fbpx
Program 1821: Membangun Kualitas Hubungan Orang Tua dan Anak

Program 1821: Membangun Kualitas Hubungan Orang Tua dan Anak

Pada Sabtu, 16 November 2024, bertempat di Hotel Candi Indah Convention Semarang, Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) resmi dimulai dengan sesi pertama bertajuk Karunia Fitrah. Dalam sesi ini, Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari menyampaikan konsep penting yang menjadi landasan pengasuhan anak, yaitu Program 1821. Program ini menekankan pentingnya orang tua menyediakan waktu berkualitas bagi anak untuk menjaga dan merawat fitrah yang telah Allah anugerahkan.

galeri PSPA hari pertama

Apa Itu Program 1821?

Program 1821 merupakan panduan praktis bagi orang tua untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak. Inti dari program ini adalah komitmen orang tua untuk sepenuhnya hadir bersama anak dari pukul 18.00 hingga 21.00.

Selama periode ini, orang tua diwajibkan menyingkirkan segala bentuk gangguan yang berasal dari perangkat berbentuk kotak, seperti televisi, ponsel, laptop, hingga kompor. Dengan begitu, fokus utama orang tua benar-benar tertuju pada kegiatan bersama anak.

Meski disebut dengan Program 1821, tetapi Ayah Bunda bisa mengganti pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarga masing-masing. Namun waktu paling ideal adalah jam tersebut, dikarenakan biasanya di jam-jam itu Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah sudah berada di rumah.

Program ini tidak hanya mengajarkan kedekatan fisik, tetapi juga kedekatan emosional melalui tiga kegiatan utama yang disebut 3B:

1. Bermain (Serius, Bukan Main-main)

Bermain di sini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi melibatkan keterlibatan penuh dari orang tua. Bermain secara serius menunjukkan bahwa orang tua memberikan perhatian penuh, mendukung perkembangan imajinasi dan kreativitas anak.

2. Bicara (Ngobrol yang Nggak Penting Itu Penting)

Berkomunikasi dengan anak dalam suasana santai, tanpa topik berat atau terlalu serius, membantu membangun kepercayaan. Percakapan sederhana ini menjadi momen di mana anak merasa dihargai dan diterima.

3. Belajar (Baca Buku atau Aktivitas Edukatif Lain)

Membaca bersama atau mendiskusikan sesuatu yang bermanfaat membantu menanamkan kecintaan anak terhadap ilmu. Aktivitas ini juga memberi kesempatan bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai positif secara langsung.

program 1821 Abah Ihsan

Menjaga Fitrah Anak melalui Kehadiran Berkualitas

Dalam modul Karunia Fitrah, Abah Ihsan menjelaskan bahwa setiap anak lahir dengan potensi baik yang disebut fitrah. Namun, menjaga fitrah ini memerlukan upaya dari orang tua untuk terus mendampingi anak, terutama dalam periode emas perkembangan mereka. Program 1821 hadir sebagai langkah nyata bagi orang tua untuk merawat fitrah anak-anak melalui kedekatan yang hangat dan konsisten.

Fitrah anak dapat terdistorsi jika orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan atau distraksi lainnya. Dengan menyediakan waktu khusus seperti dalam Program 1821, orang tua dapat memastikan bahwa hubungan mereka dengan anak tetap harmonis dan mendukung pertumbuhan karakter yang kuat.

Tantangan dan Komitmen

Menerapkan Program 1821 mungkin tidak mudah bagi sebagian orang tua yang terbiasa multitasking atau terikat dengan pekerjaan hingga malam hari. Namun, Abah Ihsan menekankan bahwa perubahan kecil dalam jadwal harian dapat membawa dampak besar. Dengan niat yang tulus dan disiplin, orang tua dapat menciptakan kebiasaan baru yang bermanfaat bagi keluarga.

Mengingat menerapkan kegiatan ini butuh komitmen dan pembiasaan yang rutin, Abah Ihsan menjadikan Program 1821 sebagai salah satu ‘PR” yang harus dilakukan para peserta PSPA hari pertama. Tentunya bagi Ayah Bunda yang belum berkesempatan ikut belajar bersama Abah Ihsan pada PSPA kali ini, boleh juga lo berjamaah bersama menerapkan program ini di rumah.

Menyongsong Generasi yang Lebih Baik

Program 1821 bukan sekadar metode pengasuhan, tetapi juga investasi untuk masa depan anak-anak. Dengan melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan anak selama minimal tiga jam setiap hari, orang tua tidak hanya mendidik tetapi juga menjadi teladan bagi mereka. Hubungan yang erat ini akan menjadi fondasi kuat bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai individu yang percaya diri, berkarakter baik, dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang tua mereka.

Melalui Program 1821, Abah Ihsan mengajak setiap orang tua untuk merenungkan peran mereka, mengutamakan kedekatan dengan anak, dan memastikan bahwa setiap momen berharga yang dilewati bersama menjadi bagian dari perjalanan yang bermakna. Karena di balik setiap anak yang hebat, selalu ada orang tua yang hadir sepenuh hati.

Jika di hari pertama, Ayah Bunda peserta PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) mendapat PR untuk melaksanakan Program 1821, kira-kira di hari kedua nanti akan mendapat tantangan bermakna apa lagi ya?*** (CM-MRT)

SD Islam Bintang Juara Tunjukkan Kemampuan di SAC, MCM, dan Festival Tahfiz

SD Islam Bintang Juara Tunjukkan Kemampuan di SAC, MCM, dan Festival Tahfiz

Pada 15-17 November 2024, siswa-siswi SD Islam Bintang Juara berpartisipasi dalam tiga ajang bergengsi: Student Athletics Championships (SAC), Math City Map (MCM), dan Festival Tahfiz Nurus Sunnah. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi kakak shalih-shalihah untuk menunjukkan kemampuan, kerja keras, dan semangat belajar mereka di berbagai bidang.

SAC: Membuktikan Kemampuan Atletik

SAC

SAC (Student Athletics Championships), yang berlangsung di Stadion Tri Lomba Juang Semarang, menjadi ajang para siswa untuk bersaing dalam cabang olahraga.

1. Sprint 60 Meter Putra

Pada Jumat, 15 November 2024,  Kak Dinka, Kak Farabi, Kak Fillah, Kak Raffie, dan Kak Attar berkompetisi di lintasan lari. Mereka memberikan penampilan terbaik, memadukan kecepatan, fokus, dan semangat juang.

galeri SAC hari pertama

2. Sprint 60 Meter Putri

Sabtu, 16 November 2024, giliran Kak Naina, Kak Rara, Kak Keyna, Kak Amira, dan Kak Adiba yang turun ke lintasan. Dengan tekad kuat, mereka berlomba untuk mengharumkan nama sekolah.

3. Formula One

Cabang ini menjadi salah satu yang paling seru, menggabungkan berbagai nomor atletik seperti rolling, sprint (lari jarak pendek), hurdles (lari gawang), dan slalom course (lari berkelok-kelok). Lomba Formula One dimainkan secara berkelompok dengan lintasan berbentuk oval.

Ahad, 17 November 2024, tim putri yang terdiri dari Kak Kahira Hasna, Kak Neyva, Kak Moza, dan Kak Adzkiya tampil pukul 07.00 WIB. Tim putra yang diwakili oleh Kak Al Kindi, Kak Arsenio, Kak Bilal, Kak Ibrahim, Kak Akhtar, Kak Banyu, Kak Abinaya, dan Kak Yossy mengikuti lomba pukul 08.30 WIB. Kolaborasi dan kerja sama menjadi kunci utama dalam cabang ini.

MCM: Mengasah Logika dan Matematika

MCM

Pada Sabtu, 16 November 2024, saat Ayah Bunda menjadi peserta Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA), Kak Firman, Kak Ninda, dan Kak Attar mengikuti Math Trails Competition berbasis aplikasi Math City Map (MCM) di Semarang Zoo. Kompetisi ini menggabungkan pengetahuan matematika dengan eksplorasi lapangan, sehingga kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik memecahkan masalah dalam konteks nyata.

Festival Tahfiz: Menguatkan Hafalan Al-Qur’an

Tahfidz NS

Pada hari yang sama (Sabtu, 16 November 2024) digelarnya MCM dan PSPA Abah Ihsan, Kak Zahra dan Kak Aisyah berlaga dalam Lomba Tahfidz yang diselenggarakan dalam Nurus Sunnah Festival. Kedua siswa ini menunjukkan hafalan terbaik mereka, mencerminkan kecintaan pada Al-Qur’an dan usaha gigih dalam menghafal ayat-ayat suci.

Dukungan Penuh dan Harapan Besar

Partisipasi SD Islam Bintang Juara dalam berbagai kompetisi ini mencerminkan visi sekolah untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik. Para siswa tidak hanya diajak berprestasi secara akademik, tetapi juga unggul dalam olahraga, keterampilan, dan spiritualitas.

Dengan dukungan guru, orang tua, dan semangat siswa, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menjadi wadah yang mendukung anak-anak untuk berkembang sesuai potensi mereka. Mohon doa dan dukungan, Ayah Bunda, agar para siswa meraih hasil terbaik dalam ajang ini.

Semangat berkompetisi terus menyala, karena setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara!*** (CM-MRT)

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita: Perjalanan Penuh Makna Mengulik Sejarah

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita: Perjalanan Penuh Makna Mengulik Sejarah

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, SD Islam Bintang Juara mengadakan kunjungan ke Museum Ranggawarsita di Jalan Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 11 November 2024 untuk siswa kelas 1 hingga kelas 2, dan 14 November untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6.

Menggunakan angkutan umum, kakak shalih-shalihah dengan pendampingan guru bergerak lancar menuju museum. Di sana mereka diajak mengenal lebih dekat sosok pahlawan dan peristiwa-peristiwa sejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa, khususnya di Semarang dan Jawa Tengah, serta mengenal benda- benda bersejarah.

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita Bukan Sekedar Kunjungan Biasa

Tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan semangat kepahlawanan dan nasionalisme sejak dini kepada para siswa. Kepala SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga terintegrasi dengan pembelajaran berbasis informasi kontekstual.

“Dengan kegiatan ini, harapannya anak-anak mengenal tentang sosok pahlawan yang telah berjuang untuk negara kita dan peristiwa-peristiwa terkait perjuangan bangsa. Semoga kegiatan ini memberi pengalaman bermakna dan menumbuhkan jiwa nasionalisme,” ungkap Bu Ni’mah.

galeri kegiatan kunjungan ke museum ranggawarsita

Apa Kata Pihak Museum Terkait Kunjungan Siswa SD Islam Bintang Juara?

Kunjungan siswa SD Islam Bintang Juara mendapat sambutan positif dari pihak Museum Ranggawarsita. Menurut Bu Riska (staf pelayanan Museum Ranggawarsita), antusiasme kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara menunjukkan bahwa museum kini telah menjadi tempat yang menarik dan edukatif bagi generasi muda.

“Museum kan biasanya dikenal kuno, tapi sekarang kami punya video mapping, ruang visual, jadi museum juga sudah mengikuti zaman. Anak-anak bisa mengenal sejarah dengan cara yang lebih menarik dan modern,” ujar Bu Riska.

perjalanan mengulik sejarah ke museum ranggawarsita

Menghidupkan Semangat Belajar Sejarah di Museum

Dengan fasilitas yang interaktif, Museum Ranggawarsita berhasil membuat kakak shalih-shalihah lebih tertarik mempelajari sejarah. Selama kunjungan, mereka tak hanya melihat benda-benda peninggalan sejarah, tetapi juga mendapatkan penjelasan langsung dari staf museum.

Semoga dari kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara semakin memahami pentingnya sejarah dan bangga terhadap perjuangan pahlawan bangsa.***(CM-SA)

Pelaksanaan ANBK Tahun Pelajaran 2024 – 2025 di SD Islam Bintang Juara

Pelaksanaan ANBK Tahun Pelajaran 2024 – 2025 di SD Islam Bintang Juara

SD Islam Bintang Juara menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk Tahun Pelajaran 2024-2025, pada Senin dan Selasa, 4-5 November 2024. Pelaksanaan ANBK ini merupakan upaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menilai mutu pendidikan di seluruh Indonesia. SD Islam Bintang Juara pun turut berpartisipasi dengan mempersiapkan siswa dan fasilitas pendukung untuk kelancaran pelaksanaan ANBK.

Apa Saja Instrumen pada ANBK?

ANBK di SD Islam Bintang Juara diikuti oleh siswa kelas 5. Mereka mengerjakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang berisi dua jenis tes utama, yaitu literasi dan numerasi, untuk mengukur kemampuan pemahaman membaca serta kemampuan matematika dasar.
Selain instrumen AKM, ANBK juga memiliki dua instrumen lain untuk dinilai;

  • Survei karakter – dirancang untuk mengukur pencapaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Profil Pancasila itu terdiri dari Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
  • Survei Lingkungan Belajar – Untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
    Kedua instrumen ini diisi oleh siswa, guru, dan kepala sekolah untuk menggambarkan suasana pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah.

galeri pelaksanaan ANBK 2024-2025

Persiapan dan Pelaksanaan ANBK TP. 2024-2025

Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah telah melakukan persiapan teknis, seperti pengaturan jaringan internet dan kelengkapan perangkat komputer. Dukungan dari para guru dan staf sekolah sangat membantu dalam memastikan kelancaran pelaksanaan asesmen.

Sebelum hari pelaksanaan, kakak shalih-shalihah juga telah melakukan simulasi agar lebih siap secara mental dan memahami tata cara mengerjakan soal berbasis komputer.

Kepala SD Islam Bintang Juara menyampaikan bahwa ANBK bukan sekadar ujian, melainkan bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. “Kami berharap ANBK dapat menjadi refleksi yang membantu kami memahami kebutuhan siswa dan memperbaiki proses belajar mengajar ke depan,” ujarnya.

Alhamdulillah kakak shalih-shalihah Kelas 5 terlihat antusias dan semangat mengikuti ANBK, karena ini juga menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar dari mereka dalam menghadapi ujian berbasis komputer. Pelaksanaan ANBK di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan lancar, diharapkan hasil asesmen ini dapat memberikan gambaran nyata tentang mutu pendidikan dan memberikan masukan untuk pengembangan kualitas sekolah ke depan.*** (CM-MRT)

SD Islam Bintang Juara Raih Prestasi Gemilang di Lomba MAPSI Kecamatan Gunungpati Semarang Tahun 2024

SD Islam Bintang Juara Raih Prestasi Gemilang di Lomba MAPSI Kecamatan Gunungpati Semarang Tahun 2024

SD Islam Bintang Juara kembali mengukir prestasi dalam ajang Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) di Tingkat Kecamatan Gunungpati pada hari Rabu, 7 Agustus 2024. Tahun ini, Sekolah Calon Pemimpin Muslim mengirimkan 19 delegasi untuk berbagai lomba perorangan, sepasang siswa untuk kategori lomba menyanyi duet religi dan satu tim rebana An Najma yang siap bersaing dalam kategori seni musik Islami.

Kegiatan lomba MAPSI Kecamatan Gunungpati berlokasi di SD Patemon 2, berlangsung dari pagi hingga siang hari. Alhamdulillah wa syukurillah, kegigihan dan kerja keras kakak shalih-shalihah membuahkan hasil yang membanggakan, dengan memenangkan lima cabang perlombaan.

Persiapan dan Antusiasme Mengikuti Lomba MAPSI Kecamatan Gunungpati Semarang

Sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan MAPSI, SD Islam Bintang Juara telah mempersiapkan kakak shalih-shalihah melalui berbagai sesi latihan dan bimbingan. Bahkan beberapa kakak tetap masuk untuk latihan di saat teman-teman sekolahnya sedang menikmati libur semester 2.

Kepala sekolah, Ibu Nur Shofwatin Ni’mah, S.Pd., menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknis dan mental. Seluruh tim guru percaya bahwa persiapan yang matang melibatkan tidak hanya kemampuan akademis dan seni, tetapi juga penguatan mental dan spiritual.

Delegasi Lomba Perorangan

Dalam lomba perorangan, 19 siswa dari SD Islam Bintang Juara berpartisipasi dalam berbagai kategori:

Delegasi SD Islam Bintang Juara untuk MAPSI Gunungpati

  1. Pengetahuan PAI dan BTQ (Putra) diwakili oleh Kak Firman dari Kelas 6
  2. Pengetahuan PAI dan BTQ (Putri) diwakili oleh Kak Nadya In dari Kelas 6
  3. Praktik Wudu dan Salat (Putra) diwakili oleh Kak Nadhif dari Kelas 5
  4. Praktik Wudu dan Salat (Putri) diwakili oleh Kak Allea dari Kelas 4
  5. Keterampilan Adzan dan Iqamah (Putra) diwakili oleh Kak Ka’el dari Kelas 6
  6. Hifdzil-Qur’an (Putra) diwakili oleh Kak Azzam dari Kelas 3
  7. Hifdzil-Qur’an (Putri) diwakili oleh Kak Naina dari Kelas 6
  8. Keterampilan Komputer (Putra) diwakili oleh Kak Syabil dari Kelas 5
  9. Keterampilan Komputer (Putri) diwakili oleh Kak Keyna dari Kelas 5
  10. Khat (Putra) diwakili oleh Kak Fillah dari Kelas 6
  11. Khat (Putri) diwakili oleh Kak Ninda dari Kelas 6
  12. Kaligrafi (Putra) diwakili oleh Kak Keenan dari Kelas 3
  13. Kaligrafi (Putri) diwakili oleh Kak Rara dari Kelas 6
  14. Khitabah (Putra) diwakili oleh Kak Daffa dari Kelas 5
  15. Khitabah (Putri) diwakili oleh Kak Nabila Hayu dari Kelas 6
  16. Cerita Islami (Putra) diwakili oleh Kak Ibrahim dari Kelas 3
  17. Cerita Islami (Putri) diwakili oleh Kak Kirana dari Kelas 3
  18. Macapat Islami (Putra) diwakili oleh Kak Altamis dari Kelas 4
  19. Macapat Islami(Putri) diwakili oleh Kak Caca dari Kelas 4

Setiap peserta menunjukkan dedikasi tinggi dalam mempersiapkan diri, mulai dari belajar materi Pendidikan Agama Islam, belajar menulis khat dan kaligrafi yang indah, menghafalkan cerita Islami agar bisa menyampaikannya dengan baik, menghafalkan macapat Islami, belajar cara mengetik tulisan Arab menggunakan komputer hingga melatih retorika pidato yang memukau.

Bapak Arif Wibowo, S.Hi., S.H., selaku penanggungjawab lomba MAPSI menyampaikan rasa syukur karena melihat semangat kakak shalih-shalihah dan para guru yang telah berusaha keras dan siap memberikan yang terbaik.

Delegasi Lomba Tim

Selain lomba perorangan, SD Islam Bintang Juara juga mengirimkan satu tim menyanyi duet religi dan satu tim rebana An Najma yang terdiri dari sebelas siswa. Adapun yang mewakili SD Islam Bintang Juara dalam cabang perlombaan Menyanyi Duet Religi adalah Kak Aqasha dari Kelas 5, dan Kak Dea dari Kelas 6. Kak Aqasha dan Kak Dea tampil membawakan lagu shalawat dengan sangat kompak dan penuh penghayatan.

tim rebana An Najma

Sementara itu tim Rebana An Najma terdiri dari Kak Akhtar (Kelas 4), Kak Naura (Kelas 3), Kak Adrian (Kelas 6), Kak Adealta (Kelas 6), Kak Yossy (Kelas 4), Kak Royan (Kelas 4), Kak Satria (Kelas 4), Kak Fabi (Kelas 5), Kak Dinka (Kelas 5), kak Rafi (Kelas 6), dan Kak Kia (Kelas 3).

Tim ini tampil dengan membawakan beberapa lagu Islami yang penuh semangat dan harmoni. Latihan rutin di bawah bimbingan Pak Zakki didampingi pelatih seni musik Islami profesional, membuahkan hasil yang memuaskan, dengan penampilan yang memukau penonton dan dewan juri.

Kemenangan dalam Lima Cabang Perlombaan

Kerja keras dan dedikasi kakak shalih-shalihah serta para guru yang melatih tidak sia-sia.  SD Islam Bintang Juara berhasil memenangkan lima cabang perlombaan, yaitu:

  • Juara 1 Pengetahuan PAI dan BTQ (Putri) – Kak Nadya In (Kelas 6)
  • Juara 1 Khat (Putri) – Kak Ninda (Kelas 6)
  • Juara 2 Khitabah (Putra) – Kak Daffa (Kelas 5)
  • Juara 2 Rebana – Tim Rebana An Najma
  • Juara 3 Praktik Wudu dan Salat (Putri) – Kak Allea (Kelas 4)

Para pemenang menunjukkan kemampuan luar biasa yang mencerminkan pendidikan berkualitas di SD Islam Bintang Juara. Misalnya, Kak Nadya In, juara 1 dalam PAI dan BTQ, mampu memahami materi dengan sangat baik. Sedangkan, Kak Ninda, yang meraih juara 1 dalam Khat, berhasil menampilkan karya seni yang mengagumkan dengan detail dan keindahan yang luar biasa.

galeri juara MAPSI kecamatan Gunungpati tahun 2024

Rasa Syukur dan Harapan

Kemenangan ini tentunya disambut dengan penuh rasa syukur oleh seluruh warga sekolah. Tentunya kami berharap bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berusaha dan mencapai yang terbaik dalam bidang apapun yang kakak shalih-shalihah tekuni.

Bunda Vivi Psikolog selaku Ketua Yayasan Dewi Sartika menyampaikan bahwa semua kakak shalih-shalihah yang telah mewakili dalam lomba MAPSI sesungguhnya adalah juara, karena telah berproses dan berjuang dengan sangat hebat sesuai potensi mereka masing-masing. Sesuai dengan slogan yang SD Islam Bintang Juara senantiasa gaungkan, bahwa “Setiap Anak adalah Bintang dan Berhak Menjadi Juara.”

Penutup

Partisipasi SD Islam Bintang Juara dalam MAPSI tahun ini membuktikan komitmen sekolah dalam mendidik dan mengembangkan potensi kakak shalih-shalihah secara maksimal. Dengan memenangkan lima cabang perlombaan, sekolah ini tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga mengukir prestasi yang menginspirasi. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal dari banyak prestasi gemilang yang akan diraih di masa depan. Aamiin aamiin ya rabbal alamin.

Bagi Ayah Bunda yang ingin menyiapkan kakak shalih-shalihah berkompetisi, silakan membaca 11 Cara Mempersiapkan Anak untuk Berkompetisi.

Terima kasih untuk seluruh guru, dan orang tua yang telah mendukung kakak shalih-shalihah dan memupuk rasa percaya diri mereka hingga mampu memberikan ikhtiar dan penampilan yang terbaik. InsyaAllah Kak Nadya In dan Kak Ninda akan melanjutkan perjuangan ke lomba MAPSI tingkat kota. Doakan agar mendapatkan hasil yang terbaik ya, Ayah Bunda.

Fun Traditional Game: Menghidupkan Permainan Tradisional Sekaligus Berdonasi

Fun Traditional Game: Menghidupkan Permainan Tradisional Sekaligus Berdonasi

Di era digital saat ini, kakak shalih-shalihah lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik seperti tablet, smartphone, dan komputer. Sementara itu, permainan tradisional yang dulu populer dan penuh kenangan mulai terpinggirkan. Alasan tersebutlah yang melatarbelakangi mengapa Fun Traditional Game menjadi salah satu kegiatan dalam Pekan Ta’aruf 2024.

5 Keseruan Pos Fun Traditional Game

Dalam menjalankan Fun Traditional Game, SD Islam Bintang Juara bekerjasama dengan Yayasan Tumbuh Mulia. Yaitu sebuah lembaga kemanusiaan nirlaba yang fokus memberdayakan anak yatim, dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.

Yayasan Tumbuh Mulia membantu Sekolah Calon Pemimpin Muslim menyiapkan beragam permainan tradisional, lengkap dengan peralatannya. Sementara itu, kakak shalih-shalihah diajak untuk berdonasi untuk membantu para anak yatim dan dhuafa di bawah Yayasan Tumbuh Mulia.

Dengan cara ini diharapkan kakak shalih-shalihah tidak hanya mengenal permainan tradisional yang hampir usang, tetapi juga diajak untuk peduli terhadap sesama.

Nah, pada kegiatan Fun Traditional Game ini, dibagi menjadi lima pos, yaitu:

Pos 1 – Langkah Seirama Kemenangan Bersama

Bertempat di Pusat Olahraga PAUD – SD Islam Bintang Juara, atau yang sering disebut dengan lapangan bawah, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi kelompok kecil, lalu menggunakan bakiak dan beradu cepat dengan kelompok lain menuju garis finish. Terlihat mudah, tetapi untuk bisa mencapai tujuan, dibutuhkan komunikasi dan kerjasama tim yang apik.

Pos 2  – Lompatan Semangat Raih Tujuan

Teras basement gedung B diubah menjadi tempat permainan yang asyik. Dari nama posnya, apa Ayah Bunda bisa menebak permainan apa yang dijalankan kakak shalih-shalihah di sini?

Ya, betul sekali, permainan di Pos 2 ini adalah engklek, atau disebut juga dengan Sunda Manda. Bedanya, kalau engklek zaman dulu, kita butuh menggambar pola menggunakan kapur atau batu berwarna merah di atas jalanan. Engklek zaman sekarang sudah tersedia dalam bentuk MMT, sehingga bisa langsung dimainkan.

Pos 3 – Kekuatan dan Ketangkasan, Taklukan Rintangan

Berlokasi di Gedung A Lantai 2, ditemani oleh Pak Arial dan Bu Muhay, kakak shalih-shalihah bersemangat mengikuti permainan yang disebut dengan Buldozer. Kakak harus masuk ke dalam kain yang panjang, dan bekerjasama untuk menggerakkan kain tersebut sebagaimana roda-roda buldozer saat sedang berjalan.

Pos 4 – Kerjasama Seimbang, Langkah Penuh tantangan

Bersama Bu Laila di Gedung A Lantai 1, kakak shalih-shalihah diajak untuk bermain Kaki Kepiting. Satu tim terdiri dari tiga orang kakak shalih-shalihah. Kaki mereka saling terikat menggunakan tali yang telah disediakan.

Tantangannya adalah masing-masing tim harus beradu cepat dengan tim lain, hingga menuju garis finish. Pada permainan ini dibutuhkan kekompakan, agar tidak ada anggota tim yang terjatuh.

Pos 5 – Rangkaian Elastisitas, Kreativitas Tanpa Batas

Sama dengan pos 1, kegiatan bermain karet ini juga dilaksanakan di lapangan bawah. Kakak shalih-shailhah diminta untuk melompati karet gelang yang telah dibentuk memanjang menyerupai tali. Sebuah permainan yang hampir tidak pernah lagi dijumpai saat ini.

MasyaAllah kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan dari satu pos ke pos lain. Ayah Bunda bisa mengajak mereka recalling tentang kegiatan tersebut. Namun sebelumnya, cari tahu dulu yuk manfaat mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah!

galeri fun traditional game

Pentingnya Mengenalkan Permainan Tradisional kepada Anak Zaman Sekarang

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang tidak boleh diabaikan. Setelah Ayah Bunda kami ajak napak tilas pada kegiatan hari terakhir Pekan Ta’aruf 2024, kita akan membahas mengapa penting untuk mengenalkan permainan tradisional kakak shalih-shalihah dan bagaimana hal ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka.

Nah, berikut ini beragam manfaat yang bisa diperoleh kakak shalih-shalihah saat melakukan permainan  tradisional:

1. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Permainan tradisional sering kali dimainkan secara berkelompok, yang mendorong interaksi sosial dan kerja sama tim. Misalnya, permainan seperti congklak, lompat tali, dan petak umpet membutuhkan kakak shalih-shalihah untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman-temannya.

Hal ini membantu mereka belajar cara berkomunikasi, mengembangkan keterampilan negosiasi, dan memahami pentingnya kerja sama. Dengan demikian, permainan tradisional dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial kakak shalih-shalihah.

2. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi

Berbeda dengan permainan digital yang sering kali memiliki aturan dan batasan yang ketat, permainan tradisional cenderung lebih fleksibel dan mendorong kakak shalih-shalihah untuk menggunakan imajinasi mereka. Misalnya, permainan seperti wayang atau gobak sodor memungkinkan anak-anak untuk menciptakan cerita dan skenario mereka sendiri.

Dengan cara ini, permainan tradisional dapat membantu mengembangkan kreativitas dan imajinasi kakak shalih-shalihah, yang merupakan aspek penting dari perkembangan kognitif mereka.

3. Meningkatkan Keterampilan Motorik

Permainan tradisional sering kali melibatkan aktivitas fisik yang dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik kakak shalih-shalihah. Lompat tali, galah asin, dan benteng-bentengan, misalnya, membutuhkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketangkasan.

Aktivitas fisik ini tidak hanya baik untuk kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar mereka. Dalam jangka panjang, keterampilan motorik yang baik dapat membantu anak-anak dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akademik dan olahraga.

4. Memperkenalkan Nilai-Nilai Budaya

Permainan tradisional adalah bagian penting dari warisan budaya kita. Dengan mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah, kita juga memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya dan tradisi yang kaya.

Hal ini bisa membantu anak-anak memahami dan menghargai sejarah serta warisan budaya mereka. Selain itu, permainan tradisional sering kali mengandung pesan moral dan etika yang dapat membantu membentuk karakter kakak shalih-shalihah. Misalnya, dalam permainan dakon atau congklak, mereka belajar tentang kesabaran, strategi, dan fair play.

5. Mengurangi Ketergantungan pada Teknologi

Di zaman sekarang, banyak anak yang kecanduan gadget dan permainan digital. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Mengenalkan permainan tradisional bisa menjadi alternatif yang menyenangkan dan mendidik untuk mengurangi waktu layar.

Dengan bermain permainan tradisional, kakak shalih-shalihah dapat lebih aktif secara fisik, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan mengurangi risiko gangguan kesehatan yang terkait dengan penggunaan teknologi berlebihan, seperti obesitas dan gangguan tidur.

6. Menjalin Ikatan Keluarga

Permainan tradisional sering kali dimainkan bersama anggota keluarga, yang bisa menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin ikatan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. Misalnya, bermain ular tangga atau monopoli dengan keluarga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan mendekatkan antar anggota keluarga. Ini juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengenang masa kecil mereka dan berbagi cerita serta pengalaman dengan anak-anak.

Kesimpulan

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang signifikan. Dari meningkatkan keterampilan sosial dan motorik hingga mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan nilai-nilai budaya, permainan tradisional menawarkan banyak hal yang tidak bisa ditemukan dalam permainan digital.

Selain itu, permainan tradisional juga membantu mengurangi ketergantungan pada teknologi dan menjalin ikatan keluarga. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melestarikan dan mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda agar mereka dapat merasakan manfaatnya dan menjaga warisan budaya kita tetap hidup.

Nah, Ayah Bunda juga bisa lo menyelenggarakan Fun Traditional Game di rumah masing-masing. Apalagi setelah mengetahui manfaat dari permainan tradisional, pastinya makin semangat dong bikin agenda khusus main tradisional di rumah? Selamat main bersama dan memetik hasilnya, Ayah Bunda.***