by admin admin | Dec 26, 2024 | Artikel, Edukasi, Kegiatan Siswa
Kegiatan Class Meeting di SD Islam Bintang Juara selalu memiliki nilai lebih. Dengan nama spesial “Leadership Journey,” kegiatan yang diselenggarakan tiap akhir semester ini bertujuan untuk membangun jiwa kepemimpinan siswa sejak dini. Pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2024-2025, Leadership Journey mengusung tema “Pemimpin Mandiri Siap Berprestasi,” dan menyajikan berbagai aktivitas seru dan bermakna.
Rangkaian Ide Class Meeting Seru dan Bermakna dalam Balutan Leadership Journey
Nah, jika Ayah Bunda membutuhkan ide untuk mengisi liburan kali ini, atau mungkin para guru dari sekolah di luar SD Islam Bintang Juara membutuhkan ide class meeting untuk semester depan, bisa jadi kegiatan berikut ini bisa memberikan inspirasi.
Berikut rangkaian kegiatan Leadership Journey kali ini:
1. Life Skills Project
Life Skills Project berlangsung selama tiga hari berturut-turut, dari Senin, 16 Desember 2024 hingga Rabu, 18 Desember 2024. Setiap harinya, dua jenjang kelas mengikuti kegiatan ini dengan semangat.
Siswa diajak ke berbagai pos yang dirancang untuk melatih kemandirian, seperti:
- Mencuci baju
- Melipat dan menyetrika baju
- Mencuci piring
- Menata kasur
- Merapikan rak buku
- Adab naik turun tangga
- Memasang tali sepatu
Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan dasar, tetapi juga membekali siswa dengan nilai-nilai syariat Islam. Sebagai contoh, di pos mencuci baju, siswa menonton video tentang tata cara mencuci baju sesuai syariat Islam sebelum mempraktikkannya dengan alat peraga. Dengan demikian, siswa belajar mengintegrasikan keterampilan hidup dengan nilai-nilai agama.
2. Fun Game
Fun Game juga berlangsung selama tiga hari, dengan kelas yang berbeda sebagai peserta setiap harinya. Aktivitas ini melibatkan permainan beregu yang mengasah keterampilan fisik sekaligus kerja sama tim, seperti:
- Tepuk Bulu (Bulu Tangkis)
- Futsal
- Estafet Air
- Memindahkan Bola dengan Sumpit
Siswa tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
3. Bioskop Literasi
Bioskop Literasi menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa. Dalam tiga hari pelaksanaannya, siswa diajak menonton film “The Wild Robot” secara bergantian dengan kegiatan Life Skills Project dan Fun Game. Setelah menonton, kakak shalih-shalihah menuliskan hikmah yang mereka dapatkan dari film tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kemampuan literasi sekaligus membangun nilai-nilai positif melalui media cerita.

4. Fun Science Project
Pada Kamis, 19 Desember 2024, siswa dari kelas 1 hingga 6 mengikuti kegiatan Fun Science Project. Mereka diajak bereksperimen membuat es krim sederhana menggunakan bahan-bahan alami seperti buah mangga, susu, es batu, dan garam. Melalui kegiatan ini, siswa belajar konsep sains secara menyenangkan dan mengasah keterampilan bekerja sama.
5. Panggung Ceria bersama Yakult
Leadership Journey ditutup dengan Panggung Ceria pada Jumat, 20 Desember 2024. Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang telah aktif berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan. Siswa diajak senam bersama dan mengikuti sesi edukasi tentang pencernaan yang disampaikan oleh Yakult melalui video. Acara diakhiri dengan minum Yakult bersama, menciptakan suasana hangat dan penuh keceriaan.
Inspirasi untuk Masa Depan
Leadership Journey di SD Islam Bintang Juara tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan siswa. Dengan tema “Pemimpin Mandiri Siap Berprestasi,” kegiatan ini membekali siswa dengan nilai-nilai yang bermanfaat untuk masa depan.
Semoga rangkaian kegiatan ini dapat menginspirasi ayah bunda dan sekolah lainnya untuk menciptakan class meeting yang bermakna bagi generasi penerus bangsa. Mari bergabung dengan SD Islam Bintang Juara untuk mencetak pemimpin masa depan yang cerdas, mandiri, dan berprestasi!***(CM-MRT)
by admin admin | Dec 21, 2024 | Artikel, Edukasi
Di era digital saat ini, banyak anak yang lebih akrab dengan gadget daripada sejarah dan budaya bangsanya sendiri. Informasi yang mereka konsumsi sering kali bersifat instan dan tidak memberikan pemahaman mendalam tentang asal-usul bangsa atau nilai-nilai budaya. Akibatnya, banyak anak yang kurang memahami pentingnya menghargai perjuangan para pahlawan, sejarah bangsa, dan keanekaragaman budaya Indonesia.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan anak kehilangan rasa cinta tanah air dan kurang menghargai nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu. Mereka mungkin tidak memahami makna dari perjuangan yang telah dilakukan untuk mencapai kemerdekaan, atau tidak menyadari kekayaan budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Hal ini bisa berdampak pada rendahnya rasa kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan kurangnya keterlibatan dalam menjaga tradisi serta budaya lokal.
Berkunjung ke Museum Sebagai Solusi Pendidikan Karakter
Salah satu cara efektif untuk mengenalkan anak pada sejarah dan budaya adalah dengan mengajak mereka berkunjung ke museum. Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh anak SD dari kegiatan ini:
1. Meningkatkan Pengetahuan Sejarah
Museum menyimpan banyak informasi tentang peristiwa bersejarah, perjuangan pahlawan, dan perkembangan peradaban. Melalui benda-benda koleksi yang dipamerkan, anak dapat memahami bagaimana kehidupan di masa lalu dan bagaimana perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.
2. Membangun Rasa Cinta Tanah Air
Melihat langsung peninggalan sejarah, seperti senjata pahlawan atau dokumen bersejarah, dapat membangkitkan rasa bangga terhadap bangsa. Anak akan lebih menghargai perjuangan para pendahulu dan merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga hasil perjuangan mereka.
3. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi
Museum tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga seni dan budaya. Pameran seni rupa, kerajinan tangan, atau diorama dapat memicu kreativitas dan imajinasi anak. Mereka dapat belajar bagaimana seni dan budaya menjadi bagian dari identitas bangsa.
4. Meningkatkan Rasa Ingin Tahu
Saat mengunjungi museum, anak-anak sering kali memiliki banyak pertanyaan tentang apa yang mereka lihat. Hal ini mendorong mereka untuk belajar lebih banyak dan menggali informasi dari berbagai sumber, baik itu buku, guru, atau orang tua.
Mengingat pentingnya manfaat berkunjung ke Museum, SD Islam Bintang Juara mengajak kakak shalih-shalihah untuk mengunjungi Museum Ranggawarsita dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2024. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada hari Senin, 11 November 2024 yang diikuti oleh kakak shalih-shalihah kelas 1 – 2. Sementara sesi kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 14 November 2024 yang diikuti oleh kakak shalih-shalihah kelas 4 – 6.
Wujudkan Generasi Cinta Tanah Air bersama SD Islam Bintang Juara
Di SD Islam Bintang Juara, kami tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air. Melalui kegiatan belajar yang kontekstual, termasuk kunjungan edukatif ke museum, kami berusaha membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai bangsanya.
Mari bergabung bersama SD Islam Bintang Juara untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak Anda. Bersama kami, jadikan anak Anda bintang yang bersinar dan juara dalam mencintai tanah air!*** (CM-MRT)
by admin admin | Dec 6, 2024 | Berita, Edukasi, Kegiatan Siswa
Ayah Bunda, apa yang terlintas di benak saat mendengar kata “Bersinar”? Bagi SD Islam Bintang Juara, bersinar adalah simbol dari setiap anak yang memiliki potensi luar biasa. Dalam semangat itulah, program Bintang Juara Bersinar hadir, menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk bersinar sesuai bakat dan minat mereka.
Program yang digelar setiap hari Jumat ini menjadi salah satu kegiatan unggulan di sekolah kami, bergantian dengan Jumat Bersih, Jumat Sehat, dan Jumat Literasi. Melalui Bintang Juara Bersinar, anak-anak tidak hanya menampilkan kreativitas mereka, tetapi juga belajar untuk lebih percaya diri dan saling menghargai.
Apa Itu Bintang Juara Bersinar?
Bintang Juara Bersinar adalah program rutin yang dilakukan secara bergilir oleh masing-masing kelas. Setiap Jumat, satu kelas mendapat giliran untuk tampil di depan teman-teman mereka. Di sini, setiap anak bebas menunjukkan bakatnya, seperti:
- Bernyanyi dengan penuh percaya diri.
- Menari mengiringi alunan musik yang ceria.
- Membacakan puisi yang penuh makna.
- Menampilkan drama dengan cerita yang inspiratif
- dsb.
Tujuan dari program ini sederhana namun bermakna: memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk tampil, berekspresi, dan mengenali potensi mereka sejak dini.
Cerita di Balik Panggung Bintang Juara Bersinar
Bayangkan suasana hari Jumat yang hangat di area connecting SD Islam Bintang Juara. Kakak shalih-shalihah dari kelas yang mendapat giliran tampil berkumpul dengan semangat yang membara. Sebagian membawa alat musik, kostum, atau perlengkapan pentas, sementara yang lain mempersiapkan diri dengan doa.
Pada Bulan November lalu, di mana Hari Guru Nasional dirayakan, kakak Kelas 2B memiliki inisiatif untuk menampilkan beberapa karya seni yang dipersembahkan khusus untuk para guru. Setiap gerakan, lagu, dan senyuman yang kakak shalih-shalihah tampilkan adalah hasil dari latihan tak kenal lelah. Sore demi sore, mereka mengulang, memperbaiki, dan terus berusaha memberikan yang terbaik.
Hingga akhirnya, hari yang dinanti tiba. Dengan keberanian dan percaya diri, mereka tampil di hadapan teman-teman dan guru, memberikan persembahan yang bermakna dan tak terlupakan. Ayah Bunda, siapa yang tidak bangga melihat kakak shalih-shalihah belajar bekerja sama dan menyampaikan pesan penting melalui seni?
Manfaat dari Program Bintang Juara Bersinar
Ayah Bunda, program ini dirancang dengan penuh perhatian untuk memberikan manfaat besar bagi perkembangan siswa, baik secara akademis maupun karakter. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat dirasakan:
1. Mengembangkan Rasa Percaya Diri
Bagi banyak anak, berdiri di depan orang lain adalah tantangan besar. Melalui Bintang Juara Bersinar, mereka belajar melawan rasa gugup dan menemukan kepercayaan diri untuk tampil di depan umum.
2. Mengasah Kreativitas
Setiap anak diberikan kebebasan untuk memilih penampilan yang sesuai dengan bakatnya. Proses ini melatih mereka untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide-ide mereka dengan cara yang unik.
3. Membangun Kerja Sama
Ketika tampil dalam kelompok, seperti drama atau paduan suara, kakak shalih-shalihah belajar pentingnya kerja sama. Mereka memahami bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada diri sendiri, tetapi juga pada tim.
4. Menghargai Perbedaan
Melihat teman-teman mereka tampil dengan berbagai bakat, kakak belajar untuk menghargai keunikan setiap individu. Tidak ada penilaian, hanya apresiasi tulus terhadap usaha teman-teman mereka.
5. Menanamkan Nilai-Nilai Islami
Setiap penampilan di Bintang Juara Bersinar sering kali dikaitkan dengan nilai-nilai Islami. Misalnya, membaca puisi bertema doa, menyanyikan lagu islami, atau menampilkan drama yang menyampaikan pesan moral.

Dukungan Ayah Bunda Sangat Berarti
Ayah Bunda, keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari dukungan orang tua di rumah. Dorongan kecil seperti membantu kakak mempersiapkan penampilannya, memberikan semangat, atau bahkan hanya mendengarkan cerita mereka sepulang sekolah bisa menjadi motivasi besar bagi mereka.
Melalui Bintang Juara Bersinar, kami percaya bahwa setiap anak adalah bintang yang memiliki hak untuk bersinar. Dengan program ini, kami berharap putra-putri Ayah Bunda tidak hanya tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan kreatif, tetapi juga berkarakter Islami yang kuat.
Terima kasih telah mempercayakan pendidikan buah hati Anda kepada kami. Mari terus mendukung mereka untuk menjadi bintang yang bersinar, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.*** (CM-MRT)
by admin admin | Dec 3, 2024 | Berita, Edukasi, Kegiatan Siswa
Baris-berbaris adalah salah satu kegiatan yang identik dengan kepramukaan. Dalam kegiatan Quranic Leadership Camp (QLC) TP. 2024-2025 hari pertama (Jum’at, 29 November 2024), baris-berbaris juga menjadi salah satu agenda yang diramu dalam sesi bernama Leadership Games.
Mengetahui banyaknya manfaat baris-berbaris bagi kakak shalih-shalihah, menjadikan alasan mengapa sesi ini selalu ada dalam setiap kegiatan kepramukaan. Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah Pramutara (Pramuka Bintang Juara) jenjang Siaga dan Penggalang sesi Leadership Games bersama kakak dari PENERBAD. Salah satu agenda pentingnya adalah latihan baris-berbaris, yang bukan hanya mengasah fisik, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan.
7 Manfaat Baris-Berbaris untuk Mengembangkan Karakter Positif Anak
Hampir sebagian besar anak selalu merasa malas ketika harus memulai kegiatan ini. Apakah Ayah Bunda semasa sekolah juga termasuk yang menghindari kegiatan baris-berbaris?
Namun di balik semua aturan yang ada, baris-berbaris sangat bermanfaat dalam membentuk karakter kakak shalih-shalihah. Apa saja manfaat yang bisa kakak shalih-shalihah dapatkan dari latihan baris-berbaris ini?
1. Melatih Disiplin
Latihan baris-berbaris memerlukan ketaatan pada perintah dan konsistensi dalam melaksanakan instruksi. Kakak shalih-shalihah diajarkan untuk mendengarkan, memahami, dan mempraktikkan perintah dengan tepat.
Kebiasaan ini melatih mereka menjadi individu yang disiplin, baik dalam konteks kegiatan Pramuka maupun dalam kehidupan sehari-hari. Melalui latihan ini, kakak belajar bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan, baik dalam kelompok maupun individu.
2. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab
Dalam baris-berbaris, setiap anggota memiliki peran penting. Kesalahan satu orang dapat memengaruhi kekompakan kelompok.
Hal ini mengajarkan anak-anak untuk bertanggung jawab terhadap tugas mereka, sehingga mereka tidak hanya fokus pada diri sendiri tetapi juga peduli terhadap keberhasilan bersama. Kakak diajarkan untuk saling mendukung dan memastikan setiap anggota memahami tugasnya, membangun rasa tanggung jawab kolektif.
3. Mengembangkan Kemampuan Kepemimpinan
Saat berlatih baris-berbaris, ada posisi seperti pemimpin barisan atau komandan. Kakak yang diberi kesempatan untuk memimpin, belajar bagaimana memberikan instruksi dengan jelas dan tegas.
Mereka juga belajar bagaimana menjadi panutan bagi teman-temannya. Hal ini menjadi bagian dari pembentukan jiwa kepemimpinan yang akan sangat berguna bagi anak-anak di masa depan.

4. Meningkatkan Kerjasama dan Kekompakan Tim
Baris-berbaris tidak dapat dilakukan secara individual. Kakak shalih-shalihah diajarkan untuk bergerak secara serentak dan harmonis sebagai satu tim. Mereka belajar pentingnya komunikasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Kegiatan ini mengajarkan kakak untuk saling mendukung dan memahami bahwa keberhasilan tidak hanya tergantung pada satu individu, tetapi juga pada kekompakan seluruh tim.
5. Membentuk Ketahanan Fisik dan Mental
Gerakan-gerakan dalam baris-berbaris, seperti berdiri tegap, berjalan, atau menghormat, melibatkan konsentrasi dan stamina. Latihan ini melatih ketahanan fisik dan membentuk mental yang kuat.
Kakak shalih-shalihah belajar untuk menghadapi tantangan fisik tanpa mengeluh, yang membantu mereka menjadi individu yang lebih tangguh.
6. Menanamkan Sikap Hormat dan Patuh
Melalui baris-berbaris, kakak belajar untuk menghormati pemimpin dan mematuhi instruksi yang diberikan. Sikap ini membentuk karakter anak menjadi lebih sopan dan menghargai aturan.
Selain itu, mereka juga diajarkan nilai-nilai penting seperti hormat kepada kakak pembina, teman, dan lingkungan sekitarnya.
7. Melatih Konsentrasi dan Fokus
Baris-berbaris membutuhkan konsentrasi penuh untuk mendengarkan instruksi dan melakukannya dengan tepat. Hal ini melatih kakak untuk fokus pada tugas yang sedang dihadapi, sebuah keterampilan yang sangat penting untuk kesuksesan dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Latihan baris-berbaris tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga membentuk karakter anak menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Dalam kegiatan Quranic Leadership Camp, momen berlatih baris-berbaris bersama kakak dari PENERBAD menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan kekompakan pada kakak shalih-shalihah Pramuka Siaga dan Penggalang.
Dengan berlatih baris-berbaris, kakak shalih-shalihah tidak hanya siap menjadi pramuka yang unggul, tetapi juga generasi Muslim yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi pemimpin di masa depan. Di Sekolah Islam Bintang Juara, setiap anak adalah bintang yang bersinar, dan mereka berhak menjadi juara dalam setiap aspek kehidupan.*** (CM-MRT)
by admin admin | Dec 2, 2024 | Berita, Edukasi
Pekan ini merupakan pekan sumatif di SD Islam Bintang Juara! Sudahkah Ayah Bunda menyiapkan kakak shalih-shalihah menghadapi asesmen sumatif akhir semester (ASAS)?
ASAS adalah momen penting bagi kakak shalih-shalihah untuk menunjukkan pemahaman dan pencapaian mereka selama satu semester. Bagi sebagian kakak, ini bisa menjadi waktu yang menantang.
Namun, dengan dukungan dan strategi yang tepat dari Ayah Bunda, kakak dapat lebih percaya diri dan siap menghadapi asesmen sumatif. Sebagai informasi, asesmen sumatif di SD Islam Bintang Juara tidak selalu berhadapan dengan tes tertulis lo, Ayah Bunda.
Beberapa jenis asesmen sumatif yang bisa ditemu di Sekolah Penggerak Angkatan 2 Kecamatan Gunungpati ini, di antaranya: diskusi kelas, drama, pembuatan produk, presentasi, ataupun tes lisan. Selain bentuknya yang beragam, asesmen sumatif di SD Islam Bintang Juara juga jauh dari kata menyeramkan.
Kakak tidak merasa sedang diuji, tapi seperti sedang melakukan aktivitas seru di sekolah sebagaimana hari-hari biasanya. Walau asesmen sumatif akhir semester di SD Islam Bintang Juara didesain untuk tetap menyenangkan, bukan berarti kakak shalih-shalihah tidak perlu bersiap diri ya.
7 Cara Menyiapkan Kakak Shalih-shalihah Menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Semester
Berikut adalah beberapa cara efektif untuk membantu anak menghadapi asesmen sumatif akhir semester.
1. Ciptakan Jadwal Belajar yang Teratur
Persiapan yang baik dimulai dengan perencanaan. Buatlah jadwal belajar bersama kakak shalih-shalihah, mencakup semua mata pelajaran yang akan diujikan. Pastikan jadwal ini tidak terlalu padat agar kakak tidak merasa terbebani.
- Luangkan waktu untuk belajar setiap hari, namun tetap berikan jeda untuk istirahat.
- Prioritaskan mata pelajaran yang dirasa sulit oleh anak.
- Tetapkan target harian yang realistis agar anak merasa progresif dan termotivasi.
- Dengan jadwal yang teratur, anak akan terbiasa belajar tanpa merasa dikejar waktu.
2. Pastikan Kakak Memahami Materi
Alih-alih hanya menghafal, bantu kakak memahami konsep-konsep penting dari setiap mata pelajaran. Tanyakan apa yang telah mereka pelajari dan minta mereka menjelaskan kembali. Metode ini membantu kakak memproses informasi secara lebih mendalam.
Jika ada materi yang sulit dipahami, luangkan waktu untuk membimbing kakak atau carilah sumber belajar tambahan seperti video edukasi, buku latihan, atau bantuan guru.
3. Latihan Soal Secara Berkala
Latihan soal membantu kakak terbiasa dengan format ujian dan melatih kemampuan berpikir kritis. Cari soal-soal latihan yang relevan dengan kurikulum sekolah. Ayah Bunda juga bisa membuat beragam alternatif soal. Tidak hanya tertulis, tapi juga bisa dikemas dalam bentuk lisan dan presentasi.
- Jadikan latihan soal sebagai kegiatan rutin.
- Diskusikan jawaban yang salah agar anak memahami kesalahan dan tidak mengulanginya di ujian.
- Berikan pujian untuk setiap usaha, meskipun hasilnya belum maksimal.
4. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman
Lingkungan belajar yang kondusif sangat memengaruhi konsentrasi kakak. Pastikan tempat belajar bebas dari gangguan seperti televisi atau ponsel.
Siapkan meja yang rapi, pencahayaan yang cukup, dan alat tulis yang lengkap. Lingkungan yang nyaman akan membuat anak lebih fokus dan produktif selama belajar.

5. Perhatikan Kesehatan Kakak
Kesehatan fisik dan mental anak sangat penting selama masa persiapan ujian. Pastikan anak:
- Mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam.
- Mengonsumsi makanan bergizi seperti buah, sayur, dan protein untuk mendukung daya pikir.
- Tetap aktif secara fisik dengan bermain atau berolahraga ringan untuk mengurangi stres.
- Anak yang sehat cenderung lebih mudah berkonsentrasi dan memiliki energi untuk belajar.
6. Bangun Kepercayaan Diri Anak
Tunjukkan bahwa Ayah Bunda percaya pada kemampuan anak. Jangan terlalu fokus pada hasil, tetapi hargai usaha yang telah mereka lakukan.
Berikan motivasi positif dengan mengatakan, “Kakak sudah belajar keras, Ibu/Ayah bangga padamu.” Dengan kepercayaan diri yang kuat, kakak akan lebih tenang dan siap menghadapi ujian.
7. Ajak Kakak Berdoa Bersama
Sebagai sekolah berbasis nilai Islam, kami percaya bahwa usaha harus diiringi doa. Ajak kakak berdoa agar diberikan kelancaran dan hasil terbaik. Doa bersama juga menciptakan momen kebersamaan yang bermakna.
Kesimpulan
Persiapan menghadapi asesmen sumatif akhir semester adalah perjalanan yang membutuhkan dukungan penuh dari orang tua. Dengan jadwal belajar yang teratur, pemahaman materi yang baik, latihan soal, lingkungan belajar nyaman, perhatian pada kesehatan, motivasi, dan doa, anak akan lebih siap menghadapi ujian.
Di SD Islam Bintang Juara, kami selalu mendukung kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk memastikan kakak tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter. Mari siapkan kakak shalih-shalihah menjadi bintang yang bersinar terang di manapun mereka berada! *** (CM-MRT)
by admin admin | Nov 29, 2024 | Artikel, Berita, Edukasi, Kegiatan Siswa, Religi
Salah satu kegiatan dalam Quranic Leadership Camp (QLC) 2024 SD Islam Bintang Juara pada Jum’at, 29 November 2024 adalah materi keputrian. Materi ini disampaikan langsung oleh Bu Ni’mah selaku Kepala Sekolah. Diambil dari kitab Riyadhus Shalihin, Bu Ni’mah menyampaikan materi ini sebelum kakak shalih-shalihah memulai Salat Zuhur.
Sementara kakak shalih beranjak ke masjid untuk melaksanakan Salat Jumat, Bu Ni’mah mengajak kakak shalihah melingkar di Ruang Connecting Lantai 1. Dengan bahasa yang ringan dan santai, Bu Ni’mah menyampaikan ilmu fiqih terkait aurat, haid, tata cara mandi besar kepada kakak shalih-shalihah.
Walau bahasannya cukup berat, karena disampaikan dengan cara yang asyik, juga ekspresi dan gestur yang hidup, kakak shalihah insyaAllah mampu menerima materinya dengan lebih mudah. Penasaran pesan-pesan apa saja yang disampaikan bu Ni’mah dalam materi keputrian, Ayah Bunda?
Tiga Hal Penting dalam Materi Keputrian
Pada sesi sebelum Salat Zuhur ini, Bu Ni’mah menitikberatkan pentingnya muslimah untuk belajar fiqih. Karena sebagai seorang perempuan, dari ujung rambut hingga ujung kaki ada banyak hal yang harus dijaga.
Bersyukurnya agama Islam telah memberikan aturan yang jelas tentang bagaimana muslimah menjaga dirinya. Dalam waktu yang cukup singkat, namun banyak sekali hikmah yang bisa dicatat dalam materi keputrian yang disampaikan bu Ni’mah siang ini.
1. Menjadi Muslimah Cerdas
Pada bagian pertama materi keputrian, Bu Ni’mah menyampaikan pentingnya menjadi muslimah yang cerdas. Yaitu muslimah yang tidak FOMO (Fear of Missing Out) alias suka ikut-ikutan tren. Sementara dalam Islam sudah jelas ada aturannya.
Dalam beberapa hadis juga disampaikan larangan untuk menyerupai orang kafir, salah satunya dalam Hadis Riwayat Abu Dawud dan Hasan;
Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.”
Dalam hal ini, bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah berhati-hati ketika menyukai lagu-lagu barat, Korea atau Jepang. Terutama ketika kakak shalihah tidak memahami makna lagunya, karena ada lagu-lagu yang liriknya berisi tentang kemaksiatan.
2. Belajar Memakai Jilbab Segi Empat
Selanjutnya, Bu Ni’mah juga mengajak kakak shalihah, terutama yang sudah Kelas 6 dan bersiap untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi, belajar cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat. Pertama, kakak wajib mengenakan ciput. Selain agar rambut bagian depan tidak keluar, ciput juga membantu menahan rambut bagian belakang tergerai. Bu Ni’mah memberikan tips kepada kakak shalihah untuk mengikat rambutnya lalu dimasukkan ke dalam ciput. Bagi kakak shalihah yang memiliki rambut panjang, rambutnya bisa digelung dan dirapikan ke dalam ciput.
Hal ini agar rambut bagian belakang kakak shalihah tidak mengintip, atau malah keluar dari jilbab. Rambut adalah bagian dari aurat perempuan, sehingga harus dipastikan rambut tidak boleh terlihat.
Kedua, kencangkan jilbab di bagian bawah dagu dengan jarum pentul atau peniti. Pastikan bagian ujung depan jilbab tidak menutup wajah. Muslimah memang perlu memiliki rasa malu, tetapi ada tempat dan waktunya.
Ketiga, kakak bisa menarik jilbab ke sisi bahu kanan atau kiri. Lalu kaitkan dengan peniti. Bu Ni’mah berpesan agar kakak shalihah tidak menggunakan jilbab dengan cara dililit di leher, pastikan panjang jilbab selalu menutup dada.
Bu Ni’mah juga membagikan tips lainnya terkait cara mengenakan jilbab segi empat. Di beberapa pondok tertentu, ada aturan yang melarang santrinya mengenakan jilbab yang ditarik ke bahu kanan/ kiri.
Agar aurat tetap terjaga, pastikan jangan ditali bagian bawah, tapi berikan peniti di bagian jilbab yang menjuntai. Sehingga saat kakak sedang beraktivitas, aurat tidak terlihat.
“Pakai jilbab memang panas, kak… tapi lebih panas lagi api neraka,” ujar Bu Ni’mah saat menuntaskan bahasan tentang cara mengenakan jilbab segi empat yang tepat.

3. Aturan Memotong Rambut untuk Perempuan
Masih berkaitan dengan aurat, Bu Ni’mah juga membagikan pesan penting terkait rambut. “Lebih baik kakak shalihah memotong rambutnya di rumah, daripada di salon. Kecuali kakak bisa memastikan salon tersebut amanah dalam menjaga rambut kita yang telah terpotong tersebut,” kalimat Bu Ni’mah sebagai pengantar bahasan berikutnya dalam materi keputrian.
Rambut perempuan juga merupakan aurat, oleh karenanya penting untuk menjaganya, termasuk saat akan memotongnya. Bu Ni’mah berbagi pengalaman bagaimana beliau diajarkan oleh ayahnya cara menjaga rambut yang telah dipotong.
Setelah rambut dipotong, potongan rambut tersebut dikumpulkan lalu dikubur. Saat menguburnya, ada doa yang harus dibacakan. Bu Ni’mah juga mengajarkan kakak tentang doa ini. Seperti apa doanya? Coba Ayah Bunda bisa mengajak kakak shalihah untuk recalling ya, kira-kira kakak shalihah ingat tidak ya doa yang sudah diajarkan Bu Ni’mah ini.
4. Aturan Haid dan Tata Cara Mandi Besar
Di ujung materi keputrian, kak Adlina bertanya tentang hukum rambut yang rontok saat sedang haid. Dari pertanyaan tersebut, Bu Ni’mah lalu membahas sedikit tentang haid dan tata cara mandi besar.
Bu Ni’mah menyampaikan bahwa penting bagi kakak shalihah mencatat kapan haid dimulai. Bukan hanya tanggal, tetapi juga jam haid tersebut dimulai.
Apabila setelah hari kelima belas dari haid pertama, darah masih mengalir, maka darah tersebut dihukumi sebagai darah istiadhoh. Artinya, kakak shalihah tetap harus melaksanakan salat meski darah masih mengalir.
Bu Ni’mah juga menyampaikan penting bagi kakak shalihah untuk mengumpulkan rambut yang rontok, dan kuku yang dipotong saat sedang haid. Nanti ketika sudah dalam keadaan bersih, dan akan melaksanakan mandi junub, potongan rambut dan kuku tersebut bisa ikut disucikan.
Terkait mandi besar, bu Ni’mah juga berpesan bahwa air yang digunakan untuk membasahi rambut dan tubuh haruslah dalam kondisi mengalir. Oleh karenanya, berhati-hati apabila kakak shalihah mandi menggunakan bak atau ember. Apabila airnya tidak sejumlah dua kulah, maka air tersebut masuk kategori dalam air musta’mal. Air ini dihukumi sebagai air yang suci tapi tidak bisa mensucikan.
Bagi yang tidak memiliki shower di rumahnya, Bu Ni’mah menyarankan untuk mandi di bawah kran yang dinyalakan. Hal itu jauh lebih aman dalam mensucikan.
Tak lupa Bu Ni’mah juga mengajarkan doa yang harus dibaca saat melakukan mandi besar usai tuntas haid, yaitu;
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya, “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”
Demikian sepenggal cerita Quranic Leadership Camp bagian dua tentang materi keputrian yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat dan nantikan cerita keseruan QLC selanjutnya, Ayah Bunda!***(CM-MRT)