fbpx
Studi Tiru PKBM Generasi Juara ke SD Islam Bintang Juara Jadi Inspirasi Kolaborasi Pendidikan

Studi Tiru PKBM Generasi Juara ke SD Islam Bintang Juara Jadi Inspirasi Kolaborasi Pendidikan

Selasa, 16 September 2025 menjadi hari penuh makna di SD Islam Bintang Juara. Pagi itu, sekolah kedatangan tamu istimewa dari PKBM Generasi Juara Depok. Meski jumlah peserta studi tiru hanya empat orang, semangat mereka dalam belajar dan berbagi pengalaman terasa begitu hangat dan penuh antusias.

Sambutan Hangat di SD Islam Bintang Juara

Begitu memasuki lingkungan sekolah, rombongan PKBM Generasi Juara disambut ramah oleh pihak SD Islam Bintang Juara. Suasana kekeluargaan langsung terasa, menandakan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya milik satu lembaga, melainkan urusan bersama yang perlu saling menguatkan.

Dalam sesi perkenalan, pihak SD Islam Bintang Juara menyampaikan bahwa sekolah terbuka lebar untuk bekerjasama dengan berbagai pihak—baik sekolah, komunitas, maupun lembaga pendidikan lain. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan.

Mengamati Sistem & Praktik Pembelajaran

Selama studi tiru, peserta dari PKBM Generasi Juara diajak melihat langsung berbagai praktik pembelajaran yang diterapkan di SD Islam Bintang Juara. Dari cara guru mendampingi siswa, metode kreatif dalam mengajar, hingga program-program unggulan yang berfokus pada pembentukan karakter dan kompetensi anak.

Peserta studi tiru tampak aktif bertanya, mencatat, bahkan berdiskusi ringan dengan guru-guru. Ada rasa ingin tahu yang besar—bagaimana SD Islam Bintang Juara bisa menjaga keseimbangan antara aspek akademik, pengasuhan, dan nilai-nilai islami dalam satu ekosistem pendidikan yang menyenangkan.

Pendidikan & Pengasuhan adalah Urusan Bersama

Salah satu pesan penting yang terus digaungkan dalam kegiatan ini adalah bahwa pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Orang tua, sekolah, komunitas, hingga lembaga pendidikan alternatif seperti PKBM, semuanya punya peran untuk saling melengkapi.

Dengan semangat ini, studi tiru bukan sekadar ajang mencontoh. Lebih dari itu, ia menjadi ruang dialog untuk saling berbagi inspirasi, mencari solusi, dan merumuskan langkah nyata agar pendidikan anak-anak Indonesia semakin berkualitas.

Studi Tiru PKBM Generasi Juara: Ruang Kolaborasi yang Terbuka

SD Islam Bintang Juara menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Sebab, semakin banyak yang bergerak bersama, semakin besar pula dampak positif yang bisa dihasilkan.

Kehadiran PKBM Generasi Juara menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga pendidikan adalah keniscayaan di era sekarang. Tidak ada lagi sekat yang membatasi—yang ada adalah semangat saling mendukung demi lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

Studi tiru ini diakhiri dengan sesi refleksi bersama. Pihak PKBM Generasi Juara menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada SD Islam Bintang Juara atas ilmu, inspirasi, dan sambutan hangat yang diberikan.

Sementara itu, SD Islam Bintang Juara juga menyampaikan harapan besar agar kegiatan semacam ini terus dilakukan. Dengan begitu, nilai-nilai pendidikan dan pengasuhan dapat terus diperkaya, diperluas, dan dipraktikkan bersama, demi masa depan generasi penerus bangsa.

Penutup

Tuntas melaksanakan studi tiru di SD, insyaAllah esok hari akan diagendakan kegiatan yang sama ke PAUD Islam Bintang Juara. Studi tiru PKBM Generasi Juara di SD Islam Bintang Juara bukan hanya tentang melihat dan meniru. Ia adalah pertemuan dua lembaga pendidikan yang sama-sama ingin belajar dan berkembang, demi menguatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau orang tua saja. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dan selama kita terus berjalan bergandengan tangan, insyaAllah masa depan anak-anak Indonesia akan semakin cerah.***(CM-MRT)

6 Hari Pelatihan Intensif: Kepala & Guru SD Islam Bintang Juara Dalami Pembelajaran Mendalam di Universitas Ivet Semarang

6 Hari Pelatihan Intensif: Kepala & Guru SD Islam Bintang Juara Dalami Pembelajaran Mendalam di Universitas Ivet Semarang

Akhir Agustus hingga awal September 2025 menjadi momen penting bagi SD Islam Bintang Juara. Selama enam hari, 30 Agustus – 4 September 2025, tiga perwakilan sekolah mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam di Universitas Ivet Semarang. Mereka adalah Bu Nur Shofwatin Ni’mah, S.Pd., Gr. (Kepala Sekolah), Bu Yayuk Fitriani, S.Pd. (Guru Kelas 1A sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum), dan Bu Aliffia Indah Fitriana, S.Pd. (Guru Kelas 6).

Meski datang dari satu sekolah, perjalanan belajar mereka tidaklah sama. Antara kepala sekolah dan guru ditempatkan di kelas pelatihan yang berbeda, sesuai dengan peran dan kebutuhan masing-masing.

Pelatihan Kepala Sekolah: Growth Mindset & Rencana Tindak Lanjut

Bagi Bu Ni’mah, pelatihan ini menjadi ruang refleksi yang kaya. Materi yang disajikan banyak menyoroti growth mindset, kepemimpinan yang memberdayakan, hingga diskusi mendalam tentang esensi Pembelajaran Mendalam.

Tidak hanya mendengarkan, setiap peserta kepala sekolah juga ditantang untuk mengikuti pretest dan posttest sebagai alat ukur peningkatan pemahaman. Di akhir sesi, mereka diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan menjadi panduan praktis dalam membawa semangat pembelajaran mendalam ke sekolah masing-masing.

Pelatihan Guru: Microteaching & Praktik Nyata

Sementara itu, Bu Yayuk dan Bu Fia berada di ruang berbeda bersama guru-guru lain dari berbagai sekolah. Di bawah bimbingan fasilitator Ibu Luluk Elyana (Rektor Unisvet Semarang) dan Bapak Tukijo (Guru SMP 17 Semarang), mereka menyelami bagaimana menerapkan Pembelajaran Mendalam di kelas masing-masing.

Bimbingan dari Ibu Luluk dan Bapak Tukijo menjadi warna tersendiri dalam pelatihan ini. Ibu Luluk menekankan pentingnya pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Sementara Bapak Tukijo banyak berbagi praktik langsung dan pengalaman nyata di lapangan.

Salah satu momen yang paling membanggakan, Bu Yayuk terpilih untuk mempraktikkan microteaching di hadapan peserta lain. Dengan penuh semangat, ia mengajar kelas 5 tentang eksperimen sifat-sifat cahaya. Sementara itu, Bu Fia menunjukkan kepiawaiannya mengajar kelas 2 tentang aturan di rumah.

Kedua praktik tersebut bukan sekadar simulasi. Melalui rekaman video, hasil pembelajaran akan dievaluasi dan menjadi bagian penting dari kelanjutan program.

Hasil Akhir: Video Praktik & Agenda OJT

Enam hari pelatihan ditutup dengan karya nyata: video praktik pembelajaran mendalam. Video ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga media refleksi dan evaluasi.

Namun, perjalanan tidak berhenti di sini. Masih ada On Job Training (OJT) yang menanti:

  • OJT 1 → Mengevaluasi video praktik pembelajaran mendalam yang telah dibuat oleh masing-masing guru.
  • OJT 2 → Melihat praktik langsung di sekolah lain yang sudah menerapkan pembelajaran mendalam, lalu melakukan evaluasi bersama.

Dua tahap lanjutan ini menjadi bukti bahwa pelatihan bukan hanya berhenti di kelas, tetapi berlanjut ke implementasi nyata di sekolah.

Transformasi untuk Pendidikan Lebih Bermakna

Pelatihan ini sejalan dengan semangat SD Islam Bintang Juara dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada hasil akademik, tetapi juga membangun karakter, kesadaran, dan makna belajar.

Dengan adanya sinergi antara kepala sekolah dan guru, hasil pelatihan ini diharapkan mampu menyelaraskan visi sekolah dengan kebutuhan nyata di ruang kelas.

“Pembelajaran mendalam sebenarnya bukanlah metode baru yang diterapkan di SD Islam Bintang Juara. Jauh sebelum metode ini digaungkan pemerintah, sekolah ini telah menerapkan nilai-nilai dalam metode ini,” ungkap Bu Ni’mah dengan penuh keyakinan.

Penutup

Enam hari di Universitas Ivet Semarang menjadi pengalaman berharga yang akan terus dikenang. Bu Ni’mah, Bu Yayuk, dan Bu Fia pulang bukan hanya membawa materi, tapi juga semangat baru untuk menjadikan SD Islam Bintang Juara sebagai sekolah yang terus berkembang dalam menghadirkan pembelajaran yang joyful, mindful, dan meaningful.

Melalui pelatihan, praktik nyata, hingga OJT, langkah kecil ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi besar dalam dunia pendidikan Indonesia.*** (CM-MRT)

SD Islam Bintang Juara Membuka Jendela Lebih Lebar untuk Pendidikan Inklusif

SD Islam Bintang Juara Membuka Jendela Lebih Lebar untuk Pendidikan Inklusif

Tanggal 18–21 Agustus 2025 menjadi momen penting bagi dunia pendidikan di Kota Semarang. Di Hotel Candi Indah, para kepala sekolah dan guru berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Pendidikan Inklusi, sebuah kegiatan yang berfokus pada bagaimana sekolah dapat menghadirkan pembelajaran yang ramah, adil, dan mendukung semua anak tanpa terkecuali.

Salah satu peserta yang hadir adalah Bu Nur Shofwatin Ni’mah, S.Pd., Gr., Kepala SD Islam Bintang Juara. Dengan penuh semangat, beliau mengikuti setiap sesi yang membahas mulai dari konsep dasar pendidikan inklusi hingga praktik manajemen sekolah inklusi yang nyata.

Dari Konsep Hingga Implementasi

Pelatihan ini tidak hanya membicarakan teori, tetapi juga menekankan pada implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar. Para peserta diajak memahami:

  • Kurikulum inklusi – bagaimana kurikulum bisa disesuaikan untuk semua anak.
  • Deteksi dini – mengenali sejak awal potensi dan hambatan yang dimiliki peserta didik.
  • Macam PDBK (Peserta Didik Berkebutuhan Khusus) – termasuk anak dengan hambatan belajar, gangguan emosi, hingga anak dengan kecerdasan istimewa.
  • Manajemen sekolah inklusi – strategi agar seluruh sistem sekolah mampu mendukung keberagaman anak.

Melalui sesi ini, Bu Ni’mah juga berbagi terkait penerapan pendidikan inklusif di SD Islam Bintang Juara. Bahwasanya pendidikan inklusi bukan hanya soal menerima siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga membangun ekosistem sekolah yang mampu memberikan kesempatan terbaik bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang.

Pentingnya Manajemen Emosi Guru

Salah satu materi yang tak kalah menarik adalah tentang manajemen emosi dan kesehatan mental guru. Karena dalam praktiknya, pendidikan inklusi menuntut kesabaran dan kesiapan emosional lebih. Guru perlu memahami bahwa menghadapi anak dengan kebutuhan beragam bukanlah tantangan semata, tetapi juga kesempatan untuk belajar kembali menjadi pendidik sejati.

Bu Ni’mah mengaku, sesi ini membuka mata bahwa guru juga manusia yang perlu menjaga kesehatan mentalnya. Dengan emosi yang stabil, guru bisa menjadi teladan sekaligus pendamping terbaik bagi peserta didik.

Refleksi dan Harapan untuk Sekolah

Empat hari penuh pembelajaran ini menjadi bekal berharga untuk SD Islam Bintang Juara. Bu Ni’mah menyampaikan bahwa setelah pelatihan ini, sekolah akan terus berkomitmen untuk mengintegrasikan prinsip inklusi dalam pembelajaran.

“Pendidikan inklusi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Setiap anak berhak mendapatkan ruang untuk belajar sesuai potensinya,” ujar beliau penuh keyakinan.

Menyongsong Sekolah Ramah untuk Semua

Pelatihan inklusi di Hotel Candi Indah menjadi momentum berharga. Dari teori, praktik, hingga refleksi, semua menyatu dalam satu tujuan: mewujudkan sekolah yang ramah untuk semua anak.

SD Islam Bintang Juara kini melangkah lebih mantap untuk menjadi bagian dari gerakan sekolah inklusi di Kota Semarang. Dengan dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, cita-cita menghadirkan pendidikan yang adil dan bermakna untuk setiap anak bukan lagi sekadar mimpi—tetapi sedang diwujudkan bersama.*** (CM-MRT)

Pecah Banget! Semangat Kemerdekaan Guru dan Karyawan di Festival HUT ke-80 Republik Indonesia

Pecah Banget! Semangat Kemerdekaan Guru dan Karyawan di Festival HUT ke-80 Republik Indonesia

Semarak HUT ke-80 Republik Indonesia di SD Islam Bintang Juara tidak hanya dirayakan oleh kakak shalih-shalihah, tapi juga oleh para guru dan PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Kali ini, giliran mereka yang turun langsung ke lapangan, ikut larut dalam keseruan Festival Kemerdekaan yang penuh tawa, semangat juang, dan rasa kebersamaan.

Momentum ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bisa dimaknai dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar PTK di lingkungan sekolah.

Badminton hingga Baju Balon: Ketangkasan dan Keceriaan 🏸🎈

Festival badminton jadi ajang unjuk ketangkasan. Dengan pukulan-pukulan penuh semangat, suasana pertandingan berlangsung sengit tapi tetap penuh tawa.

Lalu datanglah momen yang membuat semua orang gemas: festival baju balon. Guru-guru saling berhadapan. Mereka bergerak cepat untuk mengenakan baju. Dari posisi masih terlipat, hingga harus memastikan kancing baju telah terkancingkan satu per satu.

Namun keseruan tak berhenti di situ. Sembari mengenakan baju, para peserta harus memastikan balon tidak menyentuh lantai. Ada yang menggunakan tangan, kaki hingga kepalanya untuk memastikan balon tetap melayang di udara. Tak sedikit yang kemudian terengah-engah mengejar balon, yang membuat gerakan mereka jadi lucu dan mengundang gelak tawa tanpa henti.

Voli Air: Pecah dengan Tawa dan Cipratan 💦🏐

Gelak tawa dan teriakan dukungan pecah saat festival voli air dimulai. Lapangan yang basah, bola yang terbuat dari kantong plastik diisi air terpantul dari satu sarung ke sarung kelompok lain. Tak jarang, kantongnya pecah sehingga cipratan air mengenai semua peserta, membuat suasana jadi benar-benar “pecah”.

Di momen ini, semua sekat antara guru dan staf hilang, berganti dengan kebersamaan dan tawa lepas.

Festival Futsal: Heboh dan Penuh Sorakan ⚽🔥

Puncak keseruan datang saat festival futsal digelar di Stadion Merdeka. Guru dan staf SD Islam Bintang Juara saling beradu strategi, berlari penuh semangat mengejar bola, dan tentu saja menampilkan gaya-gaya kocak yang membuat penonton terpingkal.

Lebih dari sekadar pertandingan, futsal kali ini mengajarkan bahwa kerja sama dan sportivitas adalah kunci kemenangan sejati.

Semangat Juang yang Menular

Kebersamaan guru dan PTK dalam Festival Kemerdekaan ini bukan hanya tentang olahraga atau permainan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini meneguhkan kembali semangat juang, kebersamaan, dan kekompakan keluarga besar SD Islam Bintang Juara.

✨ “Kemerdekaan sejati adalah ketika kita bisa merayakannya dengan penuh tawa, sportivitas, dan rasa persaudaraan yang hangat.” ✨

Dengan semangat ini, SD Islam Bintang Juara terus melangkah maju, menghadirkan pendidikan berkualitas dan lingkungan belajar yang penuh kehangatan bagi seluruh warga sekolah.*** (CM-MRT)

Asesmen Diagnostik di Awal Tahun Pembelajaran: Cara Guru Mengenal Lebih Dekat Para Siswa

Asesmen Diagnostik di Awal Tahun Pembelajaran: Cara Guru Mengenal Lebih Dekat Para Siswa

Memulai tahun ajaran baru bukan hanya soal pembagian kelas, penjadwalan pelajaran, atau mengenalkan tata tertib sekolah. Lebih dari itu, para guru di era Kurikulum Merdeka dituntut untuk memahami kondisi awal peserta didiknya secara menyeluruh. Di sinilah pentingnya asesmen diagnostik di awal tahun pembelajaran—sebuah proses yang menjadi jembatan untuk mengenal lebih dekat siapa siswa yang ada di hadapan kita.

Apa Itu Asesmen Diagnostik?

Asesmen diagnostik adalah proses evaluasi yang dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Tujuannya bukan untuk memberi nilai atau mengukur keberhasilan akademik, melainkan untuk memetakan kondisi awal siswa, baik dari sisi kognitif (pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dasar) maupun non-kognitif (minat, motivasi, karakter, emosi, dan lingkungan belajar).

Berbeda dari ulangan atau tes formatif, asesmen ini bersifat low-stakes—tidak memengaruhi nilai rapor, namun sangat penting dalam merancang strategi belajar yang tepat dan personal.

Mengapa Asesmen Diagnostik Penting dalam Kurikulum Merdeka?

Dalam Kurikulum Merdeka, pendekatan pembelajaran berfokus pada kebutuhan individu siswa. Guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang diferensiatif, yakni memberikan perlakuan yang berbeda sesuai dengan kemampuan dan karakter peserta didik.

Melalui asesmen diagnostik, guru dapat:

  • Mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam suatu mata pelajaran.
  • Menentukan poin awal pembelajaran yang sesuai untuk masing-masing siswa.
  • Memahami gaya belajar, karakter, serta kondisi emosional siswa.
  • Merancang pendekatan belajar yang lebih relevan, adil, dan inklusif.

Jenis-Jenis Asesmen Diagnostik

Ada dua jenis asesmen diagnostik, sebagai berikut:

1. Kognitif

Fokus pada kemampuan dasar siswa dalam suatu mata pelajaran, seperti membaca, menulis, berhitung, dan pemahaman konsep.
Contoh: soal cerita matematika sederhana, membaca teks pendek lalu menjawab pertanyaan, atau menyelesaikan masalah sehari-hari.

2. Non-Kognitif

Fokus pada aspek sosial emosional dan latar belakang belajar siswa, seperti minat, motivasi, gaya belajar, serta dukungan dari lingkungan keluarga. Contoh: kuesioner singkat, wawancara ringan, atau observasi interaksi siswa di kelas.

Teknik Melakukan Asesmen Diagnostik

Guru dapat memilih berbagai metode yang fleksibel, tergantung jenjang dan kondisi siswa, antara lain:

  • Tes tertulis sederhana
  • Wawancara individu atau kelompok
  • Observasi aktivitas belajar
  • Angket atau survei
  • Permainan atau simulasi

Yang terpenting, asesmen dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, tanpa tekanan, dan tidak membuat siswa merasa dihakimi. Asesmen ini justru menjadi momen guru untuk membangun koneksi awal yang hangat dan penuh empati dengan siswanya.

Manfaat Asesmen Diagnostik untuk Guru dan Siswa

Asesmen Diagnostik tentunya dilaksanakan karena manfaat yang menyertai baik bagi guru dan siswa. Berikut ini manfaatnya:

Bagi guru:

  • Membantu menyusun perencanaan pembelajaran yang lebih efektif dan terarah.
  • Menghindari pengajaran yang terlalu mudah atau terlalu sulit.
  • Memberi data awal untuk menyusun strategi remedial atau pengayaan.

Bagi siswa:

  • Merasa lebih diperhatikan dan dihargai sebagai individu.
  • Mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
  • Tumbuhnya kepercayaan diri karena belajar dari titik yang tepat.

Penutup

Asesmen diagnostik bukan sekadar tugas administratif atau formalitas awal tahun. Ini adalah langkah awal penting bagi guru untuk benar-benar memahami siapa yang sedang mereka dampingi. Dengan mengenal siswa secara utuh—bukan hanya sebagai pelajar, tapi juga sebagai manusia yang unik—maka proses pendidikan akan menjadi lebih bermakna dan berdampak jangka panjang.

Karena sejatinya, setiap anak adalah bintang yang bersinar dalam caranya masing-masing. Tugas gurulah menemukan cahayanya.*** (CM – MRT)

Pelatihan PBB dan Tata Laksana Upacara: Pemungkas Raker & Upgrading SD Islam Bintang Juara

Pelatihan PBB dan Tata Laksana Upacara: Pemungkas Raker & Upgrading SD Islam Bintang Juara

Sabtu, 4 Januari 2025, menjadi penutup yang berkesan dalam rangkaian kegiatan Raker & Upgrading Pendidik dan Tenaga Kependidikan SD Islam Bintang Juara Semester 2 TP. 2024-2025. Pada hari itu, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan Tata Laksana Upacara yang dipandu langsung oleh tim profesional dari PUSDIK PENERBAD (Pusat Pendidikan Penerbang Angkatan Darat).

Bertempat di lapangan olahraga SD Islam Bintang Juara, kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan semangat dan antusiasme tinggi dari para peserta.

Meningkatkan Disiplin dan Kerja Sama Melalui Kegiatan Pelatihan PBB dan Tata Laksana Upacara

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat disiplin, kekompakan, dan kerja sama di antara pendidik dan tenaga kependidikan SD Islam Bintang Juara. Sejak awal, instruktur dari PUSDIK PENERBAD memimpin sesi dengan penuh ketegasan dan profesionalisme, memberikan contoh gerakan PBB yang benar, mulai dari sikap sempurna, hormat, hingga berbagai variasi langkah baris-berbaris.

Kedisiplinan bukan hanya menjadi tanggung jawab siswa, tetapi juga bagian dari profesionalisme pendidik. Melalui pelatihan ini, kami ingin menanamkan pentingnya keteladanan dalam bersikap dan berperilaku. Hal ini juga disetujui oleh Komandan Latihan dari PUSDIK PENERBAD.

Setiap peserta mengikuti instruksi dengan serius, namun suasana tetap cair berkat komunikasi yang hangat dari para pelatih. Beberapa guru awalnya terlihat gugup, tetapi merasa lebih percaya diri setelah mempraktikkan gerakan secara berulang.

Tata Laksana Upacara: Belajar dari Ahlinya

Selain PBB, sesi berikutnya adalah simulasi tata laksana upacara. Dalam simulasi ini, peserta diberikan pemahaman mendalam tentang peran-peran dalam upacara, mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca teks, hingga dirigen.

Sebagai sekolah yang rutin mengadakan upacara dua pekan sekali, kami ingin memastikan semua pendidik memahami standar tata laksana yang benar. Dengan pelatihan ini, kami berharap bisa lebih memaksimalkan pelaksanaan upacara di sekolah. Ketika gurunya sudah memahami tata laksana upacara, harapannya nanti bisa menularkan ilmu tersebut kepada kakak shalih-shalihah.

Simulasi ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga melatih kekompakan dan sinkronisasi di antara peserta, menciptakan harmoni yang mencerminkan nilai kerja sama.

galeri pelatihan PBB

Semangat yang Tak Luntur Meski Sore Menjelang

Walaupun kegiatan berlangsung hingga sore hari, antusiasme peserta tetap terjaga. Setiap tantangan dalam latihan dihadapi dengan semangat, dan rasa lelah terbayar oleh kebanggaan atas hasil yang dicapai.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga mempererat hubungan antarpendidik. Para guru merasa lebih kompak dan siap memberikan yang terbaik untuk siswa.

Refleksi dan Penutupan

Di akhir kegiatan, para pelatih memberikan evaluasi sekaligus apresiasi atas semangat dan kerja keras peserta. Mereka juga memberikan pesan tentang pentingnya menjaga konsistensi dalam menerapkan kedisiplinan, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Latihan ini bukan hanya tentang baris-berbaris atau upacara, tetapi tentang membangun karakter yang disiplin, tangguh, dan profesional. Hal ini sangat relevan dengan tugas kami sebagai pendidik.

Apakah Ayah Bunda penasaran bagaimana hasil pelatihan PBB dan tata laksana upacara yang telah dilakukan? Ayah Bunda bisa melihatnya dalam kegiatan Ahlan wa Sahlan hari pertama.

Kegiatan ini menjadi penutup yang sempurna untuk rangkaian Raker & Upgrading. Dengan disiplin yang diperkuat melalui pelatihan ini, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SD Islam Bintang Juara siap menyongsong semester baru dengan semangat dan profesionalisme yang lebih tinggi.***(CM-MRT)