fbpx

Ramadan memang belum tiba, tetapi getarannya sudah terasa kuat di lingkungan SD Islam Bintang Juara. Ada semangat yang tumbuh perlahan. Ada hati-hati kecil yang mulai dipersiapkan. Karena menyambut Ramadan bukan sekadar menunggu tanggal di kalender—melainkan menyiapkan diri agar menjadi lebih baik.

Rangkaian Tarbiyah Ramadan 1447 Hijriah di SD Islam Bintang Juara

Selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu hingga Jumat, 11–13 Februari 2026, kakak shalih–shalihah mengikuti Rangkaian Tarbiyah Ramadan SD Islam Bintang Juara. Setiap harinya menghadirkan pengalaman yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: menumbuhkan kesiapan ilmu, hati, dan amal dalam menyambut bulan suci.

Rabu, 11 Februari 2026: Tarbiyah Ramadan & Pembagian Buku Ramadan

Hari pertama dibuka dengan kegiatan Tarbiyah Ramadan dan Pembagian Buku Ramadan. Kegiatan ini dibagi menjadi dua kelompok besar agar materi sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Kelas Tinggi (Kelas 4–6): Menguatkan Pemahaman dan Kesadaran

Kakak kelas 4–6 didampingi oleh Pak Zaki. Sesi dimulai bukan dengan ceramah panjang, melainkan dengan recalling—mengajak kakak mengingat kembali apa saja yang penting diketahui tentang Ramadan.

  • “Ramadan itu bulan apa?”
  • “Apa tujuan kita berpuasa?”
  • “Selain puasa, ibadah apa saja yang dianjurkan?”

Tangan-tangan terangkat. Jawaban mengalir: puasa, tarawih, tadarus, zakat, sedekah, menahan amarah. Diskusi terasa hidup. Kakak tidak hanya menyebutkan, tetapi mulai memahami makna di baliknya.

Pak Zaki kemudian menguatkan kembali esensi Ramadan sebagai bulan pembinaan diri. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, pikiran, dan perbuatan. Ramadan adalah kesempatan memperbaiki diri.

Kelas Rendah (Kelas 1–3): Memahami Ramadan dengan Ceria

Sementara itu, kakak kelas 1–3 didampingi oleh Pak Ali dan Pak Rizki. Pendekatannya tentu berbeda. Anak-anak diajak menonton video animasi Rico tentang berpuasa.

Melalui tayangan yang ringan dan menyenangkan, kakak belajar tentang apa itu puasa, kapan waktu berpuasa, serta hal-hal sederhana yang perlu dijaga selama Ramadan. Setelah menonton, Pak Ali dan Pak Rizki memberikan penjelasan dasar dengan bahasa yang mudah dipahami.

  • Apa itu niat?
  • Kenapa tidak boleh makan dan minum saat puasa?
  • Bagaimana jika lupa?

Semua dijelaskan sesuai kebutuhan usia mereka. Tidak terlalu berat, tetapi cukup untuk membangun pemahaman awal yang kuat.

Di akhir sesi, baik di kelas tinggi maupun rendah, kakak menerima Buku Ramadan yang akan menjadi panduan ibadah dan refleksi selama bulan suci. Buku ini bukan sekadar lembaran tugas, melainkan sahabat perjalanan spiritual mereka.

Hari pertama ditutup dengan senyum dan rasa penasaran. Ramadan terasa semakin dekat.

Kamis, 12 Februari 2026: BBM – Bersih-bersih Masjid dan Musala

Hari kedua diisi dengan kegiatan penuh makna: BBM (Bersih-bersih Masjid dan Musala).

Kakak kelas 3–5 berangkat ke masjid dan musala sekitar sekolah. Sapu di tangan, lap kain dibawa, dan hati yang siap beramal. Membersihkan karpet, merapikan sajadah, menyapu halaman—semua dilakukan bersama.

Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti. Dari hal sederhana ini, kakak shalih–shalihah belajar menjadi muslim yang peduli dan bermanfaat bagi masyarakat.

Membersihkan rumah Allah menjadi jalan untuk membersihkan hati. Setiap debu yang disapu seolah mengingatkan bahwa hati pun perlu dibersihkan dari iri, malas, dan amarah.

Ini adalah amalan spesial menyambut Ramadan.

Sementara itu, kakak kelas 1–2 dan kelas 6 mendapat tugas membersihkan area sekolah. Kelas 6 sebelumnya harus menuntaskan ujian praktik, sehingga mereka kemudian mendapat amanah mendampingi adik-adik kelas 1 dan 2.

Pemandangan yang indah terlihat: kakak kelas 6 membimbing adik-adiknya. Mengajarkan cara menyapu, mengingatkan untuk berhati-hati, dan bekerja sama. Ramadan benar-benar menjadi momen pembinaan karakter.

Jumat, 13 Februari 2026: Pawai Ramadan – Syiar yang Berjalan

Hari ketiga menjadi puncak yang paling meriah: Pawai Ramadan.

Bersama PAUD Islam Bintang Juara, kakak shalih–shalihah berbaris rapi. Mereka membawa manggar yang telah dibuat di rumah masing-masing. Warna-warni hiasan menghiasi barisan, menciptakan suasana penuh semangat.

Langkah kecil mereka menyusuri area perkampungan dekat sekolah. Shalawat dilantunkan bersama. Suaranya mungkin sederhana, tetapi getarannya terasa kuat.

Ini bukan sekadar pawai. Ini adalah syiar. Doa yang berjalan. Harapan yang dikibarkan bersama. Harapan untuk hati yang lebih bersih. Ibadah yang lebih kuat. Dan diri yang lebih baik dari kemarin.

Warga sekitar menyambut dengan senyum. Ada kebahagiaan yang menular. Anak-anak belajar bahwa Ramadan bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang menghadirkan kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Ramadan Dimulai dari Persiapan Hati

Rangkaian Tarbiyah Ramadan ini menunjukkan bahwa menyambut bulan suci tidak cukup dengan menunggu hilal terlihat. Persiapan harus dimulai jauh-jauh hari—dengan ilmu, amal, dan kebersamaan.

  • Melalui tarbiyah, kakak memahami makna Ramadan.
  • Melalui bersih masjid, kakak belajar peduli dan beramal.
  • Melalui pawai, kakak belajar bersyiar dan berbagi semangat.

Di SD Islam Bintang Juara, Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi proses pembinaan karakter yang berkelanjutan.

Kini, Ramadan semakin dekat. Dan pertanyaannya bukan lagi, “Kapan Ramadan tiba?” Tetapi, “Sudah sejauh mana kita menyiapkan diri?”

Kalau ayah bunda, sudah menyiapkan kegiatan apa di rumah untuk menyambut Ramadan bersama kakak shalih–shalihah?***