fbpx
Pendampingan Digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara, Makin Mantap Mencetak Calon Pemimpin Muslim

Pendampingan Digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara, Makin Mantap Mencetak Calon Pemimpin Muslim

SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II di Kecamatan Gunungpati Semarang senantiasa melakukan terobosan agar dapat memberikan pembelajaran terbaik demi mencetak para Calon Pemimpin Muslim yang unggul. Selain menjadi Sekolah Penggerak, SD Islam Bintang Juara juga telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Bahkan jauh sebelum kurikulum ini ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, SD Islam Bintang Juara telah mengaplikasikan filosofi dari Kurikulum Merdeka jauh-jauh hari.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada para guru dalam memilih berbagai perangkat ajar sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran intrakurikuler bisa menghadirkan beragam konten sehingga peserta didik mampu mendalami konsep dan menguatkan kompetensi secara optimal.

Termasuk di dalamnya terdapat Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dikembangkan dalam tema-tema tertentu sesuai kebijakan pemerintah. Proyek ini tidak terikat pada konten mata pelajaran tertentu, bisa diaplikasikan pada setiap mata pelajaran.

5 Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Sebagaimana namanya, Kurikulum Merdeka diharapkan untuk memerdekakan para guru sekaligus peserta didiknya. Keunggulan lain dari kurikulum ini dibandingkan kurikulum sebelumnya yaitu lebih sederhana penerapannya, tapi memiliki filosofi pembelajaran yang lebih mendalam, lebih merdeka, lebih relevan dan interaktif.

Berikut ini lima prinsip Kurikulum Merdeka yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran;

prinsip kurikulum merdeka

  1. Kurikulum ini dirancang sedemikian rupa untuk mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik, serta bisa menyesuaikan kebutuhan belajar masing-masing peserta didik. Kurikulum Merdeka juga bisa merangkul semua peserta didik dengan beragam karakteristik dan perkembangannya. Dengan kemerdekaan ini, diharapkan pembelajaran yang tercipta menjadi bermakna dan menyenangkan.
  2. Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka didesain dan diterapkan dalam rangka membangun kapasitas peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.
  3. Setiap proses pembelajaran harus bisa mendukung sperkembangan kompetensi dan karakter masing-masing peserta didik secara holistik.
  4. Pembelajaran yang didesain harus relevan dengan konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
  5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Kelima prinsip tersebut sudah dijalankan oleh SD Islam Bintang Juara sejak awal sekolah ini berdiri, yaitu di tahun 2017. Sedangkan Kurikulum Merdeka baru diterapkan mulai tahun ajaran 2022-2023. Itupun belum semua sekolah menerapkannya. Sementara rencana untuk menerapkan Kurikulum Merdeka serentak secara nasional baru akan dimulai pada tahun ajaran 2024.

Proses pembelajaran yang dirancang di SD Islam Bintang Juara telah memperhatikan seluruh aspek perkembangan anak secara holistik integratif. Bahkan soal-soal tes ataupun PR diberikan berbeda-beda menyesuaikan perkembangan masing-masing anak.

Dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka, SD Islam Bintang Juara semakin leluasa untuk mengoptimalkan karakter dan kompetensi kakak shalih-shalihah. Oleh karenanya untuk mendukung agar Sistem Kurikulum Merdeka berjalan semakin maksimal, baik dari sisi tenaga kependidikan dan juga peserta didiknya, SD Islam Bintang Juara sedang berproses untuk melakukan Digitalisasi Sekolah.

Digitalisasi Sekolah sendiri termasuk dalam lima intervensi Program Sekolah Penggerak. Apa sajakah kelima intervensi tersebut?

5 Intervensi Sekolah Penggerak

Sebagai informasi, Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila (P3). Adapun fokus Sekolah Penggerak meliputi kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter). Untuk bisa mencetak P3 dibutuhkan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Selain mendesain program pembelajaran di sekolah masing-masing, kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak harus bisa melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain.

Dalam prosesnya, terdapat lima intervensi Sekolah Penggerak, yaitu:

intervensi sekolah penggerak

1. Pendampingan Konsultatif dan Asimetris

Yaitu program kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah. Dalam hal ini, Kemendikbud memberikan pendampingan implementasi Sekolah Penggerak.

2. Penguatan Sumber Daya Manusia di Sekolah

Penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.

3. Pembelajaran dengan Paradigma Baru

Pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas.

4. Perencanaan Berbasis Data

Manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi diri satuan pendidikan

5. Digitalisasi Sekolah

Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan.

Berdasarkan lima intervensi Sekolah Penggerak dan juga prinsip Sistem Kurikulum Merdeka, SD Islam Bintang Juara melakukan terobosan baru terkait Digitalisasi Sekolah. Untuk mewujudkan proses  tersebut, diadakan pendampingan dari Dosen Unissula Fakultas Teknologi Industri, Bapak Mustafa M. Abdullah, S.T., M.M. atau yang akrab dipanggil dengan Cak Mustafa.

Selain sebagai dosen Unissula Fakultas Teknologi Industri, Cak Mustafa merupakan Fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan I. Selama ini Cak Mustafa secara intens mendampingi SD Islam Bintang Juara dalam melakukan proses Digitalisasi Sekolah.

Selaku Fasilitator Sekolah Penggerak, Cak Mustafa sangat memahami bagaimana proses pembelajaran dan pelaporan yang tepat. Oleh karenanya, Cak Mustafa melalui IKITAS (Inkubator Kreasi dan Inovasi Telematika menghadirkan SIAKAD (Sistem Akademik).

Suasana Pendampingan Digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka di SD Islam Bintang Juara

Setelah diproses selama beberapa waktu, SIAKAD SD Islam Bintang Juara insya Allah akan mulai digunakan setelah libur lebaran. Agar para guru kelas bisa menggunakan SIAKAD dengan lancar, diadakan sosialisasi dan pendampingan yang langsung dihadiri oleh Cak Mustafa pada hari Jumat, 14 April 2023.

SIAKAD SD Islam Bintang Juara menerjemahkan Sistem Kurikulum Merdeka dalam versi digital. Aplikasi ini adalah buatan asli dari Cak Mustafa dibantu dengan Pak Yogi Sambodo sebagai programer dan Ibu Khumaira sebagai sistem analis.

Mustafa M Abdullah fasilitator sekolah penggerak

Kemdikbud memang telah menyediakan E-rapor yang bisa digunakan oleh sekolah. Namun Cak Mustafa mengamati E-rapor tersebut kurang sesuai dengan kebutuhan Sistem Kurikulum Merdeka.

Oleh karenanya Cak Mustafa menyusun aplikasi SIAKAD SD Islam Bintang Juara agar jelas alur dan historinya. Para guru tak hanya terbantu dalam penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) hingga input nilai. Namun guru di kelas selanjutnya juga bisa melihat proses pembelajaran setiap siswa secara detail.

Saat ini SIAKAD SD Islam Bintang Juara memang belum paripurna, tetapi dalam proses ke depannya, Ayah Bunda juga bisa mengakses SIAKAD untuk memantau rapor dan buku komunikasi.

SIAKAD SD Islam Bintang Juara

Setelah menjelaskan latar belakang dibuatnya SIAKAD, pemaparan digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka dilanjutkan oleh Pak Yogi selaku programmer. Pak Yogi memberikan pelatihan teknis penggunaan SIAKAD kepada para guru. Adapun guru yang menghadiri sesi pendampingan hari itu berjumlah 7 orang.

Kesemuanya adalah guru wali kelas 1 – 5. Sementara Bu Fia, guru wali kelas 6 tidak bisa menghadiri sesi pendampingan tersebut dikarenakan sedang mempersiapkan ujian untuk kakak shalih-shalihah kelas 6. Alhamdulillah selama pendampingan, para guru aktif bertanya dan merespon penjelasan dari Pak Yogi.

Termasuk jika ada sistem yang masih kurang pas, bapak dan ibu guru memberikan masukan agar SIAKAD lebih nyaman digunakan ke depannya. Pak Yogi dari IKITAS juga sangat terbuka terhadap usul dan respon dari para guru.

Pada aplikasi SIAKAD SD Islam Bintang Juara ini, para guru bisa melakukan penyusunan RPP, mulai dari input TP (Tujuan Pembelajaran), input P3 (Profil Pelajar Pancasila), pembuatan asesmen sampai pemrosesan nilai hingga menjadi bentuk e-rapor. Nantinya RPP bisa dilihat dalam bentuk PDF ataupun bisa diunduh file-nya apabila dibutuhkan.

kegiatan pendampingan digitalisasi sekolah di SD Islam Bintang Juara

Ayah Bunda, mohon doa dan dukungannya untuk SIAKAD SD Islam Bintang Juara sebagai penerapan dari digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka. Semoga setelah lebaran, SIAKAD sudah bisa digunakan dengan lancar dan menjadi salah satu produk unggulan dari SD Islam Bintang Juara.

Bagi Satuan Pendidikan lain yang berkenan untuk menerapkan Sistem Kurikulum Merdeka versi digital sebagaimana SIAKAD SD Islam Bintang Juara, silakan bisa menghubungi Cak Mustafa ataupun IKITAS untuk informasi selanjutnya.

Apabila catatan mengenai digitalisasi Sistem Kurikulum Merdeka ini bermanfaat untuk Ayah Bunda, mohon berkenan untuk membagikan kepada seluruh kerabat dan sahabat. Sampai jumpa pada catatan istimewa Bintang Juara berikutnya.***

Referensi:

  • https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka
  • https://ditsmp.kemdikbud.go.id/lima-prinsip-pembelajaran-dalam-kurikulum-merdeka/
  • https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/e-rapor-kurikulum-merdeka-dikembangkan-sesederhana-mungkin
  • https://psp-web.pauddikdasmen.kemdikbud.go.id/
Mengintip Keseruan Kompetisi Calon Pemimpin Muslim di SD Islam Bintang Juara

Mengintip Keseruan Kompetisi Calon Pemimpin Muslim di SD Islam Bintang Juara

Alhamdulillahirrobil’alamin, pada hari Selasa, 11 April 2023 telah berlangsung Musabaqah fii Ramadhan, Kompetisi Calon Pemimpin Muslim di SD Islam Bintang Juara. Masya Allah antusiasme kakak shalih-shalihah dalam mengikuti kompetisi ini sangat luar biasa, Ayah Bunda.

Terbukti jumlah peserta di tiap cabang kompetisi sangat melimpah. Dalam kompetisi Hifdzil Quran tercatat kurang lebih ada 50 peserta. Sementara untuk kompetisi Adzan, tercatat ada 53 peserta.

Peserta kompetisi Kaligrafi juga tak kalah banyak, Ayah Bunda. Ada sekitar 44 kakak shalih-shalihah yang mendaftar. Sedangkan untuk kompetisi Dai tercatat ada sekitar 19 peserta. Bahkan beberapa kakak shalih-shalihah tidak hanya mengikuti satu jenis kompetisi lo, Ayah Bunda. Masya Allah semangatnya…

Seperti apa keseruan Kompetisi Calon Pemimpin Muslim? Yuk, intip bersama-sama Ayah Bunda.

Kompetisi Calon Pemimpin Muslim, Ajang Menunjukkan Keberanian

Ayah Bunda, kompetisi Musabaqah fii Ramadhan ini dibuat bukan dengan tujuan untuk mencari pemenang. Namun sebagai sarana untuk melatih keberanian kakak shalih-shalihah dalam menampilkan aksi terbaiknya.

Sebagai Calon Pemimpin Muslim, kakak shalih-shalihah harus dilatih untuk senantiasa berani dalam segala kondisi. Termasuk bagaimana menghadapi juri, berbicara di depan umum dan mengelola rasa  grogi.

A. Kompetizi Adzan, Bukan Sekadar Keras-kerasan Suara

Berbeda dengan cabang kompetisi lainnya, kompetisi adzan hanya diperuntukkan bagi kakak shalih kelas 1 – 5 SD. Adapun persyaratan untuk mengikuti kompetisi ini kakak shalih harus mengenakan pakaian muslim dan berpeci hitam. Selain itu pada saat mengumandangkan azan, kakak shalih harus dalam keadaan suci.

Pelaksanaan lomba bertempat di Basement Gedung B. Adapun jurinya yaitu Pak Zaki, Pak Dodi dan Bu Melly.

kompetisi adzan musabaqah fii ramadhan SD Islam Bintang Juara

Peserta datang mulai pukul 08.30 ke ruang kompetisi untuk daftar ulang dan mengambil nomor undi tampil. Juri kemudian memanggil peserta sesuai nomor undi yang didapatkan. Setiap peserta mendapat jatah tampil maksimal lima menit.

Dalam kompetisi ini, peserta tidak menggunakan pengeras suara, tidak perlu melafalkan doa sebelum – sesudah adzan dan tidak boleh membaca teks. Alhamdulillah kakak shalih peserta kompetisi lancar dalam mengumandangkan adzan.

Adapun unsur yang dinilai dalam kompetisi ini meliputi fashohah, lagu dan adab saat kakak shalih mengumandangkan adzan. Wah, pasti Ayah Bunda penasaran ya siapakah kakak shalih yang akan menjadi juaranya?

B. Kompetisi Dai, Sampaikan Walau Satu Ayat

Bukan hanya untuk kakak shalih, kompetisi dai juga dibuka untuk kakak shalihah dari kelas 1 – 5. Pada saat kompetisi, kakak shalih-shalihah diwajibkan mengenakan pakaian muslim/ muslimah yang longgar.

Sama halnya dengan kompetisi adzan, para peserta datang ke lokasi mulai pukul 08.30 untuk melakukan daftar ulang dan mengambil nomor undi tampil. Ruang tunggu kompetisi ini berada di Kelas 1B yang terletak di Gedung A Lantai 1, bersebelahan dengan tempat berlangsungnya kompetisi Hifdzil Quran.

Sementara itu para peserta kompetisi dai menampilkan materinya di ruang tamu SD Islam Bintang Juara setelah dipersilakan oleh dewan juri. Pada saat kompetisi, kakak shalih-shalihah mendapat waktu maksimal 8 menit untuk tampil.

Saat tampil, peserta diminta mengumpulkan teks materi yang akan disampaikan. Kakak shalih-shalihah tidak diperkenankan membawa teks atau catatan apapun saat tambil. Selain itu, kakak shalih-shalihah diperbolehkan menggunakan media/ peraga sederhana.

kompetisi dai musabaqah fii ramadhan sd islam bintang juara

Adapun tema yang bisa dipilih untuk kompetisi dai, yaitu;

  • Adab terhadap Orang Tua/ Guru
  • Adab terhadap Teman
  • Pelaksanaan Ibadah di Bulan Ramadhan

Dalam menentukan pemenang kompetisi dai, juri mempertimbangkan beberapa hal ini;

  • Penguasaan Materi
  • Gaya Bahasa / Retorika
  • Penguasaan Panggung
  • Adab

Beberapa peserta ada yang belum percaya diri saat diminta tidak membaca teks. Namun Pak Arif, Bu Diana dan Pak Fika selaku juri tetap mengapresiasi keberanian kakak shalih-shalihah yang berani tampil hingga tuntas.

Dewan juri juga selalu memberikan pijakan sebelum kakak shalih-shalihah mulai menyampaikan materinya. Usai materi disampaikan, dewan juri juga memberikan masukan agar saat mengikuti kompetisi sejenis bisa tampil lebih baik lagi.

Beberapa masukan yang disampaikan oleh dewan juri yaitu;

  • Menatap audiens, dalam hal ini para dewan juri.
  • Tidak menutupi wajah dengan teks materi, khusus bagi kakak shalih-shalihah yang masih tampil dengan membawa teks.
  • Berbicara dengan suara yang lantang, agar audiens bisa mendengar isi materi yang disampaikan.

C. Kompetisi Kaligrafi, Menulis Hal Baik dengan Cara yang Indah

Kompetisi ini berlangsung di Lantai 2 Gedung A. Durasi yang diberikan untuk tiap peserta yaitu maksimal 2 jam.

Dalam kompetisi ini, kakak shalih-shalihah diminta untuk membuat kaligrafi tulisan Basmallah pada kertas berukuran 20 cm x 30 cm. Kertas telah disediakan oleh panitia kompetisi.

Sementara itu, bagaimana bentuk tulisan dan aliran kaligrafi dibebaskan sesuai dengan kreativitas kakak shalih-shalihah. Kakak shalih-shalihah diperbolehkan untuk mewarnai hasil karya kaligrafinya.

kompetisi kaligrafi sd islam bintang juara

Adapun juri untuk kompetisi ini yaitu Pak Ali, Bu Linda dan Bu Iin.

Masya Allah hasil karya dari kakak shalih-shalihah luar biasa kreatif, Ayah Bunda. Namun di setiap kompetisi tetap harus ada pemenangnya. Adapun unsur penilaian untuk kompetisi kaligrafi yaitu;

  • Betul salahnya tulisan Arab
  • Komposisi, konsistensi, dan model tulisan Arab
  • Pewarnaan dan artistik

Kira-kira siapa ya yang akan menjadi pemenang kompetisi kaligrafi, Ayah Bunda?

hasil karya kaligrafi

D. Kompetisi Tahfiz, Tak Sekadar Menghafal

Cabang Kompetisi Calon Pemimpin Muslim yang terakhir yaitu Hifdzil Quran atau kompetisi Tahfiz. Kompetisi ini berlangsung di Kelas 1A, Gedung A Lantai 1.

Perlombaan ini terdiri dari tiga level sesuai dengan capaian hafalan kakak shalih-shalihah saat kegiatan mengaji;

  • Level 3 (Surah An-Naba’ sampai Al-Insyiqaq)
  • Level 2 (Surah Al-Buruj sampai Al-Lail)
  • Level 1 (Surat Ad-Dhuha sampai Al-Naas)

Pada saat kompetisi, kakak shalih-shalihah harus dalam keadaan suci. Setelah mendapat  nomor undi tampil, kakak shalih-shalihah bisa memasuki ruangan. Sementara bagi kakak shalih-shalihah yang belum tampil, dipersilakan untuk menunggu di ruang perpustakaan.

Setiap peserta mendapat waktu maksimal 7 menit untuk tampil. Kakak shalih-shalihah wajib melafalkan 1 surah yang dipilihkan oleh juri. Sebelum membacakan surah pilihan tersebut, tak lupa kakak shalih-shalihah membacakan taawudz dan basmalah. Tak hanya itu, Ayah Bunda, kakak shalih-shalihah juga diminta sambung ayat lo.

Pak Syahid akan membacakan satu ayat, selanjutnya kakak shalih-shalihah harus meneruskan 1-5 ayat setelahnya. Apabila kakak shalih-shalihah telah tuntas dalam menyampaikan hafalannya, maka mereka akan menutup dengan bacaan tasdiq.

kompetisi tahfidz sd islam bintang juara

Adapaun unsur penilaian untuk kompetisi tahfiz yaitu;

  • Fashohah/Makharijul-Huruf
  • Tajwid
  • Kelancaran

Apakah Ayah Bunda ingin tahu siapakah pemenang pilihan Bu  Tutik, Bu Mida dan Pak Syahid selaku juri?

Insya Allah pengumuman juara 1 dan 2 untuk setiap cabang kompetisi akan disampaikan pada Leadership Ramadhan Camp. Kegiatan tersebut insya Allah akan berlangsung pada hari Jumat – Sabtu, 14-15 April 2023.

Ayah Bunda, silakan disimpan dulu deg-degannya sembari menanti pengumuman pemenangnya. Namun siapapun pemenangnya, Ayah Bunda pastikan untuk memberikan apresiasi kepada keberanian kakak shalih-shalihah ya. Keberanian kakak shalih-shalihah dalam mengikuti kompetisi adalah bukti bahwasanya setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara.

Sampai jumpa pada rangkaian Kompetisi Calon Pemimpin Muslim Musabaqah Fii Ramadhan tahun depan, Insya Allah. Nantikan pengumuman pemenang di hari Jumat pada gelaran Leadership Ramadhan Camp, Ayah Bunda!***

Musabaqah Fii Ramadhan, Cara Seru Calon Pemimpin Muslim Mengisi Bulan Suci

Musabaqah Fii Ramadhan, Cara Seru Calon Pemimpin Muslim Mengisi Bulan Suci

Alhamdulillah, tidak terasa ya saat ini kita sudah melaksanakan ibadah suci di bulan Ramadhan selama 15 hari. Bagaimana ibadah puasanya Ayah Bunda? Semoga Allah mempermudah segala urusan kita dalam beribadah ya. Aamiin.

Bagaimana pula dengan kabar kayak shalih-shalihah Ayah Bunda? Apakah masih semangat menjalani puasanya?

Pastikan  Ayah Bunda untuk membantu kakak shalih-shalihah memilah kegiatan positif dan ringan yang dapat dilakukan saat berpuasa ya, supaya kakak-kakak shalih dan shalihah tetap semangat. Insyaallah, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, terutama yang bernilai ibadah, akan menjadi ladang pahala, apalagi dilakukan saat berpuasa.

Nah, mengisi bulan suci ini, SD Islam Bintang Juara telah menyediakan berbagai macam kegiatan positif untuk kakak-kakak shalih dan shalihah selama di sekolah. Salah satu kegiatan tersebut yaitu “Musabaqah Fii Ramadhan.”

Sebagai informasi, “Musabaqah Fii Ramadhan” merupakan kegiatan Kompetisi Pemimpin Muslim yang secara rutin diselenggarakan setiap tahunnya di bulan Ramadhan.

Ada Apa Saja di Musabaqah Fii Ramadhan 1444 Hijriah?

Pada tahun 1444 Hijriah ini, terdapat 4 cabang lomba yang dapat diikuti oleh kakak-kakak shalih atau shalihah. Selain dapat mengasah kemampuannya, melalui kompetisi ini juga mampu menumbuhkan minat dan bakat, serta mengisi waktu kakak-kakak shalih dan shalihah di bulan Ramadhan dengan kegiatan yang positif. Nah, apa saja ya 4 cabang lomba tersebut?

4 jenis lomba pada kompetisi pemimpin muslim

1. Cabang Lomba Hifdzil Qur’an Juz 30

Tahfidz berasal dari bahasa arab hafidzo-yahfadzu-hifdzan yang berarti menghafal, selalu ingat, dan sedikit lupa. Lalu, apa saja ya materi lomba yang akan dibawakan kakak-kakak shalih dan shalihah saat tampil di depan juri?

Terdapat tiga level dalam cabang lomba ini. Level di sini bukan seperti level kepedasan pada makanan kekinian seperti Geprek atau Mie Ayam ya, Ayah Bunda.

Level di sini maksudnya level yang dapat dipilih berdasarkan capaian hafalan saat kegiatan mengaji.

  • Level 1  – Pada level 1 ini kakak-kakak shalih dan shalihah akan tampil dengan hafalan Surat Ad-Dhuha s.d Al-Naas.
  • Level 2 – Surah Al-Buruj s.d Al-Lail adalah surat-surat yang akan dibawakan oleh kakak-kakak shalih dan shalihah yang telah mencapai level ini pada kegiatan mengaji.
  • Level 3 – Bagi kakak-kakak shalih dan shalihah yang telah mencapai level ini, nantinya akan tampil melafalkan Surah An-Naba’ s.d Al-Insyiqaq.

2. Cabang Lomba Da’i Kecil

Da’i adalah sebutan bagi orang yang memiliki tugas untuk mendorong dan mengajak orang lain untuk mengikuti serta mengamalkan ajaran islam. Karena kakak-kakak shalih dan shalihah masih terlalu awam dan masih dalam tahap belajar, maka materi yang akan dipaparkan saat tampil di depan juri dibatasi.

Selain mengajak orang lain untuk mengamalkan, diharapkan melalui kegiatan ini juga dapat menjadi stimulus motivasi bagi diri peserta sendiri.

Apa saja ya 3 pilihan tema yang dapat dibawakan oleh kakak-kakak shalih dan shalihah? Penasaran tidak, Ayah Bunda?

Nah, berikut ini tiga tema yang bisa dipilih:

  • Adab terhadap orang tua/guru
  • Adab terhadap teman
  • Pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan

3. Cabang Lomba Adzan

Ayah dan Bunda pasti sudah bisa menebak kalau cabang lomba yang satu ini berbeda dengan cabang lomba lainnya. Yap, cabang lomba yang satu ini hanya diperuntukkan bagi kakak-kakak shalih.

Kata adzan di dalam AL-Qur’an memiliki padanan نادى  diulang sebanyak 53 kali dalam berbagai macam bentuk dengan arti panggilan ataupun seruan. Kata tersebut juga berarti permohonan ataupun doa.

Nah, jadi dalam cabang lomba ini kakak-kakak shalih akan mengumandangkan adzan namun tanpa menggunakan pengeras suara, tanpa menggunakan teks, dan tidak perlu membaca doa sebelum & sesudah adzan.

4. Cabang Lomba Kaligrafi

Kata kaligrafi berasal dari bahasa Yunani yaitu Kaligraphia atau Kaligraphos. Kata tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu Kallos yang artinya indah, dan grapho berarti tulisan. Kaligrafi juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan motorik halus, mengembangkan keterampilan seni dan kreativitas kakak-kakak shalih dan shalihah sehingga akan berguna bagi perkembangan mereka di masa depan.

Nantinya, kakak-kakak shalih dan shalihah dapat tampil semaksimal mungkin menggambar tulisan Basmallah pada kaligrafi mereka. Selain itu, kakak-kakak shalih dan shalihah juga dapat mewarnai kaligrafi mereka supaya tampak lebih menarik.

Ayah Bunda setuju bukan kalau empat kegiatan di atas adalah salah satu hal positif untuk mengisi waktu luang kakak-kakak shalih dan shalihah selama berpuasa? Ringan, seru, berpahala pula.

Ayah Bunda, pastikan untuk memotivasi kakak-kakak shalih dan shalihah untuk mengikuti kegiatan Musabaqah Fii Ramadhan ini dan membantu persiapannya dengan maksimal ya. Pendaftaran dibuka pada Selasa s.d Kamis, 4 April s.d 6 April 2023.

Hari ini adalah batas terakhir pengumpulan formulir. Insya Allah serangkaian lomba tersebut akan digelar pada hari Selasa, 11 Maret 2023.

Apapun hasilnya nanti, tetap apresiasi usaha kakak shalih-shalihah ya, Ayah Bunda. Karena setiap anak adalah bintang dan berhak menjadi juara. Nantikan catatan istimewa Bintang Juara saat berlangsungnya acara Musabaqah Fii Ramadhan, Ayah Bunda.***

Ditulis oleh Iyana, diedit oleh Tim Humas & Media

Referensi:

  • https://www.gramedia.com/literasi/perintah-adzan-umat-islam/
  • https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Da%27i 
  • https://www.kajianpustaka.com/2021/03/kaligrafi-pengertian-jenis-dan-perkembangannya.html
Bincang Ramadhan #2: Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal

Bincang Ramadhan #2: Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal

Alhamdulillah, setelah sukses dengan episode perdana tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut, Bincang Ramadhan kembali menyapa Ayah Bunda dan kakak shalih-shalihah pada hari Sabtu, 1 April 2023. Episode kedua Bincang Ramadhan dengan tema “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal,” menghadirkan Drs. M. Fauroni sebagai narasumber dan dipandu oleh Mokhamad Sabil Abdul Aziz, S.Pd., Ayah dari Kak Aquien Kelas 2.

Sebagai sekolah dasar yang menerapkan kurikulum merdeka, SD Islam Bintang Juara selalu berusaha untuk melibatkan orang tua dalam setiap lini kegiatan sekolah. Salah satunya adalah kegiatan Bincang Ramadhan.

Kegiatan ini berupa talkshow yang diinisiasi oleh FORSI (Forum Silaturahmi) Orang Tua Murid SD Islam Bintang Juara. Setiap episodenya akan ada narasumber dan host yang berbeda. Host atau pemandu acara diambil dari anggota FORSI secara bergantian, sementara narasumber selain dari orang tua siswa, juga bisa menghadirkan praktisi dan para ahli yang tinggal di sekitar SD Islam Bintang Juara.

Narasumber pada Bincang Ramadhan #2 adalah seorang Praktisi Kesehatan Thibbun Nabawi sekaligus ketua RW 04 Kelurahan Sukorejo. Dalam Bincang Ramadhan ini, ketua RW yang akrab dipanggil dengan nama Bapak Roni berbagi informasi mengenai bekam.

Sebagian ulama menganggap bekam sebagai salah satu sunnah Rasulullah SAW, yang apabila dilakukan secara rutin telah terbukti untuk menjaga kesehatan. Lalu seperti apakah bekam yang benar, apa saja manfaatnya dan bagaimana cara pengobatan ala Rasulullah SAW?

Simak ulasan Bincang Ramadhan #2  yang disajikan secara istimewa hanya untuk Ayah Bunda sekalian, khususnya yang belum sempat menyimak Live Streaming-nya beberapa waktu lalu.

Bekam ala Rasulullah Seperti Apa?

Bukan tanpa alasan menghadirkan Bapak Roni sebagai narasumber Bincang Ramadhan #2. Beliau telah menekuni bidang Thibunnabawi selama 20 tahun.

Bapak Roni menjelaskan bahwasanya bekam adalah bagian dari Thibbunnabawi. Thibbunnabawi adalah pengobatan yang bersumber dari nabi.

Berbeda dengan pengobatan medis modern yang berdasarkan uji coba dan rawan terjadinya kekeliruan, thibbunnabawi merupakan pengobatan yang berdasarkan wahyu. Bahkan salah satu hadits menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW mendapat informasi mengenai bekam langsung dari Malaikat Jibril.

Dalam sebuah riwayat hadits, dari Ibnu ‘Abbas, sesungguhnya setiap kali Nabi shallallahu’alaihi wasallam melewati sekumpulan Malaikat pada waktu mi’raj, pada malaikat itu selalu berpesan, “Hendaknya engkau membiasakan diri melakukan al-hijaamah.”

Beliau juga mengatakan, “Jibril memberitahu padaku bahwa hijaamah merupakan pengobatan paling bermanfaat bagi manusia”.

Hijamah sendiri merupakan bahasa Arab dari bekam, yang artinya penyedotan. Sementara istilah bekam justru berasal dari bahasa Melayu.

Metode bekam yaitu dengan memberikan minyak di bagian punggung atau titik-titik yang akan dibekam. Lalu dilakukan sayatan kemudian disedot darah kotornya.

Beberapa orang yang rutin melakukan bekam menyebutkan bahwasanya dampak yang terjadi setelah bekam, antara lain:

  • Badan terasa lebih enteng, tidak lagi terasa pegal
  • Kepala yang tadinya pusing jadi lebih ringan
  • Penglihatan jadi lebih terang

Disampaikan oleh Bapak Roni dampak-dampak positif tersebut dikarenakan bekam berguna untuk mengambil sampah-sampah yang ada di dalam tubuh kita. Sampah di sini maksudnya toksin yang masuk ke dalam tubuh melalui junk food, polusi, rokok, minuman yang mengandung soda, makanan berpengawet, dan zat-zat non organik lainnya.

Setiap hari darah akan mengalirkan zat-zat ke seluruh tubuh. Termasuk juga toksin yang masuk ke dalam tubuh. Toksin ini pada akhirnya justru menumpuk di dalam darah menyebabkan gumpalan-gumpalan.

Gumpalan-gumpalan darah tersebut kemudian menyumbat aliran darah dan membuat kerja jantung menjadi berat. Akibatnya, bisa mengakibatkan terjadinya stroke.

Nah, kalau Ayah Bunda rutin melakukan bekam, sampah-sampah tadi akan dikeluarkan sebelum menumpuk menjadi gumpalan. Tentu saja efeknya, badan jadi lebih segar dan sehat. Kinerja organ vital tubuh kita bisa menjadi lebih optimal.

Bapak Roni menyebutkan bahwasanya bekam tidak memiliki efek samping. Namun apabila ada orang yang dibekam setelahnya kok justru menjadi pusing dan ada keluhan, bisa jadi karena orang tersebut melanggar syarat berbekam.

belajar thibunnabawi

Syarat Melakukan Bekam

Dalam kesempatan Bincang Ramadhan #2 dengan topik “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal,’ Bapak Roni menyampaikan kalau ada syarat-syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh terapis bekam atau jurkam (Juru Bekam), dan juga mereka yang akan dibekam.

Apabila syarat-syarat ini tidak dipenuhi, bisa jadi justru mengalami keluhan dan tidak mendapat manfaat bekam. Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Jurkam (Juru Bekam):

  • Berwudhu dan berdoa sebelum memulai proses bekam agar terhindar dari godaan setan.
  • Memastikan kebersihan alat bekam dan tempat yang akan digunakan.
  • Menggunakan sarung tangan.
  • Dilakukan sesuai syariat, yaitu terapis perempuan hanya menangani pasien perempuan dan terapis laki-laki hanya menangani pasien lelaki.

Bapak Roni pada sesi ini juga menyebutkan bahwa masih terbuka lebar kesempatan bagi para jurkam perempuan. Saat ini masih dibutuhkan banyak jurkam perempuan.

Bahkan Bapak Roni siap lo diundang oleh FORSI SD Islam Bintang Juara apabila ingin melakukan pelatihan bekam. Apakah Ayah Bunda berminat untuk belajar bekam?

Selain syarat-syarat yang harus dipenuhi terapis, ada juga lo syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh pasien, antara lain:

  • Sama halnya dengan terapis, sebaiknya pasien sebelum dibekam juga berwudhu dan melakukan sholat sunnah terlebih dahulu agar bekam lebih bisa dirasakan manfaatnya.
  • Bagi perempuan, hindari bekam saat sedang datang bulan. Secara sunnatullah, haid adalah proses detoksifikasi natural. Maka tidak perlu dilakukan detoksifikasi dengan bekam ketika haid sedang terjadi.
  • Selain saat sedang datang bulan, perempuan hamil juga disarankan untuk tidak bekam karena bisa mempengaruhi kondisi janin. Kalaupun badan terasa pegal-pegal dan ingin dibekam, hindari area perut.
  • Pastikan kondisi perut tidak terlalu kenyang dan tidak pula terlalu lapar.
  • Orang kesurupan dan mengalami gangguan jiwa dilarang melakukan bekam.

Nah, setelah mengetahui syarat-syarat ini, semoga Ayah Bunda yang belum pernah merasakan bekam, kini tidak lagi takut untuk mencobanya ya. Insya Allah  tidak sakit. Kalau kata Pak Roni, “Hanya seperti digigit semut.”

Sedangkan waktu yang paling tepat untuk melakukan bekam, menurut Pak Roni, “Kalau dalam hadits disebutkan minimal setahun dua kali. Namun saat itu kondisi di zaman Rasulullah SAW belum banyak polusi dan bahan-bahan kimia. Beda dengan zaman sekarang yang paparan kimiawi semakin banyak, maka sarannya adalah sebulan dua kali.”

Bekam pada dasarnya adalah pencegahan. Jadi lebih baik dilakukan sebelum terjadinya penyakit. Sementara jika sudah ada keluhan-keluhan yang serius, bekam bisa dilakukan setiap satu kali dalam seminggu. Boleh juga lebih cepat dari itu, asalkan bekas titik-titik di tubuh karena proses bekam sebelumnya sudah hilang.

Materi di atas hanyalah sebagian kecil dari yang disampaikan oleh Pak Roni. Masih banyak sekali bahasan menarik pada Bincang Ramadhan #2 pada hari Sabtu, 1 April 2023 lalu, seperti batasan usia yang diperbolehkan bekam, perbedaan bekam kering dan bekam basah, sertifikasi untuk terapis bekam dan lainnya.

Bagi Ayah Bunda yang belum sempat menyimak, silakan bisa menonton videonya secara utuh:

Ayah Bunda, dalam sesi penutup Bincang Ramadhan #2, Ayah Kak Aquieen menyampaikan bahwa survei yang dilakukan oleh PBB menyatakan kalau hanya 15% penduduk dunia yang benar-benar sehat, 15% penduduk dunia menderita penyakit. Sementara 70% sisanya adalah orang-orang yang merasa sehat tetapi sebenarnya sakit, cuma belum diketahui.

Kondisi yang 70% tersebut seperti bom waktu. Apabila tidak segera memperbaiki gaya hidup, akan merugikan kesehatan tubuhnya.

Oleh karenanya Pak Roni mengingatkan akan pentingnya untuk meneladani cara hidup Rasulullah SAW. Sepanjang 63 tahun, Rasulullah SAW hanya pernah sakit selama dua kali.

Belajar Thibbunnabawi tidak bisa lepas dari belajar tentang Rasulullah SAW. Bukan hanya tentang bagaimana Beliau beribadah, tetapi juga bagaimana Rasulullah SAW menjaga pola tidur dan makan-minumnya.

Allah SWT adalah Pencipta manusia dan alam semesta ini. Diturunkannya Al Quran adalah sebagai manual book alias buku petunjuk bagaimana manusia seharusnya berkehidupan di alam ini, termasuk juga dalam memilih makanan dan minuman. Insya Allah apabila pola hidup Ayah Bunda sudah sesuai dengan Al Quran, tubuh akan senantiasa aman, terjaga, sehat dan selamat.

Demikian catatan istimewa Bintang Juara tentang “Bekam ala Rasulullah dan Pengobatan Herbal.” Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa pada Bincang Ramadhan berikutnya.***

Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja, Ayah Bunda Wajib Paham!

Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja, Ayah Bunda Wajib Paham!

“Tabu bukan berarti  tidak Dibicarakan. (Abah Ihsan Baihaqi)

Alhamdulillahirrobil’alamin, Webinar Islamic Parenting bersama Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari yang bertajuk Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja telah  tuntas terlaksana. Eksklusif hanya untuk orang tua murid Sekolah Islam Bintang Juara dan peserta umum yang telah mendaftar.

Hari Ahad, 26 Maret 2023, Abah Ihsan menyampaikan banyak sekali materi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi Ayah Bunda yang pernah mengikuti parenting workshop Karunia Cinta Remaja pada 6 November tahun lalu, webinar kali ini menjadi sarana murojaah yang semakin menguatkan azzam untuk mendampingi kakak shalih-shalihah memasuki masa-masa remajanya.

Acara dibuka secara resmi pada pukul 08.25. Ibu Marita Ningtyas selaku MC membacakan susunan acara, tata tertib webinar dan membuka forum belajar tersebut dengan bacaan basmallah bersama-sama.

tilawah kak raffasya SD Islam Bintang Juara

Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran Surat An Nur ayat 54 dan 59 oleh Kak Raffasya dari Kelas 5 dan saritilawah oleh Kak Frasca dari Kelas 5. Dua ayat yang dibacakan tersebut menjadi prolog betapa pentingnya untuk mengajarkan kakak shalih-shalihah menjadi umat yang taat dan menjaga kesantunan dalam perilaku sehari-hari.

Acara berikutnya yaitu sambutan oleh Pembina Yayasan Dewi Sartika, Ibu Prof. Dr. Esmi Warassih, SH. MS. Dibuka dengan salam sapa yang hangat, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tantangan dan bahaya pergaulan bebas dari lingkungan.

sambutan dari eyang esmi

Eyang Esmi menyampaikan bahwa sebagai orangtua wajib mempersiapkan diri untuk menangani anak saat memasuki masa pubertas. Kewajiban kita sebagai manusia itu mencari ilmu di manapun tempatnya.

Sebelum memasuki acara inti, MC membacakan CV moderator dan mempersilakannya untuk menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai prolog webinar. Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi, M.Psi, Psikolog sebagai moderator, sekaligus Ketua Yayasan Dewi Sartika, menyampaikan bahwa segala macam permasalahan remaja yang ada saat ini adalah cara Allah SWT agar para orang tua mau belajar dan menemukan solusi untuk menghadapinya.

Disampaikan pula oleh sosok ibu empat orang anak yang akrab dipanggil Bunda Vivi ini, hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa mengangkat “Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja” sebagai tema Webinar Islamic Seminar.

Padatnya Materi Abah Ihsan dalam “Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja”

Puber berbeda dengan masa aqil baligh. Istilah puber lebih tepat mengacu pada kata baligh, tanpa aqil. Puber lebih ke perubahan fisik, berdasarkan kata asalnya yaitu ‘pubic’, yang berarti tumbuhnya bulu kemaluan.

Adapun tanda-tanda baligh yang utama pada anak laki-laki yaitu mengalami mimpi basah dan kemampuan untuk memproduksi sperma. Sedangkan pada anak  perempuan, tanda-tanda baligh yang utama yaitu munculnya menstruasi.

Perubahan fisik pada bagian-bagian tubuh, seperti payudara dan tumbuhnya bulu kemaluan, suara yang makin ngebas pada anak laki-laki adalah tanda-tanda baligh yang sekunder. Sebenarnya, untuk mempersiapkan masa pubertas tidak perlu menunggu kakak shalih-shalihah memunculkan tanda-tanda tersebut, Ayah Bunda.

Bahkan sebaiknya Ayah Bunda mulai mempersiapkan kakak shalihah ketika usianya memasuki 7 tahun. Sementara untuk kakak shalih bisa mulai diajak ngobrol mengenai tanda-tanda pubertas pada usia ke 10.

3 Alasan Penting Mengapa Membekali Anak Tarbiah Pubertas

Mungkin sebagian besar Ayah Bunda merasa aneh atau bingung untuk memulai pembicaraan mengenai tanda-tanda pubertas. Nah, agar menguatkan Ayah Bunda dalam menyampaikan Tarbiah Pubertas kepada kakak shalih-shalihah, Abah Ihsan Baihaqi dalam pemaparannya menyebutkan tiga alasan penting mengapa anak harus dibekali ilmu sebelum memasuki masa pubertas:

alasan pentingnya tarbiah pubertas

1. Kenal Diri

Kakak shalih-shalihah harus diberikan bekal tentang siapa dirinya, apa gendernya, ada apa saja dalam tubuhnya. Bekal ini bertujuan supaya kakak shalih-shalihah mengenal dirinya dengan baik.

Mereka harus paham apa reaksinya, apa yang akan terjadi dan untuk apa mengenal tubuhnya. Anak perlu tahu apa yang sudah, tengah dan akan terjadi pada tubuhnya.

Oleh karenanya pastikan untuk tidak menjadikan candaan dalam proses awal pembentukan diri seorang anak. Contoh, memakaikan kerudung kepada anak lelaki hanya untuk lucu-lucuan.

Atau mengatakan pada anak bahwasanya dulu Ayah Bunda menginginkan anak perempuan, tetapi yang terlahir justru anak lelaki.  Candaan dan kalimat-kalimat yang memberi kesan penyesalan bisa memberikan dampak buruk dalam tahap perkembangan seorang anak.

Ketika kakak shalih-shalihah mampu mengenal dirinya dengan baik, mereka jadi bisa tahu tujuan dirinya diciptakan oleh Allah SWT. Hal ini adalah bagian dari aqidah.

2. Jaga Diri

Setelah anak bisa mengenal dirinya dan kebutuhannya, ajarkan pula mereka tentang bagaimana menjaga diri. Terkait batasan aurat, batasan berteman dengan siapa saja, mahram mereka siapa saja, adab meminta izin, dan adab pergaulan yang harus senantiasa dijaga.

Kakak shalih-shalihah wajib dibimbing untuk mengenali lingkungan dan paham bagaimana menjaga dirinya, bukan hanya sekadar menjaga tubuhnya.

3. Siap Diri

Ada banyak perubahan yang terjadi saat memasuki masa pubertas. Oleh karenanya kakak shalih-shalihah harus dibekali agar siap menerima perubahan-perubahan yang terjadi.

Anak yang tidak disiapkan lebih dulu akan merasa kaget dengan perubahan fisiknya. Bahkan yang berubah bukan hanya fisik, tetapi juga hormon di dalam dirinya yang mempengaruhi perkembangan emosi dan mental.

Apabila anak telah dipersiapkan oleh orang tuanya, kakak shalih-shalihah tidak perlu mencari referensi dan informasi dari luar. Penting bagi orang tua untuk bisa menjadi sahabat yang nyaman bagi kakak shalih-shalihah untuk bercerita apa saja.

4 Prinsip Dasar Tarbiah Pubertas

Untuk membangun remaja yang siap diri, diperlukan beberapa prinsip dasar, yaitu:

prinsip dasar tarbiah pubertas

1. Harus Tahu Meski Tabu

“Dibahas meski tidak ditanyakan.”

Ayah Bunda tentu sepakat bahwa masalah seksualitas adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Namun bukan berarti hal tersebut tidak perlu diobrolkan dan anak dibiarkan mencari tahu sendiri.

Karena ini adalah permasalahan yang sensitif, maka pastikan kakak shalih-shalihah hanya membicarakan hal ini dengan orang tertentu saja. Yang terpenting adalah orang tersebut memiliki kredibilitas yang bisa dipercaya, yaitu orang tua, guru, atau konselor.

Bahkan meski kakak shalih-shalihah tidak menanyakan hal ini, Ayah Bunda harus tetap membahasnya. Karena sangat membahayakan apabila anak mengetahui hal-hal sensitif ini dari referensi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

2. Jangan Dibiarkan, Tapi Disiapkan

Pastikan Ayah Bunda tidak membiarkan anak mencari jati dirinya sendiri, tapi harus bisa membantu menemukan jati dirinya. Caranya yaitu dengan membangun diskusi, bukan sekadar memberikan informasi secara searah.

Ajak anak untuk berpikir secara aktif, lalu beri kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan. Kemudian, akhiri dengan pemberian pijakan untuk penguatan adab dan akhlaq.

3. Bukan Penasaran  tapi Tentang Pemahaman

Tarbiah pubertas seharusnya disampaikan bukan sekedar mengenalkan (taaruf), tapi juga tafahum (pemahaman). Kakak shalih-shalihah perlu tahu hal-hal dasar mengenai fungsi kemaluannya, mengapa manusia memiliki gairah, pengertian cinta, perbedaan cinta dengan nafsu, dan hal-hal penting lainnya.

4. Sehat Reproduksi, Sehat Mental

“Iman di hati sebelum reproduksi. Mengelola malu sebelum menyalurkan nafsu.”

Kesenangan hanya akan terjaga nilainya jika terbatas. Di sinilah pentingnya kakak-kakak shalihah mengetahui perbedaan antara kebutuhan dan kesenangan. Kesenangan itu harus dibatasi, sementara kebutuhan harus dipenuhi.

Oleh karenanya anak perlu tahu bahwa cinta akan menjadi sehat apabila ditumbuhkan setelah pernikahan. Apabila cinta diumbar sebelum pernikahan, tidak akan ada nikmatnya. Hanya akan ada kesedihan dan penyesalan karena telah melanggar aturan yang ditetapkan Allah SWT.

Ayah Bunda, semua catatan ini barulah bagian pembuka dari Webinar Islamic Seminar bersama Abah Ihsan. Sudah demikian bermanfaat bukan?

Sementara terkait apa saja tahapan dalam edukasi masa baligh, ada enam cara yang disampaikan oleh Abah Ihsan pada pemaparan materi “Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja.” Untuk mengetahui informasi selengkapnya, silakan membaca artikel “6 Cara Edukasi Masa Baligh agar Anak Mampu Mengekspresikan Cinta dengan Tepat.”

bunda vivi dan abah ihsan

Webinar Islamic Parenting adalah kegiatan yang rutin diadakan oleh Sekolah Islam Bintang Juara. Terutama SD Islam Bintang Juara sebagai satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan 2 di Kecamatan Gunung Pati yang telah menerapkan filosofi kurikulum merdeka jauh sebelum kurikulum ini ditetapkan oleh pemerintah.

Program parenting merupakan salah satu penerapan dari kurikulum merdeka, yaitu sebagai bentuk keterlibatan orang tua secara aktif dalam kegiatan yang ada di sekolah. Oleh karenanya, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ayah Bunda yang telah mendukung sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar.

Tak lupa kami juga berterima kasih kepada segenap pihak sponsor dan donatur yang telah dengan ikhlas memberikan support, baik secara materiil maupun immateriil. Semoga Allah SWT mudahkan dan lancarkan segala urusannya.

Ayah Bunda, semoga Allah SWT mudahkan untuk mengambil hikmah dari webinar “Tarbiah Pubertas dan Literasi Cinta Remaja” sehingga bisa mempraktikkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Nantikan acara-acara parenting dari SD dan PAUD Islam Bintang Juara selanjutnya.***

Bincang Ramadhan #1: Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan

Bincang Ramadhan #1: Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan

Alhamdulillahirrobil’alamin telah terlaksana podcast perdana Bincang Ramadhan pada hari Sabtu, 25 Maret 2023. Podcast Bincang Ramadhan yang diinisiasi oleh FORSI (Forum Silaturahmi) Orang Tua Murid SD Islam Bintang Juara pada episode pertama ini mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan.

Disiarkan secara langsung di YouTube Channel SD Islam Bintang Juara, satu-satunya Sekolah Penggerak Angkatan II  di Kecamatan Gunung Pati, pada pukul 16.00 – 17.00. Sebuah sajian menarik sebagai teman berbuka Ayah Bunda.

Podcast Bincang Ramadhan episode satu ini mendapuk drg. Emilliana Tri Sugihari, Bunda dari Kak Kindi Kelas 1A dan Kak Rara Kelas 4A sebagai narasumber. Sementara sebagai host, ada Sukma Mawadati, S.Pd, Bunda Kak Ibrahim Kelas 1A.

Ada banyak sekali tips menjaga kesehatan gigi dan mulut di bulan Ramadhan yang disampaikan oleh drg. Emi, Ayah Bunda penasaran apa sajakah itu?

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadhan

Bau mulut memang sangat mengganggu, terutama saat sedang berpuasa. Namun bukan berarti tidak bisa dicegah lo, Ayah Bunda. Berikut ini empat tips yang disampaikan oleh drg. Emi  terkait mengatasi bau mulut ketika puasa:

1. Menjaga Kebutuhan Air Minum dan Hindari Makanan Manis

Dijelaskan oleh drg. Emi, salah satu hal yang menyebabkan mulut bau di bulan Ramadhan adalah tidak adanya perputaran air ludah. Sementara saat puasa, kita tidak makan dan minum.

Padahal air ludah dan minuman memiliki fungsi sebagai cleansing, tetapi karena seharian tidak makan dan minum, akhirnya fungsi cleansing tersebut tidak berjalan optimal. Selain berkurangnya produksi air ludah, adanya karang gigi dan gigi berlubang juga berpengaruh sekali pada bau mulut.

Nah, untuk mencegah bau mulut ketika berpuasa, sebaiknya Ayah Bunda mengurangi makanan yang aromanya menyengat, makanan manis dan lengket. Pastikan juga untuk menjaga asupan air putih selama bulan Ramadhan.

2. Tuntaskan Permasalahan Gigi Sebelum Memulai Bulan Ramadhan

Tips dari drg. Emi selanjutnya terkait menjaga kesehatan gigi dan bau mulut di bulan ramadhan adalah mengatasi permasalahan-permasalahan gigi dan mulut sebelum memasuki bulan puasa. Jadi kalau Ayah Bunda ada yang giginya berlubang dan punya karang gigi, sebaiknya bisa mengunjungi dokter gigi sebelum memulai bulan ramadhan.

Namun apabila belum sempat mengunjungi dokter gigi, drg. Emi menyampaikan tidak masalah kok mengatasi permasalahan gigi dan mulut pada saat puasa. Insya Allah  tidak akan menyebabkan batal, selama tindakan yang dilakukan masih dalam batas wajar.

3. Menjaga Konsumsi Buah dan Sayur

Bau mulut selama bulan ramadhan juga bisa diatasi dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Kandungan serat di dalam buah dan sayur bisa menyegarkan dan menyehatkan kondisi mulut, Ayah Bunda.

cara menyikat gigi yang benar

4. Perhatikan Cara Menyikat Gigi yang Benar

Apabila Ayah Bunda merasa tidak percaya diri dengan aroma yang dihasilkan oleh mulut, drg. Emi menyampaikan bahwasanya boleh menyikat gigi saat sedang puasa. Insya Allah tidak akan menyebabkan puasa menjadi batal.

Sesuai juga dengan sunnah Nabi Muhammad SAW kalau sebelum sholat sebaiknya menyikat gigi terlebih dahulu. Ayah Bunda, menyikat gigi pun tidak boleh sembarangan. Ada cara yang tepat lo.

Drg. Emi menyebut caranya sebagai gerakan Merah Putih. Maksudnya gerakan menyikat yang tepat adalah atas ke bawah, yaitu dari gusi (bagian merah) ke gigi (bagian putih).

Bagian gigi dibagi menjadi tiga; bagian depan, bagian samping kiri dan samping kanan. Setiap bagian digosok selama delapan kali. Pastikan untuk menyikat juga bagian belakang gigi, karena pada bagian ini rawan terjadi karang.

Sementara untuk gigi bagian kunyah, boleh banget disikat dengan gerakan maju mundur. Nah, silakan dipraktekkan di rumah ya, Ayah Bunda. Karena menyikat gigi rajin saja tidak cukup, untuk menjaga kesehatan gigi diperlukan juga cara menyikat yang benar dan tepat.

4 tips singkat di atas hanyalah sebagian isi dari podcast tersebut, Ayah Bunda. Drg. Emi juga membahas hal-hal seperti jumlah pasta gigi yang tepat, apakah susu formula berpengaruh dengan kesehatan gigi, pengaruh genetik pada kondisi gigi anak, pembersihan karang gigi, usia terbaik mengajak anak ke dokter gigi, waktu yang tepat untuk mengganti sikat gigi, dan masih banyak lainnya.

Apabila Ayah Bunda ingin melihat keseluruhan tips menjaga kesehatan gigi dan mulut dari drg. Emilliana, silakan langsung tonton saja videonya ya:

Walau mengaku baru pertama kali bertatap muka secara offline, chemistry antara drg. Emilliana dan bunda Sukma sudah sangat terbangun, Ayah Bunda. Tak heran jika podcast perdana Bincang Ramadhan ini berjalan begitu lancar, menyenangkan dan sangat cair.

Alhamdulillah respon dari para penikmat podcast juga sangat baik. Terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk pada saat live streaming.

Insya Allah akan ada episode-episode selanjutnya yang tak kalah menarik dari Bincang Ramadhan perdana ini. Nantikan episode berikutnya hanya di channel YouTube official SD Islam Bintang Juara. Pastikan untuk subscribe terlebih dahulu dan nyalakan notifikasinya untuk mendapat info video terbaru dari kami.

Demikian catatan istimewa Bintang Juara tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut di bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada catatan berikutnya, Ayah Bunda. ***