fbpx
Cerita QLC Bagian Dua: Materi Keputrian dari Bu Ni’mah untuk Kakak Shalihah

Cerita QLC Bagian Dua: Materi Keputrian dari Bu Ni’mah untuk Kakak Shalihah

Salah satu kegiatan dalam Quranic Leadership Camp (QLC) 2024 SD Islam Bintang Juara pada Jum’at, 29 November 2024 adalah materi keputrian. Materi ini disampaikan langsung oleh Bu Ni’mah selaku Kepala Sekolah. Diambil dari kitab Riyadhus Shalihin, Bu Ni’mah menyampaikan materi ini sebelum kakak shalih-shalihah memulai Salat Zuhur.

Sementara kakak shalih beranjak ke masjid untuk melaksanakan Salat Jumat, Bu Ni’mah mengajak kakak shalihah melingkar di Ruang Connecting Lantai 1. Dengan bahasa yang ringan dan santai, Bu Ni’mah menyampaikan ilmu fiqih terkait aurat, haid, tata cara mandi besar kepada kakak shalih-shalihah.
Walau bahasannya cukup berat, karena disampaikan dengan cara yang asyik, juga ekspresi dan gestur yang hidup, kakak shalihah insyaAllah mampu menerima materinya dengan lebih mudah. Penasaran pesan-pesan apa saja yang disampaikan bu Ni’mah dalam materi keputrian, Ayah Bunda?

Tiga Hal Penting dalam Materi Keputrian

Pada sesi sebelum Salat Zuhur ini, Bu Ni’mah menitikberatkan pentingnya muslimah untuk belajar fiqih. Karena sebagai seorang perempuan, dari ujung rambut hingga ujung kaki ada banyak hal yang harus dijaga.

Bersyukurnya agama Islam telah memberikan aturan yang jelas tentang bagaimana muslimah menjaga dirinya. Dalam waktu yang cukup singkat, namun banyak sekali hikmah yang bisa dicatat dalam materi keputrian yang disampaikan bu Ni’mah siang ini.

1. Menjadi Muslimah Cerdas

Pada bagian pertama materi keputrian, Bu Ni’mah menyampaikan pentingnya menjadi muslimah yang cerdas. Yaitu muslimah yang tidak FOMO (Fear of Missing Out) alias suka ikut-ikutan tren. Sementara dalam Islam sudah jelas ada aturannya.

Dalam beberapa hadis juga disampaikan larangan untuk menyerupai orang kafir, salah satunya dalam Hadis Riwayat Abu Dawud dan Hasan;
Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.”

Dalam hal ini, bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah berhati-hati ketika menyukai lagu-lagu barat, Korea atau Jepang. Terutama ketika kakak shalihah tidak memahami makna lagunya, karena ada lagu-lagu yang liriknya berisi tentang kemaksiatan.

2. Belajar Memakai Jilbab Segi Empat

Selanjutnya, Bu Ni’mah juga mengajak kakak shalihah, terutama yang sudah Kelas 6 dan bersiap untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi, belajar cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat. Pertama, kakak wajib mengenakan ciput. Selain agar rambut bagian depan tidak keluar, ciput juga membantu menahan rambut bagian belakang tergerai. Bu Ni’mah memberikan tips kepada kakak shalihah untuk mengikat rambutnya lalu dimasukkan ke dalam ciput. Bagi kakak shalihah yang memiliki rambut panjang, rambutnya bisa digelung dan dirapikan ke dalam ciput.

Hal ini agar rambut bagian belakang kakak shalihah tidak mengintip, atau malah keluar dari jilbab. Rambut adalah bagian dari aurat perempuan, sehingga harus dipastikan rambut tidak boleh terlihat.

Kedua, kencangkan jilbab di bagian bawah dagu dengan jarum pentul atau peniti. Pastikan bagian ujung depan jilbab tidak menutup wajah. Muslimah memang perlu memiliki rasa malu, tetapi ada tempat dan waktunya.

Ketiga, kakak bisa menarik jilbab ke sisi bahu kanan atau kiri. Lalu kaitkan dengan peniti. Bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah tidak menggunakan jilbab dengan cara dililit di leher, pastikan panjang jilbab selalu menutup dada.

Bu Ni’mah juga membagikan tips lainnya terkait cara mengenakan jilbab segi empat. Di beberapa pondok tertentu, ada aturan yang melarang santrinya mengenakan jilbab yang ditarik ke bahu kanan/ kiri.

Agar aurat tetap terjaga, pastikan jangan ditali bagian bawah, tapi berikan peniti di bagian jilbab yang menjuntai. Sehingga saat kakak sedang beraktivitas, aurat tidak terlihat.

“Pakai jilbab memang panas, kak… tapi lebih panas lagi api neraka,” ujar Bu Ni’mah saat menuntaskan bahasan tentang cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat.

galeri materi keputrian QLC

3. Aturan Memotong Rambut untuk Perempuan

Masih berkaitan dengan aurat, Bu Ni’mah juga membagikan pesan penting terkait rambut. “Lebih baik kakak shalihah memotong rambutnya di rumah, daripada di salon. Kecuali kakak bisa memastikan salon tersebut amanah dalam menjaga rambut kita yang telah terpotong tersebut,” kalimat Bu Ni’mah sebagai pengantar bahasan berikutnya dalam materi keputrian.

Rambut perempuan juga merupakan aurat, oleh karenanya penting untuk menjaganya, termasuk saat akan memotongnya. Bu Ni’mah berbagi pengalaman bagaimana beliau diajarkan oleh ayahnya cara menjaga rambut yang telah dipotong.

Setelah rambut dipotong, potongan rambut tersebut dikumpulkan lalu dikubur. Saat menguburnya, ada doa yang harus dibacakan. Bu Ni’mah juga mengajarkan kakak tentang doa ini. Seperti apa doanya? Coba Ayah Bunda bisa mengajak kakak shalihah untuk recalling ya, kira-kira kakak shalihah ingat tidak ya doa yang sudah diajarkan Bu Ni’mah ini.

4. Aturan Haid dan Tata Cara Mandi Besar

Di ujung materi keputrian, kak Adlina bertanya tentang hukum rambut yang rontok saat sedang haid. Dari pertanyaan tersebut, Bu Ni’mah lalu membahas sedikit tentang haid dan tata cara mandi besar.

Bu Ni’mah menyampaikan bahwa penting bagi kakak shalihah mencatat kapan haid dimulai. Bukan hanya tanggal, tetapi juga jam haid tersebut dimulai.
Apabila setelah hari kelima belas dari haid pertama, darah masih mengalir, maka darah tersebut dihukumi sebagai darah istiadhoh. Artinya, kakak shalihah tetap harus melaksanakan salat meski darah masih mengalir.

Bu Ni’mah juga menyampaikan penting bagi kakak shalihah untuk mengumpulkan rambut yang rontok, dan kuku yang dipotong saat sedang haid. Nanti ketika sudah dalam keadaan bersih, dan akan melaksanakan mandi junub, potongan rambut dan kuku tersebut bisa ikut disucikan.

Terkait mandi besar, bu Ni’mah juga berpesan bahwa air yang digunakan untuk membasahi rambut dan tubuh haruslah dalam kondisi mengalir. Oleh karenanya, berhati-hati apabila kakak shalihah mandi menggunakan bak atau ember. Apabila airnya tidak sejumlah dua kulah, maka air tersebut masuk kategori dalam air musta’mal. Air ini dihukumi sebagai air yang suci tapi tidak bisa mensucikan.

Bagi yang tidak memiliki shower di rumahnya, Bu Ni’mah menyarankan untuk mandi di bawah kran yang dinyalakan. Hal itu jauh lebih aman dalam mensucikan.

Tak lupa Bu Ni’mah juga mengajarkan doa yang harus dibaca saat melakukan mandi besar usai tuntas haid, yaitu;

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya, “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”

Demikian sepenggal cerita Quranic Leadership Camp bagian dua tentang materi keputrian yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat dan nantikan cerita keseruan QLC selanjutnya, Ayah Bunda!***(CM-MRT)

Pembukaan Quranic Leadership Camp di SD Islam Bintang Juara: Mencetak Pemimpin Muslim Sigap dan Bermanfaat

Pembukaan Quranic Leadership Camp di SD Islam Bintang Juara: Mencetak Pemimpin Muslim Sigap dan Bermanfaat

SD Islam Bintang Juara mengawali kegiatan Quranic Leadership Camp (QLC) Tahun Pelajaran 2024-2025, yang insyaAllah berlangsung pada Jum’at – Sabtu, 29 – 30 November 2024 dengan semangat yang membara. Dengan tema “Pemimpin Muslim yang Sigap dalam Bertindak dan Bermanfaat bagi Umat“, acara ini bertujuan mencetak generasi muda yang tangguh, memiliki kepemimpinan Islami, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Sulthanu, yang bertugas sebagai pemimpin upacara atau Pratama. Dengan penuh wibawa, Kak Sulthanu memimpin upacara sesuai tata cara yang telah diajarkan sebelumnya. Kehadiran para peserta, guru, dan orang tua menambah khidmat suasana pagi itu di halaman SD Islam Bintang Juara.

Pesan Inspiratif dari Kak Ni’mah pada Pembukaan Quranic Leadership Camp

Dalam kesempatan ini, Kak Ni’mah, yang bertugas sebagai pembina upacara, menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta. Ia mengawali dengan menjelaskan arti dari tema kegiatan. Menurutnya, pemimpin muslim yang sigap adalah seorang pemimpin yang selalu bergerak lancar dalam menjalankan aktivitas. “Sigap bukan sekadar cepat, tetapi juga tangkas, bijaksana, dan penuh pertimbangan,” ungkapnya dengan nada penuh semangat.

Kak Ni’mah juga mengajak para peserta untuk merenungkan QS An-Nashr yang menjadi ayat utama dalam Quranic Leadership Camp tahun pelajaran ini. Surat An-Nashr, yang terdiri dari tiga ayat, mengingatkan umat muslim akan dahsyatnya pertolongan Allah SWT. “Seorang pemimpin muslim sejati adalah pemimpin yang menyadari bahwa semua capaian, kekuatan, dan keberhasilannya berasal dari pertolongan Allah. Maka, sifat rendah hati dan syukur harus senantiasa melekat dalam diri pemimpin,” tegas Kak Ni’mah.

Sebagai bagian dari refleksi, Kak Ni’mah mengajarkan metode Kauny dalam melafalkan QS An-Nashr. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Suara lantang para peserta yang mengucapkan ayat demi ayat dengan penuh penghayatan menambah khidmat suasana pagi itu.

Pentingnya Tata Cara Upacara yang Benar

Selain itu, Kak Ni’mah memberikan edukasi tentang tata cara upacara yang benar. Ia menekankan bahwa saat berdiri dalam barisan, tubuh harus tegap dengan kaki sejajar tanpa salah satu sisi lebih tinggi. Saat memberi hormat kepada bendera, posisi tangan harus 90 derajat, berbeda dengan hormat kepada selain bendera, yang cukup 45 derajat.

“Sebagai wujud hormat kepada bendera, kapan pun kita melihat Sang Merah Putih berkibar, kita harus berhenti sejenak dan memberikan penghormatan. Ini adalah cara kita menghargai perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Kak Ni’mah, mengingatkan peserta akan pentingnya nasionalisme sebagai bagian dari karakter seorang pemimpin.

galeri pembukaan QLC

Simbol Resmi Pembukaan Quranic Leadership Camp

Sebagai tanda dibukanya secara resmi kegiatan QLC, dilakukan pemakaian slayer kepada perwakilan peserta. Slayer ini melambangkan semangat dan tanggung jawab para peserta selama mengikuti kegiatan. Pemakaian slayer untuk peserta shalih dilakukan oleh Bapak Daud Djiwandono, Ketua FORSI SD Islam Bintang Juara, sementara untuk peserta shalihah dilakukan oleh Bunda Vivi Psikolog, Ketua Yayasan Dewi Sartika.

Dengan sigap, bersamaan diterimanya slayer oleh Kak Damar dan Kak Kia selaku perwakilan peserta, seluruh peserta QLC juga memasangkan slayernya masing-masing. Kegiatan ini secara resmi menandai dimulainya perjalanan dua hari yang penuh ilmu, pengalaman, dan tantangan. Semua peserta terlihat antusias untuk menjalani rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun karakter Islami yang kokoh.

Refleksi dan Harapan

QLC kali ini menjadi momentum penting bagi SD Islam Bintang Juara untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Islami kepada para siswa. Dalam dua hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan kepemimpinan yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab mereka.

Harapannya, melalui QLC ini, kakak shalih-shalihah dapat memahami bahwa menjadi seorang pemimpin tidak hanya tentang mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana membawa kebaikan bagi umat dan lingkungan.

Dengan pembukaan Quranic Leadership Camp yang penuh inspirasi, SD Islam Bintang Juara siap menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi pemimpin muslim yang sigap bertindak dan bermanfaat bagi umat. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.*** (CM-MRT)

Program 1821: Membangun Kualitas Hubungan Orang Tua dan Anak

Program 1821: Membangun Kualitas Hubungan Orang Tua dan Anak

Pada Sabtu, 16 November 2024, bertempat di Hotel Candi Indah Convention Semarang, Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) resmi dimulai dengan sesi pertama bertajuk Karunia Fitrah. Dalam sesi ini, Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari menyampaikan konsep penting yang menjadi landasan pengasuhan anak, yaitu Program 1821. Program ini menekankan pentingnya orang tua menyediakan waktu berkualitas bagi anak untuk menjaga dan merawat fitrah yang telah Allah anugerahkan.

galeri PSPA hari pertama

Apa Itu Program 1821?

Program 1821 merupakan panduan praktis bagi orang tua untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak. Inti dari program ini adalah komitmen orang tua untuk sepenuhnya hadir bersama anak dari pukul 18.00 hingga 21.00.

Selama periode ini, orang tua diwajibkan menyingkirkan segala bentuk gangguan yang berasal dari perangkat berbentuk kotak, seperti televisi, ponsel, laptop, hingga kompor. Dengan begitu, fokus utama orang tua benar-benar tertuju pada kegiatan bersama anak.

Meski disebut dengan Program 1821, tetapi Ayah Bunda bisa mengganti pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarga masing-masing. Namun waktu paling ideal adalah jam tersebut, dikarenakan biasanya di jam-jam itu Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah sudah berada di rumah.

Program ini tidak hanya mengajarkan kedekatan fisik, tetapi juga kedekatan emosional melalui tiga kegiatan utama yang disebut 3B:

1. Bermain (Serius, Bukan Main-main)

Bermain di sini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi melibatkan keterlibatan penuh dari orang tua. Bermain secara serius menunjukkan bahwa orang tua memberikan perhatian penuh, mendukung perkembangan imajinasi dan kreativitas anak.

2. Bicara (Ngobrol yang Nggak Penting Itu Penting)

Berkomunikasi dengan anak dalam suasana santai, tanpa topik berat atau terlalu serius, membantu membangun kepercayaan. Percakapan sederhana ini menjadi momen di mana anak merasa dihargai dan diterima.

3. Belajar (Baca Buku atau Aktivitas Edukatif Lain)

Membaca bersama atau mendiskusikan sesuatu yang bermanfaat membantu menanamkan kecintaan anak terhadap ilmu. Aktivitas ini juga memberi kesempatan bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai positif secara langsung.

program 1821 Abah Ihsan

Menjaga Fitrah Anak melalui Kehadiran Berkualitas

Dalam modul Karunia Fitrah, Abah Ihsan menjelaskan bahwa setiap anak lahir dengan potensi baik yang disebut fitrah. Namun, menjaga fitrah ini memerlukan upaya dari orang tua untuk terus mendampingi anak, terutama dalam periode emas perkembangan mereka. Program 1821 hadir sebagai langkah nyata bagi orang tua untuk merawat fitrah anak-anak melalui kedekatan yang hangat dan konsisten.

Fitrah anak dapat terdistorsi jika orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan atau distraksi lainnya. Dengan menyediakan waktu khusus seperti dalam Program 1821, orang tua dapat memastikan bahwa hubungan mereka dengan anak tetap harmonis dan mendukung pertumbuhan karakter yang kuat.

Tantangan dan Komitmen

Menerapkan Program 1821 mungkin tidak mudah bagi sebagian orang tua yang terbiasa multitasking atau terikat dengan pekerjaan hingga malam hari. Namun, Abah Ihsan menekankan bahwa perubahan kecil dalam jadwal harian dapat membawa dampak besar. Dengan niat yang tulus dan disiplin, orang tua dapat menciptakan kebiasaan baru yang bermanfaat bagi keluarga.

Mengingat menerapkan kegiatan ini butuh komitmen dan pembiasaan yang rutin, Abah Ihsan menjadikan Program 1821 sebagai salah satu ‘PR” yang harus dilakukan para peserta PSPA hari pertama. Tentunya bagi Ayah Bunda yang belum berkesempatan ikut belajar bersama Abah Ihsan pada PSPA kali ini, boleh juga lo berjamaah bersama menerapkan program ini di rumah.

Menyongsong Generasi yang Lebih Baik

Program 1821 bukan sekadar metode pengasuhan, tetapi juga investasi untuk masa depan anak-anak. Dengan melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan anak selama minimal tiga jam setiap hari, orang tua tidak hanya mendidik tetapi juga menjadi teladan bagi mereka. Hubungan yang erat ini akan menjadi fondasi kuat bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai individu yang percaya diri, berkarakter baik, dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang tua mereka.

Melalui Program 1821, Abah Ihsan mengajak setiap orang tua untuk merenungkan peran mereka, mengutamakan kedekatan dengan anak, dan memastikan bahwa setiap momen berharga yang dilewati bersama menjadi bagian dari perjalanan yang bermakna. Karena di balik setiap anak yang hebat, selalu ada orang tua yang hadir sepenuh hati.

Jika di hari pertama, Ayah Bunda peserta PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) mendapat PR untuk melaksanakan Program 1821, kira-kira di hari kedua nanti akan mendapat tantangan bermakna apa lagi ya?*** (CM-MRT)

SD Islam Bintang Juara Tunjukkan Kemampuan di SAC, MCM, dan Festival Tahfiz

SD Islam Bintang Juara Tunjukkan Kemampuan di SAC, MCM, dan Festival Tahfiz

Pada 15-17 November 2024, siswa-siswi SD Islam Bintang Juara berpartisipasi dalam tiga ajang bergengsi: Student Athletics Championships (SAC), Math City Map (MCM), dan Festival Tahfiz Nurus Sunnah. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi kakak shalih-shalihah untuk menunjukkan kemampuan, kerja keras, dan semangat belajar mereka di berbagai bidang.

SAC: Membuktikan Kemampuan Atletik

SAC

SAC (Student Athletics Championships), yang berlangsung di Stadion Tri Lomba Juang Semarang, menjadi ajang para siswa untuk bersaing dalam cabang olahraga.

1. Sprint 60 Meter Putra

Pada Jumat, 15 November 2024,  Kak Dinka, Kak Farabi, Kak Fillah, Kak Raffie, dan Kak Attar berkompetisi di lintasan lari. Mereka memberikan penampilan terbaik, memadukan kecepatan, fokus, dan semangat juang.

galeri SAC hari pertama

2. Sprint 60 Meter Putri

Sabtu, 16 November 2024, giliran Kak Naina, Kak Rara, Kak Keyna, Kak Amira, dan Kak Adiba yang turun ke lintasan. Dengan tekad kuat, mereka berlomba untuk mengharumkan nama sekolah.

3. Formula One

Cabang ini menjadi salah satu yang paling seru, menggabungkan berbagai nomor atletik seperti rolling, sprint (lari jarak pendek), hurdles (lari gawang), dan slalom course (lari berkelok-kelok). Lomba Formula One dimainkan secara berkelompok dengan lintasan berbentuk oval.

Ahad, 17 November 2024, tim putri yang terdiri dari Kak Kahira Hasna, Kak Neyva, Kak Moza, dan Kak Adzkiya tampil pukul 07.00 WIB. Tim putra yang diwakili oleh Kak Al Kindi, Kak Arsenio, Kak Bilal, Kak Ibrahim, Kak Akhtar, Kak Banyu, Kak Abinaya, dan Kak Yossy mengikuti lomba pukul 08.30 WIB. Kolaborasi dan kerja sama menjadi kunci utama dalam cabang ini.

MCM: Mengasah Logika dan Matematika

MCM

Pada Sabtu, 16 November 2024, saat Ayah Bunda menjadi peserta Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA), Kak Firman, Kak Ninda, dan Kak Attar mengikuti Math Trails Competition berbasis aplikasi Math City Map (MCM) di Semarang Zoo. Kompetisi ini menggabungkan pengetahuan matematika dengan eksplorasi lapangan, sehingga kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik memecahkan masalah dalam konteks nyata.

Festival Tahfiz: Menguatkan Hafalan Al-Qur’an

Tahfidz NS

Pada hari yang sama (Sabtu, 16 November 2024) digelarnya MCM dan PSPA Abah Ihsan, Kak Zahra dan Kak Aisyah berlaga dalam Lomba Tahfidz yang diselenggarakan dalam Nurus Sunnah Festival. Kedua siswa ini menunjukkan hafalan terbaik mereka, mencerminkan kecintaan pada Al-Qur’an dan usaha gigih dalam menghafal ayat-ayat suci.

Dukungan Penuh dan Harapan Besar

Partisipasi SD Islam Bintang Juara dalam berbagai kompetisi ini mencerminkan visi sekolah untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik. Para siswa tidak hanya diajak berprestasi secara akademik, tetapi juga unggul dalam olahraga, keterampilan, dan spiritualitas.

Dengan dukungan guru, orang tua, dan semangat siswa, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menjadi wadah yang mendukung anak-anak untuk berkembang sesuai potensi mereka. Mohon doa dan dukungan, Ayah Bunda, agar para siswa meraih hasil terbaik dalam ajang ini.

Semangat berkompetisi terus menyala, karena setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara!*** (CM-MRT)

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita: Perjalanan Penuh Makna Mengulik Sejarah

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita: Perjalanan Penuh Makna Mengulik Sejarah

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, SD Islam Bintang Juara mengadakan kunjungan ke Museum Ranggawarsita di Jalan Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 11 November 2024 untuk siswa kelas 1 hingga kelas 2, dan 14 November untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6.

Menggunakan angkutan umum, kakak shalih-shalihah dengan pendampingan guru bergerak lancar menuju museum. Di sana mereka diajak mengenal lebih dekat sosok pahlawan dan peristiwa-peristiwa sejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa, khususnya di Semarang dan Jawa Tengah, serta mengenal benda- benda bersejarah.

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita Bukan Sekedar Kunjungan Biasa

Tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan semangat kepahlawanan dan nasionalisme sejak dini kepada para siswa. Kepala SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga terintegrasi dengan pembelajaran berbasis informasi kontekstual.

“Dengan kegiatan ini, harapannya anak-anak mengenal tentang sosok pahlawan yang telah berjuang untuk negara kita dan peristiwa-peristiwa terkait perjuangan bangsa. Semoga kegiatan ini memberi pengalaman bermakna dan menumbuhkan jiwa nasionalisme,” ungkap Bu Ni’mah.

galeri kegiatan kunjungan ke museum ranggawarsita

Apa Kata Pihak Museum Terkait Kunjungan Siswa SD Islam Bintang Juara?

Kunjungan siswa SD Islam Bintang Juara mendapat sambutan positif dari pihak Museum Ranggawarsita. Menurut Bu Riska (staf pelayanan Museum Ranggawarsita), antusiasme kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara menunjukkan bahwa museum kini telah menjadi tempat yang menarik dan edukatif bagi generasi muda.

“Museum kan biasanya dikenal kuno, tapi sekarang kami punya video mapping, ruang visual, jadi museum juga sudah mengikuti zaman. Anak-anak bisa mengenal sejarah dengan cara yang lebih menarik dan modern,” ujar Bu Riska.

perjalanan mengulik sejarah ke museum ranggawarsita

Menghidupkan Semangat Belajar Sejarah di Museum

Dengan fasilitas yang interaktif, Museum Ranggawarsita berhasil membuat kakak shalih-shalihah lebih tertarik mempelajari sejarah. Selama kunjungan, mereka tak hanya melihat benda-benda peninggalan sejarah, tetapi juga mendapatkan penjelasan langsung dari staf museum.

Semoga dari kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara semakin memahami pentingnya sejarah dan bangga terhadap perjuangan pahlawan bangsa.***(CM-SA)