fbpx
Program 1821: Membangun Kualitas Hubungan Orang Tua dan Anak

Program 1821: Membangun Kualitas Hubungan Orang Tua dan Anak

Pada Sabtu, 16 November 2024, bertempat di Hotel Candi Indah Convention Semarang, Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) resmi dimulai dengan sesi pertama bertajuk Karunia Fitrah. Dalam sesi ini, Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari menyampaikan konsep penting yang menjadi landasan pengasuhan anak, yaitu Program 1821. Program ini menekankan pentingnya orang tua menyediakan waktu berkualitas bagi anak untuk menjaga dan merawat fitrah yang telah Allah anugerahkan.

galeri PSPA hari pertama

Apa Itu Program 1821?

Program 1821 merupakan panduan praktis bagi orang tua untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak. Inti dari program ini adalah komitmen orang tua untuk sepenuhnya hadir bersama anak dari pukul 18.00 hingga 21.00.

Selama periode ini, orang tua diwajibkan menyingkirkan segala bentuk gangguan yang berasal dari perangkat berbentuk kotak, seperti televisi, ponsel, laptop, hingga kompor. Dengan begitu, fokus utama orang tua benar-benar tertuju pada kegiatan bersama anak.

Meski disebut dengan Program 1821, tetapi Ayah Bunda bisa mengganti pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarga masing-masing. Namun waktu paling ideal adalah jam tersebut, dikarenakan biasanya di jam-jam itu Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah sudah berada di rumah.

Program ini tidak hanya mengajarkan kedekatan fisik, tetapi juga kedekatan emosional melalui tiga kegiatan utama yang disebut 3B:

1. Bermain (Serius, Bukan Main-main)

Bermain di sini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi melibatkan keterlibatan penuh dari orang tua. Bermain secara serius menunjukkan bahwa orang tua memberikan perhatian penuh, mendukung perkembangan imajinasi dan kreativitas anak.

2. Bicara (Ngobrol yang Nggak Penting Itu Penting)

Berkomunikasi dengan anak dalam suasana santai, tanpa topik berat atau terlalu serius, membantu membangun kepercayaan. Percakapan sederhana ini menjadi momen di mana anak merasa dihargai dan diterima.

3. Belajar (Baca Buku atau Aktivitas Edukatif Lain)

Membaca bersama atau mendiskusikan sesuatu yang bermanfaat membantu menanamkan kecintaan anak terhadap ilmu. Aktivitas ini juga memberi kesempatan bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai positif secara langsung.

program 1821 Abah Ihsan

Menjaga Fitrah Anak melalui Kehadiran Berkualitas

Dalam modul Karunia Fitrah, Abah Ihsan menjelaskan bahwa setiap anak lahir dengan potensi baik yang disebut fitrah. Namun, menjaga fitrah ini memerlukan upaya dari orang tua untuk terus mendampingi anak, terutama dalam periode emas perkembangan mereka. Program 1821 hadir sebagai langkah nyata bagi orang tua untuk merawat fitrah anak-anak melalui kedekatan yang hangat dan konsisten.

Fitrah anak dapat terdistorsi jika orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan atau distraksi lainnya. Dengan menyediakan waktu khusus seperti dalam Program 1821, orang tua dapat memastikan bahwa hubungan mereka dengan anak tetap harmonis dan mendukung pertumbuhan karakter yang kuat.

Tantangan dan Komitmen

Menerapkan Program 1821 mungkin tidak mudah bagi sebagian orang tua yang terbiasa multitasking atau terikat dengan pekerjaan hingga malam hari. Namun, Abah Ihsan menekankan bahwa perubahan kecil dalam jadwal harian dapat membawa dampak besar. Dengan niat yang tulus dan disiplin, orang tua dapat menciptakan kebiasaan baru yang bermanfaat bagi keluarga.

Mengingat menerapkan kegiatan ini butuh komitmen dan pembiasaan yang rutin, Abah Ihsan menjadikan Program 1821 sebagai salah satu ‘PR” yang harus dilakukan para peserta PSPA hari pertama. Tentunya bagi Ayah Bunda yang belum berkesempatan ikut belajar bersama Abah Ihsan pada PSPA kali ini, boleh juga lo berjamaah bersama menerapkan program ini di rumah.

Menyongsong Generasi yang Lebih Baik

Program 1821 bukan sekadar metode pengasuhan, tetapi juga investasi untuk masa depan anak-anak. Dengan melibatkan diri secara aktif dalam kehidupan anak selama minimal tiga jam setiap hari, orang tua tidak hanya mendidik tetapi juga menjadi teladan bagi mereka. Hubungan yang erat ini akan menjadi fondasi kuat bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai individu yang percaya diri, berkarakter baik, dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang tua mereka.

Melalui Program 1821, Abah Ihsan mengajak setiap orang tua untuk merenungkan peran mereka, mengutamakan kedekatan dengan anak, dan memastikan bahwa setiap momen berharga yang dilewati bersama menjadi bagian dari perjalanan yang bermakna. Karena di balik setiap anak yang hebat, selalu ada orang tua yang hadir sepenuh hati.

Jika di hari pertama, Ayah Bunda peserta PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) mendapat PR untuk melaksanakan Program 1821, kira-kira di hari kedua nanti akan mendapat tantangan bermakna apa lagi ya?*** (CM-MRT)

BBOT Nan Inspiratif: Goal Setting and Daily Planner

BBOT Nan Inspiratif: Goal Setting and Daily Planner

Goal Setting and Daily Planner merupakan tema dari BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) pembuka yang dilaksanakan di Kelas 6. Bersama Bunda Lis Setiyowati, bunda dari Kak Jibril, kakak kelas 6 diajak untuk menetapkan tujuan dan membuat rencana harian.

Belajar Goal Setting and Daily Planner bersama Bunda Kak Jibril

Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, kakak shalih-shalihah menghadapi berbagai tantangan yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi, informasi yang terus-menerus mengalir, serta tekanan akademik dan sosial yang meningkat, membuat kakak shalih-shalihah perlu memiliki keterampilan yang memungkinkan mereka untuk tetap fokus, terorganisir, dan produktif.

Salah satu cara yang efektif untuk membantu kakak shalih-shalihah menghadapi tantangan ini adalah dengan mengajarkan mereka untuk menyusun “goal setting” (penetapan tujuan) dan “daily planner” (perencana harian). Secara keseluruhan, “goal setting” dan “daily planner” adalah alat penting yang membantu kakak shalih-shalihah mengembangkan keterampilan manajemen diri, memperkuat karakter, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.

Inilah mengapa sangat penting untuk mengajarkan konsep-konsep ini kepada kakak shalih-shalihah sejak dini, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sukses, terorganisir, dan memiliki arah yang jelas dalam hidup. Dengan program BBOT kali ini, siswa akan dibekali dengan informasi mengenai penyusunan “goal setting” dan “daily planner” yang nantinya dapat langsung diterapkan dalam berbagai kegiatan.

Bersama Bunda Kak Jibril, pada hari Rabu, 4 September 2024, kakak shalih-shalihah kelas 6 belajar secara langsung bagaimana cara menetapkan tujuan dan merancang rencana harian. Bunda Kak Jibril memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari tentang bagaimana menetapkan tujuan yang spesifik dan relevan bagi kakak shalih-shalihah kelas 6.

Metode SMART dalam Menetapkan Tujuan

Dalam menetapkan tujuan, Bunda Kak Jibril menyampaikan sebuah metode yang biasa digunakan oleh para profesional, yaitu Metode SMART, meliputi:

  • Spesific – Membuat tujuan yang hendak dicapai sejelas dan sedetail mungkin. Misalnya: “Aku ingin bisa berbahasa Inggris”. Tujuan ini masih kurang spesifik. Bunda Jibril memberikan contoh agar mengubahnya lebih detail lagi seperti ini, “Aku ingin lancar speaking English dalam waktu 1 bulan dengan latihan speaking minimal 30 menit sehari.”
  • Measurable – Memiliki cara untuk mengukur kemajuan dalam mencapai goal tersebut. Misalnya: untuk mencapai tujuan lancar berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, dapat diukur dengan berani berbincang dengan native speaker dan memahami apa yang disampaikan oleh native speaker. Sementara jika tujuannya adalah memiliki kemampuan tata bahasa (grammar) yang baik, dapat diukur dengan beragam tes bahasa inggris, salah satunya dengan tes TOEFL.
  • Achievable: Tujuan harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Contohnya: jika ingin lancar berkomunikasi dengan bahasa Inggris, maka kakak shalih-shalihah harus meningkatkan kekayaan kosa kata dan belajar tata bahasa terlebih dahulu.
  • Relevant: Pastikan tujuan yang hendak dicapai selaras dengan goal jangka panjang. Contohnya: ingin menguasai Bahasa Inggris karena mempunyai mimpi untuk kuliah di New York.
  • Time Bound: Tetapkan batas waktu dalam mencapai goal tersebut. Dalam contoh di awal sudah dikatakan Time Bound untuk mencapai goal tersebut, yaitu lancar speaking English selama 1 bulan.

galeri BBOT Goal Setting and Daily Planner

Merancang Daily Plan dan Melakukan Refleksi

Selain belajar menetapkan tujuan, kakak shalih-shalihah juga diajak praktik secara langsung menyusun daily planner. Sebelum praktik, Bunda Kak Jibril menyampaikan bahwa fungsi daily planner dapat membantu kakak shalih-shalihah dalam mengelola waktu dan menyelesaikan tugas-tugas harian mereka.

Setelah itu, Bunda Kak Jibril memaparkan bagaimana cara merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan. Yaitu dengan memandu kakak shalih-shalihah dalam memecah tujuan besar mereka menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dilakukan setiap hari atau minggu.

Sebagai penutup, Bunda Kak Jibril menjelaskan pentingnya evaluasi dan refleksi dalam mencapai tujuan, serta bagaimana kakak shalih-shalihah dapat mengukur kemajuan mereka. Bunda Kak Jibril memandu kakak shalih-shalihah dalam membuat catatan evaluasi sederhana untuk melihat apakah mereka mencapai target harian atau mingguan mereka.

Namun, istimewanya BBOT kali ini tidak hanya berhenti sampai materi selesai disampaikan, Ayah Bunda. Agar kakak shalih-shalihah lebih bersemangat dalam untuk mempraktikkan Goal Setting and Daily Planner, kakak shalih-shalihah kelas 6 mendapat tugas sebagai event organizer dalam kegiatan “Bioskop Literasi”.

Seperti apakah kegiatan Bioskop Literasi berlangsung? Simak cerita Bintang Juara berikutnya ya. Ngomong-ngomong, Ayah Bunda sudah menjalankan Goal Setting and Daily Planner jugakah di rumah?***

Filosofi Nama Kelas  SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2024-2025

Filosofi Nama Kelas  SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2024-2025

Filosofi nama kelas seringkali tidak diperhatikan dengan baik oleh beberapa lembaga pendidikan. Berbeda dengan SD Islam Bintang Juara, setiap tahun pelajaran baru, Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara menentukan tema untuk menjadi panduan dalam memilih nama-nama kelas beserta filosofinya. Tahun Pelajaran 2024-2025 Kepala Sekolah memilih tema “Tumbuhan” sebagai acuan untuk menentukan nama kelas.

Tujuan dari pemilihan tema ini untuk mengenalkan beragam makhluk Allah SWT. Selain itu, agar para guru dan kakak shalih-shalihah terpantik untuk mencari informasi seputar tumbuhan yang dipilih sebagai nama kelas.

Sebagai pembiasaan, kakak shalih-shalihah dan para guru menggunakan nama latin sebagai penyebutan sehari-hari. Berdasarkan hasil musyawarah tim kreatif, maka terpilihlah 10 jenis tumbuhan. Apakah Ayah Bunda penasaran dengan 10 jenis tumbuhan terpilih sekaligus filosofi nama kelas di dalamnya?

10 Jenis Tumbuhan dan Filosofi Nama Kelas

Setiap tumbuhan memiliki karakter positif yang menjadi doa dalam perjalanan pendidikan. Masing-masing fase dan kelas dipilihkan tumbuhan yang mewakili perjalanan fase atau kelas tersebut.

Tumbuhan Lumut dan Paku Mewakili Kelas 1 dan 2

Organisme lumut dan paku, merupakan organisme yang tumbuh pertama kali dalam proses terbentuknya lapisan ekosistem darat. Lumut dan paku-pakuan menjadi organisme pioner, layaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang menjadi pioner dalam menempuh jenjang pendidikan di SD.

Lumut dan paku juga sering difungsikan sebagai bioindikator kondisi udara dalam sebuah lingkungan. Kedua organisme ini sangat peka terhadap polusi udara. Selayaknya kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2 yang masih fitrah dan bersih (suci).

Organ-organ lumut dan paku-pakuan merupakan organ yang belum sejati (sesungguhnya), maka pun demikian seperti kelas 1 dan 2  yang masih membutuhkan beragam stimulasi untuk mematangkan konsep-konsep bermakna sebagai bekal kehidupan.

Berikut ini nama-nama kelas untuk kelas 1 dan 2:

  • Kelas 1A – Lumut Hati: Marchantiophyta
  • Kelas 1B – Lumut Tanduk: Anthocerotopsida
  • Kelas 1C – Lumut Daun: Bryophyta
  • Kelas 2A – Paku Tanduk Rusa: Platycerium
  • Kelas 2B – Paku Ekor Kuda: Equisetum

Tumbuhan Bunga Mewakili Kelas 3

Pada jenjang kelas 3, tim kreatif SD Islam Bintang Jaura memilih 2 bunga yang cantik dan memiliki banyak manfaat, yaitu: Bunga Jasmin (Melati) dan Bunga Rosa (Mawar). Bunga melati berwarna putih, sedangkan bunga mawar berwarna merah.

Warna merah dan putih selayaknya warna bendera Bangsa Indonesia melambangkan kesucian, murni, semangat dan tekad yang kuat. Kami berdoa, semoga di jenjang kelas 3 ini kakak shalih-shalihah sudah mulai memiliki pondasi keilmuan dan tauhid yang kuat seperti akar bunga melati dan mawar.

Selain itu juga semakin terjaga fitrah belajarnya (terlambang dari warna putih bunga melati), dan mampu menampilkan akhlaq yang mulia (seperti indahnya warna-warni bunga mawar).

Berikut nama untuk kelas 3:

  • Kelas 3A – Bunga Melati: Jasminum Sambac
  • Kelas 3B – Bunga Mawar: Rosa Hybrida

Tumbuhan Serealia (Tanaman Pangan) Mewakili Kelas 4, 5 dan 6

Untuk nama kelas 4 – 6, tim kreatif memilih tumbuhan yang dapat dijadikan sumber karbohidrat (pangan). Gandum, Jagung, dan Padi menjadi lambang kemakmuran.

Dari pemilihan nama ini, kami berharap kakak shalih-shalihah pada jenjang ini sudah mampu memberikan kebermanfaatan untuk  lingkungan sekitar. Melalui program-program sekolah yang dirancang melibatkan mitra eksternal, kakak shalih-shalihah kelas 4-6 siap menjadi pribadi yang matang secara akal dan fisik (akil baligh).

Harapan lainnya, kakak shalih-shalihah yang telah terpondasi keilmuannya tetap terjaga adab dan akhlaqnya. Seperti ilmu padi (Oryza sativa) semakin berisi semakin menunduk. Semakin berilmu, semakin beradab dan bisa memberikan kebermanfaatan.

Berikut ini nama untuk kelas 4-6:

  • Kelas 4 – Jagung: Zea Mays
  • Kelas 5 – Gandum: Triticum Aestivum
  • Kelas 6 – Padi: Oryza Sativa

Demikianlah informasi mengenai filosofi nama kelas SD Islam Bintang Juara Tahun Pelajaran 2024-2025. Semoga bisa memberikan inspirasi, Ayah Bunda.***

Mengajarkan Demokrasi kepada Anak Melalui Pemilihan Perangkat Kelas

Mengajarkan Demokrasi kepada Anak Melalui Pemilihan Perangkat Kelas

Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan kekuasaan kepada rakyat untuk menentukan pemimpin dan kebijakan melalui pemilihan umum. Nilai-nilai demokrasi, seperti kebebasan berpendapat, hak memilih, dan tanggung jawab sosial, sangat penting untuk dipahami sejak dini. Salah satu cara efektif untuk mengajarkan demokrasi kepada anak-anak adalah melalui pemilihan perangkat kelas di sekolah.

Ayah Bunda, alhamdulillah kegiatan pemilihan perangkat kelas tersebut telah dilaksanakan di Kelas Oryza Sativa (Kelas 6). Didampingi oleh Bu Fia selaku wali kelas, pemilihan perangkat kelas telah terlaksana dengan lancar pada hari Senin, 22 Juli 2024.

Mengapa Pemilihan Perangkat Kelas?

Pemilihan perangkat kelas, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, dan bendahara, memberikan pengalaman langsung kepada kakak shalih-shalihah tentang proses demokrasi. Mereka belajar bahwa suara mereka berharga dan memiliki dampak.

Selain itu, melalui proses ini, kakak shalih-shalihah belajar menghargai pendapat orang lain, memahami pentingnya diskusi dan kompromi, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, baik menang maupun kalah.

Langkah-Langkah Pemilihan Perangkat Kelas

Tentunya sebelum melakukan pemilihan perangkat kelas, wali kelas sudah memberikan pijakan awal pada kakak shalih-shalihah tentang bagaimana kegiatan tersebut akan berlangsung. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan pada proses pemilihan perangkat kelas:

1. Pendidikan Awal tentang Demokrasi

Guru dapat memulai dengan memberikan penjelasan singkat tentang apa itu demokrasi dan mengapa penting. Kakak shalih-shalihah perlu memahami bahwa demokrasi adalah sistem yang adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berpartisipasi.

2. Mengidentifikasi Posisi yang Dibutuhkan

Tentukan posisi apa saja yang perlu diisi, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara, dan mungkin posisi lain yang relevan. Jelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi agar kakak shalih-shalihah memahami peran yang akan mereka pilih.

Di Kelas VI SD Islam Bintang Juara sendiri, beberapa posisi yang saat itu dibutuhkan adalah Koordinator Website Kelas, Koordinator Piket, Koordinator Bendahara, Koordinator Kerapian, Koordinator Kebersihan dan Sekretaris.

3. Nominasi Kandidat

Berikan kesempatan kepada kakak shalih-shalihah untuk mencalonkan diri atau mencalonkan teman sekelas mereka. Proses ini mengajarkan pentingnya partisipasi aktif dan memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.

4. Kampanye

Biarkan kandidat melakukan kampanye kecil-kecilan. Mereka bisa membuat poster, menyampaikan pidato singkat di depan kelas, atau membagikan visi dan misi mereka. Kampanye ini mengajarkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya komunikasi dan bagaimana meyakinkan orang lain dengan cara yang baik dan sopan.

5. Pemilihan

Proses pemilihan dilakukan dengan memberikan setiap kakak shalih-shalihah hak untuk memilih. Pemilihan bisa dilakukan secara tertutup untuk menjaga kerahasiaan dan kenyamanan mereka dalam memberikan suara.

Bu Fia sendiri sudah mengondisikan agar suasana pemilihan perangkat kelas selayaknya Pemilu (Pemilihan Umum) Presiden ataupun Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Ada kotak suara, surat suara dan juga bilik suara. Hal ini agar kakak shalih-shalihah mendapatkan pengalaman nyata seperti apakah Pemilu berlangsung.

6. Penghitungan Suara dan Pengumuman

Setelah semua suara terkumpul, guru bersama beberapa anak bisa melakukan penghitungan suara. Pengumuman hasil pemilihan dilakukan secara terbuka di depan kelas, sehingga semua anak bisa melihat proses yang transparan.

Alhamdulillah setelah melakukan langkah demi langkah di atas, Kelas 6 telah terbentuk Perangkat Kelas sesuai dengan pilihan kakak shalih-shalihah. Selamat kepada kakak-kakak yang terpilih sebagai perangkat kelas, semoga amanah mengemban tugas.

galeri pemilihan perangkat kelas

Manfaat Pemilihan Perangkat Kelas

Di balik kegiatan pemilihan perangkat kelas ini, ada beragam manfaat yang bisa didapat oleh kakak shalih-shalihah, antara lain:

1. Mengembangkan Keterampilan Sosial

Kakak shalih-shalihah belajar berinteraksi dengan teman sekelasnya secara positif, mendengarkan pendapat orang lain, dan bekerja sama dalam tim. Mereka juga belajar bagaimana menerima kekalahan dan kemenangan dengan sportif.

2. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Kakak shalih-shalihah yang mencalonkan diri akan mendapatkan pengalaman berharga dalam berbicara di depan umum dan menyampaikan ide-ide mereka. Ini bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memotivasi mereka untuk lebih berpartisipasi dalam kegiatan sekolah lainnya.

3. Memahami Proses Demokrasi

Melalui pemilihan ini, kakak shalih-shalihah mendapatkan pemahaman praktis tentang bagaimana demokrasi bekerja. Mereka belajar tentang pentingnya partisipasi aktif dalam proses pemilihan dan bagaimana keputusan diambil secara kolektif.

4. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab

Kakak shalih-shalihah yang terpilih akan belajar tentang tanggung jawab yang melekat pada posisi yang mereka pegang. Mereka akan belajar mengelola tugas-tugas mereka dengan baik dan berusaha menjadi pemimpin yang baik bagi teman-teman mereka.

Kesimpulan

Mengajarkan demokrasi kepada anak-anak melalui pemilihan perangkat kelas adalah langkah yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Proses ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis tentang demokrasi, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat membentuk karakter kakak shalih-shalihah menjadi lebih bertanggung jawab, berani, dan menghargai perbedaan.

Dengan demikian, insyaAllah kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi individu yang siap berpartisipasi dalam masyarakat demokratis yang lebih luas di masa depan. Ayah Bunda juga bisa menerapkan langkah-langkah di atas, misalnya untuk pembagian tugas sehari-hari di rumah. Selamat mencoba dan ditunggu cerita seru penerapan demokrasi di rumah Ayah Bunda.***

Fun Traditional Game: Menghidupkan Permainan Tradisional Sekaligus Berdonasi

Fun Traditional Game: Menghidupkan Permainan Tradisional Sekaligus Berdonasi

Di era digital saat ini, kakak shalih-shalihah lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik seperti tablet, smartphone, dan komputer. Sementara itu, permainan tradisional yang dulu populer dan penuh kenangan mulai terpinggirkan. Alasan tersebutlah yang melatarbelakangi mengapa Fun Traditional Game menjadi salah satu kegiatan dalam Pekan Ta’aruf 2024.

5 Keseruan Pos Fun Traditional Game

Dalam menjalankan Fun Traditional Game, SD Islam Bintang Juara bekerjasama dengan Yayasan Tumbuh Mulia. Yaitu sebuah lembaga kemanusiaan nirlaba yang fokus memberdayakan anak yatim, dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.

Yayasan Tumbuh Mulia membantu Sekolah Calon Pemimpin Muslim menyiapkan beragam permainan tradisional, lengkap dengan peralatannya. Sementara itu, kakak shalih-shalihah diajak untuk berdonasi untuk membantu para anak yatim dan dhuafa di bawah Yayasan Tumbuh Mulia.

Dengan cara ini diharapkan kakak shalih-shalihah tidak hanya mengenal permainan tradisional yang hampir usang, tetapi juga diajak untuk peduli terhadap sesama.

Nah, pada kegiatan Fun Traditional Game ini, dibagi menjadi lima pos, yaitu:

Pos 1 – Langkah Seirama Kemenangan Bersama

Bertempat di Pusat Olahraga PAUD – SD Islam Bintang Juara, atau yang sering disebut dengan lapangan bawah, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi kelompok kecil, lalu menggunakan bakiak dan beradu cepat dengan kelompok lain menuju garis finish. Terlihat mudah, tetapi untuk bisa mencapai tujuan, dibutuhkan komunikasi dan kerjasama tim yang apik.

Pos 2  – Lompatan Semangat Raih Tujuan

Teras basement gedung B diubah menjadi tempat permainan yang asyik. Dari nama posnya, apa Ayah Bunda bisa menebak permainan apa yang dijalankan kakak shalih-shalihah di sini?

Ya, betul sekali, permainan di Pos 2 ini adalah engklek, atau disebut juga dengan Sunda Manda. Bedanya, kalau engklek zaman dulu, kita butuh menggambar pola menggunakan kapur atau batu berwarna merah di atas jalanan. Engklek zaman sekarang sudah tersedia dalam bentuk MMT, sehingga bisa langsung dimainkan.

Pos 3 – Kekuatan dan Ketangkasan, Taklukan Rintangan

Berlokasi di Gedung A Lantai 2, ditemani oleh Pak Arial dan Bu Muhay, kakak shalih-shalihah bersemangat mengikuti permainan yang disebut dengan Buldozer. Kakak harus masuk ke dalam kain yang panjang, dan bekerjasama untuk menggerakkan kain tersebut sebagaimana roda-roda buldozer saat sedang berjalan.

Pos 4 – Kerjasama Seimbang, Langkah Penuh tantangan

Bersama Bu Laila di Gedung A Lantai 1, kakak shalih-shalihah diajak untuk bermain Kaki Kepiting. Satu tim terdiri dari tiga orang kakak shalih-shalihah. Kaki mereka saling terikat menggunakan tali yang telah disediakan.

Tantangannya adalah masing-masing tim harus beradu cepat dengan tim lain, hingga menuju garis finish. Pada permainan ini dibutuhkan kekompakan, agar tidak ada anggota tim yang terjatuh.

Pos 5 – Rangkaian Elastisitas, Kreativitas Tanpa Batas

Sama dengan pos 1, kegiatan bermain karet ini juga dilaksanakan di lapangan bawah. Kakak shalih-shailhah diminta untuk melompati karet gelang yang telah dibentuk memanjang menyerupai tali. Sebuah permainan yang hampir tidak pernah lagi dijumpai saat ini.

MasyaAllah kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan dari satu pos ke pos lain. Ayah Bunda bisa mengajak mereka recalling tentang kegiatan tersebut. Namun sebelumnya, cari tahu dulu yuk manfaat mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah!

galeri fun traditional game

Pentingnya Mengenalkan Permainan Tradisional kepada Anak Zaman Sekarang

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang tidak boleh diabaikan. Setelah Ayah Bunda kami ajak napak tilas pada kegiatan hari terakhir Pekan Ta’aruf 2024, kita akan membahas mengapa penting untuk mengenalkan permainan tradisional kakak shalih-shalihah dan bagaimana hal ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mereka.

Nah, berikut ini beragam manfaat yang bisa diperoleh kakak shalih-shalihah saat melakukan permainan  tradisional:

1. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Permainan tradisional sering kali dimainkan secara berkelompok, yang mendorong interaksi sosial dan kerja sama tim. Misalnya, permainan seperti congklak, lompat tali, dan petak umpet membutuhkan kakak shalih-shalihah untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman-temannya.

Hal ini membantu mereka belajar cara berkomunikasi, mengembangkan keterampilan negosiasi, dan memahami pentingnya kerja sama. Dengan demikian, permainan tradisional dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial kakak shalih-shalihah.

2. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi

Berbeda dengan permainan digital yang sering kali memiliki aturan dan batasan yang ketat, permainan tradisional cenderung lebih fleksibel dan mendorong kakak shalih-shalihah untuk menggunakan imajinasi mereka. Misalnya, permainan seperti wayang atau gobak sodor memungkinkan anak-anak untuk menciptakan cerita dan skenario mereka sendiri.

Dengan cara ini, permainan tradisional dapat membantu mengembangkan kreativitas dan imajinasi kakak shalih-shalihah, yang merupakan aspek penting dari perkembangan kognitif mereka.

3. Meningkatkan Keterampilan Motorik

Permainan tradisional sering kali melibatkan aktivitas fisik yang dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik kakak shalih-shalihah. Lompat tali, galah asin, dan benteng-bentengan, misalnya, membutuhkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketangkasan.

Aktivitas fisik ini tidak hanya baik untuk kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar mereka. Dalam jangka panjang, keterampilan motorik yang baik dapat membantu anak-anak dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akademik dan olahraga.

4. Memperkenalkan Nilai-Nilai Budaya

Permainan tradisional adalah bagian penting dari warisan budaya kita. Dengan mengenalkan permainan tradisional kepada kakak shalih-shalihah, kita juga memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya dan tradisi yang kaya.

Hal ini bisa membantu anak-anak memahami dan menghargai sejarah serta warisan budaya mereka. Selain itu, permainan tradisional sering kali mengandung pesan moral dan etika yang dapat membantu membentuk karakter kakak shalih-shalihah. Misalnya, dalam permainan dakon atau congklak, mereka belajar tentang kesabaran, strategi, dan fair play.

5. Mengurangi Ketergantungan pada Teknologi

Di zaman sekarang, banyak anak yang kecanduan gadget dan permainan digital. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Mengenalkan permainan tradisional bisa menjadi alternatif yang menyenangkan dan mendidik untuk mengurangi waktu layar.

Dengan bermain permainan tradisional, kakak shalih-shalihah dapat lebih aktif secara fisik, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan mengurangi risiko gangguan kesehatan yang terkait dengan penggunaan teknologi berlebihan, seperti obesitas dan gangguan tidur.

6. Menjalin Ikatan Keluarga

Permainan tradisional sering kali dimainkan bersama anggota keluarga, yang bisa menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin ikatan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. Misalnya, bermain ular tangga atau monopoli dengan keluarga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan mendekatkan antar anggota keluarga. Ini juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengenang masa kecil mereka dan berbagi cerita serta pengalaman dengan anak-anak.

Kesimpulan

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak zaman sekarang memiliki banyak manfaat yang signifikan. Dari meningkatkan keterampilan sosial dan motorik hingga mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan nilai-nilai budaya, permainan tradisional menawarkan banyak hal yang tidak bisa ditemukan dalam permainan digital.

Selain itu, permainan tradisional juga membantu mengurangi ketergantungan pada teknologi dan menjalin ikatan keluarga. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melestarikan dan mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda agar mereka dapat merasakan manfaatnya dan menjaga warisan budaya kita tetap hidup.

Nah, Ayah Bunda juga bisa lo menyelenggarakan Fun Traditional Game di rumah masing-masing. Apalagi setelah mengetahui manfaat dari permainan tradisional, pastinya makin semangat dong bikin agenda khusus main tradisional di rumah? Selamat main bersama dan memetik hasilnya, Ayah Bunda.***

Cara Membuat Anak Berani dan Percaya Diri Meraih Cita-cita Melalui Pohon Harapan

Cara Membuat Anak Berani dan Percaya Diri Meraih Cita-cita Melalui Pohon Harapan

Menemukan cara membuat anak berani dan percaya diri merupakan salah satu tugas penting bagi setiap orang tua. Salah satu metode yang kreatif dan efektif untuk mencapai hal ini adalah dengan menggunakan konsep Pohon Harapan.

Pohon Harapan untuk Membentuk Mental Visioner

Pohon Harapan adalah sebuah aktivitas di mana anak-anak dan orang tua bekerja sama untuk menuliskan dan menempelkan harapan-harapan mereka pada sebuah pohon buatan. Berikut adalah cara membuat kakak shalih-shalihah berani dan percaya diri meraih cita-cita melalui Pohon Harapan.

1. Membuat Pohon Harapan

Langkah pertama adalah membuat pohon harapan. Ayah Bunda dapat menggunakan berbagai bahan seperti karton, kertas warna-warni, atau bahkan ranting kayu. Tempatkan pohon buatan ini di lokasi yang mudah dijangkau oleh kakak shalih-shalihah, misalnya di ruang keluarga atau kamar tidur mereka. Pastikan pohon tersebut cukup besar sehingga dapat menampung banyak harapan dan cita-cita.

2. Menulis Harapan dan Cita-cita

Ajak kakak shalih-shalihah untuk menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada kertas berbentuk daun. Harapan ini bisa berupa impian jangka panjang seperti menjadi dokter, guru, atau bahkan astronot. Selain itu, dorong mereka untuk menuliskan harapan yang lebih kecil dan lebih mudah dicapai, seperti ingin mendapatkan nilai bagus di sekolah atau menguasai keterampilan baru.

3. Menempelkan Harapan pada Pohon

Setelah harapan dan cita-cita ditulis, tempelkan daun-daun tersebut pada pohon harapan. Proses menempelkan harapan ini bisa menjadi momen yang menyenangkan dan penuh makna bagi kakak shalih-shalihah. Mereka akan merasa antusias melihat pohon harapan mereka semakin penuh dengan impian-impian mereka.

4. Diskusi dan Refleksi

Setelah pohon harapan selesai dibuat, luangkan waktu untuk berdiskusi dengan kakak shalih-shalihah tentang harapan-harapan yang telah mereka tulis. Tanyakan mengapa mereka memiliki harapan tersebut dan apa langkah-langkah yang bisa mereka ambil untuk mencapainya. Diskusi ini akan membantu kakak shalih-shalihah memahami bahwa untuk mencapai cita-cita diperlukan usaha dan ketekunan.

5. Memberikan Dukungan dan Motivasi

Sebagai orang tua, sangat penting untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada kakak shalih-shalihah dalam meraih cita-cita mereka. Berikan pujian ketika mereka menunjukkan usaha dan kemajuan dalam mencapai harapan mereka.

Pastikan untuk selalu memberikan dorongan positif dan mengingatkan kakak shalih-shalihah bahwa mereka memiliki kemampuan untuk meraih apa pun yang mereka impikan, tentu saja dengan izin Allah SWT.

6. Mengajarkan Kegagalan sebagai Bagian dari Proses

Selain memberikan dukungan, ajarkan juga kepada kakak shalih-shalihah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses mencapai cita-cita. Ceritakan pengalaman Ayah Bunda sendiri atau kisah-kisah inspiratif tentang orang-orang yang berhasil meraih impian mereka meskipun mengalami banyak kegagalan.

Kisah tersebut insyaAllah akan membantu kakak shalih-shalihah memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi sebuah pelajaran berharga untuk bangkit dan mencoba lagi.

7. Memperbarui Pohon Harapan

Secara berkala, ajak kakak shalih-shalihah untuk memperbarui pohon harapan mereka. Tambahkan harapan-harapan baru dan lihat kembali harapan-harapan yang sudah tercapai.

Momen ini bisa menjadi waktu refleksi yang baik untuk mengingatkan kakak shalih-shalihah tentang pentingnya memiliki tujuan dan berusaha mencapainya.

galeri pohon harapan

Cara Membuat Anak Berani dan Percaya Diri Meraih Cita-cita pada Pekan Ta’aruf 2024 Hari Keempat

Ayah Bunda, membuat Pohon Harapan sudah dilakukan di SD Islam Bintang Juara. Tepatnya pada gelaran Pekan Ta’aruf 2024 hari keempat (Kamis, 18 Juli 2024).

Pada hari itu, kakak kelas 2-6 diberikan tantangan oleh ibu bapak guru untuk menuliskan harapannya pada kertas yang disediakan. Didampingi oleh wali kelas dan pendamping, kakak shalih-shalihah menuliskan nama, harapan untuk sekolah, harapan untuk diri sendiri dan cita-cita yang ingin digapai oleh mereka.

MasyaAllah, kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan kakak kelas 6 sudah mampu menuliskan beragam harapan pada kertas yang telah tersedia.

Dari harapan terdekat yang ingin dicapai, hingga cita-cita secara personal, sampai target mereka hingga nanti perguruan tinggi. Kami percaya apa yang kakak tuliskan akan menjadi doa-doa yang teruntai. Semoga apa yang kakak tulis dan harapkan bisa tercapai dalam bentuk terbaiknya.

Agar doa-doa kakak semakin menguat, Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah untuk membuat Pohon Harapan keluarga di rumah masing-masing. Ayah Bunda bisa menyaksikan video dokumentasi kegiatan membuat Pohon Harapan di kelas 6 berikut ini, agar semakin semangat menerapkannya di rumah:

Kesimpulan

Menggunakan Pohon Harapan merupakan cara membuat anak berani dan percaya diri dengan metode yang kreatif dan efektif. Melalui aktivitas ini, kakak shalih-shalihah belajar untuk bermimpi besar, berusaha keras, dan menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan mereka.

Dengan dukungan dan motivasi yang tepat dari orang tua dan guru, insyaAllah kakak shalih-shalihah akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan berani meraih cita-cita mereka. Ayo, Ayah Bunda coba juga buat Pohon Harapan di rumah ya!***