saat proses belajar mengolah Eco Enzyme, Kak Akhtar, salah satu siswa kelas dua, sempat terluka.
Lalu oleh bu Emma, tangan kak Akhtar yang terluka disemprotkan eco enzyme. Alhamdulillah lukanya langsung menutup dan perdarahan berhenti.
Kata EEN tentang Calon Pemimpin Muslim SD Islam Bintang Juara
Pada saat proses belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2.
Kelompok pertama melakukan aktivitasnya di lantai dua Gedung A SD Islam Bintang Juara. Sementara kelompok kedua yang terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 3-6 beraktivitas di basement Gedung B.
Sebelum acara dimulai, ibu bapak guru telah memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah untuk mengikuti acara dengan fokus. Tidak lupa ibu bapak guru juga mengingatkan agar kakak shalih-shalihah bisa bergerak lancar.
Apabila ada yang ingin ditanyakan, kakak shalih-shalihah bisa mengangkat tangan terlebih dahulu. Jika pemateri sudah memberi kesempatan berbicara, kakak shalih-shalihah baru bisa mengajukan pertanyaannya.
Selain itu, ibu dan bapak guru juga memberikan pijakan untuk menggunakan pisau dengan benar agar tidak ada yang terluka. Setiap anggota kelompok juga diberikan tugas masing-masing; ada yang bertugas mengukur dan mengambil kulit jeruk, ada yang bertugas mengukur dan mengambil air, dsb.
Alhamdulillah dengan pijakan yang diberikan oleh ibu bapak guru, acara Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu bisa berjalan dengan lancar dan kondusif.
Bahkan para pemateri dari Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) Semarang memberikan feedback positif lo. Berikut ini beberapa respon yang sampai kepada kami;
Siswa Bintang Juara cukup kritis. Suka bertanya. Sopan dan antusias mendengarkan dan praktek. Cukup menyenangkan mengajar Eco Enzyme di SD Islam Bintang Juara.
Masya Allah, masih kelas 1 dan 2 tapi sangat tenang. Kalaupun ada yang lari-lari, bukan karena gojekan, tetapi untuk ambil barang yang dibutuhkan.
Menyenangkan sosialisasi di SD Bintang Juara. Anak-anak yang hebat, sopan semangat dan pintar. Pertanyaan yang kritis. Semoga anak-anak bisa melanjutkan membuat Eco Enzyme dan mengajarkan ke lingkungan. Semoga mereka bisa sukses.
Masya Allah, alhamdulillah. Tentunya semua ini tidak lepas juga dari sinergi Ayah Bunda dalam pengasuhan kakak shalih-shalihah di rumah.
Bagaimana Ayah Bunda, seru bukan kegiatan P5 kakak shalih-shalihah bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara dalam mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme?
Semoga dengan semakin banyaknya yang mengetahui tentang Eco Enzyme, bumi bisa terawat dengan lebih baik. Pastikan apabila Ayah Bunda sudah mempraktekkan cara membuat eco enzyme di rumah bisa didokumentasikan dan bagikan kepada kerabat ya. ***
Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokahtuh 🕌 Ayah Bunda, Alhamdulillah pada hari ini bergantian Kak Hanif berkesempatan menyampaikan Khitobah hasil diskusi bersama keluarga yang berjudul Kisah Inspiratif Sedekah😇
Kak Hanif mengisahkan bahwa pada Zaman Nabi Sulaiman a.s terdapat suami istri yang memiliki pohon yang sangat besar di samping rumahnya. Pada pohon tersebut ditinggali oleh burung Merpati dan anak-anaknya. Suami istri tersebut memiliki kebiasaan memanjat dan mengambil burung merpati untuk diolahnya menjadi lauk. Lalu induk merpati murka dan mengadu kepada Nabi Sulaiman, pada akhirnya suami mendapat teguran untuk tidak mengambil merpati kembali. Suami yang sudah berjanji tadi, diminta oleh istrinya untuk mengambil burung untuk lauk, atas bujukan istrinya akhirnya suami menyetujui permintaannya. Atas janji yang telah diingkari Nabi Sulaiman a.s mengambil tindakan dengan mengirimkan dua jin dari arah timur dan barat untuk menjaga pohon besar tersebut. Hingga pada suatu hari merpati tersebut menetaskan telurnya dan suami bergegas memanjat pohon untuk mengambil merpati menjadi lauk anak-anak mereka. Sebelum memanjat sampai atas, suami melihat pengemis kelaparan yang meminta ke rumahnya, suami tersebut turun dan mengambil segenggam gandum untuk diberikan kepada pengemis. Si suami akhirnya memanjat dan mengambil merpati. Nabi Sulaiman mendengar hal itu kemudian bertanya kepada jin yang diutusnya “mengapa kamu tidak menjaga pohon itu?”. Kemudian jin mengaku bahwa ia telah dilempar oleh dua malaikat yang diutus Allah untuk melindungi laki-laki itu dari musibah, hal itu karena segenggam gandum atas sedekahnya kepada pengemis. Dari kisah tersebut dapat disimpulkan bahwa memberi sedekah akan menjaga diri dari musibah dan keburukan lainnya. Wallahu a’lam bisawab 😇
MasyaAllah Ayah Bunda, hari ini kita diingatkan kembali untuk senantiasa menyisihkan sebagian harta kita untuk bersedekah. Semoga kita semua dimampukan untuk bersedekah dan melakukan hal-hal kebaikan lainnya aamiin aamiin yaRabbal’alamin 😊
Terimakasih Bunda dan Kakak Hanif yang sudah membantu kak Hanif untuk menyiapkan materi khitobah hari ini
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari tausiyah yang disampaikan Kak Hanif 😊 Mohon maaf lahir batin Wassalamu’alaykum Warohmatulohi Wabarakatuh 😊🙏
Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokahtuh 🕌 Ayah Bunda, Alhamdulillah pada hari ini Kak Qeenkin berkesempatan menyampaikan Khitobah hasil diskusi bersama orangtua yang berjudul 4 Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa😇
Kak Qeenkin menyampaikan dalam tausiyahnya ada 4 keutaman memberi makan orang yang berbuka puasa diantaranya :
Mendapatkan pahala puasa sebanyak orang yang ia berikan
Sedekahnya akan menjadi naungan pada hari kiamat
Sedekahnya menjadi pelindung dari Api Neraka
Sedekahnya Tidak akan mengurangi hartanya Wallahu a’lam bisawab 😇
MasyaAllah Ayah Bunda, hari ini kita diingatkan untuk senantiasa ringan dalam berbagi. Semoga kita semua dimampukan untuk bersedekah dan melakukan hal-hal kebaikan lainnya aamiin aamiin yaRabbal’alamin 😊
Terimakasih Vati dan Muti yang sudah membantu kak Qeenkin untuk menyiapkan materi khitobah hari ini
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari tausiyah yang disampaikan Kak Qeenkin 😊 Mohon maaf lahir batin Wassalamu’alaykum Warohmatulohi Wabarakatuh 😊🙏
Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokahtuh 🕌 Ayah Bunda, Alhamdulillah hari ini giliran Kak Suci yang mendapat kesempatan berkhitobah dengan judul Abu Hanifah, Ulama Besar yang Menghormati sang Ibu 😇
Dalam tausiyah yang disampaikan Kak Suci menceritakan pada suatu hari Ibu Abu Hanifah bertanya kepada Abu Hanifah mengenai tata cara shalat dan hukum shalat. Dengan senang hati atas pengetahuannya sebagai ulama besar Abu Hanifahpun menjelaskan mengenai tata cara shalat dan hukum shalat dengan lemah lembut. Tetapi apa yang dilakukan oleh sang ibu Abu Hanifah terhadap yang ia katakan justru membuat Ibunya tidak mempercayai apa yang ia katakan, bahkan Ibu Abu Hanifah tidak mau mendengar lagi penjelasan Ulama besar tersebut. Sang ibu lebih percaya perkataan sahabatnya yaitu Za’rah Al-Qas dan meminta menemui ulama tersebut untuk mendengarkan penjelasannya. Melihat perlakuan ibunya yang seperti itu, Abu Hanifah sama sekali tidak marah dan menggurui. Ia bahkan tetap sabar untuk mengantarkan ibunya ke Za’rah Al-Qas dan tetap menghormati sang ibu.
Hikmah yang bisa kita ambil dari khitobah hari ini yaitu kita sentiasa mencotoh sikap Abu Hanifah yang tetap santun kepadanya Ibunya. Tak pula Abu Hanifah selalu mendoakan ibunya Wallahu A’lam Bisawab 😊
Terima kasih untuk Bunda kak Suci yang telah mendampingi kak Suci berdiskusi menyiapkan materi khitobah hari ini 😇
Mohon maaf lahir batin Wassalamu’alaykum Warohmatulohi Wabarakatuh 😊🙏