Tarhib Ramadhan 1444 Hijriah yang dilaksanakan oleh SD Islam Bintang Juara terasa lebih istimewa dibanding Tarhib Ramadhan tahun sebelumnya. Guna menumbuhkan motivasi dan suka cita di dalam diri kakak shalih-shalihah dalam menyambut bulan puasa, diadakan rangkaian kegiatan Tarhib Ramadhan dalam beberapa bagian.
Kali ini Tarhib Ramadhan di SD Islam Bintang Juara tidak hanya berupa pawai keliling area Dewi Sartika, tetapi juga banyak agenda seru lainnya lo, Ayah Bunda. Apa sajakah agenda tersebut?
Rangkaian Kegiatan Tarhib Ramadhan 1444 Hijriah
Istilah Tarhib Ramadhan baru akrab di telinga masyarakat Indonesia pada tahun-tahun terakhir. Secara arti bahasa, tarhib bermakna penyambutan.
Maka bisa disimpulkan, Tarhib Ramadhan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan suci yang penuh keberkahan ini. Uniknya, setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi berbeda-beda dalam menyambut Ramadhan.
Ada yang melakukannya dengan cara Padusan, yaitu menyucikan diri dengan mandi di sungai atau sumber air yang ada di daerah tersebut. Ada pula yang menyambut bulan Ramadhan dengan cara Munggahan, yaitu dengan menyalurkan rasa syukur lewat berbagi kotak makanan kepada para tetangga atau rekan kerja.
Sementara di sekolah-sekolah, Tarhib Ramadhan biasanya diwujudkan dalam bentuk pawai keliling ke daerah sekitar satuan pendidikan tersebut. Begitu pula dengan SD Islam Bintang Juara.
Namun agar rasa suka cita dan semangat menyambut Ramadhan lebih membuncah di hati kakak shalih-shalihah, SD Islam Bintang Juara tidak hanya mengajak kakak shalih-shalihah pawai berkeliling lingkungan. Berikut ini beberapa agenda yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan puasa yang insya Allah berlangsung mulai hari Kamis, 23 Maret 2023:
1. Tarhib Ramadhan Part 1 pada hari Jumat, 17 Maret 2023
Adapun kegiatan pertama yang dilakukan dalam rangkaian Tarhib Ramadhan 1444 Hijriah adalah senam sehat bersama. Kegiatan ini dipimpin oleh Pak Arial, guru PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan).
Masya Allah kakak shalih-shalihah antusias sekali mengikuti kegiatan senam ini. Bahkan minta ditambah lo waktunya, Ayah Bunda.
Diadakannya senam sehat bersama ini bukan tanpa alasan. Selain perlu menyiapkan rohani/ ruhiyah kakak shalih-shalihah, kesehatan jasmani juga harus dikuatkan.
Apalagi musim semakin tidak menentu, kadang panas begitu terik, tetapi sorenya hujan demikian lebat. Tentunya agar kakak shalih-shalihah tetap kuat menjalani puasa, kesehatan fisik juga harus disiapkan.
Itulah kenapa Senam Sehat Bersama dimasukkan dalam rangkaian kegiatan Tarhib Ramadhan 1444 Hijriah. Ayah Bunda, pastikan untuk tetap berolahraga di rumah bersama kakak shalih-shalihah selama bulan Ramadhan ya.
Tidak perlu berolahraga yang terlampau ekstrim. Cukup rutin berjalan kaki atau jogging setiap pagi setelah shalat Subuh, insya Allah bisa membantu menjaga kesehatan fisik keluarga.
Setelah Senam Sehat Bersama usai, kakak shalih-shalihah melanjutkan aktivitas dengan rutinitas paginya, yaitu makan bekal dan sholat Dhuha. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan Jumat Bersih.
Kakak shalih-shalihah bertanggungjawab untuk membersihkan ruangan kelas masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memulai Ramadhan dengan tempat yang lebih bersih.
Insya Allah tempat yang bersih adalah cerminan dari kebersihan hati para penghuninya. Dengan membersihkan ruang-ruang kelas dan area sekolah, diharapkan tidak hanya lingkungan menjadi bersih dan rapi, tetapi sekaligus sebagai sarana membersihkan jiwa kakak shalih-shalihah serta ibu bapak guru sehingga siap menjalani ibadah di bulan Ramadhan lebih optimal.
2. Tarhib Ramadhan Part 2 pada hari Senin, 20 Maret 2023
Selanjutnya pada hari Senin, 20 Maret 2023, kegiatan Tarhib Ramadhan 1444 Hijriah kembali dilanjutkan. Setelah menjalankan aktivitas paginya, kakak shalih-shalihah berkumpul di lapangan pada pukul 08.10.
Bapak dan ibu guru membagi kakak shalih-shalihah menjadi beberapa kelompok. Tugas setiap kelompok adalah membersihkan masjid dan mushala yang berada di wilayah SD Islam Bintang Juara.
Berikut ini masjid dan mushala yang mendapat kunjungan dari kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara:
Masjid Nurul Ilmi
Masjid Al Falah
MAsjid At Taqwa Delik Sari
Mushala Al Ikhlas
Masjid Al Iman (belakang SD Sukorejo)
Masjid Nur Huda
Mushala Ar Ridwan Kradenan Lama
Mushala Al Amanah
Mushala Al Maftukhi Delik Sari
Dalam satu kelompok terdiri dari kakak shalih-shalihah lintas kelas. Hal ini bertujuan agar kakak-kakak dari kelas besar bisa menjadi teladan bagi kakak shalih-shalihah yang masih di kelas kecil.
Untuk memberikan pengawasan, arahan dan ikut membantu kegiatan bersih-bersih mushala dan masjid, satu kelompok ditemani dengan tiga orang guru. Kegiatan bersih-bersih mushala ini memberikan banyak manfaat, antara lain:
Menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Kakak shalih-shalihah dari kelas besar belajar membantu dan mengarahkan kakak shalih-shalihah dari kelas kecil.
Menumbuhkan rasa tanggung jawab. Kakak shalih-shalihah belajar untuk menjalankan amanah yang telah diberikan.
Berbagi tugas dan gotong royong. Apabila hanya dilakukan sendirian, kegiatan bersih-bersih terasa melelahkan. Namun karena dikerjakan bersama-sama, kegiatan ini menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Kakak shalih-shalihah juga belajar untuk saling berbagi tugas dan membantu satu sama lain.
Melatih adab. Saat mengunjungi masjid dan mushala, kakak shalih-shalihah akan bertemu dengan anggota masyarakat secara langsung. Di sini mereka belajar bagaimana memberi salam, berucap santun dan menunjukkan perilaku hormat kepada sesama.
Membangun rasa peduli. Calon pemimpin muslim harus memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Dengan melibatkan kakak shalih-shalihah mengunjungi mushala dan masjid yang berada di sekitar sekolah, diharapkan akan tumbuh kepedulian dan empati terhadap masyarakat di sekitar.
Masya Allah, di balik kegiatan bebersih mushala dan masjid ternyata tersimpan banyak manfaat bermakna bagi pertumbuhan karakter baik kakak shalih-shalihah ya, Ayah Bunda. Semoga Allah senantiasa menjaga fitrah kebaikan dalam diri kakak shalih-shalihah. Aamiin.
Alhamdulillah, respon masyarakat atas kunjungan kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara untuk membersihkan masjid dan mushala sangat baik. Bahkan tak sedikit warga yang berbagi rezeki kepada kakak shalih-shalihah, berupa teh hangat, donat dan kue-kue.
Kakak shalih-shalihah tentu saja menyambut buah tangan tersebut dengan gembira. “Ternyata berbuat baik itu menyenangkan ya, Bu…,” ucap salah satu kakak shalih-shalihah sembari menikmati teh hangat yang disajikan.
3. Tarhib Ramadhan Part 3 pada hari Selasa, 21 Maret 2023
Selasa, 21 Maret 2023 adalah puncak kegiatan Tarhib Ramadhan 1444 hijriah. Setelah kegiatan-kegiatan sebelumnya berfokus pada proses pembersihan diri, baik secara fisik maupun rohani, kegiatan puncak ini berupa Pawai Keliling di area Dewi Sartika.
Tujuan dari pawai ini adalah untuk menyebarkan rasa suka cita atas datangnya bulan Ramadhan ke masyarakat sekitar. Tak lupa SD Islam Bintang Juara juga berbagi hadiah kecil, berupa stiker kepada masyarakat yang ditemui.
Diharapkan dengan hadiah kecil tersebut, masyarakat akan lebih kenal dengan SD Islam Bintang Juara. Sekaligus teringat bahwasanya bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi lo.
Mengenakan seragam batik merah, rombongan SD Islam Bintang Juara terlihat gagah dan berani. Sungguh menampilkan sosok-sosok calon pemimpin muslim di masa depan, aamiin.
Sebelum mulai berkeliling, kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara mendapat arahan terlebih dahulu dari Babinsa. Kakak shalih-shalihah diingatkan untuk menjaga adab selama berada di jalan raya.
Alhamdulillah, pawai keliling berlangsung dengan penuh keceriaan dan penuh makna. Tentu saja tak lepas dari bantuan Pak Babinsa yang mengawal pawai tersebut.
Usai melakukan pawai, kakak shalih-shalihah melanjutkan aktivitasnya dengan makan bekal dan sholat dhuha. Setelah itu, kakak shalih-shalihah berkumpul di lantai dua Gedung A untuk menikmati sajian dongeng dari Kak Slam.
Dalam dongengnya yang penuh kelucuan, Kak Slam menyisipkan banyak pesan penting untuk kakak shalih-shalihah, seperti:
Menjaga rutinitas ibadah agar dicintai Allah
Mengucapkan salam ketika bertemu dengan teman atau orang yang lebih tua
Menjaga adab di setiap kegiatan sehari-hari
Kak Slam mampu menghadirkan dongeng yang menarik dan penuh makna ditemani dengan boneka karakternya. Pastikan Ayah Bunda melakukan recalling kegiatan hari ini ya, agar kakak shalih-shalihah semakin memahami makna Ramadhan.
Masya Allah, komplit sekali bukan Ayah Bunda rangkaian kegiatan Tarhib Ramadhan 1444 Hijriah. Semoga semua aktivitas yang telah dilakukan oleh kakak shalih-shalihah bisa semakin menambah semangat mereka dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Akhir kata, kami ucapkan ‘Marhaban ya Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah di bulan suci nan penuh berkah ini, Ayah Bunda. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Aamiin.***
Alhamdulillahirrobil’alamin, telah terlaksana dengan lancar Gelar Karya P5 nan istimewa dari SD Islam Bintang Juara yang bertajuk Lensa Cakrawala. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Ahad, 19 Maret 2023 bertempat di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jalan Sriwijaya No. 29 Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang.
Gelar Karya P5 dari SD Islam Bintang Juara ini merupakan rangkaian kegiatan dari event bertajuk “Gelar TBRS untuk Kita.” Event yang diadakan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam rangka HUT Kota Semarang ke-476 ini mengangkat tema “Bersama Kita Kuat, Solid, Semarang Semakin Hebat.”
Ayah Bunda yang sempat hadir pada acara tersebut pasti tahu ya bagaimana ramainya hari itu? Selain Gelar Karya P5 SD, ada banyak agenda seru lainnya, antara lain:
Lomba Kicau Burung
Lomba Mural
Gelar Pangan Murah Jelang Ramadhan & Lomba Situasi Komedi
Bazaar UMKM
Pasar Tani Lokal & Gelar Hidroponik
Cek Kesehatan dan Vaksinasi
Lomba Gerak dan Lagu P5
Lomba Memasak Hasil Urban Farming antar Guru SD
Lomba Suporter Masak
Makan Kenyang Saja Dapat Hadiah
Apa Itu Gelar Karya P5?
Sebelum membahas mengenai Gelar Karya P5 yang disajikan oleh SD Islam Bintang Juara pada hari Ahad, 19 Maret 2023 lalu, yuk berkenalan dulu dengan pengertian P5, Ayah Bunda.
P5 merupakan singkatan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek ini adalah sebuah pembelajaran lintas disiplin ilmu di mana kakak shalih-shalihah diajak untuk mengamati, memikirkan dan menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Adapun tujuan diadakannya P5 sebagai implementasi dari Kurikulum Merdeka, antara lain:
Untuk menumbuhkan kakak shalih-shalihah menjadi penerus bangsa yang unggul, kreatif, inovatif, dan produktif. Selain itu juga bisa berpartisipasi aktif terhadap pembangunan global.
Untuk menjadikan kakak shalih-shalihah sebagai pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
Disebut sebagai Profil Pelajar Pancasila apabila kakak shalih-shalihah telah terbangun secara utuh keenam dimensi pembentuknya, yaitu:
Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia
Mandiri
Bergotong-royong
Berkebhinekaan global
Bernalar kritis
Kreatif
P5 dilaksanakan dengan cara berbasis proyek (project-based learning). Untuk melaksanakannya bukan sekadar mengejar hasil atau produk akhir. Ini yang seringkali disalahartikan oleh satuan pendidikan.
Kegiatan P5 sejatinya berfokus pada proses. Bagaimana kakak shalih-shalihah terlibat secara nyata dalam setiap proyeknya, memahami bagaimana alurnya hingga menjadi sebuah produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ada enam pilihan tema yang disediakan untuk kegiatan P5, yaitu:
Gaya Hidup Berkelanjutan
Kearifan Lokal
Bhinneka Tunggal Ika
Bangunlah Jiwa dan Raganya
Rekayasa dan Teknologi
Kewirausahaan
SD Islam Bintang Juara memilih tema pertama, yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan, sebagai tema kegiatan P5 yang dilaksanakan sejak Bulan Januari 2023. Dalam menjalankan kegiatan P5 ini, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi tiga fase, yaitu:
Fase A: Kelas 1 dan 2
Fase B: Kelas 3 dan 4
Fase C: Kelas 5 dan 6
Adapun rangkaian kegiatan P5 yang telah berjalan sepanjang Januari – Maret 2023 sebagai berikut:
Masya Allah, banyak sekali bukan Ayah Bunda kegiatan P5 yang dilakukan oleh kakak shalih-shalihah? Antusiasme kakak shalih-shalihah juga luar biasa lo, Ayah Bunda.
Bahkan tak sedikit narasumber yang dihadirkan untuk kegiatan P5 memuji pertanyaan-pertanyaan kritis kakak shalih-shalihah, juga ketenangan kakak shalih-shalihah dalam menerima materi. Alhamdulillah karena sudah terbiasa untuk fokus dalam setiap kegiatan, kakak shalih-shalihah mampu menuntaskan amanah yang diberikan.
Melihat bagaimana keseriusan SD Islam Bintang Juara dalam menjalankan kegiatan P5, Sekolah Penggerak Angkatan 2 di Kecamatan Gunung Pati ini terpilih mewakili Kecamatan Gunung Pati pada acara Gelar Karya P5 SD di TBRS, Ahad, 19 Maret 2023 lalu.
Di Balik Pemilihan Tema “Lensa Cakrawala”
Ketika mendapat amanah untuk mewakili Kecamatan Gunung Pati sebagai Sekolah Penggerak yang telah berhasil menjalankan P5, SD Islam Bintang Juara mempersiapkannya sebaik mungkin. Bukan hanya melibatkan para guru, tetapi juga seluruh kakak shalih-shalihah, Ayah Bunda.
Bahkan logo untuk setiap produknya didesain langsung oleh kakak shalih-shalihah lo, Ayah Bunda. SD Islam Bintang Juara menyelenggarakan Sayembara Desain Logo Produk, alhamdulillah antusias dari kakak shalih-shalihah sangat luar biasa.
Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa memiliki kakak shalih-shalihah terhadap produk yang telah dihasilkan. Dari sayembara tersebut, desain Kak Ninda dari kelas 4 terpilih menjadi brand identity untuk produk-produk hasil P5 SD Islam Bintang Juara.
Lensa Cakrawala dipilih sebagai tema stand Gelar Karya P5 SD Islam Bintang Juara. Adapun alasan di balik pemilihan nama tersebut yaitu;
Lensa memiliki makna melihat,
Cakrawala bermakna dunia secara luas.
Apabila keduanya digabungkan, memiliki arti bahwasanya kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara diharapkan mampu melihat dunia secara luas, sehingga mampu menemukan solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi.
Dalam Gelar Karya P5 tersebut, SD Islam Bintang Juara tidak hanya memamerkan produk-produk yang telah dihasilkan, seperti:
Namun yang lebih istimewa, SD Islam Bintang Juara melengkapi ruang karyanya dengan informasi mengenai alur dan tata cara pembuatan. Setiap pengunjung yang mampir ke stand SD Islam Bintang Juara akan disambut dengan ramah oleh Kak Suci dan Kak Dea.
Hebatnya, Ayah Bunda, Kak Suci dan Kak Dea mampu menjelaskan secara runut setiap proses produk-produk hasil kegiatan P5 yang ditampilkan di dalam stand. Hal tersebut menjadi tanda bahwasanya tujuan dari kegiatan P5 di SD Islam Bintang Juara telah benar-benar berhasil.
Keberhasilan kegiatan P5 di SD Islam Bintang Juara tersebut juga tercermin dari beberapa respon pengunjung, seperti:
1. Bu Suhartati
“Luar biasa, dari tadi secara langsung berdiskusi dengan anak-anak. Mereka sangat memahami produk yang dihasilkan dari sejak awal dibuat. Artinya, pelaksanaan P5 di Bintang Juara berjalan sesuai panduan. Di sanalah proses penanaman karakter dalam dimensi P5 sudah berjalan. Semoga ke depannya produk semester sebelumnya juga bisa ditampilkan pada Gelar Karya P5.”
2. Bunda Ninda
“Gelar Karya P5 ini merupakan hasil karya kakak shalih-shalihah secara nyata. Berkegiatan dan berproses dari persiapan hingga menghasilkan berbagai macam karya. Dari sampah organik sampai anorganik, adalah hasil-hasil karya yang insya Allah banyak manfaatnya untuk alam sekitar. Kompos dari cangkang telur, eco enzyme, dan masih banyak lagi. Tema yang dipilih oleh SD Islam Bintang Juara juga sekaligus menguatkan dan memotivasi orang tua untuk menjalankan gaya hidup berkelanjutan.”
Masya Allah, SD Islam Bintang Juara sangat bersyukur apabila kegiatan P5 ini mendapatkan apresiasi dari Ayah Bunda. Semoga bisa terus bersinergi ke depannya untuk setiap kegiatan-kegiatan P5 berikutnya.
Bagi Ayah Bunda yang belum bisa hadir pada Lensa Cakrawala, Gelar Karya P5 pada Ahad, 19 Maret 2023 lalu, nantikan Gelar Karya P5 nan istimewa selanjutnya! Sampai jumpa pada catatan-catatan Bintang Juara berikutnya, Ayah Bunda.****
Alhamdulillah Free Trial Class di SD Islam Bintang Juara batch #2 telah terlaksana pada hari Sabtu, 11 Maret 2023. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00 – 11.30 tersebut berjalan dengan cukup kondusif dan lancar.
Tentu saja bukan hanya anak-anak yang berkegiatan dengan penuh kesan, tetapi juga kedua orang tuanya mendapat suntikan ilmu bermanfaat. Yuk, Ayah Bunda, intip bagaimana keseruannya.
Kegiatan Anak saat Free Trial Class di SD Islam Bintang Juara
Pada saat mengikuti kegiatan Free Trial Class, kakak shalih-shalihah belajar untuk berani berpisah dari Ayah dan Bunda. Setelah mengisi presensi, tim dari SD Islam Bintang Juara mendampingi kakak shalih-shalihah menuju ke Basement Gedung B untuk mengikuti rangkaian acara untuk anak.
Sementara itu, Ayah Bunda dipersilakan untuk naik ke Lantai 2 Gedung A. Ada beberapa kakak shalih-shaliihah yang belum langsung berani ditinggal oleh Ayah Bunda.
Untuk kasus-kasus khusus seperti itu, Ayah Bunda diperkenankan menemani kakak shalih-shalihah menuju ke ruang kegiatan anak. Setelah kakak-kakak mulai nyaman, mereka bisa ditinggal dan Ayah Bunda bisa bergegas menuju ke tempat berlangsungnya parenting class.
Alhamdulillah kakak shalih-shalihah sangat antusias mengikuti tiga jenis kegiatan yang telah dipersiapkan oleh tim Bintang Juara. Seperti ini cuplikan keseruannya, Ayah Bunda:
Masya Allah menggemaskan bukan melihat calon-calon kakak SD mengikuti Free Trial Class? Seperti ini cerita lengkapnya.
Sebelum kakak shalih-shalihah memulai aktivitas pada hari itu, tim dari SD Islam Bintang Juara mengajak anak-anak untuk mengucapkan doa sebelum belajar. Setelah itu, tim SD Islam Bintang Juara membagikan mahkota untuk dikenakan oleh semua peserta free trial class.
Saat semua peserta sudah siap beraktivitas, mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dengan pendamping masing-masing. Setiap kelompok akan menuju ke tiga pos yang telah disediakan.
1. Pos Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum
Pada pos pertama, kakak shalih-shalihah disambut oleh Pak Arif. Pada pos ini, para peserta trial class diajak untuk belajar menghafal Al Quran dengan metode Kauny.
Masya Allah kakak shalih-shalihah semangat sekali mempraktekkan pijakan yang diberikan oleh Pak Arif. Alhamdulillah kakak shalih-shalihah sudah bisa menghafal lafaz Audzubillahiminassyaitonnirrojim dan ayat pertama Al Fatihah (Bismillahirrohmanirrohim) dengan metode Kauny lo, Ayah Bunda.
Apabila Ayah Bunda ingin mengetahui seperti apa sih menghafal Al Quran menggunakan metode Kauny, silakan bisa dilihat di video berikut:
2. Pos Aku Anak Tangguh
Setelah belajar menghafal Al Quran semudah tersenyum, kakak shalih-shalihah digiring menuju ke pos kedua yang terletak di lapangan olahraga SD Islam Bintang Juara. Di pos ini, kakak shalih-shalihah dipandu oleh Bu Ni’mah untuk mengikuti beberapa aktivitas motorik kasar, antara lain:
Berlari
Melompat dengan dua kaki
Menendang bola
Menaiki jembatan goyang
Memanjat ban
Masya Allah kakak shalih-shalihah sangat bersemangat menuntaskan setiap aktivitas. Bahkan ada yang minta tambah lo, Ayah Bunda.
3. Pos Aku Ilmuwan Cilik
Nah, di pos terakhir ini, kakak shalih-shalihah diajak untuk mengerjakan proyek science berupa pembuatan es krim. Kakak shalih-shalihah sangat takjub dengan prosesnya. Bagaimana bongkahan es batu bisa berubah menjadi es krim yang lembut dan enak.
Tenang saja Ayah Bunda, es krimnya sehat kok. Es krim yang dibuat berbahan dasar buah naga. Jadi selain mendapat kegiatan yang berkesan, kakak shalih-shalihah juga belajar tentang makanan yang thoyib untuk kesehatan tubuh.
Di setiap posnya, kakak shalih-shalihah mendapatkan stiker bintang apabila berhasil menuntaskan setiap challenge yang ada. Alhamdulillah kakak shalih-shalihah berhasil mengumpulkan semua stikernya.
Kalau kegiatan untuk kakak shalih-shalihah seseru ini, lalu bagaimana ya aktivitas para orang tuanya?
Sesi Parenting Class bersama Bunda Vivi Psikolog
Setelah mengantar kakak shalih-shalihah ke Basement Gedung B, Ayah Bunda dipersilakan untuk naik ke Gedung A Lantai 2. Pada acara ini, tim dari Bintang Juara telah memberikan informasi agar Ayah Bunda membawa tumblr masing-masing. Arahan ini sebagai wujud kepedulian SD Islam Bintang Juara untuk mengurangi sampah.
Namun belum semua orang tua menjalankan arahan ini. Tidak apa-apa ya, Ayah Bunda. Semoga di lain kesempatan, arahan tersebut bisa dilaksanakan lebih konsisten.
Sesi parenting class dibuka dengan sambutan dari Ibu Nur Shofwatin Ni’mah, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Islam Bintang Juara. Ada satu pesan menarik dari ibu kepala sekolah yang akrab dipanggil Bu Ni’mah ini;
Jangan menjadi orang tua yang seperti kanebo kering.
Usai menyimak sambutan yang luar biasa dari Bu Ni’mah, para orang tua mendapat kesempatan untuk mendengar paparan singkat dari Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi, M.Psi, Psikolog, selaku Ketua Yayasan Dewi Sartika.
Nama beliau tentu sudah tidak asing lagi bukan? Ayah Bunda bisa jadi lebih mengenal beliau sebagai Bunda Vivi Psikolog.
Dalam paparan singkatnya, Bunda Vivi menjelaskan tentang pentingnya kegiatan main untuk anak, terutama pada anak usia dini. Dengan kegiatan main yang tepat, perkembangan di setiap tahap usia anak bisa terstimulasi dengan baik.
Alhasil, ketika semua stimulasi berjalan optimal, kakak shalih-shalihah bisa siap menjalani proses belajar di Sekolah Dasar. Namun apabila kegiatan mainnya tidak dirancang dengan tepat, ketika masuk usia SD, ada beberapa PR, khususnya pada motorik kasar dan halus.
Kakak shalih-shalihah yang masih memiliki PR di bagian motorik, biasanya cenderung akan susah fokus dalam berkegiatan. Karena tuntas motorik berhubungan dengan tuntas mengelola emosi. Tuntas motorik dan tuntas mengelola emosi adalah kunci untuk melatih adab dan akhlak.
Setelah memberikan pemaparan singkat, Bunda Vivi Psikolog mengajak para orang tua untuk turun ke Basement Gedung B. Para orang tua diajak untuk mengamati kegiatan demi kegiatan yang dilakukan oleh kakak shalih-shalihah.
Ada beberapa anak yang kemudian tantrum dan merengek karena melihat Ayah Bundanya. Di sinilah ketegasan dan kekuatan hati orang tua diuji, Ayah Bunda.
Apakah orang tua akan terbawa suasana dan emosi, atau bisakah orang tua tetap tenang dan memercayakan kakak shalih-shalihah kepada tim Bintang Juara. Pastinya, apabila orang tua memberikan ekspresi yang tenang, insya Allah kakak shalih-shalihah pun akan mudah ditenangkan.
Setelah melakukan pengamatan dan mengambil beberapa dokumentasi kegiatan, para orang tua kembali menuju ke lokasi diadakannya sesi parenting. Bunda Vivi melanjutkan paparan dengan tema “Kegiatan Main yang Bermakna agar Anak Siap Belajar di Sekolah Dasar.”
Bunda Vivi memaparkan pentingnya kegiatan main yang terstruktur untuk perkembangan otak anak juga kesiapan anak belajar di Sekolah Dasar. Tak hanya pemaparan, Bunda Vivi juga mengajak para orang tua untuk merasakan serunya bermain dengan alat-alat permainan edukatif yang ada di SD Islam Bintang Juara.
Bunda Vivi juga kemudian melatih cara recalling yang tepat. Setelah ‘waktu bermain’ yang diberikan tuntas, Bunda Vivi menanyakan perasaan para orang tua setelah bermain. Juga ide apa saja yang muncul saat bermain dengan APE tersebut.
Masya Allah tanpa terasa waktu telah bergulir dengan cepat. Kegiatan anak di Basement Gedung B sudah usai, artinya sesi parenting juga harus diakhiri. Tentunya agar kakak shalih-shalihah tidak menunggu terlalu lama.
Alhamdulillah, event Free Trial Class batch 2 tersebut meninggalkan kesan yang cukup dalam, baik bagi orang tua dan anak.
Apa Saja yang Bisa Didapat Saat Free Trial Class?
Bagi Ayah Bunda yang belum sempat mengikuti Free Trial Class di SD Islam Bintang Juara, berikut ini lima manfaat yang bisa didapat pasca acara:
1. Kegiatan Anak Bermakna
Ayah Bunda akan mendapat ide kegiatan main yang bermakna bersama anak. Aktivitas yang dilakukan dari satu pos ke pos lain bisa juga lo dipraktekkan kembali di rumah.
2. Ilmu Bermanfaat
Tentu saja Ayah Bunda juga bisa mendapat ilmu yang bermanfaat, utamanya tentang perkembangan anak, jenis kegiatan main yang cocok untuk usia anak, manfaat kegiatan main dan masih banyak lagi.
3. Teman Baru
Selain kegiatan dan ilmu, hal penting lain yang bisa didapat usai mengikuti Free Trial Class tentu saja teman baru. Alhamdulillah, Ayah Bunda bisa berkenalan dan berjejaring dengan para orang tua yang memiliki semangat belajar dan mengasuh anak dengan lebih baik.
4. Diskusi Perkembangan Anak
Dengan kesibukan Bunda Vivi Psikolog, berkonsultasi dengan beliau biasanya harus antre lo, Ayah Bunda. Namun melalui program Free Trial Class, Ayah Bunda berkesempatan untuk ngobrol dan berdiskusi langsung terkait perkembangan anak. Kapan lagi kan?
5. Memiliki Gambaran KBM di SD Islam Bintang Juara
Dengan ikut Free Trial Class, Ayah Bunda bisa mendapat gambaran tentang kegiatan belajar mengajar di SD Islam Bintang Juara. Ayah Bunda juga bisa melihat bagaimana kualitas para guru dalam mengajar, mengasuh dan berkomunikasi dengan anak.
Apabila Ayah Bunda tertarik untuk mengikuti Free Trial Class ataupun School Touring di SD Islam Bintang Juara, pastikan untuk mengikuti akun official media sosial @sdislambintangjuara ya. Insya Allah informasi mengenai event-event terbaru akan di-update di sana.
Recalling “Menghafal bersama Bintang Juara”
Pada penghujung sesi parenting, tim Bintang Juara membagikan tantangan baik bagi orang tua dan kakak shalih-shalihah. Tantangan tersebut dinamai Recalling “Menghafal bersama Bintang Juara.”
Ayah Bunda peserta Free Trial Class silakan bisa mengajak kakak shalih-shalihah untuk recalling menghafal ayat dengan metode Kauny. Ayah dan Bunda bisa berlatih bersama, kemudian rekam dalam bentuk video.
Silakan unggah video tersebut ke akun Instagram masing-masing. Follow, tag dan mention akun Instagram @sdislambintangjuara. Berikan caption yang menarik (mengedukasi dan menginspirasi), lalu berikan hashtag #MenghafalBersamaBintangJuara.
Tiga peserta terbaik akan mendapat apresiasi istimewa dari Bintang Juara. Periode Recalling “Menghafal bersama Bintang Juara” hanya sampai Sabtu, 18 Maret 2023. Hanya berlaku untuk peserta Free Trial Class Batch 2 ya.
Seru dan bermakna bukan Free Trial Class di SD Islam Bintang Juara? Sampai jumpa di event-event berikutnya, Ayah Bunda.
Calon pemimpin harus paham tantangan apa saja yang di depan mata. Tak hanya itu seorang calon pemimpin juga harus belajar bagaimana menemukan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.
Sesuai dengan tema pembelajaran yang sedang diangkat saat ini; Pembangunan yang Berkelanjutan, kakak shalih-shalihah kembali berkegiatan terkait bagaimana merawat bumi. Bumi semakin tua, sampah ada di mana-mana, apa ya yang bisa kakak shalih-shalihah lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut?
Sebagai informasi, Eco Enzyme adalah hasil dari pengolahan sampah dapur organik yang telah difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Sampah dapur yang bisa digunakan yaitu kulit buah ataupun sayuran.
Eco Enzyme ini awalnya ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong. Sosok ini juga merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rosukon sudah dimulai sejak tahun 1980an.
Eco Enzyme kemudian diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr Joean Oon, promotor Eco Enzyme International, sekaligus praktisi terapi hemeopati, naturopati, antroposofis keperawatan dan perkembangan anak dari Penang, Malaysia.
Lalu siapakah komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang yang menjadi partner belajar kakak shalih-shalihah pada hari Jum’at, 3 Maret 2023? Yuk, kenalan lebih lanjut, Ayah Bunda.
Berkenalan dengan Komunitas Eco Enzyme Nusantara
Menyadari semakin parahnya pemanasan global sehingga bencana alam terjadi di mana-mana, mulai muncul keinginan untuk mengajak masyarakat dalam rangka menyelamatkan bumi. Secara resmi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) didirikan pada tahun 2019. Mengusung visi yang sangat mulia;
Mewujudkan Bumi Kembali Indah dan Lestari untuk Kelangsungan Hidup Umat Manusia dan Segenap Makhluk.
Agar bisa berkolaborasi lebih luas dengan banyak pihak, pada tahun 2020, EEN merasa perlu memiliki legalitas. Hingga kemudian pada Agustus 2020, terbentuklah Perkumpulan EEN yang melingkupi wilayah seluruh Indonesia.
Saat ini EEN telah meluas ke 27 provinsi dengan lebih dari 80 kelompok komunitas yang tersebar di seluruh Nusantara. Semakin banyak pula yang bergabung menjadi relawan untuk menjalankan misi dari komunitas ini:
Melakukan Edukasi dan Sosialisasi Eco Enzyme secara online dan offline kepada masyarakat.
Membangun kesadaran masyarakat untuk mengasihi alam dan mengolah sampah organik.
Membentuk dan melatih Relawan EEN di seluruh Indonesia.
Melakukan kerjasama dengan Pemerintahan daerah dan pusat dalam mengolah sampah organik.
Membentuk tim litbang untuk mengembangkan keilmuan yang berkaitan dengan Eco Enzyme sehingga semakin memberikan manfaat yang lebih luas.
Ketua EEN pusat saat ini yaitu Jimuno Tanaka dari Batam. Sementara itu, Ketua EEN Semarang periode sekarang dipegang oleh Ibu Rinanita.
Pada hari Jum’at, 3 Maret 2023, berikut ini nama-nama pengurus dan relawan aktif EEN Semarang yang membagikan ilmunya tentang Eco Enzyme kepada kakak shalih-shalihah SD Islam Bintang Juara:
Ibu Yenita selaku ketua bank eco enzym semarang
Ibu Jeany selaku sekretaris EEN Semarang
Ibu Ririn selaku bendahara
Ibu Milan selaku anggota pengurus EEN semarang
Ibu Emma selaku relawan aktif
Ibu Aryanti selaku relawan aktif
Ayah Bunda, sebagai informasi, Komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang telah membangun Bank Eco Enzyme Semarang Hebat sejak tahun 2021 lo. Bank Eco Enzyme tersebut terletak di kecamatan Semarang Utara.
Bank Eco Enzym difungsikan untuk memproduksi eco enzym sebanyak-banyaknya. Bahkan sudah terlihat buktinya untuk menghilangkan bau dan menjernihkan air di polder Tawang.
Pada saat angka Covid-19 masih tinggi, komunitas EEN juga bekerjasama dengan Pemkot Semarang untuk menyemprotkan EEN ke udara untuk mengurangi penyebaran virus Corona selama beberapa kali.
Cara Membuat Eco Enzyme, Yuk Praktekkan di Rumah
Ayah Bunda, mau tahu tidak bagaimana cara membuat Eco Enzyme sebagaimana yang dipraktekkan kakak shalih-shalihah pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu?
Ternyata sangat mudah lo, Ayah Bunda. Jika kakak shalih-shalihah saja bisa membuat bersama-sama dengan kelompoknya, Ayah Bunda juga pasti bisa membuatnya sendiri di rumah.
Begini nih caranya, pertama-tama siapkan peralatan yang dibutuhkan:
Toples ukuran 1.7 liter
Gelas ukur
Pisau
Telenan
Setelah itu, siapkan juga bahan-bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat Eco Enzyme:
Air 1000 ml
Gula 100 gram, diiris tipis atau dipotong kecil-kecil agar lebih mudah larut
Kulit buah 300 gram, potong atau cacah kecil-kecil dulu ya, Ayah Bunda
Apabila peralatan dan bahan-bahan sudah siap, saatnya melakukan proses pengolahan:
Bersihkan wadah dari sabun atau bahan kimia
Masukkan air bersih sebanyak 1000 ml
Masukkan gula sebanyak 100 gram
Masukkan cacahan kulit buah sebanyak 300 gram
Tutup rapat wadah/ toples
Beri label pembuatan dan tanggal panen. Eco enzyme bisa dipanen setelah difermentasi selama tiga bulan.
Simpan toples di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung
Pada saat belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah menggunakan sampah kulit jeruk. Namun sebenarnya kulit buah apapun bisa digunakan ya, Ayah Bunda.
Hanya saja kalau berisi berbagai jenis kulit buah, sebaiknya dicatat di bagian label. Bu Emma, salah satu pemateri menyampaikan, “Beda kulit akan berbeda pula hasil jadinya. Misal kulit nanas dan pisang biasanya akan lebih banyak menghasilkan gaz dibanding kulit buah lainnya.”
Dengan melakukan pencatatan jenis kulit buah pada label, Ayah Bunda juga bisa mengajak kakak shalih-shalihah mengamati hasil jadi Eco Enzyme. Apakah akan ada bedanya Eco Enzyme yang terbuat dari kulit jeruk dengan kulit buah lainnya. Bisa jadi sarana eksplorasi untuk kakak shalih-shalihah bukan?
Pada saat proses fermentasi secara alami, bulan pertama akan menghasilkan alkohol, bulan kedua menghasilkan asam cuka, dan bulan ketiga menghasilkan enzym yang siap dipakai.
Manfaat Eco Enzyme Apa Saja Ya?
Mungkin beberapa dari Ayah Bunda ada yang belum mengetahui bahwa Eco Enzyme memiliki banyak manfaat. Selain mampu mengurangi jumlah sampah organik, berikut ini fungsi Eco Enzyme lainnya:
Menghilangkan bau tidak sedap tumpukan sampah di TPS,
Menetralisir udara dari kontaminasi virus Corona,
Penjernih dan penghilang bau air,
Campuran air mandi serta obat kumur untuk menghilangkan batuk dan flu,
Pengganti skincare, bisa menghaluskan kulit wajah,
Sebagai Hand sanitizer,
Sebagai cairan pencuci piring,
Sebagai cairan untuk mengepel lantai, dsb.
Tak hanya itu, Eco Enzyme juga bisa untuk menyembuhkan luka lo, Ayah Bunda. Saat proses belajar mengolah Eco Enzyme, Kak Akhtar, salah satu siswa kelas dua, sempat terluka.
Lalu oleh bu Emma, tangan kak Akhtar yang terluka disemprotkan eco enzyme. Alhamdulillah lukanya langsung menutup dan perdarahan berhenti.
Kata EEN tentang Calon Pemimpin Muslim SD Islam Bintang Juara
Pada saat proses belajar mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, kakak shalih-shalihah dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 1 dan 2.
Kelompok pertama melakukan aktivitasnya di lantai dua Gedung A SD Islam Bintang Juara. Sementara kelompok kedua yang terdiri dari kakak shalih-shalihah kelas 3-6 beraktivitas di basement Gedung B.
Sebelum acara dimulai, ibu bapak guru telah memberikan pijakan kepada kakak shalih-shalihah untuk mengikuti acara dengan fokus. Tidak lupa ibu bapak guru juga mengingatkan agar kakak shalih-shalihah bisa bergerak lancar.
Apabila ada yang ingin ditanyakan, kakak shalih-shalihah bisa mengangkat tangan terlebih dahulu. Jika pemateri sudah memberi kesempatan berbicara, kakak shalih-shalihah baru bisa mengajukan pertanyaannya.
Selain itu, ibu dan bapak guru juga memberikan pijakan untuk menggunakan pisau dengan benar agar tidak ada yang terluka. Setiap anggota kelompok juga diberikan tugas masing-masing; ada yang bertugas mengukur dan mengambil kulit jeruk, ada yang bertugas mengukur dan mengambil air, dsb.
Alhamdulillah dengan pijakan yang diberikan oleh ibu bapak guru, acara Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada hari Jumat, 3 Maret 2023 lalu bisa berjalan dengan lancar dan kondusif.
Bahkan para pemateri dari Komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) Semarang memberikan feedback positif lo. Berikut ini beberapa respon yang sampai kepada kami;
Siswa Bintang Juara cukup kritis. Suka bertanya. Sopan dan antusias mendengarkan dan praktek. Cukup menyenangkan mengajar Eco Enzyme di SD Islam Bintang Juara.
Masya Allah, masih kelas 1 dan 2 tapi sangat tenang. Kalaupun ada yang lari-lari, bukan karena gojekan, tetapi untuk ambil barang yang dibutuhkan.
Menyenangkan sosialisasi di SD Bintang Juara. Anak-anak yang hebat, sopan semangat dan pintar. Pertanyaan yang kritis. Semoga anak-anak bisa melanjutkan membuat Eco Enzyme dan mengajarkan ke lingkungan. Semoga mereka bisa sukses.
Masya Allah, alhamdulillah. Tentunya semua ini tidak lepas juga dari sinergi Ayah Bunda dalam pengasuhan kakak shalih-shalihah di rumah.
Bagaimana Ayah Bunda, seru bukan kegiatan P5 kakak shalih-shalihah bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara dalam mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme?
Semoga dengan semakin banyaknya yang mengetahui tentang Eco Enzyme, bumi bisa terawat dengan lebih baik. Pastikan apabila Ayah Bunda sudah mempraktekkan cara membuat eco enzyme di rumah bisa didokumentasikan dan bagikan kepada kerabat ya. ***
“Wah, enak rasanya seperti nastar,” celoteh kak Allea, Faiha dan Hya saat mencicipi makanan ringan berbahan dasar nanas buatan Rumah Inovasi. Sebelumnya kakak-kakak shalih dan shalihah juga telah mencicipi kripik brokoli dan cabai yang katanya nggak pedas lo.
Antusiasme dan ketertarikan kakak shalih dan shalihah tentu saja tidak berhenti pada saat diizinkan mencicipi makanan. Ada banyak hal baru dan menarik yang bisa diamati oleh rombongan Field Trip Calon Pemimpin Muslim ke Rumah Inovasi Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Seperti apa keseruannya? Lanjutkan membaca artikel ini ya, Ayah Bunda, untuk mendapat cerita lengkapnya.
Mengawali Field Trip Calon Pemimpin Muslim dengan Sholat Dhuha
Seluruh peserta Field Trip yang diadakan pada hari Rabu, 1 Maret 2023 berkumpul di Masjid Baitussalihin. Masjid yang terletak di seberang gerbang UNNES ini menjadi saksi calon pemimpin muslim menegakkan Sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
Usai Sholat Dhuha, kakak shalih-shalihah memanjatkan doa pagi agar kegiatan field trip hari itu mendapat kelancaran. Selesai beribadah sunnah, kakak shalih-shalihah menikmati bekal yang dibawa dari rumah di serambi masjid.
Ketika aktivitas pagi telah dituntaskan, para ibu dan bapak guru lalu mengkondisikan rombongan sesuai kelasnya masing-masing. Perjalanan menuju UNNES pun dimulai.
Karena harus melewati jalan raya, para guru telah memberikan pijakan agar kakak shalih-shalihah berjalan dengan rapi dan menyebrang setelah mendapat aba-aba dari guru. Kakak shalih-shalihah juga belajar menjaga keamanan diri dengan berjalan di pinggir sesuai barisan setiap kelasnya.
Sesampainya di gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES, kakak shalih-shalihah sangat excited melihat ruangannya yang besar dan banyak terdapat benda-benda unik. Ayah Bunda, perjalanan belum usai, kakak shalih dan shalihah kemudian diajak menaiki tangga menuju ke ruang rapat di lantai tiga.
Berani Menjawab Tantangan dari Tim Rumah Inovasi
Tim Rumah Inovasi UNNES terkesima melihat rombongan SD Islam Bintang Juara yang penuh semangat. Kakak shalih-shalihah juga selalu antusias menjawab semua pertanyaan dari tim Rumah Inovasi.
Sembari menunggu acara dibuka, tim Rumah Inovasi melemparkan beberapa pertanyaan sebagai doorprize. Bagi yang bisa menjawab dengan tepat, tim dari Rumah Inovasi memberikan hadiah unik berupa hasil olahan sampah daun. Cukup banyak lo kakak shalih-shalihah yang mendapat doorprize, dari kakak kelas 1 sampai kelas 6.
Pertanyaan yang diberikan pada saat pembagian doorprize beraneka-rupa. Dari pertanyaan tentang shalat fardhu, jenis-jenis sampah sampai kota di Indonesia yang paling banyak terpapar polusi.
Hebatnya, sebagian besar kakak shalih-shalihah tahu lo jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh tim Rumah Inovasi ataupun ibu bapak guru. Kalaupun ada kakak shalih-shalihah yang menjawab kurang tepat, tidak ada satu pun teman yang menyoraki.
Justru teman-teman saling mendukung dengan memberitahu jawaban yang tepat. Sungguh solidaritas di antara kakak shalih-shalihah sangat kuat ya, Ayah Bunda.
Karena kolaborasi lebih indah dari kompetisi.
Setelah sesi pembagian doorprize usai, kakak shalih-shalihah diberi pijakan untuk fokus dan bersiap mengikuti acara pembukaan.
“Mana siapmu?” “Ini siapku.”
Tentu sudah tidak asing bukan dengan seruan ini di SD Islam Bintang Juara? Alhamdulillah dengan pijakan yang diberikan oleh ibu bapak guru, kakak shalih-shalihah bisa mengikuti acara pembukaan dengan tenang.
Dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, kakak shalih-shalihah semangat sekali lo, Ayah Bunda. Bahkan kakak-kakak kelas 1 SD pun sangat khidmat menyanyikan lagu kebangsaan ini.
Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan. Pertama, ada sambutan dari Ketua Yayasan Dewi Sartika, Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi, M.Psi, Psikolog, atau yang lebih akrab dipanggil Bunda Vivi.
Dalam sambutannya, Bunda Vivi Psikolog menyampaikan alasan di balik kegiatan field trip ke Rumah Inovasi. Sebagai satu-satunya sekolah dasar penggerak di Gunung Pati Angkatan 2, Sekolah Islam Bintang Juara senantiasa mengadakan program-program pembelajaran yang bermakna.
Khususnya, karena saat ini tema pembelajaran yang sedang berlangsung di sekolah adalah Gaya Hidup Berkelanjutan. Tema ini dipilih karena melihat kondisi Indonesia, terutama Semarang, yang semakin banyak sampah. Bahkan di beberapa wilayah akhir-akhir ini sering terjadi banjir.
Diharapkan dengan mengangkat tema ini akan menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap masalah lingkungan. Kemudian, anak-anak bisa mempraktekkan dan mengajak keluarga serta masyarakat di sekitarnya untuk ikut serta.
Field trip kali ini merupakan kegiatan untuk melengkapi aktivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebelumnya. Kakak shalih-shalihah beberapa waktu lalu sudah belajar langsung dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup mengenai jenis-jenis sampah dan pengelolaannya.
Maka tak heran bukan jika kakak shalih-shalihah sangat lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait sampah pada sesi pembagiaan doorprize?
Bunda Vivi juga menyampaikan bahwa para guru sebagai fasilitator pembelajaran senantiasa memantik ide dari kakak shalih-shalihah. Ibu dan bapak guru memberikan pijakan yang tepat, hingga ide-ide hebat terkait pengelolaan sampah muncul dari kakak shalih-shalihah. Misalnya, ide composting yang saat ini sudah berjalan di sekolah.
Ayah Bunda, semoga apa yang disampaikan oleh Bunda Vivi juga didukung oleh aktivitas bermakna yang dilakukan keluarga dalam mengelola sampah rumah tangga di rumah ya. Harapannya tentu saja agar ada sinergi antara sekolah dan orang tua.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan dari Divisi Pengembangan dan Inovasi UNNES. Beliau menyampaikan bahwasanya UNNES memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sendiri.
Dengan adanya TPST, UNNES tidak pernah memberikan kontribusi sampah kepada lingkungan sekitar. Hebat ya, Ayah Bunda?
Sebagai informasi, setiap hari UNNES mengolah 30 ton sampah daun. Sebagian ada yang dibuat menjadi kompos, ada pula yang digunakan sebagai budidaya magot dan sebagian ada juga yang diolah menjadi hasil kriya yang sangat menarik.
Tim Rumah Inovasi juga memaparkan bahwa UNNES telah mampu menghasilkan air kran siap minum. Mendengar cerita tersebut, kakak shalih-shalihah semakin antusias untuk bergegas menuju ke ruang pameran.
Ayah Bunda pasti juga sudah tidak sabar untuk mengetahui cerita lengkapnya kan?
Bergerak Lancar Menuju Ruang Pameran Rumah Inovasi
Untuk mengkondisikan antusiasme kakak shalih-shalihah, ibu dan bapak guru kembali memberikan pijakan bermakna.
“Sebelum menuju ke ruang pameran, pastikan kakak shalih-shalihah sudah menyimpan sampahnya masing-masing ya. Nanti akan kita buang di sekolah atau silakan dibuang ke tempat sampah terdekat.”
Kakak shalih-shalihah bergegas memeriksa sekelilingnya. Mereka saling bekerja-sama untuk mengumpulkan dan membuang sampah yang ada.
Setelah memastikan ruang rapat tersebut bersih dan bebas sampah, ibu dan bapak guru kembali mengelompokkan kakak shalih-shalihah sesuai dengan kelasnya masing-masing. Kali ini rombongan field trip akan melakukan perjalanan terpisah.
Kakak shalih-shalihah kelas 5 dan 6 akan diajak mengunjungi TPST, sedangkan kakak shalih-shalihah kelas 1 – 3 akan melakukan pengamatan di ruang pameran Rumah Inovasi. Masya Allah, saat berjalan menuju ruang pameran di lantai satu, kakak shalih-shalihah bergerak sangat lancar dan tertib lo, Ayah Bunda.
Sebelum memasuki ruang pameran, tim Ruang Inovasi menunjukkan mobil balap yang pernah diikutsertakan pada perlombaan di Jepang. Kak Farabi, kakak shalih dari kelas 3, berani maju untuk mencoba merasakan berada di dalam mobil.
Selanjutnya kakak shalih-shalihah dipersilakan untuk masuk ke ruang pameran. Tentu saja ibu bapak guru tidak lupa memberikan pijakannya.
“Pastikan teman-teman melihat dan mencatat ya. Amati dan cari informasi yang menarik dan bermanfaat untuk dicatat.”
Alhamdulillah, kakak shalih-shalihah mampu memaknai pijakan tersebut dengan baik. Terlihat bagaimana mereka bergerak lancar mencari informasi, mengamati produk kreasi maupun menyimak penjelasan dari staf Rumah Inovasi.
Tak sedikit pula kakak shalih-shalihah yang mengajukan pertanyaan setelah mendengar penjelasan dari staf Rumah Inovasi. Masya Allah, Ayah Bunda, rasa ingin tahu para calon pemimpin muslim ini luar biasa ya.
Bahkan beberapa kakak shalih-shalihah berceloteh kalau ingin berkunjung kembali ke Rumah Inovasi.
“Apakah boleh ke sini bersama orang tua, Bu?” Tanya kakak shalih-shalihah.
Ayo, Ayah Bunda, jangan sampai antusiasme kakak shalih-shalihah ini meredup ya. Agendakan untuk berkunjung ke Rumah Inovasi bersama seluruh anggota keluarga yuk.
Sebagai informasi, Rumah Inovasi bisa dikunjungi setiap hari dan jam kerja. Ada banyak produk kreasi yang dipamerkan. Boleh dibeli juga lo, Ayah Bunda.
Menutup acara field trip ini, kakak shalih-shalihah diajak berkeliling UNNES. Melihat bagaimana sejuknya udara di UNNES.
Sebelumnya, kakak shalih-shalihah difoto dulu per kelas. Mau melihat dokumentasi kegiatan field trip ke Rumah Inovasi UNNES? Ayah Bunda bisa menengoknya di sini: Intip Kegiatan Field Trip Calon Pemimpin Muslim Yuk.
Keseruan field trip ditutup dengan perjalanan menaiki BRT. Ada yang baru pertama kali lo naik BRT. Pastinya petualangan kali ini berkesan sekali untuk kakak shalih-shalihah.
Sudahkah Ayah Bunda melakukan recalling? Boleh dong dibagikan bagaimana keseruan kakak shalih-shalihah saat menceritakan kembali pengalamannya.
Kesimpulan
Alhamdulillah atas dukungan dan doa dari Ayah Bunda, kegiatan field trip berjalan dengan lancar. Berikut ini insight yang bisa diambil dari event tersebut:
Kakak shalih-shalihah belajar bahwa sebelum memulai aktivitas apapun, doa kepada Allah SWT adalah hal terpenting yang harus dilakukan.
Kakak shalih-shalihah mempelajari pentingnya menjaga keamanan diri dan sekelilingnya saat menyebrangi jalan. Selain itu juga pentingnya menjaga ketenangan ketika bergerak di jalan umum yang ramai.
Kakak shalih-shalihah menumbuhkan keberanian untuk menjawab pertanyaan dan tetap percaya diri walaupun jawaban yang diutarakan masih kurang tepat.
Kakak shalih-shalihah belajar bagaimana mendukung teman-temannya dan tetap memberikan respon yang baik kepada teman yang memberikan jawaban kurang tepat.
Kakak shalih-shalihah belajar untuk mengikuti aturan yang ada di Rumah Inovasi. Belajar untuk kontrol diri untuk tidak memegang benda-benda yang dipamerkan, cukup mengamati dan mencatat hal-hal yang menarik.
Kakak shalih-shalihah menumbuhkan rasa ingin tahu, berani bertanya dan mengungkapkan pendapat tentang hal-hal yang baru dilihatnya di Rumah Inovasi.
Bagaimana seru dan penuh makna kan kegiatan Field Trip calon pemimpin muslim ke Rumah Inovasi? Pastikan Ayah Bunda berbagi cerita ini kepada para kerabat ya. Terima kasih dan sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya.***
RADARSEMARANG.ID, Semarang – SD Islam Bintang Juara, Semarang, memperingati Hari Pahlawan di area sekolah pada Kamis (10/11/2022). Kegiatan dibuka di ruang lantai 2 gedung A, kemudian dilanjutkan di lapangan Pusat Olahraga dan Taman Bermain SD Islam Bintang Juara.
Peringatan Hari Pahlawan tahun 2022 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, SD Islam Bintang Juara berkolaborasi dengan tim Visi Maha Karya memperingati Hari Pahlawan dengan menggelar festival Permainan Tradisional dan Galang Donasi untuk Membeli Kaki Palsu. Siswa-siswi diajak menikmati beragam permainan tradisional yaitu permainan Buldoser, Lompat Tali, Bakiak, Bakiak Batok, Kaki Kepiting, dan Engklek. kegiatan Festival Permainan Tradisional menjadi satu upaya SD Islam Bintang Juara untuk menjaga kelestarian budaya Permainan Tradisional.
Selain mencoba beragam permainan tradisional, siswa-siswi SD Islam Bintang Juara juga mengumpulkan donasi. Donasi yang terkumpul akan diserahkan kepada tim Visi Maha Karya untuk dibelikan kaki palsu. Kaki palsu nantinya akan didonasikan untuk Kak Wilda (penerima manfaat dari program OFOS (One Foot One School) oleh tim Visi Maha Karya). Wilda adalah salah satu Tuna Daksa yang tinggal di Jawa Timur.
Pak Brata dari tim Visi Maha Karya mengatakan Wilda adalah salah satu murid SD di Banyuwangi yang memiliki cita-cita mulia ingin menjadi seorang guru. Semoga dengan donasi terkumpul dari siswa-siswi SD Islam Bintang Juara Wilda bias memiliki kaki baru.