fbpx
Menggali Makna Upacara Api Unggun QLC Bersama KOPI yang Hangat

Menggali Makna Upacara Api Unggun QLC Bersama KOPI yang Hangat

Quranic Leadership Camp (QLC) tahun pelajaran 2024-2025 kembali menjadi momen tak terlupakan bagi kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara. Setelah pada siang hari kakak shalih-shalihah melakukan latihan baris-berbaris, saatnya untuk mengintip kesyahduan kegiatan inti di malam hari.

Salah satu acara yang paling dinanti adalah Upacara Api Unggun, sebuah tradisi penuh makna yang selalu ditunggu-tunggu. Namun, pengalaman tahun sebelumnya mengajarkan banyak hal. Karena hujan deras, upacara terpaksa digeser ke waktu Subuh.

Tahun ini, tema tadabbur yang diambil dari Surah An-Nashr, yang berarti “pertolongan,” menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah SWT selalu hadir di saat yang tepat. Ketika gerimis kecil sempat menyapa di awal malam, semua berdoa agar Allah memberikan cuaca cerah. Alhamdulillah, doa itu terjawab. Gerimis berhenti, dan malam menjadi saksi indahnya kobaran api unggun yang dinyalakan dengan penuh hikmah.

Upacara Api Unggun Penuh Nilai dan Inspirasi

Upacara Api Unggun dimulai dengan lancar, dipandu oleh Kak Nabila Hayu sebagai pembawa acara dan Kak Attaar sebagai pemimpin upacara. Sepuluh kakak shalih-shalihah membawa obor, melambangkan Dasa Dharma Pramuka, yang dibacakan satu per satu dengan penuh semangat oleh:

  • Kak Fillah
  • Kak Farabi
  • Kak Jibril
  • Kak Kael
  • Kak Aqasha
  • Kak Adiba
  • Kak Sachi
  • Kak Kayla
  • Kak Naina
  • Kak Keyna

Setiap kali satu dharma selesai dibacakan, obor dinyalakan dan diberikan kepada teman di sebelahnya, hingga semua obor menyala. Momen ini menggambarkan semangat persaudaraan yang menyala terang seperti obor-obor kecil yang akhirnya menyatu menjadi kobaran api unggun.

Api unggun akhirnya dinyalakan, menerangi lapangan seluas 3000 meter. Peserta upacara meneriakkan Tepuk Pramuka dan menyanyikan lagu “Api Kita Sudah Menyala,” menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan.

galeri upacara api unggun QLC SD Islam Bintang Juara

Sekapur Sirih tentang semangat Pramutara layaknya api unggun yang menyala dalam kegelapan malam, menjadikan bumi pertiwi jaya, dibacakan penuh semangat oleh Kak Nadhif. Semakin menambah syahdunya malam itu.

Bu Ni’mah, selaku pembina upacara, memberikan amanah penuh makna. Beliau mengingatkan:

“Kita punya kemampuan, tapi ada batasan. Allah sudah mengatur batasan-batasan kita sebagai manusia. Ikhtiar tanpa bergantung pada pertolongan Allah tidak akan membawa hasil. Jangan pernah merasa kita berdiri tanpa aturan dan tanpa penghuni di tempat ini.”

Amanah ini menjadi pengingat bahwa manusia, meski memiliki banyak keinginan dan rencana, harus tetap tawakal kepada Allah SWT.

Upacara ditutup dengan doa penuh khidmat yang dipimpin oleh Kak Syabil, membawa rasa syukur mendalam di hati setiap peserta.

Bukan Sembarang KOPI

Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan KOPI, yang merupakan akronim dari Kompetisi Pentas Seni. Jangan terkecoh, Ayah Bunda, ini bukan minuman hitam yang biasa diseduh hangat-hangat, tetapi sebuah panggung kreativitas tempat kakak shalih-shalihah menunjukkan hasil latihan selama berminggu-minggu.

KOPI menjadi kesempatan bagi peserta QLC untuk mengekspresikan diri mereka melalui seni. Bagi Ayah Bunda yang sempat menyaksikan siaran langsung di Instagram SD Islam Bintang Juara, pastinya setuju bahwa penampilan anak-anak luar biasa!

Berikut urutan penampilan pada sesi KOPI:

  • Kelompok Kak Fillah menampilkan puisi dan menyanyikan Hymne Pramuka.
  • Kelompok Kak Nadya melantunkan Surah An-Nashr menggunakan metode Kauny yang indah.
  • Kelompok Kak Sachi juga menampilkan Surah An-Nashr dengan metode Kauny.
  • Kelompok Kak Dea memukau dengan tarian Wonderland Indonesia, yang kaya budaya.
  • Kelompok Kak Attaar menyanyikan Hymne Pramuka dan lagu daerah Gundul Pacul.
  • Kelompok Kak Adrian melantunkan Hymne Pramuka.
  • Kelompok Kak Firman menampilkan puisi dan menyanyikan lagu patriotik Tanah Airku.
  • Kelompok Kak Dinka menghibur dengan pertunjukan drama yang kreatif.
  • Kelompok Kak Kayla menampilkan tari kreasi yang penuh energi.
  • Kelompok Kak Ade menutup KOPI dengan pertunjukan drama.

Tak hanya itu, setiap kelompok juga menampilkan yel-yel kreatif yang membakar semangat. Suasana pun penuh keceriaan, tawa, dan kebanggaan.

galeri kompetisi pentas seni QLC SD Islam Bintang Juara

Makna di Balik Api dan Seni

Upacara Api Unggun dan KOPI tidak hanya sekadar kegiatan rutin dalam QLC, tetapi sebuah perjalanan untuk mengasah nilai-nilai penting. Dari Api Unggun, kakak shalih-shalihah belajar tentang arti semangat yang terus menyala meski di tengah kegelapan. Dari KOPI, mereka belajar mengekspresikan bakat, menjalin kerja sama, dan menghargai proses.

Terima Kasih, Ayah Bunda!

Partisipasi dan dukungan Ayah Bunda, baik dalam mempersiapkan anak-anak maupun menyaksikan proses mereka, sangat berarti bagi kami. Bersama, kita terus mendidik kakak shalih-shalihah menjadi generasi yang unggul, kreatif, dan berakhlak mulia.

Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi untuk terus menyemarakkan semangat belajar dan berkarya. Sampai bertemu di QLC berikutnya dengan cerita-cerita seru lainnya, Ayah Bunda!*** (CM-MRT)

Yuk Kenali 7 Manfaat Belajar Baris-Berbaris untuk Menumbuhkan Karakter Anak

Yuk Kenali 7 Manfaat Belajar Baris-Berbaris untuk Menumbuhkan Karakter Anak

Baris-berbaris adalah salah satu kegiatan yang identik dengan kepramukaan. Dalam kegiatan Quranic Leadership Camp (QLC) TP. 2024-2025 hari pertama (Jum’at, 29 November 2024), baris-berbaris juga menjadi salah satu agenda yang diramu dalam sesi bernama Leadership Games.

Mengetahui banyaknya manfaat baris-berbaris bagi kakak shalih-shalihah, menjadikan alasan mengapa sesi ini selalu ada dalam setiap kegiatan kepramukaan. Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah Pramutara (Pramuka Bintang Juara) jenjang Siaga dan Penggalang sesi Leadership Games bersama kakak dari PENERBAD. Salah satu agenda pentingnya adalah latihan baris-berbaris, yang bukan hanya mengasah fisik, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan.

7 Manfaat Baris-Berbaris untuk Mengembangkan Karakter Positif Anak

Hampir sebagian besar anak selalu merasa malas ketika harus memulai kegiatan ini. Apakah Ayah Bunda semasa sekolah juga termasuk yang menghindari kegiatan baris-berbaris?

Namun di balik semua aturan yang ada, baris-berbaris sangat bermanfaat dalam membentuk karakter kakak shalih-shalihah. Apa saja manfaat yang bisa kakak shalih-shalihah dapatkan dari latihan baris-berbaris ini?

1. Melatih Disiplin

Latihan baris-berbaris memerlukan ketaatan pada perintah dan konsistensi dalam melaksanakan instruksi. Kakak shalih-shalihah diajarkan untuk mendengarkan, memahami, dan mempraktikkan perintah dengan tepat.

Kebiasaan ini melatih mereka menjadi individu yang disiplin, baik dalam konteks kegiatan Pramuka maupun dalam kehidupan sehari-hari. Melalui latihan ini, kakak belajar bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan, baik dalam kelompok maupun individu.

2. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab

Dalam baris-berbaris, setiap anggota memiliki peran penting. Kesalahan satu orang dapat memengaruhi kekompakan kelompok.

Hal ini mengajarkan anak-anak untuk bertanggung jawab terhadap tugas mereka, sehingga mereka tidak hanya fokus pada diri sendiri tetapi juga peduli terhadap keberhasilan bersama. Kakak diajarkan untuk saling mendukung dan memastikan setiap anggota memahami tugasnya, membangun rasa tanggung jawab kolektif.

3. Mengembangkan Kemampuan Kepemimpinan

Saat berlatih baris-berbaris, ada posisi seperti pemimpin barisan atau komandan. Kakak yang diberi kesempatan untuk memimpin, belajar bagaimana memberikan instruksi dengan jelas dan tegas.

Mereka juga belajar bagaimana menjadi panutan bagi teman-temannya. Hal ini menjadi bagian dari pembentukan jiwa kepemimpinan yang akan sangat berguna bagi anak-anak di masa depan.

galeri leadership games QLC SD Islam Bintang Juara

4. Meningkatkan Kerjasama dan Kekompakan Tim

Baris-berbaris tidak dapat dilakukan secara individual. Kakak shalih-shalihah diajarkan untuk bergerak secara serentak dan harmonis sebagai satu tim. Mereka belajar pentingnya komunikasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Kegiatan ini mengajarkan kakak untuk saling mendukung dan memahami bahwa keberhasilan tidak hanya tergantung pada satu individu, tetapi juga pada kekompakan seluruh tim.

5. Membentuk Ketahanan Fisik dan Mental

Gerakan-gerakan dalam baris-berbaris, seperti berdiri tegap, berjalan, atau menghormat, melibatkan konsentrasi dan stamina. Latihan ini melatih ketahanan fisik dan membentuk mental yang kuat.

Kakak shalih-shalihah belajar untuk menghadapi tantangan fisik tanpa mengeluh, yang membantu mereka menjadi individu yang lebih tangguh.

6. Menanamkan Sikap Hormat dan Patuh

Melalui baris-berbaris, kakak belajar untuk menghormati pemimpin dan mematuhi instruksi yang diberikan. Sikap ini membentuk karakter anak menjadi lebih sopan dan menghargai aturan.

Selain itu, mereka juga diajarkan nilai-nilai penting seperti hormat kepada kakak pembina, teman, dan lingkungan sekitarnya.

7. Melatih Konsentrasi dan Fokus

Baris-berbaris membutuhkan konsentrasi penuh untuk mendengarkan instruksi dan melakukannya dengan tepat. Hal ini melatih kakak untuk fokus pada tugas yang sedang dihadapi, sebuah keterampilan yang sangat penting untuk kesuksesan dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Latihan baris-berbaris tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga membentuk karakter anak menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Dalam kegiatan Quranic Leadership Camp, momen berlatih baris-berbaris bersama kakak dari PENERBAD menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan kekompakan pada kakak shalih-shalihah Pramuka Siaga dan Penggalang.

Dengan berlatih baris-berbaris, kakak shalih-shalihah tidak hanya siap menjadi pramuka yang unggul, tetapi juga generasi Muslim yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi pemimpin di masa depan. Di Sekolah Islam Bintang Juara, setiap anak adalah bintang yang bersinar, dan mereka berhak menjadi juara dalam setiap aspek kehidupan.*** (CM-MRT)

Cerita QLC Bagian Dua: Materi Keputrian dari Bu Ni’mah untuk Kakak Shalihah

Cerita QLC Bagian Dua: Materi Keputrian dari Bu Ni’mah untuk Kakak Shalihah

Salah satu kegiatan dalam Quranic Leadership Camp (QLC) 2024 SD Islam Bintang Juara pada Jum’at, 29 November 2024 adalah materi keputrian. Materi ini disampaikan langsung oleh Bu Ni’mah selaku Kepala Sekolah. Diambil dari kitab Riyadhus Shalihin, Bu Ni’mah menyampaikan materi ini sebelum kakak shalih-shalihah memulai Salat Zuhur.

Sementara kakak shalih beranjak ke masjid untuk melaksanakan Salat Jumat, Bu Ni’mah mengajak kakak shalihah melingkar di Ruang Connecting Lantai 1. Dengan bahasa yang ringan dan santai, Bu Ni’mah menyampaikan ilmu fiqih terkait aurat, haid, tata cara mandi besar kepada kakak shalih-shalihah.
Walau bahasannya cukup berat, karena disampaikan dengan cara yang asyik, juga ekspresi dan gestur yang hidup, kakak shalihah insyaAllah mampu menerima materinya dengan lebih mudah. Penasaran pesan-pesan apa saja yang disampaikan bu Ni’mah dalam materi keputrian, Ayah Bunda?

Tiga Hal Penting dalam Materi Keputrian

Pada sesi sebelum Salat Zuhur ini, Bu Ni’mah menitikberatkan pentingnya muslimah untuk belajar fiqih. Karena sebagai seorang perempuan, dari ujung rambut hingga ujung kaki ada banyak hal yang harus dijaga.

Bersyukurnya agama Islam telah memberikan aturan yang jelas tentang bagaimana muslimah menjaga dirinya. Dalam waktu yang cukup singkat, namun banyak sekali hikmah yang bisa dicatat dalam materi keputrian yang disampaikan bu Ni’mah siang ini.

1. Menjadi Muslimah Cerdas

Pada bagian pertama materi keputrian, Bu Ni’mah menyampaikan pentingnya menjadi muslimah yang cerdas. Yaitu muslimah yang tidak FOMO (Fear of Missing Out) alias suka ikut-ikutan tren. Sementara dalam Islam sudah jelas ada aturannya.

Dalam beberapa hadis juga disampaikan larangan untuk menyerupai orang kafir, salah satunya dalam Hadis Riwayat Abu Dawud dan Hasan;
Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.

Dalam hal ini, bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah berhati-hati ketika menyukai lagu-lagu barat, Korea atau Jepang. Terutama ketika kakak shalihah tidak memahami makna lagunya, karena ada lagu-lagu yang liriknya berisi tentang kemaksiatan.

2. Belajar Memakai Jilbab Segi Empat

Selanjutnya, Bu Ni’mah juga mengajak kakak shalihah, terutama yang sudah Kelas 6 dan bersiap untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi, belajar cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat. Pertama, kakak wajib mengenakan ciput. Selain agar rambut bagian depan tidak keluar, ciput juga membantu menahan rambut bagian belakang tergerai. Bu Ni’mah memberikan tips kepada kakak shalihah untuk mengikat rambutnya lalu dimasukkan ke dalam ciput. Bagi kakak shalihah yang memiliki rambut panjang, rambutnya bisa digelung dan dirapikan ke dalam ciput.

Hal ini agar rambut bagian belakang kakak shalihah tidak mengintip, atau malah keluar dari jilbab. Rambut adalah bagian dari aurat perempuan, sehingga harus dipastikan rambut tidak boleh terlihat.

Kedua, kencangkan jilbab di bagian bawah dagu dengan jarum pentul atau peniti. Pastikan bagian ujung depan jilbab tidak menutup wajah. Muslimah memang perlu memiliki rasa malu, tetapi ada tempat dan waktunya.

Ketiga, kakak bisa menarik jilbab ke sisi bahu kanan atau kiri. Lalu kaitkan dengan peniti. Bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah tidak menggunakan jilbab dengan cara dililit di leher, pastikan panjang jilbab selalu menutup dada.

Bu Ni’mah juga membagikan tips lainnya terkait cara mengenakan jilbab segi empat. Di beberapa pondok tertentu, ada aturan yang melarang santrinya mengenakan jilbab yang ditarik ke bahu kanan/ kiri.

Agar aurat tetap terjaga, pastikan jangan ditali bagian bawah, tapi berikan peniti di bagian jilbab yang menjuntai. Sehingga saat kakak sedang beraktivitas, aurat tidak terlihat.

Pakai jilbab memang panas, kak… tapi lebih panas lagi api neraka,” ujar Bu Ni’mah saat menuntaskan bahasan tentang cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat.

galeri materi keputrian QLC

3. Aturan Memotong Rambut untuk Perempuan

Masih berkaitan dengan aurat, Bu Ni’mah juga membagikan pesan penting terkait rambut. “Lebih baik kakak shalihah memotong rambutnya di rumah, daripada di salon. Kecuali kakak bisa memastikan salon tersebut amanah dalam menjaga rambut kita yang telah terpotong tersebut,” kalimat Bu Ni’mah sebagai pengantar bahasan berikutnya dalam materi keputrian.

Rambut perempuan juga merupakan aurat, oleh karenanya penting untuk menjaganya, termasuk saat akan memotongnya. Bu Ni’mah berbagi pengalaman bagaimana beliau diajarkan oleh ayahnya cara menjaga rambut yang telah dipotong.

Setelah rambut dipotong, potongan rambut tersebut dikumpulkan lalu dikubur. Saat menguburnya, ada doa yang harus dibacakan. Bu Ni’mah juga mengajarkan kakak tentang doa ini. Seperti apa doanya? Coba Ayah Bunda bisa mengajak kakak shalihah untuk recalling ya, kira-kira kakak shalihah ingat tidak ya doa yang sudah diajarkan Bu Ni’mah ini.

4. Aturan Haid dan Tata Cara Mandi Besar

Di ujung materi keputrian, kak Adlina bertanya tentang hukum rambut yang rontok saat sedang haid. Dari pertanyaan tersebut, Bu Ni’mah lalu membahas sedikit tentang haid dan tata cara mandi besar.

Bu Ni’mah menyampaikan bahwa penting bagi kakak shalihah mencatat kapan haid dimulai. Bukan hanya tanggal, tetapi juga jam haid tersebut dimulai.
Apabila setelah hari kelima belas dari haid pertama, darah masih mengalir, maka darah tersebut dihukumi sebagai darah istiadhoh. Artinya, kakak shalihah tetap harus melaksanakan salat meski darah masih mengalir.

Bu Ni’mah juga menyampaikan penting bagi kakak shalihah untuk mengumpulkan rambut yang rontok, dan kuku yang dipotong saat sedang haid. Nanti ketika sudah dalam keadaan bersih, dan akan melaksanakan mandi junub, potongan rambut dan kuku tersebut bisa ikut disucikan.

Terkait mandi besar, bu Ni’mah juga berpesan bahwa air yang digunakan untuk membasahi rambut dan tubuh haruslah dalam kondisi mengalir. Oleh karenanya, berhati-hati apabila kakak shalihah mandi menggunakan bak atau ember. Apabila airnya tidak sejumlah dua kulah, maka air tersebut masuk kategori dalam air musta’mal. Air ini dihukumi sebagai air yang suci tapi tidak bisa mensucikan.

Bagi yang tidak memiliki shower di rumahnya, Bu Ni’mah menyarankan untuk mandi di bawah kran yang dinyalakan. Hal itu jauh lebih aman dalam mensucikan.

Tak lupa Bu Ni’mah juga mengajarkan doa yang harus dibaca saat melakukan mandi besar usai tuntas haid, yaitu;

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya, “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”

Demikian sepenggal cerita Quranic Leadership Camp bagian dua tentang materi keputrian yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat dan nantikan cerita keseruan QLC selanjutnya, Ayah Bunda!***(CM-MRT)

Pembukaan Quranic Leadership Camp di SD Islam Bintang Juara: Mencetak Pemimpin Muslim Sigap dan Bermanfaat

Pembukaan Quranic Leadership Camp di SD Islam Bintang Juara: Mencetak Pemimpin Muslim Sigap dan Bermanfaat

SD Islam Bintang Juara mengawali kegiatan Quranic Leadership Camp (QLC) Tahun Pelajaran 2024-2025, yang insyaAllah berlangsung pada Jum’at – Sabtu, 29 – 30 November 2024 dengan semangat yang membara. Dengan tema “Pemimpin Muslim yang Sigap dalam Bertindak dan Bermanfaat bagi Umat“, acara ini bertujuan mencetak generasi muda yang tangguh, memiliki kepemimpinan Islami, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Sulthanu, yang bertugas sebagai pemimpin upacara atau Pratama. Dengan penuh wibawa, Kak Sulthanu memimpin upacara sesuai tata cara yang telah diajarkan sebelumnya. Kehadiran para peserta, guru, dan orang tua menambah khidmat suasana pagi itu di halaman SD Islam Bintang Juara.

Pesan Inspiratif dari Kak Ni’mah pada Pembukaan Quranic Leadership Camp

Dalam kesempatan ini, Kak Ni’mah, yang bertugas sebagai pembina upacara, menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta. Ia mengawali dengan menjelaskan arti dari tema kegiatan. Menurutnya, pemimpin muslim yang sigap adalah seorang pemimpin yang selalu bergerak lancar dalam menjalankan aktivitas. “Sigap bukan sekadar cepat, tetapi juga tangkas, bijaksana, dan penuh pertimbangan,” ungkapnya dengan nada penuh semangat.

Kak Ni’mah juga mengajak para peserta untuk merenungkan QS An-Nashr yang menjadi ayat utama dalam Quranic Leadership Camp tahun pelajaran ini. Surat An-Nashr, yang terdiri dari tiga ayat, mengingatkan umat muslim akan dahsyatnya pertolongan Allah SWT. “Seorang pemimpin muslim sejati adalah pemimpin yang menyadari bahwa semua capaian, kekuatan, dan keberhasilannya berasal dari pertolongan Allah. Maka, sifat rendah hati dan syukur harus senantiasa melekat dalam diri pemimpin,” tegas Kak Ni’mah.

Sebagai bagian dari refleksi, Kak Ni’mah mengajarkan metode Kauny dalam melafalkan QS An-Nashr. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Suara lantang para peserta yang mengucapkan ayat demi ayat dengan penuh penghayatan menambah khidmat suasana pagi itu.

Pentingnya Tata Cara Upacara yang Benar

Selain itu, Kak Ni’mah memberikan edukasi tentang tata cara upacara yang benar. Ia menekankan bahwa saat berdiri dalam barisan, tubuh harus tegap dengan kaki sejajar tanpa salah satu sisi lebih tinggi. Saat memberi hormat kepada bendera, posisi tangan harus 90 derajat, berbeda dengan hormat kepada selain bendera, yang cukup 45 derajat.

Sebagai wujud hormat kepada bendera, kapan pun kita melihat Sang Merah Putih berkibar, kita harus berhenti sejenak dan memberikan penghormatan. Ini adalah cara kita menghargai perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Kak Ni’mah, mengingatkan peserta akan pentingnya nasionalisme sebagai bagian dari karakter seorang pemimpin.

galeri pembukaan QLC

Simbol Resmi Pembukaan Quranic Leadership Camp

Sebagai tanda dibukanya secara resmi kegiatan QLC, dilakukan pemakaian slayer kepada perwakilan peserta. Slayer ini melambangkan semangat dan tanggung jawab para peserta selama mengikuti kegiatan. Pemakaian slayer untuk peserta shalih dilakukan oleh Bapak Daud Djiwandono, Ketua FORSI SD Islam Bintang Juara, sementara untuk peserta shalihah dilakukan oleh Bunda Vivi Psikolog, Ketua Yayasan Dewi Sartika.

Dengan sigap, bersamaan diterimanya slayer oleh Kak Damar dan Kak Kia selaku perwakilan peserta, seluruh peserta QLC juga memasangkan slayernya masing-masing. Kegiatan ini secara resmi menandai dimulainya perjalanan dua hari yang penuh ilmu, pengalaman, dan tantangan. Semua peserta terlihat antusias untuk menjalani rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun karakter Islami yang kokoh.

Refleksi dan Harapan

QLC kali ini menjadi momentum penting bagi SD Islam Bintang Juara untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Islami kepada para siswa. Dalam dua hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan kepemimpinan yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab mereka.

Harapannya, melalui QLC ini, kakak shalih-shalihah dapat memahami bahwa menjadi seorang pemimpin tidak hanya tentang mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana membawa kebaikan bagi umat dan lingkungan.

Dengan pembukaan Quranic Leadership Camp yang penuh inspirasi, SD Islam Bintang Juara siap menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi pemimpin muslim yang sigap bertindak dan bermanfaat bagi umat. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.*** (CM-MRT)

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita: Perjalanan Penuh Makna Mengulik Sejarah

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita: Perjalanan Penuh Makna Mengulik Sejarah

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, SD Islam Bintang Juara mengadakan kunjungan ke Museum Ranggawarsita di Jalan Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 11 November 2024 untuk siswa kelas 1 hingga kelas 2, dan 14 November untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6.

Menggunakan angkutan umum, kakak shalih-shalihah dengan pendampingan guru bergerak lancar menuju museum. Di sana mereka diajak mengenal lebih dekat sosok pahlawan dan peristiwa-peristiwa sejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa, khususnya di Semarang dan Jawa Tengah, serta mengenal benda- benda bersejarah.

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita Bukan Sekedar Kunjungan Biasa

Tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan semangat kepahlawanan dan nasionalisme sejak dini kepada para siswa. Kepala SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga terintegrasi dengan pembelajaran berbasis informasi kontekstual.

“Dengan kegiatan ini, harapannya anak-anak mengenal tentang sosok pahlawan yang telah berjuang untuk negara kita dan peristiwa-peristiwa terkait perjuangan bangsa. Semoga kegiatan ini memberi pengalaman bermakna dan menumbuhkan jiwa nasionalisme,” ungkap Bu Ni’mah.

galeri kegiatan kunjungan ke museum ranggawarsita

Apa Kata Pihak Museum Terkait Kunjungan Siswa SD Islam Bintang Juara?

Kunjungan siswa SD Islam Bintang Juara mendapat sambutan positif dari pihak Museum Ranggawarsita. Menurut Bu Riska (staf pelayanan Museum Ranggawarsita), antusiasme kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara menunjukkan bahwa museum kini telah menjadi tempat yang menarik dan edukatif bagi generasi muda.

“Museum kan biasanya dikenal kuno, tapi sekarang kami punya video mapping, ruang visual, jadi museum juga sudah mengikuti zaman. Anak-anak bisa mengenal sejarah dengan cara yang lebih menarik dan modern,” ujar Bu Riska.

perjalanan mengulik sejarah ke museum ranggawarsita

Menghidupkan Semangat Belajar Sejarah di Museum

Dengan fasilitas yang interaktif, Museum Ranggawarsita berhasil membuat kakak shalih-shalihah lebih tertarik mempelajari sejarah. Selama kunjungan, mereka tak hanya melihat benda-benda peninggalan sejarah, tetapi juga mendapatkan penjelasan langsung dari staf museum.

Semoga dari kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara semakin memahami pentingnya sejarah dan bangga terhadap perjuangan pahlawan bangsa.***(CM-SA)

Pelaksanaan ANBK Tahun Pelajaran 2024 – 2025 di SD Islam Bintang Juara

Pelaksanaan ANBK Tahun Pelajaran 2024 – 2025 di SD Islam Bintang Juara

SD Islam Bintang Juara menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk Tahun Pelajaran 2024-2025, pada Senin dan Selasa, 4-5 November 2024. Pelaksanaan ANBK ini merupakan upaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menilai mutu pendidikan di seluruh Indonesia. SD Islam Bintang Juara pun turut berpartisipasi dengan mempersiapkan siswa dan fasilitas pendukung untuk kelancaran pelaksanaan ANBK.

Apa Saja Instrumen pada ANBK?

ANBK di SD Islam Bintang Juara diikuti oleh siswa kelas 5. Mereka mengerjakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang berisi dua jenis tes utama, yaitu literasi dan numerasi, untuk mengukur kemampuan pemahaman membaca serta kemampuan matematika dasar.
Selain instrumen AKM, ANBK juga memiliki dua instrumen lain untuk dinilai;

  • Survei karakter – dirancang untuk mengukur pencapaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Profil Pancasila itu terdiri dari Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
  • Survei Lingkungan Belajar – Untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
    Kedua instrumen ini diisi oleh siswa, guru, dan kepala sekolah untuk menggambarkan suasana pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah.

galeri pelaksanaan ANBK 2024-2025

Persiapan dan Pelaksanaan ANBK TP. 2024-2025

Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah telah melakukan persiapan teknis, seperti pengaturan jaringan internet dan kelengkapan perangkat komputer. Dukungan dari para guru dan staf sekolah sangat membantu dalam memastikan kelancaran pelaksanaan asesmen.

Sebelum hari pelaksanaan, kakak shalih-shalihah juga telah melakukan simulasi agar lebih siap secara mental dan memahami tata cara mengerjakan soal berbasis komputer.

Kepala SD Islam Bintang Juara menyampaikan bahwa ANBK bukan sekadar ujian, melainkan bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. “Kami berharap ANBK dapat menjadi refleksi yang membantu kami memahami kebutuhan siswa dan memperbaiki proses belajar mengajar ke depan,” ujarnya.

Alhamdulillah kakak shalih-shalihah Kelas 5 terlihat antusias dan semangat mengikuti ANBK, karena ini juga menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar dari mereka dalam menghadapi ujian berbasis komputer. Pelaksanaan ANBK di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan lancar, diharapkan hasil asesmen ini dapat memberikan gambaran nyata tentang mutu pendidikan dan memberikan masukan untuk pengembangan kualitas sekolah ke depan.*** (CM-MRT)