fbpx
Cara Membuat Eco Enzyme, Ikhtiar Calon Pemimpin Muslim Merawat Bumi!

Cara Membuat Eco Enzyme, Ikhtiar Calon Pemimpin Muslim Merawat Bumi!

Calon pemimpin harus paham tantangan apa saja yang di depan mata. Tak hanya itu seorang calon pemimpin juga harus belajar bagaimana menemukan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.

Sesuai dengan tema pembelajaran yang sedang diangkat saat ini; Pembangunan yang Berkelanjutan, kakak shalih-shalihah kembali berkegiatan terkait bagaimana merawat bumi. Bumi semakin tua, sampah ada di mana-mana, apa ya yang bisa kakak shalih-shalihah lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut?

Setelah berkunjung ke Rumah Inovasi dan TPST UNNES, kali ini mereka belajar tentang cara membuat eco enzyme bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang.

Sebagai informasi, Eco Enzyme adalah hasil dari pengolahan sampah dapur organik yang telah difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Sampah dapur yang bisa digunakan yaitu kulit buah ataupun sayuran.

Eco Enzyme ini awalnya ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong. Sosok ini juga merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rosukon sudah dimulai sejak tahun 1980an.

Eco Enzyme kemudian diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr Joean Oon, promotor Eco Enzyme International, sekaligus praktisi terapi hemeopati, naturopati, antroposofis keperawatan dan perkembangan anak dari Penang, Malaysia.

Lalu siapakah komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang yang menjadi partner belajar kakak shalih-shalihah pada hari Jum’at, 3 Maret 2023? Yuk, kenalan lebih lanjut, Ayah Bunda.

Berkenalan dengan Komunitas Eco Enzyme Nusantara

Menyadari semakin parahnya pemanasan global sehingga bencana alam terjadi di mana-mana, mulai muncul keinginan untuk mengajak masyarakat dalam rangka menyelamatkan bumi. Secara resmi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) didirikan pada tahun 2019. Mengusung visi yang sangat mulia;

Mewujudkan Bumi Kembali Indah dan Lestari untuk Kelangsungan Hidup Umat Manusia dan Segenap Makhluk.

Agar bisa berkolaborasi lebih luas dengan banyak pihak, pada tahun 2020, EEN merasa perlu memiliki legalitas. Hingga kemudian pada Agustus 2020, terbentuklah Perkumpulan EEN yang melingkupi wilayah seluruh Indonesia.

Saat ini EEN telah meluas ke 27 provinsi dengan lebih dari 80 kelompok komunitas yang tersebar di seluruh Nusantara. Semakin banyak pula yang bergabung menjadi relawan untuk menjalankan misi dari komunitas ini:

  1. Melakukan Edukasi dan Sosialisasi Eco Enzyme secara online dan offline kepada masyarakat.
  2. Membangun kesadaran masyarakat untuk mengasihi alam dan mengolah sampah organik.
  3. Membentuk dan melatih Relawan EEN di seluruh Indonesia.
  4. Melakukan kerjasama dengan Pemerintahan daerah dan pusat dalam mengolah sampah organik.
  5. Membentuk tim litbang untuk mengembangkan keilmuan yang berkaitan dengan Eco Enzyme sehingga semakin memberikan manfaat yang lebih luas.

komunitas eco enzyme nusantara semarang

Ketua EEN pusat saat ini yaitu Jimuno Tanaka dari Batam. Sementara itu, Ketua EEN Semarang periode sekarang dipegang oleh Ibu Rinanita.

Pada hari Jum’at, 3 Maret 2023, berikut ini nama-nama pengurus dan relawan aktif EEN Semarang yang membagikan ilmunya tentang Eco Enzyme kepada kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara:

  • Ibu Yenita selaku ketua bank eco enzym semarang
  • Ibu Jeany selaku sekretaris EEN Semarang
  • Ibu Ririn selaku bendahara
  • Ibu Milan selaku anggota pengurus EEN semarang
  • Ibu Emma selaku relawan aktif
  • Ibu Aryanti selaku relawan aktif

Ayah Bunda, sebagai informasi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang telah membangun Bank Eco Enzyme Semarang Hebat sejak tahun 2021 lo. Bank Eco Enzyme tersebut terletak di kecamatan Semarang Utara.

Bank Eco Enzym difungsikan untuk memproduksi eco enzym sebanyak-banyaknya. Bahkan sudah terlihat buktinya untuk menghilangkan bau dan menjernihkan air di polder Tawang.

Pada saat angka Covid-19 masih tinggi, komunitas EEN juga bekerjasama dengan Pemkot Semarang untuk menyemprotkan EEN ke udara untuk mengurangi penyebaran virus Corona selama beberapa kali.

Cara Membuat Eco Enzyme, Yuk Praktekkan di Rumah

Ayah Bunda, mau tahu tidak bagaimana cara membuat Eco Enzyme sebagaimana yang dipraktekkan kakak shalih-shalihah pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu?

Ternyata sangat mudah lo, Ayah Bunda. Jika kakak shalih-shalihah saja bisa membuat bersama-sama dengan kelompoknya, Ayah Bunda juga pasti bisa membuatnya sendiri di rumah.

bahan yang dibutuhkan untuk eco enzyme

Begini nih caranya, pertama-tama siapkan peralatan yang dibutuhkan:

  • Toples ukuran 1.7 liter
  • Gelas ukur
  • Pisau
  • Telenan

Setelah itu, siapkan juga bahan-bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat Eco Enzyme:

  • Air 1000 ml
  • Gula 100 gram, diiris tipis atau dipotong kecil-kecil agar lebih mudah larut
  • Kulit buah 300 gram, potong atau cacah kecil-kecil dulu ya, Ayah Bunda

Apabila peralatan dan bahan-bahan sudah siap, saatnya melakukan proses pengolahan:

  • Bersihkan wadah dari sabun atau bahan kimia
  • Masukkan air bersih sebanyak 1000 ml
  • Masukkan gula sebanyak 100 gram
  • Masukkan cacahan kulit buah sebanyak 300 gram
  • Tutup rapat wadah/ toples
  • Beri label pembuatan dan tanggal panen. Eco enzyme bisa dipanen setelah difermentasi selama tiga bulan.
  • Simpan toples di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung

proses pembuatan eco enzyme

Pada saat belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah menggunakan sampah kulit jeruk. Namun sebenarnya kulit buah apapun bisa digunakan ya, Ayah Bunda.

Hanya saja kalau berisi berbagai jenis kulit buah, sebaiknya dicatat di bagian label. Bu Emma, salah satu pemateri menyampaikan, β€œBeda kulit akan berbeda pula hasil jadinya. Misal kulit nanas dan pisang biasanya akan lebih banyak menghasilkan gaz dibanding kulit buah lainnya.”

Dengan melakukan pencatatan jenis kulit buah pada label, Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah mengamati hasil jadi Eco Enzyme. Apakah akan ada bedanya Eco Enzyme yang terbuat dari kulit jeruk dengan kulit buah lainnya. Bisa jadi sarana eksplorasi untuk kakak shalih-shalihah bukan?

Pada saat proses fermentasi secara alami, bulan pertama akan menghasilkan alkohol, bulan kedua menghasilkan asam cuka, dan bulan ketiga menghasilkan enzym yang siap dipakai.

Manfaat Eco Enzyme Apa Saja Ya?

Mungkin beberapa dari Ayah Bunda ada yang belum mengetahui bahwa Eco Enzyme memiliki banyak manfaat. Selain mampu mengurangi jumlah sampah organik, berikut ini fungsi Eco Enzyme lainnya:

  • Menghilangkan bau tidak sedap tumpukan sampah di TPS,
  • Menetralisir udara dari kontaminasi virus Corona,
  • Penjernih dan penghilang bau air,
  • Campuran air mandi serta obat kumur untuk menghilangkan batuk dan flu,
  • Pengganti skincare, bisa menghaluskan kulit wajah,
  • Sebagai Hand sanitizer,
  • Sebagai cairan pencuci piring,
  • Sebagai cairan untuk mengepel lantai, dsb.

penggunaan eco enzyme

Tak hanya itu, Eco Enzyme juga bisa untuk menyembuhkan luka lo, Ayah Bunda. Saat proses belajar mengolah Eco Enzyme, Kak Akhtar, salah satu siswa kelas dua, sempat terluka.

Lalu oleh bu Emma, tangan kak Akhtar yang terluka disemprotkan eco enzyme. Alhamdulillah lukanya langsung menutup dan perdarahan berhenti.

Kata EEN tentang Calon Pemimpin Muslim SD Islam Bintang Juara

Pada saat proses belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2.

Kelompok pertama melakukan aktivitasnya di lantai dua Gedung A SD Islam Bintang Juara. Sementara kelompok kedua yang terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 3-6 beraktivitas di basement Gedung B.

guru memberikan pijakan sebelum berkegiatan

Sebelum acara dimulai, ibu bapak guru telah memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah untuk mengikuti acara dengan fokus. Tidak lupa ibu bapak guru juga mengingatkan agar kakak shalih-shalihah bisa bergerak lancar.

Apabila ada yang ingin ditanyakan, kakak shalih-shalihah bisa mengangkat tangan terlebih dahulu. Jika pemateri sudah memberi kesempatan berbicara, kakak shalih-shalihah baru bisa mengajukan pertanyaannya.

Selain itu, ibu dan bapak guru juga memberikan pijakan untuk menggunakan pisau dengan benar agar tidak ada yang terluka. Setiap anggota kelompok juga diberikan tugas masing-masing; ada yang bertugas mengukur dan mengambil kulit jeruk, ada yang bertugas mengukur dan mengambil air, dsb.

Alhamdulillah dengan pijakan yang diberikan oleh ibu bapak guru, acara Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu bisa berjalan dengan lancar dan kondusif.

kata komunitas eco enzyme nusantara tentang sd islam bintang juara

Bahkan para pemateri dari Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) Semarang memberikan feedback positif lo. Berikut ini beberapa respon yang sampai kepada kami;

  • Siswa Bintang Juara cukup kritis. Suka bertanya. Sopan dan antusias mendengarkan dan praktek. Cukup menyenangkan mengajar Eco Enzyme di SD Islam Bintang Juara.
  • Masya Allah, masih kelas 1 dan 2 tapi sangat tenang. Kalaupun ada yang lari-lari, bukan karena gojekan, tetapi untuk ambil barang yang dibutuhkan.
  • Menyenangkan sosialisasi di SD Bintang Juara. Anak-anak yang hebat, sopan semangat dan pintar. Pertanyaan yang kritis. Semoga anak-anak bisa melanjutkan membuat Eco Enzyme dan mengajarkan ke lingkungan. Semoga mereka bisa sukses.

Masya Allah, alhamdulillah. Tentunya semua ini tidak lepas juga dari sinergi Ayah Bunda dalam pengasuhan kakak shalih-shalihah di rumah.

Bagaimana Ayah Bunda, seru bukan kegiatan P5 kakak shalih-shalihah bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara dalam mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme?

Semoga dengan semakin banyaknya yang mengetahui tentang Eco Enzyme, bumi bisa terawat dengan lebih baik. Pastikan apabila Ayah Bunda sudah mempraktekkan cara membuat eco enzyme di rumah bisa didokumentasikan dan bagikan kepada kerabat ya. ***

 

Referensi:

  • https://halosemarang.id/ada-bank-eco-enzym-di-kota-semarang-ini-manfaat-dan-kegunaannya
  • https://semarangkota.go.id/p/2567/dlh_dukung_pengembangan_eco_enzyme
  • https://fkm.unair.ac.id/bagaimana-cara-membuat-eco-enzyme-simak-penjelasan-berikut-ini/
  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220930154324-289-854798/cara-membuat-eco-enzyme-cairan-serbaguna-beragam-manfaat
  • https://www.kompas.com/homey/read/2022/10/22/160055076/gampang-begini-cara-membuat-eco-enzyme-untuk-tanaman?page=all
  • https://www.orami.co.id/magazine/eco-enzyme
  • Wawancara dengan Bunda Milan, bunda dari Kak Arkan kelas 4, sekaligus anggota tim Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) Semarang
“Segenggam Gandum yang Menjadi Penjaga dari Musibah” |Sebuah Khitobah oleh Kak Hanif

“Segenggam Gandum yang Menjadi Penjaga dari Musibah” |Sebuah Khitobah oleh Kak Hanif

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokahtuh πŸ•Œ
Ayah Bunda, Alhamdulillah pada hari ini bergantian Kak Hanif berkesempatan menyampaikan Khitobah hasil diskusi bersama keluarga yang berjudul Kisah Inspiratif SedekahπŸ˜‡

Kak Hanif mengisahkan bahwa pada Zaman Nabi Sulaiman a.s terdapat suami istri yang memiliki pohon yang sangat besar di samping rumahnya. Pada pohon tersebut ditinggali oleh burung Merpati dan anak-anaknya. Suami istri tersebut memiliki kebiasaan memanjat dan mengambil burung merpati untuk diolahnya menjadi lauk. Lalu induk merpati murka dan mengadu kepada Nabi Sulaiman, pada akhirnya suami mendapat teguran untuk tidak mengambil merpati kembali. Suami yang sudah berjanji tadi, diminta oleh istrinya untuk mengambil burung untuk lauk, atas bujukan istrinya akhirnya suami menyetujui permintaannya. Atas janji yang telah diingkari Nabi Sulaiman a.s mengambil tindakan dengan mengirimkan dua jin dari arah timur dan barat untuk menjaga pohon besar tersebut. Hingga pada suatu hari merpati tersebut menetaskan telurnya dan suami bergegas memanjat pohon untuk mengambil merpati menjadi lauk anak-anak mereka. Sebelum memanjat sampai atas, suami melihat pengemis kelaparan yang meminta ke rumahnya, suami tersebut turun dan mengambil segenggam gandum untuk diberikan kepada pengemis. Si suami akhirnya memanjat dan mengambil merpati.
Nabi Sulaiman mendengar hal itu kemudian bertanya kepada jin yang diutusnya “mengapa kamu tidak menjaga pohon itu?”. Kemudian jin mengaku bahwa ia telah dilempar oleh dua malaikat yang diutus Allah untuk melindungi laki-laki itu dari musibah, hal itu karena segenggam gandum atas sedekahnya kepada pengemis.
Dari kisah tersebut dapat disimpulkan bahwa memberi sedekah akan menjaga diri dari musibah dan keburukan lainnya.
Wallahu a’lam bisawab πŸ˜‡

MasyaAllah Ayah Bunda, hari ini kita diingatkan kembali untuk senantiasa menyisihkan sebagian harta kita untuk bersedekah. Semoga kita semua dimampukan untuk bersedekah dan melakukan hal-hal kebaikan lainnya aamiin aamiin yaRabbal’alamin 😊

Terimakasih Bunda dan Kakak Hanif yang sudah membantu kak Hanif untuk menyiapkan materi khitobah hari ini

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari tausiyah yang disampaikan Kak Hanif 😊
Mohon maaf lahir batin
Wassalamu’alaykum Warohmatulohi Wabarakatuh πŸ˜ŠπŸ™

“Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa” | Khitobah oleh Kak Qeenkin

“Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa” | Khitobah oleh Kak Qeenkin

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokahtuh πŸ•Œ
Ayah Bunda, Alhamdulillah pada hari ini Kak Qeenkin berkesempatan menyampaikan Khitobah hasil diskusi bersama orangtua yang berjudul 4 Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berbuka PuasaπŸ˜‡

Kak Qeenkin menyampaikan dalam tausiyahnya ada 4 keutaman memberi makan orang yang berbuka puasa diantaranya :

  1. Mendapatkan pahala puasa sebanyak orang yang ia berikan
  2. Sedekahnya akan menjadi naungan pada hari kiamat
  3. Sedekahnya menjadi pelindung dari Api Neraka
  4. Sedekahnya Tidak akan mengurangi hartanya
    Wallahu a’lam bisawab πŸ˜‡

MasyaAllah Ayah Bunda, hari ini kita diingatkan untuk senantiasa ringan dalam berbagi. Semoga kita semua dimampukan untuk bersedekah dan melakukan hal-hal kebaikan lainnya aamiin aamiin yaRabbal’alamin 😊

Terimakasih Vati dan Muti yang sudah membantu kak Qeenkin untuk menyiapkan materi khitobah hari ini

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari tausiyah yang disampaikan Kak Qeenkin 😊
Mohon maaf lahir batin
Wassalamu’alaykum Warohmatulohi Wabarakatuh πŸ˜ŠπŸ™

“Ulama yang Menghormati Gurunya” | Sebuah Khitobah dari Kak Suci

“Ulama yang Menghormati Gurunya” | Sebuah Khitobah dari Kak Suci

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokahtuh πŸ•Œ
Ayah Bunda, Alhamdulillah hari ini giliran Kak Suci yang mendapat kesempatan berkhitobah dengan judul Abu Hanifah, Ulama Besar yang Menghormati sang Ibu πŸ˜‡

Dalam tausiyah yang disampaikan Kak Suci menceritakan pada suatu hari Ibu Abu Hanifah bertanya kepada Abu Hanifah mengenai tata cara shalat dan hukum shalat. Dengan senang hati atas pengetahuannya sebagai ulama besar Abu Hanifahpun menjelaskan mengenai tata cara shalat dan hukum shalat dengan lemah lembut. Tetapi apa yang dilakukan oleh sang ibu Abu Hanifah terhadap yang ia katakan justru membuat Ibunya tidak mempercayai apa yang ia katakan, bahkan Ibu Abu Hanifah tidak mau mendengar lagi penjelasan Ulama besar tersebut. Sang ibu lebih percaya perkataan sahabatnya yaitu Za’rah Al-Qas dan meminta menemui ulama tersebut untuk mendengarkan penjelasannya.
Melihat perlakuan ibunya yang seperti itu, Abu Hanifah sama sekali tidak marah dan menggurui. Ia bahkan tetap sabar untuk mengantarkan ibunya ke Za’rah Al-Qas dan tetap menghormati sang ibu.

Hikmah yang bisa kita ambil dari khitobah hari ini yaitu kita sentiasa mencotoh sikap Abu Hanifah yang tetap santun kepadanya Ibunya. Tak pula Abu Hanifah selalu mendoakan ibunya
Wallahu A’lam Bisawab 😊

Terima kasih untuk Bunda kak Suci yang telah mendampingi kak Suci berdiskusi menyiapkan materi khitobah hari ini πŸ˜‡

Mohon maaf lahir batin
Wassalamu’alaykum Warohmatulohi Wabarakatuh πŸ˜ŠπŸ™

“Hikayat dalam sebuah Kurma” | Sebuah Khitobah oleh Kak Qowwi

“Hikayat dalam sebuah Kurma” | Sebuah Khitobah oleh Kak Qowwi

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokahtuh πŸ•Œ
Ayah Bunda, Alhamdulillah hari ini Kak Qowwi berkesempatan menyampaikan Khitobah hasil diskusi bersama orangtua yang berjudul Hikayat dalam sebuah Kurma πŸ˜‡

Kak Qowwi menyampaikan dalam tausiyahnya bahwa ada seseorang yang membeli kurma di pasar dan tanpa sengaja memakan 1 buah kurma yang terjatuh disamping timbangan. Akibat dari itu, seseorang tersebut tidak Allah ridhoi atas doa-doa yang dipanjatkan sebelum meminta izin menghalalkan 1 buah kurma yang ia makan.

Hikmah dari tausiyah yang disampaikan oleh Kak Qowwi yaitu kita dihimbau untuk tidak mengambil hak seseorang tanpa izin, Allah tidak menerima doa hambaNya yang memakan atau mengambil hak yang bukan untuknya
Wallahu a’alam bishawab 😊

Terimakasih Ayah dan Bunda Kak Qowwi yang telah membantu dalam menyiapkan materi khitobah

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari penggalan kisah yang disampaikan Kak Qowwi

Mohon maaf lahir batin
Wassalamu’alaykum Warohmatulohi Wabarakatuh πŸ˜ŠπŸ™

Field Trip SD Islam Bintang Juara ke Agro Purwosari

Field Trip SD Islam Bintang Juara ke Agro Purwosari

Alhamdulillah pada hari Kamis, 24 Maret 2022. Kakak shalih shalihah SD Islam Bintang Juara melaksanakan kegiatan “Field Trip” ke Agro Purwosari.

Agro Purwosari merupakan agrowisata yang dimiliki dan dikelola oleh Dinas Pertanian, Kota Semarang yang terletak di Dukuh Kedungjangan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar baru di luar sekolah melalui media bercocok tanam, menumbuhkan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan, serta memunculkan rasa syukur atas luasnya bumi yang diciptakan Allah SWT.

Kegiatan dimulai dengan shalat duha serta doa dan dzikir pagi, kakak shalih shalihah memohon kepada Allah SWT agar kegiatan kali ini diberikan kelancaran, kemudahan, serta keberkahan.

Setelah shalat duha, kakak shalih shalihah mendengarkan informasi dari guru pendamping tentang pembagian kelompok dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama kegiatan “Field Trip”.

Bismillah, kegiatan field trip pun dimulai. Kakak shalih shalihah berbaris dengan rapi, lalu berjalan dan memasuki kendaraan mereka masing-masing, kendaraan pun bergerak bersama-sama menuju Agro Purwosari.

Sesampainya di Agro Purwosari, kakak shalih shalihah disambut oleh kakak fasilitator yang mengarahkan untuk berbaris sesuai kelompok untuk mengecek apakah setiap siswa telah sampai di lokasi dan jumlah anggota dari masing-masing kelompok telah sesuai.

Alhamdulillah, semua peserta di setiap group sudah lengkap, kini saatnya berjalan dengan tertib ke dalam area Agro Purwosari.

Sesampainya di sana, kakak shalih shalihah berkumpul di Padepokan untuk makan bekal bersama, Kak Rafie kelas 3B memimpin pelaksanaan doa sebelum makan, dan Kak Dafa kelas 2 memimpin pelaksanaan doa setelah makan.

Setelah kegiatan makan bekal, kakak shalih shalihah berkumpul di lapangan dan bermain game seru bersama kakak fasilitator.

Senyum dan tawa pun nampak dalam paras kakak shalih shaliah selama mengikuti permainan.

Setelah usai bermain game, kakak shalih shalihah bergerak sesuai dengan kelompok yang telah dibagi. Ada tiga kegiatan yang nantinya akan dilakukan oleh kakak shalih shalihah secara bergantian, yaitu : Memanen sayuran hidroponik, menanam tanaman cabai, dan memanen buah jambu.

Dalam kegiatan menanam tanaman cabai, masing-masing kakak shalih shalihah diberi sebuah polybag, lalu diminta untuk mengisi polybag tersebut dengan media tanam.

Kakak shalih shalihah boleh menggunakan skop ataupun tangan untuk mengisi polybag dengan media tanam.

Setelah polybag terisi dengan media tanam, lalu masing-masing siswa diberi tanaman cabai untuk ditanam di polybag tersebut.

Setelah ditanam di dalam polybag, kakak shalih shalihah boleh membawa pulang tanaman tersebut untuk ditanam dirumah.

Sementara itu, sebagian kelompok yang lain berkunjung ke green house untuk memanen sayuran.

Ada beberapa jenis sayuran yang ditanam disana, diantaranya ada sawi sendok, selada, dan kangkung. Namun kali ini kakak shalih shalihah hanya memanen sayur kangkung saja.

Sama halnya dengan tanaman cabai, sayur kangkung tersebut diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh kakak shalih shalihah.

Di waktu yang sama, ada kelompok lainnya yang berkegiatan memanen buah jambu biji.

Maa shaa Allah, kakak shalih shalihah diperbolehkan untuk memilih salah satu buah jambu yang ada di pohon, lalu memetiknya langsung dengan tangan.

Apabila kakak shalih shalihah tidak cukup kuat untuk memetik buah jambu dari pohonnya, bapak fasilitator siap membantu untuk memetik jambu dengan gunting tanaman.

Yeay, senang sekali rasanya bisa berkunjung ke taman agrowisata “Agro Purwosari”. Semoga pengalaman kali ini menjadi bekal berharga untuk menjadi “Calon Pemimpin Muslim” yang peka dan peduli dengan lingkungan sekitar.