fbpx
Cerita QLC Bagian Dua: Materi Keputrian dari Bu Ni’mah untuk Kakak Shalihah

Cerita QLC Bagian Dua: Materi Keputrian dari Bu Ni’mah untuk Kakak Shalihah

Salah satu kegiatan dalam Quranic Leadership Camp (QLC) 2024 SD Islam Bintang Juara pada Jum’at, 29 November 2024 adalah materi keputrian. Materi ini disampaikan langsung oleh Bu Ni’mah selaku Kepala Sekolah. Diambil dari kitab Riyadhus Shalihin, Bu Ni’mah menyampaikan materi ini sebelum kakak shalih-shalihah memulai Salat Zuhur.

Sementara kakak shalih beranjak ke masjid untuk melaksanakan Salat Jumat, Bu Ni’mah mengajak kakak shalihah melingkar di Ruang Connecting Lantai 1. Dengan bahasa yang ringan dan santai, Bu Ni’mah menyampaikan ilmu fiqih terkait aurat, haid, tata cara mandi besar kepada kakak shalih-shalihah.
Walau bahasannya cukup berat, karena disampaikan dengan cara yang asyik, juga ekspresi dan gestur yang hidup, kakak shalihah insyaAllah mampu menerima materinya dengan lebih mudah. Penasaran pesan-pesan apa saja yang disampaikan bu Ni’mah dalam materi keputrian, Ayah Bunda?

Tiga Hal Penting dalam Materi Keputrian

Pada sesi sebelum Salat Zuhur ini, Bu Ni’mah menitikberatkan pentingnya muslimah untuk belajar fiqih. Karena sebagai seorang perempuan, dari ujung rambut hingga ujung kaki ada banyak hal yang harus dijaga.

Bersyukurnya agama Islam telah memberikan aturan yang jelas tentang bagaimana muslimah menjaga dirinya. Dalam waktu yang cukup singkat, namun banyak sekali hikmah yang bisa dicatat dalam materi keputrian yang disampaikan bu Ni’mah siang ini.

1. Menjadi Muslimah Cerdas

Pada bagian pertama materi keputrian, Bu Ni’mah menyampaikan pentingnya menjadi muslimah yang cerdas. Yaitu muslimah yang tidak FOMO (Fear of Missing Out) alias suka ikut-ikutan tren. Sementara dalam Islam sudah jelas ada aturannya.

Dalam beberapa hadis juga disampaikan larangan untuk menyerupai orang kafir, salah satunya dalam Hadis Riwayat Abu Dawud dan Hasan;
Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.

Dalam hal ini, bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah berhati-hati ketika menyukai lagu-lagu barat, Korea atau Jepang. Terutama ketika kakak shalihah tidak memahami makna lagunya, karena ada lagu-lagu yang liriknya berisi tentang kemaksiatan.

2. Belajar Memakai Jilbab Segi Empat

Selanjutnya, Bu Ni’mah juga mengajak kakak shalihah, terutama yang sudah Kelas 6 dan bersiap untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi, belajar cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat. Pertama, kakak wajib mengenakan ciput. Selain agar rambut bagian depan tidak keluar, ciput juga membantu menahan rambut bagian belakang tergerai. Bu Ni’mah memberikan tips kepada kakak shalihah untuk mengikat rambutnya lalu dimasukkan ke dalam ciput. Bagi kakak shalihah yang memiliki rambut panjang, rambutnya bisa digelung dan dirapikan ke dalam ciput.

Hal ini agar rambut bagian belakang kakak shalihah tidak mengintip, atau malah keluar dari jilbab. Rambut adalah bagian dari aurat perempuan, sehingga harus dipastikan rambut tidak boleh terlihat.

Kedua, kencangkan jilbab di bagian bawah dagu dengan jarum pentul atau peniti. Pastikan bagian ujung depan jilbab tidak menutup wajah. Muslimah memang perlu memiliki rasa malu, tetapi ada tempat dan waktunya.

Ketiga, kakak bisa menarik jilbab ke sisi bahu kanan atau kiri. Lalu kaitkan dengan peniti. Bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah tidak menggunakan jilbab dengan cara dililit di leher, pastikan panjang jilbab selalu menutup dada.

Bu Ni’mah juga membagikan tips lainnya terkait cara mengenakan jilbab segi empat. Di beberapa pondok tertentu, ada aturan yang melarang santrinya mengenakan jilbab yang ditarik ke bahu kanan/ kiri.

Agar aurat tetap terjaga, pastikan jangan ditali bagian bawah, tapi berikan peniti di bagian jilbab yang menjuntai. Sehingga saat kakak sedang beraktivitas, aurat tidak terlihat.

Pakai jilbab memang panas, kak… tapi lebih panas lagi api neraka,” ujar Bu Ni’mah saat menuntaskan bahasan tentang cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat.

galeri materi keputrian QLC

3. Aturan Memotong Rambut untuk Perempuan

Masih berkaitan dengan aurat, Bu Ni’mah juga membagikan pesan penting terkait rambut. “Lebih baik kakak shalihah memotong rambutnya di rumah, daripada di salon. Kecuali kakak bisa memastikan salon tersebut amanah dalam menjaga rambut kita yang telah terpotong tersebut,” kalimat Bu Ni’mah sebagai pengantar bahasan berikutnya dalam materi keputrian.

Rambut perempuan juga merupakan aurat, oleh karenanya penting untuk menjaganya, termasuk saat akan memotongnya. Bu Ni’mah berbagi pengalaman bagaimana beliau diajarkan oleh ayahnya cara menjaga rambut yang telah dipotong.

Setelah rambut dipotong, potongan rambut tersebut dikumpulkan lalu dikubur. Saat menguburnya, ada doa yang harus dibacakan. Bu Ni’mah juga mengajarkan kakak tentang doa ini. Seperti apa doanya? Coba Ayah Bunda bisa mengajak kakak shalihah untuk recalling ya, kira-kira kakak shalihah ingat tidak ya doa yang sudah diajarkan Bu Ni’mah ini.

4. Aturan Haid dan Tata Cara Mandi Besar

Di ujung materi keputrian, kak Adlina bertanya tentang hukum rambut yang rontok saat sedang haid. Dari pertanyaan tersebut, Bu Ni’mah lalu membahas sedikit tentang haid dan tata cara mandi besar.

Bu Ni’mah menyampaikan bahwa penting bagi kakak shalihah mencatat kapan haid dimulai. Bukan hanya tanggal, tetapi juga jam haid tersebut dimulai.
Apabila setelah hari kelima belas dari haid pertama, darah masih mengalir, maka darah tersebut dihukumi sebagai darah istiadhoh. Artinya, kakak shalihah tetap harus melaksanakan salat meski darah masih mengalir.

Bu Ni’mah juga menyampaikan penting bagi kakak shalihah untuk mengumpulkan rambut yang rontok, dan kuku yang dipotong saat sedang haid. Nanti ketika sudah dalam keadaan bersih, dan akan melaksanakan mandi junub, potongan rambut dan kuku tersebut bisa ikut disucikan.

Terkait mandi besar, bu Ni’mah juga berpesan bahwa air yang digunakan untuk membasahi rambut dan tubuh haruslah dalam kondisi mengalir. Oleh karenanya, berhati-hati apabila kakak shalihah mandi menggunakan bak atau ember. Apabila airnya tidak sejumlah dua kulah, maka air tersebut masuk kategori dalam air musta’mal. Air ini dihukumi sebagai air yang suci tapi tidak bisa mensucikan.

Bagi yang tidak memiliki shower di rumahnya, Bu Ni’mah menyarankan untuk mandi di bawah kran yang dinyalakan. Hal itu jauh lebih aman dalam mensucikan.

Tak lupa Bu Ni’mah juga mengajarkan doa yang harus dibaca saat melakukan mandi besar usai tuntas haid, yaitu;

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya, “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”

Demikian sepenggal cerita Quranic Leadership Camp bagian dua tentang materi keputrian yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat dan nantikan cerita keseruan QLC selanjutnya, Ayah Bunda!***(CM-MRT)

Pembukaan Quranic Leadership Camp di SD Islam Bintang Juara: Mencetak Pemimpin Muslim Sigap dan Bermanfaat

Pembukaan Quranic Leadership Camp di SD Islam Bintang Juara: Mencetak Pemimpin Muslim Sigap dan Bermanfaat

SD Islam Bintang Juara mengawali kegiatan Quranic Leadership Camp (QLC) Tahun Pelajaran 2024-2025, yang insyaAllah berlangsung pada Jum’at – Sabtu, 29 – 30 November 2024 dengan semangat yang membara. Dengan tema “Pemimpin Muslim yang Sigap dalam Bertindak dan Bermanfaat bagi Umat“, acara ini bertujuan mencetak generasi muda yang tangguh, memiliki kepemimpinan Islami, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Sulthanu, yang bertugas sebagai pemimpin upacara atau Pratama. Dengan penuh wibawa, Kak Sulthanu memimpin upacara sesuai tata cara yang telah diajarkan sebelumnya. Kehadiran para peserta, guru, dan orang tua menambah khidmat suasana pagi itu di halaman SD Islam Bintang Juara.

Pesan Inspiratif dari Kak Ni’mah pada Pembukaan Quranic Leadership Camp

Dalam kesempatan ini, Kak Ni’mah, yang bertugas sebagai pembina upacara, menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta. Ia mengawali dengan menjelaskan arti dari tema kegiatan. Menurutnya, pemimpin muslim yang sigap adalah seorang pemimpin yang selalu bergerak lancar dalam menjalankan aktivitas. “Sigap bukan sekadar cepat, tetapi juga tangkas, bijaksana, dan penuh pertimbangan,” ungkapnya dengan nada penuh semangat.

Kak Ni’mah juga mengajak para peserta untuk merenungkan QS An-Nashr yang menjadi ayat utama dalam Quranic Leadership Camp tahun pelajaran ini. Surat An-Nashr, yang terdiri dari tiga ayat, mengingatkan umat muslim akan dahsyatnya pertolongan Allah SWT. “Seorang pemimpin muslim sejati adalah pemimpin yang menyadari bahwa semua capaian, kekuatan, dan keberhasilannya berasal dari pertolongan Allah. Maka, sifat rendah hati dan syukur harus senantiasa melekat dalam diri pemimpin,” tegas Kak Ni’mah.

Sebagai bagian dari refleksi, Kak Ni’mah mengajarkan metode Kauny dalam melafalkan QS An-Nashr. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Suara lantang para peserta yang mengucapkan ayat demi ayat dengan penuh penghayatan menambah khidmat suasana pagi itu.

Pentingnya Tata Cara Upacara yang Benar

Selain itu, Kak Ni’mah memberikan edukasi tentang tata cara upacara yang benar. Ia menekankan bahwa saat berdiri dalam barisan, tubuh harus tegap dengan kaki sejajar tanpa salah satu sisi lebih tinggi. Saat memberi hormat kepada bendera, posisi tangan harus 90 derajat, berbeda dengan hormat kepada selain bendera, yang cukup 45 derajat.

Sebagai wujud hormat kepada bendera, kapan pun kita melihat Sang Merah Putih berkibar, kita harus berhenti sejenak dan memberikan penghormatan. Ini adalah cara kita menghargai perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia,” ujar Kak Ni’mah, mengingatkan peserta akan pentingnya nasionalisme sebagai bagian dari karakter seorang pemimpin.

galeri pembukaan QLC

Simbol Resmi Pembukaan Quranic Leadership Camp

Sebagai tanda dibukanya secara resmi kegiatan QLC, dilakukan pemakaian slayer kepada perwakilan peserta. Slayer ini melambangkan semangat dan tanggung jawab para peserta selama mengikuti kegiatan. Pemakaian slayer untuk peserta shalih dilakukan oleh Bapak Daud Djiwandono, Ketua FORSI SD Islam Bintang Juara, sementara untuk peserta shalihah dilakukan oleh Bunda Vivi Psikolog, Ketua Yayasan Dewi Sartika.

Dengan sigap, bersamaan diterimanya slayer oleh Kak Damar dan Kak Kia selaku perwakilan peserta, seluruh peserta QLC juga memasangkan slayernya masing-masing. Kegiatan ini secara resmi menandai dimulainya perjalanan dua hari yang penuh ilmu, pengalaman, dan tantangan. Semua peserta terlihat antusias untuk menjalani rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun karakter Islami yang kokoh.

Refleksi dan Harapan

QLC kali ini menjadi momentum penting bagi SD Islam Bintang Juara untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Islami kepada para siswa. Dalam dua hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan kepemimpinan yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab mereka.

Harapannya, melalui QLC ini, kakak shalih-shalihah dapat memahami bahwa menjadi seorang pemimpin tidak hanya tentang mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana membawa kebaikan bagi umat dan lingkungan.

Dengan pembukaan Quranic Leadership Camp yang penuh inspirasi, SD Islam Bintang Juara siap menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi pemimpin muslim yang sigap bertindak dan bermanfaat bagi umat. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.*** (CM-MRT)

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita: Perjalanan Penuh Makna Mengulik Sejarah

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita: Perjalanan Penuh Makna Mengulik Sejarah

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, SD Islam Bintang Juara mengadakan kunjungan ke Museum Ranggawarsita di Jalan Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 11 November 2024 untuk siswa kelas 1 hingga kelas 2, dan 14 November untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6.

Menggunakan angkutan umum, kakak shalih-shalihah dengan pendampingan guru bergerak lancar menuju museum. Di sana mereka diajak mengenal lebih dekat sosok pahlawan dan peristiwa-peristiwa sejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa, khususnya di Semarang dan Jawa Tengah, serta mengenal benda- benda bersejarah.

Kunjungan ke Museum Ranggawarsita Bukan Sekedar Kunjungan Biasa

Tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan semangat kepahlawanan dan nasionalisme sejak dini kepada para siswa. Kepala SD Islam Bintang Juara, Bu Ni’mah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga terintegrasi dengan pembelajaran berbasis informasi kontekstual.

“Dengan kegiatan ini, harapannya anak-anak mengenal tentang sosok pahlawan yang telah berjuang untuk negara kita dan peristiwa-peristiwa terkait perjuangan bangsa. Semoga kegiatan ini memberi pengalaman bermakna dan menumbuhkan jiwa nasionalisme,” ungkap Bu Ni’mah.

galeri kegiatan kunjungan ke museum ranggawarsita

Apa Kata Pihak Museum Terkait Kunjungan Siswa SD Islam Bintang Juara?

Kunjungan siswa SD Islam Bintang Juara mendapat sambutan positif dari pihak Museum Ranggawarsita. Menurut Bu Riska (staf pelayanan Museum Ranggawarsita), antusiasme kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara menunjukkan bahwa museum kini telah menjadi tempat yang menarik dan edukatif bagi generasi muda.

“Museum kan biasanya dikenal kuno, tapi sekarang kami punya video mapping, ruang visual, jadi museum juga sudah mengikuti zaman. Anak-anak bisa mengenal sejarah dengan cara yang lebih menarik dan modern,” ujar Bu Riska.

perjalanan mengulik sejarah ke museum ranggawarsita

Menghidupkan Semangat Belajar Sejarah di Museum

Dengan fasilitas yang interaktif, Museum Ranggawarsita berhasil membuat kakak shalih-shalihah lebih tertarik mempelajari sejarah. Selama kunjungan, mereka tak hanya melihat benda-benda peninggalan sejarah, tetapi juga mendapatkan penjelasan langsung dari staf museum.

Semoga dari kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara semakin memahami pentingnya sejarah dan bangga terhadap perjuangan pahlawan bangsa.***(CM-SA)

Pelaksanaan ANBK Tahun Pelajaran 2024 – 2025 di SD Islam Bintang Juara

Pelaksanaan ANBK Tahun Pelajaran 2024 – 2025 di SD Islam Bintang Juara

SD Islam Bintang Juara menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk Tahun Pelajaran 2024-2025, pada Senin dan Selasa, 4-5 November 2024. Pelaksanaan ANBK ini merupakan upaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menilai mutu pendidikan di seluruh Indonesia. SD Islam Bintang Juara pun turut berpartisipasi dengan mempersiapkan siswa dan fasilitas pendukung untuk kelancaran pelaksanaan ANBK.

Apa Saja Instrumen pada ANBK?

ANBK di SD Islam Bintang Juara diikuti oleh siswa kelas 5. Mereka mengerjakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang berisi dua jenis tes utama, yaitu literasi dan numerasi, untuk mengukur kemampuan pemahaman membaca serta kemampuan matematika dasar.
Selain instrumen AKM, ANBK juga memiliki dua instrumen lain untuk dinilai;

  • Survei karakter – dirancang untuk mengukur pencapaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Profil Pancasila itu terdiri dari Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
  • Survei Lingkungan Belajar – Untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
    Kedua instrumen ini diisi oleh siswa, guru, dan kepala sekolah untuk menggambarkan suasana pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah.

galeri pelaksanaan ANBK 2024-2025

Persiapan dan Pelaksanaan ANBK TP. 2024-2025

Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah telah melakukan persiapan teknis, seperti pengaturan jaringan internet dan kelengkapan perangkat komputer. Dukungan dari para guru dan staf sekolah sangat membantu dalam memastikan kelancaran pelaksanaan asesmen.

Sebelum hari pelaksanaan, kakak shalih-shalihah juga telah melakukan simulasi agar lebih siap secara mental dan memahami tata cara mengerjakan soal berbasis komputer.

Kepala SD Islam Bintang Juara menyampaikan bahwa ANBK bukan sekadar ujian, melainkan bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. “Kami berharap ANBK dapat menjadi refleksi yang membantu kami memahami kebutuhan siswa dan memperbaiki proses belajar mengajar ke depan,” ujarnya.

Alhamdulillah kakak shalih-shalihah Kelas 5 terlihat antusias dan semangat mengikuti ANBK, karena ini juga menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar dari mereka dalam menghadapi ujian berbasis komputer. Pelaksanaan ANBK di SD Islam Bintang Juara berjalan dengan lancar, diharapkan hasil asesmen ini dapat memberikan gambaran nyata tentang mutu pendidikan dan memberikan masukan untuk pengembangan kualitas sekolah ke depan.*** (CM-MRT)

Bioskop Literasi: Kegiatan Literasi Inspiratif Menyemarakkan Maulid Nabi di SD Islam Bintang Juara

Bioskop Literasi: Kegiatan Literasi Inspiratif Menyemarakkan Maulid Nabi di SD Islam Bintang Juara

Pada Jumat, 13 September 2024, SD Islam Bintang Juara menggelar kegiatan literasi yang unik dan inspiratif dalam rangka menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan bertajuk Bioskop Literasi ini melibatkan kakak shalih-shalihah dari kelas Oryza Sativa (Kelas 6) sebagai event organizer utama.

Kegiatan ini merupakan praktik nyata usai pelaksanaan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) bertema Goal Setting and Daily Planner. Setelah mendapatkan materi bagaimana menetapkan tujuan dan membuat rancangan harian, kakak shalih-shalihah Kelas 6 langsung praktik dengan menjadi Event Organizer (EO) Bioskop Literasi.

Sebelum mulai menjalankan perannya sebagai EO, kakak shalih-shalihah menyusun terlebih dahulu kepanitiannya. Adapun kepanitiaan dalam kegiatan ini:

  • Koordinator: Kak Fillah
  • Wakil Koordinator: Kak Attaar
  • Perlengkapan: Kak Raffie, Kak Sulthan, Kak Kael, Kak Arkan, Kak Alta
  • Bendahara: Kak Sachi, Kak Ade, Kak Kayla
  • Sekretaris: Kak Aisya, Kak Adlina, Kak Khalisa
  • Dekorasi: Kak Haya, Kak Ninda, Kak Jingga, Kak Rara
  • Keamanan: Kak Adrian, Kak Arsyad, Kak Mirza, Kak Calief
  • Acara: Kak Dea, Kak Jibril, Kak Firman, Kak Naina

Tidak hanya sekadar menonton film, acara ini dikemas dengan penuh kreativitas yang melibatkan berbagai unsur literasi dan penguatan karakter Islami.

galeri bioskop literasi SD Islam Bintang Juara

Bioskop Literasi: Menggabungkan Visual dan Literasi

Bioskop Literasi merupakan kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai kehidupan Nabi Muhammad SAW melalui media film. Menggabungkan unsur visual dengan literasi, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa ingin tahu, berpikir kritis, serta mendiskusikan nilai-nilai luhur yang dapat diambil dari kehidupan Rasulullah.

SD Islam Bintang Juara menghadirkan acara ini sebagai cara kreatif untuk memperkenalkan ajaran-ajaran Islam kepada kakak shalih-shalihah dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan menonton tayangan edukatif bertema Islami, diharapkan kakak shalih-shalihah tidak hanya terhibur, tetapi juga terinspirasi untuk menerapkan nilai-nilai positif yang disampaikan dalam video yang ditayangkan.

Kakak Shalih-Shalihah Kelas Oryza Sativa Sebagai Event Organizer

Hal yang membuat Bioskop Literasi di SD Islam Bintang Juara lebih istimewa adalah keterlibatan kakak shalih-shalihah kelas Oryza Sativa sebagai penyelenggara acara. Kakak shalih-shalihah kelas 6 bertanggung jawab penuh atas seluruh proses pelaksanaan acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan hari H.

Beberapa tugas penting yang mereka lakukan antara lain:

1. Menyiapkan Media Promosi

Sebelum acara berlangsung, kakak shalih-shalihah kelas Oryza Sativa mendesain poster, selebaran, dan membuat pengumuman di sekolah untuk mengundang adik-adik kelas menghadiri acara ini. Kreativitas mereka terlihat dari poster yang penuh warna dan menarik perhatian siswa-siswa lainnya.

2. Mengatur Perlengkapan Menonton

Untuk memastikan kelancaran acara, kakak shalih-shalihah juga mengatur perlengkapan teknis seperti layar proyektor, laptop, dan sound system. Mereka bekerja sama memastikan bahwa semua alat berfungsi dengan baik sebelum acara dimulai.

3. Pengelolaan Ticketing

Tiket untuk menonton film ini dibuat oleh kakak-kakak kelas Oryza Sativa. Mereka mencetak dan membagikan tiket kepada adik-adik kelas yang ingin menonton. Meskipun acara ini gratis, adanya sistem tiket membuat acara terkesan lebih profesional dan tertib.

4. Menyambut Tamu dan Memberikan Tata Tertib

Sebelum acara dimulai, para kakak Oryza Sativa menyambut adik-adik kelas dengan ramah di pintu masuk. Mereka juga memberikan penjelasan tentang tata tertib selama acara berlangsung, seperti menjaga ketenangan, tidak meninggalkan sampah, dan fokus menyimak film yang diputar.

5. Mengoperasikan Laptop dan Menayangkan Video

Dalam peran teknis, kakak-kakak kelas 6 juga bertugas mengoperasikan laptop dan memastikan film berjalan dengan lancar. Dengan koordinasi yang baik, mereka sukses menjalankan acara tanpa kendala teknis yang berarti.

Video yang Diputar dan Nilai-Nilai yang Disampaikan

Video yang diputar dalam acara ini adalah video Bincang Literasi antara Salma dan Pak Arif Wibowo, S.Hi., S.H., yang bercerita tentang kisah hidup Nabi Muhammad SAW, utamanya bagaimana Rasulullah SAW dalam menjaga lingkungan.

Video ini menyoroti berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Nabi terkait menjaga lingkungan, seperti tidak boros air ketika berwudhu dan ajakan untuk menanam pohon. Dengan visual yang menarik, video produksi Cipta Media Digital ini berhasil menarik perhatian adik-adik kelas yang hadir.

Setelah menonton video, acara dilanjutkan dengan mengisi LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang telah disiapkan oleh Bu Nawang selaku Tim Litbang Sekolah Islam Bintang Juara.

Apakah Ayah Bunda penasaran dengan video yang ditonton kakak shalih-shalihah pada kegiatan Bioskop Literasi? Silakan Ayah Bunda bisa ikut menyimak videonya:

Respon Positif dari Peserta

Adik-adik kelas 1-5 yang hadir dalam acara Bioskop Literasi ini tampak antusias sejak awal hingga akhir acara. Mereka merasa senang bisa menonton video yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga.

“Realistik, kaya bioskop beneran,” ujar kak Syabil kelas 5 yang ikut menonton.

Kesimpulan: Bioskop Literasi Lebih dari Sekadar Menonton

Bioskop Literasi di SD Islam Bintang Juara bukan hanya tentang menonton film, tetapi juga tentang bagaimana kegiatan ini mampu memupuk minat baca, memperkuat nilai-nilai moral Islami, dan membangun karakter siswa. Melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah tidak hanya diajak untuk menyimak video, tetapi juga memahami isi video agar bisa menuntaskan tantangan yang diberikan.

Sementara itu, bagi kakak-kakak kelas Oryza Sativa, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam bekerja sama, berorganisasi, dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya belajar mengelola acara, tetapi juga merasakan kepuasan tersendiri saat melihat acara berjalan lancar dan adik-adik kelas menikmati kegiatan yang mereka persiapkan dengan sepenuh hati.

Ayah Bunda ingin tahu bagaimana kegiatan Bioskop Literasi berlangsung? Silakan menyimak video berikut:

Bioskop Literasi yang diadakan di SD Islam Bintang Juara merupakan contoh kegiatan literasi inspiratif yang mampu menggabungkan pendidikan, hiburan, dan penguatan karakter Islami. Dengan melibatkan kakak shalih-shalihah dalam penyelenggaraan acara, kegiatan ini tidak hanya sukses menyemarakkan perayaan Maulid Nabi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para peserta dalam menumbuhkan sikap bertanggung jawab dan saling peduli.***

BBOT Nan Inspiratif: Goal Setting and Daily Planner

BBOT Nan Inspiratif: Goal Setting and Daily Planner

Goal Setting and Daily Planner merupakan tema dari BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) pembuka yang dilaksanakan di Kelas 6. Bersama Bunda Lis Setiyowati, bunda dari Kak Jibril, kakak kelas 6 diajak untuk menetapkan tujuan dan membuat rencana harian.

Belajar Goal Setting and Daily Planner bersama Bunda Kak Jibril

Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, kakak shalih-shalihah menghadapi berbagai tantangan yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi, informasi yang terus-menerus mengalir, serta tekanan akademik dan sosial yang meningkat, membuat kakak shalih-shalihah perlu memiliki keterampilan yang memungkinkan mereka untuk tetap fokus, terorganisir, dan produktif.

Salah satu cara yang efektif untuk membantu kakak shalih-shalihah menghadapi tantangan ini adalah dengan mengajarkan mereka untuk menyusun “goal setting” (penetapan tujuan) dan “daily planner” (perencana harian). Secara keseluruhan, “goal setting” dan “daily planner” adalah alat penting yang membantu kakak shalih-shalihah mengembangkan keterampilan manajemen diri, memperkuat karakter, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.

Inilah mengapa sangat penting untuk mengajarkan konsep-konsep ini kepada kakak shalih-shalihah sejak dini, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sukses, terorganisir, dan memiliki arah yang jelas dalam hidup. Dengan program BBOT kali ini, siswa akan dibekali dengan informasi mengenai penyusunan “goal setting” dan “daily planner” yang nantinya dapat langsung diterapkan dalam berbagai kegiatan.

Bersama Bunda Kak Jibril, pada hari Rabu, 4 September 2024, kakak shalih-shalihah kelas 6 belajar secara langsung bagaimana cara menetapkan tujuan dan merancang rencana harian. Bunda Kak Jibril memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari tentang bagaimana menetapkan tujuan yang spesifik dan relevan bagi kakak shalih-shalihah kelas 6.

Metode SMART dalam Menetapkan Tujuan

Dalam menetapkan tujuan, Bunda Kak Jibril menyampaikan sebuah metode yang biasa digunakan oleh para profesional, yaitu Metode SMART, meliputi:

  • Spesific – Membuat tujuan yang hendak dicapai sejelas dan sedetail mungkin. Misalnya: “Aku ingin bisa berbahasa Inggris”. Tujuan ini masih kurang spesifik. Bunda Jibril memberikan contoh agar mengubahnya lebih detail lagi seperti ini, “Aku ingin lancar speaking English dalam waktu 1 bulan dengan latihan speaking minimal 30 menit sehari.”
  • Measurable – Memiliki cara untuk mengukur kemajuan dalam mencapai goal tersebut. Misalnya: untuk mencapai tujuan lancar berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, dapat diukur dengan berani berbincang dengan native speaker dan memahami apa yang disampaikan oleh native speaker. Sementara jika tujuannya adalah memiliki kemampuan tata bahasa (grammar) yang baik, dapat diukur dengan beragam tes bahasa inggris, salah satunya dengan tes TOEFL.
  • Achievable: Tujuan harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Contohnya: jika ingin lancar berkomunikasi dengan bahasa Inggris, maka kakak shalih-shalihah harus meningkatkan kekayaan kosa kata dan belajar tata bahasa terlebih dahulu.
  • Relevant: Pastikan tujuan yang hendak dicapai selaras dengan goal jangka panjang. Contohnya: ingin menguasai Bahasa Inggris karena mempunyai mimpi untuk kuliah di New York.
  • Time Bound: Tetapkan batas waktu dalam mencapai goal tersebut. Dalam contoh di awal sudah dikatakan Time Bound untuk mencapai goal tersebut, yaitu lancar speaking English selama 1 bulan.

galeri BBOT Goal Setting and Daily Planner

Merancang Daily Plan dan Melakukan Refleksi

Selain belajar menetapkan tujuan, kakak shalih-shalihah juga diajak praktik secara langsung menyusun daily planner. Sebelum praktik, Bunda Kak Jibril menyampaikan bahwa fungsi daily planner dapat membantu kakak shalih-shalihah dalam mengelola waktu dan menyelesaikan tugas-tugas harian mereka.

Setelah itu, Bunda Kak Jibril memaparkan bagaimana cara merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan. Yaitu dengan memandu kakak shalih-shalihah dalam memecah tujuan besar mereka menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dilakukan setiap hari atau minggu.

Sebagai penutup, Bunda Kak Jibril menjelaskan pentingnya evaluasi dan refleksi dalam mencapai tujuan, serta bagaimana kakak shalih-shalihah dapat mengukur kemajuan mereka. Bunda Kak Jibril memandu kakak shalih-shalihah dalam membuat catatan evaluasi sederhana untuk melihat apakah mereka mencapai target harian atau mingguan mereka.

Namun, istimewanya BBOT kali ini tidak hanya berhenti sampai materi selesai disampaikan, Ayah Bunda. Agar kakak shalih-shalihah lebih bersemangat dalam untuk mempraktikkan Goal Setting and Daily Planner, kakak shalih-shalihah kelas 6 mendapat tugas sebagai event organizer dalam kegiatan “Bioskop Literasi”.

Seperti apakah kegiatan Bioskop Literasi berlangsung? Simak cerita Bintang Juara berikutnya ya. Ngomong-ngomong, Ayah Bunda sudah menjalankan Goal Setting and Daily Planner jugakah di rumah?***