Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Ada pengalaman, interaksi, kegiatan bersama, dan berbagai proses keseharian yang ikut membentuk karakter serta kemampuan anak dalam menjalani kehidupan.
Melalui Guru Bercerita, Bu Siti Maqfiroh, S.Si., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Penanggung Jawab SPMB SD Islam Bintang Juara, berbagi cerita tentang perjalanan mendampingi siswa, membangun jiwa kepemimpinan, hingga pentingnya sinergi sekolah dan orang tua dalam pendidikan.
Contents
- 1 Mengenal Bu Siti Lebih Dekat
- 2 Lebih dari Sekadar Akademik
- 2.1 4. Menurut Ibu, apa yang perlu dibangun dari seorang anak selain kemampuan akademik?
- 2.2 5. Bagaimana sekolah membantu anak menemukan potensi, minat, dan kepercayaan dirinya?
- 2.3 6. Mengapa kegiatan di luar pembelajaran seperti ekstrakurikuler, outing, dan berbagai pengalaman bersama penting bagi anak?
- 3 Menumbuhkan Anak sebagai Bagian dari Komunitas
- 4 Membangun Jiwa Pemimpin Sejak Dini
- 5 Memilih Sekolah yang Sejalan dengan Visi Keluarga
- 5.1 12. Sebagai penanggungjawab SPMB, apa yang sebenarnya ingin Ibu pahami dari sebuah keluarga sebelum mereka memilih sekolah?
- 5.2 13. Menurut Ibu, apa yang sebaiknya dipertimbangkan Ayah Bunda ketika memilih sekolah dasar untuk anak?
- 5.3 14. Selain fasilitas dan prestasi, hal apa yang menurut Ibu penting dilihat orang tua dari sebuah sekolah?
- 6 Ketika Sekolah dan Orang Tua Menjadi Partner
- 6.1 15. Bagaimana sekolah memastikan anak dan keluarga yang bergabung tidak hanya menjadi “siswa baru”, tetapi menjadi bagian dari keluarga Bintang Juara?
- 6.2 16. Apa tantangan terbesar dalam mendampingi karakter anak di tengah perubahan zaman dan pengaruh lingkungan?
- 6.3 17. Bagaimana sekolah bekerja sama dengan orang tua ketika anak membutuhkan pendampingan khusus dalam hal perilaku atau perkembangan sosialnya?
- 7 Dari Pengalaman Hari Ini, Menuju Pemimpin Masa Depan
- 8 19. Jika membayangkan anak-anak Bintang Juara beberapa tahun ke depan, karakter seperti apa yang ingin Ibu lihat?
Mengenal Bu Siti Lebih Dekat
Setiap perjalanan memiliki titik awal. Sebelum berbicara tentang kesiswaan, kepemimpinan, dan pendidikan anak, mari MinBin ajak Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah mengenal lebih dekat perjalanan Bu Siti bersama Bintang Juara serta hal yang membuatnya memilih untuk terus mendampingi anak-anak.
1. Bisa diceritakan perjalanan Ibu hingga mendapat amanah sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan PJ SPMB?
Pertemuan saya dengan Bintang Juara terjadi pada tahun 2017. Saat itu saya masih mahasiswa. Saya mendapat tawaran untuk mengisi kegiatan ekstrakurikuler di SD Islam Bintang Juara. Kemudian pada perjumpaan pertama, saya diajak untuk brainstorming dengan Bunda Vivi Psikolog, saya pun mendapat amanah menjadi guru ekstrakurikuler. Namun saat itu sifatnya masih mitra, karena saya berada di lembaga yang berbeda.
Pertama kali mengisi kegiatan ekskul, saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sekolah ini. Yang saya kagumi sejak hari pertama adalah nilai-nilai yang ditanamkan ke anak-anak, walaupun saat itu SD Islam Bintang Juara belum ada bangunannya. Kemudian, setelah lulus kuliah tahun 2018 akhir, saya resmi bergabung di SD Islam Bintang Juara. Awalnya saya ditawarkan untuk membantu di pengembangan PKBM Bintang Juara.
Sebagai latihan, saya diberi amanah menjadi guru pendamping siswa berkebutuhan khusus. Kemudian, setelah itu saya mendapat amanah sebagai guru Bahasa Jawa. Selama menjadi guru pendmaping dan guru Bahasa Jawa, saya juga masih aktif untuk mengelola ekskul dan menjadi koordinator beberapa kegiatan.
Event pertama yang saya ketuai adalah kegiatan MPLS tahun 2021-2022 pada masa pandemi. Alhamdulillah di tahun 2023 SDIBJ mendapat Guru Bahasa Jawa, dan saya mendapat amanah sebagai Koordinator Bidang Kesiswaan, Humas dan SPMB hingga tahun 2026 (saat ini).
2. Apa yang membuat Bu Siti tertarik mendampingi siswa di luar ruang kelas?
Hal yang membuat saya semangat dan tertarik mendampingi siswa berkegiatan di luar kelas adalah karena begitu banyaknya ilmu yang Allah SWT hamparkan melalui beragam pengalaman di luar kelas. Saya semangat ketika mendampingi anak-anak mendapat pengalaman di lapangan, melalui praktik langsung dalam kehidupan.
Menurut saya, pembelajaran di dalam kelas bagi anak-anak itu ibarat belajar di laboratorium, di mana banyak hal yang dapat dikondisikan. Namun, ketika anak-anak berkegiatan di luar kelas melalui beragam pengalaman, seperti kunjungan ke suatu tempat, pertandingan, mengikuti pelatihan, magang, dll, disitulah karakter anak diuji dan disitulah momen mendebarkan bagi seorang guru untuk melihat perkembangan karakter anak didiknya.
3. Apa sebenarnya peran bidang kesiswaan dalam perjalanan pendidikan seorang anak?
Peran utama waka Kesiswaan adalah membantu Kepala Sekolah dalam proses merencanakan, mengkoordinasikan, membina dan melakukan evaluasi seluruh kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik supaya berkembang secara optimal. Sehingga seluruh proses sejak awal (SPMB) hingga anak-anak lulus, tidak terlepas dari peran bidang kesiswaan.
Lebih dari Sekadar Akademik
Bagi Bu Siti, pendidikan anak tidak berhenti pada apa yang terjadi di dalam kelas. Ada iman, karakter, pengalaman, potensi, hingga berbagai keterampilan yang perlu tumbuh bersama agar anak berkembang secara utuh.
4. Menurut Ibu, apa yang perlu dibangun dari seorang anak selain kemampuan akademik?
Selain aspek akademik, tentu ada banyak sekali aspek yang perlu dibangun dari seorang anak. Hal pertama dan utama yang perlu dibangun adalah membangun kedekatan anak dengan Allah SWT (memupuk keimanan anak sejak dini).
Keimanan ini yang akan menjadi pondasi bagi orang tua dan anak untuk membangun karakter diri, kemampuan sosial dan kepemimpinan (leadership), ketahanan mental dan emosional (resilience), kemandirian dan ketrampilan hidup (life skill), serta menjadi filter diri dalam mengembangkan kreativitas dan potensi (non akademik).
5. Bagaimana sekolah membantu anak menemukan potensi, minat, dan kepercayaan dirinya?
Sebagai sebuah lembaga yang menaungi anak dengan beragam karakter dan potensi, sekolah merancang beragam program untuk melihat perkembangan potensi siswa. Baik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler atau ekstrakurikuler. Selain memberikan layanan program, tentu sekolah juga berupaya untuk membangun komunikasi dengan orang tua untuk bersama mengawal perkembangan anak dalam menemukan potensi, minat dan rasa percaya diri.
Tanpa sinergi aktif dari pihak sekolah dan orang tua, maka layanan program yang telah dirancang oleh sekolah tidak dapat tercapai secara optimal. Sebagus apapun program yang dirancang, tidak dapat terlepas dari peran orang tua untuk berpartisipasi aktif.
6. Mengapa kegiatan di luar pembelajaran seperti ekstrakurikuler, outing, dan berbagai pengalaman bersama penting bagi anak?
Kegiatan di luar kelas, sesungguhnya bukanlah kegiatan yang terpisah dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan ini menjadi satu kesatuan dengan pembelajaran di dalam kelas dan dari pengalaman yang diperoleh anak di luar kelas akan menunjang bagaimana perkembangan anak di dalam kelas, pun sebaliknya. Setiap proses pembelajaran (baik di dalam kelas maupun di luar kelas) adalah satu kesatuan komponen yang mendukung siswa berkembang secara optimal baik dari aspek soft skill maupun hard skill.
Menumbuhkan Anak sebagai Bagian dari Komunitas
Tumbuh bersama orang lain juga merupakan bagian penting dari perjalanan anak. Di sekolah, anak tidak hanya belajar tentang dirinya sendiri, tetapi juga belajar diterima, berinteraksi, bekerja sama, dan menghadapi berbagai dinamika bersama teman.
7. Bagaimana sekolah menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa diterima dan menjadi bagian dari komunitas?
Kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut adalah memberikan program sesuai tahap perkembangan anak. Sehingga anak dapat berpartisipasi secara optimal. Dalam satu program besar, sekolah akan mem-breakdown program menjadi spesifik.
Misalnya, dalam kegiatan QLC (Quranic Leadership Camp), kegiatan dirancang menjadi berbeda untuk siswa kelas 3 dan siswa kelas 4-6. Kemudian dalam kegiatan Leadership Journey, dirancang sesuai kebutuhan siswa kelas 1-6.
Kegiatan bukan hanya diklasifikasikan berdasarkan perbedaan tingkatan kelas, namun secara lebih spesifik juga adalam topik-topik kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan siswa.
8. Ketika anak menghadapi konflik dengan teman, bagaimana sekolah membantu mereka belajar menyelesaikannya?
Prinsip yang dibangun di SD Islam Bintang Juara ketika ada anak berkonflik adalah menuntaskan sebelum mereka keluar dari pintu sekolah untuk pulang. Guru akan menjadi mediator untuk siswa yang berkonflik. Budaya yang dibangun di sekolah adalah melatih seluruh warga sekolah untuk dapat memberikan informasi secara faktual. Berbekal informasi faktual yang disampaikan inilah menjadi sarana guru untuk melihat permasalahan secara objektif dan menuntaskan persoalan.
Membangun Jiwa Pemimpin Sejak Dini
Menjadi pemimpin bukan sekadar berani berdiri di depan banyak orang. Di SD Islam Bintang Juara, jiwa kepemimpinan dibangun melalui berbagai kebiasaan sederhana yang dekat dengan keseharian anak, sekaligus berlandaskan nilai-nilai Islam.
Sebagai sekolah yang memiliki visi untuk membangun Calon Pemimpin Muslim, SDIBJ merancang program kepemimpinan sejak anak datang hingga pulang. Ketika kita membahas tentang Jiwa Kepemimpinan, maka ini menjadi topik yang luas. InsyaaAllah seluruh program-program di SDIBJ sejak anak datang ke sekolah hingga dijemput pulang dirancang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak.
Melatih anak menjadi seorang pemimpin, bukan hanya melatih anak untuk berani tampil di depan. Namun, bagaimana anak mampu berkembang karakter positifnya, mampu melayani dirinya sendiri (mandiri), membiasakan anak bertanggung jawab mencari solusi ketika melakukan kesalahan, bertanggung jawab dengan amanah yang diberikan, jujur (menyampaikan informasi secara faktual), dan mampu berkolaborasi dengan banyak guru dan teman adalah bekal untuk tumbuh menjadi seorang Pemimpin.
10. Apa makna “Sekolah Calon Pemimpin Muslim” dalam praktik kesiswaan sehari-hari?
Dalam praktik di Bidang Kesiswaan, Visi “Sekolah Calon Pemimpin Muslim” menjadi sebuah jangkar dalam Bidang Kesiswaan menyusun program. Setiap Program yang dirancang dipastikan memiliki ‘ruh’ untuk mengembangkan karakter Islamic Leadership peserta didik. Baik kegiatan kokurikuler atau ekstrakurikuler.
11. Bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan dalam pembinaan siswa, bukan hanya diajarkan?
Nilai-nilai Islam di SD Islam Bintang Juara dialirkan kepada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah melalui kalimat pijakan. Selain melalui pijakan yang dilakukan secara intensif, juga melalui momen-momen yang telah dikondisikan, misalnya melalui insternalisasi nilai-nilai Islam melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas, memanfaatkan waktu-waktu transisi untuk membacakan buku dengan muatan nilai Islam, murajaah dan dengan menyediakan koleksi buku-buku bacaan berkualitas yang selaras dengan nilai-nilai ketauhidan.
Memilih Sekolah yang Sejalan dengan Visi Keluarga
Memilih sekolah merupakan salah satu keputusan penting dalam perjalanan pendidikan anak. Karena itu, sebelum melihat fasilitas maupun berbagai program, ada hal yang lebih mendasar yang perlu dipertimbangkan: apakah visi pendidikan sekolah sejalan dengan visi yang dibangun keluarga?
12. Sebagai penanggungjawab SPMB, apa yang sebenarnya ingin Ibu pahami dari sebuah keluarga sebelum mereka memilih sekolah?
Sebagai PJ SPMB hal yang penting untuk diketahui dari Ayah Bunda yang sedang mencari sekolah adalah visi pendidikan yang dibangun dalam keluarga tersebut. Karena sebagai lembaga pendidikan, sekolah berperan sebagai mitra dari Ayah Bunda yang memiliki visi yang selaras dengan sekolah. Tanpa adanya visi selaras yang diperjuangkan, maka layanan yang kami berikan tidak akan mencapai hasil optimal.
13. Menurut Ibu, apa yang sebaiknya dipertimbangkan Ayah Bunda ketika memilih sekolah dasar untuk anak?
Sekolah dasar adalah jenjang sekolah yang paling panjang perjalanannya. Selama proses menempuh pendidikan di jenjang SD, peserta didik mengalami dua masa transisi yang utama yaitu fase transisi dari anak pra sekolah menjadi siswa SD dan yang kedua adalah masa transisi dari masa pra baligh menjadi baligh.
Maka, dari dua perkembangan fitrah yang krusial ini, Ayah Bunda memilih sekolah dasar yang dapat menjadi partner terbaik untuk mengawalnya. Baik dari segi pendampingan guru, program dan layanan komunikasi yang informatif dan faktual. Karena dengan bekal 3 aspek tersebut, orang tua dapat mengawal perkembangan anak dengan tenang, insyaaAllah.
Seperti yang telah saya sampaikan pada pertanyaan sebelumnya, tiga aspek penting yang perlu Ayah Bunda lihat ketika memilih sekolah:
- Bagaimana pendampingan guru
- Program-program pendidikan dari anak datang hingga pulang
- Layanan komunikasi yang informatif dan faktual
Ayah Bunda juga bisa menggunakan prinsip 5P dalam menentukan sekolah.
Ketika Sekolah dan Orang Tua Menjadi Partner
Pendidikan anak membutuhkan perjalanan yang tidak hanya ditempuh oleh sekolah. Ketika sekolah dan orang tua hadir sebagai partner, berbagai proses pendampingan dapat dilakukan dengan komunikasi, keterlibatan, dan tujuan yang sama.
15. Bagaimana sekolah memastikan anak dan keluarga yang bergabung tidak hanya menjadi “siswa baru”, tetapi menjadi bagian dari keluarga Bintang Juara?
Bagi tim Bintang Juara, orang tua adalah partner dalam pendidikan anak. Poin pertama yang harus disadari bersama bahwasanya program pendidikan ini bukanlah program transaksional, di mana ketika orang tua sudah mengeluarkan biaya kemudian dapat terlepas dari proses-proses pendampingan.
Sekolah menempatkan orang tua sebagai partner dalam memperjuangkan layanan pendidikan terbaik untuk anak. Maka sekolah menyusun program-program juga untuk mendampingi orang tua tumbuh menjadi orang tua pembelajaran sepanjang hayat, antara lain:
- mulai dari membangun komitmen orang tua di awal penerimaan,
- melakukan pendampingan hasil asesmen perkembangan anak melalui kegiatan silaturahim dan penyerahan hasil asesmen orang tua siswa baru,
- mengundang orang tua dalam kegiatan silaturahim dan pemaparan program untuk melibatkan orang tua dalam proses pendidikan selama satu tahun pelajaran yang akan dilaksanakan,
- memberikan layanan komunikasi melalui buku komunikasi,
- menyediakan program-program parenting sesuai kebutuhan orang tua.
Melalui forum-forum ini, sekolah terbuka untuk membangun diskusi komunikasi yang sehat dengan orang tua. Sehingga harapannya orang tua merasa terlibat dan sekolah merasakan kehadiran orang tua dalam proses pendidikan anak.
16. Apa tantangan terbesar dalam mendampingi karakter anak di tengah perubahan zaman dan pengaruh lingkungan?
Tantangan terbesar dalam mendampingi karakter anak di tengah perubahan zaman dan pengaruh lingkungan adalah apabila prinsip-prinsip yang dibangun di rumah belum selaras dengan prinsip-prinsip di sekolah. Kemudian aspek kedua adalah, orang tua yang belum hadir secara utuh dalam mendampingi pendidikan anak.
17. Bagaimana sekolah bekerja sama dengan orang tua ketika anak membutuhkan pendampingan khusus dalam hal perilaku atau perkembangan sosialnya?
Ketika anak membutuhkan pendampingan khusus dalam hal perilaku atau perkembangan sosial, wali kelas akan melaporkan kepada orang tua melaui daring atau luring (sesuai kebutuhan). Wali kelas akan melakukan pengamatan selama rentang waktu tertentu, apabila tidak ada perubahan, maka pendampingan akan dilakukan oleh Kepala Sekolah. Apabila telah dilakukan pendampingan oleh Kepala Sekolah dan tidak ada progres perubahan maka akan dilakukan pendampingan orang tua oleh Psikolog Sekolah.
Dari Pengalaman Hari Ini, Menuju Pemimpin Masa Depan
Setiap pengalaman dalam mendampingi anak meninggalkan cerita dan pelajaran tersendiri. Dari berbagai pengalaman tersebut, Bu Siti melihat sebuah harapan besar: bagaimana anak-anak Bintang Juara tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berakhlakul karimah, dan mampu memberikan manfaat di masa depan.
18. Apa momen sebagai bidang kesiswaan yang paling berkesan bagi Ibu?
Alhamdulillah setiap kesempatan memberikan pengalaman bermakna yang memiliki kesan tersendiri. Setiap fase memiliki hikmah:
- Momen SPMB menjadi momentum bertemu dengan banyak Ayah Bunda yang memiliki cerita beragam, sehingga secara tidak langsung memperkaya pengalaman hidup dari cerita-cerita yang diperoleh.
- Momen berkolaborasi dengan Kepala Sekolah dalam merancang program untuk anak dan orang tua juga menjadi momentum untuk belajar banyak hal (membaca perkembangan anak untuk menentukan program yang tepat sesuai kebutuhan, menggerakkan tim untuk ekseskusi dan melakukan evaluasi untuk terus meningkatkan layanan, dan bagaimana mengambil keputusan dengan beragam pertimbangan).
- Momen berkomunikasi dengan orang tua menjadi momentum untuk memahami cara pandang orang tua dan bagaimana menyusun program dan memberikan layanan yang dapat membantu orang tua.
19. Jika membayangkan anak-anak Bintang Juara beberapa tahun ke depan, karakter seperti apa yang ingin Ibu lihat?
Saya turut mendoakan beberapa tahun ke depan visi “Sekolah Calon Pemimpin Muslim” telah tumbuh dan berkembang menjadi profil-profil anak-anak yang menjadi pemimpin masa depan.
Anak-anak yang tumbuh percaya diri dengan segala potensi terbaiknya. Anak-anak yang dapat menginspirasi bukan hanya karena prestasi, tetapi juga karena akhlakul karimah dalam dirinya yang bersinar terang dan memberikan cahaya kebaikan untuk orang-orang yang ada dalam lingkungannya.
Saya berdoa dimanapun anak-anak berkarya ke depan, mereka mampu menjadi pribadi yang berani dengan lantang menegakkan apa yang haq dan yang batil.
20. Apa pesan Ibu untuk Ayah Bunda yang sedang mempertimbangkan sekolah terbaik sebagai tempat bertumbuh putra-putrinya?
Ayah Bunda, pendidikan jenjang SD merupakan pondasi pendidikan yang panjang waktu dan perjuangannya. Sebelum memutuskan untuk memilih sekolah, mantapkan visi keluarga, kenali lebih dalam karakter anak, dan pilih sekolah yang Ayah Bunda yakin dapat menjadi teman berjuang memberikan pondasi pendidikan terbaik. Senantiasa memohon kepada Allah untuk dipertemukan dengan sekolah terbaik untuk memberikan bekal dunia akhirat.
21. Jika harus merangkum peran Bu Siti sebagai Wakasek Kesiswaan dan PJ SPMB dalam satu kalimat, apa yang ingin disampaikan?
Terus bergerak memberikan pendidikan terbaik, untuk menyiapkan generasi Calon Pemimpin Muslim penggerak peradaban terbaik, insyaaAllah.
Pada akhirnya, mendampingi anak adalah proses yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sekolah dan keluarga perlu berjalan sebagai partner agar anak tidak hanya tumbuh dengan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keimanan, karakter, kemandirian, dan keberanian untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Seperti pesan Bu Siti, terus bergerak memberikan pendidikan terbaik untuk menyiapkan generasi calon pemimpin Muslim penggerak peradaban terbaik, insyaaAllah.
Sampai jumpa pada episode Guru Bercerita berikutnya, Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah!*** (CM-MRT)
