fbpx
Kunjungan Kelas 6 ke Museum Mandala Bhakti: Mengawali Project Based Learning dengan Cara yang Seru dan Bermakna!

Kunjungan Kelas 6 ke Museum Mandala Bhakti: Mengawali Project Based Learning dengan Cara yang Seru dan Bermakna!

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran bermakna, SD Islam Bintang Juara kembali melaksanakan Project Based Learning (PjBL). Kali ini giliran kakak-kakak kelas 6 yang memulai proyek bertema “Pahlawan dalam Kata dan Karya”.

Tahap pengenalan proyek ini diawali dengan kegiatan Menggali Inspirasi dari Museum Mandala Bhakti Semarang pada hari Senin, 11 Agustus 2025.

Belajar dari Jejak Perjuangan di Museum Mandala Bhakti

Di museum bersejarah ini, kakak shalih dan shalihah kelas 6 diajak untuk mengamati berbagai informasi mengenai perjuangan bangsa Indonesia. Tujuannya adalah agar peserta didik mampu belajar bagaimana penyampaian informasi sejarah bisa dikemas dan disajikan dengan menarik, sehingga mudah dipahami oleh pengunjung.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan emas untuk melihat langsung bukti nyata perjuangan pahlawan bangsa, sekaligus menggali inspirasi dalam menyusun karya mereka di proyek PBL ini.

Tujuan Pembelajaran dari Kunjungan

Melalui kegiatan ini, terdapat dua tujuan utama yang ingin dicapai:

  • Kakak shalih-shalihah mampu mengamati bagaimana informasi sejarah disajikan di dalam museum.
  • Kakak shalih-shalihah mampu menjelaskan bagaimana cara menyajikan informasi agar lebih menarik bagi pembaca maupun pengunjung.

Dengan begitu, kakak kelas 6 tidak hanya belajar tentang isi sejarah, tetapi juga teknik menyampaikan pesan yang edukatif dan menginspirasi.

Pengalaman yang Berkesan

Bagi kakak kelas 6, kunjungan ke Museum Mandala Bhakti memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Mereka kagum melihat bahwa informasi dalam museum disajikan dalam tiga bahasa: Jepang, Indonesia, dan Inggris, sehingga bisa dipahami oleh pengunjung dari berbagai latar belakang.

Selain itu, kakak juga berkesempatan menyaksikan beragam senjata yang digunakan para pahlawan pada masa perjuangan. Melihat langsung benda-benda bersejarah ini membuat mereka semakin menghargai pengorbanan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Menumbuhkan Apresiasi dan Kreativitas

Kegiatan tahap pengenalan PjBL ini bukan sekadar jalan-jalan ke museum, tetapi sebuah proses belajar untuk melatih kemampuan observasi, analisis, dan kreativitas. Dari pengalaman ini, kakak kelas 6 diharapkan mampu menuangkan inspirasi dalam karya mereka, baik dalam bentuk tulisan, visual, maupun media kreatif lainnya.

Dengan tema “Pahlawan dalam Kata dan Karya”, SD Islam Bintang Juara ingin menanamkan semangat nasionalisme, sekaligus mengajarkan anak-anak bagaimana menyampaikan informasi dengan cara yang menyentuh hati dan relevan dengan generasi masa kini.

“Setiap karya adalah jejak sejarah baru. Dengan belajar dari pahlawan, kakak kelas 6 belajar menjadi generasi yang berani berkarya dan berkontribusi untuk bangsa.” ✨

Project Based Learning Arsitek Cilik: Serunya Kakak Kelas 2 Belajar Membuat Denah Rumah Sendiri!

Project Based Learning Arsitek Cilik: Serunya Kakak Kelas 2 Belajar Membuat Denah Rumah Sendiri!

Sebagai sekolah yang mengutamakan pembelajaran bermakna, SD Islam Bintang Juara kembali menghadirkan pengalaman seru melalui Project Based Learning (PBL). Kali ini, giliran kakak kelas 2A, 2B, dan 2C yang memulai petualangan baru dalam proyek bertema “Arsitek Cilik”.

Tahap pengenalan proyek ini dibuka dengan kegiatan Belajar Bersama Ahli pada Kamis, 7 Agustus 2025. Kakak shalih-shalihah mendapat kesempatan berharga untuk belajar langsung dari seorang praktisi di bidang arsitektur, yaitu Jayanti Gagah Setyawan, S.T., seorang arsitek sekaligus ayah dari Kak Janur, salah satu siswa SDIBJ.

Belajar Bersama Ahli: Mengenal Profesi Arsitek

Dalam sesi ini, Ayah Jayanti—sapaan akrab beliau—mengajak kakak shalih-shalihah untuk mengenal profesi arsitek dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Kakak belajar bahwa arsitek bukan hanya mendesain bangunan, tetapi juga berpikir kreatif, memperhatikan fungsi, kenyamanan, dan keindahan sebuah ruang.

Kegiatan ini menjadi jendela baru bagi kakak shalih-shalihah untuk memahami bagaimana bangunan yang mereka tempati sehari-hari dirancang dan diwujudkan.

Menggambar Denah: Langkah Pertama Menjadi Arsitek Cilik

Setelah mendapatkan inspirasi dari Ayah Kak Janur, kakak shalih-shalihah diajak langsung untuk mempraktikkan salah satu keterampilan dasar arsitek, yaitu membuat denah sederhana.

Dengan penuh semangat, mereka menggambar denah rumah sesuai imajinasi masing-masing. Ada yang menambahkan ruang belajar, ada yang membuat taman, bahkan ada yang merancang kamar khusus untuk hewan peliharaan. Proses ini melatih kemampuan berpikir logis, motorik halus, sekaligus kreativitas kakak shalih-shalihah.

Presentasi Hasil Karya: Melatih Rasa Percaya Diri

Tidak berhenti di tahap menggambar, kakak kelas 2 juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya denahnya di depan teman-teman.

Momen ini menjadi latihan penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, dan keberanian menyampaikan ide. Suasana kelas pun dipenuhi antusiasme ketika setiap anak berbagi cerita di balik denah yang mereka buat.

Menyiapkan Generasi Kreatif dan Berdaya

Kegiatan Belajar Bersama Ahli ini menjadi langkah awal yang bermakna dalam perjalanan proyek Arsitek Cilik. Melalui pengalaman ini, kakak shalih-shalihah tidak hanya belajar tentang profesi arsitek, tetapi juga memahami pentingnya kerja keras, kreativitas, dan keberanian bermimpi.

Dengan dukungan guru, orang tua, dan narasumber ahli, SD Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi masa depan anak-anak.

“Setiap anak adalah arsitek bagi mimpinya. Di SD Islam Bintang Juara, kami membantu mereka merancang fondasi terbaik untuk masa depan.” ✨

Sumatif Berbasis Proyek : Kolaborasi Apik Antar Mata Pelajaran Diramu Dalam Pentas Seni Sederhana

Sumatif Berbasis Proyek : Kolaborasi Apik Antar Mata Pelajaran Diramu Dalam Pentas Seni Sederhana

Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional, SD Islam Bintang Juara menghadirkan kegiatan Sumatif Berbasis Proyek yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga kaya makna. Kali ini, kakak shalih-shalihah kelas 5 diajak untuk menyusun dan menampilkan sebuah drama musikal hasil karya mereka sendiri, sebagai bentuk integrasi pembelajaran lintas mata pelajaran.

Kegiatan ini menggabungkan empat unsur pelajaran, yaitu:

  • Informatika, yang membantu anak menyusun naskah, merancang properti digital, hingga menyiapkan visual panggung.
  • Seni Budaya, sebagai inti dari pengembangan kreativitas dalam bentuk musik, tarian, dan teater.
  • Pendidikan Pancasila, yang menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, serta semangat menghargai keberagaman.
  • Bahasa Indonesia, dalam keterampilan menyusun naskah, pidato, dan pantun yang digunakan dalam pertunjukan.

Proyek Kolaboratif yang Membentuk Karakter

Kakak shalih-shalihah kelas 5 dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok bertugas menyusun naskah drama musikal yang relevan dengan tema Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional. Proses penyusunan dilakukan melalui diskusi bersama, brainstorming ide cerita, hingga pembagian peran dalam kelompok.

Menariknya, setiap anak berkontribusi sesuai dengan minat dan kemampuannya. Ada yang bertugas sebagai:

  • MC (Master of Ceremony) yang memandu acara,
  • Penampil tarian yang menyuguhkan gerakan indah penuh makna,
  • Penampil pidato yang menyampaikan pesan mendalam tentang emansipasi dan pendidikan,
  • Penampil nyanyian yang memperindah suasana dengan lagu bertema kebangsaan dan semangat belajar,
  • Penampil pantun yang mencairkan suasana dengan kreativitas berbahasa.

Melalui proses ini, kakak shalih-shalihah belajar bagaimana menyampaikan ide, mendengarkan pendapat teman, serta saling mendukung demi hasil karya yang padu dan membanggakan.

Pentas Seni sebagai Wadah Ekspresi

Puncak kegiatan ini ditampilkan dalam gelaran pentas seni sederhana di depan wali kelas, guru pendamping dan satu juri tamu. Bu Marita selaku juri tamu memberikan saran dan masukan usai kakak shalih-shalihah kelas 5 menampilkan karyanya.

Perjalanan belum usai di sini. Usai ditampilkan di kelas, kakak kelas 5 masih harus berlatih kembali untuk menunjukkan kerja kerasnya dalam gelaran “Bintang Juara Bersinar”. Bintang Juara Bersinar adalah sebuah ajang yang menjadi panggung bagi siswa SD Islam Bintang Juara untuk menampilkan hasil karya terbaik mereka.

Pentas seni bukan sekadar pertunjukan biasa. Ini menjadi ruang ekspresi yang menyatukan unsur seni, literasi, teknologi, dan nilai-nilai Pancasila dalam satu kesatuan utuh. Kakak shalih-shalihah tampil percaya diri, kreatif, dan menunjukkan bahwa proses belajar bisa diwujudkan lewat kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendalam.

Pentas ini tentu tidak akan lengkap tanpa kehadiran para Ayah dan Bunda. Kehadiran orang tua bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari semangat kolaborasi yang dibangun sekolah bersama keluarga. Dukungan dan apresiasi dari orang tua akan menjadi penyemangat terbesar bagi anak-anak untuk terus berkarya dan berani tampil.

Jadi, Ayah Bunda…
Silakan bisa ikut menyaksikan secara langsung pertunjukan penuh semangat dan inspirasi dari Kakak Kelas 5 melalui video berikut:

Bagaimana nih penampilan kakak kelas 5 di gelaran “Bintang Juara Bersinar”? Seru dan percaya diri bukan? Karena kami percaya setiap anak adalah bintang, dan mereka semua berhak bersinar di panggung kehidupan.*** (CM-MRT)

Presentasi Magang Adab Kelas 5: Belajar Nilai Kehidupan di PANDS Department Store

Presentasi Magang Adab Kelas 5: Belajar Nilai Kehidupan di PANDS Department Store

Pada akhir program Magang Adab Kelas 5, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara diberikan kesempatan untuk mempresentasikan pengalaman mereka selama menjalani magang di PANDS Department Store. Presentasi ini menjadi momen refleksi atas pembelajaran yang telah mereka dapatkan, sekaligus berbagi kisah inspiratif mengenai pengalaman bekerja di dunia nyata.

Tugas yang Diberikan Selama Magang

Dalam program magang ini, kakak shalih-shalihah mendapatkan berbagai tugas yang menantang namun sangat bermanfaat, seperti:

  • Melayani pelanggan dengan sopan dan ramah.
  • Menyusun dan merapikan barang dagangan di rak.
  • Membantu kasir dalam mencatat transaksi.
  • Mempelajari sistem kerja toko ritel, termasuk cara mengelola stok barang.

Dari tugas-tugas tersebut, kakak shalih-shalihah belajar bahwa bekerja di dunia nyata membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta keterampilan komunikasi yang baik.

Tantangan dan Hal yang Masih Kurang Saat Magang

Saat presentasi, banyak kakak shalih-shalihah yang mengungkapkan bahwa awalnya mereka merasa canggung dan gugup ketika berhadapan dengan pelanggan. Beberapa tantangan yang mereka hadapi antara lain:

  • Kesulitan dalam memahami sistem pembayaran di kasir.
  • Merasa lelah karena harus berdiri dalam waktu lama.
  • Kurangnya kepercayaan diri saat berinteraksi dengan pelanggan.

Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mulai beradaptasi dan semakin percaya diri dalam menjalankan tugasnya.

Hal Positif yang Dirasakan Setelah Magang Adab

Setelah mengikuti program magang, kakak shalih-shalihah merasakan banyak manfaat dan perubahan positif, seperti:

  • Lebih disiplin dalam mengatur waktu dan menjalankan tugas.
  • Belajar menghargai setiap pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain.
  • Menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Selain itu, interaksi langsung dengan pelanggan juga melatih mereka untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan bersikap sopan kepada orang lain.

Hikmah yang Didapat Setelah Magang Adab

Salah satu pelajaran berharga yang banyak disampaikan dalam presentasi adalah kesadaran bahwa mencari uang tidaklah mudah. Banyak kakak shalih-shalihah yang mengaku baru menyadari betapa besar usaha yang harus dilakukan oleh orang tua untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, mereka bertekad untuk:

  • Lebih menghargai uang dan tidak lagi menghambur-hamburkannya.
  • Membantu orang tua dengan lebih bertanggung jawab.
  • Menerapkan adab yang baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap jujur, disiplin, dan bekerja keras.

Kesimpulan

Presentasi Magang Adab Kelas 5 di PANDS Department Store menjadi pengalaman berharga yang membuka wawasan kakak shalih-shalihah tentang dunia kerja dan pentingnya nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengalaman ini, mereka tidak hanya belajar keterampilan praktis tetapi juga membangun karakter yang lebih baik.

Diharapkan, pelajaran yang didapat selama magang dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kakak shalih-shalihah tumbuh menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, disiplin, dan menghargai usaha orang lain. 🌟

Menjadi Pahlawan Lingkungan dengan Menjaga Hutan Mangrove

Menjadi Pahlawan Lingkungan dengan Menjaga Hutan Mangrove

Alhamdulillah, kakak kelas 3A pada hari Jum’at, 7 Februari 2025 mendapat kesempatan belajar menjadi pahlawan lingkungan. Kegiatan ini diramu dalam gelaran BBOT (Belajar Bersama Orang Tua).

Kali ini ada Mami Kak Jehan, Bunda Kirana Prasetya Azizah yang membagikan ilmunya mengenai apa itu hutan mangrove dan bagaimana cara menjaganya. Bunda Kirana tidak sendiri lo, beliau juga mengajak dua orang temannya untuk belajar bersama kakak kelas 3A.

Yuk, cari tahu apa saja yang dipelajari kakak shalih-shalihah kelas 3A agar bisa menjadi pahlawan lingkungan, Ayah Bunda!

Mengenal Mangrove: Titik Awal Menjadi Pahlawan Lingkungan

Mami Kak Jehan menjelaskan bahwa mangrove adalah ekosistem yang menakjubkan dan penting bagi kehidupan kita. Pohon mangrove memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Akar Napas – Pohon mangrove memiliki akar napas yang menonjol keluar dari tanah. Akar ini berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara karena tanah di habitat mangrove tergenang air.
  • Daun Berbentuk Lonjong – Daun mangrove berbentuk lonjong dengan permukaan licin dan berlapis lilin. Ini membantu mengurangi penguapan air dan mencegah kerusakan akibat garam.
  • Toleran Terhadap Garam – Pohon mangrove mampu bertahan hidup di air asin. Mereka memiliki sistem khusus untuk menyaring garam dan mengeluarkannya dari tubuh.

jenis-jenis tanaman mangrove

Agar kakak shalih-shalihah lebih paham seperti apa Mangrove, Bunda Kirana tidak sekadar memperlihatkan gambarnya. Tetapi juga memperlihatkan bentuk asli pohon mangrove. Kakak kelas 3A diperbolehkan melihat dan memegang secara langsung.

Manfaat Hutan Mangrove untuk Kehidupan Manusia

Selain mengenalkan ciri-cirinya, Bunda Kirana juga memberikan informasi bahwa hutan mangrove sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, antara lain:

1. Melindungi Pantai

Akar mangrove yang kuat berfungsi sebagai penahan gelombang dan erosi pantai. Hutan mangrove melindungi garis pantai dari abrasi dan badai.

2. Habitat Biodiversitas

Hutan mangrove merupakan rumah bagi berbagai macam flora dan fauna, seperti ikan, burung, kepiting, dan monyet. Mereka menyediakan tempat berkembang biak dan mencari makan.

aneka fauna di hutan mangrove

3. Sumber Penghidupan

Hutan mangrove menyediakan berbagai sumber daya, seperti kayu, ikan, dan hasil laut lainnya. Hutan mangrove menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar.

Dampak Kerusakan Mangrove bagi Kehidupan Manusia

Ayah Bunda, tahu tidak kalau Indonesia memiliki luas hutan mangrove seluas 8,6 juta Hektar, atau sepertiga dari total luas hutan Mangrove dunia lo.
Sayangnya, hutan mangrove dalam keadaan kritis! Terdapat kerusakan sekitar 68 % atau 5,9 juta hektar.

Lahan hutan mangrove rusak dikarenakan adanya penebangan besar-besaran pohon mangrove, peralihan fungsi lahan untuk tambak, perumahan, hotel dan wisata pemandian. Alhasil, terjadilah beberapa hal berikut ini:

1. Erosi Pantai

Hilangnya hutan mangrove mengakibatkan erosi pantai yang semakin parah. Bahkan bisa mengancam pemukiman penduduk, Ayah Bunda!

2. Banjir Rob

Tanpa perlindungan mangrove, air laut jadi lebih mudah meluap ke daratan. Hal ini berakibat banjir rob dan terjadinya kerusakan infrastruktur.

3. Menurunnya Biodiversitas

Kerusakan hutan mangrove mengakibatkan hilangnya habitat bagi berbagai flora dan fauna, sehingga mengancam keanekaragaman hayati.

galeri BBOT bersama Bunda Kirana menjaga hutan mangrove

Cara Pahlawan Lingkungan Menjaga Hutan Mangrove

Setelah membekali kakak shalih-shalihah dengan informasi mengenai manfaat hutan mangrove dan dampak buruk apabila hutan mangrove hilang, Mami Kak Jehan mengajak kakak shalih-shalihah kelas 3A untuk bersama-sama menjaga hutan mangrove. Yuk, Ayah Bunda juga ikut menjadi pahlawan lingkungan dan bersama-sama menjaga hutan mangrove dengan cara berikut ini:

  • Menanam Mangrove – Menanam mangrove secara aktif untuk memulihkan hutan mangrove yang rusak.
  • Membuat Suaka Mangrove – Menentukan area yan dilindungi untuk melestarikan ekosistemnya.
  • Edukasi Masyarakat – Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga mangrove.

mangrove di kota Semarang

Sebagai informasi, di Semarang sudah ada dua suaka mangrove, yaitu di Mangrove Edupark Tapak Tugurejo dan Hutan Mangrove di Grand Maerakaca PRPP. InsyaAllah pada hari Rabu, 12 Februari 2025, kakak shalih-shalihah kelas 3 akan bertualang ke Grand Maerakaca untuk melihat langsung Hutan Mangrove, Ayah Bunda!

Sebagai penutup, Bunda Kirana menyampaikan bahwasanya mangrove adalah harta karun yang perlu kita jaga. Nah, kita bisa menjadi pahlawan lingkungan dengan menanam mangrove, menjaga kelestariannya, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi kita semua.*** (CM-MRT)

Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim SD Islam Bintang Juara Penuh Produk Istimewa

Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim SD Islam Bintang Juara Penuh Produk Istimewa

P5 yang merupakan singkatan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah salah satu program dalam Kurikulum Merdeka. Ada enam tema kegiatan P5, tetapi SD Islam Bintang Juara memilih Gaya Hidup Berkelanjutan sebagai tema kegiatan bagi kakak shalih-shalihah. Setelah satu semester bergelut dengan beragam proyek, saatnya Ayah Bunda melihat presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim.

Pada semester genap tahun pelajaran 2022 – 2023 ini, topik yang dipilih dalam menentukan kegiatan P5 adalah Pengelolaan dan Pengolahan Sampah. Untuk melaksanakan proyeknya, kakak shalih-shalihah telah dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setelah melakukan diskusi, memantik ide, menentukan produk dan mengembangkan produk, saatnya masing-masing kelompok mempresentasikan karyanya. Berikut ini video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim:

Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, Dari Sapu Elektrik Hingga Tempat Sampah Estetik

Untuk efektivitas waktu, presentasi dilakukan serentak pada dua ruangan. Ruangan pertama bertempat di Gedung A lantai 1, tepatnya di ruang kelas 1. Ruangan kedua bertempat di Gedung A lantai 2, tepatnya di ruang kelas 4.

Pada artikel ini, kami akan membagikan cerita bagaimana suasana presentasi hasil karya P5 kakak shalih-shalihah di ruang kedua. Kegiatan presentasi ini berlangsung pada hari pertama Leadership Journey, yaitu pada hari Senin, 19 Juni 2023.

Tepat pukul 09.00, kakak shalih-shalihah kelas 2 – 5 telah berada di ruangannya masing-masing. Kakak shalih-shalihah kelas 6 yang sudah melaksanakan akhirussanah juga hadir lo, Ayah Bunda.

Tugas kakak shalih-shalihah kelas 6 adalah membantu bapak ibu guru mengawasi dan mendampingi adik kelasnya. Ada pula yang bertugas menjadi operator laptop untuk mengoperasikan materi presentasi. Di ruang kedua, kak Suci yang bertugas menjadi operator laptop.

Sepuluh kelompok siap untuk membagikan ide dan hasil karyanya di depan bapak ibu guru yang bertugas menjadi dewan juri. Adapun dewan juri di ruang kedua yaitu Pak Ali, Bu Fia dan Bu Rizky.

Apabila Ayah Bunda sudah menonton video dokumentasi presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim, tentu mengetahui ya kelompok siapa saja yang ada di ruang kedua? Untuk melengkapi cerita yang ada di video, berikut ini catatan lengkap mengenai presentasi 10 kelompok kakak shalih-shalihah.

poster edukasi dan sampah elektrik p5 SD Islam Bintang Juara

1. Sapu Elektrik Karya Kelompok Kak Frasca

Penampil pertama dalam sesi presentasi P5 di ruang kedua yaitu Kelompok Kak Frasca dari kelas 5. Kelompok ini memiliki ide yang sejalan dengan topik “Pengelolaan dan Pengolahan Sampah”. Memanfaatkan kardus bekas, tusuk sate, dan sedotan, Kak Frasca dan kelompoknya berhasil membuat produk istimewa berupa Sapu Elektrik. Kak Frasca menceritakan bahwa ide membuat Sapu Elektrik datang dari Kak Rafa.

Sayangnya, pada hari presentasi Kak Rafa tidak bisa hadir karena ada acara keluarga. Ditambahkan oleh Kak Frasca, awalnya mereka ingin membuat Sapu Elektrik berbahan dasar dari mobil mainan remote control yang sudah tidak terpakai.

Namun ide tersebut mengalami kendala, tidak ada satupun dari anggota kelompok yang memiliki mobil remote control. Akhirnya sesuai dengan hasil diskusi dan referensi video YouTube yang mereka lihat bersama, dibuatlah Sapu Elektrik yang berbahan dasar kardus, sedotan, dan tusuk sate.

Selain menyampaikan latar belakang, bahan-bahan dan cara pembuatan, ada pula sesi tanya jawab di mana dewan juri berhak mengajukan pertanyaan terkait proyek dan produk yang dihasilkan. Pada sesi tanya jawab, Bu Fia meminta kak Frasca menceritakan peran masing-masing anggota kelompok.

Alhamdulillah Kak Frasca dan tim bisa menjelaskan perannya masing-masing. Kak Frasca juga jujur menceritakan bahwa ayahnya Rafa banyak membantu mereka dalam mengembangkan produk Sapu Elektrik. Terutama di bagian-bagian tersulit, seperti saat menyolder, menggunakan lem tembak dan memasang dinamo.

Bagian terbaik dari presentasi Kak Frasca dan tim ketika mereka menunjukkan cara kerja Sapu Elektrik. Kak Rayyan berperan untuk menunjukkan bagaimana menggunakan Sapu Elektrik tersebut.

Masya Allah kreatif bukan ide Kak Frasca dan teman-teman, Ayah Bunda? Ada ide apa lagi ya dari kakak shalih-shalihah lainnya?

2. Poster Edukasi dari Kelompok Kak Calief

Penampil kedua pada kegiatan presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah Kelompok Kak Calief dari Kelas 4B. Produk yang mereka hasilkan berupa poster edukasi bertema Pencegahan Global Warming melalui Pengelolaan Sampah.

Nantinya poster berukuran A3 ini akan dicetak sebanyak minimal 10 lembar dan akan ditempel di beberapa sasaran, seperti SD Islam Bintang Juara, PAUD Islam Bintang Juara, SD dan PAUD Pelangi Nusantara, serta beberapa titik lainnya.

Sayangnya poster dari kelompok Kak Calief belum benar-benar dicetak. Menurut Kak Calief dan kelompoknya, mereka masih belum tahu di mana harus mencetak poster tersebut. Oleh karenanya realisasi untuk menempelkan poster ini di beberapa tempat sasaran juga belum tercapai.

tong sampah dan mobil mainan P5 SD Islam Bintang Juara

3. Tong Sampah dan Papan Peringatan dari Kelompok Kak Azka

Presentasi berikutnya ditampilkan oleh Kak Azka dan teman-temannya dari kelas 1B. Walau masih duduk di kelas 1, kak Azka dan teman-temannya cukup percaya diri dalam memaparkan hasil karyanya.

Bahkan tanpa adanya materi presentasi, kak Azka dan teman-teman bisa memaparkan bahan-bahan dan cara pembuatan Tong Sampah dan Papan Peringatan dengan cukup baik. Adapun produk P5 kelompok Kak Azka berupa tong sampah yang dibuat dari ember cat bekas.

Selain itu juga ada papan peringatan bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan. Papan peringatan ini dibuat dari papan dan kayu bekas.

Pada sesi tanya jawab, Pak Ali memberikan pertanyaan di manakah tempat sampah dan papan peringatan ini nantinya akan diletakkan. Dengan percaya diri, Kak Azka dan teman-teman menjawab bahwa produk P5 buatan mereka akan diletakkan di dekat kandang kambing. Alasannya karena di area tersebut belum ada tempat sampah.

4. Mobil Mainan dari Kelompok Kak Moza

Presentasi keempat disajikan oleh kelompok Kak Moza dari Kelas 1A. Mereka memiliki ide untuk membuat mobil mainan dari botol bekas. Menurut Kak Moza dan kawan-kawan, ide membuat mainan ini datang dari Kak Fahri yang disetujui oleh semua kelompok.

Sayangnya saat mencoba mempraktikkan mobil mainannya, mobil tersebut belum bisa berjalan. Lalu para juri menanyakan apa solusi untuk kondisi tersebut. Kak Moza dan teman-teman menjawab bahwa mobil mainan itu membutuhkan angin untuk bergerak, bisa jadi kalau di luar ruangan yang anginnya lebih banyak bisa membuat mobilnya bergerak.

poster edukasi daur ulang dan komposter p5 SD Islam Bintang Juara

5. Poster Edukasi Daur Ulang Sampah dari Kelompok Kak Aldi

Kelompok kelima yang menyajikan presentasi adalah Kak Aldi dan teman-teman dari kelas 3. Mereka membuat poster edukasi yang berisi informasi tentang daur ulang. Rencananya poster tersebut akan dicetak dan ditempelkan di beberapa titik, seperti Masjid Darul Ilmi, PAUD Islam Bintang Juara, SD Islam Bintang Juara dan beberapa tempat lainnya.

6. Tempat Sampah Komposter dari Kelompok Kak Azzam

Presentasi selanjutnya menampilkan produk P5 berupa tempat sampah komposter. Produk ini merupakan hasil karya dari kelompok kak Azzam dari kelas 1A.

Kak Azzam dan teman-temannya cukup percaya diri dalam menyampaikan ide, bahan dan cara pembuatan produk P5 ini. Begitu juga saat menjawab pertanyaan dari dewan juri, kakak shalih-shalihah dari kelas 1A ini menjawab dengan cukup baik.

eco enzyme dan cangkang telur P5 SD Islam Bintang Juara

7. Eco Enzyme Ceria dari Kelompok Kak Yosi

Kelompok Kak Yosi dari Kelas 2 menjadi penampil ketujuh pada sesi presentasi di Gedung A Lantai 2. Kak Yosi dan teman-temannya mempresentasikan produk P5 berupa Eco Enzyme Ceria. Alasan dipilihnya produk ini sebagai proyek mereka karena sudah pernah belajar cara membuatnya di sekolah.

Sayangnya kelompok Kak Yosi belum terlalu kompak dalam membuat produk ini secara bersama-sama. Sebuah fakta terkuat saat dewan juri menanyai di mana dan kapan produk eco enzyme dibuat. Ternyata jawabannya berbeda-beda, ada yang di rumah, ada yang di sekolah, bahkan ada salah seorang anggota kelompok yang belum membuat eco enzymenya.

Kak Yosi dan teman-temannya juga bercerita salah satu kendala dalam pembuatan eco enzyme adalah ketika eco enzyme meledak. Menurut pengamatan Kak Yosi dan teman-teman, hal tersebut dikarenakan masih ada gas di dalamnya.

8. Pupuk Cangkang Telur dari Kelompok Kak Rayyandra

Setelah penampilan dari kelompok Kak Yosi, Kak Rayyandra dari Kelas 1B maju ke depan sebagai presenter kedelapan. Kak Rayyandra dan teman-teman mempresentasikan produk P5 berupa pupuk dari cangkang telur.

Kak Rayyandra dan teman-teman sangat percaya diri saat menjelaskan cara membuat dan manfaatnya. Saat dewan juri menanyai seluruh anggota tim kenapa setuju dengan ide membuat pupuk dari cangkang telur, semua anggota menjawab dengan kompak karena cara membuatnya mudah dan cepat.

biogas dan tempat sampah tutup botol P5 SD Islam Bintang Juara

9. Biogas dari Kelompok Kak Sachi

Produk P5 istimewa berikutnya disampaikan oleh kelompok Kak Sachi dari Kelas 4A. Kak Sachi membuat biogas yang berbahan dari sampah organik.

Kak Sachi dan tim menjelaskan dengan runtut cara pembuatan dan manfaat dari biogas. Nantinya gas akan terbentuk dan produk ini bisa digunakan sebagai pengganti kompor. Untuk mengetahui saat gas sudah terbentuk, dipasanglah balon di bagian atas.

Saat balon mengembang, tandanya gas telah terbentuk sempurna. Artinya, biogas sudah siap digunakan. Sayangnya, saat sesi presentasi, balon belum mengembang, jadi biogas belum bisa digunakan.

10. Tempat Sampah Estetik dari Kelompok Kak Rafasya

Penampilan  pamungkas pada sesi presentasi P5 di Gedung A Lantai 2 adalah kelompok Kak Rafasya dari Kelas 5. Mereka berkreasi membuat tempat sampah dari tutup botol bekas.

Awalnya Kak Rafasya dan teman-teman ingin membuat tempat sampah dari botol bekas. Namun setelah dicoba, mereka mengalami kegagalan karena tempat sampah yang dibuat tidak bisa berdiri dengan imbang.

Kemudian ide baru pun muncul, yaitu memanfaatkan tutup botol bekas menajdi tempat sampah. Mereka mengumpulkan ratusan tutup botol, dibantu para orang tua.

Begitu juga saat tahap perakitan, orang tua kelompok Kak Rafasya aktif membantu, terutama di bagian-bagian yang berbahaya. Seperti, saat menggunakan lem tembak.

Alhamdulillah 10 kelompok telah berhasil melakukan presentasi dengan cukup apik. Bagaimana dengan penilaiannya?

Seperti apapun presentasinya, apa yang sudah dikerjakan kakak shalih-shalihah sangat luar biasa. Dari memantik ide, bekerjasama dengan rekan sekelompok, belajar menaklukkan ego, menaklukkan rasa grogi saat presentasi P5, adalah sebuah rangkaian usaha yang perlu diapresiasi.

Presentasi P5 Calon Pemimpin Muslim adalah bukti bahwa setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara. Terima kasih untuk dukungan dan pendampingan Ayah Bunda di setiap sesi belajar kakak shalih-shalihah.***