fbpx

Ayah Bunda, sebagai Calon Pemimpin Muslim yang tinggal di Jawa Tengah, kakak shalih-shalihah perlu dikenalkan dengan budaya Jawa. Oleh karenanya pada hari Senin, 29 Mei 2023, diselenggarakan kegiatan “Belajar Bersama Ahli” yang mengangkat tema “Mengenal Filosofi Wayang.”

Ahli yang didatangkan pada hari itu untuk menemani kakak shalih-shalihah kelas 2 – 5 belajar mengenai budaya Jawa adalah Bapak Agus Basuki, S.Pd.  Beliau adalah sosok yang menyebut dirinya sebagai Pelaku Budaya. Bapak Agus memiliki pengetahuan yang luas tentang budaya Jawa.

Apa saja ya yang dipelajari kakak shalih-shalihah bersama Bapak Agus Basuki? Simak catatan  Bintang Juara hingga akhir ya, Ayah Bunda.

Mengapa Calon Pemimpin Muslim Perlu Mengenal Budaya Jawa?

Sebelum kami mengajak Ayah Bunda untuk mengetahui hal-hal yang dipelajari kakak shalih-shalihah selama kegiatan “Belajar Bersama Ahli,” yuk terlebih dahulu mengenali mengapa Calon Pemimpin Muslim perlu mempelajari kebudayaan tempat mereka tinggal. Setidaknya ada tiga alasan yang menguatkan mengapa Calon Pemimpin Muslim sebaiknya belajar kebudayaan di tempat mereka tinggal:

1. Memahami Budaya Setempat Agar Berdakwah Lebih Mudah

Dalam Al Quran Surat Ibrahim ayat 4, Allah SWT berfirman;

quran surat ibrahim ayat 4

“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

Dari ayat tersebut, Ayah Bunda bisa mengambil kesimpulan bahwa Allah SWT menurunkan para rasul yang berasal dari kaum tersebut. Tentu saja agar saat berdakwah, rasul tersebut bisa menyampaikan firman-firman Allah SWT dengan bahasa yang dipahami oleh kaumnya.

Sebagai Calon Pemimpin Muslim, kelak kakak shalih-shalihah akan terjun ke masyarakat dan memilih ladang dakwahnya masing-masing. Dalam menjalani perannya, tentu kakak shalih-shalihah akan lebih mudah masuk ke dalam masyarakat Jawa apabila mereka memahami budaya Jawa.

Sebagaimana para Walisanga yang berdakwah melalui budaya, seperti wayang, tembang dan gamelan. Maka diharapkan dengan kakak shalih-shalihah memahami budaya tempat mereka dilahirkan atau tempat mereka kini menetap, bisa membantu mereka kelak dalam menyelami masyarakat hingga bisa berdakwah secara tepat.

2. Memahami Budaya, Cara Calon Pemimpin Muslim untuk Saling Mengenal

Termaktub dalam Al Quran Surat Al-Hujurat: 13;

quran surat al hujurat ayat 13

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu sekalian terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kalian terdiri dari berbagai bangsa dan suku, supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di hadapan Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui nan Mahateliti.”

Dari ayat tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwasanya Allah SWT menciptakan manusia dalam berbagai bangsa dan suku agar saling mengenal satu sama lain. Nah, cara terbaik dalam saling mengenal adalah mempelajari bahasa dan budaya bangsa orang-orang yang ada di sekitar kita dengan baik.

Jadi semisal kakak shalih-shalihah tidak lahir di Jawa, dan tinggal di kota Semarang karena mengikuti orang tua, Ayah Bunda bisa memberikan semangat kepada kakak shalih-shalihah dalam mempelajari budaya Jawa dalam rangka agar lebih mengenal teman-temannya.

Diharapkan dengan mengenal budaya tempat ia tinggal, kakak shalih-shalihah jadi tahu bahwa di dunia, Indonesia khususnya, memiliki keragaman budaya. Sebagai Calon Pemimpin Muslim tentunya kakak shalih-shalihah diharapkan bisa menerima perbedaan budaya yang ada, sehingga tumbuh sikap toleransi dan tepa selira di antara mereka.

3. Belajar Budaya untuk Memahami Masyarakat

Dari Zaid bin Tsabit berkata: bahwa Rasulullah saw memerintahkanku untuk mempelajari bahasa orang-orang Yahudi, beliau bersabda: Demi Allah aku tidak percaya kepada orang-orang Yahudi atas suratku, Zaid berkata; setelah setengah bulan aku belajar bahasa tersebut aku dapat menguasainya, apabila beliau hendak mengirim surat kepada orang-orang Yahudi aku menulisnya untuk mereka, dan apabila mereka mengirim surat kepada beliau maka aku membacakan surat mereka untuk beliau. (HR. Imam Tirmidzi)

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi pada kitab sunan Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW meminta salah seorang sahabatnya, Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa yang digunakan oleh orang-orang Yahudi. Hal itu dikarenakan agar Zaid bin Tsabit bisa memahami surat-surat yang dikirim oleh orang-orang Yahudi.

Belajar dari hadits tersebut, insya Allah semakin menguatkan kenapa mempelajari budaya di mana kakak shalih-shalihah tinggal penting dilakukan. Tentu saja agar kakak shalih-shalihah bisa memahami karakter masyarakat tersebut.

pentingnya belajar budaya

Saat kakak shalih-shalihah telah memahami karakter masyarakatnya, insya Allah kakak shalih-shalihah bisa lebih mudah masuk ke tengah-tengah masyarakat tersebut. Dampaknya, saat kakak shalih-shalihah ingin berdakwah ataupun ingin menyampaikan pendapat, akan lebih didengar dan dihargai.

Mengenal Filosofi Wayang bersama Bapak Agus Basuki, S.Pd.

Semoga setelah Ayah Bunda memahami mengapa Calon Pemimpin Muslim perlu belajar Budaya Jawa, Ayah Bunda bisa lebih semangat dalam mendampingi kakak shalih-shalihah belajar kebudaayan Jawa, khususnya Jawa Tengah, sebagai provinsi di mana SD Islam Bintang Juara berlokasi.

Dalam kegiatan “Belajar Bersama Ahli”, Bapak Agus Basuki, S.Pd. membagikan materinya dalam beberapa bagian:

1. Budaya Jawa

Pada bagian awal, Bapak Agus Basuki menjelaskan apa yang disebut dengan budaya Jawa. Dalam hal ini, beliau memperkenalkan kepada kakak shalih-shalihah tentang budaya subasita Jawa yang berkaitan dengan tri laku utama, meliputi tata basa, tata laksita dan tata busana.

busana adat jawa

2. Tata Busana

Salah satu keunggulan budaya Jawa adalah filosofi di setiap unsurnya, termasuk dalam pakaian adat Jawa.  Oleh karenanya, pada hari “Belajar Bersama Ahli” berlangsung, Bapak Agus Basuki sengaja mengenakan busana adat Jawa agar bisa menjelaskan secara langsung mengenai simbol dan makna/ filosofi di dalam pakaian tersebut.

Sebagaimana yang disampaikan oleh dr. Amir Zuhdi dalam webinar ‘Neuroteaching, Pembelajaran Ramah Otak Anak’, bahwasanya otak anak SD agar berkembang kecerdasannya perlu pembelajaran yang nyata. Yaitu dengan cara diperlihatkan dan ditunjukkan secara langsung.

Dengan melihat langsung busana adat Jawa secara lengkap, dan mendapat pemaparan mengenai makna simbol-simbolnya, insya Allah kakak shalih-shalihah akan lebih mudah menerima dan merekam informasi tersebut dalam memorinya.

3. Wayang

Selain belajar tentang filosofi busana adat Jawa, kakak shalih-shalihah juga belajar mengenal filosofi wayang. Bapak Agus Basuki, S.Pd. pertama-tama menjelaskan tentang apa itu wayang, kemudian dilanjutkan memberikan informasi peran wayang  sebagai media dakwah agama Islam oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.

Bapak Agus Basuki juga menjelaskan mengenai hubungan wayang dengan ajaran-ajaran Islam. Misalnya, Pandawa yang berjumlah lima merupakan simbol dari keberadaan rukun Islam, Panakawan sebagai simbol kesederhanaan dan kerendahan hati, dsb.

wayang kulit bersama agus basuki, S.Pd.

Narasumber yang menjelaskan dirinya sebagai Pelaku Budaya ini juga menginformasikan bahwa wayang adalah tontonan dan tuntunan. Dilambangkan dengan keberadaan Kurawa dan Pandawa, sebagai simbol hancurnya keburukan oleh kebaikan, sama seperti dalam perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Selain mendengarkan paparan dari Bapak Agus Basuki, kakak shalih-shalihah juga mendapat kesempatan untuk memainkan wayang. Bagian ini adalah hal yang paling dinanti. Kakak shalih-shalihah mendapat pengalaman baru yang insya Allah akan terekam hingga dewasa.

Selanjutnya Bapak Agus Basuki memainkan cerita wayang berjudul Dewa Ruci.  Cerita Dewa Ruci menggambarkan perjuangan siswa dalam menggapai cita-cita. Bentuk bakti Bima kepada Resi Drona, gurunya, yaitu dengan menumbuhkan sikap pantang menyerah.

Cerita ini dipilih oleh Bapak Agus Basuki dalam rangka untuk memberikan wewarah atau tuntunan mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua dan guru.

Ayah Bunda, berikut ini video dokumentasi saat kakak shalih-shalihah belajar mengenai Filosofi Wayang bersama Bapak Agus Basuki:

Demikianlah Ayah Bunda catatan Bintang Juara tentang kegiatan “Belajar Bersama Ahli” yang mengangkat tema Mengenal Filosofi Wayang. Doakan agar SD Islam Bintang Juara selalu bisa menghadirkan ahli-ahli terbaik untuk memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi kakak shalih-shalihah. Sampai jumpa di cerita-cerita berikutnya.***

Sumber:

  • https://umma.id/article/share/id/9999/644116
  • https://cakradunia.co/news/belajar-bahasa-asing/index.html
  • Juknis dan Materi “Belajar Bersama Ahli pada Senin, 29 Mei 2023”