Menjadi seorang pemimpin tidak selalu dimulai dari berdiri di depan banyak orang atau memberikan arahan kepada sebuah kelompok. Terkadang, kepemimpinan justru tumbuh ketika seorang anak bersedia berbagi ide, membantu temannya, mencoba sesuatu yang baru, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya.
Nilai-nilai inilah yang menjadi semangat Leadership Journey Tengah Semester 1 SD Islam Bintang Juara dengan tema “Calon Pemimpin Muslim Aktif Berkolaborasi dan Berkreasi”. Selama lima hari, Senin–Jumat, 28 September–2 Oktober 2026, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang mengajak mereka belajar melalui pengalaman nyata.
Contents
- 1 Rangkaian Kegiatan Leadership Journey Tengah Semester 1 TP. 2026/2027
- 1.1 Perca Berdaya: Mengubah Sisa Kain Menjadi Karya Bermakna
- 1.2 Petualang Pemimpin Muslim: Belajar Bekerja Sama Melalui Permainan
- 1.3 PELITA: Mengenal Kesehatan Gigi dan THT Bersama UNNES
- 1.4 Hari Kesaktian Pancasila: Menguatkan Semangat Kebangsaan
- 1.5 Senam Sehat Ceria dan Bekal Sehat dari Rumah
- 1.6 My Next Step: Berhenti Sejenak untuk Melihat Perjalanan
- 1.7 Bintang Juara Bersinar dan Bersih Berseri: Berkarya serta Peduli Lingkungan
- 2 Leadership Journey: Setiap Pengalaman Menjadi Bekal Kepemimpinan
Rangkaian Kegiatan Leadership Journey Tengah Semester 1 TP. 2026/2027
Mulai dari mengolah kain perca menjadi karya kreatif, mengikuti permainan kolaboratif, mengenal peran Dokter Kecil, mempelajari kesehatan gigi dan THT, hingga melakukan refleksi perjalanan belajar. Setiap kegiatan dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa agar berani mencoba, belajar bersama, dan menemukan makna dari setiap proses.
Sebab, calon pemimpin muslim tidak hanya perlu memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Perca Berdaya: Mengubah Sisa Kain Menjadi Karya Bermakna
Senin, 28 September 2026, Leadership Journey dibuka dengan kegiatan Perca Berdaya. Melalui kegiatan ini, siswa diajak melihat bahwa bahan yang tampak sederhana dan tidak lagi digunakan ternyata masih memiliki peluang untuk diolah menjadi sesuatu yang bernilai.
Siswa kelas 1–3 membawa kain perca batik atau pakaian batik yang sudah tidak terpakai, beserta lem dan gunting. Dengan bahan tersebut, mereka membuat karya dengan menempelkan potongan kain pada gambar yang telah disediakan. Potongan kain perca digunakan untuk menghias gambar orang sehingga menghasilkan karya yang lebih berwarna dan menarik.
Sementara itu, siswa kelas 4–6 mendapatkan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan ide. Mereka dapat membawa kain perca atau pakaian yang tidak terpakai, gunting, lem, serta bahan pendukung lain sesuai kebutuhan. Karya yang dibuat bebas mengikuti kreativitas masing-masing, dengan satu unsur penting yang harus ada, yaitu menjahit.
Perbedaan aktivitas ini memberikan kesempatan kepada setiap kelompok usia untuk berkarya sesuai tahap perkembangannya. Siswa kelas kecil berlatih mengenali bentuk, memadukan bahan, dan menyusun potongan kain. Sementara itu, siswa kelas besar mendapatkan tantangan untuk merancang karya secara mandiri dengan menggabungkan berbagai bahan dan keterampilan.
Lebih dari sekadar menghasilkan produk, Perca Berdaya mengajak siswa memahami bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan bahan baru atau mahal. Barang yang tidak terpakai pun dapat memiliki nilai ketika seseorang mampu melihat peluang dan mengolahnya dengan ide yang tepat.
Di sinilah semangat calon pemimpin muslim mulai dilatih: berani mencoba, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta mampu mengubah keterbatasan menjadi kesempatan untuk berkarya.
Petualang Pemimpin Muslim: Belajar Bekerja Sama Melalui Permainan
Selasa, 29 September 2026, siswa kelas 1–3 mengikuti kegiatan Fun Game: Petualang Pemimpin Muslim. Melalui permainan luar ruangan, anak-anak diajak mempraktikkan kolaborasi dan kerja sama dalam suasana yang menyenangkan.
Permainan menjadi ruang belajar yang berbeda dari kegiatan di dalam kelas. Anak tidak hanya perlu memahami instruksi, tetapi juga belajar berkomunikasi, memperhatikan teman, dan menyesuaikan tindakan agar dapat mencapai tujuan bersama.
Dalam sebuah tim, setiap anak memiliki peran. Ada kalanya mereka perlu menyampaikan ide, ada kalanya harus mendengarkan arahan teman, dan ada kalanya perlu memberi dukungan ketika anggota kelompok menghadapi kesulitan.
Pengalaman tersebut membantu anak mengenal bahwa keberhasilan kelompok tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling cepat atau paling menonjol. Kerja sama membutuhkan kesediaan untuk saling membantu dan menghargai kontribusi setiap anggota.
Pada hari yang sama, siswa kelas 4–6 mengikuti kegiatan PELITA (Peduli, Lindungi dan Tangguh) melalui penyuluhan dari Puskesmas Sekaran tentang peran Dokter Kecil. Siswa diperkenalkan pada pentingnya kepedulian terhadap kesehatan serta peran yang dapat mereka jalankan untuk mendukung kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, kepemimpinan diperkenalkan dari sisi yang berbeda. Seorang calon pemimpin tidak hanya belajar mengarahkan orang lain, tetapi juga memahami bagaimana menjaga diri, peduli terhadap sesama, dan mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
PELITA: Mengenal Kesehatan Gigi dan THT Bersama UNNES
Rabu, 30 September 2026, giliran siswa kelas 1–3 mengikuti kegiatan PELITA. Kali ini, narasumber dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) memberikan edukasi mengenai kesehatan gigi dan THT, yaitu telinga, hidung, dan tenggorokan.
Kesehatan merupakan bagian penting dari kesiapan anak untuk belajar dan beraktivitas. Mengenali cara menjaga kebersihan gigi serta memahami pentingnya merawat telinga, hidung, dan tenggorokan menjadi bekal agar anak semakin sadar terhadap kebutuhan tubuhnya.
Pengenalan kesehatan sejak usia sekolah juga membuka kesempatan bagi anak untuk membangun kebiasaan baik dalam keseharian. Anak belajar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika tubuh terasa tidak nyaman, tetapi perlu menjadi bagian dari rutinitas.
Pada saat yang sama, siswa kelas 4–6 mengikuti Fun Game: Petualang Pemimpin Muslim. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui permainan luar ruangan, mengembangkan kerja sama, serta mempraktikkan komunikasi dan koordinasi bersama teman.
Pergantian kegiatan antarkelompok ini memberikan pengalaman yang beragam bagi siswa. Ada yang belajar tentang kesehatan melalui penyuluhan, ada pula yang menguatkan keterampilan sosial melalui permainan. Keduanya sama-sama menjadi bagian dari perjalanan membentuk calon pemimpin muslim yang peduli dan mampu bekerja bersama orang lain.
Hari Kesaktian Pancasila: Menguatkan Semangat Kebangsaan
Kamis, 1 Oktober 2026, rangkaian Leadership Journey diawali dengan apel peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk kembali mengenal pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai kebangsaan dapat ditumbuhkan melalui pembiasaan menghormati simbol negara, mengikuti kegiatan bersama dengan tertib, dan memahami pentingnya menjaga persatuan.
Bagi calon pemimpin muslim, kecintaan terhadap agama dan kepedulian terhadap bangsa dapat berjalan beriringan. Sikap saling menghormati, menjaga kebersamaan, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan merupakan bagian dari karakter yang perlu terus dilatih sejak usia sekolah.
Senam Sehat Ceria dan Bekal Sehat dari Rumah
Setelah apel, siswa mengikuti Senam Sehat Ceria bersama Cimory. Suasana bergerak bersama menjadi kesempatan untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat positif dalam menjalani aktivitas sekolah.
Kegiatan dilanjutkan dengan menikmati bekal sehat berupa buah dan sayur yang telah dibawa dari rumah. Melalui kebiasaan sederhana ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan kepedulian terhadap kesehatan melalui pilihan makanan yang mereka konsumsi.
Belajar hidup sehat tidak harus selalu berlangsung melalui penjelasan panjang. Anak juga membutuhkan pengalaman langsung, mulai dari bergerak aktif hingga membiasakan diri menikmati buah dan sayur.
Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa calon pemimpin perlu belajar merawat dirinya sendiri. Dengan tubuh yang terjaga dan kebiasaan yang baik, anak memiliki bekal untuk menjalani proses belajar dan beraktivitas dengan lebih optimal.
My Next Step: Berhenti Sejenak untuk Melihat Perjalanan
Sebelum rangkaian hari itu berakhir, siswa mengikuti kegiatan My Next Step, yaitu refleksi perjalanan belajar di sekolah selama setengah semester.
Refleksi memberikan ruang bagi anak untuk melihat kembali pengalaman yang telah dilalui. Apa yang sudah dipelajari? Hal apa yang mulai dikuasai? Pengalaman apa yang terasa menantang? Dan kebiasaan baik apa yang masih perlu diperkuat?
Proses ini penting karena belajar bukan hanya tentang menyelesaikan tugas atau mendapatkan hasil akhir. Anak juga perlu mengenali perkembangan dirinya, menyadari hal-hal yang masih perlu diperbaiki, dan berani menentukan langkah berikutnya.
Melalui My Next Step, siswa diajak memahami bahwa setiap orang memiliki proses pertumbuhan masing-masing. Tidak semua hal harus langsung dikuasai, tetapi setiap pengalaman dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih baik.
Inilah salah satu fondasi kepemimpinan: kemampuan mengenali diri, menerima proses, dan memiliki kemauan untuk terus berkembang.
Bintang Juara Bersinar dan Bersih Berseri: Berkarya serta Peduli Lingkungan
Jumat, 2 Oktober 2026, rangkaian Leadership Journey Tengah Semester 1 ditutup melalui dua kegiatan yang menguatkan semangat berkarya dan kepedulian terhadap lingkungan.
Bintang Juara Bersinar: Penampilan Bermakna dari Kelas 2B
Melalui Bintang Juara Bersinar, siswa kelas 2B mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya atau potensi mereka dalam sebuah penampilan bermakna.
Ruang seperti ini penting bagi anak untuk belajar membangun keberanian, mengekspresikan diri, dan menghargai proses persiapan. Setiap kesempatan tampil dapat menjadi pengalaman untuk mengenali potensi diri sekaligus belajar menghargai kemampuan teman.
Tidak semua anak menunjukkan potensi dengan cara yang sama. Karena itu, kesempatan untuk berkarya dan tampil menjadi bagian dari upaya memberikan ruang tumbuh bagi setiap siswa.
Bintang Juara Bersih Berseri: Tanggung Jawab Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Rangkaian hari Jumat juga diisi dengan Bintang Juara Bersih Berseri, yaitu kegiatan bersih-bersih sekolah.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka belajar setiap hari. Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu, tetapi juga ruang bersama yang perlu dirawat dan dijaga.
Kebiasaan sederhana seperti membersihkan area sekolah mengajarkan bahwa tanggung jawab tidak berhenti pada diri sendiri. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkontribusi terhadap kenyamanan bersama.
Seorang calon pemimpin muslim perlu memahami bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Tidak harus menunggu mendapatkan jabatan atau instruksi besar; merawat lingkungan di sekitar pun merupakan bentuk tanggung jawab.
Leadership Journey: Setiap Pengalaman Menjadi Bekal Kepemimpinan
Lima hari Leadership Journey Tengah Semester 1 menghadirkan pengalaman belajar yang beragam. Melalui Perca Berdaya, siswa berlatih mengembangkan kreativitas. Melalui Petualang Pemimpin Muslim, mereka belajar berkolaborasi. Melalui PELITA, mereka mengenal pentingnya kesehatan dan kepedulian. Sementara itu, apel Hari Kesaktian Pancasila, My Next Step, Bintang Juara Bersinar, dan Bintang Juara Bersih Berseri memberikan ruang untuk menguatkan karakter, refleksi diri, keberanian, serta tanggung jawab.
Seluruh kegiatan tersebut berpadu dalam satu tujuan: mendampingi anak bertumbuh melalui pengalaman yang bermakna.
Sebab, menjadi pemimpin bukan hanya tentang kemampuan berbicara atau mengarahkan orang lain. Kepemimpinan juga terlihat dari kesediaan untuk bekerja sama, keberanian mencoba ide baru, kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Melalui Leadership Journey, SD Islam Bintang Juara terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengenali potensi dan mengembangkan karakter mereka.
Karena calon pemimpin muslim yang tangguh tidak hanya belajar untuk menjadi hebat bagi dirinya sendiri, tetapi juga belajar berkarya, berkolaborasi, dan memberikan manfaat bagi orang lain.*** (CM-MRT)
