fbpx
Rapor Tengah Semester & Parenting Class: Sinergi Orang Tua–Sekolah di SD Islam Bintang Juara

Rapor Tengah Semester & Parenting Class: Sinergi Orang Tua–Sekolah di SD Islam Bintang Juara

Sabtu, 27 September 2025, aula SD Islam Bintang Juara dipenuhi suasana hangat penuh harapan. Hari itu bukan sekadar jadwal pembagian rapor tengah semester, melainkan juga momentum berharga bagi sekolah dan orang tua untuk memperkuat sinergi dalam mendidik generasi penerus.

Keistimewaan Rapor 4 Kali Setahun

Biasanya, orang tua menerima rapor hanya dua kali setahun. Namun, SD Islam Bintang Juara memiliki keistimewaan: laporan perkembangan anak dibagikan empat kali setahun.

Manfaat dari sistem ini begitu terasa. Orang tua bisa:

  • Memantau perkembangan anak lebih cepat. Tidak perlu menunggu hingga akhir semester untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki.
  • Mendukung anak tepat waktu. Jika ada kesulitan belajar atau tantangan emosi, orang tua bisa langsung membantu dengan strategi yang sesuai.
  • Menumbuhkan kolaborasi aktif. Guru dan orang tua berjalan bersama, bukan saling menunggu.

Inilah salah satu bukti nyata bahwa SD Islam Bintang Juara konsisten menghadirkan pendidikan yang mindful, meaningful, dan joyful.

Parenting Class: Belajar Jadi Orang Tua yang Lebih Sadar

Khusus bagi wali murid kelas 3, setelah menerima rapor, mereka mendapat kesempatan istimewa mengikuti Parenting Class dengan tema “Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kemampuan Regulasi Emosi dan Keterampilan Sosial Anak.”

Materi ini disampaikan langsung oleh Bunda Vivi Psikolog sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika. Dalam penyampaiannya, Bunda Vivi mengingatkan:

“Belajar parenting membuat kita menyadari bahwa kita sebagai manusia punya banyak kekurangan dalam mendidik anak. Maka, niatkan untuk silaturahim dan menguatkan diri. Tujuan akhirnya adalah mempersiapkan anak agar hidup selamat, bermanfaat, dan kelak berkumpul bersama di surga.”

Regulasi Emosi dan Keterampilan Sosial: Bekal Utama Anak

Bunda Vivi Psikolog menegaskan bahwa setiap anak lahir dengan fitrah: iman, kebaikan, dan potensi unggul. Namun, potensi itu hanya bisa berkembang bila anak dilatih mengelola emosi dan membangun keterampilan sosial.

Beberapa kemampuan dasar yang perlu diperhatikan sejak dini antara lain:

  • Mengelola emosi: anak belajar menenangkan diri saat marah atau kecewa.
  • Kemandirian: berani mengambil keputusan sederhana.
  • Berbahasa: mampu menyampaikan perasaan dengan sopan.
  • Pemaknaan belajar: melihat belajar sebagai hal positif, bukan beban.

Tentu, perjalanan ini tak selalu mudah. Salah satu tantangan besar orang tua masa kini adalah adikasi gadget.

Gadget: Antara Manfaat dan Bahaya

Bunda Vivi Psikolog menguraikan dua sisi gadget. Di satu sisi, gadget bisa bermanfaat sebagai sumber informasi, hiburan, dan melatih keterampilan teknologi. Namun di sisi lain, jika tidak didampingi, gadget bisa menimbulkan dampak negatif: gangguan kesehatan mata, kurang fokus, hingga kesulitan berinteraksi sosial.

“Anak lebih tertarik pada gadget mungkin karena orang tua belum mampu menjadi sumber informasi dan hiburan utama bagi mereka,” pesan Bunda Vivi Psikolog yang membuat banyak orang tua merenung.

Peran Ayah dan Bunda yang Saling Melengkapi

Parenting bukan hanya tugas seorang ibu. Ayah pun memiliki peran besar. Ayah memberi tantangan, ketegasan, dan teladan, sementara bunda memberi kelembutan, perhatian, serta dukungan emosional.

Pedoman utama parenting tetaplah Al-Qur’an dan Hadist, dengan prinsip 3K: Kelekatan Emosi, Komunikasi Empati, dan Konsistensi.

  • Kelekatan emosi: hadir penuh untuk anak, tanpa distraksi gadget.
  • Komunikasi empati: mendengar aktif, memahami perasaan anak, dan merespons dengan bahasa penuh hikmah.
  • Konsistensi: membesarkan anak dengan aturan yang jelas dan teladan nyata, tanpa kekerasan.

Penutup: Sinergi yang Menguatkan

Kegiatan rapor tengah semester dan parenting class hari itu bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah perjalanan bersama antara sekolah dan orang tua.

Dengan rapor 4 kali setahun, orang tua lebih terlibat. Dengan parenting class, orang tua lebih terarah. Dan dengan sinergi ini, anak-anak SD Islam Bintang Juara tumbuh bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh secara emosional, beradab, dan siap menjadi generasi yang bermanfaat.***(CM-MRT)

Leadership Journey Day 5: Anak SD Islam Bintang Juara Belajar Life Skill dengan Seru!

Leadership Journey Day 5: Anak SD Islam Bintang Juara Belajar Life Skill dengan Seru!

Hari Jumat, 26 September 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi keluarga besar SD Islam Bintang Juara. Pada Leadership Journey Day 5, suasana sekolah tampak berbeda. Kali ini, kakak shalih dan shalihah tidak diajak menjelajah hutan, melukis dengan bahan alami, atau bermain game petualangan. Mereka diajak melakukan hal yang sederhana, namun penuh makna: bersih-bersih lingkungan sekolah.

Ya, di SD Islam Bintang Juara, belajar tidak hanya soal adab dan ilmu, tapi juga keterampilan hidup atau life skill. Karena seorang calon pemimpin sejati bukan hanya pintar berbicara dan berprestasi di akademik, tetapi juga tahu cara menjaga kebersihan, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Pembukaan yang Inspiratif

Pagi itu, anak-anak dibagi dalam kelompok kecil. Ada yang bertugas menyapu, ada yang mengepel, ada yang melap meja dan kursi, bahkan ada yang merapikan peralatan kelas.

Menariknya, kegiatan ini dipandu langsung oleh Bunda Vivi Psikolog sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika. Beliau turun langsung, memberikan pijakan sederhana namun penting kepada kakak kelas 4–6. Dengan sabar, Bunda Vivi Psikolog menunjukkan cara memegang sapu dengan benar, menyapu dari sudut ruangan ke arah tengah, mengepel agar lantai cepat kering, hingga melap meja agar bersih dan bebas debu.

“Anak-anak hebat bukan hanya yang rajin belajar, tapi juga yang peduli menjaga kebersihan. Kalau lingkunganmu bersih, pikiranmu juga jadi jernih,” begitu pesan Bunda Vivi Psikolog yang membuat anak-anak makin bersemangat.

Kolaborasi Kakak Shalih dan Shalihah

Pemandangan luar biasa tampak di setiap sudut sekolah. Kakak shalih dengan penuh tanggung jawab mengambil peran memegang sapu, sementara kakak shalihah sibuk mengepel dengan telaten. Ada juga kelompok kecil yang saling bahu-membahu mengangkat kursi agar mudah dibersihkan.

Gelak tawa sesekali pecah saat air pel tercecer atau debu tak sengaja beterbangan. Tapi justru momen inilah yang mengajarkan arti kerja sama: ketika ada yang kesulitan, yang lain segera membantu.

Belajar Tanggung Jawab Sejak Dini

Bersih-bersih bukan sekadar aktivitas fisik. Di balik itu, ada nilai karakter yang ditanamkan: tanggung jawab, kepedulian, dan disiplin. Anak-anak belajar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan kewajiban semua warga sekolah.

Mereka pun mulai menyadari bahwa lingkungan yang rapi membuat suasana belajar jadi lebih menyenangkan. Dengan meja yang kinclong dan lantai yang wangi, hati pun terasa lebih ringan untuk menimba ilmu.

Lebih dari Sekadar Sapu dan Pel

Leadership Journey Day 5 membuktikan bahwa life skill sederhana bisa memberikan pengalaman yang membekas. Anak-anak bukan hanya belajar teknik bersih-bersih, tetapi juga melatih motorik, kemandirian, serta rasa memiliki terhadap sekolah mereka.

Bunda Vivi menutup kegiatan dengan refleksi singkat. Beliau menegaskan bahwa calon pemimpin masa depan harus rendah hati dan siap melakukan pekerjaan apapun, sekecil apapun itu. Bahkan, seorang pemimpin sejati tidak akan segan mengambil sapu untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua.

Penutup yang Menginspirasi

Leadership Journey hari kelima ini mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari kegiatan seperti inilah, SD Islam Bintang Juara menegaskan jati dirinya sebagai sekolah yang mindful, meaningful, dan joyful.

Karena di sinilah anak-anak ditempa: bukan hanya menjadi pintar di atas kertas, tetapi juga cerdas dalam karakter, terampil dalam life skill, dan siap memimpin dengan hati.***(CM-MRT)

Detektif Cahaya: Eksperimen Sifat-Sifat Cahaya di Kelas 5

Detektif Cahaya: Eksperimen Sifat-Sifat Cahaya di Kelas 5

Pada hari Kamis pagi yang cerah, ruang kelas 5 SD Islam Bintang Juara dipenuhi antusiasme para siswa. Kali ini, mereka mengikuti kegiatan pembelajaran IPAS bertajuk “Detektif Cahaya”. Berbeda dengan kegiatan belajar mengajar biasanya, KBM kali ini dipandu oleh Bu Yayuk, sekaligus sebagai sesi praktik usai mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan metode joyful, mindful, dan meaningful learning yang selama ini telah dikembangkan di SD Islam Bintang Juara jauh sebelum metode Pembelajaran Mendalam digaungkan oleh pemerintah. Kakak shalih-shalihah tidak hanya menerima materi secara teori, melainkan diajak untuk membuktikan sendiri sifat-sifat cahaya melalui berbagai eksperimen yang menyenangkan.

Pembagian Kelompok dan Eksperimen Seru

Dalam kegiatan ini, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok mendapat tantangan eksperimen berbeda yang membuktikan satu sifat cahaya tertentu.

1. Cahaya Dapat Dibiaskan

Dengan gelas bening berisi air dan sedotan, kakak shalih-shalihah mengamati sedotan yang tampak bengkok. Dari percobaan ini, mereka menyimpulkan bahwa cahaya dapat dibiaskan ketika melewati medium berbeda.

2. Cahaya Merambat Lurus

Menggunakan lilin dan tiga kardus berlubang, kakak shalih-shalihah menguji arah rambat cahaya. Ketika lubang disejajarkan, cahaya lilin tampak jelas. Namun, begitu salah satu lubang digeser, cahaya menghilang. Hal ini membuktikan bahwa cahaya merambat lurus.

3. Cahaya Dapat Dipantulkan

Dengan bantuan cermin datar dan senter, kakak shalih-shalihah melihat bagaimana cahaya yang diarahkan ke cermin memantul ke dinding. Dari sini mereka memahami konsep pemantulan cahaya.

4. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening

Kakak shalih-shalihah mengamati bagaimana cahaya senter menembus gelas bening berisi air. Percobaan ini menunjukkan bahwa cahaya dapat melewati benda bening seperti kaca atau plastik transparan.

5. Cahaya Dapat Diuraikan

Percobaan terakhir menjadi yang paling meriah. Dengan mangkok berisi air sabun dan sedotan, kakak shalih-shalihah meniup gelembung lalu mengarahkannya ke sumber cahaya. Terlihatlah warna pelangi yang indah, bukti bahwa cahaya dapat diuraikan menjadi spektrum warna.

Presentasi dan Diskusi

Usai melakukan eksperimen, tiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas. Mereka menyampaikan kesimpulan dengan percaya diri sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kerjasama tim.

Bu Yayuk memberikan apresiasi kepada seluruh kakak kelas 5 yang telah menunjukkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat belajar yang tinggi. “Belajar sains itu bukan hanya menghafal teori, tapi menemukan sendiri jawabannya lewat pengalaman nyata. Itulah yang membuat ilmu lebih mudah diingat dan bermakna,” ungkap beliau.

Joyful, Mindful, and Meaningful Learning

Melalui kegiatan Detektif Cahaya, kakak shalih-shalihah tidak hanya memahami materi IPAS tentang sifat-sifat cahaya, tetapi juga belajar bekerja sama, berpikir kritis, dan berani menyampaikan ide.

Pendekatan pembelajaran joyful (menyenangkan), mindful (penuh kesadaran), dan meaningful (bermakna) yang diterapkan membuat kakak shalih-shalihah merasa senang, fokus, dan mampu menghubungkan ilmu dengan kehidupan sehari-hari.

Penutup

Kegiatan “Detektif Cahaya” di Kelas 5 ini menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran di SD Islam Bintang Juara selalu dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, menyenangkan, dan berkesan.

Dengan metode eksperimen, sains tidak lagi terasa rumit, melainkan penuh keajaiban yang dapat ditemukan langsung oleh siswa. Belajar sifat-sifat cahaya pun menjadi pengalaman tak terlupakan yang akan selalu mereka ingat. 🌟[CM-MRT]

Uangku, Ceritaku: Belajar Mengelola Uang dengan Seru

Uangku, Ceritaku: Belajar Mengelola Uang dengan Seru

Rabu, 17 September 2025, ruang kelas 4B SD Islam Bintang Juara dipenuhi keceriaan. Hari itu, kakak shalih-shalihah kedatangan tamu istimewa dalam kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua). Bunda Kustanti Dian P, orang tua dari Kak Shafira, hadir untuk berbagi ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: mengelola uang.

Dengan mengangkat tema “Uangku, Ceritaku: Belajar Mengelola Uang dengan Seru”, suasana kelas berubah menjadi ajang eksplorasi literasi keuangan. Kakak shalih-shalihah tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga diajak berpikir, bercerita, dan berdiskusi tentang uang yang setiap hari mereka gunakan.

Mengenal Apa Itu Uang dan Fungsinya

Kegiatan dimulai dengan pertanyaan sederhana dari Bunda Kustanti: “Siapa yang pernah belanja di warung? Pakai apa membayarnya?” Serentak kakak shalih-shalihah menjawab, “Pakai uang, Bunda!”

Dari sini, Bunda menjelaskan bahwa uang adalah alat tukar yang diterima secara umum untuk membayar barang, jasa, maupun kewajiban hutang. Penjelasan sederhana ini membuat kakak shalih-shalihah memahami bahwa uang bukan sekadar kertas bergambar, melainkan memiliki nilai dan fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah mengenal pengertiannya, siswa diajak memahami fungsi uang. Tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai satuan hitung. Kakak pun diajak mencoba membandingkan beberapa barang yang ditampilkan di layar. Dari kegiatan kecil itu, mereka bisa melihat bagaimana uang membantu menghitung dan menilai barang.

Menelusuri Sejarah Uang

Bagian paling seru adalah ketika Bunda Kustanti menceritakan sejarah uang. Mulai dari zaman barter, ketika orang menukar barang dengan barang, hingga muncul uang barang, lalu logam mulia seperti emas dan perak.

Kakak shalih-shalihah 4B semakin antusias ketika cerita berlanjut ke sejarah uang di Indonesia. Dulu, ada uang kartal (uang kertas dan logam) dan uang giral (uang di rekening bank). Kini, seiring perkembangan teknologi, pembayaran bisa dilakukan melalui QRIS hanya dengan ponsel pintar. “Bayangkan, dulu orang bawa karung untuk menukar barang, sekarang cukup bawa HP, sudah bisa belanja!” kata Bunda Kustanti yang disambut tawa ceria siswa.

Cara Merawat Uang

Tak kalah penting, kakak shalih-shalihah juga diajarkan cara merawat uang kertas. Bunda Kustanti memberi contoh bagaimana uang bisa cepat rusak jika diremas, dicoret, atau dilipat sembarangan. Dengan permainan kecil, kakak mencoba menyimpan uang di dompet mainan mereka masing-masing. Pesannya sederhana tapi kuat: uang harus dijaga karena bernilai dan bermanfaat.

Bunda Dian membawa beragam jenis uang kertas. Kakak diajak untuk menyentuh dan merasakan permukaan uang kertas. Ternyata beda nominal, beda juga lo kertas yang digunakan. Tidak hanya membawa uang kertas dari Indonesia, Bunda Dian juga membawa contoh-contoh uang kertas dari berbagai negara. Senangnya kakak shalih-shalihah diperlihatkan langsung beragam jenis uang.

Mengenal Bank: Sahabat dalam Mengelola Uang

Di akhir kegiatan, siswa diajak berkenalan dengan bank. Bunda menjelaskan bahwa bank bukan hanya tempat menyimpan uang, tetapi juga memiliki banyak layanan, termasuk yang bisa digunakan anak-anak. Salah satunya adalah Tabungan Taplus BNI yang bisa dimiliki dengan pendampingan orang tua.

Kakak shalih-shalihah tampak kagum mengetahui bahwa mereka bisa punya rekening tabungan sendiri, belajar menabung dengan lebih tertib, dan mempersiapkan masa depan sejak dini.

Belajar Literasi Keuangan dengan Cara Seru

Kegiatan BBOT kali ini bukan sekadar belajar tentang uang, tapi juga tentang literasi keuangan. Anak-anak belajar bahwa uang memiliki sejarah panjang, fungsi penting, dan harus dikelola dengan bijak.

Dengan gaya penyampaian interaktif, cerita menarik, dan aktivitas sederhana, Bunda Kustanti berhasil menghadirkan pelajaran yang joyful dan penuh makna.

Penutup

Kegiatan “Uangku, Ceritaku: Belajar Mengelola Uang dengan Seru” di Kelas 4B membuktikan bahwa literasi keuangan bisa diperkenalkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya paham arti uang, tapi juga belajar bagaimana menghargai, merawat, dan menggunakan uang dengan bijak.

Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal bagi kakak shalih-shalihah untuk tumbuh menjadi generasi cerdas finansial, siap menghadapi tantangan masa depan. 🌟*** [CM-MRT]

Museum Oryza Sativa: Aksi Nyata Project Based Learning yang Penuh Makna

Museum Oryza Sativa: Aksi Nyata Project Based Learning yang Penuh Makna

Suasana kelas 6 SD Islam Bintang Juara berubah total pada pekan kedua September 2025. Dari ruang belajar biasa, kelas ini disulap menjadi sebuah museum mini yang atraktif dan inspiratif bernama Museum Oryza Sativa. Inilah puncak dari rangkaian Project Based Learning (PJBL) “Pahlawan dalam Kata dan Karya” yang berlangsung kurang lebih lima pekan.

Dari Tahap Pengenalan hingga Kontekstualisasi

Perjalanan panjang menuju Museum Oryza Sativa dimulai dari tahap pengenalan. Bu Fia, wali kelas 6, memantik ide kakak shalih-shalihah dengan menghadirkan pengalaman belajar beragam: kunjungan ke Museum Mandhala Bhakti dan BBA (Belajar Bersama Ahli) untuk memperkuat keterampilan menulis.

Setelah itu, pada tahap kontekstualisasi, siswa diajak menyusun timeline, pembagian tugas, serta menyiapkan kebutuhan proyek. Tak hanya itu, mereka juga mengikuti BBOT untuk belajar seni promosi, agar museum yang akan mereka wujudkan nantinya bisa tampil lebih hidup dan menarik minat banyak orang.

Wujud Aksi Nyata: Museum Oryza Sativa

Tibalah saat yang ditunggu: aksi nyata. Semua ide, rencana, dan kerja keras diwujudkan dalam Museum Oryza Sativa, sebuah karya kolaboratif yang mencerminkan gotong royong seluruh kelas.

Museum ini menampilkan:

  • Teks eksplanasi tentang pahlawan hasil tulisan siswa.
  • Karya seni 2D berupa poster, gambar, dan kolase.
  • Karya seni 3D dalam bentuk miniatur, patung, dan instalasi sederhana.

Tidak hanya menjadi display karya, kakak shalih-shalihah kelas 6 juga bertugas sebagai pemandu museum. Mereka menjelaskan karya dengan penuh percaya diri kepada setiap tamu yang hadir.

galeri museum oryza sativa

Antusiasme Pengunjung

Museum Oryza Sativa dibuka selama lima hari, 8–12 September 2025. Antusiasme pengunjung luar biasa. Tidak hanya guru dan orang tua kelas 6, tapi juga orang tua dari kelas 1–5, adik-adik dari kelas bawah hingga TK, bahkan masyarakat umum turut hadir. Hampir semua pengunjung memberikan apresiasi yang sama: inspiratif dan keren.

Integrasi Pembelajaran Multidisiplin

Proyek ini bukan sekadar kegiatan seni atau bahasa. Museum Oryza Sativa mengintegrasikan banyak mata pelajaran:

  • IPAS → mengenal pahlawan di lingkungan sekitar dan kontribusinya.
  • Bahasa Indonesia → menulis teks eksplanasi runtut dan jelas.
  • PPKn → mempraktikkan gotong royong dan musyawarah dalam kelompok.
  • Seni Rupa → menciptakan karya seni 2D dan 3D bertema kepahlawanan.

Lebih dari itu, kakak shalih-shalihah juga berlatih keterampilan abad 21: critical thinking, creativity, collaboration, dan communication (4C). Tak hanya sebagai puncak kegiatan Project Based Learning, Museum Oryza Sativa juga menjadi sarana sumatif mata pelajaran yang terintegrasi di dalamnya.

Menumbuhkan Rasa Bangga dan Inspirasi

Tujuan besar dari proyek ini adalah menumbuhkan rasa bangga terhadap pahlawan, sekaligus melatih keterampilan menulis, bekerja sama, berkarya, dan berkomunikasi. Museum Oryza Sativa menjadi bukti nyata penerapan Pembelajaran Mendalam di SD Islam Bintang Juara, bahwa belajar bisa dikemas dalam bentuk yang menyenangkan, berkesadaran, penuh makna, dan bermanfaat bagi banyak orang.

Semoga semangat ini terus menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya, menghargai jasa pahlawan, dan menjadi insan pembelajar sepanjang hayat.*** (CM-MRT)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025: Nabi Muhammad Idolaku, Akhlaknya Teladanku

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025: Nabi Muhammad Idolaku, Akhlaknya Teladanku

Hari Selasa, 9 September 2025, suasana SD Islam Bintang Juara terasa berbeda. Aula sekolah dipenuhi semangat syukur dan rindu kepada Rasulullah SAW. Peringatan Maulid Nabi kali ini mengangkat tema “Nabi Muhammad Idolaku, Akhlaknya Teladanku”. Tema ini bukan hanya sekadar slogan, melainkan pesan mendalam bahwa teladan Nabi perlu dihidupkan dalam keseharian anak-anak shalih-shalihah.

Acara dipandu hangat oleh MC, Bu Shilvi dan Bu Hana. Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 21–22 yang dibacakan khidmat oleh Pak Rizki, lalu sari tilawah oleh Bu Ulya. Ayat ini mengingatkan bahwa Rasulullah SAW adalah uswah hasanah—teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan.

Pesan Penuh Inspirasi

Bu Ni’mah kemudian memberikan tausiyah singkat yang penuh makna. Beliau menyampaikan bahwa ketangguhan Nabi Muhammad SAW sudah terlihat bahkan sejak beliau dalam kandungan. Ayah beliau wafat sebelum lahir, namun Allah menjadikan Rasulullah sebagai sosok yang sabar, kuat, dan penuh syukur.

“Kalau kita ingin menjadi hamba Allah yang sejati, mari teladani perjuangan Rasulullah. Beliau selalu sabar, tidak mudah menyerah, dan tetap rendah hati,” pesan Bu Ni’mah yang menambah kesyahduan acara.

Kreativitas Islami dari Para Siswa pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025

Setelah itu, giliran perwakilan kakak shalih-shalihah tampil memeriahkan Maulid Nabi dengan bakat terbaik mereka. Para penampil adalah beberapa peserta MAPSI tahun 2025.

✨ Rebana An Najma Junior membuka penampilan dengan shalawat merdu, membuat suasana makin semarak.

🎙️ Khitobah oleh Kak Ihsan menggugah hati. Dengan gaya penuh semangat, ia menegur kebiasaan buruk anak-anak zaman sekarang:

“Giliran internetan, TikTok-an, game-an… 10 menit kurang, 20 menit ketagihan, 30 menit malah kecanduan! Boleh kenal teknologi, tapi jangan lupa untuk mengaji. Boleh kenal HP, tapi sholat jangan lupe…”

📖 Macapat Islami oleh Kak Chacha dan Kak Altamis menghadirkan nuansa budaya Islami yang sarat pesan moral.

📚 Cerita Islami oleh Kak Aira mengingatkan bahwa jujur adalah kunci kebaikan. Ia mengajak teman-temannya berkomitmen:

“Kalau ada tugas sulit, jangan mencontek. Kalau tidak sengaja merusak barang orang lain, harus berani minta maaf. Dengan jujur, kita akan disayang Allah, dan itu berarti kita meneladani Nabi Muhammad SAW.”

Setiap penampilan bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana mendidik karakter Islami sejak dini.

Penutup Penuh Syahdu

Acara ditutup dengan shalawat bersama yang dipimpin Rebana An Najma Senior. Lantunan shalawat menggema, menghadirkan suasana haru sekaligus bahagia. Kakak shalih-shalihah dan para guru yang hadir larut dalam doa dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Makna Besar di Balik Maulid

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang mengenang kelahiran beliau. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah momentum menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dalam hati anak-anak. Melalui cerita, shalawat, dan pesan moral, mereka belajar bahwa akhlak mulia adalah kunci kesuksesan hidup dunia dan akhirat.

Seperti tema yang digaungkan, “Nabi Muhammad Idolaku, Akhlaknya Teladanku”, kakak shalih-shalihah diingatkan untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan sejati dalam berkata, bersikap, dan bertindak.

👉 Dengan kegiatan ini, SD Islam Bintang Juara berharap kakak shalih-shalihah tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap membawa cahaya Islam ke masa depan.***(CM-MRT)