fbpx

SD Islam Bintang Juara Tergabung dalam  Sekolah Penggerak

Program terbaru dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di bidang pendidikan adalah mewujudkan  Sekolah Penggerak  yang merupakan katalis untuk mewujudkan visi reformasi pendidikan Indonesia yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik. Program ini dirancang sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

Sekolah Dasar Islam Bintang Juara sudah terdaftar sebagai salah satu Sekolah Penggerak di Kota Semarang siap mngemban amanah untuk berfokus pada pengembangan hasil belajar murid secara holistik.  Pengembangan tersebut mencakup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter, diawali dengan pengembangan SDM sekolah, mulai dari siswa, guru, sampai kepala sekolah. Pengukuran kualitas peserta didik melalui pencapaian hasil belajar di atas level yang diharapkan dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.

Kepala Sekolah Dasar Islam Bintang Juara, Nur Shofwatin Ni’mah, S.Pd sedang menunggu jadwal pelatihan Sekolah Penggerak di wilayah Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang. Tentu saja hal ini akan memperkaya konsep pembelajaran yang berpusat pada murid, perencanaan program dan anggaran dirancang berbasis pada refleksi diri dan refleksi guru, akan terjadi perbaikan pada pembelajaran. Pada orientasi jangka panjang, SDI Bintang Juara akan melaksanakan perbaikan akan melakukan pengimbasan sehingga praktik-praktik baik dapat ditularkan ke sekolah yang lain. Program Sekolah Penggerak merupakan kolaborasi antara Kemendikbudristek dengan pemerintah daerah (pemda) di mana komitmen pemda menjadi kunci utama.

Dalam website kemdikbud disebutkan bahwa Sekolah Penggerak akan menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar yang memiliki keunggulan sebagai berikut:

1.Fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar jadi lebih mendalam, bermakna, dan menyenangkan.

2. Memberi kemerdekaan lebih kepada peserta didik, guru, dan sekolah dalam memilih pembelajaran yang sesuai.

3. Lebih relevan dan interaktif