by admin admin | Nov 26, 2024 | Berita, Edukasi
Pada masa PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) seperti ini, orang tua berbondong-bondong “berbelanja sekolah.” Apakah Ayah Bunda salah satunya?
Tidak bisa dipungkiri memilih sekolah memang butuh banyak pertimbangan.
Tentunya Ayah Bunda tidak ingin salah memilih lembaga pendidikan yang akan menjadi tempat belajar untuk kakak shalih dan shalihah bukan?
Itulah mengapa Sekolah Islam Bintang Juara membuka program school touring. Salah satu tujuannya agar orang tua bisa melihat langsung bagaimana pembelajaran dan interaksi guru – siswa sehari-hari.
Mau tahu apa manfaat school touring lainnya? Yuk Ayah Bunda tengok satu per satu informasi di bawah ini.
Manfaat School Touring Sebelum Memilih Sekolah
Saat melakukan proses “belanja sekolah”, setidaknya ada lima hal penting yang perlu Ayah Bunda ketahui terkait manfaat School Touring:

1. Mengetahui FIlosofi Pembelajaran
Dengan mengikuti School Touring, Ayah Bunda bisa mendapat penjelasan langsung tentang filosofi di balik kurikulum dan metode pembelajaran yang ada di sebuah sekolah. Contohnya, ketika berkunjung ke SD Islam Bintang Juara, Ayah Bunda bisa mengetahui tentang filosofi di balik frasa “Tuntas” dan “Bergerak Lancar.”
Kedua frasa ini akan sering Ayah Bunda dengar saat berada di satu-satunya SD penggerak di Kecamatan Gunung Pati Angkatan 2 ini. Maksud dari kata “Tuntas” adalah sebagai pijakan agar kakak shalih-shalihah mengerjakan semua aktivitas hingga selesai.
Apabila belum selesai satu aktivitas, maka tidak diperbolehkan melanjutkan ke aktivitas lainnya. Hal ini melatih kakak shalih-shalihah agar fokus berkegiatan dan bertanggungjawab pada aktivitas yang sedang dikerjakan.
Sementara frasa “Bergerak Lancar” merupakan pijakan agar kakak shalih-shalihah fokus dalam menjalani aktivitasnya. Jika kakak shalih-shalihah ingin segera tuntas sebuah aktivitas, maka penting untuk bergerak lancar.
Apabila tidak bergerak lancar, ada banyak hal yang bisa terjadi. Misal, teman satu kelas bisa ikut terlambat mengikuti aktivitas lainnya. Tentu merugikan bukan apabila karena perilaku satu orang mempengaruhi seluruh kelas?

Selain tentang makna di balik “Tuntas” dan “Bergerak Lancar”, Ayah Bunda juga bisa mendengar banyak hal-hal menarik pada saat school touring, yang mungkin selama ini belum diketahui. Misal, terkait mengapa kakak shalih-shalihah diwajibkan menggunakan sepatu bertali.
Hayo, adakah Ayah Bunda yang mengetahui maksud dan tujuan di balik kewajiban ini?
2. Mengintip Kegiatan Pembelajaran
Tidak hanya mendapat pengetahuan tentang filosofi di balik pembelajaran yang ada di sekolah, Ayah Bunda juga bisa melihat langsung kegiatan pembelajaran di kelas-kelas. Ayah Bunda bisa melihat bagaimana kakak shalih-shalihah berinteraksi dengan ibu dan bapak guru.
Ayah Bunda juga bisa saja terkaget-kaget melihat kelas yang satu dan lain bisa memiliki aktivitas yang berbeda. Di SD Bintang Juara, kakak shalih-shalihah akan dilatih untuk tuntas dalam menyelesaikan setiap aktivitas.
Bisa jadi ada kelas yang sudah bergerak lancar sesuai jadwal untuk makan bekal, tetapi ada kelas lain yang tertinggal dan masih harus menyelesaikan sholat dhuha. Ibu dan Bapak Guru biasanya akan menggunakan momen ini untuk mengajak kakak shalih-shalihah mengambil hikmah dari keterlambatan atau ketertinggalan tersebut.
Kakak shalih-shalihah jadi bisa menarik kesimpulan, “Ooh ternyata kalau saya terlambat datang piket, aktivitas satu kelas bisa terhambat. Besok lagi saya nggak akan datang terlambat.”
Ibu dan Bapak Guru di Bintang Juara berperan sebagai fasilitator sehingga kakak shalih-shalihah bisa lebih aktif dalam merespon.
3. Mendapat Pemaparan Program Sekolah
Selain bisa mengintip keseruan interaksi antara guru dan siswa selama pembelajaran di kelas, Ayah Bunda juga bisa mendapat informasi selengkap-lengkapnya mengenai program apa saja yang ada di sekolah.
Pastinya setiap sekolah memiliki program unggulannya masing-masing. Melalui School Touring, Ayah Bunda bisa mendapat pemaparan langsung dari pihak sekolah terkait program-program tersebut.
Misalnya di SD Islam Bintang Juara, ada program pembiasaan adab dan akhlak, jurnal pagi, ada kegiatan tidur siang (Qailullah), katering sehat di sekolah, menyantap snack sore, program P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), program parenting, ekstrakurikuler panahan, tahfiz, dan masih banyak lagi.
Salah satu kegiatan pembelajaran yang rutin dilakukan oleh SD Islam Bintang Juara adalah field trip. Ayah Bunda, pastikan mampir untuk membaca keseruan Field Trip Calon Pemimpin Muslim ke Rumah Inovasi juga ya.

4. Bertanya Jawab Sampai Puas dengan Pihak Sekolah
Pada saat pihak sekolah memaparkan program-programnya, ataupun ketika berkeliling ke kelas-kelas, Ayah Bunda mungkin saja memiliki pertanyaan yang muncul di benak. Jangan dipendam, utarakan saja dan tanyakan agar tidak menimbulkan kebingungan dan salah persepsi.
Insya Allah pihak sekolah akan memberikan jawaban sesuai dengan filosofi dan visi misi yang dimiliki. Biasanya Ayah Bunda yang datang ke SD Islam Bintang Juara akan bertanya-tanya mengenai beberapa hal ini:
- Mengapa memilih konsep full day school?
- Mengapa tidak semua kelas memiliki AC (Air Conditioner)?
- Mengapa jendela di ruang kelas dibuat dalam ukuran besar?
- Mengapa ada program Qailullah? Bagaimana pelaksanaannya?
- Mengapa tidak ada kantin di sekolah?
- Apa saja kegiatan setelah kakak shalih-shalihah tidur siang?
- Apakah siswa SD Islam Bintang Juara mengenakan seragam setiap hari?
Nah, apabila Ayah Bunda memiliki pertanyaan yang sama atau mungkin ada pertanyaan lain yang belum tertulis di atas, silakan langsung saja datang ke sekolah untuk mendapat jawabannya ya.
5. Berkonsultasi dengan Psikolog
Tidak semua sekolah memiliki psikolog khusus untuk memberikan pendampingan kepada siswa. Di sinilah spesialnya Sekolah Islam Bintang Juara.

Selain karena didirikan oleh Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi, M.Psi, Psikolog (Bunda Vivi), SD Islam Bintang Juara juga mendapat pendampingan khusus dari Biro Psikologi Qualifa. Pada saat School Touring, ada kesempatan istimewa untuk berkonsultasi khusus dengan Bunda Vivi Psikolog.
Ayah Bunda yang memiliki kekhawatiran tentang tumbuh kembang putra-putrinya, bisa berbincang langsung dengan ahlinya. Kapan lagi kan mengintip sekolah sekaligus mendapat konsultasi psikologi?
Sayangnya nih belum banyak sekolah yang mengadakan School Touring. Biasanya kalaupun ada sekolah yang memberikan kesempatan kepada orang tua untuk melihat-lihat sekolah, konsepnya menggunakan metode Open House.
Memang apa bedanya?
Pada saat Open House, sekolah tidak membatasi jumlah pengunjung. Siapa saja bisa hadir ke sekolah menikmati hasil karya anak didik ataupun pementasan yang disiapkan.
Sedangkan School Touring biasanya memiliki jumlah peserta yang terbatas. Hal ini agar pemaparan dari pihak sekolah bisa tersampaikan dengan lebih maksimal. Selain itu juga terbuka kesempatan lebih lebar untuk berdiskusi dan tanya jawab antara calon orang tua dan pihak sekolah.
Sekolah Islam Bintang Juara adalah salah satu lembaga pendidikan di Semarang yang rutin mengadakan school touring selama masa PPDB. Sampai hari ini telah terselenggara dua sesi school touring di SD Islam Bintang Juara.
Alhamdulillah pada bulan Oktober dan Desember 2024, telah terlaksana School Touring batch 1 – 3. Ada berpasang-pasang calon orang tua siswa yang hadir ke SD Islam Bintang Juara dan melihat secara langsung bagaimana pembelajaran di sekolah.
Yuk intip bagaimana keseruan School Touring tersebut melalui video ini:
Setelah membaca manfaat School Touring dan mengintip cuplikan kegiatannya melalui video di atas, apakah Ayah Bunda tertarik untuk mengikuti School Touring di SD Islam Bintang Juara?
Untuk Ayah Bunda yang sudah pernah mengikuti School Touring, ataupun sudah merasakan bagaimana perkembangan kakak shalih-shalihah setelah bersekolah di SD Islam Bintang Juara, boleh banget lo bagikan informasi mengenai kegiatan ini kepada kerabat dan para sahabat.
Semoga informasi mengenai School Touring dan Free Trial Class ini bermanfaat. Ditunggu kehadirannya di SD Islam Bintang Juara, Ayah Bunda.***
by admin admin | Nov 20, 2024 | Artikel, Berita Utama, Edukasi
Pada hari kedua Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA), Ahad, 17 November 2024, di Hotel Candi Convention Semarang, peserta diberikan pemahaman mendalam tentang Karunia Konsistensi dalam pengasuhan. Materi ini menekankan bahwa konsistensi adalah elemen vital yang harus dimiliki orang tua untuk menerapkan batasan, menularkan pengaruh baik, dan membangun kepercayaan anak kepada orang tua.
Karunia Konsistensi: Pilar Utama Pengasuhan
Konsistensi dalam pengasuhan berarti keselarasan antara ucapan dan tindakan yang diterapkan secara berulang. Ketika orang tua konsisten dalam menerapkan batasan—misalnya menetapkan aturan waktu tidur atau penggunaan gadget—anak akan belajar memahami dan menghormati aturan tersebut. Lebih penting lagi, konsistensi memberikan rasa aman karena anak tahu apa yang diharapkan dari mereka.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi sebagian besar orang tua saat ini adalah perbedaan antara tegas dan keras. Banyak orang tua tanpa sadar menerapkan pola asuh yang keras tetapi lembek—keras dalam bicara, namun tidak menindaklanjuti dengan batasan dan konsekuensi yang jelas. Ini berpotensi membingungkan anak dan melemahkan otoritas orang tua.
Sebaliknya, tegas berarti bersikap lembut namun tetap konsisten dalam menegakkan aturan. Tegas bukanlah sinonim dari kasar, melainkan kemampuan untuk memberikan arahan yang jelas, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan kepada anak.
Menjadi Orang Tua Tegas, Bukan Keras
Untuk melatih konsistensi, Ayah Bunda perlu menjadi sosok yang tegas namun lembut. PR (pekerjaan rumah) dari Abah dalam modul ini menekankan komitmen untuk menjadi orang tua yang:
- Tegas, bukan kasar: Menyampaikan aturan dengan nada yang tenang dan bahasa yang jelas tanpa kekerasan verbal maupun fisik.
- Lembut, bukan lembek: Memberikan kasih sayang, namun tetap berpegang teguh pada batasan yang sudah ditetapkan.
Ayah Bunda juga diminta untuk membiasakan diri berbicara sedikit namun bertindak lebih banyak. Ketika anak melanggar aturan atau bersikap berlebihan, respon terbaik bukanlah dengan banyak bicara, melainkan dengan memberikan konsekuensi logis yang telah disepakati sebelumnya.
Misalnya, jika anak tidak membereskan mainan setelah bermain, orang tua tidak perlu mengomel panjang lebar. Cukup katakan, “Mainan ini akan disimpan selama sehari karena kamu tidak merapikannya,” lalu laksanakan konsekuensi tersebut dengan tenang. Pendekatan ini mengajarkan anak untuk memahami sebab-akibat dan belajar bertanggung jawab atas tindakannya.

Manfaat Jangka Panjang Konsistensi
Konsistensi memberikan banyak manfaat jangka panjang, baik bagi anak maupun orang tua. Anak akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri, disiplin, dan mampu membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai yang telah ditanamkan sejak dini. Selain itu, hubungan antara orang tua dan anak menjadi lebih harmonis karena anak merasa dipercaya dan dihormati.
Sebaliknya, inkonsistensi dapat memicu ketidakpercayaan dan kebingungan pada anak. Mereka mungkin merasa aturan yang diterapkan tidak adil atau tidak relevan, sehingga memilih untuk memberontak atau mengabaikan arahan orang tua.
Komitmen Mulai Hari Ini
Melalui modul ketiga ini pada PSPA hari kedua, Ayah Bunda diajak untuk mulai melatih diri menjadi teladan yang konsisten. Komitmen “Insya Allah mulai hari ini saya bersungguh-sungguh melatih diri untuk menjadi orang tua yang TEGAS bukan KASAR, dan LEMBUT bukan LEMBEK” adalah langkah awal menuju pengasuhan yang lebih efektif. Dengan menciptakan batasan yang jelas dan menegakkan konsekuensi yang adil, orang tua tidak hanya membantu anak berkembang, tetapi juga memperkuat hubungan yang penuh kepercayaan dan kasih sayang.
Konsistensi adalah karunia yang, jika dilatih dengan kesungguhan, akan membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarga. Mari bersama melangkah menjadi orang tua yang lebih baik, demi masa depan anak-anak yang cemerlang. Selamat mempraktikkan Program 1821 dan juga batasan yang jelas pada anak, Ayah Bunda.***(CM-MRT)
by admin admin | Nov 16, 2024 | Artikel, Berita, Berita Utama, Edukasi
Pada Sabtu, 16 November 2024, bertempat di Hotel Candi Indah Convention Semarang, Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) resmi dimulai dengan sesi pertama bertajuk Karunia Fitrah. Dalam sesi ini, Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari menyampaikan konsep penting yang menjadi landasan pengasuhan anak, yaitu Program 1821. Program ini menekankan pentingnya orang tua menyediakan waktu berkualitas bagi anak untuk menjaga dan merawat fitrah yang telah Allah anugerahkan.

Apa Itu Program 1821?
Program 1821 merupakan panduan praktis bagi orang tua untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak. Inti dari program ini adalah komitmen orang tua untuk sepenuhnya hadir bersama anak dari pukul 18.00 hingga 21.00.
Selama periode ini, orang tua diwajibkan menyingkirkan segala bentuk gangguan yang berasal dari perangkat berbentuk kotak, seperti televisi, ponsel, laptop, hingga kompor. Dengan begitu, fokus utama orang tua benar-benar tertuju pada kegiatan bersama anak.
Meski disebut dengan Program 1821, tetapi Ayah Bunda bisa mengganti pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarga masing-masing. Namun waktu paling ideal adalah jam tersebut, dikarenakan biasanya di jam-jam itu Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah sudah berada di rumah.
Program ini tidak hanya mengajarkan kedekatan fisik, tetapi juga kedekatan emosional melalui tiga kegiatan utama yang disebut 3B:
1. Bermain (Serius, Bukan Main-main)
Bermain di sini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi melibatkan keterlibatan penuh dari orang tua. Bermain secara serius menunjukkan bahwa orang tua memberikan perhatian penuh, mendukung perkembangan imajinasi dan kreativitas anak.
2. Bicara (Ngobrol yang Nggak Penting Itu Penting)
Berkomunikasi dengan anak dalam suasana santai, tanpa topik berat atau terlalu serius, membantu membangun kepercayaan. Percakapan sederhana ini menjadi momen di mana anak merasa dihargai dan diterima.
3. Belajar (Baca Buku atau Aktivitas Edukatif Lain)
Membaca bersama atau mendiskusikan sesuatu yang bermanfaat membantu menanamkan kecintaan anak terhadap ilmu. Aktivitas ini juga memberi kesempatan bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai positif secara langsung.

Menjaga Fitrah Anak melalui Kehadiran Berkualitas
Dalam modul Karunia Fitrah, Abah Ihsan menjelaskan bahwa setiap anak lahir dengan potensi baik yang disebut fitrah. Namun, menjaga fitrah ini memerlukan upaya dari orang tua untuk terus mendampingi anak, terutama dalam periode emas perkembangan mereka. Program 1821 hadir sebagai langkah nyata bagi orang tua untuk merawat fitrah anak-anak melalui kedekatan yang hangat dan konsisten.
Fitrah anak dapat terdistorsi jika orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan atau distraksi lainnya. Dengan menyediakan waktu khusus seperti dalam Program 1821, orang tua dapat memastikan bahwa hubungan mereka dengan anak tetap harmonis dan mendukung pertumbuhan karakter yang kuat.
Tantangan dan Komitmen
Menerapkan Program 1821 mungkin tidak mudah bagi sebagian orang tua yang terbiasa multitasking atau terikat dengan pekerjaan hingga malam hari. Namun, Abah Ihsan menekankan bahwa perubahan kecil dalam jadwal harian dapat membawa dampak besar. Dengan niat yang tulus dan disiplin, orang tua dapat menciptakan kebiasaan baru yang bermanfaat bagi keluarga.
Mengingat menerapkan kegiatan ini butuh komitmen dan pembiasaan yang rutin, Abah Ihsan menjadikan Program 1821 sebagai salah satu ‘PR” yang harus dilakukan para peserta PSPA hari pertama. Tentunya bagi Ayah Bunda yang belum berkesempatan ikut belajar bersama Abah Ihsan pada PSPA kali ini, boleh juga lo berjamaah bersama menerapkan program ini di rumah.
Menyongsong Generasi yang Lebih Baik
Program 1821 bukan sekadar metode pengasuhan, tetapi juga investasi untuk masa depan anak-anak. Dengan melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan anak selama minimal tiga jam setiap hari, orang tua tidak hanya mendidik tetapi juga menjadi teladan bagi mereka. Hubungan yang erat ini akan menjadi fondasi kuat bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai individu yang percaya diri, berkarakter baik, dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang tua mereka.
Melalui Program 1821, Abah Ihsan mengajak setiap orang tua untuk merenungkan peran mereka, mengutamakan kedekatan dengan anak, dan memastikan bahwa setiap momen berharga yang dilewati bersama menjadi bagian dari perjalanan yang bermakna. Karena di balik setiap anak yang hebat, selalu ada orang tua yang hadir sepenuh hati.
Jika di hari pertama, Ayah Bunda peserta PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) mendapat PR untuk melaksanakan Program 1821, kira-kira di hari kedua nanti akan mendapat tantangan bermakna apa lagi ya?*** (CM-MRT)
by admin admin | Sep 20, 2024 | Artikel, Edukasi, Kegiatan Siswa
Goal Setting and Daily Planner merupakan tema dari BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) pembuka yang dilaksanakan di Kelas 6. Bersama Bunda Lis Setiyowati, bunda dari Kak Jibril, kakak kelas 6 diajak untuk menetapkan tujuan dan membuat rencana harian.
Belajar Goal Setting and Daily Planner bersama Bunda Kak Jibril
Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, kakak shalih-shalihah menghadapi berbagai tantangan yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi, informasi yang terus-menerus mengalir, serta tekanan akademik dan sosial yang meningkat, membuat kakak shalih-shalihah perlu memiliki keterampilan yang memungkinkan mereka untuk tetap fokus, terorganisir, dan produktif.
Salah satu cara yang efektif untuk membantu kakak shalih-shalihah menghadapi tantangan ini adalah dengan mengajarkan mereka untuk menyusun “goal setting” (penetapan tujuan) dan “daily planner” (perencana harian). Secara keseluruhan, “goal setting” dan “daily planner” adalah alat penting yang membantu kakak shalih-shalihah mengembangkan keterampilan manajemen diri, memperkuat karakter, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.
Inilah mengapa sangat penting untuk mengajarkan konsep-konsep ini kepada kakak shalih-shalihah sejak dini, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sukses, terorganisir, dan memiliki arah yang jelas dalam hidup. Dengan program BBOT kali ini, siswa akan dibekali dengan informasi mengenai penyusunan “goal setting” dan “daily planner” yang nantinya dapat langsung diterapkan dalam berbagai kegiatan.
Bersama Bunda Kak Jibril, pada hari Rabu, 4 September 2024, kakak shalih-shalihah kelas 6 belajar secara langsung bagaimana cara menetapkan tujuan dan merancang rencana harian. Bunda Kak Jibril memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari tentang bagaimana menetapkan tujuan yang spesifik dan relevan bagi kakak shalih-shalihah kelas 6.
Metode SMART dalam Menetapkan Tujuan
Dalam menetapkan tujuan, Bunda Kak Jibril menyampaikan sebuah metode yang biasa digunakan oleh para profesional, yaitu Metode SMART, meliputi:
- Spesific – Membuat tujuan yang hendak dicapai sejelas dan sedetail mungkin. Misalnya: “Aku ingin bisa berbahasa Inggris”. Tujuan ini masih kurang spesifik. Bunda Jibril memberikan contoh agar mengubahnya lebih detail lagi seperti ini, “Aku ingin lancar speaking English dalam waktu 1 bulan dengan latihan speaking minimal 30 menit sehari.”
- Measurable – Memiliki cara untuk mengukur kemajuan dalam mencapai goal tersebut. Misalnya: untuk mencapai tujuan lancar berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, dapat diukur dengan berani berbincang dengan native speaker dan memahami apa yang disampaikan oleh native speaker. Sementara jika tujuannya adalah memiliki kemampuan tata bahasa (grammar) yang baik, dapat diukur dengan beragam tes bahasa inggris, salah satunya dengan tes TOEFL.
- Achievable: Tujuan harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Contohnya: jika ingin lancar berkomunikasi dengan bahasa Inggris, maka kakak shalih-shalihah harus meningkatkan kekayaan kosa kata dan belajar tata bahasa terlebih dahulu.
- Relevant: Pastikan tujuan yang hendak dicapai selaras dengan goal jangka panjang. Contohnya: ingin menguasai Bahasa Inggris karena mempunyai mimpi untuk kuliah di New York.
- Time Bound: Tetapkan batas waktu dalam mencapai goal tersebut. Dalam contoh di awal sudah dikatakan Time Bound untuk mencapai goal tersebut, yaitu lancar speaking English selama 1 bulan.

Merancang Daily Plan dan Melakukan Refleksi
Selain belajar menetapkan tujuan, kakak shalih-shalihah juga diajak praktik secara langsung menyusun daily planner. Sebelum praktik, Bunda Kak Jibril menyampaikan bahwa fungsi daily planner dapat membantu kakak shalih-shalihah dalam mengelola waktu dan menyelesaikan tugas-tugas harian mereka.
Setelah itu, Bunda Kak Jibril memaparkan bagaimana cara merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan. Yaitu dengan memandu kakak shalih-shalihah dalam memecah tujuan besar mereka menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dilakukan setiap hari atau minggu.
Sebagai penutup, Bunda Kak Jibril menjelaskan pentingnya evaluasi dan refleksi dalam mencapai tujuan, serta bagaimana kakak shalih-shalihah dapat mengukur kemajuan mereka. Bunda Kak Jibril memandu kakak shalih-shalihah dalam membuat catatan evaluasi sederhana untuk melihat apakah mereka mencapai target harian atau mingguan mereka.
Namun, istimewanya BBOT kali ini tidak hanya berhenti sampai materi selesai disampaikan, Ayah Bunda. Agar kakak shalih-shalihah lebih bersemangat dalam untuk mempraktikkan Goal Setting and Daily Planner, kakak shalih-shalihah kelas 6 mendapat tugas sebagai event organizer dalam kegiatan “Bioskop Literasi”.
Seperti apakah kegiatan Bioskop Literasi berlangsung? Simak cerita Bintang Juara berikutnya ya. Ngomong-ngomong, Ayah Bunda sudah menjalankan Goal Setting and Daily Planner jugakah di rumah?***
by admin admin | Sep 19, 2024 | Artikel, Edukasi
Filosofi nama kelas seringkali tidak diperhatikan dengan baik oleh beberapa lembaga pendidikan. Berbeda dengan SD Islam Bintang Juara, setiap tahun pelajaran baru, Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara menentukan tema untuk menjadi panduan dalam memilih nama-nama kelas beserta filosofinya. Tahun Pelajaran 2024-2025 Kepala Sekolah memilih tema “Tumbuhan” sebagai acuan untuk menentukan nama kelas.
Tujuan dari pemilihan tema ini untuk mengenalkan beragam makhluk Allah SWT. Selain itu, agar para guru dan kakak shalih-shalihah terpantik untuk mencari informasi seputar tumbuhan yang dipilih sebagai nama kelas.
Sebagai pembiasaan, kakak shalih-shalihah dan para guru menggunakan nama latin sebagai penyebutan sehari-hari. Berdasarkan hasil musyawarah tim kreatif, maka terpilihlah 10 jenis tumbuhan. Apakah Ayah Bunda penasaran dengan 10 jenis tumbuhan terpilih sekaligus filosofi nama kelas di dalamnya?
10 Jenis Tumbuhan dan Filosofi Nama Kelas
Setiap tumbuhan memiliki karakter positif yang menjadi doa dalam perjalanan pendidikan. Masing-masing fase dan kelas dipilihkan tumbuhan yang mewakili perjalanan fase atau kelas tersebut.
Tumbuhan Lumut dan Paku Mewakili Kelas 1 dan 2
Organisme lumut dan paku, merupakan organisme yang tumbuh pertama kali dalam proses terbentuknya lapisan ekosistem darat. Lumut dan paku-pakuan menjadi organisme pioner, layaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang menjadi pioner dalam menempuh jenjang pendidikan di SD.
Lumut dan paku juga sering difungsikan sebagai bioindikator kondisi udara dalam sebuah lingkungan. Kedua organisme ini sangat peka terhadap polusi udara. Selayaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang masih fitrah dan bersih (suci).
Organ-organ lumut dan paku-pakuan merupakan organ yang belum sejati (sesungguhnya), maka pun demikian seperti kelas 1 dan 2 yang masih membutuhkan beragam stimulasi untuk mematangkan konsep-konsep bermakna sebagai bekal kehidupan.
Berikut ini nama-nama kelas untuk kelas 1 dan 2:
- Kelas 1A – Lumut Hati: Marchantiophyta
- Kelas 1B – Lumut Tanduk: Anthocerotopsida
- Kelas 1C – Lumut Daun: Bryophyta
- Kelas 2A – Paku Tanduk Rusa: Platycerium
- Kelas 2B – Paku Ekor Kuda: Equisetum
Tumbuhan Bunga Mewakili Kelas 3
Pada jenjang kelas 3, tim kreatif SD Islam Bintang Jaura memilih 2 bunga yang cantik dan memiliki banyak manfaat, yaitu: Bunga Jasmin (Melati) dan Bunga Rosa (Mawar). Bunga melati berwarna putih, sedangkan bunga mawar berwarna merah.
Warna merah dan putih selayaknya warna bendera Bangsa Indonesia melambangkan kesucian, murni, semangat dan tekad yang kuat. Kami berdoa, semoga di jenjang kelas 3 ini kakak shalih-shalihah sudah mulai memiliki pondasi keilmuan dan tauhid yang kuat seperti akar bunga melati dan mawar.
Selain itu juga semakin terjaga fitrah belajarnya (terlambang dari warna putih bunga melati), dan mampu menampilkan akhlaq yang mulia (seperti indahnya warna-warni bunga mawar).
Berikut nama untuk kelas 3:
- Kelas 3A – Bunga Melati: Jasminum Sambac
- Kelas 3B – Bunga Mawar: Rosa Hybrida
Tumbuhan Serealia (Tanaman Pangan) Mewakili Kelas 4, 5 dan 6
Untuk nama kelas 4 – 6, tim kreatif memilih tumbuhan yang dapat dijadikan sumber karbohidrat (pangan). Gandum, Jagung, dan Padi menjadi lambang kemakmuran.
Dari pemilihan nama ini, kami berharap kakak shalih-shalihah pada jenjang ini sudah mampu memberikan kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar. Melalui program-program sekolah yang dirancang melibatkan mitra eksternal, kakak shalih-shalihah kelas 4-6 siap menjadi pribadi yang matang secara akal dan fisik (akil baligh).
Harapan lainnya, kakak shalih-shalihah yang telah terpondasi keilmuannya tetap terjaga adab dan akhlaqnya. Seperti ilmu padi (Oryza sativa) semakin berisi semakin menunduk. Semakin berilmu, semakin beradab dan bisa memberikan kebermanfaatan.
Berikut ini nama untuk kelas 4-6:
- Kelas 4 – Jagung: Zea Mays
- Kelas 5 – Gandum: Triticum Aestivum
- Kelas 6 – Padi: Oryza Sativa
Demikianlah informasi mengenai filosofi nama kelas SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2024-2025. Semoga bisa memberikan inspirasi, Ayah Bunda.***
by admin admin | Jul 25, 2024 | Edukasi
Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan kekuasaan kepada rakyat untuk menentukan pemimpin dan kebijakan melalui pemilihan umum. Nilai-nilai demokrasi, seperti kebebasan berpendapat, hak memilih, dan tanggung jawab sosial, sangat penting untuk dipahami sejak dini. Salah satu cara efektif untuk mengajarkan demokrasi kepada anak-anak adalah melalui pemilihan perangkat kelas di sekolah.
Ayah Bunda, alhamdulillah kegiatan pemilihan perangkat kelas tersebut telah dilaksanakan di Kelas Oryza Sativa (Kelas 6). Didampingi oleh Bu Fia selaku wali kelas, pemilihan perangkat kelas telah terlaksana dengan lancar pada hari Senin, 22 Juli 2024.
Mengapa Pemilihan Perangkat Kelas?
Pemilihan perangkat kelas, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, dan bendahara, memberikan pengalaman langsung kepada kakak shalih-shalihah tentang proses demokrasi. Mereka belajar bahwa suara mereka berharga dan memiliki dampak.
Selain itu, melalui proses ini, kakak shalih-shalihah belajar menghargai pendapat orang lain, memahami pentingnya diskusi dan kompromi, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, baik menang maupun kalah.
Langkah-Langkah Pemilihan Perangkat Kelas
Tentunya sebelum melakukan pemilihan perangkat kelas, wali kelas sudah memberikan pijakan awal pada kakak shalih-shalihah tentang bagaimana kegiatan tersebut akan berlangsung. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan pada proses pemilihan perangkat kelas:
1. Pendidikan Awal tentang Demokrasi
Guru dapat memulai dengan memberikan penjelasan singkat tentang apa itu demokrasi dan mengapa penting. Kakak shalih-shalihah perlu memahami bahwa demokrasi adalah sistem yang adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berpartisipasi.
2. Mengidentifikasi Posisi yang Dibutuhkan
Tentukan posisi apa saja yang perlu diisi, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara, dan mungkin posisi lain yang relevan. Jelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi agar kakak shalih-shalihah memahami peran yang akan mereka pilih.
Di Kelas VI SD Islam Bintang Juara sendiri, beberapa posisi yang saat itu dibutuhkan adalah Koordinator Website Kelas, Koordinator Piket, Koordinator Bendahara, Koordinator Kerapian, Koordinator Kebersihan dan Sekretaris.
3. Nominasi Kandidat
Berikan kesempatan kepada kakak shalih-shalihah untuk mencalonkan diri atau mencalonkan teman sekelas mereka. Proses ini mengajarkan pentingnya partisipasi aktif dan memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
4. Kampanye
Biarkan kandidat melakukan kampanye kecil-kecilan. Mereka bisa membuat poster, menyampaikan pidato singkat di depan kelas, atau membagikan visi dan misi mereka. Kampanye ini mengajarkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya komunikasi dan bagaimana meyakinkan orang lain dengan cara yang baik dan sopan.
5. Pemilihan
Proses pemilihan dilakukan dengan memberikan setiap kakak shalih-shalihah hak untuk memilih. Pemilihan bisa dilakukan secara tertutup untuk menjaga kerahasiaan dan kenyamanan mereka dalam memberikan suara.
Bu Fia sendiri sudah mengondisikan agar suasana pemilihan perangkat kelas selayaknya Pemilu (Pemilihan Umum) Presiden ataupun Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Ada kotak suara, surat suara dan juga bilik suara. Hal ini agar kakak shalih-shalihah mendapatkan pengalaman nyata seperti apakah Pemilu berlangsung.
6. Penghitungan Suara dan Pengumuman
Setelah semua suara terkumpul, guru bersama beberapa anak bisa melakukan penghitungan suara. Pengumuman hasil pemilihan dilakukan secara terbuka di depan kelas, sehingga semua anak bisa melihat proses yang transparan.
Alhamdulillah setelah melakukan langkah demi langkah di atas, Kelas 6 telah terbentuk Perangkat Kelas sesuai dengan pilihan kakak shalih-shalihah. Selamat kepada kakak-kakak yang terpilih sebagai perangkat kelas, semoga amanah mengemban tugas.

Manfaat Pemilihan Perangkat Kelas
Di balik kegiatan pemilihan perangkat kelas ini, ada beragam manfaat yang bisa didapat oleh kakak shalih-shalihah, antara lain:
1. Mengembangkan Keterampilan Sosial
Kakak shalih-shalihah belajar berinteraksi dengan teman sekelasnya secara positif, mendengarkan pendapat orang lain, dan bekerja sama dalam tim. Mereka juga belajar bagaimana menerima kekalahan dan kemenangan dengan sportif.
2. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Kakak shalih-shalihah yang mencalonkan diri akan mendapatkan pengalaman berharga dalam berbicara di depan umum dan menyampaikan ide-ide mereka. Ini bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memotivasi mereka untuk lebih berpartisipasi dalam kegiatan sekolah lainnya.
3. Memahami Proses Demokrasi
Melalui pemilihan ini, kakak shalih-shalihah mendapatkan pemahaman praktis tentang bagaimana demokrasi bekerja. Mereka belajar tentang pentingnya partisipasi aktif dalam proses pemilihan dan bagaimana keputusan diambil secara kolektif.
4. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab
Kakak shalih-shalihah yang terpilih akan belajar tentang tanggung jawab yang melekat pada posisi yang mereka pegang. Mereka akan belajar mengelola tugas-tugas mereka dengan baik dan berusaha menjadi pemimpin yang baik bagi teman-teman mereka.
Kesimpulan
Mengajarkan demokrasi kepada anak-anak melalui pemilihan perangkat kelas adalah langkah yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Proses ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis tentang demokrasi, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat membentuk karakter kakak shalih-shalihah menjadi lebih bertanggung jawab, berani, dan menghargai perbedaan.
Dengan demikian, insyaAllah kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi individu yang siap berpartisipasi dalam masyarakat demokratis yang lebih luas di masa depan. Ayah Bunda juga bisa menerapkan langkah-langkah di atas, misalnya untuk pembagian tugas sehari-hari di rumah. Selamat mencoba dan ditunggu cerita seru penerapan demokrasi di rumah Ayah Bunda.***