Pendidikan telah menjadi kunci utama untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan di era digital. Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh SD Islam Bintang Juara adalah melalui pemaparan materi tentang kuasai literasi digital yang bertujuan memberdayakan kakak shalih-shalihah.
Pada hari Jum’at, 23 Februari 2024, SD Islam Bintang Juara menghadirkan Bapak Mustafa, S.T., M.M., M.Kom., untuk memberikan informasi kepada kakak shalih-shalihah terkait literasi digital. Bapak Mustafa, S.T., M.M., M.Kom., atau yang akrab dipanggil dengan Pak Mus merupakan Dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), sekaligus Fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan I.
Kegiatan ini juga selaras dengan Program Makin Cakap Digital dari pemerintah yang sudah dilaksanakan rutin sejak 2021. Program ini direncanakan berlangsung secara bertahap hingga 2024.
Program Makin Cakap Digital dari pemerintah memiliki berbagai kelas daring dan pelatihan gratis untuk seluruh masyarakat dengan materi-materi yang didasarkan pada pilar-pilar literasi digital, yaitu:
Digital Skill (Cakap Bermedia Digital),
Digital Ethic (Etis Bermedia Digital),
Digital Safety (Aman Bermedia Digital),
dan Digital Culture (Budaya Bermedia Digital).
Perjumpaan pertama kakak shalih-shalihah kelas 4 – 6 dengan Pak Mus hari ini fokus pada materi Digital Skill, Digital Safety dan Digital Ethic. Yuk, cari tahu apa saja yang disampaikan Pak Mus kepada kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.
Kuasai Literasi Digital Mulai Dari Bijak Bermedia Sosial
Memahami bahwa media sosial sekarang ini telah menjadi hal yang tak terpisahkan dari generasi muda, Pak Mus memberikan pijakan mengenai cara bijak bermedia sosial.
Ayah Bunda Perlu Terapkan Konsep 3D
Ayah Bunda juga pastikan untuk menerapkan konsep 3D yang diprakarsai oleh Abah Ihsan dalam memfasilitasi kakak shalih-shalihah terkait penggunaan gadget di era digital:
1. Dibutuhkan
Kakak shalih-shalihah hanya boleh menggunakan gadget dan internet apabila benar-benar dibutuhkan, misal untuk keperluan belajar. Boleh saja sesekali mencari hiburan dengan memanfaatkan teknologi digital, tetapi pastikan aman dan waktunya terbatas.
2. Didampingi
Pastikan kakak shalih-shalihah saat menggunakan gadget dan internet harus dalam pendampingan dan pengawasan orang dewasa, baik itu guru ataupun orang tua.
3. Dipinjamkan
Alih-alih memfasilitasi satu ponsel pintar dan/ atau laptop untuk masing-masing anak, akan lebih baik jika akad penggunaan ponsel dan/ atau laptop adalah dipinjamkan. Dengan akad dipinjamkan, kakak shalih-shalihah akan lebih mudah diatur dan dibatasi penggunaannya, dibandingkan jika akadnya diberikan.
Praktikkan Internet BAIK
Setelah menerapkan konsep 3D dalam penggunaan gadget yang terkoneksi dengan internet, kakak shalih-shalihah perlu mengetahui hal-hal terkait bijak bermedia sosial. Ayah Bunda bisa menggunakan metode Internet BAIK, meliputi:
Bertanggungjawab – Kakak shalih-shalihah harus memahami hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, serta mengetahui risiko atas dampak negatif internet yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Aman – Dalam menggunakan internet, khususnya media sosial, kakak shalih-shalihah harus menjaga dirinya tetap aman dari hal-hal negatif.
Inspiratif – Kakak shalih-shalihah harus bisa menggunakan internet dan media sosial untuk berbagi inspirasi kepada lingkungan.
Kreatif – Untuk bisa berbagi inspirasi, maka dibutuhkan kreativitas dalam menggunakan internet dan media sosial dengan cara-cara yang unik. Kakak shalih-shalihah juga bisa saling berkerjasama untuk membangun ekosistem digital.
Tujuh Kebiasaan Keren Berinternet
Selain metode Internet BAIK, kakak shalih-shalihah juga bisa diajarkan untuk menerapkan tujuh kebiasaan untuk keren berinternet:
THINK – Merupakan singkatan dari True, Hurtful, Illegal, Necessary, dan Kind. Ajarkan kakak shalih-shalihah sebelum memosting sesuatu, cek dulu apakah postingan tersebut benar sesuai fakta, menyakiti orang lain atau tidak, ilegal atau mengandung hak cipta orang lainkah, penting dibagikan atau tidak, dan apakah isinya baik untuk dibagikan.
Respect – Ajak kakak shalih-shalihah untuk tetap menjaga adab saat bermedia sosial, dengan mengetik kalimat yang sopan dan nyaman bagi orang lain.
Turn Back Hoax– Tanamkan pada diri kakak shalih-shalihah agar tidak bersumbu pendek. Saat menerima informasi dari internet, ajak mereka untuk memastikan apakah informasi tersebut valid atau tidak, sebelum membagikannya lagi ke orang lain.
Take Care Your Self Branding – ‘Jempolmu, Harimaumu’ adalah hal yang wajib dipegang erat oleh kakak shalih-shalihah. Oleh karenanya bagi kakak shalih-shalihah yang sudah memiliki akun media sosial, ajarkan kepada mereka cara berbahasa yang baik dan sopan.
Kenali Fungsi Tell, Report & Block– Apabila menemukan konten negatif, ajarkan kakak untuk menegur pemilik konten melalui pesan pribadi secara baik-baik dengan bahasa yang nyaman dibaca. Apabila ada akun yang sering membagikan berita-berita negatif, kakak shalih-shalihah bisa diajarkan untuk menggunakan fitur Report & Block yang dimiliki masing-masing media sosial.
Posting Nggak Ya? – Sebelum memosting sesuatu di media sosial, pastikan kakak shalih-shalihah sudah memikirkan baik-baik kebenaran dan kebermanfaatannya.
Ingat Kehidupan Nyata – Berselancar di internet memang mengasyikkan, maka tak heran jika banyak yang lupa waktu. Namun kakak shalih-shalihah perlu memahami bahwa kehidupan nyata jauh lebih menyenangkan. Pastikan tidak sampai kecanduan, hingga lupa bahwa ada hal-hal yang lebih asyik dilakukan di dunia nyata.
5 Prinsip Cerdas Berinternet
Selain ketujuh hal di atas, ajak pula kakak shalih-shalihah untuk menguasai lima prinsip cerdas berinternet, yaitu:
Keep Playing or Stop – Tahu waktu kapan harus lanjut dan berhenti.
Think before Posting – Pilah dan pikirkan dulu sebelum posting sesuatu.
Saring before Sharing – Saring dulu kebenaran informasi yang didapat, sebelum membagikan ke khalayak.
Click or Close– Jika menemukan konten negatif, harus berani untuk menutup laman dan tidak mengaksesnya lagi. Kakak shalih-shalihah juga perlu diberikan informasi tentang link-link yang bertujuan untuk menipu. Saat menemukan link seperti itu, ajarkan mereka untuk segera menutup aksesnya.
Wise While Online – Gunakan internet dan media sosial secara bijak, baik dari segi waktu dan bijak dalam penggunaan bahasa, berkomentar, dsb.
Makin Cakap Digital Mulai Dari Gunakan Email yang Benar
Selain memaparkan informasi mengenai bijak bermedia sosial, Pak Mus juga mengajak kakak shalih-shalihah untuk kuasai literasi digital dengan mengetahui cara mengirim email yang tepat. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Ayah Bunda, dan kakak shalih-shalihah saat mengirim email:
Menulis email dengan ejaan yang benar dan kalimat sopan.
Pastikan untuk tidak menggunakan huruf kapital secara keseluruhan dari awal hingga akhir kalimat, karena bisa menyulitkan keterbacaan. Selain itu juga bisa memberikan kesan marah.
Membiasakan menuliskan subject email untuk mempermudah penerima pesan.
Menggunakan BCC (Blind Carbon Copy), bukannya CC (Carbon Copy) untuk menghindari tersebarnya email milik orang lain
Untuk mailing list atau forum, dilarang mengirim email berupa spam, surat berantai, surat promosi yang tidak berhubungan dengan mailing list.
Menghargai hak cipta dan privasi orang lain.
Mengatur password secara berkala agar terjaga keamanannya.
Nah, selama ini Ayah Bunda apakah sudah cukup tepat saat menggunakan email dalam kehidupan sehari-hari? Jika belum ayo perbaiki bersama-sama, agar kita bisa menjadi role model bagi kakak shalih-shalihah.
Galeri Kegiatan Literasi Digital SD Islam Bintang Juara
Siap Menaklukkan Tantangan Literasi Digital dari Pak Mustafa?
Di akhir sesi pemaparan materi tentang kuasai literasi digital, Pak Mustafa memberikan tantangan bermakna AKSI NYATA kepada kakak shalih-shalihah. Tantangan ini bisa dilakukan secara individu ataupun berkelompok. Jika berkelompok, maka maksimal dalam kelompoknya harus terdiri dari 5 siswa.
Adapun tantangannya kakak shalih-shalihah harus mampu membuat karya, entah itu berupa flyer, video, film pendek, atau puisi. Karya tersebut berisi tentang ajakan kepada lingkungan tentang INTERNET AMAN, bijak berinternet dan bermedia digital.
Masya Allah, tantangannya sangat inspiratif ya, Ayah Bunda. Melalui tantangan ini, kakak shalih-shalihah diajak untuk praktik langsung secara nyata menerapkan Internet BAIK.
Ayah Bunda, pastikan untuk mendampingi kakak shalih-shalihah dalam melaksanakan tantangan ini ya. Izinkan kakak shalih-shalihah untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya, dan berikan masukan serta saran apabila dibutuhkan.
Jadi siap untuk mendampingi kakak shalih-shalihah kuasai literasi digital? Yuk, bersama-sama kita bergandengtangan membentuk generasi yang makin cakap digital, Ayah Bunda.***
Referensi:
Paparan Pak Mustafa
Web Literasi Digital. Diakses pada 2024. Profil dan Infografik.
Modul Fasilitator Literasi Digital. “Cakap Bermedia Digital.”
Modul Fasilitator Literasi Digital. “Aman Bermedia Digital.”
Modul Fasilitator Literasi Digital. “Etis Bermedia Digital.”
Alhamdulillahirrobbil’alamin. Ini adalah sebuah kabar yang menggembirakan, sekaligus mengharukan. SD Islam Bintang Juara bisa mengirimkan 13 perwakilan ke gelaran lomba tahunan SMARTCOMP Nasima.
Acara ini telah dilaksanakan secara tujuh tahun berturut-turut. Bisa mengirimkan 13 siswa untuk mewakili SD Islam Bintang Juara ke SMARTCOMP Nasima 2024 menunjukkan prestasi dan kemampuan siswa dalam bidang story telling, da’i cilik, OSN dan menggambar poster.
Dalam kompetisi semacam ini, kakak shalih-shalihah memiliki kesempatan untuk menunjukkan keahlian mereka, berbagi pengetahuan, dan belajar dari peserta lainnya.
Siapa Sajakah Perwakilan SD Islam Bintang Juara untuk SMARTCOMP Nasima 2024?
Berikut ini 13 kakak shalih-shalihah yang terpilih untuk mewakili SD Islam Bintang Juara ke SMARTCOMP Nasima 2024:
Kak Laras (Kelas 6) mengikuti cabang story telling.
Kak Nabila Hayu (Kelas 5) mengikuti cabang da’i cilik.
Kak Daffa (Kelas 4) mengikuti cabang da’i cilik.
Kak Fillah (Kelas 5) mengikuti cabang OSN.
Kak Calief (Kelas 5) mengikuti cabang OSN.
Kak Nadya In (Kelas 5) mengikuti cabang OSN.
Kak Syabil (Kelas 4) mengikuti cabang OSN.
Kak Ninda (Kelas 5) mengikuti cabang OSN.
Kak Attaar (Kelas 5) mengikuti cabang OSN.
Kak Firman (Kelas 5) mengikuti cabang OSN.
Kak Nadhif (Kelas 4) mengikuti cabang OSN.
Kak Rara (Kelas 5) mengikuti cabang menggambar poster.
Kak Adlina (Kelas 5) mengikuti cabang menggambar poster.
Kakak shalih-shalihah yang mewakili SD Islam Bintang Juara sudah memberikan usaha terbaiknya. Alhamdulillah Kak Calief bisa masuk ke babak final untuk cabang OSN.
Saat ini kakak shalih-shalihah belum bisa meraih juara. Namun insya Allah pengalaman hari ini memberikan pembelajaran bermakna bagi mereka. Semoga pengalaman hari ini bisa menjadikan cambuk agar kakak shalih-shalihah lebih bersemangat untuk belajar dan meningkatkan kompetensi diri.
Manfaat Mengikuti Kompetisi
Berpartisipasi dalam kompetisi semacam ini dapat memberikan manfaat berikut:
1. Peningkatan Keterampilan Teknis
Kakak shalih-shalihah dapat mengembangkan keterampilan teknis mereka melalui persiapan untuk kompetisi, termasuk pemecahan masalah, pemrograman, dan pengembangan perangkat lunak.
2. Peningkatan Keterampilan Tim
Berkompetisi dalam kelompok dapat membantu kakak shalih-shalihah membangun keterampilan kolaborasi dan kerja tim, yang penting di dunia profesional.
3. Pengembangan Kreativitas:
Kompetisi dapat mendorong kakak shalih-shalihah untuk berpikir kreatif dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan.
4. Pemberian Penghargaan dan Pengakuan
Keberhasilan dalam kompetisi dapat memberikan pengakuan dan penghargaan kepada kakak shalih-shalihah, sekolah, dan guru yang terlibat.
5. Peningkatan Percaya Diri
Berpartisipasi dalam kompetisi dan berhasil dapat meningkatkan tingkat percaya diri siswa, membantu mereka merasa bangga dengan prestasi mereka.
6. Pengalaman Kompetitif
Pengalaman ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan minat kakak shalih-shalihah dalam bidang yang mereka minati, dan mendorong mereka untuk mengejar karier di bidang tersebut di masa depan.
SD Islam Bintang Juara membuka tangan lebar-lebar bagi setiap siswanya untuk mengikuti beragam kompetisi, sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing. Bagi Ayah Bunda yang ingin mempersiapkan kakak shalih-shalihah untuk mengikuti kompetisi, silakan baca artikel berikut:
Selamat kepada kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara atas pencapaian ini! Mohon dukungan dan doa restu agar kakak shalih-shalihah mendapatkan pengalaman berharga selama partisipasi mereka di SMARTCOMP Nasima 2024. Mari kita dukung terus potensi kakak shalih-shalihah karena Setiap Anak adalah Bintang dan Berhak Menjadi Juara.***
Pada hari Senin, 19 Februari 2024, telah berlangsung upacara bendera dengan penuh khidmat. Mendapat ridho dari orang tua adalah salah satu pesan penting yang disampaikan melalui upacara bendera kali ini.
Cuaca cerah mengiringi langkah tegap kakak shalih-shalihah kelas 5A yang menjadi petugas upacara bendera. Sementara itu kakak kelas 3 mendapat tugas sebagai tim paduan suara.
Pagi itu seluruh siswa dan bapak ibu guru mengikuti jalannya upacara dengan tertib tanpa terkecuali. Tak ketinggalan tim PMR Mula SD Islam Bintang Juara yang berdiri sigap di belakang barisan peserta upacara, guna memantau kesehatan peserta selama upacara berlangsung.
Mendapat Ridho dari Orang Tua, Amanat Penting dari Pak Ali
Pak Ali (Guru mengaji di SD Islam Bintang Juara) mendapat amanah sebagai pembina upacara pagi itu. Dalam kesempatan tersebut, Pak Ali menyampaikan sedikit pesan kepada kakak shalih-shalihah tentang perlunya mendapat ridho dari orang tua.
“Ridhonya Allah itu tergantung pada ridhonya orang tua dan murkanya Allah tergantung pada murkanya orang tua. Maka secara tidak langsung ketika kita mendapat ridho dari orang tua, insya Allah akan mendapat ridho dari Allah. Betapa ruginya kita ketika berhasil dalam hal duniawi tapi kita tidak mendapat keberhasilan dalam hal akhirat,” ujar Pak Ali ketika menyampaikan amanat upacara.
Doa orang tua kepada anak merupakan salah satu bukti anak mendapat ridho dari orang tua. Dengan keridhoan dari orang tua, insya Allah segala sesuatu yang kita lakukan, kita kerjakan dan kita usahakan mendapat ridho juga dari Allah.
Untuk bisa mendapat ridho orang tua, artinya kita harus senantiasa berbakti kepada mereka. Berikut ini beberapa dalil yang menguatkan pentingnya seorang anak berbakti kepada orang tua:
Selain mempermudah turunnya ridho Allah SWT kepada kita, berbakti kepada kedua orang tua juga memiliki manfaat lain, di antaranya:
1. Merupakan Amal yang Paling Utama
Sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi;
“Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’.
2. Berbakti kepada Orang Tua Mampu Menghilangkan Kesulitan Hidup
Dalil terkait hal ini adalah hadits riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, dan salah seorangnya bertawassul dengan bakti kepada ibu bapaknya.
3. Memperluas Rizki dan Panjang Umur
Berbakti kepada orang tua dalam rangka meraih ridho mereka adalah salah satu bentuk silaturahim. Silaturahim yang paling diutamakan adalah silaturahim kepada orang tua. Insya Allah, anak-anak yang dekat dengan kedua orang tuanya, akan Allah SWT perluas rizki dan panjangkan umurnya.
4. Mendapat Hadiah Masuk Surga
Berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam kebaikan merupakan jalan menuju Surga. Dengan demikian, jika seorang anak berbuat baik kepada orang tuanya, Allah SWT akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka, dan insya Allah akan dimasukkan ke Surga.
Maka dari itu selalu berbakti dan berbuat baiklah kepada Ayah Bunda, agar kita senantiasa selalu mendapat ridho dari orang tua. Karena ridho Allah SWT akan turun ketika orang tua ridho pada kita***
Pada hari Jumat, 16 Februari 2024, telah terselenggara kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema yang berbeda, “Entrepreneur Kids.” Memangnya bisa ya memulai usaha sejak belia?
Berbeda dengan dua semester sebelumnya yang mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan, pada semester genap TP. 2023-2024 SD Islam Bintang Juara memilih kewirausahaan sebagai tema P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Untuk memberikan pijakan awal tentang tema ini, dihadirkanlah seorang narasumber istimewa.
Beliau adalah Ibu Famela Prima, atau yang akrab dipanggil dengan Bunda Mela. Narasumber kegiatan P5 kali ini adalah Bunda dari Kak Kia Kelas 2 SD Islam Bintang Juara dan Kak Avice kelompok TK B Al Jabbar PAUD Islam Bintang Juara.
Bunda Mela dipilih sebagai narasumber karena beliau telah menekuni dunia wirausaha sejak lama. Bunda Mela menyambut dengan gembira tawaran untuk berbagi praktik baik sesuai dengan bidang yang telah dilakoninya selama ini.
Sebagai informasi, usaha yang dijalani Bunda Mela di antaranya Toko Sumber Jaya, Kinari Salad dan Beranda Bali Swimming Club. Masya Allah, beragam ya pengalaman beliau, Ayah Bunda?
Bunda Kak Kia dan Kak Avice ini mendapat kesempatan berbagi cerita tentang memulai usaha sejak belia di kelas 3, 4 dan 5. Selain Bunda Mela, juga ada Ibu Linda Mahakam,S.T., yang berbagi materi untuk kelas 1 dan 2.
Namun pada artikel ini, kami akan fokuskan cerita yang terangkum pada saat Bunda Mela berbagi di Kelas 3-5, Ayah Bunda.
Belajar Memulai Usaha Sejak Belia bersama Bunda Mela
Bunda Mela memulai paparannya dengan memberikan informasi mengenai arti kata ‘Wirausaha.’ Disebutkan oleh Bunda Mela, bahwa wirausaha terdiri dari dua kata, yaitu Wira dan Usaha.
Wira memiliki makna berani, sedangkan usaha berarti daya upaya. Maka bisa disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.
Nah, memang bisa ya memulai usaha sejak belia? Menurut Bunda Mela bisa banget! Apalagi di zaman seperti sekarang, di mana kakak shalih-shalihah memiliki karakter yang lebih unggul dibandingkan generasi sebelumnya.
Tentu saja keunggulan yang dimiliki oleh generasi sekarang harus tetap diimbangi dengan karakter wirausaha. Ada empat karakter wirausaha yang harus dimiliki kakak shalih-shalihah jika ingin memulai usaha sejak belia, yaitu:
1. Beriman kepada Allah SWT
Wirausaha yang berhasil seringkali memiliki fondasi spiritual yang kuat. Keberimanan kepada Allah SWT memberikan mereka keyakinan, keteguhan, dan tekad dalam menjalani perjalanan bisnis.
Dalam menghadapi tantangan dan kegagalan, keyakinan ini memberikan mereka ketenangan batin dan motivasi untuk terus berusaha dengan integritas. Selain itu, nilai-nilai moral dan etika bisnis yang diterapkan sesuai dengan keyakinan dapat menjadi landasan yang kuat untuk membangun reputasi yang baik.
2. Pemimpin yang Kompeten
Seorang wirausaha perlu menjadi pemimpin yang kompeten, mampu mengarahkan tim, mengambil keputusan yang tepat, dan mengelola sumber daya dengan efisien. Keterampilan kepemimpinan yang baik melibatkan kemampuan untuk menginspirasi dan memberdayakan anggota tim, membangun visi bersama, dan mengambil tanggung jawab penuh terhadap kesuksesan bisnis.
Selain kemampuan mengarahkan tim, seorang wirausaha juga harus mampu memimpin dirinya sendiri. Seseorang yang memiliki karakter wirausaha tentu saja jauh dari kata mageran, rebahan, dan hal-hal sejenisnya. Dengan keahlian ini, seorang wirausaha dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.
3. Inovatif dan Kreatif
Inovasi dan kreativitas adalah kunci kesuksesan dalam dunia bisnis yang berubah dengan cepat. Wirausaha yang sukses terus mencari cara baru untuk memecahkan masalah, meningkatkan produk atau layanan, dan mendekati pasar dengan pendekatan yang segar.
Kemampuan untuk berpikir kreatif memungkinkan mereka membedakan diri dari pesaing dan merespon dinamika pasar dengan cepat. Wirausaha yang inovatif juga dapat menciptakan peluang baru dan membuka pintu untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
4. Pantang Menyerah
Keberhasilan wirausaha seringkali didorong oleh semangat pantang menyerah. Meskipun dihadapkan dengan rintangan dan kegagalan, mereka tetap gigih dan tekun dalam mencapai tujuan mereka.
Kemampuan untuk belajar dari kegagalan dan melihatnya sebagai bagian dari proses pembelajaran membantu mereka tumbuh dan berkembang. Pantang menyerah juga mencerminkan ketekunan dalam menghadapi tantangan, mengatasi hambatan, dan terus beradaptasi seiring berjalannya waktu.
Selain membangun keempat karakter di atas. Apa lagi ya yang harus dipersiapkan oleh kakak shalih-shalihah jika ingin memulai usaha sejak belia?
4 Langkah Memulai Usaha ala Bunda Mela
Berikut ini 4 langkah memulai usaha yang disampaikan oleh Bunda Mela pada kegiatan P5 SD Islam Bintang Juara:
1. Mewujudkan Ide
Ide yang kuat dan unik adalah fondasi dari setiap usaha yang sukses. Pemikiran kreatif dan inovatif menjadi kunci untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi.
Mewujudkan ide membutuhkan proses pengamatan, penelitian, dan refleksi. Entrepreneur Kids perlu mengasah kepekaan mereka terhadap peluang dan membangun visi yang jelas terkait dengan usaha yang akan mereka jalankan.
2. Perencanaan yang Detail
Perencanaan yang baik adalah kunci kesuksesan dalam dunia bisnis. Setelah ide terwujud, langkah berikutnya adalah merancang rencana bisnis yang mendetail.
Rencana ini harus mencakup visi, misi, analisis pasar, strategi pemasaran, proyeksi keuangan, dan langkah-langkah implementasi. Dengan rencana yang matang, pemuda wirausaha dapat memiliki panduan yang jelas untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan bisnis mereka.
3. Membangun Tim yang Kuat
Kesuksesan usaha tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada kemampuan untuk membangun tim yang kuat. Pilihlah individu yang memiliki keahlian yang berbeda-beda dan berkomitmen terhadap visi bersama.
Komunikasi yang efektif dan kerja sama tim akan membantu mengatasi hambatan dan menghadapi perubahan pasar dengan lebih baik. Team yang solid adalah aset berharga dalam memitigasi risiko dan meningkatkan kapabilitas usaha.
4. Evaluasi dan Adaptif
Usaha yang sukses melibatkan sikap evaluatif dan adaptif. Pemuda wirausaha perlu terus menerus mengevaluasi kinerja usaha mereka, memahami umpan balik pelanggan, dan memantau perkembangan pasar.
Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan merespons tren baru dapat menjaga keberlanjutan usaha. Sikap terbuka terhadap pembelajaran dan perbaikan terus-menerus adalah kunci untuk tetap relevan dan bersaing di pasar yang dinamis.
Usai memaparkan materi, kakak shalih-shalihah diberi kesempatan oleh Bunda Mela untuk bertanya. Kakak shalih-shalihah sangat antusias lo, Ayah Bunda. Pertanyaan yang dilontarkan kakak shalih-shalihah pun beragam dan sangat berbobot, di antaranya;
Kalau produknya tidak laku, apa yang harus dilakukan?
Apakah memulai usaha harus selalu punya modal?
Kalau ingin membangun bisnis sendiri, tanpa memiliki tim, apakah bisa?
Masya Allah, ternyata banyak hal yang harus dipersiapkan agar bisa memulai usaha sejak belia ya, Ayah Bunda. Adakah putra-putri Ayah Bunda yang sudah terlihat memiliki minat di bidang kewirausahaan?
Semoga dengan materi dari Bunda Mela ini bisa membantu Ayah Bunda mendampingi kakak shalih-shalihah yang tertarik berwirausaha ya. Selamat mendampingi kakak untuk memulai usaha sejak belia, Ayah Bunda.***
Tidak bisa dimungkiri bahwa anak generasi 2000an hampir selalu memegang gadget di tangannya. Bahkan bisa jadi selama liburan semester, anak-anak akan lebih sering berteman dengan gadgetnya dibandingkan beraktivitas di luar rumah.
Oleh karenanya Asyik Tanpa Gadget diselenggarakan di SD Islam Bintang Juara sebagai rangkaian dari Ahlan wa Sahlan Semester 2 bertujuan untuk menetralisir kesenangan kakak shalih-shalihah dalam bermain gadget.
Selain itu Asyik Tanpa Gadget juga dirancang untuk menguatkan siswa dalam memanfaatkan dan mengambil hikmah dari permainan tradisional atau modern yang dimainkan sehari-hari.
Asyik Tanpa Gadget berlangsung pada Hari Kamis, 4 Januari 2024. Bertempat di beberapa lokasi, di antaranya: lapangan upacara, gedung A lantai 1, gedung A lantai 2, dan basement gedung B. Adapun ragam kegiatannya antara lain:
Catur,
Puzzle,
Gobak Sodor,
Karambol,
Ular Naga.
Dipilihnya kelima kegiatan tersebut untuk mengisi Asyik Tanpa Gadget tentu saja ada alasan yang melatarbelakanginya. Catur dipilih karena mengajarkan kakak shalih-shalihah tentang bermain strategi, melatih ketelitian dan kewaspadaan.
Sementara Puzzle melatih kakak dalam melatih regulasi emosi, kesabaran dan ketelitian. Gobak Sodor, Karambol dan Ular Naga sengaja dipilih sebagai bagian dari permainan tradisional yang saat ini mulai dilupakan oleh khalayak.
Melalui permainan Gobak Sodor dan Ular Naga, kakak shalih-shalihah berlatih bekerjasama dan melatih ketangkasan. Sementara melalui Karambol, kakak shalih-shalihah juga berlatih menyusun strategi.
Untuk menyemarakkan kegiatan ini, setiap permainan memiliki jurinya masing-masing. Adapun juri sekaligus wasit untuk kegiatan catur yaitu Bu Ika, guru pendamping kelas 2A, dan Pak Arial, guru Penjaskes.
Sementara untuk guru puzzle, ada Bu Yayuk, wali kelas 1A, bu Novi, wali kelas 1B, Bu Fia, wali kelas 6 dan Bu Nisa, guru pendamping khusus kelas 4. Pada permainan Gobak Sodor, ada bu Diana, Bu Melly dan Bu Linda sebagai juri dan wasitnya.
Pak Zakki dan Pak Ali As’ad diamanahi menjadi juri dan wasit kegiatan karambol. Sementara kegiatan Ular Naga, ada Bu Iin, Bu Laila dan Bu Mida sebagai juri sekaligus wasit kegiatan.
Alhamdulillah kakak shalih-shalihah sangat bersemangat mengikuti semua rangkaian kegiatan Asyik Tanpa Gadget. Berikut ini beberapa dokumentasi yang Ayah Bunda bisa saksikan:
Atau Ayah Bunda juga bisa melihat salah satu video yang memperlihatkan keseruan kegiatan pada hari Kamis, 4 Januari 2024 tersebut:
Batasi Penggunaan Gadget pada Anak dengan Konsep 3D
Ayah Bunda, yuk dukung program sekolah untuk membatasi akses gadget kepada anak dengan menerapkan konsep 3D. Apabila Ayah Bunda sudah pernah mengikuti parenting bersama Abah Ihsan, tentunya konsep 3D ini bukanlah hal yang baru.
Adapun konsep 3D meliputi:
1. Dipinjamkan
Artinya kakak shalih-shalihah diperbolehkan menggunakan gadget yang dipinjamkan kepadanya. Sebaiknya sebelum usia 17 tahun, kakak shalih-shalihah tidak perlu difasilitasi gadget pribadi.
Kakak shalih-shalihah bisa menggunakan gadget Ayah dan Bunda, atau gadget yang digunakan secara umum, seperti laptop atau PC yang digunakan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.
Memberikan fasilitas gadget secara personal kepada anak, tentu akan memberikan hak yang berbeda dengan anak yang hanya dipinjami. Anak akan lebih memiliki batasan dalam penggunaannya, termasuk wajin meminta izin terlebih dahulu kepada Ayah Bunda saat akan meminjam dan menggunakan gadget.
2. Didampingi
Selain dipinjamkan, konsep kedua dari 3D adalah didampingi. Artinya, kakak shalih-shalihah diperbolehkan untuk menggunakan gadget tapi harus berada di ruang publik, ruang tamu, misalnya.
Kakak shalih-shalihah harus menggunakan gadget dengan pengawasan dari Ayah Bunda. Termasuk akses ke aplikasi atau tontonan apapun, harus dengan izin dari Ayah Bunda.
3. Dibutuhkan
D yang terakhir dalam Konsep 3D adalah dibutuhkan. Gadget hanya akan dipinjamkan kepada kakak shalih-shalihah untuk hal-hal yang dibutuhkan, misal untuk kebutuhan belajar, dan mencari referensi.
Lebih dari itu, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah harus membuat kesepakatan bersama tentang aturan Screen/ Gadget Time di rumah.
Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menumbuhkan suasana Asyiknya Tanpa Gadget di sekolah dan di rumah. Tetap semangat dalam mendampingi tumbuh kembang kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***
Mengajarkan bahasa Inggris kepada kakak shalih-shalihah dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat. Sayangnya tidak semua orang tua memiliki kepercayaan diri untuk menemani kakak shalih-shalihah belajar bahasa Inggris.
Padahal kalau Ayah Bunda tahu teknik mengajarkan bahasa Inggris secara menyenangkan, momen ini bisa menjadi sarana bonding yang oke banget lo. Mau tahu bagaimana caranya? Yuk, baca terus artikel ini hingga tuntas ya.
13 Cara Asyik Mengajarkan Bahasa Inggris, Dijamin Cas Cis Cus!
Empat hal yang tak akan pernah ditolak oleh anak-anak adalah bermain, hadiah, kejutan, dan dongeng/ cerita. – Septi Peni Wulandani.
Nah, coba deh Ayah Bunda mengaplikasikan empat hal yang tak akan pernah ditolak kakak shalih-shalihah tersebut menjadi bagian dari proses pengajaran bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa cara asyik untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak:
1. Gunakan Metode Bermain
Bermainnya kakak shalih-shalihah sejatinya adalah proses belajar. Gunakan permainan, puzzle, atau aktivitas kreatif seperti mewarnai atau membuat hiasan untuk memperkenalkan kosakata dan kalimat bahasa Inggris kepada mereka.
Ayah Bunda juga bisa menggunakan kegiatan ice breaking untuk mengajarkan bahasa Inggris dengan banyak bergerak, sehingga kakak tidak terasa bosan dan lebih mudah memahami pelajaran.
2. Berikan Hadiah sebagai Apresiasi
Sediakan hadiah-hadiah sederhana yang bisa memotivasi kakak untuk belajar bahasa Inggris. Misal, saat kakak sudah berhasil menghafal dan mempraktikkan 10 kosa kata menjadi kalimat, berikan sebuah stiker, atau benda lain yang sederhana tapi bisa membuat kakak shalih-shalihah bersemangat.
3. Cerita dan Buku Bacaan
Bacakan buku anak-anak dalam bahasa Inggris secara teratur. Ayah Bunda dapat membacakan cerita atau mengizinkan anak-anak membaca sendiri jika mereka sudah bisa. Membaca buku dapat meningkatkan pemahaman bahasa Inggris mereka.
4. Tonton Film atau Kartun dalam Bahasa Inggris
Pilih kartun atau film animasi yang cocok untuk usia anak-anak dan tonton bersama mereka. Aktifkan subtitle dalam bahasa Inggris untuk membantu mereka menghubungkan kata-kata dengan pengucapannya.
5. Lagu dan Musik
Dengarkan lagu-lagu anak-anak dalam bahasa Inggris bersama-sama. Musik adalah cara yang bagus untuk membiasakan anak-anak dengan ritme, intonasi, dan kosakata bahasa Inggris.
6. Mainan Edukatif
Ada banyak mainan dan permainan edukatif yang dirancang khusus untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak. Mainan ini seringkali menggabungkan unsur permainan dengan pembelajaran bahasa. Contoh: Scrabble, Word Search, dsb.
7. Menggunakan Perkembangan Anak
Selalu pertimbangkan tingkat perkembangan kakak shalih-shalihah. Bahasa yang diajarkan harus sesuai dengan tingkat pemahaman mereka agar tidak terlalu sulit atau terlalu mudah.
8. Berbicara dan Interaksi Aktif
Ajak kakak shalih-shalihah berbicara dalam bahasa Inggris sebanyak mungkin. Cobalah untuk berkomunikasi dengan mereka dalam bahasa Inggris selama beberapa waktu setiap hari. Hal ini bisa termasuk bermain peran atau mengobrol tentang aktivitas sehari-hari.
9. Menggunakan Flashcard
Gunakan kartu kosakata (flashcards) dengan gambar dan kata-kata dalam bahasa Inggris untuk membantu kakak shalih-shalihah memahami kosakata dasar.
10. Libatkan Mereka dalam Kehidupan Sehari-hari
Libatkan kakak shalih-shalihah dalam aktivitas sehari-hari yang melibatkan bahasa Inggris, seperti berbelanja, memasak, atau merencanakan perjalanan bersama.
11. Perencanaan Aktivitas Tematik
Pilih tema-tema tertentu yang menarik bagi kakak shalih-shalihah, misalnya tentang binatang, alam, atau makanan. Kemudian, ajak mereka untuk belajar bahasa Inggris sekitar tema-tema ini. Akan lebih baik lagi jika Ayah Bunda mengunjungi tempat yang berkaitan dengan tema tersebut, sehingga proses belajar bisa lebih bermakna.
12. Konsistensi dan Kesabaran
Ingatlah bahwa setiap anak belajar dengan kecepatan yang berbeda. Penting untuk bersabar dan konsisten dalam proses yang dilalui.
13. Kursus Bahasa Inggris untuk Anak
Nah, bila Ayah Bunda merasa angkat tangan untuk mengajari sendiri, bisa dipertimbangkan untuk mendaftarkan kakak shalih-shalihah ke kursus bahasa Inggris untuk anak-anak yang diajarkan oleh instruktur berpengalaman.
Terkait dengan kursus bahasa Inggris, pada hari Kamis, 24 Agustus 2023 lalu, SD Islam Bintang Juara kedatangan tamu spesial dari Kampung Inggris Semarang. Ketiga pengajar dari Kampung Inggris Semarang mengajak kakak shalih-shalihah kelas 4 belajar bahasa Inggris secara seru dan menyenangkan.
Adapun ketiga pengajar dari Kampung Inggris Semarang yang menyambangi SD Islam Bintang Juara yaitu Miss Neny, Miss Yunita dan satu orang lainnya yang bertugas sebagai tim dokumentasi. Penasaran bagaimana keseruan belajar bahasa Inggris bersama Kampung Inggris Semarang?
Asyiknya Belajar Bahasa Inggris bersama Kampung Inggris Semarang
Miss Neny membuka sesi belajar dengan mengajak kakak shalih-shalihah berkenalan. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan beberapa permainan, sehingga kakak shalih-shalihah merasa senang saat belajar.
Beberapa permainan yang dilakukan bersama Miss Neny, antara lain:
Ketika Miss Neny mengucapkan “Students”, kakak shalih-shalihah harus menjawab dengan “I I I teacher.”
Ketika Miss Neny berkata “One”, kakak shalih-shalihah harus bertepuk tangan sebanyak sekali, dan seterusnya sesuai dengan angka yang diucapkan oleh Miss Neny.
Miss Neny membawa botol kosong, dan menggerakkan botol tersebut ke kanan, kiri, depan dan menggoyangkannya. Apabila botol diarahkan ke kiri, maka kakak shalih-shalihah harus menggerakkan badan ke kiri, begitu juga sebaliknya. Sementara saat botol digoyangkan, kakak shalih-shalihah harus melompat.
Setelah kakak shalih-shalihah sudah penuh semangat, Miss Neny kemudian memberikan contoh kalimat menggunakan pola Present Continuous Tense atau biasa juga disebut dengan Present Progressive. Hayo, Ayah Bunda masih ingat tidak kalimat dengan pola ini?
Present Continuous Tense adalah pola kalimat dalam bahasa Inggris untuk menyatakan aktivitas yang dilakukan saat ini. Atau bisa dikatakan juga aktivitas yang sedang berlangsung. Sebagai penanda dari pola ini adalah adanya to be + Verb ing. Contoh:
Miss Neny is teaching English right now. The students are studying English in the classroom.
Miss Neny menyampaikan semua materi dalam bahasa Inggris, tanpa terkecuali. Ada beberapa kakak shalih-shalihah yang sudah langsung paham, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu untuk bisa menangkap pesan dari Miss Neny.
Namun secara keseluruhan, kakak shalih-shalihah bisa memahami apa yang diajarkan oleh Miss Neny. Setelah berlatih beberapa kalimat secara bergantian, Miss Neny kembali memberikan permainan kepada kakak shalih-shalihah.
Permainan tersebut dinamai dengan “Passing the Ball”. Cara bermainnya yaitu Miss Neny memutarkan sebuah lagu, sementara itu kakak shalih-shalihah harus melakukan estafet bola menggunakan dengan kertas.
Saat lagu berhenti, kakak shalih/ shalihah yang menerima bola saat itu harus maju ke depan. Miss Neny telah menyiapkan tantangan dalam bentuk kardus yang bisa diputar. Pada kardus itu tertulis beberapa kosa kata dalam bahasa Inggris.
Tugas kakak shalih/ shalihah adalah memutar kardus itu, hingga berhenti pada satu kosa kata. Kemudian, kakak shalih/ shalihah harus membuat kalimat berdasarkan kosa kata yang tertera menggunakan pola Present Progressive.
Tak hanya itu, kakak shalih-shalihah juga diajak untuk bermain menyusun kalimat dari kata yang diacak. Alhamdulillah kakak shalih-shalihah sangat menikmati sesi belajar bersama Kampung Inggris Semarang.
Apalagi bagi kakak shalih-shalihah yang mampu menyelesaikan tantangan, Miss Neny akan mendapatkan hadiah berupa stiker. Semakin semangatlah kakak shalih-shalihah untuk menaklukkan tantangan, demi mendapat stiker dari Kampung Inggris Semarang.
Tak terasa 70 menit telah berlalu, saatnya para pengajar dari Kampung Inggris Semarang berpamitan. Sebagian besar kakak shalih-shalihah menyampaikan bahwa pelajaran bahasa Inggris hari itu terasa berkesan dan menyenangkan.
Apakah ke depannya SD Islam Bintang Juara akan terus bekerjasama dengan Kampung Inggris Semarang? Nantikan saja program-program selanjutnya ya, Ayah Bunda.
Pastinya pengajar dari Kampung Inggris Semarang telah mencontohkan bagaimana cara asyik mengajar bahasa Inggris kepada anak. Dibutuhkan kreativititas yang tinggi dan proses yang menyenangkan untuk menghasilkan pembelajaran super seru.
Ayah Bunda juga insya Allah bisa kok mengajarkan bahasa Inggris kepada kakak shalih-shalihah semenyenangkan pengajar dari Kampung Inggris Semarang. Pastinya niatkan proses belajar tersebut sebagai waktu berkualitas bersama dan dukung minat serta keinginan kakak shalih-shalihah untuk belajar bahasa Inggris. Semangat ya, Ayah Bunda!***