Memasuki jenjang sekolah dasar bukan hanya tentang berpindah dari satu lingkungan belajar ke lingkungan yang baru. Bagi anak, ini adalah langkah pertama menuju pengalaman belajar yang lebih luas—mengenal rutinitas baru, membangun kemandirian, berinteraksi dengan lebih banyak orang, sekaligus mulai menghadapi berbagai tantangan dalam proses belajar.
Karena itu, pembelajaran di kelas 1 membutuhkan lebih dari sekadar target akademik. Bu Yayuk Fitriani, S.Pd., Gr., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Wali Kelas 1A SD Islam Bintang Juara, melihat bahwa setiap proses pembelajaran perlu dirancang dengan memahami karakteristik dan perkembangan anak. Bagi beliau, kurikulum bukan sekadar dokumen, melainkan ruh pendidikan yang menjadi ikhtiar untuk menentukan arah tumbuhnya anak sebagai calon pemimpin muslim.
Contents
- 1 Mengenal Lebih Dekat Sosok Bu Yayuk Fitriani
- 2 Sudut Pandang Sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
- 2.1 3. Apa arti kurikulum bagi Ibu? Apakah sekadar dokumen pembelajaran atau sesuatu yang lebih besar?
- 2.2 4. Ketika merancang pembelajaran, apa yang paling Ibu pertimbangkan agar sesuai dengan kebutuhan anak?
- 2.3 5. Bagaimana sekolah memastikan pembelajaran tidak hanya mengejar capaian akademik?
- 2.4 6. Apa makna pembelajaran yang joyful, mindful, dan meaningful bagi Ibu dalam praktik sehari-hari?
- 2.5 7. Bagaimana sekolah memberikan ruang agar anak dapat belajar melalui pengalaman, bukan hanya mendengarkan penjelasan guru?
- 2.6 8. Seberapa penting memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya, mencoba, dan menemukan jawabannya sendiri?
- 2.7 9. Bagaimana kurikulum memberi ruang bagi perbedaan potensi dan gaya belajar setiap anak?
- 3 Sudut Pandang Bu Yayuk Fitriani Sebagai Guru Kelas 1
- 3.1 10. Sebagai Wali Kelas 1A, apa tantangan paling menarik ketika mendampingi anak-anak yang baru memasuki jenjang SD?
- 3.2 11. Apa yang sebenarnya perlu dibangun terlebih dahulu pada anak kelas 1 selain kemampuan membaca, menulis, dan berhitung?
- 3.3 12. Bagaimana membantu anak beradaptasi dari dunia PAUD menuju kehidupan sekolah dasar?
- 3.4 13. Bagaimana Ibu melihat hubungan antara kemandirian anak dengan keberhasilan mereka dalam belajar?
- 3.5 14. Ketika anak mengalami kesulitan belajar, bagaimana sebaiknya guru merespons?
- 3.6 15. Bagaimana sekolah melihat kesalahan anak dalam proses pembelajaran?
- 3.7 16. Bagaimana nilai-nilai Islam diintegrasikan ke dalam pembelajaran sehari-hari?
- 4 Guru Ideal dan Kolaborasi dengan Orang Tua dalam Kacamata Bu Yayuk Fitriani
- 5 Visi dan Pesan Bermakna Bu Yayuk Fitriani untuk Kakak Shalih-shalihah dan Ayah Bunda
- 5.1 19. Jika anak-anak kelas 1A kelak berada di kelas 6, perubahan seperti apa yang ingin Ibu lihat dari mereka?
- 5.2 20. Apa pesan Ibu untuk Ayah Bunda yang sedang membersamai anak memasuki fase awal sekolah dasar?
- 5.3 21. Jika harus merangkum peran Bu Yayuk sebagai Wakasek Bidang Kurikulum sekaligus wali kelas 1A dalam satu kalimat, apa yang ingin disampaikan?
Mengenal Lebih Dekat Sosok Bu Yayuk Fitriani
Setelah sebelumnya kita mengenal Bu Ni’mah lebih dekat, hari ini MinBin akan mengajak Ayah Bunda untuk berkenalan lebih dekat dengan salah satu assabiqunal awwalun lainnya dari SD Islam Bintang Juara. Yuk, kita kulik bagaimana perjalanan Bu Yayuk Fitriani bertumbuh bersama SD Islam Bintang Juara!
1. Bisa diceritakan perjalanan Ibu hingga mendapat amanah sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Wali Kelas 1A?
Pertama kali bergabung pada Juni 2018, SD Islam Bintang Juara akan berusia 1 tahun. Saat itu saya mendapat amanah untuk membantu Bu Ni’mah dalam mengurus perizinan SD Islam Bintang Juara. Kemudian di tahun ajaran 2018/2029 saya mulai menerima amahan untuk membersamai Kakak kelas 1 angkatan 2 dan sampai saat ini masih mendampingi Kakak-kakak kelas 1 SD Islam Bintang Juara.
2. Apa yang membuat Ibu tertarik pada dunia pendidikan dan pengembangan pembelajaran?
Bagi saya pendidikan merupakan dunia yang penuh warna dan dinamis seperti manusia. Dunia pendidikan menjadi tempat untuk terus belajar dan berkembang. Saya merasakan beragam pengalaman interpersonal dan intrapersonal diperoleh dalam dunia pendidikan. Saya berharap kehadiran saya di dunia pendidikan dapat memberikan warna, kebermanfaatan dan menjadi tempat calon pemimpin berproses.
Sudut Pandang Sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
Selain diamanahi sebagai Wali Kelas 1A, Bu Yayuk Fitriani juga mendapat peran bermakna sebagai seorang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Seperti apa ya beliau memandang sebuah kurikulum sekolah?
3. Apa arti kurikulum bagi Ibu? Apakah sekadar dokumen pembelajaran atau sesuatu yang lebih besar?
Bagi saya kurikulum bukan sekedar dokumen pembelajaran. Kurikulum adalah ruh dalam pendidikan. Dimana guru berikhtiar merancang dan menentukan arah pendidikan sebagai alat, ide dan doa yang akan digunakan untuk mencerdaskan insan manusia.
4. Ketika merancang pembelajaran, apa yang paling Ibu pertimbangkan agar sesuai dengan kebutuhan anak?
Karakteristik siswa sebagai profil serta perkembangan anak menjadi pertimbangan besar dalam merancang pembelajaran. Karena hal tersebut dapat membantu saya sebagai guru untuk menentukan stimulasi pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.
5. Bagaimana sekolah memastikan pembelajaran tidak hanya mengejar capaian akademik?
Pembelajaran tidak hanya berbicara tentang akademik, namun stimulasi fisik motorik bagi kelas-kelas rendah (kelas 1 – 3) juga adanya nilai-nilai ketauhidan yang butuh disampaikan dalam setiap pertemuan pembelajaran. Hal ini sejalan dan selaras dengan visi Bintang Juara yang hendak membersamai anak-anak dalam prosesnya menjadi calon pemimpin muslim yang berilmu dan berakhlakul karimah serta bermanfaat.
6. Apa makna pembelajaran yang joyful, mindful, dan meaningful bagi Ibu dalam praktik sehari-hari?
Pembelajaran yang joyful, mindful, dan meaningful dalam setiap pembelajaran dihadirkan agar anak merasakan bahwa belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan sehingga anak dapat memperoleh hal-hal bermakna untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Anak-anak diajak untuk mencintai ilmu dengan beragam aktivitas dalam pembelajaran yang tidak hanya mendengarkan guru berbicara dan mencatat namun juga kegiatan yang bermakna untuk kehidupannya saat ini dan akan datang.
7. Bagaimana sekolah memberikan ruang agar anak dapat belajar melalui pengalaman, bukan hanya mendengarkan penjelasan guru?
Sekolah tak hanya memberikan teori namun juga praktik langsung dalam pembelajaran melalui kegiatan percobaan, observasi lingkungan, diskusi dengan teman, pengamatan, wawancara dengan warga sekolah yang bahkan mulai dikenalkan sejak anak kelas 1 SD.
8. Seberapa penting memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya, mencoba, dan menemukan jawabannya sendiri?
Dalam setiap pembelajaran anak diberikan kesempatan untuk bergantian berpendapat. Anak dipantik oleh guru untuk menyampaikan pengalaman belajar yang telah dimiliki untuk menemukan pengalaman belajar baru dalam kelas.
9. Bagaimana kurikulum memberi ruang bagi perbedaan potensi dan gaya belajar setiap anak?
Dalam penyusunan pembelajaran kurikulum berperan untuk memberikan ragam aktivitas dengan tujuan pembelajaran yang sama. Hal ini sebagai wadah bagi anak belajar dengan stimulasi ragam gaya belajar sehingga belajar akan lebih bermakna.
Sudut Pandang Bu Yayuk Fitriani Sebagai Guru Kelas 1
Mengajar kelas awal tentu saja memiliki beragam tantangan. Yuk, kita simak lebih dalam bagaimana perjalanan bu Yayuk Fitriani mendampingi kakak shalih-shalihah melewati transisi PAUD – SD
10. Sebagai Wali Kelas 1A, apa tantangan paling menarik ketika mendampingi anak-anak yang baru memasuki jenjang SD?
Tantangan mendampingi kelas 1A muncul di awal adalah membaca pola belajar dalam proses adaptasi anak. Memahami kondisi sosial emosi anak dengan kondisi di rumah sehingga pendampingan ketika di sekolah dapat bersinergi dan menguatkan.
Hal-hal yang mendasar yang butuh dibangun dari kelas 1 diantaranya adalah kemandirian misalnya dengan datang ke sekolah dan lancar berpisah, juga kesiapan motorik anak.
Untuk membantu proses adaptasi anak, saya sebagai guru butuh terus menemukan formula dalam mendampingi proses diantaranya dengan bridging kurikulum. Kegiatan transisi jenjang PAUD butuh disiapkan dengan ragam stimulasi fisik, motorik dan menyisipkan materi SD. Hal ini menjadi penting untuk dikembangkan dan terus dievaluasi agar anak-anak optimal dalam belajar.
13. Bagaimana Ibu melihat hubungan antara kemandirian anak dengan keberhasilan mereka dalam belajar?
Kemandirian merupakan aspek basic yang butuh terus dipupuk. Karena kemandirian anak memberikan dampak pada kesiapan belajar yang penuh dengan tantangan kedepannya. Maka sebelum terjun pada tantangan yang lebih challenging, anak butuh kita siapkan dengan ragam kemandirian terutama dalam memenuhi kebutuhan diri seperti mudah berpisah dengan orang tua saat hari pertama, mengenali dan menjaga barang milik sendiri, berani menyampaikan kebutuhan diri pada guru seperti izin ke toilet atau izin mengisi botol minum, mulai menyiapkan perlengkapan belajar, mulai belajar mencuci alat makan yang digunakan, mulai belajar menyapu dan mengepel.
14. Ketika anak mengalami kesulitan belajar, bagaimana sebaiknya guru merespons?
Kesulitan belajar merupakan tantangan yang membutuhkan proses pendampingan. Setiap anak memiliki tantangan masing-masing dalam belajar dan berinteraksi. Sebagai guru, kita perlu mengidentifikasi kebutuhan siswa dengan melakukan beragam pendekatan. Misalnya dengan mengajak ngobrol dan menceritakan kegiatan di rumah, menanyakan perasaan di sekolah, menggali informasi tentang pendampingan orang tua dari cerita anak dan melakukan proses konfirmasi dengan orang tua agar dapat menemukan alternatif cara untuk mendampingi kesulitan yang dialami anak.
15. Bagaimana sekolah melihat kesalahan anak dalam proses pembelajaran?
Sekolah merupakan wadah untuk menerima dan memberikan rasa aman untuk terus bertumbuh. Guru sebagai orang dewasa senantiasa memberikan pijakan dan pendampingan kepada setiap proses yang sedang dialami anak. Guru memberikan ragam pijakan pada anak baik dalam berupa teladan, pijakan ilmiah melalui buku maupun nasihat yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah untuk mendampingi anak ketika melakukan kesalahan agar dapat menemukan solusi dan hikmah sehingga anak dapat berproses untuk memperbaiki diri.
16. Bagaimana nilai-nilai Islam diintegrasikan ke dalam pembelajaran sehari-hari?
Pembelajaran di SD Islam Bintang Juara yang holistik dengan perkembangan siswa, kami rancang untuk selalu terkait dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Tidak hanya pada saat materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti. Namun semua mata pelajaran, kegiatan dan proses interaksi anak kami upayakan untuk terhubung dengan nilai-nilai ketauhidan sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Guru Ideal dan Kolaborasi dengan Orang Tua dalam Kacamata Bu Yayuk Fitriani
Seperti apa sosok guru ideal di masa sekarang menurut Bu Yayuk dan bagaimana cara beliau berkolaborasi dengan orang tua?
17. Menurut Ibu, seperti apa guru yang ideal di tengah perubahan kebutuhan anak dan perkembangan zaman?
Guru yang dapat dinamis dengan perkembangan zaman dengan menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Mampu memilah dan terus mencoba berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang update issue dan tetap membawa nilai ketauhidan. Guru yang mau mencoba menjalin kedekatan dengan anak dan orang tua demi terwujudnya pendidikan optimal bagi anak.
18. Apa peran Ayah Bunda dalam mendukung proses pembelajaran anak di rumah?
Melalui buku komunikasi tiap pekan dan penyampaian laporan hasil belajar tiap 3 bulan sekali, orang tua dapat memantau perkembangan anaknya dan memberikan pendampingan sesuai dengan catatan yang telah diberikan oleh wali kelas. Orang tua sebagai pendidik utama dapat berkontribusi aktif dalam proses tumbuh kembang serta proses belajar yang sedang dilakukan Kakak melalui kegiatan recalling di rumah.
Bahkan recalling tidak hanya ditujukan sebatas tentang pelajaran apa yang didapatkan anak namun juga sebagai proses pendampingan anak untuk menggali perasaan anak, memberikan validasi perasaan anak dan melakukan diskusi terbimbing ketika anak mengalami kesulitan. Baik kesulitan dalam bersosialisasi atau beradaptasi dengan teman, kegiatan atau pembelajaran di sekolah.
Visi dan Pesan Bermakna Bu Yayuk Fitriani untuk Kakak Shalih-shalihah dan Ayah Bunda
Menutup perbincangan MinBin dengan Bu Yayuk Fitriani, ada pesan-pesan bermakna yang beliau sampaikan untuk kakak shalih-shalihah dan ayah bunda.
19. Jika anak-anak kelas 1A kelak berada di kelas 6, perubahan seperti apa yang ingin Ibu lihat dari mereka?
Semoga Kakak kelas 1A kelak sudah mulai memahami dan mempraktikan nilai ketauhidan dengan tidak malu berbuat baik tanpa banyak pijakan, menghargai semua teman, saling membantu dalam kebaikan, kematangan emosi dengan mulai inisiatif mencari solusi ketika mengalami sebuah kendala atau tantangan. Mulai menemukan bidang yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
20. Apa pesan Ibu untuk Ayah Bunda yang sedang membersamai anak memasuki fase awal sekolah dasar?
Mari Ayah Bunda kita dampingi putra putri yang merupakan amanah terbesar dari Allah SWT. Mari persiapkan diri Kakak untuk memasuki masa pendidikan sekolah dasar dengan bekal kelekatan emosi sehingga proses adaptasi dan kemandirian Kakak akan lebih mudah untuk berkembang.
21. Jika harus merangkum peran Bu Yayuk sebagai Wakasek Bidang Kurikulum sekaligus wali kelas 1A dalam satu kalimat, apa yang ingin disampaikan?
Menjadi guru adalah jalan untuk terus menjadi pembelajar yang terus bertumbuh menjadi diri yang lebih baik dalam membersamai benih-benih calon pemimpin muslim masa depan.
Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang berhasil anak kuasai, tetapi tentang siapa yang sedang mereka tumbuhkan menjadi. Kemandirian, kemampuan beradaptasi, keberanian berkomunikasi, pengalaman belajar yang bermakna, serta nilai-nilai ketauhidan menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Sekolah dan keluarga pun memiliki peran yang saling menguatkan agar anak dapat melalui setiap tahap perkembangan dengan lebih siap dan percaya diri. Sebagaimana pesan Bu Yayuk, menjadi guru adalah jalan untuk terus menjadi pembelajar yang bertumbuh menjadi diri yang lebih baik dalam membersamai benih-benih calon pemimpin muslim masa depan.
Sampai jumpa pada episode Guru Bercerita selanjutnya. Ayah Bunda mau berkenalan lebih dekat dengan siapa nih?***(CM-MRT)