Menulis surat mungkin terdengar sederhana, tapi di balik selembar kertas itu tersimpan seni komunikasi yang hangat, sopan, dan bermakna.
Hal itulah yang ingin dikenalkan oleh SD Islam Bintang Juara melalui kegiatan BBA (Belajar Bersama Ahli) untuk kelas 6, yang berlangsung pada Selasa, 14 Oktober 2025, bertempat di Ruang Perpustakaan SD Islam Bintang Juara.
Kegiatan kali ini menghadirkan Miss Rumi, seorang Admin Yayasan Dewi Sartika, yang sudah berpengalaman dalam dunia administrasi dan surat-menyurat.
Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan hangat, Miss Rumi mengajak kakak shalih-shalihah kelas 6 untuk menyelami dunia surat menyurat—dari cara penulisan, etika komunikasi, hingga praktik langsung melipat dan memasukkan surat ke amplop.
Contents
Belajar dengan Ahli, Rasanya Nggak Bosan!
Sejak awal sesi, suasana di perpustakaan terasa berbeda. Kakak-kakak kelas 6 duduk antusias, memperhatikan Miss Rumi yang membuka kegiatan dengan sebuah pertanyaan sederhana: “Siapa di sini yang pernah menulis surat untuk teman atau guru?”
Seketika, beberapa tangan terangkat dengan semangat. Ada yang bercerita tentang surat untuk sahabat, ada juga yang pernah menulis surat untuk orang tua. Momen itu menjadi pintu pembuka yang manis untuk memahami bahwa surat bukan sekadar tulisan—melainkan cara menyampaikan pesan dengan perasaan.
Mengenal Jenis Surat dan Bagian-Bagiannya
Miss Rumi lalu memaparkan dua jenis surat utama: surat formal (resmi) dan surat informal (tidak resmi).
Melalui contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari, anak-anak belajar membedakan antara surat pribadi kepada teman dan surat resmi kepada instansi atau guru.
Miss Rumi juga menjelaskan bagian-bagian penting dalam surat resmi, mulai dari:
- Kepala surat
- Tanggal dan tempat penulisan
- Nomor surat dan perihal
- Salam pembuka
- Isi surat
- Penutup dan tanda tangan
Menariknya, penjelasan ini disertai contoh surat asli dari lingkungan sekolah, sehingga anak-anak dapat melihat langsung bagaimana surat resmi bekerja dalam dunia nyata.
Belajar Melipat Surat dan Memasukkannya ke Amplop
Setelah teori, tibalah saat yang paling ditunggu: praktik langsung!
Setiap anak diberi selembar kertas dan amplop. Dengan sabar, Miss Rumi menunjukkan cara melipat surat rapi dan memasukkannya ke dalam amplop dengan benar. Suasana berubah menjadi riuh dan penuh tawa—ada yang terlalu banyak melipat, ada juga yang lupa arah amplopnya, tapi semuanya belajar dengan gembira.
Kegiatan sederhana ini ternyata menumbuhkan keterampilan motorik halus, kerapian, dan ketelitian pada anak-anak. Tak hanya itu, mereka juga belajar etika dalam berkomunikasi tertulis, seperti penggunaan bahasa yang sopan dan struktur tulisan yang runtut.
Lebih dari Sekadar Surat: Melatih Tanggung Jawab dan Literasi
Belajar surat menyurat bukan hanya soal tata bahasa atau format tulisan. Lebih dalam dari itu, kegiatan ini mengajarkan tanggung jawab dalam berkomunikasi—bagaimana menyampaikan pesan dengan jelas, sopan, dan penuh empati.
Dalam era digital yang serba cepat, kegiatan seperti ini menjadi cara yang menyenangkan untuk mengasah literasi tulis anak-anak sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial.
Guru kelas pun mengapresiasi kegiatan BBA ini, karena kakak shalih-shalihah terlihat antusias dan benar-benar menikmati prosesnya. “Lewat kegiatan ini, anak-anak jadi tahu pentingnya menulis dengan rapi, berkomunikasi sopan, dan menghargai proses menulis surat secara manual,” ujar Bu Fia, wali kelas 6 dengan bangga.
Penutup: Dari Surat, Belajar Banyak Hal Tentang Hidup
Menutup kegiatan, Miss Rumi memberikan pesan yang menancap di hati:
“Menulis surat itu bukan sekadar menulis kata, tapi menyampaikan hati dengan cara yang santun.”
Kegiatan BBA Kelas 6 SD Islam Bintang Juara hari itu bukan hanya menambah wawasan tentang surat menyurat, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, ketelitian, dan empati. Anak-anak pun pulang dengan wajah sumringah, membawa surat buatan mereka sendiri sebagai kenang-kenangan. 💌
Belajar bisa datang dari mana saja, bahkan dari selembar surat. Dan di SD Islam Bintang Juara, setiap kegiatan seperti ini adalah bagian dari perjalanan menuju generasi yang cerdas, sopan, dan berkarakter unggul.***