SD Islam Bintang Juara mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah dengan tema “Menjadi Generasi Pemimpin Setangguh Rasulullah SAW.” Acara yang diselenggarakan pada hari Rabu, 18 September 2024 ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada para siswa. Berbagai kegiatan menarik dilaksanakan untuk memeriahkan acara, melibatkan siswa dan guru, dengan semangat cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Bintang Juara Bershalawat: Grup Rebana dan Persembahan Guru
Kegiatan dimulai dengan acara Bintang Juara Bershalawat yang diiringi oleh Grup Rebana An Najma. Grup rebana ini merupakan kelompok musik Islami yang terdiri dari kakak shalih-shalihah yang memiliki bakat seni dalam bermusik, khususnya dalam memainkan alat-alat rebana. Penampilan mereka memukau para hadirin dengan lantunan shalawat yang indah, menciptakan suasana penuh ketenangan dan khusyuk.
Tidak hanya kakak shalih-shalihah yang berpartisipasi, para guru pun turut memberikan persembahan spesial. Mereka membawakan shalawat secara bersama-sama, menunjukkan bahwa kegiatan ini adalah momen kebersamaan dan kebanggaan seluruh komunitas sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin mencintai Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dai Kecil: Tausiyah Inspiratif dari Kak Daffa Kelas 5
Acara berlanjut dengan sesi Dai Kecil, yang menampilkan Kak Daffa, kakak shalih kelas 5, sebagai pembicara utama. Dalam tausiyahnya, Kak Daffa membahas tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW menjadi pemimpin yang adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang. Ia juga mengingatkan teman-temannya tentang pentingnya bersikap jujur, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik kepada orang lain.
Meski masih muda, Kak Daffa mampu menyampaikan pesan-pesan moral dengan penuh percaya diri dan inspiratif. Tausiyahnya mengajak para siswa untuk mengikuti teladan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal kepemimpinan, yang akan berguna bagi mereka di masa depan. Sesi ini mendapat apresiasi dari seluruh peserta yang hadir karena mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara sederhana namun bermakna.
Kelas Kepemimpinan: Belajar Memimpin Sesuai Fase Usia
Setelah sesi tausiyah, acara dilanjutkan dengan Kelas Kepemimpinan yang dibagi menjadi tiga fase sesuai jenjang kelas siswa. Fase pertama, untuk kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2, dibimbing oleh Pak Ali. Dalam fase ini, kakak shalih-shalihah diajarkan tentang nilai-nilai dasar kepemimpinan, seperti tanggung jawab, kerja sama, dan saling menghormati. Kegiatan ini dilakukan melalui menonton video, permainan dan simulasi sederhana agar mudah dipahami oleh kakak shalih-shalihah yang masih cukup muda usianya.
Fase kedua diikuti oleh kakak shalih-shalihah kelas 3A dan 3B yang dibimbing oleh Pak Solekan. Pak Solekan membagikan empat sifat utama yang ada dalam diri Rasulullah SAW, yaitu Shiddiq (Benar dan Jujur), Fathonah (Cerdas), Amanah (Dapat Dipercaya), Tabligh (Menyampaikan). Pak Solekan menyebutkan bahwa untuk bisa menjadi seorang pemimpin, maka setidaknya kakak shalih-shalihah harus memiliki satu atau dua sifat tersebut.
Fase ketiga, yang melibatkan kakak shalih-shalihah kelas 4, 5, dan 6, dibimbing oleh Ustaz Fahri. Berbeda dengan pembimbing dari Fase A dan B yang merupakan guru internal SD Islam Bintang Juara, pembimbing untuk fase tinggi didapuk dari luar sekolah. Beliau adalah seorang Hafiz Qur’an.
Ustaz Fahri berbagi kisah Rasulullah SAW, dan mengajak kakak shalih-shalihah bermain kuis interaktif terkait dengan materi kisah yang telah dibawakan. Tak hanya itu, Ustaz Fahri juga mengajak kakak shalih-shalihah untuk melakukan sambung ayat. MasyaAllah…
Penutup
Peringatan Maulid Nabi 1446 H di SD Islam Bintang Juara menjadi momen penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Melalui kegiatan-kegiatan seperti Bintang Juara Bershalawat, Dai Kecil, dan Kelas Kepemimpinan, kakak shalih-shalihah tidak hanya diajak untuk memahami makna kepemimpinan, tetapi juga untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meneladani Rasulullah SAW, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi pemimpin yang tangguh, adil, dan bijaksana di masa depan.
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, SD Islam Bintang Juara mengadakan Festival Kemerdekaan selama dua hari berturut-turut. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah kreativitas dan kekompakan para siswa, tetapi juga untuk menanamkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.
Hari Pertama: Gobak Sodor dan Pidato Kemerdekaan
Pada hari pertama Festival Kemerdekaan, semangat kakak shalih-shalihah terlihat begitu menggebu-gebu. Acara dimulai dengan permainan tradisional Gobak Sodor yang melibatkan seluruh kelas. Permainan ini dipilih karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kerja sama tim, strategi, dan ketangkasan, sangat relevan dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
Seluruh siswa, dari kelas satu hingga kelas enam, dengan antusias berpartisipasi dalam permainan ini. Suara sorak-sorai dan tawa riang terdengar di seluruh penjuru sekolah. Setiap tim berusaha keras memenangkan pertandingan, namun di balik kompetisi tersebut, tercipta rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat di antara para siswa.
Bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan Gobak Sodor, festival pidato kemerdekaan berlangsung di area ruang tamu. Pidato Kemerdekaan dibawakan oleh beberapa siswa pilihan dari kelas 1-6. Dalam pidato kakak shalih-shalihah, sebagian besar mereka mengajak para pendengar untuk merenungkan makna kemerdekaan yang telah diraih dengan darah dan air mata para pahlawan bangsa.
Kakak shalih-shalihah dalam pidatonya juga mengajak para pendengar untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif, seperti belajar dengan giat dan berprestasi di berbagai bidang.
MasyaAllah semakin hari kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara makin piawai dalam berpidato. Bahkan Kak Daffa sampai bercucuran air mata saat menyampaikan isi pidatonya dengan penuh penghayatan.
Harapannya dengan kegiatan Pidato Kemerdekaan ini, kakak shalih-shalihah menjadi terinspirasi untuk lebih mencintai bangsa dan negara, serta berkomitmen untuk menjadi generasi penerus yang mampu menjaga dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Hari Kedua: Jalan Sehat, Festival Petani Cilik, dan Festival Pejuang Tangguh
Hari kedua Festival Kemerdekaan dimulai dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan orang tua. Dengan rute mengelilingi lingkungan sekitar sekolah, acara jalan sehat ini menjadi momen kebersamaan yang hangat dan penuh keceriaan.
Setiap kelas menampilkan yel-yel terbaiknya. Ada pula yang membawa MMT, poster-poster inspiratif hingga galon bekas yang ditabuh bertalu-talu. Semakin menambah semarak sepanjang perjalanan.
Terlebih kakak shalih-shalihah mengenakan pakaian dengan nuansa Merah Putih, sehingga ketika berjalan dalam barisan terlihat gagah nan berani. Beberapa di antaranya juga menempelkan stiker gambar Garuda atau bendera Merah Putih di pipi mereka.
Sesampainya di sekolah, setiap peserta diberikan sari kacang hijau sebagai minuman sehat untuk mengembalikan stamina usai berjalan-jalan.
Usai jalan sehat, acara dilanjutkan dengan Festival Petani Cilik. Dalam festival ini, kakak shalih-shalihah kelas rendah diajak untuk belajar dan merasakan langsung bagaimana menjadi petani. Mereka belajar menanam kangkung di dalam polybag, mengenal berbagai jenis real food, dan memahami pentingnya memilih makanan sehat.
Kegiatan yang mengangkat tema “Makananku Real Food, Akhlakku Real Good” ini disambut antusias oleh kakak shalih-shalihah kelas rendah. Mereka mendengarkan paparan materi dari Bu Siti dengan seksama dan mempraktikkan menanam kangkung dengan penuh semangat.
Nantinya para petani cilik ini mendapat tanggungjawab untuk merawat tanaman kangkungnya hingga tumbuh dengan sehat, dan bisa dipanen. Kegiatan ini juga merupakan salah satu langkah SD Islam Bintang Juara menuju Sekolah Adiwiyata.
Sementara itu di kelas tinggi, kakak shalih-shalihah mendapat materi dari Bu Nawang. Dilanjutkan mereka melakukan riset terkait lingkungan yang bisa diaplikasikan di sekolah. Hasil riset tersebut kemudian dipaparkan pada hari Jum’at, 23 Agustus 2024 di depan Pak Ronal dan Bu Siti.
Selain melakukan riset dan presentasi, kakak kelas tinggi juga mendapat tugas untuk membuat poster bertema lingkungan. Kegiatan Festival Petani Cilik ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan menghargai profesi petani sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan masyarakat.
Pada saat bersamaan dengan berlangsungnya Festival Petani Cilik, diadakan pula Festival Pejuang Tangguh yang menampilkan kegiatan tarik tambang. Kegiatan ini menjadi puncak kegembiraan di hari kedua.
Setiap kelas berusaha menunjukkan kekuatan dan kekompakan mereka dalam menarik tali tambang. Sorak-sorai penonton yang terdiri dari teman-teman dan guru-guru semakin menambah semangat para peserta.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, pada hari kedua ini juga diadakan sesi berbagi hadiah doorpize. Hadiah ini sendiri dikumpulkan dari para guru dan murid-murid. Lalu diacak dan dibagikan kembali kepada murid dan guru.
Hadiah-hadiah sederhana seperti buku tulis, alat tulis, tumblr, dan mainan edukatif diberikan sebagai bentuk rasa syukur pada kemerdekaan Indonesia yang telah menuju usia 79.
Penutup
Festival Kemerdekaan di SD Islam Bintang Juara menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh warga sekolah. Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar tentang sejarah dan makna kemerdekaan, tetapi juga mengembangkan berbagai nilai positif seperti kerja sama, kedisiplinan, dan rasa syukur.
Semangat kebangsaan yang tumbuh dari Festival Kemerdekaan ini diharapkan dapat terus menyala dalam diri setiap siswa, membimbing mereka menjadi generasi penerus yang cinta tanah air dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.***
Quranic Leadersip Camp 2024 hari kedua dibuka dengan kegiatan sholat Subuh berjamaah. Alhamdulillah kakak shalih-shalihah mudah dibangunkan, dan bergerak lancar untuk bersiap-siap sholat.
Usai sholat, kakak shalih-shalihah peserta Quranic Leadership Camp (QLC) bergerak menuju lapangan untuk mengikuti Upacara Api Unggu. Alhamdulillah pagi itu langit masih cukup gelap. Api Unggun menyala dengan terangnya.
Para petugas Upacara Api Unggun menjalankan perannya dengan maksimal. Membawa keharuan tersendiri bagi siapapun yang mampu memaknai setiap kata dan aksi yang dilakukan.
Apalagi ketika Bu NI’mah menyampaikan pesan bermakna, “Di pagi hari api unggun menyala, artinya semangat itu tidak harus menyala di malam hari saja. Tetapi disetiap waktu kita harus punya semangat yang berkobar.”
Melalui pesan tersebut, diharapkan kakak-kakak shalihah senantiasa mampu menyalakan semangat dalam kondisi apapun. Tidak mudah patah semangat walau sebesar apapun tantangan yang menghadang.
Inilah refleksi yang diharapkan mampu didapatkan oleh kakak shalih-shalihah memaknai hujan deras yang diturunkan Allah SWT sepanjang malam. Sebagaimana termaktub dalam QS Al Insyirah, bahwasanya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Apa yang Allah SWT sampaikan lewat QS Al Insyirah ditunjukkan secara langsung kepada kakak shalih-shalihah pagi itu. Setelah kakak shalih-shalihah mampu bersabar dan bertahan dalam tantangan hujan deras yang Allah SWT berikan, Allah SWT menghadiahkan tambahan nikmat berupa pelangi yang indah.
Bumi Perkemahan Harda Walika semakin terlihat memesona pagi itu. Pelangi yang melengkung di angkasa otomatis melengkungkan pula senyuman di bibir kakak shalih-shalihah. Senam pagi pun dilaksanakan dengan semangat membara.
Usai senam, kakak shalih-shalihah bergegas menuju aula dan beberapa titik lokasi yang telah dipilih untuk sarapan bersama kelompoknya masing-masing. Setelahnya, mereka bergerak lancar membereskan tenda dan bersiap outbound.
Kekompakan, keberanian, ketangkasan dan kecerdasan mereka terasah saat menuntaskan tantangan outbound di setiap pos. Sedianya ada lima pos, tetapi masing-masing kelompok memiliki peta berbeda. Sehingga tidak semua pos berhasil didatangi.
Tantangan di masing-masing pos, tidak hanya berupa soal kepramukaan, tetapi ada juga tantangan berupa ketangkasan dan kerja sama tim. Di setiap pos, masing-masing kelompok juga harus menunjukkan hafalan QS. Al Insyirah beserta gerakan Kauny. Setiap pos memiliki tantangan ayat yang berbeda-beda.
Ketika azan dhuhur berkumandang, kegiatan outbound pada Quranic Leadership Camp hari kedua pun berakhir. Kakak shalih-shalihah kembali ke Bumi Perkemahan Harda Walika untuk makan siang dan membereskan barang-barang mereka.
Pukul satu siang, para Ayah Bunda terlihat berdatangan untuk menjemput kakak shalih-shalihah. Rasa senang bercampur rindu nampak terlihat pada wajah kakak shalih-shalihah ketika berjumpa Ayah Bunda di sesi penjemputan.
Pada hari Senin, 29 Januari 2024, kakak shalih-shalihah dikumpulkan di lapangan upacara. Beragam apresiasi telah disiapkan oleh ibu bapak guru untuk kelompok-kelompok terinspiratif sepanjang gelaran Quranic Leadership Camp.
Dari kelompok Shalih, ada kelompok As Syams, An Nur dan Al Mulk yang mendapatkan apresiasi. Sementara dari kelompok Shalihah, ada kelompok Maryam, Al Isra’, dan An Nisa.
Tidak hanya kakak shalih-shalihah yang mendapatkan apresiasi, apresiasi juga diberikan kepada pendamping terbaik QLC, yaitu kepada Pak Ali Sa’ad. Semoga apresiasi yang diberikan semakin meningkatkan semangat kakak shalih-shalihah dan para guru untuk terus menunjukkan ikhtiar terbaiknya.
Apabila Ayah Bunda penasaran dengan visualisasi keseruan QLC 2024, silakan bisa menikmatinya melalui video berikut:
Demikianlah catatan Quranic Leadership Camp 2024 hari kedua. Semoga QLC ini memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga untuk shalih-shalihah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.***
Bertempat di Bumi Perkemahan Harda Walika Semarang, Qur’anic Leadership Camp 2024 digelar pada hari Jum’at – Sabtu, 26-27 Januari 2024. Agenda tahunan SD Islam Bintang Juara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 – 6.
Qur’anic Leadership Camp (QLC) 2024 mengangkat tema “Bersiap Menjadi Pemimpin Muslim yang Tangguh, Kreatif, Solutif, dan Bermanfaat”. Adapun latar belakang di balik pemilihan tema ini berkaca pada perkembangan zaman yang diikuti dengan kemajuan teknologi yang semakin maju dan canggih.
Kehadiran AI (Artificial Intelligent) adalah salah satu wujud kemajuan teknologi tersebut. Pada beberapa sektor, seperti manufaktur dan pertanian, AI dan robotika telah menggantikan pekerja manusia dalam tugas-tugas yang berulang dan berisiko tinggi.
Proses otomatisasi ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan menghindari kesalahan manusia (human error). Namun, walau di satu sisi menguntungkan perusahaan, penggantian pekerjaan oleh AI ini dapat berdampak negatif pada tingkat pengangguran dan menyebabkan perubahan dalam pasar tenaga kerja.
Oleh karena itu, untuk mempersiapkan pribadi yang berjiwa entrepreneur, tangguh, solutif, dan kreatif, serta memiliki jiwa pemimpin yang berlandaskan spiritual dan mengutamakan adab dan akhlak, SD Islam Bintang Juara bermaksud mengadakan kegiatan Qur’anic Leadership Camp (QLC).
Harapannya melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara dapat menjadi calon penerus bangsa yang dapat mengikuti perkembangan jaman karena memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh, kreatif, solutif, dan bermanfaat, serta selalu berlandaskan pada spiritual, serta akhlak dan adab.
Rangkaian Acara Qur’anic Leadership Camp 2024 Hari Pertama
Kegiatan QLC 2024 dimulai pada hari Jum’at, 26 Januari 2024. Kakak shalih-shalihah langsung menuju ke lokasi kegiatan diantar oleh Ayah Bunda masing-masing.
QLC 2024 ini lebih istimewa dibandingkan dengan QLC pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, agenda tahunan ini digelar di luar sekolah.
Selain karena area sekolah sedang dalam proses renovasi, pemilihan tempat di luar juga diharapkan bisa memberikan pengalaman baru kepada kakak shalih-shalihah. Mereka belajar untuk senantiasa menjaga adab dan akhlaknya di manapun mereka berada.
Setelah semua peserta berkumpul, upacara pembukaan pun dimulai. Bu Nur Shofwatin Ni’mah selaku Kepala SD Islam Bintang Juara bertindak sebagai Pembina. Alhamdulillah, upacara berjalan sangat lancar, walaupun pemimpin upacara tidak bisa melanjutkan tugasnya dikarenakan kondisi kesehatannya yang menurun.
Usai upacara, kakak shalih-shalihah mendapat tantangan untuk memasang tenda dibantu dengan pendamping kelompoknya masing-masing. Bukanlah sebuah pekerjaan mudah, apalagi bagi kakak shalih-shalihah yang sebagian besar belum memiliki pengalaman sebelumnya.
Beberapa kelompok juga sempat mengalami frame patah yang menghambat proses pemasangan tenda. Namun dengan kerja sama tim yang baik, satu per satu tenda pun akhirnya berdiri.
Setelah semua tenda berdiri kokoh, kakak shalih-shalihah diberikan kesempatan untuk menunaikan Sholat Dhuha dan makan bekal yang dibawanya dari rumah. Tak berselang lama, waktu Sholat Jumat pun tiba.
Kakak shalih kelas 4-6 diajak untuk menunaikan Shalat Jumat di masjid. Sementara kakak shalih kelas 1-3 bersama kakak shalihah semua kelas berkumpul di aula untuk menunaikan Shalat Dhuhur berjama’ah. Disusul dengan makan siang bersama setelah kakak shalih kelas 4-6 telah kembali ke lokasi acara.
Agenda selanjutnya di hari pertama Quranic Leadership Camp 2024 adalah latihan PBB. Latihan ini dibagi menjadi tiga fase. Kakak shalih-shalihah Fase A belajar PBB bersama Kak Dede dan tim pembina Pramuka SD Islam Bintang Juara.
Sementara itu, kakak shalih-shalihah Fase B belajar PBB bersama Bapak EP Ady dari Brimob. Kakak shalih-shalihah Fase C belajar PBB dari Kak Dayat dari Kwarcab.
Usai latihan PBB, kakak shalih-shalihah Fase B dan C bergabung untuk belajar Semaphore, Morse dan Sandi. Masya Allah ada banyak hal baru yang mereka pelajari dalam rangkaian kegiatan QLC ya, Ayah Bunda.
Menjelang sore, kakak shalih-shalihah diberikan tantangan untuk memasak makan malamnya. Mereka pun dengan sigap mengeluarkan bahan masakan yang telah dibawa dari rumah, dan mengolahnya sesuai dengan menu yang telah direncanakan sebelumnya.
Mereka saling bahu-membahu untuk menyajikan makan malam yang lezat, dan tentu saja sehat. Setelah membereskan perangkat masak, kakak shalih-shalihah bergantian untuk bersih diri dan shalat Ashar.
Hujan pun mulai mengguyur Bumi Perkemahan Harda Walika. Tadinya hanya gerimis, tetapi perlahan semakin deras. Kegiatan makan malam yang tadinya direncanakan dilakukan di area tenda, dipindahkan ke aula. Makan malam yang syahdu diiringi rintik hujan terasa lebih hangat dan nikmat.
Nikmat hujan terus Allah SWT limpahkan sepanjang malam. Kegiatan Api Unggun yang sedianya digelar setelah Shalat Isya’ terpaksa ditunda. Sebelum kakak shalih-shalihah tidur malam, mereka mendapat kesempatan untuk mengikuti Leadership Moment.
Kakak diajak untuk bertadabbur Surat Al Insyirah yang menjadi tema Quranic Leadership Camp tahun ini. Lalu dilanjutkan dengan bermain tarik tambang di dalam ruangan.
Usai berkegiatan tarik tambang, kakak diajak untuk menggali hikmah di balik permainan yang baru saja dilakukan. Kira-kira apa hayo hikmahnya Ayah Bunda?
erhubung hujan terus mengguyur bumi, dan keadaan tenda tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat istirahat, ruang aula digunakan sebagai ruang istirahat kakak shalih.
Sementara itu, kakak shalihah diboyong menuju gedung di depan yang sedianya digunakan sebagai ruang transit panitia.
Walau ada banyak hal yang berjalan tidak sesuai dengan rencana, Alhamdulillah hari pertama berjalan dengan baik dan Insya Allah meninggalkan banyak kesan dan hikmah di dalam hati kakak shalih-shalihah.
Seperti apakah berlangsungnya hari kedua Quranic Leadership Camp 2024? Nantikan dalam catatan kami berikutnya, Ayah Bunda. Oya, Ayah Bunda bisa mendapatkan foto-foto lengkap hari pertama pada link berikut: dokumentasi kegiatan QLC 2024 hari pertama.***
Bugar Ceria merupakan kegiatan pemungkas pada gelaran Ahlan wa Sahlan Semester 2. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguatkan pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Terlebih saat ini hujan semakin sering datang. Kakak shalih-shalihah harus memiliki daya tahan tubuh yang kuat agar tidak mudah tumbang sehingga bisa optimal mengikuti seluruh kegiatan di Semester 2.
Ada Apa di Bugar Ceria?
Tersirat dari nama kegiatan ini, kakak shalih-shalihah diajak untuk menjaga kebugaran, tentunya tetap dengan aktivitas yang seru dan menyenangkan. Adapun rangkaian dalam Bugar Ceria meliputi:
1. Senam Bersama
Pada kegiatan awal ini, kakak shalih-shalihah senam bersama dipimpin oleh Pak Arial selaku Guru Penjaskes. Mengenakan Seragam Pramuka Lengkap, kakak shalih-shalihah terlihat gagah dan bersemangat.
2. Jalan Sehat
Usai senam bersama, kakak shalih-shalihah diajak untuk berkeliling lingkungan di sekitar sekolah. Eits, tidak hanya berkeliling, ada kegiatan lainnya juga lo. Apakah itu?
3. Bersih Lingkungan
Ya, sembari berjalan sehat, kakak shalih-shalihah diminta untuk bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini ditujukan untuk seluruh siswa dan guru agar kembali mensyukuri nikmat alam Allah yang didapati di sekitar sekolah.
Tak berhenti di sini, kegiatan pada hari Jum’at, 5 Januari 2024 masih terus berlanjut usai jalan sehat sembari bersih lingkungan tuntas dilaksanakan. Kali ini kakak shalih-shalihah diminta untuk berkumpul bersama kelompoknya masing-masing.
Kelompok apakah itu?
Jadi, sebelum liburan, kakak shalih-shalihah telah dibagi menjadi beberapa kelompok secara acak. Tujuan dari pengelompokan tersebut adalah untuk mengikuti kegiatan Quranic Leadership Camp (QLC) yang insya Allah akan diselenggarakan pada 26 – 27 Januari 2024 di Bumi Perkemahan Harda Walika.
Kelompok tersebut memang sengaja sudah dibagi jauh-jauh hari agar kakak shalih-shalihah bisa saling bersilaturahim dan mengenal satu sama lain. Berhubung kelompok ini terdiri dari lintas kelas, tentu ada beberapa anggota kelompok yang belum mengenal dengan dekat kan?
Tak hanya itu, semua anggota kelompok harus berkumpul dan berkoordinasi menentukan siapakah ketua kelompok, wakil ketua dan lain sebagainya. Masing-masing kelompok juga harus menentukan nama kelompok, lambang dan desain bendera kelompok, serta merancang yel-yel untuk kelompoknya.
Masya Allah, seru bukan, Ayah Bunda?
Ayah Bunda tak perlu khawatir, setiap kelompok didampingi oleh satu guru sebagai pendamping yang insya Allah akan memastikan agar masing-masing anggota kelompok tetap aman dan nyaman.
Pendamping kelompok berfungsi sebagai fasilitator, tempat bertanya dan penengah apabila dalam kelompok tersebut menemui kendala. Sebagai fasilitator, pendamping kelompok tidak akan langsung memberikan solusi, tapi akan memantik kakak shalih-shalihah untuk menemukan ide dan jalan keluar atas tantangan yang mereka hadapi.
Doakan semoga cuaca mendukung dan kegiatan Quranic Leadership Camp pada 26-27 Januari 2024 bisa berlangsung dengan lancar, dan kakak shalih-shalihah tetap bugar ceria. Aamiin.
Oya, Ayah Bunda juga bisa berperan aktif mendukung kegiatan QLC dengan cara ambil bagian dalam QLC Food Fest. 100% keuntungan dari QLC Food Fest akan digunakan untuk mendanai kegiatan QLC lo. Untuk pemesanan, Ayah Bunda bisa langsung menghubungi Bu Fia ya. Insya Allah seluruh menu yang ada dalam QLC Food Fest menyehatkan dan mendukung kakak shalih-shalihah untuk senantiasa bugar ceria.***
Tidak bisa dimungkiri bahwa anak generasi 2000an hampir selalu memegang gadget di tangannya. Bahkan bisa jadi selama liburan semester, anak-anak akan lebih sering berteman dengan gadgetnya dibandingkan beraktivitas di luar rumah.
Oleh karenanya Asyik Tanpa Gadget diselenggarakan di SD Islam Bintang Juara sebagai rangkaian dari Ahlan wa Sahlan Semester 2 bertujuan untuk menetralisir kesenangan kakak shalih-shalihah dalam bermain gadget.
Selain itu Asyik Tanpa Gadget juga dirancang untuk menguatkan siswa dalam memanfaatkan dan mengambil hikmah dari permainan tradisional atau modern yang dimainkan sehari-hari.
Asyik Tanpa Gadget berlangsung pada Hari Kamis, 4 Januari 2024. Bertempat di beberapa lokasi, di antaranya: lapangan upacara, gedung A lantai 1, gedung A lantai 2, dan basement gedung B. Adapun ragam kegiatannya antara lain:
Catur,
Puzzle,
Gobak Sodor,
Karambol,
Ular Naga.
Dipilihnya kelima kegiatan tersebut untuk mengisi Asyik Tanpa Gadget tentu saja ada alasan yang melatarbelakanginya. Catur dipilih karena mengajarkan kakak shalih-shalihah tentang bermain strategi, melatih ketelitian dan kewaspadaan.
Sementara Puzzle melatih kakak dalam melatih regulasi emosi, kesabaran dan ketelitian. Gobak Sodor, Karambol dan Ular Naga sengaja dipilih sebagai bagian dari permainan tradisional yang saat ini mulai dilupakan oleh khalayak.
Melalui permainan Gobak Sodor dan Ular Naga, kakak shalih-shalihah berlatih bekerjasama dan melatih ketangkasan. Sementara melalui Karambol, kakak shalih-shalihah juga berlatih menyusun strategi.
Untuk menyemarakkan kegiatan ini, setiap permainan memiliki jurinya masing-masing. Adapun juri sekaligus wasit untuk kegiatan catur yaitu Bu Ika, guru pendamping kelas 2A, dan Pak Arial, guru Penjaskes.
Sementara untuk guru puzzle, ada Bu Yayuk, wali kelas 1A, bu Novi, wali kelas 1B, Bu Fia, wali kelas 6 dan Bu Nisa, guru pendamping khusus kelas 4. Pada permainan Gobak Sodor, ada bu Diana, Bu Melly dan Bu Linda sebagai juri dan wasitnya.
Pak Zakki dan Pak Ali As’ad diamanahi menjadi juri dan wasit kegiatan karambol. Sementara kegiatan Ular Naga, ada Bu Iin, Bu Laila dan Bu Mida sebagai juri sekaligus wasit kegiatan.
Alhamdulillah kakak shalih-shalihah sangat bersemangat mengikuti semua rangkaian kegiatan Asyik Tanpa Gadget. Berikut ini beberapa dokumentasi yang Ayah Bunda bisa saksikan:
Atau Ayah Bunda juga bisa melihat salah satu video yang memperlihatkan keseruan kegiatan pada hari Kamis, 4 Januari 2024 tersebut:
Batasi Penggunaan Gadget pada Anak dengan Konsep 3D
Ayah Bunda, yuk dukung program sekolah untuk membatasi akses gadget kepada anak dengan menerapkan konsep 3D. Apabila Ayah Bunda sudah pernah mengikuti parenting bersama Abah Ihsan, tentunya konsep 3D ini bukanlah hal yang baru.
Adapun konsep 3D meliputi:
1. Dipinjamkan
Artinya kakak shalih-shalihah diperbolehkan menggunakan gadget yang dipinjamkan kepadanya. Sebaiknya sebelum usia 17 tahun, kakak shalih-shalihah tidak perlu difasilitasi gadget pribadi.
Kakak shalih-shalihah bisa menggunakan gadget Ayah dan Bunda, atau gadget yang digunakan secara umum, seperti laptop atau PC yang digunakan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.
Memberikan fasilitas gadget secara personal kepada anak, tentu akan memberikan hak yang berbeda dengan anak yang hanya dipinjami. Anak akan lebih memiliki batasan dalam penggunaannya, termasuk wajin meminta izin terlebih dahulu kepada Ayah Bunda saat akan meminjam dan menggunakan gadget.
2. Didampingi
Selain dipinjamkan, konsep kedua dari 3D adalah didampingi. Artinya, kakak shalih-shalihah diperbolehkan untuk menggunakan gadget tapi harus berada di ruang publik, ruang tamu, misalnya.
Kakak shalih-shalihah harus menggunakan gadget dengan pengawasan dari Ayah Bunda. Termasuk akses ke aplikasi atau tontonan apapun, harus dengan izin dari Ayah Bunda.
3. Dibutuhkan
D yang terakhir dalam Konsep 3D adalah dibutuhkan. Gadget hanya akan dipinjamkan kepada kakak shalih-shalihah untuk hal-hal yang dibutuhkan, misal untuk kebutuhan belajar, dan mencari referensi.
Lebih dari itu, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah harus membuat kesepakatan bersama tentang aturan Screen/ Gadget Time di rumah.
Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menumbuhkan suasana Asyiknya Tanpa Gadget di sekolah dan di rumah. Tetap semangat dalam mendampingi tumbuh kembang kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.***