fbpx
Fun Traditional Game: Menghidupkan Permainan Tradisional Sekaligus Berdonasi

Fun Traditional Game: Menghidupkan Permainan Tradisional Sekaligus Berdonasi

Di era digital saat ini, kakak shalih-shalihah lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik seperti tablet, smartphone, dan komputer. Sementara itu, permainan tradisional yang dulu populer dan penuh kenangan mulai terpinggirkan. Alasan tersebutlah yang melatarbelakangi mengapa Fun Traditional Game menjadi salah satu kegiatan dalam Pekan Ta’aruf 2024.

5 Keseruan Pos Fun Traditional Game

Dalam menjalankan Fun Traditional Game, SD Islam Bintang Juara bekerjasama dengan Yayasan Tumbuh Mulia. Yaitu sebuah lembaga kemanusiaan nirlaba yang fokus memberdayakan anak yatim, dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.

Yayasan Tumbuh Mulia membantu Sekolah Calon Pemimpin Muslim menyiapkan beragam permainan tradisional, lengkap dengan peralatannya. Sementara itu, kakak shalih-shalihah diajak untuk berdonasi untuk membantu para anak yatim dan dhuafa di bawah Yayasan Tumbuh Mulia.

Dengan cara ini diharapkan kakak shalih-shalihah tidak hanya mengenal permainan tradisional yang hampir usang, tetapi juga diajak untuk peduli terhadap sesama.

Nah, pada kegiatan Fun Traditional Game ini, dibagi menjadi lima pos, yaitu:

Pos 1 – Langkah Seirama Kemenangan Bersama

Bertempat di Pusat Olahraga PAUD – SD Islam Bintang Juara, atau yang sering disebut dengan lapangan bawah, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi kelompok kecil, lalu menggunakan bakiak dan beradu cepat dengan kelompok lain menuju garis finish. Terlihat mudah, tetapi untuk bisa mencapai tujuan, dibutuhkan komunikasi dan kerjasama tim yang apik.

Pos 2  – Lompatan Semangat Raih Tujuan

Teras basement gedung B diubah menjadi tempat permainan yang asyik. Dari nama posnya, apa Ayah Bunda bisa menebak permainan apa yang dijalankan kakak shalih-shalihah di sini?

Ya, betul sekali, permainan di Pos 2 ini adalah engklek, atau disebut juga dengan Sunda Manda. Bedanya, kalau engklek zaman dulu, kita butuh menggambar pola menggunakan kapur atau batu berwarna merah di atas jalanan. Engklek zaman sekarang sudah tersedia dalam bentuk MMT, sehingga bisa langsung dimainkan.

Pos 3 – Kekuatan dan Ketangkasan, Taklukan Rintangan

Berlokasi di Gedung A Lantai 2, ditemani oleh Pak Arial dan Bu Muhay, kakak shalih-shalihah bersemangat mengikuti permainan yang disebut dengan Buldozer. Kakak harus masuk ke dalam kain yang panjang, dan bekerjasama untuk menggerakkan kain tersebut sebagaimana roda-roda buldozer saat sedang berjalan.

Pos 4 – Kerjasama Seimbang, Langkah Penuh tantangan

Bersama Bu Laila di Gedung A Lantai 1, kakak shalih-shalihah diajak untuk bermain Kaki Kepiting. Satu tim terdiri dari tiga orang kakak shalih-shalihah. Kaki mereka saling terikat menggunakan tali yang telah disediakan.

Tantangannya adalah masing-masing tim harus beradu cepat dengan tim lain, hingga menuju garis finish. Pada permainan ini dibutuhkan kekompakan, agar tidak ada anggota tim yang terjatuh.

Pos 5 – Rangkaian Elastisitas, Kreativitas Tanpa Batas

Sama dengan pos 1, kegiatan bermain karet ini juga dilaksanakan di lapangan bawah. Kakak shalih-shailhah diminta untuk melompati karet gelang yang telah dibentuk memanjang menyerupai tali. Sebuah permainan yang hampir tidak pernah lagi dijumpai saat ini.

MasyaAllah kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan dari satu pos ke pos lain. Ayah Bunda bisa mengajak mereka recalling tentang kegiatan tersebut. Namun sebelumnya, cari tahu dulu yuk manfaat mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah!

galeri fun traditional game

Pentingnya Mengenalkan Permainan Tradisional kepada Anak Zaman Sekarang

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang tidak boleh diabaikan. Setelah Ayah Bunda kami ajak napak tilas pada kegiatan hari terakhir Pekan Ta’aruf 2024, kita akan membahas mengapa penting untuk mengenalkan permainan tradisional kakak shalih-shalihah dan bagaimana hal ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka.

Nah, berikut ini beragam manfaat yang bisa diperoleh kakak shalih-shalihah saat melakukan permainan  tradisional:

1. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Permainan tradisional sering kali dimainkan secara berkelompok, yang mendorong interaksi sosial dan kerja sama tim. Misalnya, permainan seperti congklak, lompat tali, dan petak umpet membutuhkan kakak shalih-shalihah untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman-temannya.

Hal ini membantu mereka belajar cara berkomunikasi, mengembangkan keterampilan negosiasi, dan memahami pentingnya kerja sama. Dengan demikian, permainan tradisional dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial kakak shalih-shalihah.

2. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi

Berbeda dengan permainan digital yang sering kali memiliki aturan dan batasan yang ketat, permainan tradisional cenderung lebih fleksibel dan mendorong kakak shalih-shalihah untuk menggunakan imajinasi mereka. Misalnya, permainan seperti wayang atau gobak sodor memungkinkan anak-anak untuk menciptakan cerita dan skenario mereka sendiri.

Dengan cara ini, permainan tradisional dapat membantu mengembangkan kreativitas dan imajinasi kakak shalih-shalihah, yang merupakan aspek penting dari perkembangan kognitif mereka.

3. Meningkatkan Keterampilan Motorik

Permainan tradisional sering kali melibatkan aktivitas fisik yang dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik kakak shalih-shalihah. Lompat tali, galah asin, dan benteng-bentengan, misalnya, membutuhkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketangkasan.

Aktivitas fisik ini tidak hanya baik untuk kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar mereka. Dalam jangka panjang, keterampilan motorik yang baik dapat membantu anak-anak dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akademik dan olahraga.

4. Memperkenalkan Nilai-Nilai Budaya

Permainan tradisional adalah bagian penting dari warisan budaya kita. Dengan mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah, kita juga memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya dan tradisi yang kaya.

Hal ini bisa membantu anak-anak memahami dan menghargai sejarah serta warisan budaya mereka. Selain itu, permainan tradisional sering kali mengandung pesan moral dan etika yang dapat membantu membentuk karakter kakak shalih-shalihah. Misalnya, dalam permainan dakon atau congklak, mereka belajar tentang kesabaran, strategi, dan fair play.

5. Mengurangi Ketergantungan pada Teknologi

Di zaman sekarang, banyak anak yang kecanduan gadget dan permainan digital. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Mengenalkan permainan tradisional bisa menjadi alternatif yang menyenangkan dan mendidik untuk mengurangi waktu layar.

Dengan bermain permainan tradisional, kakak shalih-shalihah dapat lebih aktif secara fisik, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan mengurangi risiko gangguan kesehatan yang terkait dengan penggunaan teknologi berlebihan, seperti obesitas dan gangguan tidur.

6. Menjalin Ikatan Keluarga

Permainan tradisional sering kali dimainkan bersama anggota keluarga, yang bisa menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin ikatan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. Misalnya, bermain ular tangga atau monopoli dengan keluarga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan mendekatkan antar anggota keluarga. Ini juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengenang masa kecil mereka dan berbagi cerita serta pengalaman dengan anak-anak.

Kesimpulan

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang signifikan. Dari meningkatkan keterampilan sosial dan motorik hingga mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan nilai-nilai budaya, permainan tradisional menawarkan banyak hal yang tidak bisa ditemukan dalam permainan digital.

Selain itu, permainan tradisional juga membantu mengurangi ketergantungan pada teknologi dan menjalin ikatan keluarga. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melestarikan dan mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda agar mereka dapat merasakan manfaatnya dan menjaga warisan budaya kita tetap hidup.

Nah, Ayah Bunda juga bisa lo menyelenggarakan Fun Traditional Game di rumah masing-masing. Apalagi setelah mengetahui manfaat dari permainan tradisional, pastinya makin semangat dong bikin agenda khusus main tradisional di rumah? Selamat main bersama dan memetik hasilnya, Ayah Bunda.***

Cara Membuat Anak Berani dan Percaya Diri Meraih Cita-cita Melalui Pohon Harapan

Cara Membuat Anak Berani dan Percaya Diri Meraih Cita-cita Melalui Pohon Harapan

Menemukan cara membuat anak berani dan percaya diri merupakan salah satu tugas penting bagi setiap orang tua. Salah satu metode yang kreatif dan efektif untuk mencapai hal ini adalah dengan menggunakan konsep Pohon Harapan.

Pohon Harapan untuk Membentuk Mental Visioner

Pohon Harapan adalah sebuah aktivitas di mana anak-anak dan orang tua bekerja sama untuk menuliskan dan menempelkan harapan-harapan mereka pada sebuah pohon buatan. Berikut adalah cara membuat kakak shalih-shalihah berani dan percaya diri meraih cita-cita melalui Pohon Harapan.

1. Membuat Pohon Harapan

Langkah pertama adalah membuat pohon harapan. Ayah Bunda dapat menggunakan berbagai bahan seperti karton, kertas warna-warni, atau bahkan ranting kayu. Tempatkan pohon buatan ini di lokasi yang mudah dijangkau oleh kakak shalih-shalihah, misalnya di ruang keluarga atau kamar tidur mereka. Pastikan pohon tersebut cukup besar sehingga dapat menampung banyak harapan dan cita-cita.

2. Menulis Harapan dan Cita-cita

Ajak kakak shalih-shalihah untuk menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada kertas berbentuk daun. Harapan ini bisa berupa impian jangka panjang seperti menjadi dokter, guru, atau bahkan astronot. Selain itu, dorong mereka untuk menuliskan harapan yang lebih kecil dan lebih mudah dicapai, seperti ingin mendapatkan nilai bagus di sekolah atau menguasai keterampilan baru.

3. Menempelkan Harapan pada Pohon

Setelah harapan dan cita-cita ditulis, tempelkan daun-daun tersebut pada pohon harapan. Proses menempelkan harapan ini bisa menjadi momen yang menyenangkan dan penuh makna bagi kakak shalih-shalihah. Mereka akan merasa antusias melihat pohon harapan mereka semakin penuh dengan impian-impian mereka.

4. Diskusi dan Refleksi

Setelah pohon harapan selesai dibuat, luangkan waktu untuk berdiskusi dengan kakak shalih-shalihah tentang harapan-harapan yang telah mereka tulis. Tanyakan mengapa mereka memiliki harapan tersebut dan apa langkah-langkah yang bisa mereka ambil untuk mencapainya. Diskusi ini akan membantu kakak shalih-shalihah memahami bahwa untuk mencapai cita-cita diperlukan usaha dan ketekunan.

5. Memberikan Dukungan dan Motivasi

Sebagai orang tua, sangat penting untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada kakak shalih-shalihah dalam meraih cita-cita mereka. Berikan pujian ketika mereka menunjukkan usaha dan kemajuan dalam mencapai harapan mereka.

Pastikan untuk selalu memberikan dorongan positif dan mengingatkan kakak shalih-shalihah bahwa mereka memiliki kemampuan untuk meraih apa pun yang mereka impikan, tentu saja dengan izin Allah SWT.

6. Mengajarkan Kegagalan sebagai Bagian dari Proses

Selain memberikan dukungan, ajarkan juga kepada kakak shalih-shalihah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses mencapai cita-cita. Ceritakan pengalaman Ayah Bunda sendiri atau kisah-kisah inspiratif tentang orang-orang yang berhasil meraih impian mereka meskipun mengalami banyak kegagalan.

Kisah tersebut insyaAllah akan membantu kakak shalih-shalihah memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi sebuah pelajaran berharga untuk bangkit dan mencoba lagi.

7. Memperbarui Pohon Harapan

Secara berkala, ajak kakak shalih-shalihah untuk memperbarui pohon harapan mereka. Tambahkan harapan-harapan baru dan lihat kembali harapan-harapan yang sudah tercapai.

Momen ini bisa menjadi waktu refleksi yang baik untuk mengingatkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya memiliki tujuan dan berusaha mencapainya.

galeri pohon harapan

Cara Membuat Anak Berani dan Percaya Diri Meraih Cita-cita pada Pekan Ta’aruf 2024 Hari Keempat

Ayah Bunda, membuat Pohon Harapan sudah dilakukan di SD Islam Bintang Juara. Tepatnya pada gelaran Pekan Ta’aruf 2024 hari keempat (Kamis, 18 Juli 2024).

Pada hari itu, kakak kelas 2-6 diberikan tantangan oleh ibu bapak guru untuk menuliskan harapannya pada kertas yang disediakan. Didampingi oleh wali kelas dan pendamping, kakak shalih-shalihah menuliskan nama, harapan untuk sekolah, harapan untuk diri sendiri dan cita-cita yang ingin digapai oleh mereka.

MasyaAllah, kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan kakak kelas 6 sudah mampu menuliskan beragam harapan pada kertas yang telah tersedia.

Dari harapan terdekat yang ingin dicapai, hingga cita-cita secara personal, sampai target mereka hingga nanti perguruan tinggi. Kami percaya apa yang kakak tuliskan akan menjadi doa-doa yang teruntai. Semoga apa yang kakak tulis dan harapkan bisa tercapai dalam bentuk terbaiknya.

Agar doa-doa kakak semakin menguat, Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah untuk membuat Pohon Harapan keluarga di rumah masing-masing. Ayah Bunda bisa menyaksikan video dokumentasi kegiatan membuat Pohon Harapan di kelas 6 berikut ini, agar semakin semangat menerapkannya di rumah:

Kesimpulan

Menggunakan Pohon Harapan merupakan cara membuat anak berani dan percaya diri dengan metode yang kreatif dan efektif. Melalui aktivitas ini, kakak shalih-shalihah belajar untuk bermimpi besar, berusaha keras, dan menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan mereka.

Dengan dukungan dan motivasi yang tepat dari orang tua dan guru, insyaAllah kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan berani meraih cita-cita mereka. Ayo, Ayah Bunda coba juga buat Pohon Harapan di rumah ya!***

Membentuk Karakter Calon Pemimpin Muslim dengan Mengenalkan Adab pada Lingkungan Sekitar

Membentuk Karakter Calon Pemimpin Muslim dengan Mengenalkan Adab pada Lingkungan Sekitar

Membentuk karakter calon pemimpin Muslim bukanlah tugas yang mudah, namun merupakan tanggung jawab yang mulia. Salah satu cara efektif untuk melakukannya adalah dengan mengenalkan adab pada lingkungan sekitar sejak dini.

Adab, yang merupakan perilaku dan etika dalam Islam, memainkan peran penting dalam pembentukan karakter yang kuat dan berintegritas. Menumbuhkan dan membangun adab bukanlah proses sehari dua hari. Dibutuhkan sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mengoptimalkan pendidikan adab pada kakak shalih-shalihah.

Mengenalkan Adab dan Jenis-jenisnya kepada Kakak Shalih-shalihah

SD Islam Bintang Juara meyakini bahwa adab adalah salah satu landasan penting bagi kakak shalih-shalihah dalam bersikap dan berjejaring sehari-hari. Oleh karenanya, pendidikan adab mendapat perhatian dan porsi utama di Sekolah Calon Pemimpin Muslim.

Seorang Calon Pemimpin Muslim haruslah memiliki tiga jenis adab berikut ini;

Pertama, Adab kepada Allah SWT

Poin pertama ini harus menjadi dasar dalam mendidik anak-anak. Mengajarkan mereka untuk beribadah dengan khusyuk, berdoa, dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT akan membentuk rasa keimanan yang kokoh. Selain itu, mengenalkan kisah-kisah para nabi dan rasul dapat menjadi inspirasi bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kedua, Adab kepada Orang Tua dan Keluarga

Berikutnya yang juga harus ditanamkan dengan kuat adalah adab kepada orang tua dan keluarga. Menghormati dan menaati orang tua, serta menjaga hubungan harmonis dengan anggota keluarga lainnya, adalah cerminan dari akhlak yang mulia. Pemimpin yang baik harus memiliki dasar moral yang kuat yang berasal dari hubungan yang baik dengan keluarga.

Ketiga, Adab kepada Tetangga dan Lingkungan Sekitar

Adab terhadap orang-orang di sekitar tentu tak kalah penting. Termasuk di dalamnya adalah adab terhadap guru. Oleh karenanya, guru dan orang tua harus senantiasa mengajarkan dan mencontohkan kakak shalih-shalihah untuk bersikap ramah, membantu teman yang membutuhkan, dan menjaga kebersihan lingkungan adalah cara untuk membentuk rasa tanggung jawab sosial. Pemimpin yang peduli pada lingkungan sekitar akan lebih mampu menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Keempat, Adab dalam Bergaul dan Bersosialisasi

Bagaimana kakak shalih-shalihah berinteraksi satu sama lain adalah hal yang juga patut diperhatikan. Kakak shalih-shalihah perlu diajarkan untuk bersikap jujur, adil, dan berani menyuarakan kebenaran. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi individu yang berani dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Cara SD Islam Bintang Juara Mengenalkan Adab pada Lingkungan Sekitar

Dalam konteks pendidikan formal, sekolah dan lembaga pendidikan Islam dapat berperan besar dalam mengenalkan adab kepada lingkungan sekitar. Melalui program-program ekstrakurikuler, seperti kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan, anak-anak dapat belajar langsung bagaimana mengaplikasikan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Pekan Ta’aruf 2024 hari ketiga, kakak shalih-shalihah kelas 1 diajak berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain yang ada di sekolah. Bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga bagaimana bersikap ketika berada dalam ruangan-ruangan tersebut.

Terdapat enam pos yang harus disinggahi masing-masing kelompok kakak kelas 1, yaitu:

mengenalkan adab

1. Pos 1 yang berada di Kamar Mandi Lantai 2

Di pos ini, ada Ustaz Zakki Akmal Al Hafidz yang siap mendampingi kakak shalih-shalihah belajar tentang adab masuk dan ke luar kamar mandi. Selain mengajarkan kaki mana yang harus masuk terlebih dahulu ketika melangkah ke ruangan, Ustaz Zakki Akmal juga melatih kakak shalih-shalihah untuk mengucapkan doa masuk dan ke luar kamar mandi.

2. Pos 2, berada di Ruang Kelas 1A

Pada pos kedua ini, ada bu Ulfa yang siap melatih kakak shalih-shalihah adab masuk ruang kelas, serta bagaimana sikap yang tepat ketika berjumpa dengan teman dan bapak ibu guru.

3. Pos 3, berada di Area Perpustakaan

Bersama Bu Khofsoh, kakak kelas 1 belajar tentang adab meminjam buku, membaca buku, menata dan mengembalikan buku.

4. Pos 4, terletak di Area UKS

Pada pos keempat ini, Bu Nisa memberikan informasi kepada kakak kelas 1 tentang pengenalan UKS, adab izin ke UKS dan adab penggunaan barang di UKS.

5. Pos 5, terletak di Area Dapur

Bu Laila mengajak kakak shalih-shalihah kelas 1 untuk berkenalan dengan tim dapur, yaitu Miss Nur, Bibik Septi dan Bu Rita. Selain berkenalan dengan tim dapur, kakak shalih-shalihah belajar tentang adab mengambil makan siang, adab berbicara dengan tim dapur, dan adab mengembalikan alat makan.

6. Pos 6 Berada di Lapangan

Pak Ali menyambut kedatangan kakak shalih-shalihah kelas 1 di lapangan dengan penuh semangat dan riang gembira. Pak Ali memberikan informasi mengenai adab berkegiatan di lapangan, adab menggunakan alat oalahraga  dan alat bermain.

Diharapkan dengan mengenalkan adab kepada lingkungan yang ada di sekolah, kakak shalih-shalihah akan terbiasa dan perlahan kebiasaan tersebut tumbuh menjadi karakter yang mengakar kuat dalam diri mereka.

Dengan mengenalkan adab kepada lingkungan sekitar, insyaAllah kita tidak hanya membentuk individu yang berakhlak mulia, tetapi juga Calon Pemimpin Muslim yang tangguh dan berintegritas. Semoga generasi mendatang mampu membawa perubahan positif bagi umat dan dunia, dengan landasan adab yang kuat dan mulia. Aamiin ya Rabbal’alamin.***

8 Manfaat Tadabbur Alam bagi Perkembangan Karakter Calon Pemimpin Muslim

8 Manfaat Tadabbur Alam bagi Perkembangan Karakter Calon Pemimpin Muslim

Tadabbur alam atau merenungkan keajaiban alam dapat memberikan berbagai manfaat positif bagi perkembangan kakak shalih-shalihah. Terlebih SD Islam Bintang Juara memiliki misi besar untuk mendidik generasi calon pemimpin muslim.

Oleh karenanya, SD Islam Bintang Juara berupaya untuk senantiasa menghadirkan momen-momen bermakna dalam setiap kegiatan pembelajaran. Salah satunya ketika sesi makan bekal.

Pada hari Rabu, 28 Februari 2024, kakak shalih-shalihah kelas 6 SD Islam Bintang Juara diajak oleh bu Fia untuk menikmati bekal di tempat yang istimewa. Jika biasanya bekal yang dibawakan Ayah Bunda disantap bersama-sama di dalam kelas, kali ini berbeda.

Kakak shalih-shalihah kelas 6 diajak untuk melakukan perjalanan terlebih dahulu. Dengan tujuan agar bisa mendapatkan sinar matahari pagi yang insya Allah baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

Selain itu, kakak shalih-shalihah juga belajar artinya perjuangan. Sebelum menikmati lezatnya bekal yang disiapkan Ayah Bunda, mereka harus berjalan dulu menuju lokasi yang telah disepakati.

Lokasi makan bekal kali ini tidak terlalu jauh dari sekolah kok, Ayah Bunda. Masih sangat bisa dijangkau dengan jalan kaki. Hanya di sini kakak shalih-shalihah ditantang untuk berjalan melewati jalur naik dan turun.

Dibutuhkan kehati-hatian dan ketangkasan agar bisa aman sampai di lokasi. Secara tidak langsung kakak shalih-shalihah mengasah kemampuan motorik kasarnya nih.

Setelah sampai di lokasi, kakak shalih-shalihah bekerjasama untuk menggelar alas yang dibawa, lalu duduk melingkar. Kak Rafasya memimpin doa makan, kemudian mereka menyantap bekal bersama-sama.

Beberapa kakak juga saling berbagi bekal. Di sini rasa kekeluargaan antar anggota kelas sungguh terasa. Sembari menikmati bekal, mereka saling berbincang dengan hangat tentang tantangan yang diberikan bu Fia dan menentukan tanggal untuk pemotretan buku kenangan.

Masya Allah semoga kegiatan makan bekal sekaligus tadabbur alam ini membawa kesan tersendiri di hati kakak shalih-shalihah. Nah, Ayah Bunda juga bisa lo mempraktikkan tadabbur alam sederhana ini bersama kakak di rumah.

Tidak perlu datang ke wisata alam yang jauh dari rumah, Ayah Bunda bisa memanfaatkan momen minggu pagi untuk berjalan kaki bersama seluruh keluarga ke lokasi yang dekat-dekat dari rumah. Berjalan bersama, sembari menghirup udara pagi yang segar, diselingi dengan obrolan yang hangat, insya Allah akan menguatkan bonding dengan kakak shalih-shalihah.

Selain menguatkan bonding, tadabbur alam juga memiliki manfaat lainnya. Apa saja ya?

Manfaat Tadabbur Alam bagi Calon Pemimpin Muslim

Berikut adalah beberapa manfaat dari kegiatan tadabbur alam bagi kakak shalih-shalihah calon pemimpin muslim:

manfaat tadabbur alam

1. Menguatkan Hubungan dengan Allah SWT

Tadabbur alam dapat membantu kakak shalih-shalihah dalam merenungkan kebesaran Allah SWT sebagai Pencipta alam semesta. Selain itu, kegiatan di alam bebas juga mampu memperkuat nilai-nilai spiritual dan keimanan kakak shalih-shalihah.

2. Memberikan Pemahaman Tentang Lingkungan

Kakak shalih-shalihah dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang alam dan lingkungan sekitar mereka. Selain itu, melalui tadabbur alam juga bisa menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam sejak dini.

3. Mengembangkan Keterampilan Observasi

Melalui pengamatan terhadap alam, kakak shalih-shalihah dapat mengembangkan keterampilan observasi mereka. Tadabbur alam juga bisa menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan pengamatan visual dan pemahaman tentang interaksi antara berbagai unsur alam.

4. Mengenalkan Keanekaragaman Hayati

Memperkenalkan kakak shalih-shalihah pada keanekaragaman hayati dan makhluk hidup yang ada di sekitar mereka. Pada sesi tadabbur alam hari ini, kakak kelas 6 juga melakukan pengamatan terhadap ragam tumbuhan yang mereka lihat sepanjang perjalanan.

Selain itu, kakak shalih-shalihah juga bertemu dengan kucing liar yang senantiasa ingin berdekatan dengan mereka. Hal ini membantu mereka untuk menghargai peran setiap makhluk hidup dalam ekosistem.

5. Stimulasi Kreativitas

Dengan memberikan kakak shalih-shalihah kesempatan untuk berinteraksi dengan alam, hal ini mampu merangsang imajinasi dan kreativitas mereka. Kemudian, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan eksplorasi terhadap lingkungan sekitar.

6. Mengembangkan Rasa Syukur

Melalui tadabbur alam, kakak shalih-shalihah dapat mengembangkan rasa syukur terhadap keindahan dan keberagaman alam. Selain itu juga menanamkan nilai-nilai positif, seperti bersyukur atas nikmat alam yang diberikan.

7. Pengenalan Siklus Alam

Kegiatan mengenal alam lebih dekat, mampu memahamkan kakak shalih-shalihah tentang siklus alam, seperti siklus air, musim, dan perubahan cuaca. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga mampu memperkaya pengetahuan mereka tentang bagaimana unsur-unsur alam saling terkait.

8. Meningkatkan Kesehatan Mental

Aktivitas di alam terbukti dapat memberikan manfaat kesehatan mental, seperti mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Memberikan kesempatan bagi kakak shalih-shalihah untuk bersantai dan merasakan ketenangan alam.

galeri kegiatan tadabbur alam

Melibatkan kakak shalih-shalihah dalam kegiatan tadabbur alam dapat menjadi pengalaman yang mendidik dan memperkaya, menciptakan fondasi positif untuk pemahaman mereka terhadap dunia di sekitar mereka. Calon pemimpin muslim yang menghargai keberadaan alam, insya Allah akan tumbuh menjadi pemimpin yang tak sekadar cerdas, tetapi juga bijaksana.***

Qailulah (Tidur Siang) dalam Islam: Manfaat dan Dalil-dalil yang Mendukung

Qailulah (Tidur Siang) dalam Islam: Manfaat dan Dalil-dalil yang Mendukung

Qailulah, atau tidur siang, adalah kebiasaan tidur singkat selama siang hari yang memiliki signifikansi dan dukungan dalam ajaran Islam. Praktik ini tidak hanya merupakan tradisi budaya, tetapi juga memiliki dasar-dasar agama yang kuat dalam Islam. Berikut adalah artikel yang menjelaskan manfaat qailulah dan dalil-dalil yang mendukungnya.

Dalil-dalil yang Mendukung Qailulah

Berikut ini beberapa hadits yang mendukung tentang pentingnya manfaat Qailulah dalam kehidupan sehari-hari:

1. Hadits Riwayat Abu Daud

Rasulullah SAW secara rutin berpraktik tidur siang. Beliau bersabda, “Qailulah adalah sunah dari Allah. Allah menetapkan hal itu pada waktu siang dan menghilangkan barakah dari tidur pada waktu malam.

2. Hadits Riwayat At-Tirmidzi

Abu Bakr Ash-Shiddiq melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidur sejenak pada siang hari adalah pintu keberkahan, dan tindakan bijak bagi mereka yang melakukan pekerjaan yang berat.”

3. Quran Surat Ar Rum: 23

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan (QS Ar-Rum: 23).

Manfaat Qailulah untuk Kesehatan Tubuh

Selain dianjurkan dalam agama, Qailullah juga ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya:

1. Istirahat Fisik

Qailulah memberikan kesempatan bagi tubuh untuk istirahat sejenak, mengurangi kelelahan dan meningkatkan energi fisik.

2. Peningkatan Kewaspadaan

Tidur siang dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi, membantu seseorang menjadi lebih produktif dalam aktivitas sehari-hari.

3. Pemulihan Mental

Qailulah juga memberikan istirahat mental, membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

4. Peningkatan Produktivitas

Dengan memberikan jeda sejenak selama siang, qailulah dapat meningkatkan produktivitas saat melanjutkan aktivitas setelahnya.

5. Peningkatan Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur siang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan memperbaiki kesehatan kardiovaskular.

Nah, setelah mengetahui manfaat tidur siang, apakah Ayah Bunda semakin tertarik untuk meluangkan waktu untuk istirahat di jam-jam setelah makan?

galeri qailulah di SD Islam Bintang Juara

Nasehat agar Tidak Berlebihan saat Qailulah

Meskipun qailulah dianjurkan, Islam juga menasihatkan agar tidak berlebihan dalam tidur siang. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidur siang yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan kehilangan berkah.

Para ahli medis juga berpendapat bahwa qailulah bisa bermanfaat jika dalam pelaksaanaannya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Pada Waktu yang Tepat

Diutamakan qailulah dilakukan antara pukul 13.00 sampai dengan 15.00. Waktu tersebut  sering kali merupakan saat kebanyakan orang makan siang, yaitu periode di mana kadar gula darah bisa turun.

2. Waktu Tidak Terlalu Lama

Tidur siang harus singkat. Para ahli biasanya merekomendasikan durasi tidur siang antara 10-30 menit. Tidur siang lebih dari satu jam justru membuat badan tidak bugar.

3. Pilih Tempat yang Tepat

Selain waktu yang tepat, sebaiknya Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah tidur siang di ruangan yang nyaman untuk tidur. Misalnya ruangan tersebut harus baik sirkulasi udaranya, dan mendapat penerangan yang cukup.

Sebagai informasi, SD Islam Bintang Juara sudah menerapkan qailulah sejak tahun pertama sekolah ini berdiri. Usai makan siang, kakak shalih-shalihah mendapat kesempatan untuk beristirahat singkat, kurang lebih 30 menit, sebelum memulai aktivitas berikutnya.

Dengan menerapkan qailulah secara rutin, alhamdulillah kakak shalih-shalihah jauh lebih bisa produktif menjalani aktivitas selanjutnya.

Qailulah dapat dijadikan sebagai praktik yang sehat dan bermanfaat dalam menjalani kehidupan sehari-hari, asalkan dilakukan dengan seimbang dan sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kebersihan dan waktu pelaksanaan tidur siang agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.***

Referensi:

  • https://www.acehutara.go.id/berita/kategori/kesehatan/tidur-siang-sunnah-rasulullah-saw-yang-dipraktikkan-barat
  • https://lampung.nu.or.id/syiar/ini-waktu-tidur-yang-dianjurkan-dan-tidak-dianjurkan-dalam-islam-o79t3
  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6951940/ini-dua-waktu-tidur-yang-baik-menurut-islam
Membangun Mental Anak-Anak Melalui Kata Bermakna Positif

Membangun Mental Anak-Anak Melalui Kata Bermakna Positif

Penggunaan kata bermakna positif sudah melekat erat dalam interaksi guru dan siswa-siswi di SD Islam Bintang Juara sehari-harinya. Penggunaan kata bermakna positif juga menjadi landasan dalam membimbing siswa-siswinya tumbuh menjadi pribadi bermental positif.

Apa Saja Kata Bermakna Positif yang Biasa Digunakan di SD Islam Bintang Juara?

Di SD Islam Bintang Juara,  contoh penggunaan kata-kata positif seperti “bergerak lancar,” “tuntas,” serta “kontrol diri” akan sering Ayah Bunda dengar jika berkunjung di sekolah ini. Pembiasaan pengguaan kata positif ini bukan sekadar tentang bahasa, tetapi juga membentuk mindset positif yang membawa dampak jangka panjang pada perkembangan anak.

jenis kata positif yang digunakan di SD Islam Bintang Juara

1. Bergerak Lancar

Penggunaan kata “bergerak lancar” sebagai pengganti kata “cepat” adalah salah satu contoh bagaimana kecilnya perubahan kata dapat mempengaruhi persepsi dan tindakan. Ketika anak diajarkan untuk bergerak lancar, mereka tidak hanya ditekankan untuk melakukan sesuatu dengan cepat, tetapi juga dengan kehati-hatian dan ketepatan.

2. Tuntas

Kemudian, penggunaan kata “tuntas” sebagai alternatif kata “selesai” memberikan pesan bahwa menyelesaikan tugas bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana tugas tersebut dilakukan dengan baik dan menyeluruh. Anak-anak diajarkan untuk tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses dari apa yang mereka kerjakan.

3. Kontrol Diri

Berikutnya, penggunaan kata “kontrol diri” sebagai pengganti kata “bertingkah” membantu anak-anak untuk mengenali emosi mereka, mengendalikannya, dan merespons dengan bijaksana dalam berbagai situasi. Ini akan membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan menghadapi tantangan dan konflik dengan sikap yang tenang dan terkontrol.

Masih ada beberapa kata bermakna lainnya yang biasa digunakan sebagai pijakan para guru SD Islam Bintang Juara kepada kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda bisa membaca artikel tentang 7 Kata Pijakan yang Berubah setelah Anak Bersekolah di Sekolah Islam Bintang Juara untuk mengetahui lebih lanjut.

galeri kegiatan siswa SD Islam Bintang Juara

Penggunaan kata bermakna positif ini bukan hanya berdampak pada perkembangan akademik anak-anak, tetapi juga membentuk karakter mereka. Membiasakan anak-anak menggunakan kata bermakna positif akan membantu mereka untuk tumbuh menjadi individu yang bermental positif dan tangguh.

Sehingga, penggunaan kata bermakna positif telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam lingkup pendidikan di SD Islam Bintang Juara. Hal ini bukan hanya sekadar penggunaan kata, tetapi juga sebuah filosofi yang menginspirasi anak-anak untuk meraih potensi terbaik mereka dalam segala hal yang mereka lakukan.***