fbpx

Belajar tentang kesehatan tidak harus selalu menunggu sakit. Justru, pemahaman sejak dini menjadi kunci utama agar anak tumbuh sehat, kuat, dan siap belajar dengan optimal. Inilah semangat yang terasa dalam kegiatan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Sekaran untuk kakak shalih–shalihah kelas 4, 5, dan 6 SD Islam Bintang Juara, yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026.

Pagi itu, suasana aula sekolah tampak berbeda. Kakak-kakak duduk rapi dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Bukan untuk ulangan atau lomba, melainkan untuk belajar mengenali dua hal penting yang sering dianggap sepele, namun berdampak besar bagi tumbuh kembang anak: penyakit cacingan dan kesehatan gigi.

Mengapa Cacingan dan Gigi Perlu Dibahas?

Tim dari Puskesmas Sekaran membuka penyuluhan dengan pertanyaan sederhana, “Siapa yang pernah sakit perut tanpa sebab yang jelas?” atau “Siapa yang pernah gigi berlubang tapi tetap dibiarkan?”

Pertanyaan-pertanyaan ini langsung membuat kakak shalih–shalihah terlibat aktif. Dari sinilah anak-anak mulai memahami bahwa tubuh mereka menyimpan banyak tanda yang perlu dikenali sejak awal.

Cacingan dan masalah gigi memang sering terjadi pada anak usia sekolah. Namun, keduanya kerap luput dari perhatian karena gejalanya tidak selalu terasa berat di awal. Padahal, jika dibiarkan, dampaknya bisa memengaruhi konsentrasi belajar, stamina, hingga kepercayaan diri anak.

Mengenal Penyakit Cacingan dengan Cara yang Mudah Dipahami

Dalam sesi pertama, kakak shalih–shalihah diajak mengenal apa itu penyakit cacingan. Dengan bahasa yang sederhana dan visual yang menarik, tim Puskesmas Sekaran menjelaskan bahwa cacingan adalah kondisi ketika cacing hidup di dalam tubuh manusia, terutama di saluran pencernaan.

Anak-anak pun dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa cacing bisa masuk ke tubuh melalui tangan yang kotor, kuku panjang yang jarang dibersihkan, atau makanan yang tidak higienis. Beberapa kakak terlihat reflektif, mulai mengingat kebiasaan sehari-hari mereka.

Tak hanya itu, dijelaskan pula tanda-tanda anak mengalami cacingan, seperti mudah lelah, perut sering sakit, berat badan sulit naik, hingga sulit berkonsentrasi di kelas. Dari sini, kakak shalih–shalihah belajar bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar aturan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Edukasi Kesehatan Gigi: Senyum Sehat Dimulai dari Kebiasaan Baik

Sesi berikutnya tak kalah menarik, yaitu tentang kesehatan gigi dan mulut. Tim Puskesmas Sekaran mengajak kakak shalih–shalihah melihat contoh gigi sehat dan gigi bermasalah. Reaksi anak-anak pun beragam—ada yang kaget, ada yang langsung memegang pipinya sendiri.

Melalui sesi ini, kakak shalih–shalihah memahami bahwa gigi berlubang tidak muncul begitu saja. Kebiasaan jarang menyikat gigi, terlalu sering mengonsumsi makanan manis, dan malas kontrol ke dokter gigi menjadi faktor utama penyebabnya.

Yang menarik, anak-anak tidak hanya diberi teori, tetapi juga tips praktis menjaga kesehatan gigi, mulai dari waktu menyikat gigi yang tepat, cara menyikat gigi yang benar, hingga pentingnya rutin memeriksakan gigi meski tidak terasa sakit.

Belajar Aktif, Bertanya Tanpa Ragu

Penyuluhan ini terasa hidup karena kakak shalih–shalihah sangat aktif bertanya. Ada yang bertanya apakah sakit gigi bisa sembuh sendiri, ada pula yang penasaran apakah cacingan bisa dicegah hanya dengan rajin cuci tangan.

Interaksi dua arah ini menunjukkan bahwa anak-anak benar-benar terlibat dalam proses belajar. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga berpikir, merefleksi, dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Menanamkan Kesadaran Sejak Dini

Lebih dari sekadar penyuluhan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SD Islam Bintang Juara dalam membangun pembelajaran yang berkesadaran dan bermakna. Anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah dan amanah terhadap tubuh yang Allah titipkan.

Dengan pemahaman ini, diharapkan kakak shalih–shalihah tidak hanya menerapkan kebiasaan sehat di sekolah, tetapi juga di rumah. Mulai dari rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, menyikat gigi secara teratur, hingga berani mengingatkan teman atau anggota keluarga untuk hidup lebih sehat.

Kolaborasi Sekolah dan Layanan Kesehatan

Kegiatan penyuluhan ini juga menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara sekolah dan layanan kesehatan. Kehadiran Puskesmas Sekaran memberikan nilai tambah yang nyata, karena informasi disampaikan langsung oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan berpengalaman.

Sinergi ini diharapkan terus terjalin agar anak-anak mendapatkan edukasi kesehatan yang utuh, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan usia mereka.

Sehat Itu Investasi Masa Depan

Dari kegiatan ini, kakak shalih–shalihah kelas 4–6 belajar satu hal penting: sehat bukan kebetulan, tetapi hasil dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Mengenali penyakit cacingan dan menjaga kesehatan gigi adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi masa depan mereka.

Karena anak yang sehat akan lebih siap belajar, lebih percaya diri, dan lebih mampu meraih prestasi. Dan di SD Islam Bintang Juara, pendidikan selalu dimulai dari hal paling mendasar: menjaga diri, menjaga amanah, dan menumbuhkan kesadaran sejak dini.***