fbpx
Kenapa Kita Perlu Mendapat Ridho dari Orang Tua?

Kenapa Kita Perlu Mendapat Ridho dari Orang Tua?

Pada hari Senin, 19 Februari 2024, telah berlangsung upacara bendera dengan penuh khidmat. Mendapat ridho dari orang tua adalah salah satu pesan penting yang disampaikan melalui upacara bendera kali ini.

Cuaca cerah mengiringi langkah tegap kakak shalih-shalihah kelas 5A yang menjadi petugas upacara bendera. Sementara itu kakak kelas 3 mendapat tugas sebagai tim paduan suara.

Pagi itu seluruh siswa dan bapak ibu guru mengikuti jalannya upacara dengan tertib tanpa terkecuali.  Tak ketinggalan tim PMR Mula SD Islam Bintang Juara yang berdiri sigap di belakang barisan peserta upacara, guna memantau kesehatan peserta selama upacara berlangsung.

upacara bendera di SD Islam Bintang Juara

dokumentasi upacara bendera

Mendapat Ridho dari Orang Tua, Amanat Penting dari Pak Ali

Pak Ali (Guru mengaji di SD Islam Bintang Juara) mendapat amanah sebagai pembina upacara pagi itu. Dalam kesempatan tersebut, Pak Ali menyampaikan sedikit pesan kepada kakak shalih-shalihah tentang perlunya mendapat ridho dari orang tua.

“Ridhonya Allah itu tergantung pada ridhonya orang tua dan murkanya Allah tergantung pada murkanya orang tua. Maka secara tidak langsung ketika kita mendapat ridho dari orang tua, insya Allah akan mendapat ridho dari Allah. Betapa ruginya kita ketika berhasil dalam hal duniawi tapi kita tidak mendapat keberhasilan dalam hal akhirat,” ujar Pak Ali ketika menyampaikan amanat upacara.

Doa orang tua kepada anak merupakan salah satu bukti anak mendapat ridho dari orang tua. Dengan keridhoan dari orang tua, insya Allah segala sesuatu yang kita lakukan, kita kerjakan dan kita usahakan mendapat ridho juga dari Allah.

Untuk bisa mendapat ridho orang tua, artinya kita harus senantiasa berbakti kepada mereka. Berikut ini beberapa dalil yang menguatkan pentingnya seorang anak berbakti kepada orang tua:

Selain mempermudah turunnya ridho Allah SWT kepada kita, berbakti kepada kedua orang tua juga memiliki manfaat lain, di antaranya:

Al Quran surat al ankabut ayat 8

Al Quran surat al israa ayat 23-24

Al Quran surat Luqman ayat 14

1. Merupakan Amal yang Paling Utama

Sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi;

“Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’.

2. Berbakti kepada Orang Tua Mampu Menghilangkan Kesulitan Hidup

Dalil terkait hal ini adalah hadits riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, dan salah seorangnya bertawassul dengan bakti kepada ibu bapaknya.

3. Memperluas Rizki dan Panjang Umur

Berbakti kepada orang tua dalam rangka meraih ridho mereka adalah salah satu bentuk silaturahim. Silaturahim yang paling diutamakan adalah silaturahim kepada orang tua. Insya Allah, anak-anak yang dekat dengan kedua orang tuanya, akan Allah SWT perluas rizki dan panjangkan umurnya.

4. Mendapat Hadiah Masuk Surga

Berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam kebaikan merupakan jalan menuju Surga. Dengan demikian, jika seorang anak berbuat baik kepada orang tuanya, Allah SWT akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka, dan insya Allah akan dimasukkan ke Surga.

Maka dari itu selalu berbakti dan berbuat baiklah kepada Ayah Bunda, agar kita senantiasa selalu mendapat ridho dari orang tua. Karena ridho Allah SWT akan turun ketika orang tua ridho pada kita***

Memulai Usaha Sejak Belia, Bisakah?

Memulai Usaha Sejak Belia, Bisakah?

Pada hari Jumat, 16 Februari 2024, telah terselenggara kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema yang berbeda, “Entrepreneur Kids.” Memangnya bisa ya memulai usaha sejak belia?

Berbeda dengan dua semester sebelumnya yang mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan, pada semester genap TP. 2023-2024 SD Islam Bintang Juara memilih kewirausahaan sebagai tema P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Untuk memberikan pijakan awal tentang tema ini, dihadirkanlah seorang narasumber istimewa.

Beliau adalah Ibu Famela Prima, atau yang akrab dipanggil dengan Bunda Mela. Narasumber kegiatan P5 kali ini adalah Bunda dari Kak Kia Kelas 2 SD Islam Bintang Juara dan Kak Avice kelompok TK B Al Jabbar PAUD Islam Bintang Juara.

Bunda Mela dipilih sebagai narasumber karena beliau telah menekuni dunia wirausaha sejak lama. Bunda Mela menyambut dengan gembira tawaran untuk berbagi praktik baik sesuai dengan bidang yang telah dilakoninya selama ini.

Sebagai informasi, usaha yang dijalani Bunda Mela di antaranya Toko Sumber Jaya, Kinari Salad dan Beranda Bali Swimming Club. Masya Allah, beragam ya pengalaman beliau, Ayah Bunda?

Bunda Kak Kia dan Kak Avice ini mendapat kesempatan berbagi cerita tentang memulai usaha sejak belia di kelas 3, 4 dan 5. Selain Bunda Mela, juga ada Ibu Linda Mahakam,S.T., yang berbagi materi untuk kelas 1 dan 2.

Namun pada artikel ini, kami akan fokuskan cerita yang terangkum pada saat Bunda Mela berbagi di Kelas 3-5, Ayah Bunda.

Belajar Memulai Usaha Sejak Belia bersama Bunda Mela

Bunda Mela memulai paparannya dengan memberikan informasi mengenai arti kata ‘Wirausaha.’ Disebutkan oleh Bunda Mela, bahwa wirausaha terdiri dari dua kata, yaitu Wira dan Usaha.

Wira memiliki makna berani, sedangkan usaha berarti daya upaya. Maka bisa disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

Nah, memang bisa ya memulai usaha sejak belia? Menurut Bunda Mela bisa banget! Apalagi di zaman seperti sekarang, di mana kakak shalih-shalihah memiliki karakter yang lebih unggul dibandingkan generasi sebelumnya.

Tentu saja keunggulan yang dimiliki oleh generasi sekarang harus tetap diimbangi dengan karakter wirausaha. Ada empat karakter wirausaha yang harus dimiliki kakak shalih-shalihah jika ingin memulai usaha sejak belia, yaitu:

karakter wirausaha

1. Beriman kepada Allah SWT

Wirausaha yang berhasil seringkali memiliki fondasi spiritual yang kuat. Keberimanan kepada Allah SWT memberikan mereka keyakinan, keteguhan, dan tekad dalam menjalani perjalanan bisnis.

Dalam menghadapi tantangan dan kegagalan, keyakinan ini memberikan mereka ketenangan batin dan motivasi untuk terus berusaha dengan integritas. Selain itu, nilai-nilai moral dan etika bisnis yang diterapkan sesuai dengan keyakinan dapat menjadi landasan yang kuat untuk membangun reputasi yang baik.

2. Pemimpin yang Kompeten

Seorang wirausaha perlu menjadi pemimpin yang kompeten, mampu mengarahkan tim, mengambil keputusan yang tepat, dan mengelola sumber daya dengan efisien. Keterampilan kepemimpinan yang baik melibatkan kemampuan untuk menginspirasi dan memberdayakan anggota tim, membangun visi bersama, dan mengambil tanggung jawab penuh terhadap kesuksesan bisnis.

Selain kemampuan mengarahkan tim, seorang wirausaha juga harus mampu memimpin dirinya sendiri. Seseorang yang memiliki karakter wirausaha tentu saja jauh dari kata mageran, rebahan, dan hal-hal sejenisnya. Dengan keahlian ini, seorang wirausaha dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

3. Inovatif dan Kreatif

Inovasi dan kreativitas adalah kunci kesuksesan dalam dunia bisnis yang berubah dengan cepat. Wirausaha yang sukses terus mencari cara baru untuk memecahkan masalah, meningkatkan produk atau layanan, dan mendekati pasar dengan pendekatan yang segar.

Kemampuan untuk berpikir kreatif memungkinkan mereka membedakan diri dari pesaing dan merespon dinamika pasar dengan cepat. Wirausaha yang inovatif juga dapat menciptakan peluang baru dan membuka pintu untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

4. Pantang Menyerah

Keberhasilan wirausaha seringkali didorong oleh semangat pantang menyerah. Meskipun dihadapkan dengan rintangan dan kegagalan, mereka tetap gigih dan tekun dalam mencapai tujuan mereka.

Kemampuan untuk belajar dari kegagalan dan melihatnya sebagai bagian dari proses pembelajaran membantu mereka tumbuh dan berkembang. Pantang menyerah juga mencerminkan ketekunan dalam menghadapi tantangan, mengatasi hambatan, dan terus beradaptasi seiring berjalannya waktu.

Selain membangun keempat karakter di atas. Apa lagi ya yang harus dipersiapkan oleh kakak shalih-shalihah jika ingin memulai usaha sejak belia?

4 Langkah Memulai Usaha ala Bunda Mela

Berikut ini 4 langkah memulai usaha yang disampaikan oleh Bunda Mela pada kegiatan P5 SD Islam Bintang Juara:

langkah memulai usaha

1. Mewujudkan Ide

Ide yang kuat dan unik adalah fondasi dari setiap usaha yang sukses. Pemikiran kreatif dan inovatif menjadi kunci untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi.

Mewujudkan ide membutuhkan proses pengamatan, penelitian, dan refleksi. Entrepreneur Kids perlu mengasah kepekaan mereka terhadap peluang dan membangun visi yang jelas terkait dengan usaha yang akan mereka jalankan.

2. Perencanaan yang Detail

Perencanaan yang baik adalah kunci kesuksesan dalam dunia bisnis. Setelah ide terwujud, langkah berikutnya adalah merancang rencana bisnis yang mendetail.

Rencana ini harus mencakup visi, misi, analisis pasar, strategi pemasaran, proyeksi keuangan, dan langkah-langkah implementasi. Dengan rencana yang matang, pemuda wirausaha dapat memiliki panduan yang jelas untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan bisnis mereka.

3. Membangun Tim yang Kuat

Kesuksesan usaha tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada kemampuan untuk membangun tim yang kuat. Pilihlah individu yang memiliki keahlian yang berbeda-beda dan berkomitmen terhadap visi bersama.

Komunikasi yang efektif dan kerja sama tim akan membantu mengatasi hambatan dan menghadapi perubahan pasar dengan lebih baik. Team yang solid adalah aset berharga dalam memitigasi risiko dan meningkatkan kapabilitas usaha.

4. Evaluasi dan Adaptif

Usaha yang sukses melibatkan sikap evaluatif dan adaptif. Pemuda wirausaha perlu terus menerus mengevaluasi kinerja usaha mereka, memahami umpan balik pelanggan, dan memantau perkembangan pasar.

Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan merespons tren baru dapat menjaga keberlanjutan usaha. Sikap terbuka terhadap pembelajaran dan perbaikan terus-menerus adalah kunci untuk tetap relevan dan bersaing di pasar yang dinamis.

Galeri kegiatan P5 kewirausahaan SD Islam Bintang Juara

Usai memaparkan materi, kakak shalih-shalihah diberi kesempatan oleh Bunda Mela untuk bertanya. Kakak shalih-shalihah sangat antusias lo, Ayah Bunda. Pertanyaan yang dilontarkan kakak shalih-shalihah pun beragam dan sangat berbobot, di antaranya;

  • Kalau produknya tidak laku, apa yang harus dilakukan?
  • Apakah memulai usaha harus selalu punya modal?
  • Kalau ingin membangun bisnis sendiri, tanpa memiliki tim, apakah bisa?

Masya Allah, ternyata banyak hal yang harus dipersiapkan agar bisa memulai usaha sejak belia ya, Ayah Bunda. Adakah putra-putri Ayah Bunda yang sudah terlihat memiliki minat di bidang kewirausahaan?

Semoga dengan materi dari Bunda Mela ini bisa membantu Ayah Bunda mendampingi kakak shalih-shalihah yang tertarik berwirausaha ya. Selamat mendampingi kakak untuk memulai usaha sejak belia, Ayah Bunda.***

Anak Zaman Now Asyik Tanpa Gadget, Bisakah?

Anak Zaman Now Asyik Tanpa Gadget, Bisakah?

Tidak bisa dimungkiri bahwa anak generasi 2000an hampir selalu memegang gadget di tangannya. Bahkan bisa jadi selama liburan semester, anak-anak akan lebih sering berteman dengan gadgetnya dibandingkan beraktivitas di luar rumah.

Oleh karenanya Asyik Tanpa Gadget diselenggarakan di SD Islam Bintang Juara sebagai rangkaian dari Ahlan wa Sahlan Semester 2 bertujuan untuk menetralisir kesenangan kakak shalih-shalihah dalam bermain gadget.

Selain itu Asyik Tanpa Gadget juga dirancang untuk menguatkan siswa dalam memanfaatkan dan mengambil hikmah dari permainan tradisional atau modern yang  dimainkan sehari-hari.

Asyik Tanpa Gadget berlangsung pada Hari Kamis, 4 Januari 2024. Bertempat di beberapa lokasi, di antaranya: lapangan upacara, gedung A lantai 1, gedung A lantai 2, dan basement gedung B. Adapun ragam kegiatannya antara lain:

  • Catur,
  • Puzzle,
  • Gobak Sodor,
  • Karambol,
  • Ular Naga.

Dipilihnya kelima kegiatan tersebut untuk mengisi Asyik Tanpa Gadget tentu saja ada alasan yang melatarbelakanginya. Catur dipilih karena mengajarkan kakak shalih-shalihah tentang bermain strategi, melatih ketelitian dan kewaspadaan.

Sementara Puzzle melatih kakak dalam melatih regulasi emosi, kesabaran dan ketelitian. Gobak Sodor, Karambol dan Ular Naga sengaja dipilih sebagai bagian dari permainan tradisional yang saat ini mulai dilupakan oleh khalayak.

Melalui permainan Gobak Sodor dan Ular Naga, kakak shalih-shalihah berlatih bekerjasama dan melatih ketangkasan. Sementara melalui Karambol, kakak shalih-shalihah juga berlatih menyusun strategi.

Untuk menyemarakkan kegiatan ini, setiap permainan memiliki jurinya masing-masing. Adapun juri sekaligus wasit untuk kegiatan catur yaitu Bu Ika, guru pendamping kelas 2A, dan Pak Arial, guru Penjaskes.

Sementara untuk guru puzzle, ada Bu Yayuk, wali kelas 1A, bu Novi, wali kelas 1B, Bu Fia, wali kelas 6 dan Bu Nisa, guru pendamping khusus kelas 4. Pada permainan Gobak Sodor, ada bu Diana, Bu Melly dan Bu Linda sebagai juri dan wasitnya.

Pak Zakki dan Pak Ali As’ad diamanahi menjadi juri dan wasit kegiatan karambol. Sementara kegiatan Ular Naga, ada Bu Iin, Bu Laila dan Bu Mida sebagai juri sekaligus wasit kegiatan.

Alhamdulillah kakak shalih-shalihah sangat bersemangat mengikuti semua rangkaian kegiatan Asyik Tanpa Gadget. Berikut ini beberapa dokumentasi yang Ayah Bunda bisa saksikan:

gobag sodor asyiknya tanpa gadget di SD Islam Bintang Juara

Atau Ayah Bunda juga bisa melihat salah satu video yang memperlihatkan keseruan kegiatan pada hari Kamis, 4 Januari 2024 tersebut:

Batasi Penggunaan Gadget pada Anak dengan Konsep 3D

Ayah Bunda, yuk dukung program sekolah untuk membatasi akses gadget kepada anak dengan menerapkan konsep 3D. Apabila Ayah Bunda sudah pernah mengikuti parenting bersama Abah Ihsan, tentunya konsep 3D ini bukanlah hal yang baru.

Adapun konsep 3D meliputi:

asyiknya tanpa gadget di rumah dengan Konsep 3D

1. Dipinjamkan

Artinya kakak shalih-shalihah diperbolehkan menggunakan gadget yang dipinjamkan kepadanya. Sebaiknya sebelum usia 17 tahun, kakak shalih-shalihah tidak perlu difasilitasi gadget pribadi.

Kakak shalih-shalihah bisa menggunakan gadget Ayah dan Bunda, atau gadget yang digunakan secara umum, seperti laptop atau PC yang digunakan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.

Memberikan fasilitas gadget secara personal kepada anak, tentu akan memberikan hak yang berbeda dengan anak yang hanya dipinjami. Anak akan lebih memiliki batasan dalam penggunaannya, termasuk wajin meminta izin terlebih dahulu kepada Ayah Bunda saat akan meminjam dan menggunakan gadget.

2. Didampingi

Selain dipinjamkan, konsep kedua dari 3D adalah didampingi. Artinya, kakak shalih-shalihah diperbolehkan untuk menggunakan gadget tapi harus berada di ruang publik, ruang tamu, misalnya.

Kakak shalih-shalihah harus menggunakan gadget dengan pengawasan dari Ayah Bunda. Termasuk akses ke aplikasi atau tontonan apapun, harus dengan izin dari Ayah Bunda.

3. Dibutuhkan

D yang terakhir dalam Konsep 3D adalah dibutuhkan. Gadget hanya akan dipinjamkan kepada kakak shalih-shalihah untuk hal-hal yang dibutuhkan, misal untuk kebutuhan belajar, dan mencari referensi.

Lebih dari itu, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah harus membuat kesepakatan bersama tentang aturan Screen/ Gadget Time di rumah.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menumbuhkan suasana Asyiknya Tanpa Gadget di sekolah dan di rumah. Tetap semangat dalam mendampingi tumbuh kembang kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***

 

Coba Praktikkan 13 Cara Asyik Mengajarkan Bahasa Inggris kepada Kakak Shalih-shalihah Ini Yuk!

Coba Praktikkan 13 Cara Asyik Mengajarkan Bahasa Inggris kepada Kakak Shalih-shalihah Ini Yuk!

Mengajarkan bahasa Inggris kepada kakak shalih-shalihah dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat.  Sayangnya tidak semua orang tua memiliki kepercayaan diri untuk menemani kakak shalih-shalihah belajar bahasa Inggris.

Padahal kalau Ayah Bunda tahu teknik mengajarkan bahasa Inggris secara menyenangkan, momen ini bisa menjadi sarana bonding yang oke banget lo. Mau tahu bagaimana caranya? Yuk, baca terus artikel ini hingga tuntas ya.

13 Cara Asyik Mengajarkan Bahasa Inggris, Dijamin Cas Cis Cus!

Empat hal yang tak akan pernah ditolak oleh anak-anak adalah bermain, hadiah, kejutan, dan dongeng/ cerita. – Septi Peni Wulandani.

Nah, coba deh Ayah Bunda mengaplikasikan empat hal yang tak akan pernah ditolak kakak shalih-shalihah tersebut menjadi bagian dari proses pengajaran bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa cara asyik untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak:

1. Gunakan Metode Bermain

Bermainnya kakak shalih-shalihah sejatinya adalah proses belajar. Gunakan permainan, puzzle, atau aktivitas kreatif seperti mewarnai atau membuat hiasan untuk memperkenalkan kosakata dan kalimat bahasa Inggris kepada mereka.

Ayah Bunda juga bisa menggunakan kegiatan ice breaking untuk mengajarkan bahasa Inggris dengan banyak bergerak, sehingga kakak tidak terasa bosan dan lebih mudah memahami pelajaran.

2. Berikan Hadiah sebagai Apresiasi

Sediakan hadiah-hadiah sederhana yang bisa memotivasi kakak untuk belajar bahasa Inggris. Misal, saat kakak sudah berhasil menghafal dan mempraktikkan 10 kosa kata menjadi kalimat, berikan sebuah stiker, atau benda lain yang sederhana tapi bisa membuat kakak shalih-shalihah bersemangat.

3. Cerita dan Buku Bacaan

Bacakan buku anak-anak dalam bahasa Inggris secara teratur. Ayah Bunda dapat membacakan cerita atau mengizinkan anak-anak membaca sendiri jika mereka sudah bisa. Membaca buku dapat meningkatkan pemahaman bahasa Inggris mereka.

4. Tonton Film atau Kartun dalam Bahasa Inggris

Pilih kartun atau film animasi yang cocok untuk usia anak-anak dan tonton bersama mereka. Aktifkan subtitle dalam bahasa Inggris untuk membantu mereka menghubungkan kata-kata dengan pengucapannya.

5. Lagu dan Musik

Dengarkan lagu-lagu anak-anak dalam bahasa Inggris bersama-sama. Musik adalah cara yang bagus untuk membiasakan anak-anak dengan ritme, intonasi, dan kosakata bahasa Inggris.

6. Mainan Edukatif

Ada banyak mainan dan permainan edukatif yang dirancang khusus untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak. Mainan ini seringkali menggabungkan unsur permainan dengan pembelajaran bahasa. Contoh: Scrabble, Word Search, dsb.

belajar bahasa inggris

7. Menggunakan Perkembangan Anak

Selalu pertimbangkan tingkat perkembangan kakak shalih-shalihah. Bahasa yang diajarkan harus sesuai dengan tingkat pemahaman mereka agar tidak terlalu sulit atau terlalu mudah.

8. Berbicara dan Interaksi Aktif

Ajak kakak shalih-shalihah berbicara dalam bahasa Inggris sebanyak mungkin. Cobalah untuk berkomunikasi dengan mereka dalam bahasa Inggris selama beberapa waktu setiap hari. Hal ini bisa termasuk bermain peran atau mengobrol tentang aktivitas sehari-hari.

9. Menggunakan Flashcard

Gunakan kartu kosakata (flashcards) dengan gambar dan kata-kata dalam bahasa Inggris untuk membantu kakak shalih-shalihah memahami kosakata dasar.

10. Libatkan Mereka dalam Kehidupan Sehari-hari

Libatkan kakak shalih-shalihah dalam aktivitas sehari-hari yang melibatkan bahasa Inggris, seperti berbelanja, memasak, atau merencanakan perjalanan bersama.

11. Perencanaan Aktivitas Tematik

Pilih tema-tema tertentu yang menarik bagi kakak shalih-shalihah, misalnya tentang binatang, alam, atau makanan. Kemudian, ajak mereka untuk belajar bahasa Inggris sekitar tema-tema ini. Akan lebih baik lagi jika Ayah Bunda mengunjungi tempat yang berkaitan dengan tema tersebut, sehingga proses belajar bisa lebih bermakna.

12. Konsistensi dan Kesabaran

Ingatlah bahwa setiap anak belajar dengan kecepatan yang berbeda. Penting untuk bersabar dan konsisten dalam proses yang dilalui.

13. Kursus Bahasa Inggris untuk Anak

Nah, bila Ayah Bunda merasa angkat tangan untuk mengajari sendiri, bisa dipertimbangkan untuk mendaftarkan kakak shalih-shalihah ke kursus bahasa Inggris untuk anak-anak yang diajarkan oleh instruktur berpengalaman.

Terkait dengan kursus bahasa Inggris, pada hari Kamis, 24 Agustus 2023 lalu, SD Islam Bintang Juara kedatangan tamu spesial dari Kampung Inggris Semarang. Ketiga pengajar dari Kampung Inggris Semarang mengajak kakak shalih-shalihah kelas 4 belajar bahasa Inggris secara seru dan menyenangkan.

Adapun ketiga pengajar dari Kampung Inggris Semarang yang menyambangi SD Islam Bintang Juara yaitu Miss Neny, Miss Yunita dan satu orang lainnya yang bertugas sebagai tim dokumentasi. Penasaran bagaimana keseruan belajar bahasa Inggris bersama Kampung Inggris Semarang?

Asyiknya Belajar Bahasa Inggris bersama Kampung Inggris Semarang

Miss Neny membuka sesi belajar dengan mengajak kakak shalih-shalihah berkenalan. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan beberapa permainan, sehingga kakak shalih-shalihah merasa senang saat belajar.

motivasi belajar bahasa Inggris

Beberapa permainan yang dilakukan bersama Miss Neny, antara lain:

  • Ketika Miss Neny mengucapkan “Students”, kakak shalih-shalihah harus menjawab dengan “I I I teacher.”
  • Ketika Miss Neny berkata “One”, kakak shalih-shalihah harus bertepuk tangan sebanyak sekali, dan seterusnya sesuai dengan angka yang diucapkan oleh Miss Neny.
  • Miss Neny membawa botol kosong, dan menggerakkan botol tersebut ke kanan, kiri, depan dan menggoyangkannya. Apabila botol diarahkan ke kiri, maka kakak shalih-shalihah harus menggerakkan badan ke kiri, begitu juga sebaliknya. Sementara saat botol digoyangkan, kakak shalih-shalihah harus melompat.

Setelah kakak shalih-shalihah sudah penuh semangat, Miss Neny kemudian memberikan contoh kalimat menggunakan pola Present Continuous Tense atau biasa juga disebut dengan Present Progressive. Hayo, Ayah Bunda masih ingat tidak kalimat dengan pola ini?

Present Continuous Tense adalah pola kalimat dalam bahasa Inggris untuk menyatakan aktivitas yang dilakukan saat ini. Atau bisa dikatakan juga aktivitas yang sedang berlangsung. Sebagai penanda dari pola ini adalah adanya to be + Verb ing. Contoh:

  • Miss Neny is teaching English right now.
    The students are studying English in the classroom.

Miss Neny menyampaikan semua materi dalam bahasa Inggris, tanpa terkecuali. Ada beberapa kakak shalih-shalihah yang sudah langsung paham, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu untuk bisa menangkap pesan dari Miss Neny.

Namun secara keseluruhan, kakak shalih-shalihah bisa memahami apa yang diajarkan oleh Miss Neny. Setelah berlatih beberapa kalimat secara bergantian, Miss Neny kembali memberikan permainan kepada kakak shalih-shalihah.

Permainan tersebut dinamai dengan “Passing the Ball”. Cara bermainnya yaitu Miss Neny memutarkan sebuah lagu, sementara itu kakak shalih-shalihah harus melakukan estafet bola menggunakan dengan kertas.

Saat lagu berhenti, kakak shalih/ shalihah yang menerima bola saat itu harus maju ke depan. Miss Neny telah menyiapkan tantangan dalam bentuk kardus yang bisa diputar. Pada kardus itu tertulis beberapa kosa kata dalam bahasa Inggris.

Tugas kakak shalih/ shalihah adalah memutar kardus itu, hingga berhenti pada satu kosa kata. Kemudian, kakak shalih/ shalihah harus membuat kalimat berdasarkan kosa kata yang tertera menggunakan pola Present Progressive.

Tak hanya itu, kakak shalih-shalihah juga diajak untuk bermain menyusun kalimat dari kata yang diacak. Alhamdulillah kakak shalih-shalihah sangat menikmati sesi belajar bersama Kampung Inggris Semarang.

Apalagi bagi kakak shalih-shalihah yang mampu menyelesaikan tantangan, Miss Neny akan mendapatkan hadiah berupa stiker. Semakin semangatlah kakak shalih-shalihah untuk menaklukkan tantangan, demi mendapat stiker dari Kampung Inggris Semarang.

Tak terasa 70 menit telah berlalu, saatnya para pengajar dari Kampung Inggris Semarang berpamitan. Sebagian besar kakak shalih-shalihah menyampaikan bahwa pelajaran bahasa Inggris hari itu terasa berkesan dan menyenangkan.

Apakah ke depannya SD Islam Bintang Juara akan terus bekerjasama dengan Kampung Inggris Semarang? Nantikan saja program-program selanjutnya ya, Ayah Bunda.

Pastinya pengajar dari Kampung Inggris Semarang telah mencontohkan bagaimana cara asyik mengajar bahasa Inggris kepada anak. Dibutuhkan kreativititas yang tinggi dan proses yang menyenangkan untuk menghasilkan pembelajaran super seru.

kampung inggris semarang ke SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda juga insya Allah bisa kok mengajarkan bahasa Inggris kepada kakak shalih-shalihah semenyenangkan pengajar dari Kampung Inggris Semarang. Pastinya niatkan proses belajar tersebut sebagai waktu berkualitas bersama dan dukung minat serta keinginan kakak shalih-shalihah untuk belajar bahasa Inggris. Semangat ya, Ayah Bunda!***

Referensi:

  • https://media.neliti.com/media/publications/240627-pembelajaran-bahasa-inggris-bagi-anak-us-80fbe4e0.pdf
  • https://jurnal.pknstan.ac.id/index.php/sembadha/article/view/1795
  • https://www.tokopedia.com/blog/cara-cepat-belajar-bahasa-inggris-tanpa-les/?utm_source=google&utm_medium=organic

 

 

11 Cara Mempersiapkan Anak untuk Berkompetisi, Siapkah Ayah Bunda?

11 Cara Mempersiapkan Anak untuk Berkompetisi, Siapkah Ayah Bunda?

Ayah Bunda, pada hari Rabu, 23 Agustus 2023, beberapa kakak shalih-shalihah mewakili SD Islam Bintang Juara untuk berkompetisi pada lomba MAPSI (Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami) sekecamatan Gunung Pati. Terima kasih tak terhingga kepada Ayah Bunda yang telah membantu mempersiapkan anak untuk berkompetisi dengan usaha terbaiknya.

Mungkin sebagian besar Ayah Bunda bertanya-tanya mengapa sekarang SD Islam Bintang Juara rajin mengikuti beragam perlombaan. Sebenarnya prinsip SD Islam Bintang Juara masih tetap sama kok, Ayah Bunda, bahwasanya kakak shalih-shalihah lebih baik dikenalkan dengan sistem kolaborasi dibandingkan kompetisi.

Akan tetapi dalam situasi tertentu, baik berkompetisi ataupun berkolaborasi ternyata memiliki manfaatnya masing-masing, tergantung pada konteks dan tujuan spesifiknya. Berikut adalah beberapa pertimbangan untuk masing-masing pilihan.

Melalui kegiatan yang membutuhkan kolaborasi, kakak shalih-shalihah dapat belajar untuk;

  • Menggabungkan Keterampilan: Kolaborasi memungkinkan kakak shalih-shalihah dengan keterampilan yang berbeda untuk bekerja bersama dan menggabungkan keahlian mereka. Ini dapat menghasilkan solusi yang lebih holistik dan komprehensif.
  • Mengatasi Tantangan Kompleks: Masalah dan tantangan yang sangat kompleks seringkali lebih baik diatasi melalui kolaborasi daripada kompetisi. Ini karena masalah tersebut mungkin melibatkan berbagai faktor yang memerlukan kerjasama.
  • Membangun Hubungan: Kolaborasi memungkinkan kakak shalih-shalihah untuk membangun hubungan yang kuat dengan orang lain. Ini adalah pendekatan yang baik dalam konteks kerja sama tim dan kehidupan sosial.
  • Mencapai Tujuan Bersama: Kolaborasi dapat membantu kakak shalih-shalihah mencapai tujuan bersama yang lebih besar daripada yang dapat dicapai secara individu. Ini berlaku dalam berbagai konteks, seperti proyek kelas atau kegiatan sosial.
  • Mengatasi Perselisihan: Kolaborasi dapat membantu mengatasi perselisihan dan konflik dengan menciptakan solusi yang menguntungkan semua pihak.

berkompetisi vs berkolaborasi

Sementara itu, di sisi lain mengikuti kompetisi juga bisa memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Mendorong Peningkatan Diri Sendiri: Kompetisi dapat memberikan dorongan untuk meningkatkan diri sendiri. Ketika kakak shalih-shalihah bersaing, mereka cenderung bekerja keras untuk mencapai tujuan tertentu dan meningkatkan prestasi mereka.
  • Mengukur Kemampuan: Kompetisi dapat membantu kakak shalih-shalihah mengukur kemampuan dan prestasinya dibandingkan dengan teman atau siswa dari sekolah lain. Ini dapat memberikan umpan balik yang berharga tentang sejauh mana kakak shalih-shalihah telah mencapai tujuan mereka.
  • Menginspirasi Inovasi: Persaingan sering kali mendorong inovasi. Ketika kakak shalih-shalihah bersaing untuk menjadi yang terbaik, ini dapat memicu hadirnya solusi ataupun ide-ide baru.
  • Merangsang Kreativitas: Kompetisi dapat merangsang kreativitas dalam menemukan cara-cara baru untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan masalah.

Tentunya penting untuk memahami bahwa dalam banyak situasi, baik berkompetisi maupun berkolaborasi bisa menjadi pendekatan yang efektif, dan keterampilan untuk beradaptasi dengan konteks yang berbeda sangat penting. Misalnya, dalam kegiatan di sekolah, contohnya menghias kelas, berkolaborasi dengan teman sekelas adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.

Apabila tujuannya untuk mengukur kemampuan kakak shalih-shalihah, serta memberikan pengalaman dan mengenalkan kakak shalih-shalihah pada kemampuan siswa dari sekolah lain, mengikutkan mereka ke dalam berbagai kompetisi bisa dipertimbangkan. Oleh karena itu, pilihan antara berkompetisi atau berkolaborasi harus didasarkan pada analisis situasional dan tujuan spesifik yang ingin dicapai.

Jalan tengahnya, kakak shalih-shalihah bisa diajak untuk mengikuti kompetisi yang sifatnya kolaborasi. Misal, kompetisi Jumbara, Jambore ataupun kompetisi MAPSI cabang rebana yang mengharuskan kakak shalih-shalihah berkelompok dalam mencapai tujuan bersama.

Namun tidak menutup kemungkinan kakak shalih-shalihah dikirim untuk mengikuti kompetisi perorangan dalam rangka meningkatkan kepercayaan diri, menguatkan mental dan menumbuhkan keberanian. Ada kalanya kakak shalih-shalihah menampilkan yang terbaik saat latihan di sekolah bersama para guru, tetapi pada saat tampil kakak shalih-shalihah merasa grogi dan belum menunjukkan penampilan terbaik.

Oleh karenanya, berkompetisi bisa melatih kakak shalih-shalihah untuk mengatasi grogi, takut dan ketidaknyamanan yang muncul sebelum tampil. Lalu sebenarnya, kapankah kakak shalih-shalihah siap diikutkan kompetisi?

Kapankah Kakak Shalih-shalihah Siap Diajak Berkompetisi?

Kapan anak siap untuk berkompetisi dapat bervariasi tergantung pada anak itu sendiri, minat mereka, dan tingkat perkembangan mereka. Tidak ada batasan usia yang pasti, karena setiap anak memiliki tingkat kematangan dan minat yang berbeda.

Namun, beberapa faktor yang dapat membantu menentukan kapan seorang anak mungkin siap untuk berkompetisi meliputi:

  • Minat dan Motivasi: Kakak shalih-shalihah harus menunjukkan minat dan motivasi untuk berkompetisi. Mereka harus benar-benar ingin mengikuti kompetisi dalam bidang tertentu, seperti olahraga, seni, matematika, atau lainnya.
  • Keterampilan dan Kemampuan: Kakak shalih-shalihah harus memiliki dasar keterampilan atau kemampuan dalam bidang kompetisi yang mereka pilih. Ini termasuk keterampilan fisik, keterampilan kognitif, atau keterampilan artistik, tergantung pada jenis kompetisi.
  • Kesiapan Emosional: Kesiapan emosional sangat penting. Kakak shalih-shalihah harus mampu menghadapi tantangan, kegagalan, dan tekanan kompetisi tanpa terlalu stres atau tertekan. Mereka juga perlu memahami konsep menang dan kalah.
  • Pemahaman Aturan dan Etika: Kakak shalih-shalihah harus memiliki pemahaman dasar tentang aturan dan etika yang berlaku dalam kompetisi. Mereka perlu tahu bagaimana berperilaku dengan sportif dan hormat terhadap lawan.
  • Kesehatan Fisik dan Mental: Hal yang tak kalah penting, kakak shalih-shalihah harus dalam keadaan kesehatan fisik dan mental yang baik. Mereka harus memiliki energi yang cukup dan kekuatan mental untuk menghadapi tuntutan kompetisi.

kapankah anak siap berkompetisi

Ayah Bunda perlu tahu bahwa tidak semua anak tertarik atau siap untuk berkompetisi, dan itu sepenuhnya wajar. Penting untuk mendengarkan keinginan dan minat kakak shalih-shalihah serta memberikan mereka kebebasan untuk mengejar minat mereka sendiri.

Sebagai guru dan orang tua, tentulah kurang bijak apabila kita memaksakan anak untuk berkompetisi jika mereka tidak ingin melakukannya. Pilihan ini harus didasarkan pada minat dan kesiapan mereka, bukan keinginan orang tua ataupun guru.

11 Cara Mempersiapkan Anak untuk Berkompetisi

Nah, sekarang Ayah Bunda sudah tahu kan manfaat kompetisi dan kapan waktu yang tepat untuk mengikutkan anak pada kompetisi, sekarang saatnya mencari tahu langkah terbaik untuk mempersiapkan anak berkompetisi.

Persiapan anak untuk berkompetisi dapat menjadi pengalaman yang positif dan berharga jika dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Ayah Bunda ambil untuk mempersiapkan kakak shalih-shalihah sebelum mengikuti kompetisi:

mempersiapkan anak berkompetisi

1. Kenali Minat dan Bakat Anak

Identifikasi minat dan bakat khusus kakak shalih-shalihah. Bidang apa saja yang mereka sukai? Apakah mereka memiliki minat dalam olahraga, seni, matematika, atau bidang lainnya? Memahami minat mereka adalah langkah pertama dalam mempersiapkan mereka untuk berkompetisi.

2. Beri Dukungan Emosional

Pastikan kakak shalih-shalihah merasa didukung secara emosional. Jangan memaksa mereka untuk berkompetisi jika mereka tidak ingin melakukannya. Diskusikan kepentingan mereka dan apakah mereka ingin berpartisipasi.

3. Temukan Pelatih atau Mentor

Jika kakak shalih-shalihah tertarik pada kompetisi tertentu, temukan pelatih atau mentor yang berpengalaman di bidang tersebut. Pelatih dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan yang diperlukan dan memberikan panduan yang diperlukan. Di sekolah, kakak shalih-shalihah biasanya akan didampingi dan dilatih oleh guru yang memiliki minat dan kemampuan sesuai dengan kompetisi yang akan diikuti.

4. Latihan dan Persiapan Rutin

Bantu kakak shalih-shalihah merencanakan jadwal latihan yang konsisten. Latihan rutin membantu mereka membangun keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan siap berkompetisi.

5. Pemahaman Tentang Aturan dan Etika

Ajarkan kakak shalih-shalihah tentang aturan dan etika yang berlaku dalam kompetisi. Ini termasuk pemahaman tentang sportivitas, serta rasa hormat terhadap juri dan lawan.

6. Fokus pada Pembelajaran

Ajarkan kakak shalih-shalihah bahwa kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang pembelajaran. Bahkan jika mereka kalah, mereka tetap dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman tersebut.

cara mempersiapkan anak berkompetisi

7. Percayakan Tanggung Jawab pada Anak

Berikan tanggung jawab pada kakak shalih-shalihah dalam persiapan mereka. Biarkan mereka mengatur jadwal latihan, mengambil inisiatif dalam mempersiapkan diri, dan mengatur tujuan pribadi.

8. Pemeliharaan Kesehatan Fisik dan Mental

Pastikan kakak shalih-shalihah menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Dukung pola tidur yang baik, asupan makanan seimbang, dan latihan fisik yang tepat.

9. Berikan Dukungan Moral

Tunjukkan dukungan dan dorongan kepada kakak shalih-shalihah. Apabila memungkinkan, Ayah Bunda bisa menghadiri kompetisi. Kalaupun tidak bisa hadir, setidaknya alirkan semangat kepada kakak shalih-shalihah sebelum mereka berangkat ke lokasi. Namun pastikan Ayah Bunda memberikan dukungan moral tanpa tekanan yang berlebihan.

10. Evaluasi Hasil dan Pembicaraan Setelah Kompetisi

Setelah kompetisi, luangkan waktu untuk mengevaluasi hasilnya bersama kakak shalih-shalihah. Diskusikan apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan. Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah menceritakan penampilan peserta yang menurut mereka terbaik dan berkesan, serta apa yang bisa dipelajari dari penampilan tersebut. Pastikan Ayah Bunda mengajak diskusi dengan kalimat yang konstruktif dan positif.

11. Jaga Keseimbangan

Pastikan kakak shalih-shalihah menjaga keseimbangan antara kompetisi dan kehidupan sehari-hari. Mereka juga perlu waktu untuk bersantai, berkumpul dengan teman-teman, dan mengejar minat lain di luar kompetisi.

Hal yang perlu Ayah Bunda ingat bahwa kompetisi bukanlah segalanya. Tujuan utama mengikutkan kakak shalih-shalihah dalam kompetisi bukanlah meraih kemenangan. Namun fungsi dari mengikuti kompetisi adalah memberikan pengalaman positif dan pembelajaran kepada kakak shalih-shalihah.

Selalu prioritaskan kenyamanan dan perkembangan mereka di atas segalanya. Pastikan pula di sela-sela mempersiapkan anak untuk berkompetisi, pahamkan pada kakak shalih-shalihah bahwa “Setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara.”***

Referensi:

  • https://www.rimbanews.com/pendidikan/pr-1607469564/mengapa-manusia-perlu-berkompetisi-dan-berkolaborasi-pembahasan-jawaban-alternatif
  • https://edukasi.kompas.com/read/2018/05/05/13021551/haruskah-mengajarkan-kompetisi-pada-anak
  • http://beritadisdik.com/news/cerdas/kompetisi-versus-kolaborasi-
  • https://gaya.tempo.co/read/1118362/jangan-buru-buru-ajarkan-anak-berkompetisi-tilik-dulu-syaratnya
  • https://www.antaranews.com/berita/738627/jangan-tuntut-anak-berkompetisi-sejak-dini
  • https://www.halodoc.com/artikel/5-cara-mengajarkan-anak-untuk-berkompetisi-dengan-sehat
  • https://www.parenting.co.id/usia-sekolah/persiapkan-anak-sebelum-ikut-lomba
Yuk Kenali 10 Manfaat Air Putih untuk Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak, Ayah Bunda!

Yuk Kenali 10 Manfaat Air Putih untuk Tumbuh Kembang dan Kesehatan Anak, Ayah Bunda!

Membiasakan minum air putih pada kakak shalih-shalihah merupakan tantangan tersendiri. Namun apabila Ayah Bunda bisa membagikan informasi terkait manfaat air putih untuk tumbuh kembang dan kesehatan kakak shalih-shalihah, bisa jadi mereka jadi lebih bersemangat untuk minum air putih.

Kebutuhan air untuk kakak shalih-shalihah yang duduk di bangku SD (Sekolah Dasar)  bervariasi tergantung pada faktor-faktor tertentu. Namun, terdapat rekomendasi umum mengenai konsumsi air harian untuk anak-anak yang dapat digunakan sebagai pedoman.

Menurut informasi dari situs IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), berikut ini kebutuhan air yang harus dipenuhi untuk kesehatan anak:

  • Kakak shalih-shalihah berusia 4 – 8 tahun memerlukan 1700 mL/hari.
  • Kakak shalih-shalihah berusia 9 – 13 tahun memerlukan 2400 mL/hari pada laki – laki dan 2100 mL/hari pada perempuan.

Tentu saja harap diingat, Ayah Bunda, bahwa ini adalah perkiraan umum dan asupan air yang tepat dapat bervariasi antara anak yang satu dan lainnya. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

  • Aktivitas fisik: Kakak shalih-shalihah yang lebih aktif membutuhkan lebih banyak air untuk menggantikan kehilangan cairan saat berkeringat.
  • Iklim: Di iklim yang lebih panas, kakak shalih-shalihah mungkin perlu lebih banyak air untuk mencegah dehidrasi.
  • Kesehatan individu: Beberapa kakak shalih-shalihah mungkin memiliki kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan asupan air yang lebih tinggi. Konsultasikan dengan dokter jika ada kekhawatiran kesehatan.
  • Makanan: Sebagian besar makanan juga menyediakan sejumlah air, jadi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kakak shalih-shalihah dapat memengaruhi seberapa banyak air yang mereka butuhkan.
  • Usia: Kakak shalih-shalihah yang lebih muda mungkin membutuhkan asupan air yang lebih sedikit daripada kakak yang berusia lebih tua.

10 Manfaat Air Putih untuk Tumbuh Kembang dan Kesehatan Tubuh Kakak Shalih-shalihah

Air memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak-anak. Berikut beberapa manfaat air bagi anak-anak:

manfat air putih

1. Hidrasi

Air sangat penting untuk menjaga tubuh anak tetap terhidrasi. Tubuh anak-anak membutuhkan air untuk berbagai fungsi, termasuk menjaga suhu tubuh, mengangkut nutrisi ke sel-sel tubuh, dan menghilangkan sisa-sisa metabolisme.

2. Fungsi Tubuh yang Optimal

Air membantu menjaga fungsi organ tubuh yang optimal. Ini termasuk fungsi jantung, ginjal, hati, dan sistem pencernaan. Dengan cukup minum air, anak-anak memiliki energi yang lebih baik dan dapat beraktivitas dengan baik.

3. Kesehatan Kulit

Air membantu menjaga kulit anak tetap sehat dan lembut. Kehilangan cairan yang cukup dapat mengakibatkan kulit kering, gatal, dan bahkan masalah kulit lainnya.

4. Sistem Kekebalan Tubuh

Air membantu sistem kekebalan tubuh anak-anak berfungsi dengan baik. Tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih baik dalam melawan infeksi dan penyakit.

5. Pertumbuhan dan Perkembangan

Air adalah komponen utama dalam pembentukan sel dan jaringan tubuh. Selain itu, air membantu dalam penyerapan nutrisi dari makanan, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.

manfaat air putih untuk tumbuh kembang

6. Kesehatan Ginjal

Air membantu dalam menjaga kesehatan ginjal. Dengan cukup minum air, anak-anak dapat membantu menghindari masalah seperti batu ginjal yang dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah kesehatan lainnya.

7. Pencegahan Dehidrasi

Dehidrasi bisa berbahaya bagi anak-anak, dan air adalah cara terbaik untuk mencegahnya. Gejala dehidrasi pada anak-anak dapat mencakup mulut kering, mata cekung, dan lemas. Dalam kasus yang parah, dehidrasi dapat mengancam nyawa.

8. Konsentrasi dan Fokus

Anak-anak yang terhidrasi dengan baik cenderung memiliki konsentrasi dan fokus yang lebih baik di sekolah dan dalam aktivitas sehari-hari.

9. Detoksifikasi

Air membantu tubuh anak mengeluarkan zat-zat berbahaya dan sisa-sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, sehingga membantu menjaga tubuh mereka tetap sehat.

10. Mengatur Suhu Tubuh

Air membantu tubuh mengatur suhu saat anak bermain atau beraktivitas fisik. Ini adalah penting terutama saat cuaca panas.

Ayah Bunda, penting untuk mengajarkan anak-anak untuk mendengarkan tubuh mereka sendiri. Mereka harus diajarkan untuk minum air saat mereka merasa haus dan untuk tidak menunda minum sampai mereka merasa sangat haus.

Selain air, makanan sehat yang mengandung buah-buahan dan sayuran juga dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan cairan anak-anak. Selalu perhatikan tanda-tanda dehidrasi pada kakak shalih-shalihah, seperti mulut kering, mata cekung, atau sedikit buang air kecil, dan pastikan mereka mendapatkan cukup cairan.

fasilitas galon di SD Islam Bintang Juara

Untuk memastikan kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara mendapatkan manfaat penuh dari air, para guru konsisten untuk mengajarkan mereka kebiasaan minum air yang baik dengan cara membawa tumblr/ botol minum dalam setiap kegiatan.  Selain itu SD Islam Bintang Juara juga senantiasa memastikan kakak shalih-shalihah untuk memiliki akses mudah ke air bersih dan segar.

Di setiap gedung dan lantai sudah disediakan galon air yang siap untuk mengisi botol kosong kakak shalih-shalihah. Fasilitas air yang ada di SD Islam Bintang Juara ini juga bisa bebas dimanfaatkan oleh kakak shalih-shalihah tanpa biaya tambahan sedikit pun.

Oleh karenanya, Ayah Bunda tidak perlu khawatir saat kakak shalih-shalihah berada di sekolah. Insya Allah ketersediaan air selalu tercukupi dan para guru juga senantiasa mengingatkan kakak shalih-shalihah untuk minum air putih sesuai kebutuhan.

Semoga dengan adanya fasilitas air bersih di SD Islam Bintang Juara, kakak shalih-shalihah dapat mendapatkan manfaat air untuk tumbuh kembang dan kesehatan secara optimal. Terima kasih juga untuk Ayah Bunda yang selalu mendukung program-program kami.***

Referensi:

  • https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kebutuhan-air-pada-anak#:~:text=Diperkirakan%2C%20bayi%20usia%200%20%E2%80%93%206,perempuan%3B%20anak%2014%20%E2%80%93%2018%20tahun
  • https://www.alodokter.com/yuk-bunda-biasakan-si-kecil-minum-air-putih-dengan-cara-ini
  • https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/berapa-kebutuhan-air-minum-yang-ideal-untuk-anak
  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-4-manfaat-air-putih-untuk-tumbuh-kembang-anak
  • https://www.haibunda.com/parenting/20201102174541-59-170843/9-manfaat-air-untuk-anak-ketahui-kebutuhannya-sesuai-usia-yuk-bun